cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SECARA KOOPERATIF BERBASIS KLARIFIKASI NILAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR PKn DITINJAU DARI SIKAP SOSIAL SISWA (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu) ., I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA; ., PROF. DR SUKADI, M.Pd.; ., DR. I KOMANG SUDARMA, S.Pd., M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.588 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i2.2269

Abstract

ABSTRAK I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA, Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Klarifikasi Nilai Terhadap Prestasi Belajar PKn Ditinjau Dari Sikap Sosial Siswa (Studi Eksperimen pada Siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu ). Tesis, Teknologi Pembelajaran, Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. 2016 Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh pembimbing I: Prof. Dr Sukadi,M.Pd,M.Ed dan Pembimbing II Dr.I Komang Sudarma,S.Pd,M.Pd. Kata kunci : model pembelajaran, sikap sosial dan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Pembelajaran secara kooperatif berbasis Klarifikasi nilai terhadap prestasi belajar PKn siswa ditinjau dari sikap sosial siswa (Student social attitude). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kubu dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran dari dua jenis model yaitu model pembelajaraan kooperatif yang berbasis klarifikasi Nilai yang diberikan kepada kelompok perlakuan dan model konvensional yang dikenakan pada kelompok kontrol. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis varians dua jalur dan lanjut dengan uji Tukey . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan dalam prestasi belajar PKn antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran Kooperatif Berbasis klarifikasi nilai dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model belajar konvensional; (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan sikap sosial dalam pengaruhnya terhadap prestasi belajar PKn; (3) ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran Kooperatif Berbasis klarifikasi nilai dengan yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki sikap sosial tinggi dengan siswa yang memiliki sikap sosial rendah. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran dan sikap sosial siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar PKn, pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu. Kata Kunci : Kata kunci : Model Pembelajaran, Sikap Sosial dan Prestasi Belajar. ABSTRACT I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA, The Effect of Implementation Cooperative Learning Model Based on Value Clarification Technique (VCT) toward the Students’ Achievement in Civics Education Reviewed from Students’ Social Attitude (Experimental study at VIII grade student of SMP Negeri 2 Kubu). Thesis, Learning Technology, Postgraduate of Ganesha University of Education. 2016 This thesis is already checked and corrected by first supervisor: Prof. Dr Sukadi,M.Pd,M.Ed and second supervisor: Dr. I Komang Sudarma,M.Pd. Key words : Learning Model, Social Attitude and Students’ Achievement This research aimed to know the effect of implementation cooperative learning model based on Value Clarification Technique (VCT) toward the students’ achievement in civics education reviewed from students’ social attitude. This research was held at SMP Negeri 2 Kubu which is used experiment method with 2 x 2 factorial designs. The independent variable in this research is learning model which is integrated from two types of model that is cooperative learning model based on Value Clarification Technique given to experimental group and conventional learning model given to control group. The data analysis used two way analysis of variance and followed by Tukey test. The results of this research show that: (1) there are a significant different in students’ achievement in Civics Education between group of students which is treated by cooperative learning based on value clarification technique rather than group of students which is treated by conventional learning model; (2) there are the interaction between learning model with social attitude in influencing the students’ achievement in civics education; (3) there are a significant different in students’ achievement in Civics Education between the students which is treated by cooperative learning based on value clarification technique rather than the students which is treated by conventional learning model on group of students which has high social attitude with the students who has low social attitude. Based on the result above, it can be conclude that learning model and students’ social attitude has a significant effect toward the students’ achievement in civics education, especially for eight grade students of SMP Negeri 2 Kubu. keyword : Key words : Learning Model, Social Attitude and Students’ Achiement
PENGARUH MEDIA GEOGEBRA TERHADAP MOTIVASI DAN KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., NI MADE PUSPITAWATI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., Dr. KETUT AGUSTINI, S.Si, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.433 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2286

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi belajar dan kreativitas siswa setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel motivasi awal dan prakreativitas awal. Penelitian eksperimen semu menggunakan rancangan Pre-testPosttest Non-Equivalent Control Group Design. Media pembelajaran memiliki dua dimensi, yaitu media geogegra dan konvensional. Populasi penelitian adalah 10 kelas siswa kelasX SMK Negeri 1 pada Tahun Pelajaran 2015/2016 yang terdiri dari 410 siswa. Sampelnya adalah 2 kelas yaitu kelas X UPWA dan X UPWB dengan jumlah siswa sebanyak 84 orang, dipilih dengan teknik simple random sampling. Data motivasi belajar dan kreativitas dikumpulkan dengan kuisioner motivasi belajar dan kreativitas. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji MANCOVA yang dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabeel motivasi dan kreativitas awal, hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar dan kreativitas antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media berbasiskan geogebra dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan media konvensional (F=141,405; p
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN ASSESSMENT ALTERNATIF ONLINE MATA PELAJARAN IPA TINGKAT SMP KELAS DELAPAN DENGAN MODEL DICK AND CAREY
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.044 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.717

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar dan assessment alternatif online tingkat sekolah menengah pertama. Identifikasi permasalahan yang diteliti adalah sebagai berikut: 1) kebutuhan media pembelajaran semakin meningkat baik kuantitas maupun kualitas, 2) kebutuhan tes online untuk mengatasi kendala yang rumit dalam proses evaluasi baik proses pembelajaran konvensional sampai pembelajaran modern. Secara operasional tujuan tersebut dirinci sebagai berikut: 1) Menjelaskan proses rancangan bahan ajar online dan assessment alternatif online mata pelajaran IPA tingkat SMP, 2) mendeskripsikan tanggapan ahli isi, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, ahli komputer, 3) mendeskripsikan tanggapan uji perorangan, kelompok kecil, tanggapan guru mata pelajaran, dan uji lapangan, 4) menganalisis efektifitas media yang dikembangkan. Subyek coba pada tahap ini dilakukan oleh seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli media pembelajaran dan seorang ahli media online, guru pengampu mata pelajaran dan para siswa kelas delapan di SMP N 2 Singaraja. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, pretest dan posttest. Data dianalisis dengan deskriftif kualitatif, deskriftif kuantitatif  dan analisis statistik uji-t. Hasil review dari ahli isi menyatakan bahwa isi produk sudah sesuai. Hasil tanggapan ahli desain adalah baik. Hasil tanggapan ahli media pembelajaran adalah sangat baik. Hasil penilaian ahli media online adalah baik. Hasil tanggapan uji perorangan adalah sangat baik. Hasil uji kelompok kecil adalah baik. Hasil penilaian pendidik adalah sangat baik. Hail penilaian uji lapangan adalah sangat baik. Hasil uji dengan prangkat lunak SPSS 17 pada taraf signifikasi 5%, nilai rata-rata pretest 31,67 dan posttest 78,67. Hasil uji-t menunjukkan angka signifikasi 0,001, angka signifikasi tersebut lebih kecil dari signifikasi yang ditetapkan 0,05,  sehingga H0 ditolak, dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar online.   Kata kunci:  bahan ajar online, tes online, e-learning sains.   Abstract This study aimed at developing online media and alternative online assessment for Junior High School. Identification of issues to be examined are: 1) the need of learning media is increasing both the quantity and quality 2) the need of online test to solving complicated in the process of evaluating both conventional learning process or modern learning. Operationally, the purposes can be described as follows; 1) explain the design for online media and alternative online assessment for Junior High School. 2) describing content expert’s opinion, describing instructional design expert’s opinion, describing instructional media expert’s opinion, and computer expert’s opinion, 3) describing student’s opinion and small group students opinion, teacher’s opinion, and formative tets,  4) analyzing the effectiveness of developed online media and alternative online assessment. The subjects of this study were the content expert, the instructional design expert, the instructional media expert, and the online media expert, the subject teachers and the eighth grade students of SMP N 2 Singaraja. Data were analyzed qualitative descriptively, quantitative descriptively, and analyzed statistics T test. The Results of a review from content expert asserted that the product’s content has been appropriate. The response from instructional design expert is good. The response from instructional media expert is very good. The response from online media expert is good. The response from individual test is very good. The response from small group test is good. The response from the subject teacher is very good. Field test result is very good. The result of analyzed using SPSS 17 in 5% level of significance. It was shown that, the mean of pretest was 31.67 and the mean of posttest was 78.67. The result of t-test showed the significance value was 0.001, which mean it was below the level of significance  0.05, Therefore H0 refused, equally there are a significance difference between students learning before and after online based media given.   Keywords: online media, online test, e-learning science.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR UNTUK PEMBELAJARAN MANDIRI SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 SUKASADA Muliartha, I Wayan
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.335 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i1.290

Abstract

ABSTRAK Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa multimedia pembelajaran mandiri mata pelajaran teknik pengambilan gambar untuk siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Sukasada. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development) model Borg & Gall, langkah-langkah pengembangan sebagai berikut. (1) Penelitian dan pengumpulan data awal. (2) Perencanaan. (3) Pembuatan produk awal. (4) Uji coba awal. (5) Perbaikan produk awal. (6) Uji coba lapangan. (7) Perbaikan produk operasional. Validasi produk pengembangan mencakup (1) uji ahli isi, (2) uji ahli media, (3) uji ahli desain pembelajaran, (4) uji coba perorangan, (5) uji coba kelompok kecil, (6) uji coba kepada guru mata pelajaran, dan (7) uji lapangan. Hasil validasi ahli isi untuk multimedia pembelajaran mandiri sebesar 95,43% berkualifikasi sangat baik,  buku panduan guru sebesar 96% berkualifikasi sangat baik, dan buku panduan siswa sebesar 96% berkualifikasi sangat baik. Hasil validasi ahli media untuk multimedia pembelajaran mandiri sebesar 88,2% berkualifikasi sangat baik, buku panduan guru sebesar 96% berkualifikasi sangat baik, dan buku panduan siswa sebesar 96% berkualifikasi sangat baik. Hasil validasi ahli desain untuk multimedia pembelajaran mandiri sebesar 95% berkualifikasi sangat baik,  buku panduan guru sebesar 100% berkualifikasi sangat baik, dan buku panduan siswa sebesar 100% berkualifikasi sangat baik. Hasil uji coba siswa pada uji coba perorangan untuk multimedia pembelajaran mandiri sebesar 95,87% berkualifikasi sangat baik. Hasil uji coba kelompok kecil untuk multimedia pembelajaran mandiri sebesar 89% berkualifikasi sangat baik. Hasil uji coba user (guru) untuk multimedia pembelajaran mandiri sebesar 91,66% berkualifikasi sangat baik, buku panduan guru sebesar 92% berkualifikasi sangat  baik, dan buku panduan siswa sebesar 92% berkualifikasi sangat baik. Hasil uji coba lapangan untuk multimedia pembelajaran mandiri sebesar 87.47% berkualifikasi sangat baik. Hasil tes hasil belajar dengan membandingkan skor pretest dan posttest dengan menggunakan uji-t memberikan hasil sig. sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik sebelum dan setelah pembelajaran. Memperhatikan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran mandiri sudah teruji kelayakan, keunggulan, dan dapat digunakan pada proses pembelajaran mandiri.
IMPLEMENTASI MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS III SLB C NEGERI SINGARAJA Chatarina Eksi Murniati, Magdalena
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.296

Abstract

ABSTRAK Kata kunci: multimedia, kemampuan membaca, kemampuan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa kelas III SLB C Negeri Singaraja pada pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini diadakan karena berdasarkan observasi awal ditemukan bahwa siswa memiliki kemampuan kurang dalam membaca dan menulis  pada pelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.  Subyek yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SLB C Negeri Singaraja dengan keseluruhan subyek berjumlah 6 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes obyektif, pekerjaan rumah, lembar observasi, dan juga wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan multimedia mampu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Peningkatan nilai siswa dari siklus I dan siklus II mampu menunjukkan hasil yang diharapkan dari penelitian ini. Berdasarkan hasil wawancara antara guru dan guru sejawat menunjukkan bahwa siswa menyukai pembelajaran dengan multimedia. Data yang dikumpulkan selama pelaksanaan pretest pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.25 dan ketuntasan klasikal sebesar 66.67. Hasil posttest yang dilakukan pada akhir siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.64 dengan ketuntasan klasikan sebesar 83.88. Pelaksanaan dari pretest pada siklus II menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.58 dan ketuntasan klasikal sebesar 83.33. Hasil posttest yang dilaksanakan pada akhir siklus II menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 8.13 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X SEMESTER 2 DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Sri Jaya, Sang Putu
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.695 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.301

Abstract

ABSTRAK Penelitian pengembangan ini bertujun menghasilkan produk berupa modul fisika kontekstual untuk peserta didik kelas X semester 2 di SMK Negeri 3 Singaraja yang teruji kelayakan dan keunggulannya untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran fisika.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development), dengan desain pengembangan yang dipilih adalah menggunakan model  pengembangan De geng. Langkah-langkah pengembangan nya  adalah sebagai berikut. 1) analisis tujuan dan karakteristik bidang studi; 2) analisis sumber belajar; 3) analisis karakteristik pebelajar; 4) menetapkan tujuan belajar dan isi pembelajaran; 5) menetapkan strategi pengorganisasian isi pembelajaran; 6) menetapkan strategi penyampaian isi pembelajaran; 7) mene tapkan strategi pengelolaan pembelajaran; dan 8) pengembangan prosedur pengu kuran hasil pembelajaran. Validasi draft mencakup 1) uji ahli isi dan media pembelajaran; 2) uji ahli desain pembela jaran; 3) uji siswa perorangan; 4) uji siswa kelompok kecil; dan 4) uji lapangan. Hasil review dari ahli isi dan ahli media menyatakan bahwa modul fisika kontekstual yang dikembangkan sudah sesuai. Hasil tanggapan ahli desain untuk uji ahli desain pembelajaran memper lihatkan bahwa ahli desain memberikan tanggapan sangat baik dengan persentase 90%. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji siswa perorangan memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tangga pan sangat baik sebanyak 33,3%, baik sebanyak 66,7 %, dan sebanyak 0% untuk kategori cukup, kurang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji siswa perorangan sebesar 91% terletak pada kualifikasi sangat baik. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji kelom pok kecil memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik sebanyak 22,2%, baik sebanyak 66,7%, cukup sebanyak 11,1% dan sebanyak 0% untuk kategori kurang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji kelompok kecil sebesar 85% terletak pada kualifikasi baik. Hasil tangga pan pendidik untuk uji lapangan memper lihatkan bahwa pendidik memberikan tanggapan baik dengan persentase 83%. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji lapangan memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik sebanyak 55%, baik sebanyak 45%, dan sebanyak 0% untuk kategori cukup, ku rang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji lapangan sebesar 90% terletak pada kualifikasi sangat baik. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil sig sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest dan posttest peserta didik. Nilai rata-rata pretest (Mean=75,17, Standard Deviation=9,03) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata posttest (Mean = 30,21, Standard Deviation = 7,75). Kata kunci:   pengembangan, model pengembangan Degeng, modul fisika kontekstual, hasil belajar fisika
PENERAPAN COMPUTER ASSISTED LANGUAGE LEARNING BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BERBICARA D.N, Widiawati,; ., Sukadi; I W. S., Warpala,
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.478 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.718

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar berbicara siswa pada pelajaran bahasa Inggris serta mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan metode CALL berbantuan video. Penelitian ini diadakan karena berdasarkan observasi awal ditemukan bahwa hasil belajar siswa dalam berbicara sangat rendah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas Xtkj SMK TI BALI GLOBAL Singaraja tahun 2013-2014 dengan keseluruhan subyek berjumlah 14 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara (speaking test), tugas-tugas dan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode CALL berbantuan video dapat meningkatkan hasil belajar berbicara siswa pada pelajaran bahasa Inggris. Data yang dikumpulkan selama pelaksanaan pre test pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 48,56 dan hasil belajar pada post test yang dilakukan pada akhir siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 73,21 dengan ketuntasan klasikal sebesar 50%. Pelaksanaan pre test pada siklus II menunjukan nilai rata-rata siswa sebesar 71,07 dan hasil post tes yang dilaksanakan pada akhir siklus II menunjukan nilai rata-rata siswa sebesar 86,07 dengan ketuntasan klasikal 100% dan tanggapan siswa terhadap penerapan CALL berbantuan video berada pada kategori positif.   Kata kunci: metode CALL, media video,  prestasi belajar   Abstract This study aimed at improving the students? speaking achievement and describing the responses of  students? learning in english by the application of the method CALL with video. This study was conducted based on the preliminary observation that found out the students? speaking achievement was categorized as low. The method used in this study was classroom action research. The study was consisted of two cycles I. Each of cycle was consisted of 4 steps, namely: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were the students at Xtkj SMK TI BALI GLOBAL Singaraja in academic year 2013/2014 with the total subjects consisted of 14 students. The data were gathered by using worksheet, homework and interview. The data analyzed descriptively. The result showed that  implementation  the method of CALL with video could improve students? speaking achievement. The data which were gathered during the implementation of pre test in cycle showed the students? mean score 48,56 and The post test which was conducted in the end of cycle I showed the students? mean score was 73,21 with classical completeness 50%. The implementation of pre test in cycle II showed the students? mean score was 71,07 and the post test which was conducted in the end of cycle II showed the students? mean score was 86,07 with the classical completeness 100% and student responses to the application of the method CALL with video On the positive category. Key words: The method of CALL, learning achievement in speaking
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KREATIF TERINTEGRASI BAGI SISWA KELAS IX SMP SEMESTER ENAM Komang Kawi, I Gusti Ayu; Santyasa, I Wayan; Raka Rasana, I Dewa Putu
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.494 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.743

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar untuk pembelajaran bahasa Inggris kreatif terintegrasi bagi siswa kelas IX SMP semester enam, dan tujuan operasionalnya adalah: (1) mendesain bahan ajar, (2) mendeskripsikan hasil-hasil uji ahli pembelajaran terhadap isi, media, dan desain bahan ajar, (3) mendeskripsikan hasil uji teman sejawat dan  siswa,  dan (4) mendeskripsikan hasil uji efektivitas penerapan. Subjek uji terdiri dari 2 ahli  pembelajaran, 3 teman sejawat, 9 siswa, dan 30 siswa untuk uji efektivitas penerapan dengan desain pretest dan post test. Data dikumpulkan melalui angket dan tes, kemudian dianalisis menggunakan teknik descriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan hasil:  (1) uji terhadap draft I oleh ahli isi 94,81%, media 100% dan desain 91,13%, berkualifikasi hampir sempurna, dilakukan perbaikan ringan, (2) uji terhadap draft II oleh teman sejawat 97,31%  dan siswa 90,16%, berkualifikasi hampir sempurna, dilakukan perbaikan ringan, dan (3) uji t terhadap pretest dan post-test  menunjukkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel, hipotesis alternative diterima, yaitu terdapat prbedaan signifikan hasil belajar antara sebelum dan sesudah penerapan bahan ajar yang dikembangkan. Dengan demikian, bahan ajar hasil pengembangan dapat dinyatakan layak untuk diproduksi dan diterapkan.   Kata kunci: bahan ajar, pembelajaran kreatif-terintegrasi, bahasa Inggris     Abstract This research aimed at developing an integrated and creative English learning materials for grade IX students of SMP. The operational purpose are: (1) determining the design of learning material, (2) describing the result of validation by the expert of content, media and  instructional design, (3) describing the result of validation by colleague and students, and (3)  describing the result of the implementation try out. The subjects of evaluation were, 2 instructional experts, 3 colleagues, 9 students, and 30 students for the implementation try out. The data was collected using quetionair and test. The result of evaluation was analyzed through quantitative and qualitative descriptive technique.  The results showd: (1) validation over draft I by the exspert of content 94,81%, media 100% and design 91,13%, the qualification is almost perfect, light revision was done (2) validation over draft II by colleagues 97,31% and by students 90,16%, the qualification is almost perfect, light revision was done, and  (3) the t test over the result of pretest and post test showed, t operation  is bigger than t table.The alternative hypothesis was accepted, there was significant differences of achievement between before and after the implementation of the learning materials being developed. Based on the result of evaluation, it was concluded that the learning materials that was developed has completed the standard of qualification to be produced and implemented.   Keywords : learning materials, creative-integrated instruction, English
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG BERBANTUAN PEMODELAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR RENANG ., I WAYAN SETAYA; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Drs. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.036 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.847

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa, serta mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran langsung berbantuan pemodelan pada pembelajaran renang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja. Obyek penelitian ini adalah motivasi, prestasi belajar, dan tanggapan siswa. Data hasil analisis deskriptif menunjukkan motivasi belajar siswa meningkat dari skor rata-rata 117,31 dengan kategori tinggi pada siklus I menjadi 123,67 dengan kategori sangat tinggi pada siklus II, sehingga mengalami kenaikan sebesar 6,36%; (2) prestasi belajar siswa meningkat dari skor rata-rata 85,28 pada siklus I menjadi 93,61 pada siklus II, sehingga mengalami peningkatan 8,3%; (3) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran langsung berbantuan pemodelan berada pada kategori sangat tinggi dengan skor rata-rata 123,5. Penerapan model pembelajaran langsung berbantuan pemodelan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja pada materi pembelajaran renang. Kata Kunci : Pembelajaran Langsung, Pemodelan, Prestasi Belajar The objectives of this classroom action research are to improve students? motivation and achievement, and to describe students? responses upon the implementation of direct instruction learning modell assisted modelling in swimming class. The subject of this research is the twelefth grade of Accounting Department students of SMK PGRI 1 Singaraja. The number of the subjects are 36 students. The objects of this research are motivation, students? achievement, and students? responses upon the implementation of direct instruction learning model assisted modelling. The obtained data were analyzed using descriptive statistic. The results of the analysis show: (1) there was an improvement of students? motivation from 117.31 in average (high category) in cycle I became 123.67 in average in cycle II, therefore the improvement was 6.36%; (2) there was an improvement of students? achievement from 85.28 in average in cycle I became 93.61 in cyle II, therefore the improvement was 8,3%; (3) the students? responses upon the implementation of lirect instruction learning model assisted modelling in the level of very positive category. The implementation of direct instruction learning model assisted modelling can improve the twelefth grade of Accounting Department students? motivation and achievement of SMK PGRI 1 Singaraja.keyword : Direct Instruction, Modelling, Achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PKn KELAS XI SMA NEGERI 1 BANGLI ., I PUTU LIANATA; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc; ., Prof. Dr. Sukadi, M.Pd, M.Ed.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.4 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.896

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan aktivitas belajar dan prestasi belajar PKn antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen pretest- posttest control group design. Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling serta teknik analisis deskriptif dan analisis multivariat MANOVA. Hasil penelitian diperoleh kecenderungan aktifitas belajar siswa kelompok STAD Kooperatif dapat dikategorikan sedang. Kecenderungan aktifitas belajar siswa kelompok kontrol dapat dikategorikan sedang. Kecenderungan prestasi belajar siswa kelompok STAD kooperatif dapat dikategorikan baik. Kecenderungan prestasi belajar siswa kelompok konvensional dapat dikategorikan cukup baik. Terdapat perbedaan aktivitas dan prestasi belajar secara bersama-sama antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan aktivitas belajar PKn secara bersama-sama antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan prestasi belajar PKn antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe STAD, model pembelajaran konvensional, prestasi belajar, Aktivitas Belajar, PKn. The aim of this study was to find out differences in learning activities and learning achievement between the students who were learned with cooperative learning model of STAD type and conventional learning models. This study was used pretest-posttest control group design. Population in random. This study were used probability sampling technique and used descriptive analysis and MANOVA. The result of study showed there was a tendency of the student who was learning activity with the cooperative type STAD can be categorized as moderate. The tendency of learning acitivity of the control group students can be categorized as moderate. Tendency of the student achievement of STAD type cooperative groups can be categorized as good enough. Tendency of the student achievement of conventional groups can be categorized as good enough. There were differences in the activity and achievement learning simultaneously between the students who was studied with STAD type cooperative learning model and conventional learning models. There were differences in learning activity of PKn simultanoeusly between the students who was studied with STAD type cooperative learning model and conventional learning models. There were difference in achievement between the students who were learning of PKn with STAD type cooperative learning with conventional learning models.keyword : Cooperative learning of STAD type, conventional learning model, PKn.