cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG BERBANTUAN PEMODELAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR RENANG ., I WAYAN SETAYA; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Drs. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa, serta mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran langsung berbantuan pemodelan pada pembelajaran renang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja. Obyek penelitian ini adalah motivasi, prestasi belajar, dan tanggapan siswa. Data hasil analisis deskriptif menunjukkan motivasi belajar siswa meningkat dari skor rata-rata 117,31 dengan kategori tinggi pada siklus I menjadi 123,67 dengan kategori sangat tinggi pada siklus II, sehingga mengalami kenaikan sebesar 6,36%; (2) prestasi belajar siswa meningkat dari skor rata-rata 85,28 pada siklus I menjadi 93,61 pada siklus II, sehingga mengalami peningkatan 8,3%; (3) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran langsung berbantuan pemodelan berada pada kategori sangat tinggi dengan skor rata-rata 123,5. Penerapan model pembelajaran langsung berbantuan pemodelan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja pada materi pembelajaran renang. Kata Kunci : Pembelajaran Langsung, Pemodelan, Prestasi Belajar The objectives of this classroom action research are to improve students’ motivation and achievement, and to describe students’ responses upon the implementation of direct instruction learning modell assisted modelling in swimming class. The subject of this research is the twelefth grade of Accounting Department students of SMK PGRI 1 Singaraja. The number of the subjects are 36 students. The objects of this research are motivation, students’ achievement, and students’ responses upon the implementation of direct instruction learning model assisted modelling. The obtained data were analyzed using descriptive statistic. The results of the analysis show: (1) there was an improvement of students’ motivation from 117.31 in average (high category) in cycle I became 123.67 in average in cycle II, therefore the improvement was 6.36%; (2) there was an improvement of students’ achievement from 85.28 in average in cycle I became 93.61 in cyle II, therefore the improvement was 8,3%; (3) the students’ responses upon the implementation of lirect instruction learning model assisted modelling in the level of very positive category. The implementation of direct instruction learning model assisted modelling can improve the twelefth grade of Accounting Department students’ motivation and achievement of SMK PGRI 1 Singaraja.keyword : Direct Instruction, Modelling, Achievement
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif TGT terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Berprestasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Semarapura Tahun Pelajaran 2012/2013 ., PUTU ENNY RUSMAWATI; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Drs. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif TGT terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Semarapura. Penelitian ini melibatkan 119 orang siswa sebagai subyek penelitian yang diambil dengan teknik random kelompok atau kelas. Data prestasi belajar diperoleh melalui tes prestasi belajar, sedangkan data motivasi berprestasi dikumpulkan melalui kuisioner motivasi berprestasi. Kedua instrumen telah divalidasi sebelum diberikan pada sampel penelitian. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANAVA Dua Jalur. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TGT dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Kedua, terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran kooperatif TGT dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika. Ketiga, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TGT dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi. Keempat, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TGT dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika. Perbedaan prestasi belajar yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif TGT lebih unggul daripada model pembelajaran langsung.Kata Kunci : prestasi belajar matematika, model pembelajaran kooperatif TGT, motivasi berprestasi This study aimed to determine the effect of cooperative learning TGT model on mathematics achievement of students in terms of achievement motivation. This research was conducted at SMP Negeri 2 Semarapura. The study involved 119 students as subjects taken by random grup technique. Data obtained through the achievement ability by achievement test, while data achievement motivation collected through questionnaires achievement motivation. Both instruments have been validated before it is given in the study sample. Furthermore, the data obtained were analyzed using ANOVA two lines. The results of this study are showed: First, there are differences in mathematics achievement between groups of students whose learning with cooperative learning TGT model and groups of students who are learning to direct instructional model. Second, there is an interactive effect between the cooperative learning TGT model and achievement motivation mathematics achievement. Third, there are differences in mathematics achievement between groups of students learning with cooperative learning TGT model and groups of students who are learning to direct instructional model on students with high achievement motivation. Fourth, there are differences in mathematics achievement between groups of students who learning with cooperative learning model TGT and groups of students who study with direct instructional model on students with low achievement motivation. From these results it can be concluded that the learning model is very influential on mathematics achievement. The resulting difference in mathematics achievement in this study indicate that cooperative learning TGT model is superior to direct instructional model.keyword : mathematics achievement, cooperative learning TGT model, motivation achievement.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Terhadap Keterampilan Menari Ditinjau Dari Minat Menari Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Semarapura Tahun Pelajaran 2012/2013 ., NI GUSTI AYU MADE MURNI MAHERDI; ., Prof. Dr. Sukadi, M.Pd, M.Ed.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis; (1) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan minat menari terhadap keterampilan menari siswa, (2) perbedaan keterampilan menari antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional, (3) perbedaan keterampilan menari keterampilan menari antara siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki minat menari tinggi, dan (4) perbedaan keterampilan menari keterampilan menari antara siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki minat menari rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan the posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Semarapura pada tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 177 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dalam penelitian ini berupa keterampilan menari siswa yang dikumpulkan dengan lembar observasi unjuk kerja keterampilan menari. Pengujian hipotesis menggunakan uji ANAVA dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap keterampilan menari siswa , (2) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menari kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional, (3) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menari kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional untuk kelompok siswa yang memiliki minat menari tinggi, dan (4) tidak terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menari kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional untuk kelompok siswa yang memiliki minat menari rendah. Kata Kunci : Model Pembelajaran kooperatif STAD, Keterampilan Menari, Minat Menari This study is aimed at analyzing ; (1) the effect of the interaction between the model of learning and the dancing interest toward dancing sill of the students, (2) the differences of dancing skills between groups of students who study with STAD cooperative learning model and conventional models, (3) the differences in dancing skills between students who are facilitated by STAD cooperative learning model and the students who were facilitated by conventional learning model in the group of students who have a high interest in dancing, and (4) the differences in dancing skills between students who are facilitated by STAD cooperative learning model and the students who were facilitated by conventional learning model in the group of students who have a lower interest in dancing. The study belongs to quasi-experimental research design with the posttest only nonequivalent control group design. The population of this study was the tenth grade students of SMA Negeri 2 Semarapura in the academic year 2012/2013, consisted of 177 students. The number of samples in this study were 64 students who were selected by simple random sampling technique. The data in this study are dancing skills of students who are gathered with observation sheet performance dancing skills. Hypothesis were analyzed by using two-ay ANOVA and followed by Tukeys test to test the comparative value pairs on average each treatment group. Results showed (1) there was interaction between the model of learning and interest in learning the dancing skills of students, (2) there was a significant difference between the group of dancing skills students who were facilitated by STAD cooperative learning model and the model conventional, (3) there were significant differences in dancing skills between the group of students who were facilitated with cooperative learning STAD model and conventional models for groups of students who have a high interest in dancing, and (4) there was no significant differences in dancing skills between the group of students who were facilitated with cooperative learning STAD model and conventional models for groups of students who have a lower interest in dancing.keyword : STAD Cooperative Learning Model, Dancing Skills, Interest Dancing
PENGARUH MODEL DAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR KEMAMPUAN DASAR SENAM LANTAI PADA MAHASISWA JURUSAN PENJASKESREK FOK UNDIKSHA* ., KADEK YOGI PARTA LESMANA; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menjelaskan perbedaan hasil belajar kemampuan dasar senam lantai yang signifikan antara model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) dengan model pembelajaran Student Teams-Achievement Devision (STAD). (2) menjelaskan perbedaan hasil belajar kemampuan dasar senam lantai antara mahasiswa yang belajar dengan media VCD dan media gambar. (3) menjelaskan pengaruh interaktif antara model dan media pembelajaran terhadap hasil belajar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 6 kelas yang terdiri dari 156 mahasiswa. Sampel diambil 4 kelas dengan cara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan dianalisis dengan ANACOVA faktorial 2×2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat perbedaan hasil belajar kemampuan dasar senam lantai yang signifikan antara model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) dengan model pembelajaran Student Teams-Achievement Devision (STAD) (F = 64.805; p
IMPLEMENTASI METODE PICTURE AND PICTURE UTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS CERITA BAGI SISWA KELAS VI SLB NEGERI KLUNGKUNG ., SUBARONO PRI HARTOYO; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita bagi siswa kelas VI SLB B Negeri Klungkung pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini diadakan karena berdasarkan obsevasi awal ditemukan bahwa siswa memiliki kemampuan yang sangat kurang dalam menulis cerita pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Methode penelitian yang dipergunakan dalam pelaksanaan ini adalah penelitian tindakan kelas dan terdiri dari dua siklus yakni siklus I dan siklus II. Dalam setiap siklus tersebut terdiri atas empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan tahap refleksi. Subyek dari penelitian adalah siswa kelas VI SLB B Negeri Klungkung yang berjumlah 6 orang anak terdiri 2 orang anak laki-laki dan 4 orang anak perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan test obyektif, pekerjaan rumah, lembar observasi, juga wawancara. Pengolahan data dianalisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode picture and picture dalam menulis cerita pada pelajaran Bahasa Indonesia. Peningkatan nilai siswa dari siklus I dan siklus II mampu menunjukkan hasil seperti yang diharapkan dari pelaksanaan penelitian ini. Berdasarkan hasil wawancara antara guru peneliti dengan guru teman sejawat menunjukkan bahwa siswa sangat menyukai proses pembelajaran Bahasa Indonesia ditunjang dengan media gambar. Data yang dapat dikumpulkan selama pelaksanaan pretest pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 6.93 dengan ketuntasan klasikal sebesar 50.00. Hasil posttest yang dilakukan pada akhir siklus I sebesar 7.28 dengan ketuntasan klasikal sebesr 66.66 Pelaksanaan dari preetest siklus ke II menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.58 dan ketuntasan klasikal sebesar 100 Hasil posttest yang dilaksanakan pada akhir siklus ke II menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 7.66 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100.Kata Kunci : meningkatkan, kemampuan, menulis, cerita rekaan. This study aims to improve the ability to write story for the students of class VI SLB B State Klungkung on Indonesian Language. The research was conducted as based on initial observation found that the students have a very poor ability to write fiction in Indonesian Language Research method used in this implementation is a class act and research consisted of two cycles of the cycle I and cycle II. In every cycle consists of four stages: planning, implementation, observation and reflection phase. The subjects of the study were students of class VI SLB B Klungkung District totaling 6 children comprising 2 people boys and 4 girls. Data was collected using an objective test, homework, observation sheet, also interviews. Processing data were analyzed descriptively. The results showed that the implementation of the method in picture and picture writing story in Indonesian Language. The increase in student scores from the first cycle and the second cycle was able to show the results as expected from the implementation of this study. Based on the interviews between teachers and researchers with teacher colleagues showed that students liked learning sanagt Indonesian supported by media images. The data can be collected during the pretest on the first cycle shows the average value of 6.93 students with classical completeness of 50.00. Posttest results conducted at the end of the first cycle of 7.28 to 6.66 classical completeness. Implementation of preetest cycle II shows the average value of 7.58 and the student classical completeness of 100. Posttest results conducted at the end of the second cycle shows the average student of the classical completeness 7.66 at 100.keyword : boost, skills, writing fiction
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PKn KELAS XI SMA NEGERI 1 BANGLI ., I PUTU LIANATA; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc; ., Prof. Dr. Sukadi, M.Pd, M.Ed.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan aktivitas belajar dan prestasi belajar PKn antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen pretest- posttest control group design. Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling serta teknik analisis deskriptif dan analisis multivariat MANOVA. Hasil penelitian diperoleh kecenderungan aktifitas belajar siswa kelompok STAD Kooperatif dapat dikategorikan sedang. Kecenderungan aktifitas belajar siswa kelompok kontrol dapat dikategorikan sedang. Kecenderungan prestasi belajar siswa kelompok STAD kooperatif dapat dikategorikan baik. Kecenderungan prestasi belajar siswa kelompok konvensional dapat dikategorikan cukup baik. Terdapat perbedaan aktivitas dan prestasi belajar secara bersama-sama antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan aktivitas belajar PKn secara bersama-sama antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan prestasi belajar PKn antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe STAD, model pembelajaran konvensional, prestasi belajar, Aktivitas Belajar, PKn. The aim of this study was to find out differences in learning activities and learning achievement between the students who were learned with cooperative learning model of STAD type and conventional learning models. This study was used pretest-posttest control group design. Population in random. This study were used probability sampling technique and used descriptive analysis and MANOVA. The result of study showed there was a tendency of the student who was learning activity with the cooperative type STAD can be categorized as moderate. The tendency of learning acitivity of the control group students can be categorized as moderate. Tendency of the student achievement of STAD type cooperative groups can be categorized as good enough. Tendency of the student achievement of conventional groups can be categorized as good enough. There were differences in the activity and achievement learning simultaneously between the students who was studied with STAD type cooperative learning model and conventional learning models. There were differences in learning activity of PKn simultanoeusly between the students who was studied with STAD type cooperative learning model and conventional learning models. There were difference in achievement between the students who were learning of PKn with STAD type cooperative learning with conventional learning models.keyword : Cooperative learning of STAD type, conventional learning model, PKn.
PENGARUH PEMBELAJARAN SCAFFOLDING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS RECOUNT BERBAHASA INGGRIS DAN KREATIVITAS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 MANGGIS ., NI WAYAN SUTARMI; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) perbedaan keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris dan kreativitas antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar pembelajaran konvensional, (2) perbedaan keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan kemampuan kreativitas antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan the posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Manggis pada tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 160 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dalam penelitian ini berupa keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris dan kreativitas siswa yang dikumpulkan dengan lembar unjuk kerja keterampilan menulis dan kuisioner. Pengujian hipotesis menggunakan uji MANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris dan kreativitas antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar pembelajaran konvensional, (2) terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan pada kreativitas antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : pembelajaran scaffolding, keterampilan menulis, dan kreativitas siswa This study aimed at analyzing: (1) the differences between English writing skills of recount text and students’ creativity among the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, (2) the differences of English writing skills of recount text between the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, and (3) the differences of students’ creativity between the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional. The study used a quasi-experimental research design with only the posttest nonequivalent control group design. The population was eighth grade students of SMP Negeri 3 Manggis in the academic year of 2012/2013, consisting of 160 students. The number of samples in this study were 120 students selected by using simple random sampling technique. The data in this research were English writing skills of recount text and the students’creativity who were collected through the pieces of writing skills performance and questionnaire. Hypothesis testing using MANOVA, followed by LSD test to test the comparative value pairs on average each treatment group. The results showed: (1) there is a significant differences between English writing skills of recount text and the students’ creativity among the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, (2) there is a significant differences of English writing skills of recount text among the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, and (3) there is a significant differences in creativity between the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional.keyword : scaffolding, writing skill, creativity
PENGEMBANGAN MODUL IPA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK KELAS V SD NEGERI 2 SEMARAPURA TENGAH ., I GUSTI AYU RUSMIATI; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa modul IPA dengan pendekatan kontekstual untuk siswa kelas V semester 2 di SD Negeri 2 Semarapura Tengah yang teruji kelayakan dan keunggulannya untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPA. Metoda penelitian yang digunakan adalah metoda penelitian pengembangan(research and development), dengan desain pengembangan yang dipilih adalah menggunakan model pengembangan Santyasa. Hasil review dari ahli isi, media dan ahli desain menyatakan bahwa modul IPA kontekstual yang dikembangkan sudah valid. Sebanyak 30 siswa klas V SD N 2 Semarapura Tengah dijadikan sampel penelitian dalam uji lapangan terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar sebagai produk pengembangan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil t hitung (13,3718) lebih besar dari nilai t tabel (1,899) menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest dan posttest peserta didik. Nilai rata-rata posttest (81,67) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest (52,33).Kata Kunci : pengembangan, santyasa model, pendekatan kontekstual. This development research aimed at producing a science module using contextual approach for class V in semester 2 students of SD N 2 Semarapura Tengah in which the feasibility and advantages had been tested to improve learning achievements in learning Science. The research method used was the research and development method. The chosen of the design development was Santyasa model. The results of the expert review of content, media and design stated that science module using contextual approach had been developed accordingly. Thirty student cllas V of SD N 2 Semarapura Tengah be participated as samples in restricted field test. The results of research was shown that learning material product could improvement of student’s achievement.The results of calculations using the t-test, this shows that H0 is rejected and H1 accepted. It can be said that there were differences in the average value of study of students before and after learning. The average value after learning (mean) = 81,67, was higher than before the study (mean) = 52,33.keyword : development, santyasa model, contextual approach.
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN MOTIVASIBERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS VII SMPN 1 BANGLI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., NI NENGAH WIDIANI; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar keterampilan menulis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bangli. Rancangan eksperimen yang digunakan adalah the posttest-only control group design. Penelitian ini dilakukan di kelas kelas VII SMP Negeri 1 Bangli tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari 208 siswa. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Anava Dua Jalur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan prestasi belajar keterampilan menulis antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dimana kelompok STAD memperoleh prestasi lebih tinggi, (2) Terdapat perbedaaan prestasi belajar keterampilan menulis antara siswa yang memiliki motivasi tinggi dengan siswa yang memiliki prestasi rendah dimana siswa yang memiliki motivasi tinggi menunjukkan prestasi lebih tinggi, dan (3) Terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar keterampilan menulis siswa. Berdasarkan temuan-temuan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran tipe STAD terhadap prestasi belajar keterampilan menulis siswa dari motivasi berprestasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bangli.Kata Kunci : model pembelajaran tipe STAD, motivasi berprestasi, dan prestasi belajar keterampilan menulis The aim of this study was to know the effect of STAD type learning model to the writing skill learning achievement viewed by student’s achievement motivation in class VII SMP 1 Bangli in academic year 2012/2013. that consist of 208 students. The sample using simple random sampling and analyzed by two ways Anova. The results are: (1) there was difference of writing skill learning achievement between student following STAD type learning model with student following conventional learning, (2) there was difference of writing skill learning achievement between student possessing high achievement motivation with student possessing low achievement motivation, and (3) there was interactive effect between student possessing high achievement motivation and student possessing low achievement motivation to the writing skill learning achievement. Based on the finding above can be concluded that there is effect of STAD to the writing skill learning achievement viewed by student achievement motivation at SMP 1 Bangli keyword : STAD type Learning Model, Achievement motivation, and Writing Skill.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS PADA SISWA KELAS X MULTIMEDIA 3 SMK NEGERI 1 SUKASADA ., I GUSTI AYU SUDEWI; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Drs. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan siswa dan meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya melalui penerapan model pembelajaran berbasis projek pada mata pelajaran IPS di kelas X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini dilakukan dengan metode PTK dalam dua kali siklus tindakan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada yang berjumlah 19 orang, sedangkan fokus penelitiannya adalah pada penerapan model pembelajaran berbasis projek, tanggapan siswa, berpikir kritis, kendala pelaksanaan, dan upaya pemecahannya. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara mendalam, diskusi kelompok fokus, pencatatan dokumen, pemberian kuesioner, dan tes kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran IPS di kelas X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada menggunakan model pembelajaran berbasis projek dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Demikian pula tanggapan siswa terhadap pembelajaran adalah positif. Kata Kunci : Pembelajaran berbasis projek, tanggapan siswa, berpikir kritis. The study was conducted to find out the students’ responses and the improvement of their critical thinking skills by implementing project-based instructional model in the subject of social science at class X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada. To achieve the goal the study was made in a form of classroom action research in two different cycles. The subjects involved in this study were a total number of 19 students at class X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada, while the focus of the study were the implementation of project-based instructional model, students’ responses, critical thinking, problems of implementation, and attempts to get solutions. The data were collected by using observation, deep interview, focus group discussion, document recording, questionnaires, and test of critical thinking skill. The data were analysed both quantitative and qualitatively. The results indicated that the instructional activities of the social studies subject conducted in the classroom at class X MM3 SMK Negeri 1 Sukasada was based on project-based instructional model could improve the students’ critical thinking skills. As well their responses towards the model of instruction was found positive.keyword : project-based instruction, the students’ responses, critical thinking skills.

Page 4 of 16 | Total Record : 157