cover
Contact Name
Hamidin Rasulu
Contact Email
cannarium@unkhair.ac.id
Phone
+6282187392215
Journal Mail Official
cannarium@unkhair.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Cannarium (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian)
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16931491     EISSN : 27745201     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/cannarium
Cannarium is a journal of agricultural sciences. It is a peer-reviewed, scientific journal published by the Faculty of Agriculture, Universitas Khairun Indonesia. Cannarium journal aims at publishing original, scientifically research articles and article review that describe and explain a wide range of agricultural fields and disciplines including Agronomy, Horticulture, plant breeding, plant protection, Agribusiness, Agroindustry, Food Science, Soil Science, Forestry, and Environmental Sciences, bioenergy, Animal Husbandary and other pertinent related to tropical islands-based biodiversity, agricultural sustainability, and ecosystem services. The applications of new molecular, microscopic, and analytical techniques to understanding and explaining population and community dynamics are also of great interest. Cannarium is published twice a year in both print and online versions Cannarium publishes under the cooperation Faculty of Agriculture, Universitas Khairun. The journal publishes in June and December. Cannarium is a free access journal at https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2024)" : 7 Documents clear
Pembiayaan Rancang Bangun Smart Greenhouse Hidroponik NFT Untuk Budidaya Sayuran Ritonga, Utan Sahiro; Ogari, Putri Ayu
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.9240

Abstract

Konsumsi sayuran hidroponik mencerminkan perubahan pada cara pandang konsumen terhadap pangan dan pertanian saat ini. Sayuran hidroponik kini tersedia di supermarket, toko online, pasar tradisional dan pedagang sayuran eceran yang berkeliling. Kemudahan dalam memperoleh dan kesadaran manfaat kesehatan menjadikan sayuran hidroponik sebagai pilihan utama dan mendorong peningkatan budidaya sayuran secara hidroponik. Smart greenhouse sistem hidroponik pada budidaya sayuran hidroponik semakin penting dalam menghadapi berbagai isu lingkungan di sektor pertanian. Sistem hidroponik dapat menghemat lebih banyak air dibandingkan dengan sistem pertanian yang konvensional. Selain dapat mengurangi masalah erosi dan degradasi tanah sistem hidroponik juga efisien dalam penggunaan nutrisi dan pengurangan limbah yang mencemari lingkungan. Produksi sayuran dengan sistem hidroponik lebih memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran berkelanjutan sepanjang waktu tanpa bergantung pada musim. Namun pengembangan smart greenhouse hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) memiliki tantangan karena tingginya biaya awal dalam pembangunan dan pengadaan teknologi canggih. Melalui pendekatan analisis kuantitatif diketahui kebutuhan biaya rancang bangun smart greenhouse NFT seluas 450 m2 dengan 2.000 lubang tanam adalah sebesar Rp. 988.954.500-. Lamanya pengembalian biaya pembangunan smart greenhouse hidroponik NFT adalah 2 tahun 1 bulan tergolong ideal dibanding dengan umur bisnis sayuran hidroponik. Strategi skema pembiayaan melalui kemitraan antara sektor publik dan swasta, hibah maupun subsidi, serta pinjaman koperasi dan berbagai sumber keuangan lainnya akan sangat membantu dalam mendorong percepatan adopsi teknologi bagi petani skala usaha kecil.
Pembiayaan Rancang Bangun Smart Greenhouse Hidroponik NFT Untuk Budidaya Sayuran Ritonga, Utan Sahiro; Ogari, Putri Ayu
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.9240

Abstract

Konsumsi sayuran hidroponik mencerminkan perubahan pada cara pandang konsumen terhadap pangan dan pertanian saat ini. Sayuran hidroponik kini tersedia di supermarket, toko online, pasar tradisional dan pedagang sayuran eceran yang berkeliling. Kemudahan dalam memperoleh dan kesadaran manfaat kesehatan menjadikan sayuran hidroponik sebagai pilihan utama dan mendorong peningkatan budidaya sayuran secara hidroponik. Smart greenhouse sistem hidroponik pada budidaya sayuran hidroponik semakin penting dalam menghadapi berbagai isu lingkungan di sektor pertanian. Sistem hidroponik dapat menghemat lebih banyak air dibandingkan dengan sistem pertanian yang konvensional. Selain dapat mengurangi masalah erosi dan degradasi tanah sistem hidroponik juga efisien dalam penggunaan nutrisi dan pengurangan limbah yang mencemari lingkungan. Produksi sayuran dengan sistem hidroponik lebih memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran berkelanjutan sepanjang waktu tanpa bergantung pada musim. Namun pengembangan smart greenhouse hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) memiliki tantangan karena tingginya biaya awal dalam pembangunan dan pengadaan teknologi canggih. Melalui pendekatan analisis kuantitatif diketahui kebutuhan biaya rancang bangun smart greenhouse NFT seluas 450 m2 dengan 2.000 lubang tanam adalah sebesar Rp. 988.954.500-. Lamanya pengembalian biaya pembangunan smart greenhouse hidroponik NFT adalah 2 tahun 1 bulan tergolong ideal dibanding dengan umur bisnis sayuran hidroponik. Strategi skema pembiayaan melalui kemitraan antara sektor publik dan swasta, hibah maupun subsidi, serta pinjaman koperasi dan berbagai sumber keuangan lainnya akan sangat membantu dalam mendorong percepatan adopsi teknologi bagi petani skala usaha kecil.
Pengaruh Pasca Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap Estrus dan Kebuntingan Sapi Potong di Provinsi Jawa Timur Priyanto, Langgeng; Putranti, Oktora Dwi; Susanda, Aptriansyah; Ekowati, Indah Agustina; Abrar, Arfan; Maemunah, Siti
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.9145

Abstract

Salah satu penyakit menular yang bersifat akut infeksius adalah penyakit mulut dan kuku (Foot Mouth Diasease) atau sring disebut dengan PMK. Penyebaran wabah PMK di Indonesia yang di akibatkan oleh adanya salah satunya  lalu lintas ilegal dari negara yang belum terbebas dari PMK. Awal mula outbreak PMK terjadi di Provinsi Jawa Timur, kabupaten Gresik  menjadi kabupaten pertama sebagai awal mula terjadinya outbreak PMK yang kemudian menyebar kebeberapa kabupaten lainnya seperti Mojokerto,  Lamongan dan Sidoarjo. Metode penarikan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode purposive sampling dalam menentukan pengambilan sampel. Wilayah sampel penelitian terdiri dari 5 kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur dengan 31 kecamatan. Kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu peternak yang memiliki 1 ekor sapi yang terkena PMK. Berdasarkan kriteria populasi tersebut maka diperoleh sampel sebanyak 549 Peternak. Variabel yang diamati yaitu sapi kembali estrus dan sapi mengalami Kebuntingan. Hasil penelitian menunjukkan persentase sampel sapi yang terkena PMK yang dihasilkan pada kuisoner paling tinggi berada di Kabupaten Situbondo 33%, Jember 32%, Lamongan 15%,  Kediri dan Tulungagung 10%. Sapi estrus setelah PMK 1-3  bulan sebanyak 40% , 4-6 bulan sebanyak 44% dan diatas 6 bulan yang lalu sebanyak 16%. Sapi mengalami kebuntingan setelah PMK memiliki persentase yang rendah yaitu hanya 30% sedangkan sapi potong yang belum mengalami kebuntingan sebanyak 70%. Kesimpulan dari penelitian ini penampilan reproduksi sapi potong pasca PMK di Provinsi Jawa Timur mengalami perlambatan kinerja reproduksi dengan panjangnya siklus estrus yang diakibatkan oleh lama sembuh ternak dari PMK, selain itu rendahnya keberhasilan kebuntingan yang diakibatkan asupan pakan yang menurun selama ternak teinfeksi akan menurunkan BCS, sehingga adanya penyimpangan kinerja hormon-hormon reproduksi.
Eksplorasi Singkat Laku Tobe, “Tumpeng” Singkong Tradisional dari Pulau Timor Barat, Nusa Tenggara Timur Naisali, Hyldegardis; Witoyo, Jatmiko Eko; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Permatasari, Nelsy Dian
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.9092

Abstract

Pulau Timor Barat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki keragaman kuliner khas yang menggambarkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakatnya. Salah satu kuliner tradisional di NTT yang belum banyak dikenal adalah laku tobe, yang terbuat dari bahan utama singkong yang diolah menjadi tepung gaplek, yang  dikombinasikan dengan kelapa parut, dan gula merah sebagai pembentuk cita rasa. Laku tobe umumnya disajikan pada upacara adat dan memiliki bentuk kerucut menyerupai tumpeng kecil, serta cita rasa gurih dan manis. Namun, informasi mengenai komposisi bahan penyusun dan metode pembuatan laku tobe masih sangat terbatas. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan informasi mengenai komposisi bahan penyusun dan proses pembuatan laku tobe secara tradisional yang banyak dilakukan oleh Masyarakat Timor, NTT secara singkat melalui tinjauan berbagai sumber pustaka dari tahun 1991-2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa laku tobe memiliki potensi untuk dikembangkan dalam konteks pangan etnik dan dapat dikenalkan secara luas dengan tetap mempertahankan unsur tradisional dan nilai gizi yang lebih optimal. Harapannya, laku tobe dapat menjadi ikon kuliner dari NTT yang dikenal di tingkat nasional dan internasional.
Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan dan Dinamika Peternak Terhadap Populasi Kerbau Lokal Di Kecamatan Basis Populasi Geopark Bayah Dome, Kabupaten Lebak Fajriati, Febriana; Arifin, Johar; Wiyatna, Muhammad Fatah
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.8945

Abstract

Kerbau Lokal merupakan salah satu unsur penting dari biodiversity di Kawasan Geopark Bayah Dome, Kabupaten Lebak. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mengidentifikasi penurunan populasi kerbau akibat adanya alih fungsi lahan dan dinamika jumlah peternak yang terjadi di Kecamatan Panggarangan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta data sekunder dari UPTD Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan BPS Kabupaten Lebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi kerbau tersebar di seluruh desa yang ada di Kecamatan Panggarangan dengan jumlah betina sebanyak 370 ekor dan jantan 93 ekor. Selama tahun 2013-2022 telah terjadi penurunan populasi sebesar 226 ekor per tahun yang diiringi oleh aktivitas alih fungsi lahan seperti penurunan fungsi lahan sebesar 5% per tahun, peningkatan fungsi lahan pertanian bukan sawah sebesar 41% per tahun, dan peningkatan fungsi lahan non-pertanian sebesar 12% per tahun. Selain itu, terdapat penurunan jumlah peternak sebesar 28% per tahun. Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya alih fungsi lahan di Kecamatan Panggarangan tidak berpengaruh pada penurunan populasi kerbau di Kecamatan Panggarangan karena masih memiliki daya dukung lahan yang besar dan aman untuk budidaya ternak. Namun dinamika jumlah peternak yang ada memiliki pengaruh terhadap penurunan populasi kerbau yang ada di Kecamatan Panggarangan karena penurunan populasi kerbau beriringan dengan menurunnya jumlah peternak yang ada di Kecamatan Panggarangan. Sehingga perlu adanya pemanfaatan lahan yang maksimal untuk memulihkan populasi kerbau yang menurun melalui kontribusi dari masyarakat, pemerintah dan berbagai pihak terkait, serta penambahan kelompok ternak untuk meningkatkan pengawasan.
Horizontal Stand Structure of Community Forests in Cidokom Village Rumpin District Bogor Regency Yandi, Wahyu Nazri; Rahmilija, Femei; Darsono, Beti Septiana
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.9144

Abstract

AbstractCommunity forests represent a form of community-based forest resource management that significantly contributes to local economic income, ecological conservation, and climate change mitigation. Cidokom Village, Rumpin Sub-district, Bogor Regency, holds great potential for community forest development. However, data on the horizontal stand structure of community forests in this area remains limited. This study aims to analyze the horizontal stand structure, distribution, and abundance of tree species in the community forests of Cidokom Village to support sustainable management planning. The results show that planting patterns in Cidokom Village's community forests vary, combining timber-yielding trees, fruit trees, and seasonal crops. Timber-yielding species preferred by landowners include sengon and jabon. High tree density in smaller diameters is attributed to inadequate planting spacing and natural regeneration. The horizontal stand structure follows a negative exponential model with an inverted-J pattern, indicating normality for uneven-aged forests, typical of community forests in the study area. This research is expected to enhance the ecological and economic contributions of community forests while serving as a reference for management in other areas with similar characteristics.Keywords: Planting spacing, species composition, tree distribution.
Tanaman Stevia: Potensinya Sebagai Pemanis Alami yang Sehat Saraswati, Ayu Rahayu
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.9116

Abstract

Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni  ) adalah tanaman yang dikenal dengan kandungan steviol glikosida, senyawa pemanis alami rendah kalori. Perkembangannya di Indonesia sudah ada sejak tahun 1977 dan penelitian terkait dengan kebermanfaatannya terus dilakukan. Artikel ini merupakan sebuah tinjauan pustaka (literature review) menggunakan literatur terkini yaitu dalam rentang tahun 2015-2024 yang membahas potensinya sebagai pemanis alami yang sehat meliputi komposisi kimia, manfaat kesehatan, serta tantangan dalam aplikasinya. Berdasarkan review literatur, bahwa tanaman Stevia rebaudiana Bertoni terbukti efektif dalam mendukung pengelolaan diabetes, obesitas, dan hipertensi. Nilai komersial dari aplikasi tanaman ini cukup besar sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan. Meskipun demikian, hambatan seperti rasa aftertaste pahit dan variasi hasil ekstraksi menurut penulis akan menemukan solusi dengan semakin berkembangnya teknologi proses yang ada.

Page 1 of 1 | Total Record : 7