cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 394 Documents
Analisis Item Dalam Pembuatan Tes ., Sukoco
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 1, No 1 (2009): Speed 1 - 2009
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.546 KB) | DOI: 10.3112/speed.v1i1.1348

Abstract

Abstract : Men accessories can not be measured directly. To measure one’s competence it is needed an instrument, namely, test. Test consists of some items which each item describe every indicator. The indicators will make one’s competence. To make good test there must be item analysis that constructs it. There are two theories to analyze item, they are Classical Test Theory (CTT) and Item Response Theory (IRT). Item statistic on CTT are mostly used in selecting items, while item parameters on IRT are used in judging respondent scores, calibration, and equating test. The benefit of the parameters on IRT can be used on the adaptive test that is conducted by computer, bias study, and test equation.Keywords: Item analysis, test construction,  clasical tes teory, modern test theory Abstrak: Pria aksesori yang tidak dapat diukur secara langsung. Untuk mengukur kompetensi seseorang itu diperlukan instrumen, yaitu, tes. Tes terdiri dari beberapa item yang masing-masing item menggambarkan setiap indikator. Indikator akan membuat kompetensi seseorang. Untuk membuat tes yang baik harus ada analisis item yang membangun itu. Ada dua teori untuk menganalisis item, mereka Klasik Uji Teori (CTT) dan Barang Response Theory (IRT). Item statistik pada CTT sebagian besar digunakan dalam memilih barang-barang, sementara parameter item pada IRT digunakan dalam menilai skor responden, kalibrasi, dan menyamakan tes. Manfaat dari parameter pada IRT dapat digunakan pada tes adaptif yang dilakukan oleh komputer, studi Bias, dan persamaan uji.Kata kunci: analisis Item, konstruksi tes, clasical tes teory, teori uji modern
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Seleksi Mahasiswa Baru (Studi Kasus : Program Khusus Ulama IAIN Antasari Banjarmasin) - IAIN Antasari Banjarmasin, Erwinsyah
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Speed 29 - 2016
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.762 KB) | DOI: 10.3112/speed.v8i1.1394

Abstract

INTISARI - Metode Elimination and Choice Translating Reality(ELECTRE) dan metode Simple Additive Weighting(SAW) adalah metode fuzzy untuk mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini menerapkan metode ELECTRE untuk proses eliminisi dan metode SAW untuk proses peminatan pada sistem pendukung keputusan seleksi mahasiswa baru. Banyaknya calon mahasiswa baru memaksa pihak panitia penerimaan mahasiswa baru untuk secepatnya menentukan calon mahasiswa yang layak lulus berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Dengan metode ini memungkinkan pihak panitia penerimaan mahasiswa baru dapat mengatasi permasalahan dalam perubahan jumlah maupun kriteria penilaian. Metode ini digunakan untuk mengolah data calon mahasiswa baru pada setiap kriteria penilaian dan kemudian dilakukan proses perankingan untuk menentukan calon mahasiswa yang terbaik dari banyaknya calon mahasiswa yang mendaftar.Kata kunci : Electre, SAW, SPK, seleksi mahasiswa baru, fuzzy ABSTRACT - Method of Elimination and Choice Translating Reality (ELECTRE) and Simple Additive weighting method (SAW) is a fuzzy method for decision support. This research applied the method ELECTRE for theprocess of elimination and a method SAW for process specializationon decision support systemof selection of new students. Many of new students forcenew admissions committee to immediately determine a decent graduae students based on the criteria that have been determined. With this method allows the admission committee to solve the problemsin the changing amount  andthe assessment criteria. This method is used to process the data for new students on each criteria and then conducted ranking process to determine the best prospective students from many prospective students whoenroll.Keywords: Electre, SAW, DSS, selection of new student, fuzzy
Pemanfaatan Teknologi Wap Telepon Seluler Untuk Media Pembelajaran Jarak Jauh Eka Purnama, Bambang
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 1, No 3 (2009): Speed 3 - 2009
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.373 KB) | DOI: 10.3112/speed.v1i3.1355

Abstract

ABSTRACT: Along with the need for more effective learning methods and efficient utilization of Information and Communication Technology (ICT) for education is a necessity. Research on Intelligent Tutoring System, Computer Based Training, eLearning System is not new and has now headed to the real implementation of the learning process. Today many educational institutions in Indonesia are competing towards the use of ICT for education, build infrastructure hardware, the Internet, software procurement. Unfortunately, little is forget about the development of content. In fact, this is actually more activities require hard work and a very long time because it deals with the formation of behavior and creativity of human resources. Academic society, where the teacher (teacher) as the heart of the learning process should be prepared in order to have the ability (skill) and creativity (creativity) to develop media content presentation and learning interesting, interactive, and based curriculum that is true.Keywords: Mobile, Media Education ABSTRAKSI : Seiring dengan kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan adalah suatu keniscayaan. Penelitian tentang Intelligent Tutoring System, Computer Based Training, eLearning System adalah bukan barang baru dan saat ini telah menuju ke implementasi riil dalam proses belajar mengajar. Saat ini banyak institusi pendidikan di Indonesia berlomba-lomba ke arah pemanfaatan TIK untuk pendidikan, membangun infrastruktur hardware, jaringan internet, pengadaan software. Sayangnya sedikit yang melupakan masalah pengembangan kontennya. Padahal kegiatan inilah yang sebenarnya lebih memerlukan kerja keras dan waktu yang sangat lama karena berhubungan dengan pembentukan behavior dan kreatifitas sumber daya manusia. Sivitas akademika, dimana pengajar (guru) sebagai jantung proses pembelajaran harus disiapkan supaya memiliki kemampuan (skill) dan kreatifitas (creativity) mengembangkan konten media presentasi dan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan berdasar kurikulum yang benar.Kata Kunci : WAP, Media Pembelajaran
Kecerdasan Buatan Tinjauan Historikal Baraja, Abdillah
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 1, No 1 (2009): Speed 1 - 2009
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.785 KB) | DOI: 10.3112/speed.v1i1.1351

Abstract

ABSTRACT: In the last few years have produced fiction films, both in the form of screen and television series. Call it the Terminator, Knight Rider, and Viper. Even for serial Robocop made TV series and Widescreen. These films are examples of films with a touch of artificial intelligence technology thought or called Artifficial Intelegence.Keywords: reasoning, artificial intelligence Abstraksi : Pada beberapa tahun terakhir telah banyak diproduksi film-film fiksi, baik dalam bentuk layar lebar maupun serial televisi. Sebut saja Terminator, Knight Rider serta Viper. Bahkan untuk serial Robocop dibuat serial TV dan Layar lebar. Film-film ini adalah contoh film dengan sentuhan pemikiran teknologi kecerdasan buatan atau yang disebut Artifficial Intelegence.Kata kunci: pemikiran, kecerdasan buatan
Penentuan Penerima Bantuan Dana untuk Sekolah Menengah Di Kab. Banjar Menggunakan Metode AHP-TOPSIS dengan Pendekatan Fuzzy - FMIPA UNLAM, Friska Abadi
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Speed Januari - 2016
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.866 KB) | DOI: 10.3112/speed.v8i1.1385

Abstract

Abstrak - Mutu pendidikan rendah di Indonesia dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah kondisi sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai. Padahal banyak UU dan peraturan pemerintah maupun daerah yang mengatur tentang penyelenggaraan maupun standar kelayakan pendidikan. Realitanya, penyelenggaraan pendidikan masih jauh dari standar kelayakan yang terlihat dari kondisi sarana dan prasarana sekolahnya. Akan tetapi, pemerintah selalu berusaha meningkatkan standar kelayakan dalam program belajar mengajar dalam bentuk bantuan dana baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Untuk itu, diperlukan suatu sistem yang dapat membantu proses seleksi penerimaan bantuan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode dalam sistem pengambilan keputusan, yakni Analitical Hierarchy Process (AHP) dan TOPSIS dengan pendekatan fuzzy karena dapat memberikan rekomendasi untuk penentuan penerima bantuan dana untuk sekolah menengah berdasarkan analisis pada kriteria dan subkriteria yang ditetapkan. Bobot kriteria dihitung dengan menerapkan metode AHP, performance alternatif‐alternatif yang berkaitan dengan kriteria dibentuk dalam teori himpunan fuzzy, dan proses terakhir, TOPSIS dilakukan pada hasil ranking terakhir.Kata kunci – Fuzzy, AHP, TOPSISAbstract - Low quality of education in Indonesia affected by many factors, one of them is an inadequate condition of school facilities and infrastructure, although we have many law, government regulations and local governing eligibility about standards implementation and education. In reality, education is still far from eligibility standards as seen from the condition of school facilities and infrastructure. However, the government is always trying to improve ethical standards in teaching and learning program in the form of financial assistance by both the central and local governments so that we need a system that can help the selection process for such assistance. This research uses the methods in the decision-making system, there are the Analytical Hierarchy Process (AHP) and fuzzy TOPSIS approach as it can provide recommendations for the determination of beneficiaries of funds to secondary schools based on criteria and sub-criteria analysis set. Criteria weight is calculated by applying the method of AHP, performance alternatives with regard to the criteria established in the fuzzy set theory, and the final process, TOPSIS performed on the results of the last rank.Keywords – Fuzzy, AHP, TOPSIS
Pengukuran Tingkat Kepuasan Pemanfaatan E-Learning - Universitas Pasundan Bandung, Fajar Darmawan
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 7, No 4 (2015): Jurnal Speed 28 - 2015
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.138 KB) | DOI: 10.3112/speed.v7i4.1378

Abstract

Abstrak – E-learning merupakan salah satu sistem informasi yang memanfaatkan internet yang biasa digunakan dalam dunia pendidikan. E-learning menawarkan sebuah konsep pembelajaran yang tidak mengenal tempat dan waktu, dimana mahasiswa dapat mengaksesnya kapan saja dan dimana saja. Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan Bandung merupakan salah satu program studi yang telah memanfaatkan E-learning. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap pemanfaatan e-learning di Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan Bandung, apakah pemnfaatan e-learning pada prodi TIF UNPAS sudah memuaskan atau belum bagi mahasiswa. Tingkat kepuasan ini akan dilihat dengan membandingkan tingkat rata-rata harapan dengan rata-rata yang didapatkan mahasiswa (kenyataan). Untuk mendapatkan nilai tersebut maka dalam penelitian ini akan dilakukan metode kualitatif, dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa sebagai pengguna. Dari kuesioner tersebut maka akan menghasilkan gap antara tingkat rata-rata harapan dengan rata-rata yang didapatkan mahasiswa (kenyataan) apakah sudah high satisfaction (kenyataan lebih besar dari harapan) atau masih low satisfaction (harapan lebih besar dari kenyataan)Keyword: e-learning, tingkat kepuasaan, harapan, kenyataan
Pengukuran Tingkat Kematangan IT Governance Pada Layanan Akademik STMIK AKBA Dengan Framework Cobit 4.1 (Studi Kasus : STMIK AKBA Makassar) - STMIK AKBA Makassar, Wisda
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Speed Januari - 2016
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.209 KB) | DOI: 10.3112/speed.v8i1.1393

Abstract

Abstract : IT Governance maturity level measurement in academic service STMIK AKBA with COBIT Framework 4.1. This research aim to measure the maturity level of information technology governance and make a recommendation on IT Governance academic services STMIK AKBA.The method used in this research was qualitative method while the method of data collection has done by observation, library research, interviews and questionnaires. Methods of data analysis done several stages, determination Business Goals, IT Goals, IT Process, the details of the Control Objective and mapping Maturity Level.From the results of this study concluded that the level of maturity level in the domain groupsPO, AI, and the DS is still at the average level 2 (repeatable) which means it is academic services STMIK mortality tends to have a pattern to manage processes based on experience repeated ever done previously. In order to achieve the desired level of doneness (expected maturity level) at level 3 (defined process) then all procedures required in each process should be fulfilled. While the identification of Maturity Level results, the authors found the 9 domains at the level of Repeatable and 1 domain at the level Defined. Based on the results of mapping the authors, there are 1 Business Goal, 2 Information Technology (IT) Goal, 12 Information Technology (IT) and 53 Process Control Objectives that must be considered.Keyword: IT Governance, Framework Cobit, Maturity Level, Business Goal, IT GoalAbstraksi : Pengukuran tingkat kematangan IT Governance pada layanan akademik STMIK AKBA dengan Framework Cobit 4.1.Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur tingkat kematangan tata kelola teknologi informasi dan membuat sebuah rekomendasi IT Governance pada layanan akademik STMIK AKBA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif sedangkan metode pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, studi pustaka, wawancara dan quisioner.Metode analisis data dilakukan beberapa tahap yaitu penentuan Business Goal, IT Goals, IT Process, perincian Control Objective dan pemetaan Maturity Level.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat tingkat kematangan pada kelompok domain PO,AI,dan DS masih berada pada level rata-rata 2 (repeatable) yang artinya adalah layanan akademik STMIK AKBA memiliki pola untuk mengelolah proses berdasarkan pengalaman yang berulang-ulang yang pernah dilakukan sebelumnya. Untuk dapat mencapai tingkat kematangan yang diinginkan (expected maturity level) di level 3 (defined process) maka semua prosedur yang disyaratkan di tiap proses harus dipenuhi. Sedangkan hasil identifikasi Maturity Level, penulis menemukan 9 domain berada pada level Repeatable dan 1 domain berada pada level Defined. Berdasarkan hasil mapping penulis, terdapat 1 Business Goal, 2 Information Technologi (IT) Goal, 12 Information Technologi (IT) Process dan 53 Control Objectives yang harus diperhatikan.Kata Kunci :IT Governance, Framework Cobit, Maturity Level, Business Goal, IT Goal
Sistem Informasi Penjualan Pada Kedai Pesisir Mina Bahari Desa Worawari Puspitasari, Eki; Iriyani, Siska
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 7, No 2 (2015): Jurnal Speed 26 - 2015
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.631 KB) | DOI: 10.3112/speed.v7i2.1344

Abstract

ABSTRACTS: Information /  JavaAplication  a  business  activity  is executed  (for example,  business transactions)  in electronic and  computer  or  selling activities  -  purchase of goods  or services. There are several advantages that can be taken that the sales process easier than the old system, the process of recording  statements  easier  than  the  old system,  the process  becomes easier pengechekan goods  than  the old system, and  the transaction process easier  than  the old system with his existing java based applications. Computer software  is now sufficiently developed. However, only some of which use the application  sales as  data storage media, report generation,  and  process  Trannsaksi. With the growing applications at this time, authors will design and build an application to support the sale and transaction information for the sale at True Partners comp. To  build the  application,  it takes  Netbean  software such  as  programming,  MySQL Database Server as the database, and the Netbean script that will be used later. ABSTRAKSI: KedaiPesisir Mina Bahari merupakan kegiatan usaha atauperusahaan ( misalnya, bisnis transaksi) dalam kegiatan menjual atau membeli barang atau jasa.Ada beberapa keuntungan yang dapat diambil bahwa proses penjualan lebih mudah daripada sistem lama,proses penjualan lebih mudah daripada sistem lama, proses perekaman laporan lebih mudah daripada sistem lama, proses menjadi lebih mudah, barang pengecekan di bandingkan sistem lama, dan proses transaksi lebih mudah daripada sistem lama dengan aplikasinya yang ada java berbasis.Perangkat lunak komputer kini cukup berkembang. Namun, hanya beberapa yang menggunakan penjualan aplikasi media penyimpanan data, pembuatan laporan, dan proses transaksi. Dengan aplikasi yang tumbuh saat ini, penulis akan merancang dan membangun sebuah aplikasi untuk mendukung penjualan dan informasi transaksi untuk penjualan di Kedai Pesisir Mina Bahari. Untuk membangun aplikasi, dibutuhkan perangkat lunak NetBean seperti pemrograman, MySQL Server database sebagai database, Dan scrip Netbean yang akan digunakan nanti.
Pengembangan Media Pendidikan Untuk Inovasi Pembelajaran Fiska Nurryna, Ayu
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 1, No 2 (2009): Speed 2 - 2009
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.755 KB) | DOI: 10.3112/speed.v1i2.1354

Abstract

ABSTAKSI: Today the use of media to help learning already started to feel the benefits. Management of learning tools is very necessary. Even this growth is gradual. Metamorphosis of the library that emphasizes on providing print meda, into the supply-demand and service delivery in a multi-sensory of the diversity of the individuals ability to absorb information, makes the service provided is absolutely mandatory and widely varied. In addition, with the ever-expanding advances in the field of information and communication technology, as well as the discovery of the dynamics of the learning process, the implementation of teaching and learning activities increasingly menuntu variation education mediaKeywords: media, learningABSTAKSI: Saat ini penggunaan media untuk membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan manfaatnya. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan meda cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas. Selain itu,dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar semakin menuntu adanya variasi media pendidikanKata kunci: media, pembelajaran
Pembelajaran Kooperatif Jenis Jigsaw Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika ., Sukoco
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 2, No 1 (2010): Speed 5 - 2010
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.823 KB) | DOI: 10.3112/speed.v2i1.1358

Abstract

Abstract: This study aimed to determine whether there is pe-climatic influence school life to students' creativity SMAN 2 Sukoharjo. A sample of 280 students. Data collection using the questionnaire. The data was analyzed us- ing SPSS version 11.5. Results of the study pointed out that climate-school life affect students' creativity in a positive and significant. The magnitude of climatic influences kehidup early school students 'creativity to reach 6.5%, while the contribution of climate-school life of the students' learning creativity reaches 0.130 on 32 946 constants. It can be concluded bah-wa scores each increase of one unit climate school life will mena-ikkan creativity of student learning at 0.130 to 32.946 constants.Keywords: school committee, school organizational culture, the productivity of school. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pe-ngaruh iklim kehidupan sekolah terhadap kreatifitas belajar siswa  SMA Negeri 2 Sukoharjo. Sampel sebanyak 280 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket. Data hasil penelitian dianalisis mengguna-kan komputer program SPSS Versi 11.5. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa iklim kehidupan sekolah mempengaruhi kreativitas belajar siswa secara positif dan signifikan. Besarnya pengaruh iklim kehidup-an sekolah terhadap kreativitas belajar siswa mencapai 6,5%, sedang-kan kontribusi iklim kehidupan sekolah terhadap kreatifitas belajar siswa mencapai 0,130 pada konstanta 32.946. Dapat disimpulkan bah-wa setiap kenaikan satu unit skor iklim kehidupan sekolah akan mena-ikkan kreatifitas belajar siswa sebesar 0,130 pada konstanta 32,946.Kata Kunci: komite sekolah, budaya organisasi sekolah, produktifitas sekolah.           

Filter by Year

2009 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2017): Jurnal Speed 2017 Vol 9, No 1 (2017): Jurnal Speed 2017 Accepted Paper Speed 2017 Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Speed 29 - 2016 Vol 8, No 3 (2016): Jurnal Speed September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Speed Mei 2016 Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Speed Januari - 2016 Vol 7, No 4 (2015): Jurnal Speed 28 - 2015 Vol 7, No 4 (2015): Jurnal Speed 28 - 2015 Vol 7, No 3 (2015): Jurnal Speed 27 - 2015 Vol 7, No 3 (2015): Jurnal Speed 27 - 2015 Vol 7, No 2 (2015): Jurnal Speed 26 - 2015 Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Speed 25 - 2015 Vol 6, No 4 (2014): Jurnal Speed 24 - 2014 Vol 6, No 3 (2014): Jurnal Speed 23 - 2014 Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Speed 22 - 2014 Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Speed 21 - 2014 Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Speed 21 - 2014 Vol 11, No 9 (2014): Speed 20 Vol 7, No 2 (2015): Jurnal Speed 26 - 2015 Vol 5, No 4 (2013): Speed 20 - 2013 Vol 5, No 4 (2013): Speed 20 - 2013 Vol 5, No 3 (2013): Speed 19 - 2013 Vol 5, No 2 (2013): Speed 18 - 2013 Vol 5, No 1 (2013): Speed 17 - 2013 Accepted Paper 5 Accepted Paper 2 Accepted Paper Vol 9, No 3 (2012): IJCSS 14 - Desember 2012 Vol 9, No 2 (2012): Speed 13 - Agustus 2012 Vol 4, No 4 (2012): Speed 16 - 2012 Vol 4, No 3 (2012): Speed 15 - 2012 Vol 4, No 2 (2012): Speed 14 - 2012 Vol 4, No 2 (2012): Speed 14 - 2012 Vol 4, No 1 (2012): Speed 13 - 2012 Vol 4, No 1 (2012): Speed 13 - 2012 Vol 3, No 4 (2011): Speed 12 - 2011 Vol 3, No 4 (2011): Speed 12 - 2011 Vol 3, No 3 (2011): Speed 11 - 2011 Vol 3, No 3 (2011): Speed 11 - 2011 Vol 3, No 2 (2011): Speed 10 - 2011 Vol 3, No 1 (2011): Speed 9 - 2011 Vol 3, No 1 (2011): Speed 9 - 2011 Vol 7, No 2 (2010): Speed 09 - Agustus 2010 Vol 2, No 4 (2010): Speed 8 - 2010 Vol 2, No 3 (2010): Speed 7 - 2010 Vol 2, No 3 (2010): Speed 7 - 2010 Vol 2, No 2 (2010): Speed 6 - 2010 Vol 2, No 1 (2010): Speed 5 - 2010 Vol 2, No 1 (2010): Speed 5 - 2010 Vol 1, No 4 (2009): Speed 4 - 2009 Vol 1, No 4 (2009): Speed 4 - 2009 Vol 1, No 3 (2009): Speed 3 - 2009 Vol 1, No 3 (2009): Speed 3 - 2009 Vol 1, No 2 (2009): Speed 2 - 2009 Vol 1, No 2 (2009): Speed 2 - 2009 Vol 1, No 1 (2009): Speed 1 - 2009 Vol 1, No 1 (2009): Speed 1 - 2009 Accepted Paper More Issue