cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19783833     EISSN : 24426725     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT ANDALAS (JKMA) menerbitkan artikel penelitian (research article), artikel telaah/studi literatur (review article/literature review), laporan kasus (case report) dan artikel konsep atau kebijakan (concept/policy article), di semua bidang ilmu kesehatan masyarakat yang meliputi: Epidemiologi Biostatistik Kesehatan Lingkungan Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Administrasi & Kebijakan Kesehatan Gizi Masyarakat Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kesehatan Reproduksi Sistem Informasi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 498 Documents
KEPATUHAN IBU HAMIL TRIMESTER III MENGKONSUMSI TABLET SULFAS FERROSUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR DINGIN PADANG Erwinda Erwinda; Fitrayeni Fitrayeni; Deni Elnovriza
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v8i1.117

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan ibu hamil trimester III mengkonsumsi sulfas ferrosus diwilayah kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah Cross Sectionalstudy dengan sampel berjumlah 49 orang ibu hamil trimester IIIpada tiga kelurahan di wilayah kerjapuskesmas Air Dingin.Pengumpulandata dilakukan dengan cara primer dan sekunder yaitu melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil trimester III dalam mengkomsumsi tablet Sulfas ferrosus mengunakan uji statistik "Chi-Square" dengan tingkat kemaknaan a 0,05. Hasil penelitian ini diperoleh 55,1 %responden tidak patuh mengkomsumsi tablet Sulfas ferrosus, 59,2% responden dengan pengetahuan yang tinggi, 61,2 % responden berskap positif, 5 1 % responden dengan frekuensi kunjungan antenatal care tidak baik, 59,2 % responden dengan dukungan keluarga rendah dan 53 % responden mendapatkan dukungan petugas kesehatan yang tinggi. Kesimpulannya ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, frekuensi kunjungan antenatal care, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan mengkomsumsi tablet Sulfas Ferrosus. Agar kepatuhan ibu hamil dapat ditingkatkan, maka disarankan kepada pihak puskesmas untuk melakukan penyuluhan dan menyebarkan poster tentang pengertian, manfaat, dan cara mengkomsumsi tablet Sulfas ferrosus degan benar.
LOGAM-LOGAM BERAT PENCEMAR LINGKUNGAN DAN EFEK TERHADAP MANUSIA Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i1.42

Abstract

Heavy metals are the hazardous substance that produced by industrial waste, included arsenic (As), lead (Pb), mercury (Hg) and cadmium (Cd). That heavy metal could cause acute and chronic body intoxication. Health effects of heavy metal intoxication such as nervous system, kidney, liver, bone, respiratory system, reproductive system, hematopoietic system, cardiovascular, gastrointestinal tract disorders. The manifestation of the toxic effect in tissue and organ is caused by interaction between heavy metal and important cell molecules thus destruct the structure and the function of the cell at the target organ.
PERUBAHAN KADAR KIO3, GARAM BERIODIUM OLEH BUMBU MASAKAN Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i2.76

Abstract

Telah dilakukan penelitian kadar KI03 (iodium) garam yang bertujuan untuk membuktikan bahwa pemanasan serta berbagai bumbu masakan dapat merusak (mereduksi) KI03 (iodium) garam. Dalampenelitian ini dilakukan penentuan KI03 (iodium) berbagai garam yang beredar di Kota Padang dan penentuan kadar KI03 (iodium) garam yang dicampur dengan berbagai bumbu masakan, menggunakanmetoda iodometri. Hasil penelitian dari enam sampel garam beriodium yang beredar di Kota Padang menunjukan bahwa tiga sampel mempunyai kadar KI03 di atas 40 ppm sedangkan tiga sampel lainnya mempunyai kadar KI03 di bawah40 ppm. Penurunan kadar KIOs garam teijadi secara tidak bermakna (p>0,0 1 ) dalam air yang sudah dipanaskan. Tetapi penurunan kadar KI03 terjadi secara bermakna (p<0,01) pada campuran garam beriodium dengan kuah bumbu cabe, bawang merah, asam jawa, asam galuh dan kunyit yang belum dan telah dipanaskan dan campuran antara garam beriodium dengan kuah bumbu langkuas dan jahe yang telah dipanaskan. Danpenurunan kadar iodium yang paling cepat terjadi pada campuran garam beriodium dengan kuah bumbu cabe, dimana kadar KI03 garam menjadi nol ppm setelah campuran dididihkan selama 5 menit. Penggunaan garam beriodium yaitu dengan cara menambahkan garam beriodium pada makanan sebelum di konsumsi.
HUBUNGAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TANJUNGKARANG Mei Ahyanti; Artha Budi Susila Duarsa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v7i2.108

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah di Indonesia karena kasusnya masih cukup tinggi. Meski pada orang dewasa tidak menimbulkan kesakitan yang parah, namun para orang tertentu menimbulkan masalah kesehatan yang lebih besar. ISPA juga paling sering menjadi penyebab anak bolos sekolah atau orang dewasa bolos kantor, artinya mengganggu dan menurunkan produktifitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui proporsi merokok pada mahasiswa dan hubungan merokok dengan kejadian ISPA pada mahasiswa setelah mengontrol status gizi, jenis kelamin, olahraga, lingkungan fisik rumah, ada pencemar dalam rumah dan kepadatan hunian. Penelitian dengan jenis analitik menggunakan rancangan case control dilakukan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungkarang dengan populasi kasus mahasiswa yang menderita ISPA pada bulan Januari sampai April 2012, dan populasi control adalah mahasiswa yang berobat ke klinik terpadu pada bulan yang sama tetapi tidak menderita ISPA dan tidak menunjukkan gejala ISPA saat penelitian dilaksanakan. Sampel berjumlah 172 mahasiswa namun yang dapat diwawancarai hanya 162 mahasiswa terdiri dari 81 kasus dan 81 kontrol. Hasil penelitian diketahui proporsi mahasiswa merokok 29,6%, ada hubungan merokok dengan kejadian ISPA pada mahasiswa setelah mengontrol jenis kelamin, status gizi, pencemaran dalam rumah, lingkungan fisik rumah dan interaksi antara jenis kelamin dengan merokok. Perlu dilakukan upaya primary prevention oleh pihak Poltekkes dan Klinik Terpadu untuk memberikan penyuluhan kepada mahasiswa dan menjadi trendsetter dalam bidang kesehatan, dan spesifik protection oleh mahasiswa dengan tidak menyediakan asbak didalam rumah
PROBLEMATIKA DAN ALTERNATIF SOLUSI PENGATURAN INDUSTRI ROKOK DAN PRILAKU MEROKOK Hardisman Hardisman
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v3i2.67

Abstract

Tobacco and cigarette problems in Indonesia are quite problematic. Tobacco industries have significant impact on Indonesian economic through creating employment opportunities informing and manufacturing sectors. The government also gains significant revenue from taxes on tobacco production and trade. Due to these economic benefits. Indonesia does not have adequate regulation for tobacco control. However, the prevalence tobacco consumption is high. This condition causes high prevalence of many severe diseases such as cardiovascular, respiratory and cancer which leads to high morbidity and mortality. Even, if we compare the economic benefits and cost for the health problems, the cost for negative impact is far more than the benefits. Based on these evidences. Indonesia should control tobacco production. Manufacture and trade. Some efforts should be done such as maintaining, taxes rate in current level, advertising regulation. Health warning on cigarette package, education campaign, free smoking in public spaces, create morejob opportunities and law enforcement.
PERANAN SEKTOR SWASTA DALAM UPAYA PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT Denas Symond
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v7i1.99

Abstract

Pencapaian MDG tahun 2015 dari 8 tujuan yang akan dicapai maka salah satu tujuan MDG adalah mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan termasuk pembangunan kesehatan. Dengan dicantumkannya salah satu tujuan MDG's itu berupa menjalin kemitraan dengan sektor swasta dalam pencapaian target MDG's tahun 2015, maka semua institusi yang mengemban tugas terkait kesehatan seperti unsur pendidikan kesehatan ditingkat Perguruan Tinggi diharapkan peran sektor swasta ini sebagai mitra kerja.
POLEMIK KEBIJAKAN INTEGRASI JAMINAN KESEHATAN DAERAH KE SISTIM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Puti Aulia
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v8i2.132

Abstract

Universal Health Coverage (UHC)merupakan sistem kesehatan yang memastikan setiap warga di dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu seperti yang dijamin undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Jauh sebelum sistem jaminan sosial nasional tersebut rampung, pemerintah daerah sudah lebih dulu menerapkan sistem jaminan bidang kesehatan bagi masyarakat daerah yang dikenal dengan Jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Menghadapi tantangan menuju UHC, maka pemerintah menyusun strategi dengan pengintegrasian Jamkesda kedalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan dikelola secara terpusat oleh BPJS, namun kebijakan tersebut tidak didukung oleh kondisi yang ada didaerah, pemerintah pusat dihadapkan pada variasi sistem Jamkesda yang meliputi sistem pengelolaan, paket manfaat yang diterima peserta jamkesda, dan sasaran penerima bantuan iuran (PBI). Variasi sistem tersebut dipengaruhi oleh faktor kemampuan fiskal daerah, komitmen pimpinan daerah serta penyesuaian regulasi antara daerah dengan pusat. Polemik yang timbul akibat kebijakan sistem integrasi yang dicanangkan pemerintah pusat tersebut akan dapat dicegah dengan pengelolaan sistem yang baik dan tepat sasaran yakni sitem terpusat yang dinamis, dimana pemerintah pusat tetap memberikan ruang kepada daerah untuk menentukan arah kebijakan mereka sesuai kondisi masing-masing daerah tersebut.
PERILAKU SARAPAN PAGI DAN KAITANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI SMPN 2 DEPOK Ari Nofitasari; Rina A Anggorodi; Triyanti Triyanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v3i2.58

Abstract

For students, breakfast is very important to improve their concentration to study and enable them to absorb materialsdelivered in schools easier thereby their qualityof study achievement improve. Hunger because of not havingbreakfast beforegoing to school will impact on students 'consentration to study, decrease their ability to solve problems and often lead to difficulties on answer mathematic quiz. This study is aimed to understand breakfast behavior and important factors determining the qualityof study achievement of students in SMPN 2 Depok. The methodemployed in this studv is cross Sectional Design. Sample for the study covering 217 female students. Data was analyzed using logistical regression test. The finding of this research shows the proportion offemale students who have breakfast is 58,5 %. The result of statistical tests shows that there is a colored correlation between nutritional knowledge, breakfast availability, level of mothers' education and the quality of study achievement with female students' breakfast behavior (P 0,05). Factors determining breakfast behavior is nutritional knowledge of female students, availability of breakfastand mothers 'level of education. Factors determining breakfast behavior is nutritionalknowledgeoffemale students, availabilityof breakfast and mothers level of education. The dominant factor that correlates to breakfast behavior is mother’s level of education.
PENYEBAB KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SEBERANG PADANG KOTA PADANG Mery Ramadani; Lolly Mayoritha; Fitrayeni Fitrayeni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i2.90

Abstract

Penyebab langsung kematian ibu paling banyak disebabkan oleh perdarahan. Pengalaman membuktikan bahwa kematian ibu karena perdarahan lebih sering terjadi pada para ibu yang menderita anemia. Tahun 2010 prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Seberang Padang Kota sebesar 28,6%, lebih tinggi dari target nasional (20%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, paritas, aktivitas fisik dan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Seberang Padang Kota Padang. Desain penelitian menggunakan cross sectional study, dengan populasi seluruh ibu hamil trimester I s/d III. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mendapatkan 76,1% ibu hamil menderita anemia. Didapatkan hubungan antara tingkat pengetahuan, paritas dan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan mengenai anemia melalui diskusi dengan petugas kesehatan maupun melalui pemanfaatan media cetak dan elektronik (membaca buku, koran dan majalah terkait kesehatan). Ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi tablet Fe secara lengkap (90 tablet selarna kehamilan), diminum bersamaan dengan vitamin C atau dengan air putih saja setelah makan malam menjelang tidur.
PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF Widdefrita Widdefrita; Mohanis Mohanis
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v8i1.122

Abstract

Kematian bayi yang bersifat infeksi dapat dicegah dengan pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara peran petugas kesehatan dan status pekerjaan ibu dengan pemberianASI ekslusif di kelurahann Sawahan Timur dan Simpang Haru Padang. Jenis rancangan penelitian yang digunakan ini bersifat deskriptif analisis dengan desain penelitian cross sectional. Penelitianini dilakukan pada tanggal 12 Januari sampai 20 Mei 2012.Populasi adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi berumur 7-12 bulan dimana sebanyak 52 responden dijadikan sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara.Analisa univariat dan bivariat menggunakan SPSS 11.5 . Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubunganyang bermakna antara peranpetugas kesehatan dan status pekerjaan ibu dengan pemberianASI Ekslusif. Untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI ekslusif dibutuhkan kerjasama lintas sector dengan pihak terkait termasuk institusi tempat ibu bekerja ataupun di sarana kesehatan.

Filter by Year

2006 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas More Issue