cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19783833     EISSN : 24426725     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT ANDALAS (JKMA) menerbitkan artikel penelitian (research article), artikel telaah/studi literatur (review article/literature review), laporan kasus (case report) dan artikel konsep atau kebijakan (concept/policy article), di semua bidang ilmu kesehatan masyarakat yang meliputi: Epidemiologi Biostatistik Kesehatan Lingkungan Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Administrasi & Kebijakan Kesehatan Gizi Masyarakat Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kesehatan Reproduksi Sistem Informasi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 498 Documents
JAMINAN PERSALINAN, SOLUSI MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI DI INDONESIA Syafrawati Syafrawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i1.80

Abstract

Salah satu cara yang paling efektif untuk menurunkan angka kematian ibu adalah dengan meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih. Persentase persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih meningkat dari 66,7 persen pada tahun 2002 menjadi 77,34 persen pada tahun 2009 (Susenas). Angka tersebut terus meningkat menjadi 82,3 persen pada tahun 2010. Tujuan yang ingin dicapai dari Program Jampersal ini adalah, meningkatnya akses terhadap pelayanan persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkanAKI dan AKB melalui jaminan pembiayaan untuk pelayanan persalinan. Masyarakat yang menjadi sasaran Jampersal adalah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas (sampai 42 hari pasca melahirkan, dan bayi baru lahir (sampai dengan usia 28 hari).
HUBUNGAN HYGIENE SANITASI DAN CARA PENGOLAHAN MIE AYAM DENGAN ANGKA KUMAN DI KOTA PADANG Vitria Vitria; Deni Elnovriza; Azrimaidaliza Azrimaidaliza
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v7i2.112

Abstract

Mie ayam merupakan makanan rakyat yang sangat disukai oleh semua lapisan masyarakat dan berbagai golongan umur. Mulai dari cara penyiapan sampai dengan penyajian mie ayam ini sangat rentan terhadap kemungkinan terjadinya cemaran bakteriologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kuman pada racikan mie ayam dan hubungan antara kondisi higiene sanitasi (sanitasi peralatan, sanitasi air,cara pencucian peralatan dan higiene penjamah makananpenjual mie ayam) dan cara pengolahan mie ayam dengan angka kuman pada mie ayam yang dijual di Kota Padang. Penelitian di laksanakan di kota Padang tahun 2011 menggunakan rancangan penelitian bersifat Explanatory atau Confirmatory Research dengan pendekatan crosssectional. Sampel diambil secara total sampling yaitu sebanyak 35 buah tempat penjualan mie ayam.Data hygiene sanitasi dan cara pengolahan mie ayam dikumpulkan melalui observasi sementaraanalisis bakteriologi menggunakan metode TotalPlate Count untuk mengetahui angka kumanpada racikan mie ayam. Hasilpenelitian menunjukkan berdasarkan pemeriksaan angka kuman terhadap 35 sampel mie ayam di dapatkan 18 sampel yang tidak memenuhi syarat dengan angka kuman lebih dari 1,0 x 0,000005 koloni/gram. Pada penelitian ini didapatkan hubungan yang signifikan antara cara pengolahan mie ayam (p=0,001), cara pencucian peralatan (p=0,045), hygiene penjamah (p=0.036) dan sanitasi peralatan (p=0,018) dengan angka kuman. Tapi tidak ditemukan hubungan antara sanitasi air dengan angka kuman (p = 1 ,00).
ANTIOKSIDAN DALAM MASAKAN MINANG DAN POTENSI PROTEKTIF TERHADAP RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR Helmizar Helmizar; Fasli Djalal; Nur Indrawati Lipoeto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i1.37

Abstract

Cardiovascular disease (CVD) is aprimary cause of death in Indoensia nowaday. Development of CVD is caused by some determinant factors, as well as nutrient and non-nutrient intake to result of oxidative stress in the body. Antioxidants, such as vitamin E, beta-caroten, vitamin C andflavonoid, are able to neutralize the effect of free radical from oxidative stress and to influence lipid plasma. The objective of this study was to know the level of antioxidant intake and its association with blood lipid among Minangkabau ethnic. A cross sectional study was conducted in Padang ciry. The study population was adult, age 30 -65 years old, and sampling technique was multistage random sampling, and sample size is 215 respondents. Data collected were demographic characterisitics, food intake using semi quantitative food frequency questionnaire (SMFFQ) and anthropometric measurements. Blood samples were collected to assess plasma lipid profile and level of flavonoid. Data was analyzed with SPSS version 12 and modifiedNutriSurvey Indonesia. The results showed that the average intake of flkaroten was 15.0 ( SD 6. 7) mg/dcry, vitamin C was 66. 3 (SD 30.6) mg/day, vitamin E was 17,8 (SD 11.8) mg/day and flavonoid was 105.0 (SD 48.1) mg/day. The level, offlavonoid from Minang traditional food was highfrom "gulai" which consisted of some vegetables, such as cassava leaf and jack fruit leaf, and from "samba lado " which consisted of red pepper, union, garlic andsame traditional spices. The mean of total cholesterol, LDL cholesterol were above normal but the mean of HDL cholesterol, trigliserides, and ratio of cholesterol to LDL/HDL were within normal values. The result showed significant association between antioxidants intake from traditional Minangfood with some lipid profile after adjusted for some counfounding factors such as gender and age. It was concluded that high level of antioxidant intake from traditional "Minang" food with high-level fiber intake was a potentialprotective factor for CVD risk in ethnic Minang communities.
HUBUNGAN UNSUR IKLIM DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE KOTA PEKANBARU TAHUN 1999-2008 Bambang Bambang; Masrizal Masrizal; Rizanda Mahcmud
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i2.71

Abstract

The incident Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) in Pekanbaru city from year 1999-2008 always happened case fluctuation. This research aim to know relationship betwen climate with occurrence of DHFin Pekanbaru city of Year 1999-2008.The designing of research is ecology study with type of Times Study series (Time Trend Study) representing study of observational analytic. The data is from secondary data of case of DHF and climate data covering temperature, dampness, rainfall, rain day and speed of wind duringyear 1999 - 2008. The processing of data done computerized and analysed with Correlation test and Regretion. Result of research indicate that strength relation betwen temperature with occurrence of DHFis weak (r = 0, 086), negativepattern and the relation which unsignificant ( p=0,348). Strength relation of dampness with occurrence of DHF is weak (r = 0,061), negative pattern and the relation which unsignificant ( p=0,510). Strength relation of rainfall with occurrence of DHFis weak (r= 0, 1 42), positivepattern and the relation which unsignificant (p=0,142). Strength relation of rain day with occurrence of DHF is weak(r = 0,056), positivepattern and the relation which unsignificant ( p=0,544). Strength of relation speed of wind with occurrence of DBD is weak (r = 0,080), negative pattern and the relation which is unsignificant ( p=0,384).From result of research can be concluded that there is no relationship between element of climate with incident of DHF. It's expected to raising illumination aboutDHFby Public Health Service, besides community activation for efforts to eliminate mosquitoporous with 3Mplus movement and mutualcooperation.
PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) Mery Ramadani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v7i1.103

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) merupakan salah satu gangguan yang paling umum pada wanita, Sebanyak 30-50% dari wanita mengalami gejala PMS, dan sekitar 5% merasakangejala cukup parah yang berdampak besar pada kesehatan fisik dan fungsi sosial mereka. Sebanyak 1 0% lainnya mengalami PMS yang sangat parah hingga menyebabkan ketidakhadiran di sekolah ataupun di tempat kerja selama 1-3 liari setiap bulannya. PMS ditandai dengan perubahan yang cepat dalam suasana hati (misalnya, depresi, iritabilitas, kemarahan, agresi, mudah menangis, ketegangan, kecemasan), dan gejala fisik (misalnya ketidaknyamanan payudara, nyeri pada perut, sakit kepala, kembung, edema, kelelahan, insomnia) selama fase luteal akhir siklus menstruasi. Memperbaiki gaya hidup dengan meningkatkan aktivitas fisik dan pola makan yang sehat dapat mengurangi terjadinya PMS.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN OBESITAS SENTRAL PADA WANITADEWASA (30-50 TAH UN) DI KECAMATAN LUBUK SIKAPING TAHUN 2008 Ida Trisna; Sudiharti Hamid
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v3i2.62

Abstract

Nutritionproblem in Indonesia now is recognized as multiple Nutritionproblem (double burden) where Faced in the form of less and over nutrition. It happened not only in urban but also in rural area. High energy intake not in concurrently with physical activity will result in energy excess stored in adipose tissue in unlimited number. With the increasing of age. the increasing of adipose cell at woman 30-50 years happened significantly. Waist circumference Measurement is one way of assessing fat hoard in stomach. This research was aimed to know The relation of energy intake, carbohydrate, fat and physical activities with obesity central at women (30-50 years) Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman 2008. This research type is cross sectional study, with test chi-square, analyzed in univariat, bivariate and multivariat. Sample amounts to / 73 people who selected in stratified random sampling; data was collected through interview with the instrument of questionnaire and conducted in March until June 2008 in Kecamatan Lubuk Sikaping Pasaman. Prom this research were found central obesity prevalence of 49, 7%, with average of energy intake from carbohydrate percentage higher than recommended. This research concludes that there is significant relationship between intakeof energy, carbohydrate, fat and physical activity with central obesity. From multivariate analysis wasfound that responder with average of energy intake from percentage carbohydrate > 60% is 10,9 times in risk. From result of this research it is expected to related institution and the community to intensify the program preventive and in handling over nutrition by socializing PUGS periodically and without disregarding the problem of less nutrition.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KEIKUTSERTAAN DALAM LAYANAN TUMBUH KEMBANG TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 2-5 TAHUN DI PADANG Deni Elnovriza; Rina Yenrina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i2.94

Abstract

Kecerdasan merupakan salah satu indikator kualitas sumberdaya manusia. Salah satu aspek kecerdasan yang mempengaruhi keberhasilan seseorang adalah kemampuan kognitif. Berbagai penelitian menemukan bahwa ada pengaruh gizi terhadap kecerdasan serta perkembangan motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan keikutsertaan dalam layanan tumbuh kembang anak dengan kemampuan kognitif anak usia 2-5 tahun di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study, di Kelurahan Gurun Laweh Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Lokasi penelitian diambil secara purposive. Sampel pada penelitian ini adalah anak usia 2-5 tahun yang mendapatkan pelayanan tumbuh kembang anak lengkap (PAUD dan Posyandu) dan yang tidak mendapatkan pelayanan tumbuh kembang anak lengkap (Posyandu) sebanyak 55 orang. Data diolah dan dianalisis dengan computer, menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,2% responden tidak mengikuti pelayanan tumbuh kembang lengkap (PAUD terintegrasi; 60% mempunyai status gizi kurus dan 58,9% mempunyai kemampuan kognitif yang rendah. Tidak ada hubungan yang bermakna antara keikutsertaan dalam layanan tumbuh kembang dan status gizi dengan kemampuan kognitifresponden (p>0,05). Mengingat tingginya status gizi kurus berdasarkan BB/TB atau BB/PB di Kelurahan Gurun Laweh, perlu dilakukan program untuk membantu meningkatkan status gizi anak terutama anak usia di bawah 5 tahun yang merupakan masa the golden age seperti penyuluhan dan pembinaan terpadu pada ibu-ibu balita dan kader posyandu.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI RSJ PROF. HB. SA’ANIN Elviza Rahmadona; Helfi Agustin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v8i2.127

Abstract

Kasus tindak pidana narkoba di Propinsi Sumatera Barat mengalami peningkatan yaitu sebanyak 322 kasus pada tahun 2010 menjadi 381 kasus pada tahun 2011. Sementara di Kota Padang terdapat 102 kasus tindak pidana dan penyalahgunaan narkoba dengan berbagai jenis narkoba per Desember 2012. Kadit Reserse Narkoba-Polda Sumbar). Poliklinik Instalasi Napza RSJ Prof. HB Sa’anin Kota Padang mencatat terjadi peningkatan residen Napza setiap tahunnya:yaitu dari 47 orang di tahun 2009, selanjutnya berturut-turut 88, 150, 313 dan 212 dari 2010 hingga pertengahan tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba pada residen RSJ Prof. HB Sa’anin. Desain penelitian ini adalah Case-Control Sudy. Sampel terdiri dari 36 orang kasus dan 36 orang control (1:1). Perlakuan matchingterhadap umur dan jenis kelamin. Temuan penelitian; 56,9% responden memiliki tingkat religiusitas rendah, 41,7% kurang mendapat perhatian keluarga dan  70,8% dipengaruhi oleh teman dalam penyalahgunaan narkoba. Semua variabel mempunyai hubungan yang bermakna dengan penyalahgunaan narkoba, dimana tingkat religiusitas (p=0,000), OR= 175, peran keluarga (p=0,009), OR=4,2 dan peran teman sebaya (p=0,000), OR=19. Disarankan kepada Pimpinan RSJ HB Saanin untuk memperluas perannya kepada pencegahan primer dengan melakukan pelatihan komunikasi persuasive bagi mantan residen dan menunjuk mereka sebagai duta dan peer education dalam mempromosikan gerakan anti narkoba kepada anak sekolah di Kota Padang.
PROSPEK PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT Artha Budi Susila Duarsa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v3i1.53

Abstract

Dengan berbagai kondisi kesehatan masyarakat tersebut terjadi berbagai opini di masyarakat luas bahwa ada yang salah dalam pengelolaan kesehatan masyarakat oleh pemerintah. Padahal perlu disadari secara mendalam bahwa masalah kesehatan masyarakat adalah masalah kita bersama dan tanggung jawab kita bersama untuk mengatasinya. Hanya saja karena semua itu adalah masalah kesehatan masyarakat maka tanggung jawab yang pertama adalah pada pemerintah, masyarakat memang harus ikut bertanggung jawab, namunperan masyarakat adalah mendukung (suplemen) peran pemerintah. Pemerintah harus mampu memfasilitasi, memberi peluang, bahkan mengatur bagaimana potensi masyarakat untuk dilibatlkan dalam program kesehatan masyarakat. Disinilah sebenarnya prospek peran pendidikan dan profesi kesehatan masyarakat dalam proses pembangunan kesehatan secara menyeluruh. Karena individu-individu profesi kesmas tersebar diberbagai lembaga pemerintahan, pendidikan LSM, media masa, dll dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam ikut memberikan jalan keluar mengatasi berbagai masalah kesehatan yang ada sesuai dengan peran dan fungsinya. Pada makalah ini akan disampaikan demarkasi dari pendidikan ilmu kesehatan masyarakat yang terdiri dari empat kriteria yang diperlukan untuk eksistensi sebuah profesi, yaitu; 1) adanya wilayah keilmuan (ontologi), 2) adanya metode spesifikyang dipergunakan (epistemologi), 3) aplikasi teknis untuk memecahkan masalah (axiologi) dan 4) etika profesi yang mengatur perilaku aplikasi profesi tersebut.
HAMBATAN PSIKOSOSIAL DAN NIAT KELUARGA BERENCANA PADA WANITA UNMETNEED KONTRASEPSI DI INDONESIA (ANALISIS DATA SDKI 2007) Vivi Triana; Siswanto Agus Wilopo; Sumarni Sumarni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i1.85

Abstract

Hasil SDKI tahun 2002 dan 2007 menunjukkan bahwa penggunaan alat kontrasepsi atau Contraceptive Prevalence Rate (CPR) mengalami peningkatan, yang seharusnya diikuti dengan penurunan unmet need kontrasepsi (kebutuhan kontrasepsi yang tidak terpenuhi), tetapi unmet need kontrasepsi malah terjadi peningkatan. Peningkatan unmet need ini perlu mendapat perhatian, karena perilaku tersebut akan memberikan konsekuensi yang serius terhadap kesehatan reproduksi dan kelangsungan hidup perempuan. Mengkajihubungan hambatan psikososial yang dialami oleh wanita unmet need kontrasepsi dengan niat untuk ikut keluarga berencana (KB), dalam upaya menurunkan kejadian unmet need kontrasepsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SDKI 2007. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan cross-sectional study. Wanita kawin kelompok unmet need kontrasepsi merupakan unit analisis. Kemudian kelompok ini dianalisis hambatan faktor psikososial yang dialami. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis univariabel (deskriptif), bivariabel (chi-square), dan multivariabel (regresi logistik). Sepertiga (35,1%) dari 2.934 wanita unmet need kontrasepsi mempunyai alasan tidak menggunakan kontrasepsi akibat adanya hambatan psikososial. Hambatan psikososial tersebut di antaranya sikap tidak setuju terhadap program KB, persepsi sikap suami yang menentang KB, menentang menggunakan kontrasepsi, takut efek samping, dan penolakan budaya atau agama. Lebih dari setengah dari wanita tersebut (58,8%), tidak niat ber-KB di waktu yang akan datang. Prevalensi wanita unmet need kontrasepsi yang tidak niat ber-KB 1,8 kali lebih tinggi pada wanita yang mengalami hambatan psikososial daripada wanita yang tidak mengalami hambatan psikososial. Hambatan psikososial pada wanita unmet need kontrasepsi berhubungan dengan niat untuk ber-KB di waktu yang akan datang. Faktor lain yang berhubungan dengan niat ber-KB adalah faktor pengetahuan tentang KB, pilihan fertilitas dan jumlah anak ideal yang diinginkan pasangan. Faktor hambatan akses ke pelayanan KB (jarak dan biaya) tidak berhubungan dengan niat ber-KB.

Filter by Year

2006 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas More Issue