cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VII SISWA SMP NEGERI 3 SIDEMEN ., DEWA AYU MADE MAHAYUNI; ., PROF.DR. NASWAN SUHARSONO, M.Pd.; ., DR. I WAYAN SUKRA WARPALA, S.PD.,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.721 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i2.1913

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan: 1) motivasi belajar dan hasil belajar IPA secara bersama-sama antara siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation berbantuan Video (GIV), Group Investigation (GI) dan Konvensional (PK). 2) motivasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif GIV, GI dan PK, 3) hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif GIV, GI dan PK. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah empat kelas siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sidemen. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Group Random Sampling dan terpilih tiga kelas sebagai sampel. Sampel yang terpilih adalah kelas VIIA sebagai kelompok eksprimen yang belajar menggunakan model pembelajaran GIV, kelas VIIB sebagai kelompok eksperimen yang belajar menggunakan model GI dan kelas VIIC sebagai kelompok eksperimen yang belajar dengan model PK. Pengumpulan data menggunakan 2 jenis tes, yaitu tes motivasi belajar dikumpulkan dengan kuisioner motivasi belajar yang sudah divalidasi dan tes hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar yang telah divalidasi. Data dkumpulkan pada akhir perlakuan untuk selanjutnya dianalisis dengan statistik deskriptif dan Uji MANCOVA dengan skor pre-tes motivasi belajar dan hasil belajar awal sebagai kovariat kemudian dilanjutan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GIV, GI dan PK. (2) terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model GIv, GI dan PK. (3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe GIV, GI dan PK.Kata Kunci : model pembelajaran, motivasi belajar, hasil belajar IPA. The aim of the research was to describe and analyze the differences of: 1) learning motivation and learning achievement of natural science altogether between students who learned with Group Investigation Model added with Video (GIV), Group Investigation only (GI) and students who learned by Conventional Model (PK); 2) learning motivation between student who learned with Group Investigation Model added with Video (GIV), Group Investigation only (GI) and students who learned by Conventional Model (PK); 3) learning achievement of natural science between students who learned with Group Investigation Model added with Video (GIV), Group Investigation only (GI) and students who learned by Conventional Model (PK).This research was belonged to quasi experiment with pretest-post test only control design research. The research population were four classes of 7th grade Junior High School of SMP Negeri 3 Sidemen in the academic 2015/2016. By using Group Random Rampling, there were three classes taken as the samples of the study. The sample was class VIIA which was treated as the experimental group using GIV. Class VIIB as experimental group using GI only. Whereas class VIIC as control group treated with PK. The data were collected using two types of tests: learning motivation test collected through the students learning motivation questionnaire that was already validated and achievement test of natural science which was collected through validated achievement test. The data was collected at the end of treatment and then it was analyzed descriptively and with MANCOVA test with the pre-test learning achievement scores and pre-learning achievement as covariat and then continued with LSD test. The test of null hypothesis was carried out with the significance of 5%. The result of research indicated that: 1) There was a significant difference of learning motivation and the achievement of natural science between the students who learned using GIV, GI only and PK; 2) There was a significance difference of learning motivation between the group of students taught with GIV, GI only and PK; 3) There was a significance difference of learning achievement of natural science between the students taught with GIV, GI only and PK.keyword : Learning Model, Learning Motivation, Natural Science Achievement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR PKn DITINJAU DARI SIKAP DEMOKRASI SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 MANGGIS ., NI KETUT SRIDANA; ., PROF. DR SUKADI, M.Pd.; ., DR. I KOMANG SUDARMA, S.Pd., M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.58 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i1.1987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran resolusi konflik terhadap prestasi belajar PKn ditinjau dari sikap demokrasi siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan The Posttest-Only Control-Group Desain. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggis yang berjumlah 120 siswa. Sebanyak 40 siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik group random sampling. Data sikap demokrasi dikumpulkan dengan kuesioner dan prestasi belajar menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan analisis Anava A- B berbantuan SPSS 17.00 for windows.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat perbedaan prestasi belajar PKn antara siswa yang mengikuti pelajaran dengan model pembelajaran resolusi konflik dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggis. Prestasi belajar PKn siswa yang mengikuti pelajaran dengan model pembelajaran resolusi konflik lebih baik daripada prestasi belajar PKn siswa yang mengikuti pelajaran dengan pembelajaran konvensional. Kedua, hasil belajar siswa yang memiliki sikap demokrasi tinggi yang mengikuti pelajaran dengan model pembelajaran resolusi konflik lebih baik daripada siswa yang mengikuti pelajaran dengan model konvensional. Untuk siswa yang memiliki sikap demokrasi rendah yang mengikuti pelajaran dengan model pembelajaran konvensional lebih baik daripada siswa yang mengikuti pelajaran dengan model resolusi konflik. Ketiga, terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran dan sikap demokrasi siswa terhadap prestasi belajar PKn pada seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Manggis. Untuk siswa yang memiliki sikap demokrasi tinggi, prestasi belajar PKn siswa yang mengikuti pelajaran dengan model pembelajaran resolusi konflik lebih baik daripada pembelajaran konvensionalKata Kunci : model pembelajaran resolusi konflik, sikap demokrasi, hasil belajar PKn This study aims to determine the influence of the learning model of conflict resolution on the learning achievement in terms of the attitude of democratic civics students. This study is a quasi-experimental research using The Posttest-Only Control-Group Design. The study population was all students of grade VIII SMP Negeri 1 Manggis totaling 120 students. A total of 40 students have been selected as the sample group was determined by random sampling technique. Data were collected by questionnaires democratic attitude and learning achievement using multiple-choice tests. Data analyzed using SPSS-aided Anava A- B 17:00 for windows. Research shows that: First, There are differences in learning achievement between students who take the civics lesson learning model of conflict resolution and student learning with conventional learning models to the entire class VIII SMP Negeri 1 Manggis. Civics learning achievement of the student in learning with the learning model of conflict resolution is better than learning achievement Civics student in learning with conventional learning. Second, the learning outcomes of students who have high democratic attitude in learning with the learning model of conflict resolution is better than the student in learning with conventional models. For students who have low democratic attitude in learning with conventional learning model is better than the student in learning with models of conflict resolution. Thirdly, there is an interaction between the learning model application and democratic attitudes of students towards learning achievement Civics on the entire class VIII SMP Negeri 1 Manggis. For students who have a high democratic attitude, academic achievement Civics students who take lessons with learning model of conflict resolution is better than conventional learningkeyword : learning model of conflict resolution, democratic attitude, learning outcomes Civics
Pengaruh Strategi Directed Reading Thinking Activity dan Kecerdasan Linguistik terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Bahasa Inggris pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Abang. ., I GUSTI AYU ARINI WIADNYANI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I WAYAN SUKRA WARPALA, S.PD.,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.093 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i3.2239

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh strategi directed reading thinking activity (DRTA) dan kecerdasan linguistik terhadap kemampuan membaca pemahaman bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan rancangan the non equivalent pretest posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah 8 (delapan) kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Abang Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini sebanyak 4 (empat) kelas yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan tes kemampuan membaca pemahaman sebanyak 40 butir dan tes kecerdasan linguistik sebanyak 40 butir. Instrumen penelitian diuji validitas isi, konsistensi internal, dan reliabilitas tes sebelum digunakan dalam penelitian. Uji asumsi yang dilakukan sebelum pengujian hipotesis yaitu uji normalitas sebaran data, uji homogenitas varians, dan uji linieritas. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kovarian (ANACOVA) dua jalan. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa (1) setelah perlakuan dikontrol dengan kemampuan membaca pemahaman awal, terdapat perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara strategi pembelajaran. Skor hasil belajar yang diperoleh oleh siswa yang belajar dengan DRTA lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional, (2) setelah perlakuan dikontrol dengan kemampuan membaca pemahaman awal, terdapat perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang memiliki kecerdasan linguistik tinggi dengan siswa yang memiliki kecerdasan linguistik rendah. Kemampuan membaca pemahaman siswa yang memiliki kecerdasan linguistik tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki kecerdasan linguistik rendah, (3) setelah perlakuan dikontrol dengan kemampuan membaca pemahaman awal, terdapat pengaruh interaktif antara strategi pembelajaran dan kecerdasan linguistik terhadap kemampuan membaca pemahaman bahasa Inggris siswa.Kata Kunci : DRTA, kecerdasan linguistik, membaca pemahaman This research aimed at finding out the effect of directed reading thinking activity strategy and linguistic intelligence toward English reading comprehension at 8 classes of the eighth grade students of SMP Negeri 2 Abang. This research was a quasi-experimental research using the non-equivalent pretest posttest control group designed. Population of this research was all of the eight grade students of SMP Negeri 2 Abang in the academic year of 2016/2017. The sample used here were 4 classes which taken by random sampling technique. The data were collected by using an English reading comprehension test which consist of 40 questions and a linguistic intelligence test which also consist of 40 questions. The content validity, internal consistency, and reliability of instruments were examined before administered to the research sample. Normality, homogeneity and linearity were examined. The two ways analysis of covariance (ANACOVA) was conducted to test the hypothesis. The results of this hypothesis test were (1) after treatment was controlled by prior achievement of students as a covariable, there was a significant difference of students’ reading comprehension between the learning strategies. The students who treated by DRTA got higher scores than students who treated by conventional learning strategy, (2) after treatment was controlled by prior achievement of students as a covariable, there was a significant difference of the students’ reading comprehension between with higher linguistic intelligence students and the lower linguistic intelligence students. The higher linguistic intelligence students got higher score in reading comprehension than the lower linguistic intelligence students, (3) after treatment was controlled by prior achievement of students as a covariable, there was an interactive effect between the learning strategy and linguistic intelligence on the students’ reading comprehension. keyword : DRTA, linguistic intelligence, reading comprehension.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP ILMIAH PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KUBU ., LUH PUTU PURNAMA DEWI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I MADE KIRNA, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.839 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i1.2247

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) perbedaan kemampuan berpikir kritis (KBK) dan sikap ilmiah (SI) antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model pembelajaran langsung (PL) setelah perlakuan dikontrol dengan kemampuan berpikir kritis (KBKA) awal dan sikap ilmiah awal (SIA), (2) perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, (3) perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan non-equivalent pretest posttest control group design. Populasinya adalah 8 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 252 orang. Sampel penelitian dipilih secara simple random untuk menentukan 2 kelas, yang selanjutnya dirandom kembali untuk menentukan 1 kelas sebagai kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran STM dan yang lain pembelajaran PL. Data KBK dikumpulkan dengan tes dan data SI dengan kuesioner baik di awal maupun di akhir eksperimen. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANCOVA. Setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan KBK dan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK dan SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (2) Terdapat perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (3) Terdapat perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan siswa yang belajar dengan model. SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL.Kata Kunci : Model Sains Teknologi Masyarakat, Kemampuan Berpikir Kritis, Sikap Imiah This study aims at describing 1) the difference of both students’ critical thinking skill (CTS) and their scientific attitudes (SA) between them learned in the Science-Technology-Society (STS) model and in Direct Instructional (DI) model after the treatment was controlled by both prior CTS and early SA, 2) the difference of students’ CTS between them learned in the STS and in the DI models after the treatment was controlled by both prior CTS and early SA, and 3) the difference of students’ SA between them learned in the STS and in the DI models after the treatment was cnotrolled by both prior CTS and early SA. This quasi experiment used non-equivalent pretest posttest control group design. The population of the study was 8 classes of eight grade students of SMP Negeri 2 Kubu in the academic year 2016/2017 which comprised of 252 students. The samples of 2 classes were choosen by simple random sampling to determent the first class as an experiment group utilized STS and the othe one used DI models. The data of CTS was collected by test and the data of SA by questionnaire. To analyze of the data, the descriptive and the MANCOVA statistics were used. To test the hypothesis, a significant level of 5% was utilized. After the treatment was cotrolled by both prior CTS and early SA,the results of the study were aas follows. (1) There is a significant difference both CTS and SA between students learned in the STS and them the DI models. Both CTS and SA of students learned in the STS is higher than them in the DI models. (2) There is a significant difference CTS between students learned in the STS and them the DI models. The CTS of students learned in the STS is higher than them in the DI models. 3) There is a significant difference SA between students learned in the STS and them the DI models. The SA of students learned in the STS is higher than them in the DI models.keyword : Science technology society learning model, critical thinking skills and scientific attitudes
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Terhadap Motivasi Berprestasi dan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas IX SMP Negeri 5 Kubu ., NI LUH PUTU SRIE EKA MELANI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I MADE TEGEH, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.433 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i3.2252

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran berbasis portofolio terhadap motivasi berprestasi dan kemampuan menulis cerpen siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kubu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent pre-test-post-test control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kubu Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 3 kelas dengan jumlah siswa 98 orang. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel sebanyak 2 kelas yang terpilih adalah Kelas IXA sebagai kelompok eksperimen dan Kelas IXC sebagai kelompok kontrol. Data motivasi berprestasi dikumpulkan dengan angket, dan data kemampuan menulis cerpen dikumpulkan dengan tes. Data motivasi berprestasi awal dan kemampuan menulis cerpen awal dikumpulkan sebelum eksperimen, dan data motivasi berprestasi dan kemampuan menulis cerpen dikumpulkan pada akhir perlakuan. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan Uji MANCOVA pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan: 1) setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel motivasi berprestasi dan kemampuan menulis cerpen terdapat perbedaan motivasi berprestasi dan kemampuan menulis cerpen siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis portofolio dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung, 2) setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel motivasi berprestasi terdapat perbedaan motivasi berprestasi siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis portofolio dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung, (3) setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel kemampuan menulis cerpen terdapat perbedaan kemampuan menulis cerpen siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis portofolio dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : model pembelajaran berbasis portofolio, motivasi berprestasi dan kemampuan menulis cerpen This research aimed at describing the Effect of Portfolio Based-Learning Model on the Achievement Motivation and ability in Writing Short Story of the ninth grade students of SMPN 5 Kubu. This is a quasi-experimental research with nonequivalence pre-test-post-test control group design. The populations were the ninth grade students of SMPN 5 Kubu in the academic year 2016/2017. There were 3 classes with 99 students. This research used simple random sampling to take two class. The designated samples were class IXA as experimental group and class IXC as control group. The data of achievement motivation were collected through questionnaires and data of short story writing ability through test. The data of early achievement motivation and short story writing ability were collected before experiment, and the achievement motivation data and short story writing ability data were gained at the end of treatment. Data were analyzed through descriptive statistics and MANCOVA test at 5 % level. The results of the research showed that (1) after the treatment was controlled by covariable of learning achievement motivation and short story writing ability, there was a difference between achievement motivation and short story writing ability of the students learning with Portofolio Based-Learning Model and students learning with direct learning model, (2) after the treatment was controlled by covariable of learning achievement motivation, there was a difference between achievement motivation of the students learning with Portofolio Based-Learning Model and students learning with direct learning model, (3) after the treatment was controlled by covariable of learning short story writing ability, there was a difference between short story writing ability of the students learning with Portofolio Based-Learning Model and students learning with direct learning model.keyword : portfolio based-learning model, achievement motivation and ability in Writing Short Story.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI BAKAT NUMERIK BAGI SISWA KELAS XI SMA ., NI NYOMAN SRI ARTINI; ., PROF.DR. I MADE CANDIASA, MI.Komp.; ., DR. I MADE KIRNA, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.889 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i2.2268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Group Investigation dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan bakat numerik siswa terhadap keterampilan berpikir kritis siswa, (3) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Group Investigation dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, pada siswa yang memiliki bakat numerik tinggi, (4) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Group Investigation dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, pada siswa yang memiliki bakat numerik rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan yang digunakan adalah two way pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IA SMAN 2 Semarapura tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 171 orang. Sampel 76 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling dengan uji kesetaraan kelas. Data dalam penelitian ini berupa keterampilan berpikir kritis dan bakat numerik siswa yang dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan bakat numerik. Pengujian hipotesis menggunakan uji ANAVA dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Scheffe untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation dan model pembelajaran langsung (Fh=14,153;pF’(0,05)=4,41).Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation, Keterampilan Berpikir Kritis, Bakat Numerik. This research aimed to analyze (1) the difference of critical thinking ability among the students who joined Group Investigation cooperative learning model with the students who take the direct learning model, (2) interaction effect between learning model and students’ numerical talent towards students’ critical thinking ability, (3) the difference of critical thinking ability among the students who joined Group Investigation cooperative learning model with the students who take the direct learning model, on high numerical talent students, (4) the difference of critical thinking ability among the students who joined Group Investigation cooperative learning model with the students who take the direct learning model, on low numerical talent students. The research type was a quasi experimental research with two ways pretest-posttest non-equivalent control group design. The research population was grade XI A1 students of SMAN 2 Semarapura Academic Year 2013/2014, with the amount 171 students. The sample was 76 students chosen by simple random sampling technique and class equality test. The data research was critical thinking ability and students’ numerical talent collected by critical thinking ability test and numerical talent. The hypothesis testing used ANOVA two paths followed by Scheffe test to test the comparative value pairs on average each treatment group. The research result showed (1) there was a significant difference between critical thinking ability of the students using Group Investigation cooperative learning model and direct learning model (Fh=14,153;p˂0,05). The students learnt using Group Investigation cooperative learning model showed better critical thinking ability and numerical talent. (2) There was an interaction effect between learning model and numerical talent towards critical thinking ability (Fh=4,502;p˂0,05). (3) There was a significant difference between critical thinking ability students’ levels that using Group Investigation cooperative learning model and direct learning model on high numerical talent students (Fh=16,68˃F’(0,05)=4,41). (4) There was a significant difference between critical thinking ability of the students using Group Investigation cooperative learning model and direct learning model for low numerical talent students (Fh=1,29˃F’(0,05)=4,41). keyword : Group Investigation Cooperative Learning Model, Critical Thinking Ability, Numerical Talent.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Pemahaman Konsep IPA dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP Negeri 4 Bebandem. ., NI MADE AYU RATNA PARWATHI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I WAYAN SUKRA WARPALA, S.PD.,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.545 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v9i1.2276

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep (PK) IPA dan keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa antara yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah (MPBM) dengan yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (MPK). Penelitian eksperimen semu ini melibatkan 5 kelas siswa kelas VII SMP Negeri 4 Bebandem Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016 sebagai populasi. Dua sampel ditentukan dengan teknik acak kelas, yaitu kelas VIIA menggunakan model PBM dan Kelas VIID dengan Model PK. Data PK IPA dan KBK dikumpulkan dengan tes. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA satu jalan dengan PK dan KBK awal berperan sebagai kovariabel. Setelah perlakuan dikontrol dengan PK dan KBK awal, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan PK IPA dan KBK siswa antara yang belajar dengan MPBMdanMPK.Baik PK IPA maupun KBK siswa yang belajar dengan MPBM lebih baik dibandingkan dengan yang belajar dengan MPK. Kata Kunci : pembelajaran berbasis masalah (problem based learning/PBL), pemahaman konsep IPA, keterampilan berpikir kritis. This study aims to describe the differences of conceptual understanding (CU) in science and students’ critical thinking skills (CTS) between them learned in problem-based learning model (PBLM) and conventional learning model (CLM). Thisquasi-experimental in volved 5 classes student of the 7 grade of students in SMP Negeri 4 Bebandem Karangasem in the year 2015/2016 asa population. Two classes as samples were determined by group random sampling technique, namely class VIIa used PBL and Class VIID utilized conventional learning models (CL). The data of CU inscience and CTS of students were collected by tests. Data were analyzed descriptive and one way of MANCOVA with prior of CU as well as CTS a cts as covariates. After the treatment was controlled by prior of CU and CBC, there were significant differences in CU and CTS of students between them learned in the PBLM and CLM. Neither CU in scine and students’ CTS who learned in the PBLM were better than CLM.keyword : problem-based learning ( PBL), undertanding of science concepts, critical thinking skill.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MIKROKONTROLER BERBASIS ADVANCE VIRTUAL RISC (AVR) DALAM MATA PELAJARAN TEKNIK MIKROKONTROLER Ekayana, A. A. Gde.; Suharsono, Naswan; Tegeh, I Made
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.049 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.622

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran mikrokontroler melalui proses pengembangan prototipa, mendeskripsikan tanggapan hasil uji coba dan menguji efektivitas perangkat pembelajaran. Subjek penelitian terdiri dari ahli isi, ahli media dan ahli desain pembelajaran serta para partisipan uji coba. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan tahapan pengembangan model Borg dan Gall. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket untuk mendapatkan tanggapan dari para ahli dan peserta uji coba produk, sedangkan tes digunakan untuk melihat hasil uji-coba pada mata pelajaran mikrokontroler. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan statistic inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan perangkat pembelajaran dengan model Borg dan Gall telah berhasil dilaksanakan. Hasil uji coba perorangan oleh para ahli memberikan tanggapan yang positif terhadap produk pengembangan awal, demikian juga halnya hasil uji kelompok kecil dan uji lapangan oleh guru dan siswa. Hasil efektivitas perangkat pembelajaran mikrokontroler dalam proses pembelajaran yang dicari melalui uji pretest posttest dan dianalisis dengan uji t menunjukkan bahwa penerapan produk perangkat pembelajaran mikrokontroler dalam proses pembelajaran teknik mikrokontroler terbukti berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan perangkat pembelajaran mikrokontroler. Kata kunci: perangkat pembelajaran, mikrokontroler, advance virtual risc, hasil belajar Abstract This study was conducted to generate learning device microcontroller through prototype development process, describing the response test results and test the effectiveness of the learning. Study subjects comprised of content experts, media specialists and instructional design experts and trial participants. To achieve these objectives the development stages of the model used Borg and Gall. Data were collected using a questionnaire to get feedback from the experts and participants of product trials, while the test is used to see the results of a trial in subjects microcontroller. Data were analyzed with descriptive analysis and inferential statistics. The results showed that the process of developing a model of learning by Borg and Gall has been successfully implemented. The results of individual trials by the experts give a positive response to the initial development of the product, as well as a small group of test results and field tests by teachers and students. Effectiveness of learning outcomes microcontroller devices are searched in the learning process through test pretest and posttest were analyzed by t-test showed that the application of the product in the process of learning microcontroller microcontroller learning techniques proven successful in improving student learning outcomes, in other words there are significant differences between students' learning outcomes before and after using the device microcontroller learning. Keywords : instruction devices, microcontroller, advance virtual risc, and learning  achievement
PENGEMBANGAN E-LEARNING SEBAGAI PERANGKAT BLENDED LEARNING UNTUK PELAKSANAAN DIKLAT PENYUSUNAN BAHAN AJAR DI BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN DENPASAR Ahmad, Hisan
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.883 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v9i1.2885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa e-learning sebagai perangkat blended learning yang valid, praktis, dan efektif dalam pelaksanaan diklat penyusunan bahan ajar di Balai Diklat Keagamaan Denpasar. Penelitian pengembangan ini didasari karena masih kurangnya ragam media dan bahan pembelajaran yang digunakan pada pelaksaan diklat, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dan masih terbatasnya komunikasi antara widyaiswara dengan peserta diklat. Prosedur pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation.Hasil penelitian menunjukkan e-learning yang dikembangkan telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa e-learning sebagai perangkat blended learning berada pada kategori sangat baik berdasarkan uji coba para ahli. E-learning juga telah memenuhi aspek kepraktisan dilihat dari respon peserta terkait kemudahan penggunaan dan kemenarikan antarmuka. Hasil uji-t menunjukkan, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil diklat penyusunan bahan ajar peserta diklat sebelum dan setelah menggunakan e-learning sebagai perangkat blended learning, di mana nilai rata-rata posttest lebih lebih besar dari nilai rata-rata pretest dan telah mencapai kriteria keberhasilan. Berdasarkan hal tersebut, e-learning sebagai perangkat blended learning dinilai efektif dalam meningkatkan hasil diklat penyusunan bahan ajar.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN VIDEO UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENULIS NARASI SISWA KELAS VII5 SMP NEGERI 3 BANJAR TAHUN 2012/2013 Winaya, I. G.; Santyasa, I. W.; Rasana, I. D. P. Raka
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.299 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.730

Abstract

Abstrak   Penelitian tindakan kelas ini bertujuan: meningkatkan prestasi belajar menulis narasi siswa, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kontekstual berbantuan media video. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII5 SMP Negeri 3 Banjar tahun pelajaran 2012/2013 semester II yang berjumlah 30 orang. Objek penelitian ini adalah prestasi belajar menulis narasi dan tanggapan siswa. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual berbantuan media video dapat meningkatkan prestasi belajar menulis narasi. Peningkatan prestasi belajar siswa tersebut dapat dilihat dari perolehan skor menulis narasi dari awal siklus, siklus I dan siklus II. Skor yang diperoleh siswa adalah (1) skor rata-rata awal siklus 65,46 dengan standar devisiasi 6,59, pada siklus I 72,2 dengan standar devisiasi 3,99, dan pada siklus II 83,2 dengan standar devisiasi 3,99. Ketuntasan klasikal pada awal siklus 60,71%, pada siklus I 96,6% dan pada siklus II 100%. Skor rata-rata tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kontekstual berbantuan media video adalah 79 berada pada kategori positif. Berdasarkan skor yang diperoleh pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dengan berbantuan media video dapat meningkatkan prestasi belajar menulis narasi.   Kata kunci: pembelajaran kontekstual, media video, menulis narasi     Abstarct   The purpose of this action research was to improve students achievement in writing narartion, and describe the students responses to the application of contextual learning model assisted with video media. The subject of this study is VII5 grade students of SMP Negeri 3 Banjar in academic year 2012/2013 semester II of about 30 people. The object of this study is to learn to write narrative performance and student response. This action research consists of two cycles are cycles I and cycle II. The results showed that the application of contextual learning assisted video media can improve learning achievement writing narration. Increase in student achievement can be seen from the acquisition of writing narration scores from the beginning of the cycle, the first cycle and second cycle. Scores obtained to students are (1) the average score in early cycle 65,46 with standard deviation 6.59,  on the first cycle 72.2 with  standard deviation 3.99, and the second cycle 83.2 with  standard deviation 3.99 . Classical completeness at the beginning cycle 60.71%, the first cycle 96.6% and in the second cycles 100%. Average score of student responses to the application of contextual learning with video media 79 in the positive category. Based on the scores obtained in this study it can be concluded that the application of contextual learning with video-assisted media can improve learning achievement writing narration.     Keywords: contextual learning model, video, writing narrative  

Page 10 of 16 | Total Record : 157