cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA DI SMP NEGERI 2 NUSA PENIDA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Sudina Adnyana, I Putu
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.44 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.300

Abstract

ABSTRAKKata-kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Model Pembelajaran Langsung ,dan Prestasi Belajar Fisika.Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar antarasiswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI),model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dan model pembelajaran langsung.Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan Anava satujalur. Populasi berjumlah 4 kelas (97 orang) siswa kelas VIII SMP Negeri 2 NusaPenida, dan sampelnya adalah 3 kelas yang dipilih secara random kelas. Data dalampenelitian ini adalah data pre-test dan data pos-test yang disebut sebagai data Prestasibelajar fisika. Data prestasi belajar diperoleh melalui tes hasil belajar, pada akhirpembelajaran. Selanjutnya data dianalisis dengan uji statistik Anava satu jalurberbantuan SPSS 13.0 for windows.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Terdapat perbedaan hasil belajar fisikaantar siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif Group Investigation, kooperatifJigsaw, dan pembelajaran langsung (F = 102,81 dengan ? ? 0,05). Model kooperatifgroup investigation memberikan prestasi belajar fisika lebih baik dibandingkan denganmodel pembelajaran kooperatif jigsaw dan model pembelajaran langsung. Perbedaanhasil belajar tersebut berdasarkan rerata hasil belajar dari masing-masing perlakuanyaitu: model group investigation sebesar 68,59 dengan SD adalah 4,81, modelkooperatif jigsaw sebesar 57,86 dengan SD adalah 5,29, dan model pembelajaranlangsung sebesar 46,32 dengan SD adalah 5,35. Implikasi dari hasil penelitian ini adalahsangat penting bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif GroupInvestigation (GI) dan Jigsaw, karena dapat melatih berbagai keterampilan terhadapsiswa dan guru. Selain itu model pembelajaran Group Investigation (GI) dan Jigsawjuga mampu menumbuhkan kreativitas siswa dan guru dalam proses pembelajaranfisika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN KECERDASAN LINGUISTIK TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS BAGI SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 ABANG Swasti, N M.; Candiasa, I Made; Warpala, W. S
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.755 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.742

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kontekstual dan kecerdasan linguistik terhadap keterampilan menulis bahasa Inggris. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X di SMK Negeri 1 Abang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 144 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan menggunakan rancangan the non-equivalent pretest posttest control group design. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan menulis bahasa Inggris dan tes kecerdasan linguistik. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan dalam penelitian. Uji persyaratan yang dilakukan sebelum pengujian hipotesis yaitu uji normalitas sebaran data, uji homogenitas varians, dan uji linearitas dan keberartian arah regresi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kovarian (ANACOVA) faktorial 2×2. Setelah pengujian hipotesis, dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh kovariat pretest terhadap keterampilan menulis bahasa Inggris siswa (nilai F = 173,259 dan sig. = 0,001 < ? = 0,05),  (2) terdapat perbedaan keterampilan menulis bahasa Inggris siswa berdasarkan model pembelajaran yaitu antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kontekstual dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FA = 14,657 dan nilai sig. = 0,001 < ? = 0,05), (3) terdapat perbedaan keterampilan menulis bahasa Inggris siswa berdasarkan kecerdasan linguistik yaitu antara siswa yang memiliki kecerdasan linguistik tinggi dan siswa yang memiliki kecerdasan linguistik rendah (FB = 339,257 dan nilai sig. = 0,001 < ? = 0,05), dan (4) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan linguistik terhadap keterampilan menulis bahasa Inggris siswa FAB = 144,978 dan nilai sig. = 0,001 < ?= 0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan antar model pembelajaran, (2) terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dengan kecerdasan linguistik, (3) terdapat perbedaan keterampilan menulis antar model pembelajaran pada siswa yang memiliki kecerdasan linguistik tinggi, dan (4) terdapat perbedaan keterampilan menulis antar model pembelajaran pada siswa yang memiliki kecerdasan linguistik rendah.   Kata kunci: CTL, kecerdasan linguistik, keterampilan menulis Abstract This research aimed at finding out the effect of contextual learning model and linguistic intelligence toward English writing skill at tenth grade students of SMK Negeri 1 Abang. Population of this research were all of the tenth grade students in SMK Negeri 1 Abang. The sample used here were 144 students which were taken by using simple random sampling technique. This research was a quasi experimental research using the non-equivalent pretest posttest control group design. The data were collected by using English writing test and linguistic intelligence test. The instruments were validated before administered to the research sample. The analysis of covariance was conducted to test the hypotheses. The result of this research shows that (1) there is an interactive effect between pretest and English writing skill (F value = 173,259  and sig. = 0,001 < ? = 0,05),  (2) there is a significance difference between English writing skill based on learning model (CTL and traditional model, FA = 14,657  and sig. = 0,001 < ? = 0,05 ), (3) there is an interactive effect between learning model and linguistic intelligence toward English writing skill FAB = 144,978  and  sig. = 0,001 < ?= 0,05), and (4) there is a significance difference on writing skill between higher linguistic intelligence and lower linguistic intelligence (FB = 339,257  and sig. = 0,001 < ? = 0,05). Based on the above findings, it can be concluded that (1) there is a significance difference between learning models, (2) there is an interactive effect between learning model and linguistic intelligence, (3) there is a significance different on writing skill between learning models for the students who have higher linguistic intelligence, and (4) there is a significance different on writing skill between learning models for the students who have lower linguistic intelligence.   Keywords: CTL, linguistic intelligence, writing Skill
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS INKUIRI UNTUK PEMBELAJARAN KOMPUTER GRAFIS BAGI SISWA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DI SMK Indrawan, I Made; Suharsono, Naswan; Tegeh, I Made
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.829 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.793

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses rancang bangun multimedia interaktif berbasis inkuiri untuk pembelajaran komputer grafis, tanggapan para ahli, guru mata pelajaran, respons siswa terhadap pengembangan, dan menganalisis efektifitas produk pengembangan. Keefektivan produk diukur dengan melihat perbedaan antara skor-skor pretest dan posttest yang dicapai peserta didik. Penelitian ini menggunakan disain pengembangan, dengan mengadaptasi  model Dick and Carey dan melibatkan para siswa kelas X Desain Komunikasi Visual SMK Negeri 1 Sukawati sebagai sampel pengujian prototipa produk pengembangan. Data uji ahli media, isi, desain, dan pengguna (guru) dikumpulkan dengan menggunakan angket, sedangkan uji coba kepada siswa secara diperoleh dengan menggunakan lembar observasi dan tes. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji-t Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas perangkat pembelajaran ditinjau dari aspek isi dan media barada di kategori baik, sedangkan aspek desain pembelajaran berkategori sangat baik. Ditinjau dari aspek respons guru pengguna dan siswa secara perorangan maupun kelompok, produk hasil pengembangan berkategori baik, dengan persentase 76% pada uji kelompok kecil dan 80% pada uji kelompok besar di lapangan. Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan perangkat pembelajaran hasil pengembangan ini.   Kata kunci: multimedia interaktif, pembelajaran inkuiri, komputer grafis, hasil belajar   Abstract The aim of  this study is to describe the produk development process, the expert respons, subject teachers, and the students to the development of inquiry-based interactive multimedia for graphic computer learning, and to analyze effectiveness of research product. The effectiveness of product development, is measured by looking at the difference between the scores of pretest and posttest achieved by the students. This research is designed by research and development procedures based on the Dick and Carey model. The study involved grade X student of Visual Communication Design at vocational school. Data from the experts of content, design, user, individual testing, small group testing and field tests were obtained by using observation and testing. The data obtained was analyzed by descriptive analysis and t-test. Based on the results of the study show that the validity of teaching materials in terms of aspects of content and learning media is  good, and the learning design aspect is very good. Aspects of the teacher as user and group responses at the good grade , with 76% at the small group and 80% at the field group test. Result of the t-test analyses showed that there are signiticant difference in the mean value of the students achievement before and after using product development of the research. Keywords: interactive multimedia, inquiry learning, graphics computer, achievement
IMPLEMENTASI METODE PICTURE AND PICTURE UTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS CERITA BAGI SISWA KELAS VI SLB NEGERI KLUNGKUNG ., SUBARONO PRI HARTOYO; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.616 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita bagi siswa kelas VI SLB B Negeri Klungkung pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini diadakan karena berdasarkan obsevasi awal ditemukan bahwa siswa memiliki kemampuan yang sangat kurang dalam menulis cerita pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Methode penelitian yang dipergunakan dalam pelaksanaan ini adalah penelitian tindakan kelas dan terdiri dari dua siklus yakni siklus I dan siklus II. Dalam setiap siklus tersebut terdiri atas empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan tahap refleksi. Subyek dari penelitian adalah siswa kelas VI SLB B Negeri Klungkung yang berjumlah 6 orang anak terdiri 2 orang anak laki-laki dan 4 orang anak perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan test obyektif, pekerjaan rumah, lembar observasi, juga wawancara. Pengolahan data dianalisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode picture and picture dalam menulis cerita pada pelajaran Bahasa Indonesia. Peningkatan nilai siswa dari siklus I dan siklus II mampu menunjukkan hasil seperti yang diharapkan dari pelaksanaan penelitian ini. Berdasarkan hasil wawancara antara guru peneliti dengan guru teman sejawat menunjukkan bahwa siswa sangat menyukai proses pembelajaran Bahasa Indonesia ditunjang dengan media gambar. Data yang dapat dikumpulkan selama pelaksanaan pretest pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 6.93 dengan ketuntasan klasikal sebesar 50.00. Hasil posttest yang dilakukan pada akhir siklus I sebesar 7.28 dengan ketuntasan klasikal sebesr 66.66 Pelaksanaan dari preetest siklus ke II menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.58 dan ketuntasan klasikal sebesar 100 Hasil posttest yang dilaksanakan pada akhir siklus ke II menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.66 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100.Kata Kunci : meningkatkan, kemampuan, menulis, cerita rekaan. This study aims to improve the ability to write story for the students of class VI SLB B State Klungkung on Indonesian Language. The research was conducted as based on initial observation found that the students have a very poor ability to write fiction in Indonesian Language Research method used in this implementation is a class act and research consisted of two cycles of the cycle I and cycle II. In every cycle consists of four stages: planning, implementation, observation and reflection phase. The subjects of the study were students of class VI SLB B Klungkung District totaling 6 children comprising 2 people boys and 4 girls. Data was collected using an objective test, homework, observation sheet, also interviews. Processing data were analyzed descriptively. The results showed that the implementation of the method in picture and picture writing story in Indonesian Language. The increase in student scores from the first cycle and the second cycle was able to show the results as expected from the implementation of this study. Based on the interviews between teachers and researchers with teacher colleagues showed that students liked learning sanagt Indonesian supported by media images. The data can be collected during the pretest on the first cycle shows the average value of 6.93 students with classical completeness of 50.00. Posttest results conducted at the end of the first cycle of 7.28 to 6.66 classical completeness. Implementation of preetest cycle II shows the average value of 7.58 and the student classical completeness of 100. Posttest results conducted at the end of the second cycle shows the average student of the classical completeness 7.66 at 100.keyword : boost, skills, writing fiction
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS PADA SISWA KELAS X MULTIMEDIA 3 SMK NEGERI 1 SUKASADA ., I GUSTI AYU SUDEWI; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Drs. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.012 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.1038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan siswa dan meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya melalui penerapan model pembelajaran berbasis projek pada mata pelajaran IPS di kelas X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini dilakukan dengan metode PTK dalam dua kali siklus tindakan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada yang berjumlah 19 orang, sedangkan fokus penelitiannya adalah pada penerapan model pembelajaran berbasis projek, tanggapan siswa, berpikir kritis, kendala pelaksanaan, dan upaya pemecahannya. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara mendalam, diskusi kelompok fokus, pencatatan dokumen, pemberian kuesioner, dan tes kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran IPS di kelas X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada menggunakan model pembelajaran berbasis projek dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Demikian pula tanggapan siswa terhadap pembelajaran adalah positif. Kata Kunci : Pembelajaran berbasis projek, tanggapan siswa, berpikir kritis. The study was conducted to find out the students? responses and the improvement of their critical thinking skills by implementing project-based instructional model in the subject of social science at class X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada. To achieve the goal the study was made in a form of classroom action research in two different cycles. The subjects involved in this study were a total number of 19 students at class X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada, while the focus of the study were the implementation of project-based instructional model, students? responses, critical thinking, problems of implementation, and attempts to get solutions. The data were collected by using observation, deep interview, focus group discussion, document recording, questionnaires, and test of critical thinking skill. The data were analysed both quantitative and qualitatively. The results indicated that the instructional activities of the social studies subject conducted in the classroom at class X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada was based on project-based instructional model could improve the students? critical thinking skills. As well their responses towards the model of instruction was found positive.keyword : project-based instruction, the students? responses, critical thinking skills.
PENGARH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN KEMAMPUAN ABSTRAKSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA ., NI NYOMAN MARSI; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Drs. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.669 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v4i1.1086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap prestasi belajar matematika siswa sebelum dan sesudah diadakan pengendalian pengaruh kovariabel kemampuan abstraksi. Eksperimen dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bangli pada siswa kelas VII semester 2 tahun pelajaran 2012/2013. Rancangan penelitian yang digunakan adalah post-test only control group, dengan teknik random digunakan untuk memilih empat kelas sebagai sampel penelitian yaitu dua kelas siswa mengikuti model pembelajaran tipe STAD dan dua kelas lainnya mengikuti model pembelajaran konvensional dengan jumlah sampel 104 siswa. Data kemampuan abstraksi dan prestasi belajar matematika dikumpulkan melalui hasil tes kemampuan abstraksi dan prestasi belajar matematika yang dikembangkan dan dibuat peneliti. Masing-masing tes sudah diuji validasi isi dengan nilai baik, valid, memiliki reliabilitas sangat baik, dan tingkat kesukaran sedang. Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara analisis varians dua-jalur. Melalui analisis varians dua-jalur diperoleh hasil bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dengan nilai Fhitung=15,54 lebih besar dari Ft (?=0,05) = 4,22. Selanjutnya setelah diadakan pengendalian pengaruh kemampuan abstraksi melalui analisis varians dua-jalur diperoleh hasil bahwa tidak berpengaruh secara signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan abstraksi terhadap prestasi belajar matematika, dengan nilai Fhitung = 0,04 lebih rendah daripada Ft (?=0,05) = 4,22. Hal ini berarti kemampuan abstraksi ikut mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa. Sesuai temuan diatas dapat disimpulkan bahwa sebelum dilakukan pengendalian kemampuan abstraksi terdapat pengaruh signifikan antara model pembelajaran yang diterapkan terhadap prestasi belajar matematika siswa, akan tetapi setelah diadakan pengendalian kemampuan abstraksi tidak terdapat pengaruh secara signifikan antara model pembelajaran yang diterapkan terhadap prestasi belajar matematika siswa. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Prestasi Belajar, dan Kemampuan Abstraksi This study was aimed at comparing the effect of two learning models, namely STAD Type Cooperative Learning Model and Conventional Learning Model upon mathematics achievement of students before and after controlling the effect of abstraction covariable competence. The experiment was conducted with year VII students of SMP Negeri 1 Bangli in the academic year 2012/2013. To select four classes as the sample, the study employed post-test only control group with random sampling, two classes were teated with STAD Type Cooperative Learning Model and the other two with Conventional Model with the sample of 60 students. Abstraction competence data were collected using a test which was developed by the researcher and students? achievement data were obtained through achievement test conducted by the researcher. Hypothesis testing was executed by means of two-tailed analysis of variance. Through this analysis, it was obtained that the students? mathematics achievement with STAD Type Cooperative Learning Model was better that with the Conventional Model (Fobs = 15. 54 >F_(t(?=0.05))=4.22). Then, after controlling the effect of abstraction competence through two-tailed analysis of variance, it was obtained that there was no significant effect of the learning model with abstraction competence upon mathematic learning achievement (Fobs= 0. 40
PENGARUH TEKNIK MOSE BERBANTUAN BLOG DAN MEMORI KERJA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INGGRIS DI SMP Erlienia Ambarsary, Bernadeth
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jtpi.v1i1.285

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruhteknik MOSE berbantuan blog dan memori kerja terhadap kemampuan menulisbahasa Inggris.Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 1 Banjar semester 2tahun pelajaran 2011/2012 dengan menggunakan metode eksperimen semudengan desain faktorial 2x2 dan melibatkan sampel sebanyak 78 orang. Sampelpenelitian ini diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumenyang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan menulis dan tesmemori kerja. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Dari hasilanalisis data diperoleh (1) terdapat perbedaan kemampuan kemampuan menulisbahasa Inggris pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan teknik MOSEberbantuan blog dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran denganteknik konvensional (F= 37,895; signfikansi 0,001), (2) terdapat perbedaankemampuan menulis bahasa Inggris pada siswa yang mengikuti pembelajarandengan teknik MOSE berbantuan blog dan siswa mengikuti pembelajaran denganteknik konvensional pada siswa dengan memori kerja tinggi dan pada siswadengan memori kerja rendah (F= 97,011; signifikansi 0,001), dan (3) terdapatperbedaan kemampuan menulis bahasa Inggris sebagai akibat adanya pengaruhinteraktif yang signifikan antara teknik menulis dan memori kerja tehadapkemampuan menulis bahasa Inggris (F = 5,853; signifikansi 0,001). Uji lanjutjuga dilakukan dengan menggunakan uji LSD.Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa penggunaan teknikMOSE berbantuan blog dan juga memori kerja bepengaruh terhadap kemampuanmenulis bahasa Inggris. Oleh sebab itu, maka kedua faktor tersebut harus dapatditerapkan oleh pendidik di dalam proses pembelajaran, khususnya dalampembelajaran menulis bahasa Inggris.Kata kunci : Teknik Menulis Teknik MOSE Berbantuan Blog, TeknikKonvensional, Memori Kerja, Kemampuan Menulis dalamBahasa Inggris,