cover
Contact Name
Muhamad Jafri
Contact Email
muhamad.jafri@staf.undana.ac.id
Phone
+6281237119375
Journal Mail Official
teknik.mesin@undana.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana, Jl. Adi Sucipto PO Box 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU )
ISSN : 23563222     EISSN : 24073555     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Lontar Jurnal Teknik Mesin Undana merupakan jurnal ilmiah rekayasa teknologi, khususnya bidang Teknik Mesin, meliputi: Energy Convertion, Manufacture Process, Engineering Design, Material Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Pengaruh Panjang Serat dan Tebal Papan Komposit Polyester Berpenguat Serat Lontar dan Serat Gewang terhadap Kekuatan Bending Martinus K. Moto; Kristomus Boimau; Jefri S. Bale
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.616 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i2.472

Abstract

ABSTRAK Pengembangan papan serat benar-benar potensial untuk Nusa Tenggara Timur memiliki iklim yang ideal ditumbuhi oleh tanaman berserat, termasuk dibuat pohon dan pohon palmyra yang sebagai bahan bangunan berkualitas spesifik seperti kepadatan, baru, kekuatan dan keawetannya. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pengaruh panjang serat dan tebal papan penguat komposit serat polyester palmyra dan serat yang dibuat untuk memaksa lentur. Variasi pada penelitian ini, yaitu panjang serat 1 cm, 2 cm dan 3 cm serta ketebalan spesimen yaitu 0,5 cm, 0,8 cm, 1 cm, dan 1,2 cm dengan fraksi volume 30%, orientasi serat arah sembarangan. Penelitian tentang metode pencetakan komposit adalah menggunakan metode hand lay up. Uji lentur dari spesimen dibuat sesuai dengan standar ASTM D790. Hasil uji kekuatan lentur menunjukkan bahwa spesimen dengan panjang 1 cm dan tebal serat 0,5 cm untuk serat dan serat gewang epigraph memiliki kekuatan lentur terendah MPa 11.12 dan 12.05 MPa. Sedangkan spesimen dengan serat panjang 3 cm dan tebal 1,2 cm untuk serat lontar dan serat gewang memiliki kekuatan lentur tertinggi yaitu 23,33MPa dan 18,21 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa serat terus menjadi panjang dan mendapat spesimen lebih tebal sehingga lentur daya bertambah. Hal ini karena panjang serat memiliki struktur yang lebih sempurna, sehingga ikatan antara serat panjang dan matriks memiliki struktur kristal yang tersusun sepanjang serat dan cacat internal yang panjangnya kurang serat. Hasil foto makro menunjukkan bahwa patahan getas dan debonding.
Pengaruh Kecepatan Angin Blower dan Jumlah Pipa Pemanas terhadap LajuPengeringan padaAlat Pengering Padi Tipe Bed DryerBerbahan Bakar Sekam Padi Melkianus Rihi Kana; Ben V. Tarigan; Erich U. K. Maliwemu
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.101 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i2.473

Abstract

Abstrak Salah satu tahap penanganan pasca panen yaitu pengeringan padi. Proses pengeringan padi selama ini masih dilakukan dengan cara dijemur langsung dibawah sinar matahari. Proses pengeringan tergantung pada besarnya penyinaran matahari apalagi cuaca musim hujan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecepata aliran udara dan jumlah pipa pemanas sangat berpengaruh terhadap energi yang diberikan udara untuk menguapkan air dalam gabah. Dimana energi tertinggi 3.948.7353,979 Watt pada kecepatan angin blower 13 m/s dengan variasi dua buah pipa pemanas, sedangkan energi terendah 469.041,223 Watt pada kecepatan angin blower 13 m/s dengan variasi tiga buah pipa pemanas. Kecepatan aliran udara dan jumlah pipa pemanas juga sangat berpengaruh terhadap energi panas yang dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan gabah. Dimana energi tertinggi 85.968,800 Watt pada kecepatan 13 m/s dengan variasi tiga buah pipa, sedangkan energi terendah 31.426,867 Watt pada kecepatan 13 m/s dengan variasi satu buah pipa. Efisiensi sangat bergantung pada laju aliran udara panas dan jumlah pipa pemanas, apabila energi yang di terima gabah tinggi maka semakin tinggi pula efisiensi yang diperoleh. Dimana efisiensi tertinggi 98,73 % pada kecepatan angin blower 13 m/s dengan dua buah pipa pemanas, sedangkan efisiensi terendah 2,81 % pada kecepatan angin blower 7 m/s dengan satu buah pipa pemanas.
Studi Eksperimental Pengaruh Sudut Pipa Masuk (Driven Pipe) dan Diameter Katup Penghantar (Delivery Valve) terhadap Efisiensi Pompa Hidram 2 Inchi Muhamad Jafri; Nurhayati Nurhayati; Noveryandy Muda
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.837 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i2.474

Abstract

ABSTRAK Kenyataan sekarang, kebutuhan air semakin meningkat namun jumlah air yang tersedia relatif tetap. Oleh karena itu, perlu dicari dan dikembangkan suatu model teknologi irigasi yang memadai, menggunakan teknologi tepat guna, efisien, dan ekonomis sehingga ketersediaan air dan distribusi air dapat dikelola dengan baik. Salah satu inovai teknologi yaitu pompa hidram. Pompa hidram merupakan suatu solusi karena tidak membutuhkan energi listrik atau bahan bakar dan biaya operasional yang murah sehingga tidak membebani kegiatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pompa hidram dengan variasi sudut pipa masuk dan diameter katup penghantar. Pompa hidram yang digunakan adalah pompa 2 inchi, memiliki diameter dalam pipa pemasukan (D): 2 inchi dan diameter dalam pipa pengeluaran (d): 0,5 inchi. Hasil percobaan dan analisa regresi diperoleh hasil bahwa faktor diameter katup penghantar lebih berpengaruh terhadap efisiensi pompa dibandingkan sudut pipa masuk. Efisiensi pompa hidram tertinggi yaitu pada sudut pipa masuk 8ᴼ dan diameter katup penghantar 1.5 Inchi dengan efisiensi D’Aubuission sebesar 43,18 % dan efisiensi Rankine sebesar 37,61 % .
Pengaruh Variasi Massa dan Panjang Langkah Katub Limbah terhadap Efisiensi Pompa Hidram Tiga Inchi Muhamad Jafri; Nurhayati Nurhayati; Philipus Andreas
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.356 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i2.475

Abstract

Abstrak Air merupakan kebutuhan pokok manusia untuk menjaga kelangsungan hidup. Kenyataan membuktikan masih banyak daerah pedesaan mengalami kesulitan penyediaan air. Sebenarnya untuk mengatasi keadaan tersebut, pemakaian pompa air, baik yang digerakkan oleh tenaga listrik atau tenaga diesel sudah lama dikenal oleh masyarakat desa, tetapi pada kenyataannya masih banyak masyarakat desa yang belum memiliki pompa tersebut. Pompa hidrolik ram merupakan suatu solusi karena tidak membutuhkan energi listrik atau bahan bakar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi pompa hidrolik ram dengan variasi massa dan panjang langkah katup limbah. Pompa hidrolik ram yang digunakan memiliki diameter pipa masuk 3 inch dan diameter pipa keluar 1,5 inch. Variasi massa katup limbah yang dipakai adalah 0,5 kg; 1,0 kg; 1,5 kg; 2,0 kg; 2,5 kg; 3,0 kg, dan variasi panjang langkah katup limbah adalah 2 cm, 3 cm, 4 cm, 5 cm, 6 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas aliran maksimum pada pipa penghantar adalah 8,52 × 10-5 m3/s, ketika massa katup limbah 1,0 kg dan panjang langkah katup limbah 6 cm. Sedangkan efisiensi tertinggi diperoleh pada massa katup limbah 0,5 kg dan panjang langkah 3 cm, yaitu 83,41% pada efisiensi D’Aubuission. Massa dan panjang langkah katup limbah mempengaruhi efisiensi pompa hidram.
Studi Eksperimental Variasi Tinggi Tabung Udara dan Jarak Lubang Tekan dengan Katup Pengantar terhadap Efisiensi Pompa Hidram 3 Inchi Muhamad Jafri; Dominggus G. H. Adoe; Yakub M. Lanata
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.198 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i2.476

Abstract

Abstrak Penelitian tentang pengaruh tinggi tabung udara dan jarak lubang tekan terhadap katup penghantar dalam konstruksi pompa hidram yang secara teoritis dimaksudkan untuk mendapatkan aliran yang kontinyu. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian tentang variasi tinggi tabung udara dan jarak lubang tekan dengan katup pengantar sehingga debit hasil yang diharapkan lebih efisien. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi tinggi tabung udara dan jarak lubang tekan terhadap katup pengantar dapat mempengaruhi efisiensi pompa hidram. Efisiensi tertinggi terdapat pada variasi tinggi tabung udara 0,5 m dan jarak lubang tekan 0,16 m. Perhitungan efisiensi D’Aubuisson sebesar 64,79 % dan perhitungan efisiensi Rankine menunjukan tingkat efisiensi sebesar 62,40 %.
Pengaruh Perbandingan Komposisi Campuran Perut Ikan, Kangkung dan Feses Babi terhadap Ph, Kuantitas dan Kualitas Biogas Yerdi B. Nitbani; Ben V. Tarigan; Jahirwan Ut Jasron
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.704 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i2.478

Abstract

Abstrak Penggunaan kotoran ternak dan sampah sebagai bahan penghasil gas bio merupakan salah satu pemecahan masalah sanitasi dan kesehatan lingkungan serta kontrol polusi lingkungan terutama disekitar daerah peternakan dan lingkungan pasar.Untuk memperoleh biogas dengan produktivitas dan kualitas yang optimal maka dilakukan suatu penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan komposisi campuranperut ikan, kangkung dan feses babi terhadap pH, produktivitas dalam hal ini,tekanan gas (Pa), massa gas (kg) dan volume gas (m3), sertan kualitas biogas yang diukur dari besarnya nilai kalor (J), dan daya (watt) dan warna nyala api yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingankomposisi campuran1:1:1 memiliki pH yang paling stabil dengan rata-ratanya yaitu 7. Tekanan gas, massa gas dan volume gas yang dihasilkan oleh perbandingan komposisi campuran1:1:1 lebih besar dari perbandingan komposisi campuran 2:1:1, 1:2:1 dan 1:1:2 yaitu tekanan gas 3851,4 Pa, massa gas 0,011568938 kg, dan volume gas 0.145424439 m3 dengan nilai kalor sebesar 19,680 kJ dan daya 177,142 watt serta warna nyala api yang dihasilkan yaitu biru. Hal ini dapat disimpulkan bahwa perbandingan komposisi campuran 1:1:1 memiliki produktivitas dan kualitas yang paling optimal.
Analisis Desain Turbin Air Tipe Aliran Silang (Crossflow) dan Aplikasinya di Desa Were I Kabupaten Ngada-NTT Verdy Ariyanto Koehuan; Agustinus Sampealo
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 2 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.959 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v2i1.479

Abstract

ABSTRACT Utilization of water energy potential for the development of hydroelectric power generation systems, especially the use of crossflow type water turbine applications include virtually any location with water flow rate and high head or falling water is low and medium. This type of water turbine performance can be known through the analysis of the turbine runner and the steering nozzle turbine inlet flow and a series of tests in the field. Turbine characteristics to changes in water flow, high water fall (head), angle of attach falling water, and the flow velocity in the runner can be known, and then the application becomes more optimal. With a head of 15 m and and discharge available 230 liters/s, do the design parameters of the length and diameter of the runner, can be obtained specific speed of 47.931 rpm for water discharge 0.1261 m3/s. Dimensional turbine runner DA, (L=15 cm) and (D1=15 cm), turbine efficiency is obtained 88.74 % yield effective power of Pe (16.466 kW). While the dimensions of the turbine runner DB, (L=20 cm) and (D1=20 cm), can be obtained specific speed of 55.346 rpm for the flow rate Q (0.1681 m3/s), and the efficiency of 88.74 % effective at generating power Pe (21.954 kW). The results of the analysis parameters for turbine runner diameter (D1) 15 cm with DA turbine runner length (L=15 cm) to the turbine DB (L=20 cm) showed increase in the flow rate and the effective power as well as 25 %, but the rotation and turbine efficiency does not change.
The Discontinuous Carbon Fiber Composite: A Review of the Damage Characteristics Jefri S. Bale
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 2 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.179 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v2i1.480

Abstract

Abstract Discontinuous carbon fiber composite (DCFC) is one of new low-cost material product form that had applied for commercial component such as window frames of the Boeing 787 Dreamliner. Study on DCFC was very challenging since it did not have the same nature behavior like conventional composite nor isotropic materials. In this work several studies on damage characteristics of DCFC material were presented. The damage characteristics of DCFC were investigated while undergoing static and fatigue loading. In particular, the damage mechanisms of DCFC were also observed through several nondestructive testing (NDT) methods. The review had shown that the study of DCFC specimen gives an interesting challenges for the future work to understand its damage characteristics and the reliability of the NDT method to study the damage of DCFC material.
Analisis Performansi Turbin Angin Poros Horisontal Model Double Rotor Contra Rotating dengan Posisi Rotor Saling Berhimpitan Fredrikus M. Bere; Verdy Ariyanto Koehuan; Jahirwan Ut Jasron
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 2 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.731 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v2i1.481

Abstract

Abstract The contra rotating wind turbine is a horizontal axis turbine which has two shaft rotating in opposite directions on the same axis, and it can work at low wind speeds. In general, the performance of the wind turbine are affected by several factors, which is the aerodynamics shape of turbine, the numbers of blade and the selection angle of blade. In this study, conducted by determining the variation of angle on the blade and the blade angle used in the study is 0o, 5o, and 10o, on the two rotors with diameter of front rotor is 0.50 meters and the rear rotor is 0.30 meters, with the position of the rotor blade is coincident with each other. The purpose of this study, is to determine the effect of blade angle variation on the turbine rotation (rpm), torque (T), the power coefficient (Cp), torque coefficient (Cq) and the efficient of the turbine at any wind speeds variations. On the graph relation of blade angle on the shaft rotation, turbine rotation riding known to along with the addition of angle of the blade. The speed of wind is very affect on the output or mechanical power and power coefficient. On the blade angle 0o with wind speed at 4.03 m/s, the power can be generate is 3.013 Watt, and for blade angle 10o with wind speeds 6.08 m/s, the power can be generate is 8.217 Watt. The lowest rotation of rotor without loading is 702 rpm at the wind speeds on 4.03 m/s with angle of blade 0o, the highest rotation of rotor is 1484 rpm on the wind speeds 6.08 m/s with angle of blade 10o. From the graph of analysis data can be seen , with change of angle blade on wind turbine horizontal shaft contra rotating models, power coefficient (Cp) generated of turbine activity increases with increased of angle, with Cp maks 0.718 for angle 10o, maximum efficiency an generated reach out 71.8%.
Pengaruh Kecepatan Angin dan Sudut Blade terhadap Unjuk Kerja Turbin Angin Poros Vertikal Tipe Savonius Duabelas Blade Elfridus Bruno Lake; Muhamad Jafri; Nurhayati Nurhayati
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 2 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.345 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v2i1.482

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine the effect of wind speed and Blade angle Performance against Vertical Axis Wind Turbine Blade Savonius type. This study is a model made of type Savonius wind turbine blade in a laboratory scale. Dimensions tusrbin Savonius is a diameter of 0.1 meters and height of 0.1 meter, with a vertical rotor position (to facilitate the testing process), so it is assumed the direction of the air flow does not change and lead to the rotor which can be set when testing. The research method is an experiment, by variation of Blade angle -50, 00, 50 and 100. Variations in wind speed of 3.40 m/s, 4.35 m/s and 5.33 m/s. The testing procedure: Each model Savonius turbine rotor blade totaling 12 pieces assembled on Blade holder with angle -50, 00, 50 and 100. Each circuit is then mounted on the stand turbine located at one end of the tunnel and at the other end of the tunnel placed fan, turbine shaft is connected to a pulley as a hanging load. The fan is turned on. After a stable rotation, the wind speed is measured using the anemometer. The results of the research through variations of wind speed and angle of the blade on the performance of vertical axis wind turbine Savonius type, the variation of wind speed of 3.4 m/s, 4.35 m/s and 5.33 m/s showed best performance in blade angle of -50. Performance on the turbine blade angle variation of 00, 50, and 100 to the blade angle -50 occur an average increase of 70.47% power coefficient. The highest maximum output power is 0.282391 Watts (power coefficient of 0.310827), with 274.8864 rotor rpm, and torque variation occurs in 0.00981 Nm -50 blade angle and wind speed 5.33 m / s. Lowest maximum output power is 0.013548 Watts (power coefficient of 0.057451), with 0.000981 Nm torque on the rotor rotation occurs at 131.883 rpm and 50 and the blade angle variation of wind speed of 3.4 m/s by a margin of 84.4% of the highest maximum output power is obtained at an angle of -50 blade.

Page 4 of 20 | Total Record : 200