cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Pengaruh Model Know Want Learned (KWL) Terhadap Keterampilan Membaca dan Menulis Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Abang ., KADEK WIRAWAN; ., PROF.DR. NASWAN SUHARSONO, M.Pd.; ., DR. I MADE KIRNA, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.408 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i1.2249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan keterampilan membaca dan keterampilan menulis secara bersama-sama diantara siswa yang mengikuti model Know Want Learned (KWL) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, perbedaan keterampilan membaca antara siswa yang mengikuti model Know Want Learned (KWL) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, dan perbedaan keterampilan menulis antara siswa yang mengikuti model Know Want Learned (KWL) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Populasi pada panelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Abang tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari lima kelas. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling dimana dua kelas digunakan sebagai sampel, satu kelas digunakan sebagai kelompok experimen dan satu kelas sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes keterampilan membaca dan tes keterampilan menulis. Data yang diperoleh dianalisis dengan MANCOVA dengan keterampilan membaca awal dan keterampilan menulis awal sebagai kovariat. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama ada perbedaan yang signifikan pada keterampilan membaca dan keterampilan menulis secara bersama-sama antara siswa yang mengikuti model Know Want Learned (KWL) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, kedua ada perbedaan yang signifikan pada keterampilan membaca antara siswa yang mengikuti model Know Want Learned (KWL) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, dan ketiga ada perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis antara siswa yang mengikuti model Know Want Learned (KWL) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung.Kata Kunci : Model Know Want Learned (KWL), Keterampilan Membaca, Keterampilan Menulis This study aimed at describing the difference in reading and writing skills simultaneously of the students who learned by Know Want Learned (KWL) model and those who learned by Direct Instruction model, the difference in reading skill of the students who learned by Know Want Learned (KWL) model and those who learned by Direct Instruction model, and the difference in writing skill of the students who learned by Know Want Learned (KWL) model and those who learned by Direct Instruction model. This is a quasi-experimental research with non-equivalent pretest-posttest control group designed. The population of the study was eighth grade students of SMP Negeri 3 Abang in the academic year of 2016/2017 consisting of five classes. The selection of the sample for this study was based on random sampling technique, two classes were selected as the sample, one class as the experimental group and the other was the control group. The data were collected by administering reading and writing test. The data were analyzed by using MANCOVA in which pre-students? reading and writing skills used as covariat. The hypothesis was tested at 5% level of significance. The results indicated that (1) there was a significant difference in reading and writing skills simultaneously of the students who learned by Know Want Learned (KWL) model and those who learned by Direct Instruction model, (2) there was a significant difference in reading skill of the students who learned by Know Want Learned (KWL) model and those learned who by Direct Instruction model, and (3) there was a significant difference in writing skill of the students who learned by Know Want Learned (KWL) model and those who learned by Direct Instruction model.keyword : Know Want Learned (KWL) Model, Reading Skill, Writing Skill
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 7E DAN KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SAINS SISWA DI SMP Rusmayani, Putu Eka
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.299

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancanganNonequivalence Pretest-Posttest Control Group Design. Desain penelitian adalah?quasi experimental versi factorial 2×2 model Aptitude Treament Interaction(ATI). Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis pengaruh model belajar dankemampuan berpikir formal terhadap pemahaman konsep, dan kemampuanpemecahan masalah sains.Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Nusa Penida padatahun pelajaran 2011/2012 (kecuali kelas VIIIA). Sampel penelitian adalah kelasVIIIC, VIIID, VIIIG sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIB,VIIIE, VIIIF,sebagai kelas kontrol, yang dipilih berdasarkan pengundian kelas. Variabelpenelitian adalah: (1) variabel bebas yaitu model belajar (model siklus belajar 7Edan model konvensional), dan kemampuan berpikir formal (kemampuan berpikirformal tinggi dan kemampuan berpikir formal rendah). (2) variabel terikat adalahpemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah sains. Data penelitiandikumpulkan dengan: (1) tes kemampuan berpikir formal (r=0,871), (2) tespemahaman konsep (r=0,821), dan (3) kemampuan pemecahan masalah sains(0,761). Data dianalisis secara deskriptif dan analisis multi kovarian(MANCOVA) faktorial 2?2. Pengujiaan hipotesis dilakukan pada tarafsignifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yangsignifikan pemahaman konsep (FA1=15,032; p<0,05) dan kemampuan pemecahanmasalah sains (FA2=10,677; p<0,05) antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran siklus belajar 7E dan siswa yang mengikuti pembelajarankonvensional. (2) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep(FB1=6,499; p<0,05) dan kemampuan pemecahan masalah sains (FB2=5,497;p<0,05) antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir formal tinggi dan siswayang memiliki kemampuan berpikir formal rendah. (3) terdapat pengaruh interaksiyang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir formalterhadap pemahaman konsep (FAB1=27,162; p<0,05) dan kemampuan pemecahanmasalah sains (FAB2=19,637; p<0,05)Berdasarkan temuan tersebut di atas, maka kesimpulannya adalah modelsiklus belajar 7E dan kemampuan berpikir formal berpengaruh secara signifikanterhadap pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah sains.Kata kunci: model pembelajaran, kemampuan berpikir formal, pemahamankonsep, dan kemampuan pemecahan masalah sains.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING SEPAK BOLA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANGLI ., MADE ARDY KUSUMA WARDANA; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I MADE TEGEH, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.382 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2255

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perbedaan aktivitas belajar dan prestasi belajar teknik dasar passing sepak bola antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen pretest- posttest control group design. Penelitian ini menggunakan teknik group random sampling serta teknik analisis deskriptif dan analisis multivariat MANCOVA. Hasil penelitian diperoleh terdapat perbedaan aktivitas dan prestasi belajar secara bersama-sama antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan aktivitas belajar teknik dasar passing sepak bola antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Kecenderungan aktifitas belajar siswa kelompok NHT Kooperatif dapat dikategorikan tinggi. Kecenderungan aktifitas belajar siswa kelompok control dapat dikategorikan cukup. Terdapat perbedaan prestasi belajar teknik dasar passing sepak bola antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Kecenderungan prestasi belajar siswa kelompok NHT kooperatif dapat dikategorikan tinggi. Kecenderungan prestasi belajar siswa kelompok konvensional dapat dikategorikan cukup.Kata Kunci : model pembelajarankooperatif tipeNHT, aktivitas belajar, prestasi belajar, teknik dasar passing sepak bola. The purpose of this study is to describe differences in learning activities and achievements learned the basic techniques of passing football between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. This research uses experimental design pretest-posttest control group design. This research uses random sampling techniques and engineering group descriptive analysis and multivariate analysis MANCOVA. The results were obtained there are differences in activity and learning achievement together between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. There are differences in the activity of learning the basic techniques of passing football between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. The tendency of students' learning activities NHT cooperative group can be categorized as high. The tendency of student learning activities can be categorized enough control group. There are differences in learning achievement of the basic techniques of passing football between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. The tendency of student achievement NHT cooperative groups can be categorized as high. The tendency of student achievement can be considered quite conventional group.keyword : cooperative learning model NHT, the basic techniques of passing football.
Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Kontekstual Membaca Pemahaman Bermuatan Nilai-Nilai Karakter Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas IX Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 SMPN 2 Kubu ., NI KETUT UTAMI HANDAYANI; ., PROF.DR. NASWAN SUHARSONO, M.Pd.; ., DR. I MADE TEGEH, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jtpi.v8i2.2271

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan suplemen bahan ajar Bahasa Inggris membaca pemahaman yang kontekstual dan berkarakter sesuai model pembelajaran REACT yang memenuhi kelayakan bagi siswa kelas IX SMP. Metode penelitian menggunakan model pengembangan Borg and Gall (1989). Uji validasi dilaksanakan melalui uji ahli, uji perorangan, uji teman sejawat, dan uji kelompok kecil sedangkan uji efektifitas produk melalui pre-tes dan post-test. Data uji oleh ahli isi/desain dan media, perorangan, teman sejawat, dan tanggapan kelompok kecil dikumpulkan melalui angket, sedangkan hasil uji efektivitas penerapan dikumpulkan melalui test. Hasil-hasil uji dianalisis melalui statistik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data hasil uji yang dikumpulkan melalui angket dianalisis menggunakan persentase dan hasilnya dikonversikan dengan tabel kualifikasi. Sedangkan hasil uji efektivitas penerapan, pretest dan post-test dianalisis menggunakan uji-t dan hasilnya dibandingkan dengan hipotesis. Hasil penelitian terhadap pengembangan produk menunjukkan bahwa hasil uji validasi ahli pembelajaran terhadap isi sebesar 92,00% dengan kualifikasi hampir sempurna dengan perbaikan sangat ringan, hasil validasi ahli desain sebesar 92,00% dan hasil validasi ahli media sebesar 88,00% dengan kualifikasi sangat baik perlu revisi ringan, hasil validasi perorangan terhadap produk sebesar 92,22%, hasil validasi/uji teman sejawat sebesar 93,33%, hasil validasi kelompok kecil sebesar 92,20%, dan dari hasil pre-test dan post-test diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 66,75 dan 80,87. Uji efektivitas penerapan dilakukan melalui uji-t terhadap hasil pretest dan post-test. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima, yaitu terdapat perbedaan signifikan antara hasil test sebelum dan sesudah penerapan bahan ajar yang dikembangkan. Dapat disimpulkan bahwa suplemen bahan ajar membaca pemahaman Bahasa Inggris kontekstual berkarakter untuk kelas IX semester 1 layak untuk dipergunakan. Kata Kunci : bahan ajar, pembelajaran kontekstual, membaca pemahaman, pendidikan berbasis karakter This research was aimed at developing contextual English reading (comprehension) supplement for the ninth graders of SMP semester 1 by the implementation of REACT model of learning in the academic year 2016/2017. Product validation included experts validation, individual validation from the students, teachers validation, and classical validation, while the effectiveness of the product was done through the analysis of the pre-test and post-test. Data of evaluation were collected through questionaires distribution, and tests. The result of evaluation was analyzed through descriptive qualitative and quantitative technique. The data from questioners were analyzed in percentage, meanwhile, the data of the pre-test and post-test was analyzed using t-test. The t-test result was compared to the hypothesis. The result of validation form showed that the supplement was in a proper quality. The expert validation about the content and instructional design reached to 92% and media validation reached to 88%. They are categorized into nearly perfect and very good. In a line with this, the result of the t-test showed that there were a significant difference between pre-test and post-test result. The average score for the pre-test was 66,75 while the average score for the post-test was 80,87. It means the alternative hypothesis was accepted. Overall, the supplement product met the proper qualification to be used in the real practical classroom activity. keyword : learning material, contextual learning, reading comprehension, character-based education
PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING BERBASIS SELF REGULATED LEARNING UNTUK MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA Arya, Gede Satya Narendra
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.922 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v9i1.2888

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja yaitu masih kurangnya media pembelajaran yang digunakan dan hasil belajar IPS siswa kelas VIII yang banyak belum tuntas. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan e-learning pada mata pelajaran IPS, (2) Untuk mendeskripsikan review ahli isi, review ahli desain, review ahli media terhadap pengembangan konten e-learning berbasis self regulated learning pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Laboratorium undiksha (3) Untuk mendeskripsikan uji perorangan, review uji kelompok kecil, review uji coba lapangan tentang pengembangan konten e-learning berbasis self regulated learning pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Laboratorium undiksha, (4) Untuk mendeskripsikan efektifitas produk e-learning berbasis self regulated learning pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Laboratorium undiksha. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan model pengembangan yang digunakan adalah model Luther. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan tes tertulis. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Rancang bangun e-learning mata pelajaran IPS dengan model Luther meliputi enam tahapan. (2) E-learning mata pelajaran IPS yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan konten e-learning berpredikat baik (88%), (b) hasil review ahli e-learning menunjukkan produk berpredikat cukup baik (70%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan konten e-learning berpredikat baik (80%), (d) hasil uji coba perorangan dengan klasifikasi baik, uji coba kelompok kecil dengan klasifikasi sangat baik dan uji coba lapangan menunjukkan e-learning berpredikat  baik (88,66%), (91,7%) dan (87,33%). Efektivitas penggunaan konten e-learning berbasis SRL menunjukkan bahwa terdapatnya perbedaan yang signifikan dalam penerapan konten elearning berbasis SRL terhadap hasil belajar IPS. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik sebelum belajar dengan bahan ajar konten e-learning berbasis SRL dan setelah belajar dengan bahan ajar konten e-learning berbasis SRL. Hasil belajar berdasarkan pencapaian nilai rata-rata posttest (M= 88,60) (SD=5.376) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest kategori rendah (M=48,00) (SD=8.250). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten e-learning berbasis SRL mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
Pengembangan konten Dynamic E-Learning berstrategi Flipped Classroom pada mata pelajaran Simulasi Digital Kelas X di SMKN 2 Singaraja. ., I PUTU DALBO MANIK KRISHNA; ., Dr. KETUT AGUSTINI, S.Si, M.Si.; ., DR. I MADE TEGEH, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.682 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2607

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya prestasi belajar yang disebabkan oleh terbatasnya waktu belajar yang dimiliki disekolah terutama pada saat praktik. Maka dari itu, pada penelitian ini dikembangkan e-learning sebagai solusi untuk permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan e-learning, 2) mendeskripsikan hasil validasi e-learning yang dikembangkan berdasarkan review para ahli dan uji coba produk, 3) menguji efektivitas e-learning yang dikembangkan terhadap hasil belajar simulasi digital siswa kelas X di SMK Negeri 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Hanafin & Peck dengan strategi pembelajaran Flipped Classroom. Prosedur pengembangan mengacu pada model yang dipilih. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, kuesioner/angket, dan tes objektif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah 1) terdapat tiga fase rancang bangun konten Dynamic e-learning berstrategi Flipped Classroom a) fase analisis kebutuhan, mata pelajaran yang dipilih adalah mata pelajaran simulasi digital, masalah dapat diidentifikasi yaitu rendahnya prestasi belajar simulasi digital terutama dalam nilai praktik. b) fase desain, dokumen yang dihasilkan dalam tahap ini ialah dokumen flow chart dan story board c) fase pengembangan dan implementasi, penentuan konsep e-learning dan melakukan uji ahli dan uji coba pengguna; 2) validitas e-learning menurut review ahli isi mata pelajaran diperoleh 93% dengan kualifikasi sangat baik, review ahli e-learning diperoleh 83% dengan kualifikasi baik, review ahli desain pembelajaran diperoleh 86% dengan kualifikasi baik, uji coba perorangan diperoleh 88,66% dengan kualifikasi baik, uji coba kelompok kecil diperoleh 89,5% dengan kualifikasi baik, dan uji coba lapangan diperoleh 86,1% dengan kualifikasi baik; 3) efektivitas e-learning menunjukan nilai rata-rata skor pretest didapatkan sebesar 55,83 posttest sebesar 89,17 dan nilai sig=0,001. Dengan demikian nilai sig 0,001< 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum menggunakan konten Dynamic e-learning berstrategi Flipped Classroom dan setelah menggunakan konten Dynamic e-learning berstrategi Flipped Classroom pada mata pelajaran simulasi digital siswa kelas X di SMKN 2 Singaraja.Kata Kunci : pengembangan, e-learning, flipped classroom This research was conducted because of the low learning achievement caused by the limited time of study which is owned in school especially at the time of practice. Therefore, in this study developed e-learning as a solution to the problem. This research aimed to : 1. Describe the design of e-learning development, 2. Describe The results of e-learning validation developed based on expert reviews and product exsperiment, 3. Tested the effectiveness of e-learning developed against the digital student simulation learning result of class X SMKN Negeri 2 Singaraja. This type of research is a development research using the model of developing hanafin & peck with flipped classroom learning strategy. The development procedure refers to the selected model. The data were collected by interview method, questionnaire and test. The data collection instrument uses interview guides, questionnaires, and objective tests. The data analysis used is descriptive qualitative, descriptive quantitative, and inferential statistics. The results of this study are 1) there are three phases of dynamic e-learning content design with flipped classroom strategy a) Needs analysis phase, selected subjects are digital simulation subjects, the problem can be identified that is the low learning achievement of digital simulation especially in practice value, b) design phase, the documents generated in this phase are the flow chart and story board documents, c) the development and implementation phases, the determination of e-learning concepts and expert test and user trials; 2) the validity of e-learning according to expert review of the content of subjects obtained 93% with excellent qualification, review of e-learning expert obtained 83% with good qualification, review of learning design expert obtained 86% with good qualification, individual test obtained 88,66% with good qualification, small group trials obtained 89.5% with good qualifications, and field trials obtained 86.1% with good qualifications; 3) e-learning effectiveness shows the average score of pretest score is 55,83 posttest equal to 89,71 and value of sig = 0,001. Thus sig value 0.001
PENGEMBANGAN BUKU TEKS BAHASA INGGRIS KONTEKSTUAL SEBAGAI USAHA MENCIPTAKAN SITUASI BELAJAR AKTIF BAGI SISWA KELAS VII SMP ., I NENGAH SANTOSA; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.04 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v4i1.1085

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa buku teks bahasa Inggris kontekstual untuk peserta didik kelas VII SMP sebagai upaya menciptakan situasi belajar aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development), dari Borg dan Gall (1989). Langkah-langkah pengembangannya terdiri dari; 1) research and information collection, 2) planning, 3) develop preliminary product, 4) preliminary field testing, 5) main product revision, 6) main field testing, 7) operational product revision, 8) operational field testing, 9) final product revision, 10) desemination and implementation. Strategi pembelajaran yang digunakan dalam buku teks yang dikembangkan adalah strategi pembelajaran kontekstual yang bersumber dari teori belajar kognitif dari Piaget yang awalnya dikembangkan oleh Cord (2010) dengan menggabungkan 5 strategi belajar yang membentuk akronim REACT (relating, experiencing, applying, cooperating, transferring) Dalam penelitian ini kelima strategi tersebut dikembangkan menjadi 7 strategi dan membentuk akronim REACTOR;.O untuk organizing dan R untuk re-inforcing Hasil review dari ahli isi dan desain pembelajaran menyatakan bahwa buku teks bahasa inggris kontekstual yang dikembangkan telah memiliki kriteria yang baik. Hasil review ahli media pembelajaran menyatakan bahwa buku teks yang dikembangkan sudah sesuai dengan sasaran pembelajaran. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji siswa kelompok kecil dan uji coba kelas memperlihatkan bahwa produk yang dikembangkan telah memiliki kualifikasi yang baik dan layak digunakan. . Hasil analisa uji-t atas pencapaian siswa pada pre-tes dan post-tes sebelum dan sesudah penerapan produk yang dikembangkan membuktikan bahwa ada peningkatan nilai yang signifikan dengan selisih 3,0 (57,6%) dari rata-rata nilai pre-tes sebesar 5,2 dengan rata-rata nilai post-tes sebesar 8,2. Hasil observasi kelas terhadap penggunaan produk yang dikembangkan menunjukkan situasi belajar aktif, kreatif, dan menyenangkan, KBM berpusat pada siswa, siswa terlibat dalam proses pembelajaran, mencoba, menemukan sendiri, praktik-praktik ketrampilan berbahasa, serta mempresentasikan hasil kerjanya, sendiri, berpasangan atau berkelompok. Dari hasil beberapa uji coba dan observasi kelas terhadap penggunaan produk yang dikembangkan maka dapat disimpulkan bahwa produk buku teks yang dikembangkan dapat menciptakan situasi belajar aktif dan meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci : buku teks kontekstual, bahasa inggris, belajar aktif This development research aimed at developing contextual English text book for the seventh grade students in SMP as an effort to create an active learning situation. The research method used was research and development by Borg dan Gall (1989). The steps of it consisted of, 1) research and information collection; 2) planning; 3) develop preliminary product; 4) preliminary field testing; 5) main product revision; 6) main field testing; 7) operational product revision; 8) operational field testing 9) final product revision; 10) desemination and implementation. The strategies used in the textbook develoved based on the theory of coghnitive learning from Piaget which at first develoved by Cord by combining 5 learning strategies which formed the acronym REACT (relating, experiencing, applying, cooperating, transferring). In this research those five strategies developed into 7 and formed the acronym REACTOR. O for organizing and R for re-inforcing The judgment of content and design expert showed that the development of contextual English text book had got a good criterion. The judgment of learning media expert showed that the development of contextual English text book had been in line with the learning objectives.. The result of small group and class implementation showed that the development of the contextual English text book had got good qualification and practically used. The analysed t-test of students? achievement on pre-test and post-test before and after treated with the contextual English text book developed proofed that there was a significant progress on students`score with the difference 3,0 (57,6%) from the mean of pre-test score as much as 5,2 with the mean of post-test score as much as 8,2. The result of class observation on the implementation of product developed showed that the learning situation was active, creative and attractive. Learning activities centered on students, students involved in learning process: to try, to find out, to practice the language skill and to present their works individually, inpairs or in group. Based on the result of testings and the observation of the product application, it could be concluded that the product developed could create an active learning situation and could increase the students`learning achievement. keyword : contextual text book, English, active learning
Pengembangan E-Learning Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bahasa Inggris Di Undiksha Erawati Dewi, Luh Joni
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jtpi.v1i1.174

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk pembelajaran berupa e-learning untuk perkuliahan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Bahasa Inggris di Undiksha.  Produk e-learning ini akan dipadukan dengan pembelajaran tatap muka di kelas. Metode pengembangan e-learning ini didasarkan pada model desain pembelajaran  Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). Pengembangan e-learning ini didasari oleh perspektif belajar humanisme, di mana pebelajar/mahasiswa yang aktif dan dosen berfungsi sebagai fasilitator. Dengan e-learning ini mahasiswa menentukan sendiri waktu dan tempat untuk melaksanakan pembelajarannya (student centered). Pengujian terhadap produk e-learning ini dilakukan dengan melibatkan para ahli yaitu ahli isi, ahli desain dan ahli media pembelajaran dengan perolehan skor masing-masing 67.31%, 85.19%, dan 82.81%.  Berdasarkan skor tersebut, e-learning diperbaiki, yaitu dari segi konten. Pengujian juga dilakukan terhadap mahasiswa dalam uji perorangan dan kelompok dengan perolehan skor masing-masing 93.36% dan 85.38%. Hasil uji ahli dan uji terbatas mengindikasikan bahwa produk e-learning yang dihasilkan bisa diterima dan layak digunakan. E-learning ini diharapkan bisa dipadukan dengan pembelajaran tatap muka untuk perkuliahan MPK Bahasa Inggris di Undiksha. Pembelajaran tatap muka dan e-learning berpadu atau disebut pembelajaran campuran (blended learning) yang dihasilkan mempunyai fitur yaitu memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran, mendukung adanya komunikasi, menyediakan pesan yang konsisten dan up to date, meningkatkan pembelajaran mandiri, dan meningkatkan kinerja dosen dan mahasiswa.   Kata kunci: e-learning, ADDIE, pembelajaran, pengembangan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELASVI DENGAN PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA CD INTERAKTIF DILENGKAPI BAHASA ISYARAT DI SLB-B NEGERI SINGARAJA Cirtha, I Wayan
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.71 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i1.289

Abstract

ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini bertujuan:meningkatkan hasil belajar IPA siswa, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kontekstual berbantuan media CD interaktif dilengkapi bahasa isyarat. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SLB-B Negeri Singaraja tahun pelajaran 2011/2012 semester II yang berjumlah 4 orang. Objek penelitian ini adalah hasil belajar IPA, dan tanggapan siswa. Hasil belajar yang dimaksud adalah kemampuan yang mencakup aspek kognitif yang dikumpulkan dengan pemberian lembar kerja siswa (LKS), tugas-tugas (PR), kuis, dan tes hasil belajar akhir siklus. Data tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Data yang telah terkumpul tersebut, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan: nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu dari 74,50 dengan ketuntasan klasikal 50,0% pada siklus I menjadi sebesar 85,25 dengan ketuntasan klasikal 100% pada siklus II; dan  tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kontekstual berbantuan media CD interaktif dilengkapi bahasa isyarat dalam pembelajaran IPA adalah dengan skor rata-rata sebesar 84,78 dan berada pada kategori positif. Kata-kata kunci: model pembelajaran kontekstual, CD interaktif,  prestasi belajar
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN MODEL BORG AND GALL UNTUK PELAJARAN PRODUKTIF MENGGABUNGKAN FOTOGRAFI DIGITAL KE DALAM SAJIAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Kemahyasa, Ketut
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.8 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v1i2.295

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran multimediainteraktif di SMKN 3 Singaraja. Secara lebih operasional tujuan tersebut dirincisebagai berikut; (1) mendeskripsikan tanggapan ahli isi, ahli media, ahli desainpembelajaran, (2) mendeskripsikan tanggapan siswa perorangan dan kelompok kecil,(3) mendeskripsikan tanggapan guru pengampu mata pelajaran terhadap multimediainteraktif yang dikembangkan dan (4) menganalisis efektifitas media yangdikembangkan. Multimedia interaktif mencakup Standar KompetensiMenggabungkan Fotografi Digital ke Dalam Sajian Multimedia((MFDKSMM).Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan, Research andDevelopment (R & D), yang mengacu pada model Borg And Gall. Subyek coba padatahap ini dilakukan oleh seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli desainpembelajaran dan seorang ahli media pembelajaran, guru pengampu mata pelajaranbersangkutan dan siswa kompetensi keahlian Multimedia. Pengumpulan datadilakukan dengan kuisioner, data hasil pretest dan posttest dianalisis secara deskriptifdengan paired sample T test.Hasil review dari ahli isi dan ahli media menyatakan bahwa produk yangdikembangkan sudah sesuai. Hasil tanggapan ahli desain untuk uji ahli desainpembelajaran memperlihatkan bahwa ahli desain memberikan tanggapan baik denganpersentase 82,95%. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji siswa peroranganmemperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik. Hasilpersentase untuk uji siswa perorangan sebesar 92,22% terletak pada kualifikasi sangatbaik. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji kelompok kecil memperlihatkan bahwapeserta didik memberikan tanggapan sangat baik. Hasil persentase untuk ujikelompok kecil sebesar 88,33% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil tanggapanpendidik untuk uji lapangan memperlihatkan bahwa pendidik memberikan tanggapansangat baik dengan persentase 100%. Hasil tanggapan peserta didik untuk ujilapangan memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik.Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji lapangan sebesar 98,2% dengankualifikasi sangat baik. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t untukmembandingkan prestasi belajar sebelum dan sesudah menggunakan multimediainteraktif memberikan hasil Thitung= 0,001 lebih kecil dari 0,05. Ini berarti bahwapenggunaan Multimedia Interaktif pada mata pelajaran Produktif MFDKSMMdengan pembelajaran mandiri berpengaruh secara positif dan signifikan terhadaptingkat penguasaan pengetahuan faktual, konsep dan prosedural mata pelajaranproduktif menggabungkan fotografi digital ke dalam sajian multimedia.Kata kunci: pengembangan, multimedia interaktif, pelajaran produktif.