cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19783833     EISSN : 24426725     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT ANDALAS (JKMA) menerbitkan artikel penelitian (research article), artikel telaah/studi literatur (review article/literature review), laporan kasus (case report) dan artikel konsep atau kebijakan (concept/policy article), di semua bidang ilmu kesehatan masyarakat yang meliputi: Epidemiologi Biostatistik Kesehatan Lingkungan Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Administrasi & Kebijakan Kesehatan Gizi Masyarakat Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kesehatan Reproduksi Sistem Informasi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 498 Documents
EPIDEMIOLOGI TERPADU AVIAN INFLUENZA (FLU BURUNG) BERBASIS TINDAKAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM RESPON PANDEMI INFLUENZA Denas Symond
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i1.41

Abstract

The term surveillance is used in two rather different ways. First, surveillance can mean the continuous security of the factors that determine the occurrence and distribution of disease and other conditions of ill health The second use of the term refers to a special reporting system which is set u for a particularly important health problem or disease, for example the spread of communicable diseases in an epidemic like Avian Influenza (AI) or ( H5N1 ). Such a surveillance system like AI aim to provide quickly information which can be analyzed to determine frequency and to answer like questions: who, where and when.AI epidemiological surveillance has a number of major steps: (I) to identify and confirm outbreaks to ensure that effective action to control the disease is being taken (2) to investigate diseases by clinics and laboratory (3) to investigate and confirm the cases (4) Data collection and public health consolidation (5) Data analysis (6) Feedback (7) Following step is taken . District health officer (DHO) and District veterinary officer (DVO) can use integrated AI surveillance epidemiological to collect such information to support the management and evaluation health activities to prevent community from AI disease. It can be concluded, DHO and DVO may participate together in and use local reporting and surveillance system to combat AI in community
PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH PADA PENJUAL MAKANAN JAJANAN DAN PENGUNJUNG WISATA DI PANTAI PADANG Yuniar Lestari; Nizwardi Azkha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i2.75

Abstract

Pantai Padang sebagai objek wisata merupakan wisata andalan Kota Padang sudah seharusnya memperhatikan daya tarik potensi pasar, kondisi lingkungan, tingkat pengelolaan makanan dan minuman, ketersediaan sarana dan prasarana, kemudahan air bersih serta toilet. Namun lokasi pantai ini telah dikotori oleh sampah-sampah yang berasal dari pedagang makanan dan minuman, serta sampah yang dibuang oleh pengunjung. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan potong lintang, dilaksanakan di Kawasan Pariwisata Pantai Kota Padang tahun 2009, dengan populasi adalah pedagang makanan ajanan dan pengunjung wisata denganjumlah sampel sebanyak 200 orang. Data dikumpulkan melalui data sekunder dan data primer dengan menggunakan kuisioner, kemudian dilakukan analisis chi square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkanbahwa 49,9% responden memilikitingkat pengetahuan rendah, 49% bersikap negatif dan 46% memiliki tindakan pengelolaan sampah yang kurang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan responden dengan tindakan pengelolaan sampah dan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan tindakan responden. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku penjual makanan jajanan dan pengunjung wisata masih perlu ditingkatkan, untuk itu diharapkan pada pemerintah daerah dapat meningkatkanpenyuluhan yang berhubungan dengan pengelolaan sampah di kawasan Pantai Padang dan memberikan sanksi kepada penjual maupun pengunjung yang tidak mau mematuhi peraturan yang berlaku.
IKLAN LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT Ice Yolanda Puri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v7i2.107

Abstract

Selain iklan dengan tujuan komersil, adajuga iklan yang tujuannya adalah untuk menyiarkan program-program pemerintah. Iklan jenis ini kita kenal dengan istilah iklan layanan masyarakat. Indonesia merupakan Negara dengan bentuk pemerintahannya adalah republik yang dipimpin oleh seorang presiden, didampingi oleh seorang wakii presiden dan dibantu oleh puluhan menteri yang mempunyai kementrian. Setiap kementrian mempunyai program kerja setiap tahun dengan tujuan untuk melayani masyarakat. Namun tak banyak program- program tersebut yang diketahui oleh masyarakat, karena tak banyak yang ditayangkan melalui iklan layanan masyarakat.
PERAN ZAT GIZI MAKRO TERHADAP KEJADIAN DEMENSIA PADA LANSIA Idral Purnakarya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v3i2.66

Abstract

From 2000 to 2004, deathsfrom dementia increased by 32. 8 percent. One of risk factors dementia was diet (macronutrient intakes). Several studies have shown significantly that a higher intake of carbohydrate and protein not only to improve the general health but also to improve cognitive function and memories. Elderly intake the most total fat and saturated fat had the highest risk of dementia.
OMEGA 3 Fivi Melva Diana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i2.98

Abstract

Di Indonesia terjadi masalah gizi ganda yaitu gizi kurang pada balita dan gizi lebih terjadi pada orang dewasa. Penyebab tingginya angka kejadian gizi ganda di Indonesia salah satunya diduga karena kelebihan dan kekurangan konsumsi makanan sumber omega 3, EPA, DHA yang secara alami terdapat pada ASI, ikan dan minyak ikan. Omega 3 merupakan asam lemak tak jenuh ganda yang mempunyai banyak manfaat dintaranya dapat mencegah CVD (Cardiovascular Disease) dan untuk optimal tumbuh-kembang anak jika dikonsumsi sesuai anjuran yang telah ditentukan. Tulisan ini membahas tentang defenisi omega 3, sumber, klasifikasi danmanfaat omega 3,EPADHA. Oleh sebab itu disarankan kepada semua orang baik balita maupun orang dewasa untuk lebih memperhatikan konsumsi makanan sumber omega 3,EPA,DHA sesuai anjuran agar tercapai derajat kesehatan yang optimal. Hal ini jika terlaksana denagan baik dapat memberikan dukungan terhadap program pemerintah di bidang promosi kesehatan.
TRANSMISSION ASSESSMENT SURVEY SEBAGAI SALAH SATU LANGKAH PENENTUAN ELIMINASI FILARIASIS Fauziah Elytha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v8i2.131

Abstract

Filariasis ( Penyakit Kaki Gajah) adalah penyakit menular yang mengenai saluran dan kelenjar limfe disebabkan oleh cacing filarial dan ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini bersifat kronis dan bila tidak diobati dapat menimbulkan cacat menetap, berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin pada perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga menjadi beban masyarakat. Data WHO menunjukkan bahwa didunia terdapat 1,3 miliar penduduk yang berada dinegara berisiko tertular filariasis, dan lebih dari 60 % negara-negara tersebut berada di Asia TenggaraDengan berbagai akibat tersebut, saat ini penyakit kaki gajah telah menjadi salah satu penyakit yang diprioritaskan untuk dieliminasi.Telah disusun rencana aksi Nasional yang sistematis untuk menanggulangi hal tersebut yaitu dengan menetapkan dua pilar kegiatan yang akan ditempuh yaitu Memutuskan mata rantai penularan dengan Pemberian Obat Massal Pencegahan Filariasis (POMP filariasis) di daerah en demis dengan menggunakan Diethyl Carbamazine (DEC)6 mg/kg berat badan yang dikombinasikan dengan albendazole 400 mg sekali setahun dan dilakukan minimal 5 tahun berturut turut . Setelah 5 tahun menjalani pengobatan masal filariasis maka dilakukan evaluasi microfilariadalam darah melalui survey darah jari (SDJ) dan Transmission Assesment Surveys(TAS)pada anak sekolah,sedangkan untuk kasus klinis dilakukan perawatan kasus akut maupun kasus klinis kronis.
BAGAIMANA AGAR PENDERITA TUBERKULOSIS TIDAK LOLOS? UPAYA DALAM PENINGKATAN CASE DETECTION RATE Rizanda Machmud
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v3i2.57

Abstract

Pertanyaan mendasar ini akan muncul, bila kita ingin memberantas TB di Indonesia. Beranjak dari pertanyaan ini, paling tidak kita bisa menguraikan simpul masalah tentang bagaimana langkah awal mengenali TB (detection & tracing) dalam tinjauan secara epidemiologi. Diharapkan langkah ini dapat menjaring penderita TB seluruhnya tanpa ada kehilangan satu jejakpun (missopportunity). Bila penderita TB telah terjaring dan diobati,tentunya dapat mengurangi angka kejadian Tuberkulosis di Indonesia.
MIXED METHOD RESEARCH Masrizal Masrizal
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i2.89

Abstract

Mixed Method Research adalah metode penelitian yang diaplikasikan bila peneliti memiliki pertanyaan yang perlu diuji dari segi outcomes dan prosesnya, serta menyangkut kombinasi antara metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian. Karena berfokus pada outcomes dan proses, maka desain MMR biasa digunakan dalam penelitian evaluasi program. Namun sekarang, MMR sudah sering digunakan untuk ilmu-ilmu sosial, seperti: konseling, psikologi social manajemen, dan pengorganisasian perilaku.
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DALAM KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSUD JENDERAL AHMAD YANI KOTA METRO TAHUN 2011 Sri Lestariningsih; Artha Budi Susila Duarsa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v8i1.121

Abstract

Masalah bayi berat lahir rendah (BBLR) sampai saat ini masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal. Preeklampsia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya pertumbuhan janin yang lambat, BBLR, dismaturitas dan prematuritas janin dan bahkan terjadi intra uterine fetal death (RJFD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubunganpreeklampsia dalam kehamilan dengan kejadian BBLR setelah mengontrol variabel anemia, usia ibu, jarak persalinan, paritas, pendidikan, pekerjaan, kehamilan prematur, dan riwayat abortus. Desain penelitian ini adalah Case Control dengan menggunakan data ibu yang melahirkan di RSUD Jenderal Ahmad Yani. Populasi adalah ibu yang melahirkan dalam kurun waktu tahun 2011. Sampel berjumlah 186 terdiri dari 93 kasus dan 93 kontrol. Penarikan sampel kelompok kontrol secara Systematic Random Sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square, sedangkan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara preeklampsia dengan kejadian BBLR (nilai p=0,000, OR=10,11), ibu hamil dengan preeklampsia kemungkinan berisiko 12,69 kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu hamil yang tidak preeclampsia setelah dikontrol variabel riwayat abortus, paritas, dan pendidikan ibu. Saran perlunya melaksanakan praktek antenatal yang bermanfaat: Sedikitnya harus 4 kali datang berkunjung dengan memperhatikan kelengkapan pelayanan antenatal dengan standar pelayanan"1 4T".
DIMENSI KEPUASAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN NIAT BERKUNJUNG KEMBALI DI LAYANAN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) SERANG TAHUN 2007 Lutfiah Lutfiah; Dian Ayubi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v3i1.48

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan adalah derajat atau tingkatan yang menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang disatu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pelanggannya. Pelanggan yang merasa puas akan melakukan kunjungan ulang untuk memperolehpelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dimensi kepuasan pasien dengan niat berkunjung kembali di Unit Rawat Jalan RSUD Sevang. Desain dalam penelitian ini adalah rancangan cross sectional, melalui pendekatan kuantitatif. Untuk mengukur kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan menggunakan metode SERVQUAL.Hasil penelitian yang dilaksanakan di pelayanan rawat jalan RSUD Serang ditemukan bahwa rerata skor kepuasan pasien yaitu 96.26 (skala 100). Seluruh dimensi kepuasan memiliki hubungan yang bermakna dengan niat berkunjung kembali. Dimensi kepuasan yang paling dominan berhubungan dengan niat berkunjung kembali adalah DimensiAssurance. Manajemen RSUD Serang sebaiknya melakukan konsolidasi atas kemampuan dan kecepatan petugas rumah sckit dalam melayani pasien mulai dari awal pasien datang sampai pulang serta mempunyai Standar Prosedur Operasional dalam melaksanakan kegiatan serta tindakan medis agar dapat bekerja secara efisien dan efektif.

Page 11 of 50 | Total Record : 498


Filter by Year

2006 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas More Issue