cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Pengembangan modul pendidikan agama islam berbasis multikultural di SMA ., SYAMSUHARI; ., PROF.DR. NASWAN SUHARSONO, M.Pd.; ., DR. I MADE TEGEH, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.096 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2265

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa modul pendidikan agama islam berbasis multikultural untuk siswa kelas X di SMA yang sudah teruji kelayakannya untuk memasukan nilai-nilai multikultural pada setiap pokok bahasannya. Modul ini dikembangkan dengan mengadaptasi model pengembangan Dick dan Carey, dengan langkah-langkah pengembangannya yaitu, menganalisis kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan, menganalisis pembelajaran, menganalisis pembelajaran dan konteknya, menuliskan tujuan untuk kerja, mengembangkan instrumen penilaian, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, merancang dan melaksanakan Evaluasi Formatif dan merevisi pembelajaran. Validasi draf mencakup (1) uji ahli isi; (2) uji ahli media; (3) uji ahli desain pembelajaran; (4) uji siswa perorangan; (5) uji kelompok kecil; dan (6) uji lapangan. Hasil review uji ahli isi, ahli media dan ahli desain menyatakan bahwa modul pendidikan agama islam berbasis multikultural yang dikembangkan sudah layak. Prosentase keseluruhan subyek pada ahli isi dan ahli desain sebesar 91,67% dan 90,63% yang terletak pada kategori sangat baik, sedangkan ahli media memberikan tanggapan disetiap subyeknya adalah sesuai antara gambar dengan sasaran yang ada disetiap modulnya. Hasil prosentase keseluruhan subyek pada uji perorangan yaitu sebesar 89,55% terletak pada kualifikasi baik. Hasil prosentase keseluruhan subyek pada uji kelompok kecil yaitu sebesar 87,53% dengan kualifikasi baik. Hasil prosentase keseluruhan subyek pada uji lapangan untuk pendidik yaitu sebesar 90,13% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil prosentase keseluruhan subyek pada peserta didik dalam uji lapangan yaitu sebesar 88,07% dengan kualifikasi baik. Hasil prosentase keseluruhan peserta didik dalam uji lapangan sebesar 88,07% terletak pada kualifikasi baik.Kata Kunci : pengembangan modul, model Dick dan Carey, nilai-nilai multikultural, pendidikan agama islam This delopment reaserch is aimed to produce a product of multiculture based of islam education module for x grade of SMA students, of which proper has been evaluated to insert the multicultural values in each subtitle of islamic education. The module is developed by adapting Dick and Carey developing model with the following steps: analysing requirements to identify the goals (instructional goals), analysing the learning process, analysing the learning process and its contexts, writing the goals of performance, developing evaluation instruments, developing teaching strategy, developing and selecting teaching materials, constructing and conducting formative evaluation, revising the learning process. Draft validation involves (1) Judge of content expert; (2) Judge of media expert; (3) Judge of teaching design; (4) Test of students individually; (5) Test of small groups; and (6) test of field. The result of expert content judge, media expert and design expert stated that the multiculture based module is already proper. Percentage of the whole subject of design and content experts is 91,67% and 90,63% catagorized as good furthermore media expert responded that in each module pictures and targets are already appropriate. Percentage of the whole subjects on individual test that is 89,55% and qualified as good. Percentage of the whole subjects on test of small groups is 87,53% and qualified as good. Percentage of subjects on field test is 90,13%, qualified good. Percentage of the whole subjects on filed test is 88,07% and qualified good. Percentage of field test for all students is 88,07% qualified as good.keyword : developing module of teaching learning, Dick and Carey model, multicultural values of islamic education.
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation dengan Asesmen Otentik terhadap Prestasi Belajar Dan Konsep Diri Siswa. ., I GEDE ERY SUHARTAWAN; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I MADE KIRNA, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.702 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i2.2275

Abstract

Penelitian ini bertujuanmenjelaskan perbedaan prestasi belajar (PB) dan konsep diri (KD) antara siswa yang belajar dengan model Group Investigation (MGI) dan asesmen otentik (AO), MGI,dan model pembelajaran konvensional (MPK). Penelitian eksperimen semu ini melibatkan 5 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kubu Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016 sebagai populasi. Tiga sampel ditentukan dengan teknik group random sampling (acak kelas), yaitu kelas VIIIE menggunakan MBI dengan AO, kelas VIIIB menggunakan MGI, dan VIIID menggunakan MPK. Data PB dikumpulkan dengan tes, sedangkan data KD dengan angket. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA dengan prestasi belajar dan konsep diri awal siswa berperan sebagai kovariabel. Setelah perlakuan dikontrol dengan PB dan KD awal siswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan PB IPA dan KD siswa antara yang belajar dengan MGI dengan AO, MGI, dan yang belajar dengan MPK. Baik PB IPA maupun KD siswa yang belajar dengan MGI dengan AO lebih baik dibandingkan dengan MGI dan MPK. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation, Asesmen otentik Pembelajaran Konvensional, Prestasi Belajar, Konsep Diri This study aims to explain the difference of students’ achievement (SA) and self concept (SC) among students learning with Group Investigation Model (GIM) and authentic assessment (AA), Group Investigation Model (GIM) and conventional learning models CLM). This quasi-experimental research involving 5 classe of grade VIII SMP Negeri 3 Kubu Karangasem in the year 2015/2016 as a population. Three classes as samples were determined by group random sampling technique, namely the class VIIIE using GIM with AA, VIIIB class using GIM, and VIIID using CLM. Data of the SA were collected by tests, while the SC by questionnaire. Data were analyzed descriptively and MANCOVA with prior SA and students’ SC as covariates. After the treatment was controlled by prior SA and students’ SC, the results of the study showed that there were significant differences of SA and SC among students learned with GIM with AA, GIM, and CLM. Both of SA and SC of student learned in GIM with AA is better than the GIM and as well as in the CLM.keyword : Cooperative Learning Model Group Investigation, Assessment authentic, Conventional Learning, Learning Achievement, Self Concept
PENGARUH MODEL E-LEARNING BERBASIS MASALAH DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR KKPI SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Partha Sindu, I G.; Santyasa, I W.; Sukra Warpala, I W.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.745 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.617

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI) antara siswa yang belajar dengan model e-learning berbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui model direct instructions, (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, dan (3) mendeskripsikan pengaruh interaktif antara model pembelajaran (e-learning berbasis masalah dan direct instructions) dengan motivasi belajar siswa (motivasi tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar KKPI. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 5 kelas yang terdiri dari 178 siswa. Sampel diambil 4 kelas dengan cara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan dianalisis dengan ANACOVA faktorial 2×2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang belajar dengan model e-learning berbasis masalah dan siswa yang belajar dengan model direct instructions, (2) terdapat perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (3) terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar KKPI yang dicapai siswa.   Kata kunci: model e-learning berbasis masalah, motivasi belajar, hasil belajar   Abstract This study was aimed at (1) describing the differences in learning outcomes of Computer Skills and Information Management (KKPI) between the students who learned through problem-based e-learning model with students who learned through direct instructional model, (2) describing the differences in learning outcomes of KKPI between the students with high learning motivation with those with low learning motivation, and (3) describing the interactive effect between the model of learning (problem-based e-learning model and direct instructional model) with student’s motivation (high and low motivation) towards learning outcomes of KKPI. This study is a quasi-experimental study using a pretest-posttest non-equivalent control group design. The population of this study consist of 5 classes consisting of 178 students. Samples were taken 4 classes with simple random sampling. Data was collected using achievement test and analyzed using ANACOVA factorial 2×2. The result showed that (1) there was difference in learning outcomes of KKPI between the students who learned through the problem-based e-learning model and the students who learned through the direct instructional model; (2) there was difference in learning outcomes of KKPI between students who have high learning motivation and students who have low learning motivation; (3) there was an interactive influence between the model of learning with learning motivation towards the student’s achievement in the learning outcomes of KKPI.   Keywords : problem-based e-learning model, learning motivation, learning outcomes
PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN DI STIT JEMBRANA Bafaqih, Khutum
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.375 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v9i1.2886

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu: (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan mobile learning berbasis proyek pada mata kuliah media pembelajaran, (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan mobile learning berbasis proyek yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk pada mata kuliah Media Pembelajaran, (3) untuk mengetahui efektivitas mobile learning berbasis proyek yang dikembangkan terhadap hasil belajar mata kuliah Media Pembelajaran.Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Dengan menggunakan model pengembangan AM3PU3. yang terdiri dari lima tahapan utama, yaitu, (1) mentukan mata pelajaran, (2) menganalisis kebutuhan, (3) proses pengembangan draft, (4) menyusun draft pengembangan, dan (5) tinjauan ahli dan uji coba. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini  adalah kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, dan tes tertulis. Mengacu pada metode, maka instrumen yang digunakan adalah kuesioner, dan tes. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis secara analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t).Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) rancang bangun mobile learning berbasis proyek yang terdiri dari lima tahapan dari model AM3PU3. (2) kelayakan kualitas hasil validasi pengembangan mobile learning berbasis proyek terdiri dari: ahli isi (91,35%) sangat baik, ahli media berpredikat sangat baik (90,75%), ahli desain berpredikat sangat baik (94%), uji coba perorangan, kelompok kecil dan uji coba lapangan berpredikat  baik (87,84%), (75,51%) dan (88,82%), (3) efektivitas pengembangan mobile learning berbasis proyek menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan pembelajaran dengan menggunakan mobile learning berbasis proyek terhadap hasil belajar Media Pembelajaran. Perhitungan hasil belajar diperoleh t hitung sebesar 4,256 dan harga t tabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 2.00. Hal ini berarti nilai rerata atau mean kelompok eksperimen lebih besar dari nilai rerata kelompok kontrol, dapat dikatakan bahwa mobile learning berbasis proyek pada mata kuliah Media Pembelajaran secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar Media Pembelajaran
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN SERVER JARINGAN DI SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA K.W, Astawan,; I. W, Santyasa,; I. M, Tegeh.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.074 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.728

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sumber belajar berupa modul teks yang dapat digunakan sebagai sumber belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar. Modul yang dikembangkan berbasis model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Penelitian pengembangan ini dilakukan pada mata pelajaran server jaringan di kelas XI program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan pada SMK TI Bali Global Singaraja. Model pengembangan yang digunakan adalah Model Dick & Carey. Untuk mengetahui manfaat modul dalam proses pembelajaran, dilakukan pre-eksperimen yang hanya melibatkan satu kelompok peserta didik. Kelompok tersebut diberikan pretest dan posttest. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-post test design. Pretest diberikan sebelum pembelajaran dengan modul dan posttest diberikan kepada peserta didik setelah pembelajaran dengan modul selesai diberikan. Berdasarkan hasil tes tersebut, hipotesis penelitian diuji dengan uji-t dan dibantu dengan menggunakan perangkat lunak SPSS.   Hasil pengujian menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah 0,001. Nilai tersebut lebih rendah dari signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Ini berarti bahwa terjadi peningkatan hasil belajar setelah modul berbasis group investigation diterapkan dalam pembelajaran. Nilai rata-rata posttest yang dicapai 8,68 berada pada kategori sangat baik. Tingginya efektifitas yang dicapai karena modul ajar yang dikembangkan sesuai dengan kurikulum, karakteristik siswa dan lingkungan belajar. Hal tersebut juga didukung oleh penerapan modul ajar yang diintegrasikan dengan pembelajaran kooperatif tipe group investigation.   Kata kunci: modul ajar, kooperatif, group investigation   Abstract The research development was conducted on the subjects in Kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan at SMK TI Bali Global Singaraja, by adopting Dick & Carey research design. To find outthe benefits ofthe modulein the learning process, it was conductedpre-experiments involving onlyone groupof learners. The group is given a pre-test and post-test. The study design used was a group pre post-test design. Pre-test was given before the learning with modules and post-test was given to the students after learning with modules completed. Based on these test results, the research hypotheses were tested by t-test and assisted by using SPSS software. T-test results indicate significances which means that  increased in results after the learning module based network servers implemented in the learning group investigation.   The test results indicate significance obtained was 0.001. This value is lower than the specified significance of 0.05. This means that an increase in learning results after the  module based-group-investigation is applied in the learning. Posttest mean value reached 8.68 in the category very well. Achieved due to the high effectiveness of teaching modules are developed in accordance with the curriculum, student characteristics and learning environment. This is also supported by the implementation of teaching modules that are integrated with cooperative learning group investigation.   Keywords : modules, cooperative, group investigation
PENGEMBANGAN MEDIA WEBSITE STUDENT COMMUNITY MATA PELAJARAN JARINGAN KOMPUTER PADA PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Wardhana, G.W.; Suharsono, N.; Tegeh, I.M.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.534 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.762

Abstract

Abstrak Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat media pembelajaran jaringan kompter yang dapat diimplementasikan di sekolah memengah kejuruan (SMK). Secara operasional, kegiatan dilakukan mulai dari tahapan mendeskripsikan proses rancang bangun website kolaboratif TKJ Student Communty, dilanjutkan dengan pembuatan protitipa dan pemaparan tanggapan ahli terhadap komponen prototipa. Tahapan selanjutnya adalah melakukan uji coba kelompok kecil dan uji lapangan, serta penjaringan tanggapan subjek uji coba, dan perbaikan kinerja website kolaboratif yang dikembangkan. Prosedur pengembangannya menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) untuk mendapatkan data uji ahli isi, ahli desain pembelajaran dan ahli media, data dari uji perseorangan, uji kelompok kecil, uji guru mata pelajaran dan uji lapangan dengan desain pretest dan posttest. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, penyebaran angket dan tes. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis deskriptif dan uji-t. Hasil uji ahli menunjukkan bahwa tanggapan uji ahli media sangat baik, tanggapan ahli desain pembelajaran berkategori sangat baik, dan tanggapan ahli isi berkategori baik . Adapun tanggapan siswa atas website ini adalah berkategori baik dengan persentase 80,48% dan tanggapan guru mata pelajaran berkategori sangat baik dengan persentase 87,79%. Analisis data hasil belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa setelah dilakukan proses pembelajaran menggunakan media website TKJ Student Communt.   Kata Kunci : website TKJ student community, pembelajaran kolaboratif, hasil belajar. Abstract The purposed of this research of development is to build a learning media of computer network that could be implemented at vocational high school. Operationaly, the activity start from describes the process of development of TKJ Student Community collaborative website, followed by making the prototype and exposure of expert reponse to prototype component. The next activity is small group test, field test, gathering the test subject respons and improve the perfomence of the website. The development procedure use ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model to obtain the data from content, learning design, and media expert, data from the teacher, small group, and field test by pretest-postest design. The data collection are analyzed by descriptive analysis and t-test. The result of media expert test shows that the response is very good, the response of content expert is good and the response of learning design is very good. The student response are include of good category by percentage at 80,48% and the teacher response are include of good category by percentage at 87,97%. The analysis of student learning outcomes shows that the enchancment of learning outcomes averages after learning process with TKJ Student Community website.   Keyword : TKJ student communty collaborative website, collaborative learning, learning outcome.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Terhadap Keterampilan Menari Ditinjau Dari Minat Menari Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Semarapura Tahun Pelajaran 2012/2013 ., NI GUSTI AYU MADE MURNI MAHERDI; ., Prof. Dr. Sukadi, M.Pd, M.Ed.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.583 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.891

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis; (1) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan minat menari terhadap keterampilan menari siswa, (2) perbedaan keterampilan menari antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional, (3) perbedaan keterampilan menari keterampilan menari antara siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki minat menari tinggi, dan (4) perbedaan keterampilan menari keterampilan menari antara siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki minat menari rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan the posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Semarapura pada tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 177 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dalam penelitian ini berupa keterampilan menari siswa yang dikumpulkan dengan lembar observasi unjuk kerja keterampilan menari. Pengujian hipotesis menggunakan uji ANAVA dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap keterampilan menari siswa , (2) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menari kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional, (3) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menari kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional untuk kelompok siswa yang memiliki minat menari tinggi, dan (4) tidak terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menari kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional untuk kelompok siswa yang memiliki minat menari rendah. Kata Kunci : Model Pembelajaran kooperatif STAD, Keterampilan Menari, Minat Menari This study is aimed at analyzing ; (1) the effect of the interaction between the model of learning and the dancing interest toward dancing sill of the students, (2) the differences of dancing skills between groups of students who study with STAD cooperative learning model and conventional models, (3) the differences in dancing skills between students who are facilitated by STAD cooperative learning model and the students who were facilitated by conventional learning model in the group of students who have a high interest in dancing, and (4) the differences in dancing skills between students who are facilitated by STAD cooperative learning model and the students who were facilitated by conventional learning model in the group of students who have a lower interest in dancing. The study belongs to quasi-experimental research design with the posttest only nonequivalent control group design. The population of this study was the tenth grade students of SMA Negeri 2 Semarapura in the academic year 2012/2013, consisted of 177 students. The number of samples in this study were 64 students who were selected by simple random sampling technique. The data in this study are dancing skills of students who are gathered with observation sheet performance dancing skills. Hypothesis were analyzed by using two-ay ANOVA and followed by Tukey's test to test the comparative value pairs on average each treatment group. Results showed (1) there was interaction between the model of learning and interest in learning the dancing skills of students, (2) there was a significant difference between the group of dancing skills students who were facilitated by STAD cooperative learning model and the model conventional, (3) there were significant differences in dancing skills between the group of students who were facilitated with cooperative learning STAD model and conventional models for groups of students who have a high interest in dancing, and (4) there was no significant differences in dancing skills between the group of students who were facilitated with cooperative learning STAD model and conventional models for groups of students who have a lower interest in dancing.keyword : STAD Cooperative Learning Model, Dancing Skills, Interest Dancing
PENGEMBANGAN MODUL IPA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK KELAS V SD NEGERI 2 SEMARAPURA TENGAH ., I GUSTI AYU RUSMIATI; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.19 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.899

Abstract

Penelitian Pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa modul IPA dengan pendekatan kontekstual untuk siswa kelas V semester 2 di SD Negeri 2 Semarapura Tengah yang teruji kelayakan dan keunggulannya untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPA. Metoda penelitian yang digunakan adalah metoda penelitian pengembangan(research and development), dengan desain pengembangan yang dipilih adalah menggunakan model pengembangan Santyasa. Hasil review dari ahli isi, media dan ahli desain menyatakan bahwa modul IPA kontekstual yang dikembangkan sudah valid. Sebanyak 30 siswa klas V SD N 2 Semarapura Tengah dijadikan sampel penelitian dalam uji lapangan terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar sebagai produk pengembangan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil t hitung (13,3718) lebih besar dari nilai t tabel (1,899) menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest dan posttest peserta didik. Nilai rata-rata posttest (81,67) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest (52,33).Kata Kunci : pengembangan, santyasa model, pendekatan kontekstual. This development research aimed at producing a science module using contextual approach for class V in semester 2 students of SD N 2 Semarapura Tengah in which the feasibility and advantages had been tested to improve learning achievements in learning Science. The research method used was the research and development method. The chosen of the design development was Santyasa model. The results of the expert review of content, media and design stated that science module using contextual approach had been developed accordingly. Thirty student cllas V of SD N 2 Semarapura Tengah be participated as samples in restricted field test. The results of research was shown that learning material product could improvement of student’s achievement.The results of calculations using the t-test, this shows that H0 is rejected and H1 accepted. It can be said that there were differences in the average value of study of students before and after learning. The average value after learning (mean) = 81,67, was higher than before the study (mean) = 52,33.keyword : development, santyasa model, contextual approach.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PROYEK UNTUK PELAJARAN KEJURUAN JARINGAN DASAR DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., NI NYOMAN TIRTA; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.221 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v5i1.1119

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan multimedia interaktif berbasis proyek. Pengembangan media menggunakan model Borg And Gall. Subyek coba dilakukan oleh seorang ahli isi mata pelajaran, ahli media isi, ahli media komputer, ahli desain pembelajaran, guru dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan test. Data dianalisis secara deskriptif dengan paired sample T test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) aspek isi yang dikembangkan sudah sesuai, (2) aspek media isi sangat baik dengan persentase 94,64%, (3) aspek media komputer pada kategori baik dengan persentase 82,50%, (4) aspek desain pembelajaran sangat baik dengan persentase 94,11%, (5) respon siswa sangat baik dengan persentase 98,13%, (6) respon kelompok kecil sangat baik dengan persentase 93%, (7) respons guru sangat baik dengan persentase 100%, (8) respon siswa untuk uji lapangan sangat baik dengan persentase sebesar 93,11%. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t untuk membandingkan prestasi belajar sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif berbasis proyek memberikan hasil Thitung= 0,001 (< α= 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan media sangat signifikan. Hasil hitung gain score adalah 0,84, menunjukkan bahwa penggunaan multimedia interaktif berbasis proyek dalam pelajaran Jaringan Dasar sangat efektif terhadap tingkat penguasaan pengetahuan faktual, konsep, dan prosedural pada pelajaran kejuruan jaringan dasar.Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, pembelajaran berbasis proyek The aim of this research is to develop a project based interactive multimedia. This media was developed using Borg and Gall’s model. Subjects exercised by a subject matter content expert, a content media expert, a computer media expert, an instructional design expert, teachers and students. Data was collected by questionnaire and test. Data was analyzed descriptively by paired sample t test. The results showed: (1) the content aspect is appropriate, (2) the media content aspect is very good (94.64%), (3) aspects of the computer media aspect is good (82.50%), (4 ) the instructional design aspect is very good (94.11%), (5) individual student response is very good (98.13%), (6) a small group responses is very good (93%), (7) response of teachers is very good (100%), (8) the response of students is very good (93.11%). The t-test to compare the learning achievement before and after the use of Project based interactive multimedia shows t = 0.001 (< 0.05). The gain score is 0,84, shows that the use of project based interactive multimedia on Basic Networking lessons gives positive and significant effect on the level of mastery of factual knowledge, concepts, and procedural learning of vocational basic network.keyword : development, multimedia interactive, project based learning
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS SELF REGULATED LEARNING DENGAN MODEL ADDIE UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SENI BUDAYA BAGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 MENDOYO ., IRWAN FEBRYAN; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.982 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v6i1.1335

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan adalah untuk menghasilkan produk berupa multimedia interaktif berbasis SRL (Self Regulated Learning) mata pelajaran seni budaya untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Mendoyo. Rancang bangun berupa desain interface dan flowchat. Model pengembangan menggunakan model ADDIE. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan test. Data dianalisis secara deskriptif dengan paired sample T test. Validasi produk mencakup (a)uji ahli, (b)uji coba responden siswa, dan (c) uji coba guru mata pelajaran. Hasil review ahli isi sebesar 97,72% (sangat baik). Hasil review ahli media isi sebesar 95,23% (sangat baik). Hasil review ahli media komputer sebesar 81,6% (baik). Hasil review ahli desain pembelajaran sebesar 89,23% (baik). Hasil uji coba perorangan sebesar 86,67% (baik). Hasil uji coba kelompok sebesar 90,68% (sangat baik). Hasil uji coba user/guru mata pelajaran sebesar 94,58% (sangat baik). Hasil tanggapan siswa untuk uji lapangan sebesar 89,23% (baik). Perhitungan hasil dengan melakukan uji-t, setelah dibandingkan prestasi belajar antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif mendapatkan hasil t-hitung =0,001 (

Page 9 of 16 | Total Record : 157