cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERPENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 SINGARAJA I W. I, Adrianus; Candiasa, I Made; Kirna, Made
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.958 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.744

Abstract

Abstrak   Penelitian ini adalah Penelitian pengembangan untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa multimedia pembelajaran matematika berpendekatan kontekstual yang dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Singaraja dengan melibatkan siswa kelas VIII sebagai subyek penelitian. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan rancang bangun multimedia pembelajaran matematika berpendekatan kontekstual, mendeskripsikan tanggapan ahli isi, ahli desain, ahli media pembelajaran, user/guru pengajar mata pelajaran matematika, dan siswa  dalam bentuk uji coba perseorangan, uji coba siswa kelompok terbatas terhadap produk pengembangan serta menganalisis efektifitas produk pengembangan ini. Dari hasil uji ahli isi pembelajaran menunjukan bahwa produk berkualifikasi baik ditinjau dari kelayakan isi, kebahasaan serta sajian materi yang ada di dalamnya. Berdasarkan penilaian dari ahli media pembelajaran, produk multimedia ini berada pada kualifikasi sangat baik ditinjau dari aspek elemen tampilan, grafis, animasi, suara/audio, dan kualitas fisik.  Penilaian dari ahli desain pembelajaran menunjukkan bahwa dari segi desain pembelajaran, maupun desain antar muka dan interaktivitas media, multimedia ini sendiri sudah sangat baik dan sudah dapat digunakan oleh siswa. User/guru pengajar memberikan respon baik pada multimedia pemelajaran ini. Pada uji coba perseorangan, produk multimedia ini mendapat respon sangat baik. Uji coba kelompok siswa terbatas pada tahap I dan II memperoleh persentase tingkat pencapaian masing-masing sebesar 93,7% dan 90,92% yang kesemuanya berada pada kualifikasi sangat baik. Hal ini menunjukkan dari segi kepraktisan produk multimedia ini layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji-t memperoleh hasil sig sebesar 0,001 (lebih kecil dari 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak dan H1 diterima. Dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik sebelum dan setelah pembelajaran dengan menggunakan multimedia pembelajaran matematika berpendekatan kontekstual.   Kata kunci: Multimedia pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran Kontekstual, Matematika. Abstract This research is development research to produce a mathematics multimedia learning with contextual teaching and learning aproached whish is developed by using ADDIE Model. The research was conducted at SMP Negeri 4 Singaraja involving eighth grade students as research subjects. Purpose of this study is to describe the design of a mathematics multimedia learning with contextual teaching and learning aproached, describing the content experts responses, design expert, instructional media expert, user / mathematics teacher educators, and students in the form of individual test, limited group of students responses and  analyze the effectiveness of developments product. From the test results show that the learning content experts qualified products both in terms of the feasibility of content, language and presentation of the material in it. Based on the assessment of learning media experts, multimedia products are at excellent qualifications in terms of aspects of the display elements, graphics, animation, sound / audio, and physical qualities. Assessment of instructional design experts suggest that in terms of instructional design, and interface design and media interactivity, multimedia itself is very good and it can be used by students. User / teacher educators got a great respond to this learning multimedia. In the individual test, multimedia products got  a great response. Limited group of students test  phase I and phase II obtain the percentage of each achievement level by 93.7% and 90.92% which are located in a very good qualification. This shows that in terms of the practicality, multimedia learning product is fit for use in. T-test results obtained sig results of 0.001 (less than 0.05). This shows that H0 is rejected and H1 is accepted. It could be argued that there are differences in the average value of learning of students before and after mathematics multimedia learning with contextual teaching and learning aproached. Keywords: Multimedia learning, contextual teaching and learning approach, Mathematics learning.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif TGT terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Berprestasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Semarapura Tahun Pelajaran 2012/2013 ., PUTU ENNY RUSMAWATI; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Drs. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.945 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif TGT terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Semarapura. Penelitian ini melibatkan 119 orang siswa sebagai subyek penelitian yang diambil dengan teknik random kelompok atau kelas. Data prestasi belajar diperoleh melalui tes prestasi belajar, sedangkan data motivasi berprestasi dikumpulkan melalui kuisioner motivasi berprestasi. Kedua instrumen telah divalidasi sebelum diberikan pada sampel penelitian. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANAVA Dua Jalur. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TGT dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Kedua, terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran kooperatif TGT dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika. Ketiga, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TGT dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi. Keempat, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TGT dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika. Perbedaan prestasi belajar yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif TGT lebih unggul daripada model pembelajaran langsung.Kata Kunci : prestasi belajar matematika, model pembelajaran kooperatif TGT, motivasi berprestasi This study aimed to determine the effect of cooperative learning TGT model on mathematics achievement of students in terms of achievement motivation. This research was conducted at SMP Negeri 2 Semarapura. The study involved 119 students as subjects taken by random grup technique. Data obtained through the achievement ability by achievement test, while data achievement motivation collected through questionnaires achievement motivation. Both instruments have been validated before it is given in the study sample. Furthermore, the data obtained were analyzed using ANOVA two lines. The results of this study are showed: First, there are differences in mathematics achievement between groups of students whose learning with cooperative learning TGT model and groups of students who are learning to direct instructional model. Second, there is an interactive effect between the cooperative learning TGT model and achievement motivation mathematics achievement. Third, there are differences in mathematics achievement between groups of students learning with cooperative learning TGT model and groups of students who are learning to direct instructional model on students with high achievement motivation. Fourth, there are differences in mathematics achievement between groups of students who learning with cooperative learning model TGT and groups of students who study with direct instructional model on students with low achievement motivation. From these results it can be concluded that the learning model is very influential on mathematics achievement. The resulting difference in mathematics achievement in this study indicate that cooperative learning TGT model is superior to direct instructional model.keyword : mathematics achievement, cooperative learning TGT model, motivation achievement.
PENGARUH PEMBELAJARAN SCAFFOLDING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS RECOUNT BERBAHASA INGGRIS DAN KREATIVITAS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 MANGGIS ., NI WAYAN SUTARMI; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.609 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.897

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) perbedaan keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris dan kreativitas antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar pembelajaran konvensional, (2) perbedaan keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan kemampuan kreativitas antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan the posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Manggis pada tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 160 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dalam penelitian ini berupa keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris dan kreativitas siswa yang dikumpulkan dengan lembar unjuk kerja keterampilan menulis dan kuisioner. Pengujian hipotesis menggunakan uji MANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris dan kreativitas antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar pembelajaran konvensional, (2) terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan pada kreativitas antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : pembelajaran scaffolding, keterampilan menulis, dan kreativitas siswa This study aimed at analyzing: (1) the differences between English writing skills of recount text and students’ creativity among the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, (2) the differences of English writing skills of recount text between the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, and (3) the differences of students’ creativity between the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional. The study used a quasi-experimental research design with only the posttest nonequivalent control group design. The population was eighth grade students of SMP Negeri 3 Manggis in the academic year of 2012/2013, consisting of 160 students. The number of samples in this study were 120 students selected by using simple random sampling technique. The data in this research were English writing skills of recount text and the students’creativity who were collected through the pieces of writing skills performance and questionnaire. Hypothesis testing using MANOVA, followed by LSD test to test the comparative value pairs on average each treatment group. The results showed: (1) there is a significant differences between English writing skills of recount text and the students’ creativity among the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, (2) there is a significant differences of English writing skills of recount text among the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, and (3) there is a significant differences in creativity between the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional.keyword : scaffolding, writing skill, creativity
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Memperbaiki Sistem Transmisi di SMK ., I KADEK MULIASTAWAN; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Drs. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.014 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v5i1.1090

Abstract

Penelitian ini lakukan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan memahami konsep, dan keterampilan mengaplikasikannya untuk memperbaiki sistem transmisi. Penelitian ini menggunakan rancangan Nonequivalence Pretest-Posttest Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan memperbaiki transmisi manual yang signifikan, antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung (Fhitung=32,534; p
Pengaruh Strategi ARCS (Attention, Relevance, Confidence and Satisfaction) Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar TIK Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 4 Negara ., EVY MAYA STEFANY; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.061 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v6i1.1334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar melalui strategi pembelajaran ARCS dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung, (2) perbedaan motivasi belajar antara siswa yang belajar melalui strategi pembelajaran ARCS dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung, (3) perbedaan hasil belajar TIK antara siswa yang belajar melalui strategi pembelajaran ARCS dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Negara Tahun Ajaran 2013/2014 yang terdiri dari 8 kelas sebanyak 259 siswa dengan sampel sebanyak 110 siswa yang terdiri dari 2 kelas kelompok eksperimen dan 2 kelas kelompok kontrol. Sampel kelas diambil dengan cara random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah (1) data motivasi belajar siswa yang dikumpulkan dengan angket motivasi belajar, (2) data hasil belajar TIK dikumpulkan dengan tes hasil belajar. Kuesioner motivasi belajar berupa pernyataan sebanyak 32 pernyataan dengan 5 pilihan jawaban dan tes hasil belajar TIK yang digunakan berbentuk tes essay dengan 12 butir soal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan mancova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar melalui strategi pembelajaran ARCS (X̄ = 124, 56) dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung (X̄ = 113,56) (Fhitung = 188,620; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DAN RASA PERCAYA DIRI (SELF ESTEEM) PADA SISWA SMPN 6 AMLAPURA ., I KETUT SUARTIKA; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I WAYAN SUKRA WARPALA, S.PD.,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.103 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i2.1889

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran: 1) hasil belajar IPA dan rasa percaya diri (self esteem) antara siswa yang belajar dengan Model Kooperatif Jigsaw dengan siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran STAD, 2) hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw dengan siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran STAD, 3) self esteem antara siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw dengan siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Pembelajaran STAD. Eksperimen semu ini dilakukan dengan pre-test-post-test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Amlapura tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 5 kelas dengan jumlah siswa 131 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling. Sampel yang terpilih adalah Kelas VII B sebagai kelompok eksperimen dengan perlakuan Model Kooperatif Jigsaw, dan Kelas VII A sebagai kelompok kontrol perlakuan Model Pembelajaran Kooperatif STAD. Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes hasil belajar yang telah divalidasi, sedangkan data rasa percaya diri siswa dikumpulkan dengan kuisioner self esteem siswa yang sudah divalidasi. Data hasil belajar awal dan sikap ilmiah awal dikumpulkan sebelum eksperimen, dan data hasil belajar dan sikap ilmiah dikumpulkan pada akhir perlakuan. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan Uji MANCOVA yang dilanjutkan dengan Uji LSD. Uji signifikansi dilakukan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Hasil belajar IPA dan self esteem siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw lebih baik daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD, 2) hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw lebih baik daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD, 3) Self esteem siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw lebih baik daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD. Kata Kunci : Model Kooperatif Jigsaw dan STAD, Hasil Belajar, Self Esteem The aim of the research was to describe and analysis the difference of: 1) student’s achievement and their self esteem between whom learned by cooperative Learning Model Jigsaw with student who learned by cooperative Learning Model STAD, 2) student’s achievement between student who learned by cooperative Learning Model Jigsaw with student who learned by cooperative Learning Model STAD, 2) self esteem between student who learned by cooperative Learning Model Jigsaw with student who learned by cooperative Learning Model STAD. This quasi experiment was conduvted by pretest-post test only control design. Population of this research was 5 classes of 7th grade student of SMP Negeri 6 Amlapura in the years 2015/2016 which consisted of 131 person. Sample of the research determined by simple random sampling technique towards already matched class. The sample that has been choosen was VII B class as experiment group which was learned using cooperative Learning Model Jigsaw, and VIII A class as control group which was learned using cooperative Learning Model STAD.Dependent variable that is analyzed is student’s learning achievement and self esteem. Student’s learning achievement data took by student’s learning achievement test that already been validated, meanwhile student’s self esteem data took by student’s self esteem questionaire that already been validated. The data of prior achivement and prior students’ self esteem were collected befor intervention and the data of students’ achievement and their self esteem were coleccted after treatment. All of the data were analysed descriptively and MANCOVA test and continued by LSD test. To test the research hyphothesis, the 5% of significance different was used. The research findings show that: 1) student’s achievement and their self esteem between whom learned by cooperative Learning Model Jigsaw was better than student’s who learned by cooperative Learning Model STAD, 2) student’s achievement between student who learned by cooperative Learning Model Jigsaw was better than student who learned by cooperative Learning Model STAD, 3) self esteem between student who learned by cooperative Learning Model Jigsaw was better than student who learned by cooperative Learning Model STAD, 3). keyword : Jigsaw learning model and STAD learning model, students’ achievement, students’ self esteem.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas X SMA Negeri 1 Rendang. ., A.A SRI YULIANA DEWI; ., PROF.DR. I MADE CANDIASA, MI.Komp.; ., DRA. NI NYOMAN PARWATI, M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.048 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i1.1986

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh dua model pembelajaran yaitu model problem based learning dan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Rendang pada siswa kelas X semester 2 tahun pelajaran 2015/2016. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XA, XB, XC, XD, XD, XE, XF, XG, XH, SMA Negeri 1 Rendang sebanyak 240 orang siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XA, XC, XD, XG. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara bertahap dengan menggunakan tehnik random sampling. Jumlah sampel sebanyak 120 orang siswa. Penelitian inimerupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pretes-postes control group design. Data hasil belajar matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar matematika, data motivasi berprestasi dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner motivasi berprestasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan analisis varians (ANAVA) dua jalur, dengan bantuan SPSS 17.00 for windows dengan taraf signifikansi 5%, dilanjutkan dengan uji tukey. Hasil penelitian menunjukan: (1) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang mengikuti model problem based learning dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FA = 28,476, α < 0,05, dan F = 3,98), (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar matematika (FAB = 167,551, α < 0,05 dan F = 3,98), (3) terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang mengikuti model problem based learning dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi (Qhitung = 18,26 dan Qtabel = 4,08), (4) terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang mengikuti model problem based learning dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah (Qhitung = 7,83 dan Qtabel = 4,08). Berdasarkan temuan di atas disimpulkan bahwa model pembelajaran dan motivasi berprestasi siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa, terutama untuk siswa SMA Negeri 1 Rendang.Kata Kunci : model PBL, motivasi berprestasi, hasil belajar matematika. The purpose of this study was to investigate the effect of two teaching model which is a problem based learning model and conventional learning model toward the learning mativation of mathematics in terms of student achievement motivation. This resarch was conducted in SMA N 1 Rendang in class X on 2 semester of the school year 2015/2016. The population is the students in class XA, XB, XC, XD, XE, XF, XG, XH of SMA N 1 Rendang with is 240 students in total. The samples of study were students in grade XA, XC, XD, XG. The sampling in this research is done gradually by using random sampling techniques. The total samples for this research are 120 students. This study is a quasi-experimental research (quasi experiment), with prites-posttest control group design. The mathematics learning outcomes data were collected by using mathematics achievement test, the motivation achievement data which has been gathered were analyzed by anaysis variance (ANAVA) two ways, with the help of SPSS 17.00 for window, with α 5% tarf significance and was follwed by tukey. The results showed: (1) there are differences in mathematics learning outcomes betweengroup of students who follwed the problem based learning model with the students who take the conventional learning models (FA = 28,976, α < 0,05, F = 3,98), (2) there are interaction effects between the learning models and the motivation achievement of students toward mathematics learning outcomes (FAB = 167,551, α < 0,05, F = 3,98), (3) there is a difference between the maximum learning outcomes of students who take the problem based learning models with a group of students who take conventional learning models, the students who take high achievement motivation (Qcount = 18,26, Qtabel = 4,08), (4) ) there is a difference between the maximum learning outcomes of students who take the problem based learning models with a group of students who take conventional learning models, the students who take the low achievement motivation (Qcount = 7,83, Qtabel = 4,08). Based on the above findings, it is concluded that the learning and students motivation achievement model has a significant influence on the students mathematics learning outcomes, particularly for sstudents in SMA N 1 Rendang. keyword : problem based learning model , The Motivation Achievement, The Results Of Learning Mathematics
Pengembangan E-modul Interaktif Berbasis Proyek Pada Mata Pelajaran Simulasi Digital Kelas X di SMK TI Bali Global Singaraja ., KOMANG REDY WINATHA; ., PROF.DR. NASWAN SUHARSONO, M.Pd.; ., Dr. KETUT AGUSTINI, S.Si, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.614 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i1.2238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa e-modul berbasis proyek yang valid, praktis, dan efektif bagi siswa kelas X semester ganjil mata pelajaran simulasi digital. Penelitian pengembangan ini didasari oleh belum tersedianya bahan ajar inovatif yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 pada mata pelajaran simulasi digital di SMK TI Bali Global Singaraja. Prosedur pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu: analysis, design, development, implementation dan evaluation. Hasil penelitian terkait bahan ajar yang dikembangkan, telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa e-modul berbasis proyek beserta buku panduan berada pada kategori sangat baik berdasarkan uji coba para ahli. E-modul juga telah memenuhi aspek kepraktisan dilihat dari respon guru dan siswa terkait kemudahan penggunaan dan kemenarikan desain antarmuka. Hasil uji-t menunjukkan, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan e-modul interaktif berbasis proyek. Di mana nilai rata-rata posttest lebih lebih besar dari nilai rata-rata pretest dan telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan. Berdasarkan hal tersebut, e-modul interaktif berbasis proyek telah memenuhi aspek efektivitas.Kata Kunci : pengembangan,e-modul,simulasi digital,pembelajaran berbasis proyek This research aims to develop learning product such as valid, practical and effective interactive e-module based on project for student grade X first semester simulation digital lesson. This development research based by unavailable innovation education material which suitable with Curriculum 2013 on digital simulation subject in SMK TI Bali Global Singaraja. The development procedure use ADDIE model, it consist of five steps are analysis, design, development, implementation and evaluation. Results of research related teaching materials developed, fulfills the validity, practicality, and effectiveness. Validity test results indicate that the interactive e-module based on project with guide books that are in the very good category based on testing experts. E-module also fulfills the practicality on the response of teachers and students related to ease of use and attractiveness of the interface design. The results of t-test showed a significant difference between the average value of student learning outcomes before and after using the interactive e-module based on project. Where the average value posttest is greater than the average pretest and have met the minimum completeness criteria that have been set. Based on this, interactive e-module based on project fulfills the effectiveness.keyword : development,e-module,digital simulation,project-based learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIK SETTING KOOPERATIF DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 BEBANDEM ., NI PUTU SRI ANDAYANI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. NI NYOMAN PARWATI, M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.523 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i3.2245

Abstract

ABSTRAK Sri Andayani, Ni Putu. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Realistik Setting Kooperatif dan Gaya Kognitif Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Bebandem. Tesis, Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh Pembimbing I: Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si dan Pembimbing II: Dr. Ni Nyoman Parwati, M.Pd. Kata kunci: model pembelajaran realistik setting kooperatif, gaya kognitif, prestasi belajar matematika. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh model pembelajaran realistik setting kooperatif dan gaya kognitif terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah delapan kelas dari siswa kelas IX Semester Pertama SMP Negeri 1 Bebandem Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 228 orang siswa yang diambil dengan teknik random. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan tes gaya kognitif dan tes prestasi belajar Matematika. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kovarian (ANAKOVA) dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan prestasi belajar Matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran realistik setting kooperatif dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel prestasi belajar Matematika awal. Nilai rata-rata prestasi belajar Matematika siswa yang belajar dengan model pembelajaran realistik setting kooperatif lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan pestasi belajar matematika antara siswa yang memiliki gaya kognitif field independent dengan siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel prestasi belajar Matematika awal. Nilai rata-rata prestasi belajar Matematika siswa yang memiliki gaya kognitif field independent lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent; dan (3) terdapat pengaruh interkatif antar model pembelajaran (model pembelajaran realistik setting kooperatif dan model pembelajaran konvensional) dengan gaya kognitif (gaya kognitif field independent dan gaya kognitif field dependent) terhadap prestasi belajar Matematika, setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel prestasi belajar Matematika awal. Kata Kunci : model pembelajaran realistik setting kooperatif, gaya kognitif, prestasi belajar matematika ABSTRACT Sri Andayani, Ni Putu. (2016). The Effect of Realistic Learning Cooperative Setting Model and Cognitive Style upon Students’ Achievment on Mathematics of the Ninth Grade Students of SMP Negeri 1 Bebandem. Thesis, Instructional Technology. Postgraduate Program, Ganesha University of Education, Singaraja. This thesis has been corrected and approved by the Supervisor I: Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si and Supervisor II: Dr. Ni Nyoman Parwati, M.Pd. Keywords: realistic learning cooperative setting model, cognitive style, students’ achievment on Mathematics. This research aimed at describing the effect of realistic learning cooperative setting model and cognitive style upon students’ achievment on mathematics. This is a quasi-experimental research with non-equivalent pretest-posttest control group designed. The population in this study were eight classes of grade nine at the first semester of SMP Negeri 1 Bebandem in the academic year of 2016/2017. The selection of the sample for this study were based on random technique, 228 students were selected as the sample. The data of cognitive style and students’ achievment on mathematics were collected by test. The data obtained then were analyzed by using two ways Ancova. The results of this study were: (1) there was a significant difference of realistic learning cooperative setting model and conventional model upon students’ achievment on mathematics, after treatment was controlled by pre-students’ achievment on mathematics as covariable. Students who learned with realistic learning cooperative setting model got higher achievment on mathematics than students who learned with conventional model; (2) there was a difference of the students’ achievment on mathematics between students with field independent cognitive style and the students with field dependent cognitive style, after treatment was controlled by pre-students’ achievment on mathematics as covariable. The students’achievment on mathematics of students who had field independent cognitive style was higher than the students who had field dependent cognitive style; and (3) there was an interactive effect between learning model (realistic learning cooperative setting model and conventional model) and cognitive style (field independent and field dependent) upon students’ achievment on mathematics, after treatment was controlled by pre-students’ achievment on mathematics as covariable. keyword : realistic learning cooperative setting model, cognitive style, students’ achievment on Mathematics
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Media Geogebra terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Abang ., I MADE MAWA; ., PROF.DR. I MADE CANDIASA, MI.Komp.; ., Dr. KETUT AGUSTINI, S.Si, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.486 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i1.2251

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media Geogebra terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini termasuk quasi eksperimen dengan rancangan non equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Abang sebanyak 340 orang. Sampel penelitian adalah kelas VIII B, VIII D dan VIII H sebanyak 102 orang, yang diambil secara random. Data yang dikumpulkan adalah motivasi dan prestasi belajar matematika siswa. Data dianalisis dengan teknik MANCOVA pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan motivasi dan prestasi belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media GeoGebra, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan model pembelajaran konvensional, (2) terdapat perbedaan motivasi belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media GeoGebra, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan model pembelajaran konvensional, dan (3) terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media GeoGebra, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media Geogebra berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika siswa.Kata Kunci : STAD, Media Geogebra, Motivasi, Prestasi Belajar Matematika ABSTRACT This study aimed to finding out the effect of STAD cooperative learning with Geogebra to motivation and achievement mathematics learning. This research employed non equivalence pretest-posttest control group design. The population of this study were 340 students of eighth grade at SMP Negeri 1 Abang. The sample were 102 students of the class VIII B, VIII D and VIII H that selected by random sampling technique. The data was collected through motivation questionare and mathematics achievement test. The data were analyzed using multivariat analysis of covarians . The result of this study showed that (1) there was a significant different on motivation and achievement mathematics learning to students who learned with STAD cooperative learning with Geogebra, STAD cooperative learning, and conventional learning; (2) there was a significant different on motivation mathematics learning to students who learned with STAD cooperative learning with Geogebra, STAD cooperative learning, and conventional learning; (3) there was a significant different on achievement mathematics learning to students who learned with STAD cooperative learning with Geogebra, STAD cooperative learning, and conventional learning. Based on the research finding, it can be concluded that STAD cooperative learning with Geogebra has effect to motivation and acheivement mathematics learning.keyword : STAD, Geogebra, Motivation, Mathematics Learning Achievement

Page 8 of 16 | Total Record : 157