cover
Contact Name
Hamidin Rasulu
Contact Email
cannarium@unkhair.ac.id
Phone
+6282187392215
Journal Mail Official
cannarium@unkhair.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Cannarium (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian)
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16931491     EISSN : 27745201     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/cannarium
Cannarium is a journal of agricultural sciences. It is a peer-reviewed, scientific journal published by the Faculty of Agriculture, Universitas Khairun Indonesia. Cannarium journal aims at publishing original, scientifically research articles and article review that describe and explain a wide range of agricultural fields and disciplines including Agronomy, Horticulture, plant breeding, plant protection, Agribusiness, Agroindustry, Food Science, Soil Science, Forestry, and Environmental Sciences, bioenergy, Animal Husbandary and other pertinent related to tropical islands-based biodiversity, agricultural sustainability, and ecosystem services. The applications of new molecular, microscopic, and analytical techniques to understanding and explaining population and community dynamics are also of great interest. Cannarium is published twice a year in both print and online versions Cannarium publishes under the cooperation Faculty of Agriculture, Universitas Khairun. The journal publishes in June and December. Cannarium is a free access journal at https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2020)" : 11 Documents clear
Keanekaragaman Hayati Serangga Pada Lahan Pertanian Cabai Organik dan Konvensional di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara Betty Kadir Lahati; Helda Sabban; Fatmawati Kaddas; Firlawanti Lestari Baguna
Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.971 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v18i2.2611

Abstract

Keanekaragaman juga menjadi indicator kestabilan ekosistem dalam suatu sistem pertanian sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelimpahan keanekaragaman hayati serangga  serta nilai dominansinya pada lahan pertanian organik dan konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara pada Bulan Juni - September 2019. Penelitian menggunakan metode survey pada luas lahan masing-masing 2500m² dengan ketinggian tempat ± 30 mdpl pada umur tanaman 7 - 35 HST. Identifikasi serangga dilakukkan di laboratorium Bioteknologi Universitas Khairun Ternate. Pengambilan sampel serangga dilakukkan sebanyak 5 kali pada interval waktu 1 minggu dengan menggunakan perangkap sweep net (serangga yang menempel pada tanaman),  Pitfall trap (serangga dipermukaan tanah) dan Sticky trap atau  yellow trap (prefensi serangga) pada 3 titik (atas, tengah, bawah) di tiap lahan pengamatan. Hasil analisa terhadap kelimpahan di lahan konvensional tinggi dengan nilai dominasi tinggi namun indeks keanekaragaman hayati serangga yang rendah 0.94% (Rendah). dominansi spesies serangga pada lahan pertanian konvensional terjadi pada spesies dari family Thripidae genus Thrips sp, serangga ini merupakan spesies yang berstatus hama. Keanekaragaman hayati serangga tertinggi dilahan pertanian organik 2.68% (sedang) dengan jumlah kelimpahan serangga yang rendah yang memiliki nilai dominansi serangga yang rendah pula hal ini disebabkan oleh penggunaan Trichoderma sp. berfungsi sebagai pupuk organik juga sebagai biodekomposer dan pengendali hama tanaman pertanian.  Pada saat pengamatan ditemukan beberapa spesies dari musuh alami yang ditemukan yakni dari family Formicidae, Mantidae, Coccinellidae, Braconidae,Aphelinidae, Lycosidae. Musuh alami yang ditemukan berfungsi sebagai predator dan parasitoid yang dapat membunuh serangga hama. Musuh alami ditemukan pada  pengamatan ke 1 - 5. Olehnya itu serangga dilokasi ini tidak terjadi peningkatan serangga pada satu spesimen serangga herbivore. Penanaman tanaman yang lain selain tanaman utama di lahan cabai organik dapat menyediakan sumber makanan bagi serangga sehingga tercipta suatu rantai makanan yang baik dalam suatu ekosistem yang berkelanjutan.
Pengujian Kualitas Bibit Jabon Merah (Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil) pada Pemberian Pupuk Hayati dan Kimia Laswi Irmayanti; Nurhikmah Nurhikmah; Adesna Fatrawana
Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.128 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v18i2.2399

Abstract

Seedling quality is an expression used to describe a seedling ability to adapt and grow after planting. Good quality seedling will determine the success of planting. The purpose of this study was to describe the quality of Jabon seedling (Anthocephalus macrophyllus) in the application of biological and chemical fertilizers. The research was conducted at Tembal Lestari Nursery, South Halmahera Regency. The treatments applied were control, application of chemical fertilizers, biological fertilizers, and a combination of biological chemical fertilizers. The results of seedling testing on the combination of biological and chemical fertilizers gave a value of 100% according to the general requirements for seedling quality, and 100% included in the first class category (P) in the special requirements assessment.
Optimasi Usahatani Sayuran Hidroponik: Studi Kasus pada Pondok Pesantren Hidayatullah Ternate Mila Fatmawati; Natal Basuki
Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.481 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v18i2.3289

Abstract

 
Keanekaragaman Hayati Flora Habitat Kakatua putih pada Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Propinsi Maluku Utara asiah salatalohy; Zulrohman Duwila; Nurhikmah Nurhikmah
Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.209 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v18i2.2497

Abstract

Badan Konservasi Dunia, IUCN, telah mengategorikan Kakatua putih sebagai jenis terancam punah dengan status Genting (EN) disamping itu tingkat perdagangan jenis ini lebih tinggi dibandingkan jenis kakatua lainnya.Upaya pelestaraian burung Paruh bengkok termasuk Kakatua Putih secara umum telah dilakukan oleh Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) Maluku Utara yang berada di tiga kabupaten, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah dan Halmahera Timur melalui pembuatan suaka paruh bengkok tahun 2019. Namun untuk menunjang usaha pelestarian ini sangat diperlukan data keanekaragaman jenis vegetasi yang secara langsung dapat menghadirkan satwa burung baik sebagai tempat mencari makan, tempat tinggal maupun berkembang biak. Untuk mengetahui kondisi dan kearagaman vegetasi pada habitat kakatua putih dilakukan analisis vegetasi. Pengambilan sampel menggunakan metode Systematic Purposive sampling with random start pada lokasi SPTN Wilayah I Resort Tayawi. Pada lokasi studi terdapat 25 jenis vegetasi tingkat pohon, tiang adan pancang dan semai sebanyak 26 jenis pohon. Jenis dominan dan kodominan penyusun lanskap habitat ekowisata kakatua putih tersebar secara merata yang menunjukkan adanya persaingan dalam mendapatkan hara dan ruang. Tingkat keanekaragaman vegetasi berada pada kisaran sedang sampai tinggi yaitu semai(3,101), pancang(3,031), tiang (2,895) dan pohon (3,195). Ini menunjukkan bahwa ekosistem stabil dan berguna bagi pelestarian burung Kakatua Putih.  
Pengaruh sistem pengolahan tanah dan pemberian berbagai jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan Dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L) di inceptisol Ternate Anita Talib; Idris Abd Rachman; Tri Mulya Hartati
Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.384 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v18i2.2618

Abstract

Pengaruh sistem pengolahan tanah dan pemberian berbagai jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan Dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L) di inceptisol Ternate
Pengaruh Perbedaan Model Irisan Stek Ubi Kayu dan Kemiringan Lereng terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) di Inceptisol Ternate Banapon, Yulisa; Hartati, Tri Mulya; Abdurachman, Idris
Jurnal Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.961 KB)

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz) has a strategic position as a material for food and non-food production, besides that, cassava is also a foreign exchange earner through the export of flour, starch and other processed products. The research objective was to determine the effect of different custtings and slope modelson the growth and yield of cassava plants. The research uses local varieties from Tobelo in the hope that it can support the national cassava.  The study used a Divided Plot Design (RPT).  The main plot is the slope of the slope (M) which consists of three levels, namely: M1 (slope 0-3%), M2 (slope 3-8%) and M3 (slope 8-15%) and as a sub-plot is the cuttings model  L) which consists of three levels, namely: L1 (flat cuttings), L2 (one-sided tapered cuttings), and L3 (two-sided tapered cuttings. Parameters observed included plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area,  tuber length, tuber diameter, weight of cassava per hectare The results showed that the treatment had no signify   cant effect either singly or in combination to the yield of cassava at harvest. The highest yield was found in the combination of M2L2 treatment, namely: 25 ton ha-1 
Keanekaragaman Hayati Flora Habitat Kakatua putih pada Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Propinsi Maluku Utara salatalohy, asiah; Duwila, Zulrohman; Nurhikmah, Nurhikmah
Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v18i2.2497

Abstract

Badan Konservasi Dunia, IUCN, telah mengategorikan Kakatua putih sebagai jenis terancam punah dengan status Genting (EN) disamping itu tingkat perdagangan jenis ini lebih tinggi dibandingkan jenis kakatua lainnya.Upaya pelestaraian burung Paruh bengkok termasuk Kakatua Putih secara umum telah dilakukan oleh Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) Maluku Utara yang berada di tiga kabupaten, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah dan Halmahera Timur melalui pembuatan suaka paruh bengkok tahun 2019. Namun untuk menunjang usaha pelestarian ini sangat diperlukan data keanekaragaman jenis vegetasi yang secara langsung dapat menghadirkan satwa burung baik sebagai tempat mencari makan, tempat tinggal maupun berkembang biak. Untuk mengetahui kondisi dan kearagaman vegetasi pada habitat kakatua putih dilakukan analisis vegetasi. Pengambilan sampel menggunakan metode Systematic Purposive sampling with random start pada lokasi SPTN Wilayah I Resort Tayawi. Pada lokasi studi terdapat 25 jenis vegetasi tingkat pohon, tiang adan pancang dan semai sebanyak 26 jenis pohon. Jenis dominan dan kodominan penyusun lanskap habitat ekowisata kakatua putih tersebar secara merata yang menunjukkan adanya persaingan dalam mendapatkan hara dan ruang. Tingkat keanekaragaman vegetasi berada pada kisaran sedang sampai tinggi yaitu semai(3,101), pancang(3,031), tiang (2,895) dan pohon (3,195). Ini menunjukkan bahwa ekosistem stabil dan berguna bagi pelestarian burung Kakatua Putih.  
Pengaruh sistem pengolahan tanah dan pemberian berbagai jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan Dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L) di inceptisol Ternate Talib, Anita; Rachman, Idris Abd; Hartati, Tri Mulya
Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v18i2.2618

Abstract

Pengaruh sistem pengolahan tanah dan pemberian berbagai jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan Dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L) di inceptisol Ternate
Keanekaragaman Hayati Serangga Pada Lahan Pertanian Cabai Organik dan Konvensional di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara Lahati, Betty Kadir; Sabban, Helda; Kaddas, Fatmawati; Baguna, Firlawanti Lestari
Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v18i2.2611

Abstract

Keanekaragaman juga menjadi indicator kestabilan ekosistem dalam suatu sistem pertanian sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelimpahan keanekaragaman hayati serangga  serta nilai dominansinya pada lahan pertanian organik dan konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara pada Bulan Juni - September 2019. Penelitian menggunakan metode survey pada luas lahan masing-masing 2500m² dengan ketinggian tempat ± 30 mdpl pada umur tanaman 7 - 35 HST. Identifikasi serangga dilakukkan di laboratorium Bioteknologi Universitas Khairun Ternate. Pengambilan sampel serangga dilakukkan sebanyak 5 kali pada interval waktu 1 minggu dengan menggunakan perangkap sweep net (serangga yang menempel pada tanaman),  Pitfall trap (serangga dipermukaan tanah) dan Sticky trap atau  yellow trap (prefensi serangga) pada 3 titik (atas, tengah, bawah) di tiap lahan pengamatan. Hasil analisa terhadap kelimpahan di lahan konvensional tinggi dengan nilai dominasi tinggi namun indeks keanekaragaman hayati serangga yang rendah 0.94% (Rendah). dominansi spesies serangga pada lahan pertanian konvensional terjadi pada spesies dari family Thripidae genus Thrips sp, serangga ini merupakan spesies yang berstatus hama. Keanekaragaman hayati serangga tertinggi dilahan pertanian organik 2.68% (sedang) dengan jumlah kelimpahan serangga yang rendah yang memiliki nilai dominansi serangga yang rendah pula hal ini disebabkan oleh penggunaan Trichoderma sp. berfungsi sebagai pupuk organik juga sebagai biodekomposer dan pengendali hama tanaman pertanian.  Pada saat pengamatan ditemukan beberapa spesies dari musuh alami yang ditemukan yakni dari family Formicidae, Mantidae, Coccinellidae, Braconidae,Aphelinidae, Lycosidae. Musuh alami yang ditemukan berfungsi sebagai predator dan parasitoid yang dapat membunuh serangga hama. Musuh alami ditemukan pada  pengamatan ke 1 - 5. Olehnya itu serangga dilokasi ini tidak terjadi peningkatan serangga pada satu spesimen serangga herbivore. Penanaman tanaman yang lain selain tanaman utama di lahan cabai organik dapat menyediakan sumber makanan bagi serangga sehingga tercipta suatu rantai makanan yang baik dalam suatu ekosistem yang berkelanjutan.
Optimasi Usahatani Sayuran Hidroponik: Studi Kasus pada Pondok Pesantren Hidayatullah Ternate Fatmawati, Mila; Basuki, Natal
Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v18i2.3289

Abstract

 

Page 1 of 2 | Total Record : 11