cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19783833     EISSN : 24426725     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT ANDALAS (JKMA) menerbitkan artikel penelitian (research article), artikel telaah/studi literatur (review article/literature review), laporan kasus (case report) dan artikel konsep atau kebijakan (concept/policy article), di semua bidang ilmu kesehatan masyarakat yang meliputi: Epidemiologi Biostatistik Kesehatan Lingkungan Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Administrasi & Kebijakan Kesehatan Gizi Masyarakat Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kesehatan Reproduksi Sistem Informasi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 498 Documents
PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH SISWA SLTA KOTA BUKITTINGGI Darmayanti Darmayanti; Yuniar Lestari; Mery Ramadani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i1.84

Abstract

Penelitian yang dilakukan oleh Persatuan Keluarga Berencana Indonesia daerah Sumatera Barat menunjukkan Kota Bukittinggi memiliki remaja seksual aktif tertinggi (21%). Pergaulan teman sebaya dapat mempengaruhi perilaku seksual pranikah. Pengaruh tersebut dapat berupa pengaruh positif dan negatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran teman sebaya positif terhadap perilaku seksual pranikah siswa SLTA Kota Bukittinggi tahun 2011. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Data primer dikumpulkan melalui angket. Populasi adalah seluruh siswa SLTA kelas XI dan XII dan sampel didapatkan sampel sebanyak 276 orang. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan lebih separuh (54,3%) peran teman sebaya aktif dalam memberikan informasi mengenai kesehatan reproduksi. Ada hubungan antara peran teman sebaya positif dengan perilaku seksual pranikah, dimana responden dengan teman sebaya pasif berpeluang 2,6 kali berprilaku seksual pranikah dibanding responden dengan teman sebaya aktif. Peran teman sebaya terhadap perilaku seksual tidak dipengaruhi variabel konfonding (pengetahuan, sikap, peran orangtua, dan paparan media masa). Diharapkan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi agar memperkuat peran teman sebaya positif dengan meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler dan menambahjumlah pelatihan konselor sebaya.
HAMBATAN PSIKOSOSIAL DAN NIAT KELUARGA BERENCANA PADA WANITA UNMETNEED KONTRASEPSI DI INDONESIA (ANALISIS DATA SDKI 2007) Vivi Triana; Siswanto Agus Wilopo; Sumarni Sumarni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i1.85

Abstract

Hasil SDKI tahun 2002 dan 2007 menunjukkan bahwa penggunaan alat kontrasepsi atau Contraceptive Prevalence Rate (CPR) mengalami peningkatan, yang seharusnya diikuti dengan penurunan unmet need kontrasepsi (kebutuhan kontrasepsi yang tidak terpenuhi), tetapi unmet need kontrasepsi malah terjadi peningkatan. Peningkatan unmet need ini perlu mendapat perhatian, karena perilaku tersebut akan memberikan konsekuensi yang serius terhadap kesehatan reproduksi dan kelangsungan hidup perempuan. Mengkajihubungan hambatan psikososial yang dialami oleh wanita unmet need kontrasepsi dengan niat untuk ikut keluarga berencana (KB), dalam upaya menurunkan kejadian unmet need kontrasepsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SDKI 2007. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan cross-sectional study. Wanita kawin kelompok unmet need kontrasepsi merupakan unit analisis. Kemudian kelompok ini dianalisis hambatan faktor psikososial yang dialami. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis univariabel (deskriptif), bivariabel (chi-square), dan multivariabel (regresi logistik). Sepertiga (35,1%) dari 2.934 wanita unmet need kontrasepsi mempunyai alasan tidak menggunakan kontrasepsi akibat adanya hambatan psikososial. Hambatan psikososial tersebut di antaranya sikap tidak setuju terhadap program KB, persepsi sikap suami yang menentang KB, menentang menggunakan kontrasepsi, takut efek samping, dan penolakan budaya atau agama. Lebih dari setengah dari wanita tersebut (58,8%), tidak niat ber-KB di waktu yang akan datang. Prevalensi wanita unmet need kontrasepsi yang tidak niat ber-KB 1,8 kali lebih tinggi pada wanita yang mengalami hambatan psikososial daripada wanita yang tidak mengalami hambatan psikososial. Hambatan psikososial pada wanita unmet need kontrasepsi berhubungan dengan niat untuk ber-KB di waktu yang akan datang. Faktor lain yang berhubungan dengan niat ber-KB adalah faktor pengetahuan tentang KB, pilihan fertilitas dan jumlah anak ideal yang diinginkan pasangan. Faktor hambatan akses ke pelayanan KB (jarak dan biaya) tidak berhubungan dengan niat ber-KB.
ASUPAN ZAT GIZI DAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS Azrimaidaliza Azrimaidaliza
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i1.86

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor. Faktor resiko terjadinya DM antara lain faktor genetik, pertambahan usia, kurangnya aktifitas fisik dan pola makan atau diet yang tidak seimbang. Artikel ini membahas penyakit DM dan peran asupan zat gizi dalam mencegah dan mengatasi Penyakit DM. Vitamin C adalah salah satu zat gizi mikro yang berperan dalam mengontrol kadar gula darah. Dianjurkan bagi masyarakat untuk mengonsumsi makanan secara seimbang dan bagi penderita DM disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan Indeks Glikemik rendah, konsumsi serat yang cukup dan konsumsi buah-buahan serta sayuran yang banyak mengandungvitamin seperti vitamin C, yang berperan sebagai antioksidan dan mencegahberkembangnya Penyakit DM.
BAKTERI SALMONELLA TYPHI DAN DEMAM TIFOID Yatnita Parama Cita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i1.87

Abstract

Salmonella typhi (S. typhi) adalah salah satu bakteri Gram Negatif yang menyebabkan demam tifoid. Demam tifoid sangat endemik di Indonesia. Hal ini terjadi terus menerus di seluruh daerah dengan angka morbitas 157/100.000 penduduk di daerah semi perkotaan. Dalam makalah ini akan membahas tentang S. typhi dan DemamThypoid, biologi molekular,patogenisitas, diagnosa dan pengobatan.
SEKILAS TENTANG AVIAN INFLUENZA (AI) Fauziah Elytha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i1.88

Abstract

Fluburung atau Avian Influenza (AI) adalah penyakit zoonosis fatal dan menular serta dapat menginfeksi semua jenis burung, manusia, babi, kuda dan anjing, Virus Avian Influenza tipe A (hewan) dari keluarga Drthomyxoviridae telah menyerang manusia dan menyebabkan banyak korban meninggal dunia. Saat ini avian Influenza telah menjadi masalah kesehatan global yang sangat serius, termasuk di Indonesia. Sejak Juli 2005 Sampai 12 April 2006 telah ditemukan 479 kasus kumulatif dan dicurigai flu burung di Tangerang Banten adalah Penularan dari manusia ke manusia. Untuk mencegah penularan AI ke manusia memerlukan kesadaran menyeluruh terhadap flu burung H5N1 , seperti tindakan karantina untuk penderita, penyemprotan antiseptic di kebun binatang dan pemantauan kasus-kasus avians di masyarakat, meningkatkan kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan dengan menggunakan peralatan pelindung diri terhadap unggas karena dekatnya hubungan antara burung dan manusia.
MIXED METHOD RESEARCH Masrizal Masrizal
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i2.89

Abstract

Mixed Method Research adalah metode penelitian yang diaplikasikan bila peneliti memiliki pertanyaan yang perlu diuji dari segi outcomes dan prosesnya, serta menyangkut kombinasi antara metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian. Karena berfokus pada outcomes dan proses, maka desain MMR biasa digunakan dalam penelitian evaluasi program. Namun sekarang, MMR sudah sering digunakan untuk ilmu-ilmu sosial, seperti: konseling, psikologi social manajemen, dan pengorganisasian perilaku.
PENYEBAB KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SEBERANG PADANG KOTA PADANG Mery Ramadani; Lolly Mayoritha; Fitrayeni Fitrayeni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i2.90

Abstract

Penyebab langsung kematian ibu paling banyak disebabkan oleh perdarahan. Pengalaman membuktikan bahwa kematian ibu karena perdarahan lebih sering terjadi pada para ibu yang menderita anemia. Tahun 2010 prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Seberang Padang Kota sebesar 28,6%, lebih tinggi dari target nasional (20%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, paritas, aktivitas fisik dan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Seberang Padang Kota Padang. Desain penelitian menggunakan cross sectional study, dengan populasi seluruh ibu hamil trimester I s/d III. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mendapatkan 76,1% ibu hamil menderita anemia. Didapatkan hubungan antara tingkat pengetahuan, paritas dan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan mengenai anemia melalui diskusi dengan petugas kesehatan maupun melalui pemanfaatan media cetak dan elektronik (membaca buku, koran dan majalah terkait kesehatan). Ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi tablet Fe secara lengkap (90 tablet selarna kehamilan), diminum bersamaan dengan vitamin C atau dengan air putih saja setelah makan malam menjelang tidur.
KINERJA BIDAN DALAM MENDUKUNG PROGRAM INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI KOTA PEKANBARU Mardiah Mardiah; Nur Indrawati Lipoeto; Dien GA Nursal
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i2.91

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah pemberianASI segera pada bayi baru lahir sampai satujam pertama. Salah satu kunci keberhasilan program IMD ditentukan oleh kualitas kinerja bidan yang di pengaruhi faktor umur, lama kerja, pelatihan, tingkat pendidikan, status perkawinan, tingkat pengetahuan, sikap, motivasi, kepeminpinan dan imbalan. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam mendukung program IMD di Kota Pekanbaru tahun 2011. Menggunakan rancangan cross-sectional, di Kota Pekanbaru dengan sampel sebanyak 106 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square dan multivariat menggunakanuji regres logistik dengan CI 95%. Hasil penelitian ini didapat bahwa bidan yang memiliki kinerja baik (5 1,9%), lebih dari separuh berusia tua (54,7%), lebih dari separuh sudah lama bekerja (53,8%), sebagian besar tidak pernah pelatihan (64,2%), pada umumnya tingkat pendidikan tinggi (92,5%), sebagian besar sudah kawin (87,7%), hampir separuh tingkat pengetahuan kurang (43,4%), hampir separuh bersikap negatif (51,9%), hampir separuh memiliki motivasi kurang (42,5%), hampir separuh kepemimpinan kurang (35,8%), dan hampir separuh imbalan kurang (42,5%). Hasil analisis bivariat didapat bahwa variabel umur, lama kerja, status perkawinan, sikap, motivasi, kepemimpinan dan imbalan tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan kinerja bidan dengan p > 0,05. Sedangkan tingkat pelatihan, pendidikan dan tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang bermakna dengan kinerja bidan dengan p < 0,05 . Hasil analisis multivariat didapat bahwa pelatihan merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja bidan dalam mendukungprogram IMD di Kota Pekanbaru tahun 2011. Diharapkan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengevaluasi kinerja bidan secara berkala dan memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan kinerja bidan yang belum optimal dalam pelaksanaan IMD dan memperbaiki faktor tersebut sehingga dapat meningkatkan kinerja bidan dimasa yang akan datang dalam rangka menurunkanAngka KematianBayi (AKB).
EFEKTIVITAS KERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM MAYJEN H.A. THALIB KABUPATEN KERINCI PROPINSI JAMBI Yulmawati Yulmawati; Menkher Manjas; Hafni Bachtiar
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i2.92

Abstract

Pelayanan keperawatan adalah salah satu pelayanan rumah sakit yang berkewajiban memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi, dan efektif. Ukuranpencapaian suatu tugas atau tujuan disebut efektivitas kerja dengan faktor yang mempengaruhinya adalah produksi, efisiensi, kepuasan, adaptasi, perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kerja perawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi Tahun 2011 dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilakukan pada 55 orang perawat rawat inap yang dipilih memakai teknik proporsional simple random sampling. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa perawat yang memiliki efektivitas kerja baik sebanyak 50.9%, produksi baik 58.2%, efisiensi baik 54.5%, kepuasan baik 54.4%, adaptasi baik 58.2% dan perkembangan baik 50.9%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan efektivitas kerja perawat adalah produksi, efisiensi, perkembangan dengan nilai p<0.05. Sedangkan variabel kepuasan dan adaptasi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan efektivitas kerja dengan nilai p>0.05. Implikasinya adalah diharapkan rumah sakit memperhatikan aspek yang bisa meningkatkan efektivitas kerja perawat serta melakukan pembenahan terhadap aspek tersebut sehingga pencapaian tujuan rumah sakit memangbisa terukur dari efektivitas kerja perawatnya.
PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN PASIEN DI RSUD SOLOK Firawati Firawati; Aumas Pabuty; Abdi Setia Putra
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i2.93

Abstract

Keselamatan Pasien (KP) adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman, mencegah terjadinya cidera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil. Pada prinsipnya pelaksanaan tujuh langkah menuju keselamatan pasien sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan. Walaupun pencanangan keselamatan pasien sejak tahun 2005, tetapi pelaksanaan masih beragam di Rumah Sakit Indonesia, termasuk juga Sumatera Barat. Untuk mengetahui pelaksanaan di Sumatera Barat, peneliti mencoba melakukan penelitian di RSUD Solok. Penelitian kualitatif berikut ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program keselamatanpasien di RSUD Solok. Informan penelitian ini dengan jumlah sembilan orang, yaitu Kepala Seksi Bidang Pelayanan, Ketua Komite Medik, SPI, Penanggung Jawab Keselamatan Pasien dan Kepala Ruangan. Informasi diperoleh dengan wawancara mendalam,observasi dan telaah dokumen, kemudian dilakukan analisis. Hasil penelitian didapatkan dari tujuh langkah menuju keselamatan pasien, lima langkah sudah dilaksanakan seperti, bangun kesadaran akan nilai keselamatan, pimpin dan dukung staf anda, integrasikan aktivitas pengelolaan risiko, belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien dan cegah cedera melalui implementasi keselamatan pasien, meskipun pelaksanaan baru sebagian. Namun, kembangkan system pelaporan dan libatkan dan berkomunikasi dengan pasienbelurn dilaksanakan. Kesimpulan penelitian ini, dari tujuh langkah menuju keselamatan pasien, lima langkah sudah dilaksanakan, dan dua langkah belum dilaksanakan. Disarankan untuk melengkapi fasilitas, merevisi standar keselamatan pasien, memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan dari program keselamatan pasien. Perluuji coba pelaksanaan program keselamatan pasien di satu unit ruangan.

Filter by Year

2006 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas More Issue