cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS ., MADE KARTIKA DEWI; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.456 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v4i1.1074

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep fisika dan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelas PBL dengan kelas konvensional, (2) mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa kelas PBL dengan kelas konvensional, (3) mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelas PBL dengan kelas konvensional. Penelitian dilakukan pada sejumlah siswa kelas X SMK Negeri 1 Denpasar dengan 2 kelas sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling. Penelitian menggunakan rancangan Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Pengumpulan data menggunakan 2 jenis tes, yaitu tes pemahaman konsep fisika dan tes keterampilan berpikir kritis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis MANCOVA dengan skor pre-tes pemahaman konsep dan skor pre-test keterampilan berpikir kritis sebagai kovariat. Pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika dan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelas PBL dengan kelas konvensional (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa kelas PBL dengan kelas konvensional (3) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelas PBL dengan kelas konvensional. PBL selalu lebih unggul dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, baik dalam pencapaian pemahaman konsep maupun keterampilan berpikir kritis.Kata Kunci : kovariat, model pembelajaran problem based learning, model pembelajaran konvensional, pemahaman konsep fisika, keterampilan berpikir kritis. This study was aimed at (1) describing the difference in comprehension of physics concepts and critical thinking skill between PBL Class and Conventional class, (2) describing the difference in physics concepts between PBL class and Conventional class, (3) describing the difference in critical thinking skill between PBL class and Conventional class. This study was conducted with some tenth grade students of SMK Negeri 1 Denpasar using two samples. The sample was selected by Simple Random Sampling technique. This study used Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The data collection was done by administering two tests, i.e, physics concept comprehension test and critical thinking skill test. The data were analyzed by MANCOVA analysis with concepts comprehension pretest score and critical thinking skill pretest score as covariates. The null hypothesis was tested at 5% level of significance. The results showed that (1) there was a difference in physics concepts comprehension and critical thinking skill between PBL class and Conventional class, (2) there was a difference in physics concepts comprehension between PBL class and Conventional class, and (3) there was a difference in critical thinking skill between PBL class and Conventional class. PBL classas was always better compared to the Conventional Learning, both in terms of achievement of concepts comprehension and critical thinking skill. keyword : covariate, problem based learning model, conventional learning model, physcis concepts comprehension, critical thinking skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERAIF DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KETERAMPILAN MENYIAPKAN KAMAR PADA SISWA SMK NEGERI 1 NUSA PENIDA ., I WAYAN MUDAYANTA; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.274 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v4i1.1087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif dan motivasi belajar terhadap keterampilan Menyiapkan Kamar. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan desain Post Test Only Control Group Design dengan rancangan factorial 2×2. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa dan asesmen kinerja digunakan untuk mengukur keterampilan operasional. Sampel penelitian berjumlah 80 siswa kelas XI Akomodasi Perhotelan yang diambil menggunakan teknik random sampling yang menghasilkan empat kelas sampel dimana dua kelas sebagai sampel kelas eksperimen dan dua sebagai kelas kontrol yang ditentukan melalui undian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian (anava) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung (F = 26.394 p
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ONLINE MATA KULIAH MICRO TEACHING DENGAN MODEL BORG & GALL PADA PROGRAM S1 PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA rya Saputra Yasa, Gede Agus A
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.126 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i1.286

Abstract

ABSTRAKYasa , G. A. A. S. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Online Mata Kuliah MicroTeaching dengan Model Borg & Gall pada Program S1 PendidikanBahasa Inggris STKIP Agama Hindu Singaraja. Tesis. Program StudiTeknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana UniversitasPendidikan Ganesha, Singaraja. Pembimbing (I) Prof. Dr. NaswanSuharsono, M.Pd., (II) Dr. I Dewa Putu Raka Rasana, M.Ed.Kata kunci: bahan ajar online, weblog, micro teaching, mengajar bahasa InggrisPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupabahan ajar online mata kuliah micro teaching untuk mahasiswa semester VIProgram Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Agama Hindu Singaraja.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan(research and development) model Borg & Gall, langkah-langkah pengembangansebagai berikut. (1) Penelitian dan pengumpulan data awal. (2) Perencanaan. (3)Pembuatan produk awal. (4) Uji coba awal. (5) Perbaikan produk awal. (6) Ujicoba lapangan. (7) Perbaikan produk operasional. Validasi produk pengembanganmencakup (1) uji ahli isi, (2) uji ahli media, (3) uji ahli desain pembelajaran, (4)uji coba perorangan, (5) uji coba kelompok kecil, (6) uji coba kepada dosenpengampu mata kuliah micro teaching dan (7) uji lapangan.Hasil validasi ahli isi untuk media bahan ajar online sebesar 97.93%berkualifikasi sangat baik, buku panduan dosen sebesar 100% berkualifikasisangat baik, dan buku panduan mahasiswa sebesar 100% berkualifikasi sangatbaik. Hasil validasi ahli media untuk media bahan ajar online sebesar 92%berkualifikasi sangat baik, buku panduan dosen sebesar 96% berkualifikasi sangatbaik, dan buku panduan mahasiswa sebesar 100% berkualifikasi sangat baik.Hasil validasi ahli desain untuk media bahan ajar online sebesar 92%berkualifikasi sangat baik, buku panduan dosen sebesar 100% berkualifikasisangat baik, dan buku panduan mahasiswa sebesar 96% berkualifikasi sangat baik.Hasil uji coba mahasiswa pada uji coba perorangan untuk media bahan ajar onlinesebesar 81.81% baik. Hasil uji coba kelompok kecil untuk media bahan ajaronline sebesar 79.17% baik. Hasil uji coba user (dosen) untuk media bahan ajaronline sebesar 94.88% berkualifikasi sangat baik, buku panduan dosen sebesar100% berkualifikasi sangat baik, dan buku panduan mahasiswa sebesar 100%berkualifikasi sangat baik. Hasil uji coba lapangan untuk media bahan ajar onlinesebesar 83.17% berkualifikasi baik.Memperhatikan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa bahan ajaronline sudah teruji kelayakan, keunggulan, dan dapat digunakan sebagai suplemenpada proses belajar dan pembelajaran mata kuliah micro teaching untukmahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIPAgama Hindu Singaraja.
PENGARUH METODE ROLE PLAYING TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN SATU ATAP KLUMPU DAN SMPN SATU ATAP 1 BATUKANDIK Pantes, I Wayan
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jtpi.v1i1.291

Abstract

ABSTRAKPantes I Wayan, 2012: Pengaruh Metode Role Playing Terhadap Prestasi BelajarIPS Ditinjau dari Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMPN SatuAtap Klumpu dan SMPN Satu Atap 1 Batukandik, Tesis,Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana,Universitas Pendidikan GaneshaTesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh: Pembimbing I: Prof. Dr. Sukadi,M.Pd, M.Ed dan Pembimbing II: Dr. I Made Tegeh,M.PdKat-kata kunci: metode role playing, minat belajar, prestasi belajar IPSPenelitian ini bertujuan, (1) mengalisis perbedaan prestasi belajar IPSsiswa antara metode role playing dengan metode konvensional (2) mangalisisperbedaan prestasi belajar IPS yang signifikan antara siswa yang memilki minatbelajar tinggi dengan minat belajar rendah, (3) mengalisis perbedaan prestasibelajar IPS sebagai akibat pengaruh interaksi antara metode belajar dengan minatbelajar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen the post-test only controlgroup design.Penelitian ini melibatkan 116 orang siswa sebagai populasi pelitian yangdipilih dengan random sampling. Data Prestasi belajar IPS dikumpulkan melaluites prestasi IPS yang terdiri dari butir-butir dan konstitusi internal dan data minatdengan tes minat belajar. Data yang terkumpul dianalisa dengan uji statistikAnava Dua Jalur dan Uji TukeyHasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan prestasibelajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran role playing dengan siswayang mengikuti pembelajaran metode konvensional. Ini berarti antara siswa yangbelajar dengan metode role playing lebih baik prestasi belajarnya dari siswa yangbelajar dengan metode konvensional. (2) Terdapat perbedaan prestasi belajar IPSantara siswa memiliki minat belajar tinggi dengan siswa yang memiliki minatbelajar rendah. (3) Terdapat perbedaan prestasi belajar IPS sebagai akibatpengaruh interaksi antara metode pembelajaran dengan minat belajar. Pada siswayang memiliki minat belajar tinggi ada perbedaan prestasi belajar IPS antarametode role playing dengan metode konvensioanl. Ini berarti prestasi belajar IPSantara metode role playing dengan minat belajar tinggi lebih baik dari siswa yangbelajar metode konvensional dengan minat tinggi.Pada siswa yang memiliki minat belajar rendah ada perbedaan prestasibelajar IPS yang signifikan antara metode role playing dengan metodekonvensioanl. Ini berarti prestasi belajar IPS antara metode konvensional denganminat belajar rendah lebih baik dari siswa yang belajar metode role playingdengan minat rendah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEMBASED LEARNING) DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA BAGI SISWA KELAS VII SMP Sri Lestari, Ni Nyoman
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.816 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.297

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antarasiswa yang mengikuti model problem based learning dengan siswa yang mengikuti modelpembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antarasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajarrendah. (3) mendeskripsikan pengaruh interaksif antara model pembelajaran denganmotivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa, (4) mendeskripsikan perbedaanprestasi belajar fisika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah(problem-based learning) dengan siswa yang mengikuti model pembelajarankonvensional, pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (5)mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) dengan siswa yang mengikutimodel pembelajaran konvensional, pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajarrendah.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Nusa Penida tahunpelajaran 2011/2012. Sampel diambil dengan teknik random sampling sederhana.Penelitian ini dirancang menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2 × 2,di mana model problem based learning sebagai variabel independen sedangkan motivasibelajar sebagai variabel independen moderator atau variabel psikologi, prestasi belajarsebagai variabel dependen dengan desain ?Posttest only Control Group Design?. Datadianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur berbantuan SPSS 13.0 for windows.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan prestasi belajarfisika antara siswa yang mengikuti model problem based learning dengan siswa yangmengikuti model pembelajaran konvensional dengan nilai F= 45,372 dan angkasignifikansi 0,001 (p< 0,05), (2) terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswayang memiliki motivasi belajar tinggi dengan yang memiliki motivasi belajar rendahdengan nilai F= 5,382 dengan angka signifikansi 0,023 (p<0,05), (3) terdapat pengaruhinteraktif antara model pembelajaran dan motivasi belajar tehadap prestasi belajar fisikadengan nilai F=12,206 dengan taraf signifikansi 0,001 (p<0,05), (4) terdapat perbedaanprestasi belajar fisika antara kelompok PBL dengan kelompok konvensional pada siswayang motivasi belajarnya tinggi dengan nilai F = 56,211, taraf signifikansi 0,001; (5)terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara kelompok PBL dengan kelompokkonvensional pada siswa yang motivasi belajarnya rendah dengan nilai F = 4,916, tarafsignifikansi 0, 033. Berdasarkan temuan tersebut model pembelajaran berbasis masalah merupakansalah satu model pembelajaran yang memberikan pengaruh positif terhadap peningkatanprestasi belajar fisika terutama bagi siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi.Kreativitas siswa meningkat, karena penyampaian masalah secara terbuka dan siswabertanggung jawab terhadap pemecahan masalahnya sendiri melalui penemuan danpercobaan.Kata Kunci: Konstruktivisme, model problem based learning, prestasi belajar dan motivasibelajar.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTIMEDIA MEMPERBAIKI POROS PENGGERAK RODA UNTUK KELAS XI TEKNIK OTOMOTIF SMK NEGER 1 NUSA PENIDA ., KETUT WIDISILA; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Drs. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.713 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v4i1.1076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar multimedia untuk memperbaiki poros penggerak roda dalam proses pembelajaran kooperatif, sebagai media komunikasi dan guna meningkatkan tingkat penguasaan materi siswa, dengan mengkaji pemanfaatan bahan ajar multimedia dalam proses pembelajaran kooperatif sebagai sebuah sistem teknologi terpadu dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan ini adalah metode penelitian pengembangan, dengan desain pengembangan yang dipilih adalah menggunakan Model Dick & Carey. Produk yang dihasilkan berupa sebuah perangkat lunak, yang dilengkapi dengan metode Software Development Live Cycle (SDLC) dengan Waterfall-bassed Model. Hasil tanggapan siswa untuk uji coba dilapangan memperlihatkan bahwa siswa memberikan tanggapan baik sekali 78%, baik 22%. Hasil rata-rata skor seluruh responden, yaitu 64,45 yang terletak pada rentang nilai baik sekali. Untuk melihat tingkat keefektifan dari hasil pengembangan ini dilakukan pra eksperimen tanpa kelompok kontrol. Pretest dan posttest dilaksanakan terhadap kompetensi. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil signifikan dengan taraf signifikansi 5%.Kata Kunci : pengembangan produk, multimedia interaktif, dan hasil belajar, kemampuan posedural This present study aims to develope a multimedia instruction material in cooperative learning process, as the communication media as well as improving students?mastery of the material, through the analysis of the implementation of multimedia in cooperative learning process as a technology of cooperative learning system. There would be an implementation of Dick & Carey?s Model. The product of this research and development is a software, supported by Software Development Live Cycle (SDLC) method and Waterfall-bassed Model. As result, the response of the student regarding to he software field trial showed that the they gave very good response in the amount of 78 %, good 22. Based on the above results, it would be concluded that there was a significant difference in case of students? material mastery, before and after the treatment of Service For the reason of measuring the effctivenes level of the development research, researcher conducted pre-experiment without controlling group, pretest and post-test which were conducted regarding to basic competences. The t-test result showed that significance having amount 0,05. keyword : product development, multimedia interactive, learning achievement and procedural competence
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR CETAK MEMPERRGUNAKAN MODEL HANNAFIN & PECK DALAM MATA PELAJARAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ., I MADE SURYANA; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Drs. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.861 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v4i1.1088

Abstract

Ketersediaan bahan ajar Rencana Anggaran Biaya yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa jurusan Tehnik Bangunan merupakan salah satu persoalan yang urgen bagi sekolah kejuruan di Indonesia. Oleh karena itu dipandang perlu untuk mengembangkan bahan ajar itu sebagai bagian integral dari pengembangan mata pelajaran Rencana Anggaran Biaya di SMK dan peningkatan keterampilan berwirausaha di kalangan siswa. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan mengadaptasi model pengembangan Hannafin & Peck yang merupakan salah satu model desain pebelajaran sistematik yang terdiri dari tiga fase, yaitu fase analisis keperluan, fase desain, dan fase pengembangan dan implementasi. Hasil uji coba produk menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dapat meningkatkan kesiapan belajar siswa dan rujukan guru untuk mengembangkan materi pelajaran. Kata Kunci : bahan ajar, kesiapan belajar, kinerja pembelajaran The availability of budget plan instructional materials in accordance with the characteristics and needs of students majoring in construction engineering is one of the urgent issues for vocational schools in Indonesia. Therefore, it is necessary to develop the teaching materials as an integral part of the development of the Budget Plan subjects in SMK and entrepreneurship skills improvement among students. This study is development research, by adapting the Hannafin & Peck model development, which is one of the systematic instructional design model, which is consisting of three phases: Purposes Analysis; Design Phase; and Development and Implementation Phase. The test results showed that the teaching products developed enhance the student's learning readiness and referral teachers to develop learning materialskeyword : Instructional material, student's learning readiness, learning performance
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN BAKAT KINESTETIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING BOLA VOLLY PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BUSUNGBIU ., I KETUT AGUS ARTHA; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.265 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v5i1.1287

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif dan bakat kinestetik terhadap prestasi belajar teknik dasar passing bola volly. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Busungbiu tahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah siswa 240 orang. Sampel kelas diambil dengan cara simple random sampling. Jumlah sampel adalah 4 kelas yang terdiri dari 145 siswa. Data dikumpulkan dengan angket dan tes prestasi belajar yang berbentuk lembar observasi. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis kovarians (ANACOVA) faktorial 2x2. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar teknik dasar passing bola volly antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Group Investigation (GI) dan model pembelajaran Student Teams Achievement Devision (STAD), (F=15,803;p
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN ANIMASI STOP MOTION UNTUK SISWA SMK ., MADE AGUS SURYADARMA PRIHANTANA; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.556 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v4i1.1394

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk pembelajaran berupa bahan ajar interaktif berbasis pendidikan karakter untuk siswa kelas XI semester genap mata pelajaran animasi stop motion di SMK TI Bali Global Denpasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development). Metode pengembangan model pembelajaran yang digunakan adalah Component Display Theory (CDT). Sedangkan metodologi pengembangan produk mempergunakan model Multimedia Pathways. Tahapan-tahapan dari model ini terdiri dari, 1) inisiasi, 2) spesifikasi, 3) desain, 4) produksi, 5) review & evaluasi, dan 6) delivery & implementasi. Aspek pendidikan karakter merujuk pada 10 pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu, (1) cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, (2) kemandirian dan tanggung jawab, (3) kejujuran/amanah, (4) diplomatis, (5) hormat dan santun, (6) dermawan, (7) percaya diri dan pekerja keras, (8) kepemimpinan dan keadilan, (9) baik dan rendah hati, (10) toleransi, kedamaian, dan kesatuan. Upaya penanaman nilai karakter melalui bahan ajar didukung dengan implementasi model self regulated learning (SLR). Teknik evaluasi bahan ajar interaktif sampai pada tahap evaluasi formatif. Jumlah responden yang me-review bahan ajar adalah satu orang ahli isi, satu orang ahli media isi, satu orang ahli media komputer, satu orang ahli desain pembelajaran, tiga siswa dalam uji perorangan, 12 siswa dalam uji kelompok kecil, 20 siswa dalam uji lapangan, dan seorang guru mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner dan tes hasil belajar. Data pretest dan posttest dianalisis menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas bahan ajar ditinjau dari: (1) aspek isi adalah baik. (2) Aspek media isi adalah sangat baik. (2) Aspek media komputer dan desain pembelajaran adalah sangat baik. (3) Aspek uji perorangan, kelompok kecil, lapangan, dan guru mata pelajaran adalah sangat baik. Hasil analisis karakter siswa menunjukkan kualitas karakter bergerak dari kualifikasi baik menuju sangat baik. Uji perbedaan (uji-t) skor-skor pretest dan posttest menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah belajar menggunakan bahan ajar interaktif berbasis pendidikan karakter. Ini artinya bahan ajar interaktif meningkatkan hasil belajar dan kualitas karakter siswa. Kata Kunci : bahan ajar interaktif, pendidikan karakter, animasi stop motion, hasil belajar siswa This research has a purpose to develop learning product in the form of interactive learning materials with character education based for IX grade students in second semester for Subject stop motion animation in SMK TI Bali Global Denpasar. This was a research and development research (R&D Reaserach). The method in developing learning materials was Component Display Theory (CDT). Whereas the methodology of developing product used model of Multimedia Pathways The steps of this model consisted of 1) initiation, 2) specification, 3) design, 4) production, 5) review and evaluation, and 6) the delivery and implementation. Aspects of character education referred to the 10 pillars of character that came from universal noble values, namely, (1) the love of God and all His creation, (2) self-reliance and responsibility, (3) honesty/trust, (4) a diplomatic, (5) respectful and polite, (6) generous, (7) confident and hardworking, (8) leadership and fairness, (9) a good and humble, (10) tolerance, peace, and unity. Efforts to instill character values, through teaching materials supported by the implementation model of self-regulated learning (SLR). The technique in evaluating learning materials was done until formative evaluation step. Total respondents who had reviewed learning material were an expert in content, an expert in media content, an expert in computer media, an expert in designing learning, three students in self evaluation, 12 students in small group evaluation, 20 students in field evaluation, and a subject related teacher. This research used one group pretest-postest design. The instruments of collecting data were questionnaire and result of learning evaluation. Data of pretest and posttest were analyzed by using T-Test The result of this research showed that the validity of learning material in terms of: (1) Content aspect was good (2) Media Content was very good (3) Computer media and learning design aspects were very good (4) aspects of Self evaluation, small group evaluation, field evaluation, and teacher of related subject were very good. Analysis results of students? character showed the character?s quality moved from good qualification into very good qualification Test of differences (T-Test), Scores of pretest and posttest showed that there were significant differences of student learning outcomes before and after learning which used interactive teaching materials for character education based. It means that interactive learning materials develop of the result and character?s quality of the students. keyword : Interactive Learning Materials, Character Education, Stop Motion Animation, student learning outcomes
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS BLOG PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI KELAS VII SMP NEGERI 1 SUKASADA aka Mahendra, I Gede J
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.006 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i1.287

Abstract

ABSTRAKPenelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produkberupa media pembelajaran menggunakan blog untuk siswa kelas VII di SMPNegeri 1 Sukasada.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan(research and development), dengan desain pengembangan yang dipilih adalahmenggunakan model pengembangan ADDIE. Langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut. (1) analysis, (2) design, (3) development, (4)implementation, dan (5) evaluation. Validasi produk pengembangan mencakup (1)uji ahli isi mata pelajaran, (2) uji ahli media pembelajaran, (3) uji ahli desainpembelajaran, (4) uji coba perorangan, (5) uji coba kelompok kecil, (6) uji cobakelompok besar, dan (7) uji coba kepada guru mata pelajaran.Hasil review dari ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran dan ahlimedia menyatakan bahwa media pembelajaran berbasis blog yang dikembangkansudah sesuai. Hasil validasi ahli isi mata pelajaran untuk media pembelajaranberbasis blog sebesar 71,67% berada pada kualifikasi baik. Hasil validasi ahlimedia pembelajaran untuk media pembelajaran berbasis blog sebesar 91,25%berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil validasi ahli desain pembelajaran untukdesain media pembelajaran berbasis blog sebesar 82% berada pada kualifikasisangat baik. Hasil uji coba lapangan pada uji coba perorangan untuk multimediapembelajaran mandiri sebesar 85,22% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasiluji coba kelompok kecil untuk multimedia pembelajaran mandiri sebesar 80,48%berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji coba lapangan untuk multimediapembelajaran mandiri sebesar 84,95% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasiluji coba guru untuk multimedia pembelajaran mandiri sebesar 82,5% berada padakualifikasi sangat baik.Kesimpulannya, berdasarkan penilaian beserta masukan ahli isipembelajaran, ahli media pembelajaran, dan ahli desain pembelajaran serta hasildari uji coba lapangan media pembelajaran berbasis blog sudah teruji kelayakan,keunggulan, dan dapat digunakan pada proses pembelajaran pada mata pelajaranteknologi informasi dan komunikasi kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada.Kata kunci: media pembelajaran, blog, teknologi informasi dan komunikasi.