cover
Contact Name
Aditya Dedy Purwito
Contact Email
purwito@ub.ac.id
Phone
+6281233789990
Journal Mail Official
wacana@ub.ac.id
Editorial Address
https://wacana.ub.ac.id/index.php/wacana/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14110199     EISSN : 23381884     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.wacana
This journal has a focus on inter and multidisciplinary studies of social sciences and humanities. The scope is the socio-cultural phenomenon, the history, and transformation of society, changes, and stagnation of socio-political institutions, actor orientation, and behavior, the performance of political regimes and socio-economic structures. The scope is not limited by state, nation, temporal duration, certain ideas, and narrow beliefs. This journal is open to various approaches, theories, methodologies, research methods carried out by scientists, academics, researchers and practitioners in the fields and disciplines: economics, social, political science, government studies, international relations, sociology, anthropology, demography, history, religious and cultural studies, philosophy of science, communication science, and development studies.
Articles 493 Documents
The Implementation of Community Empowerment Program in Reducing the Poverty (Case Study of PNPM-Mandiri Urban in Besito Village, Gebog Sub-district, Kudus Regency, Central Java Province, Indonesia) Noor Chayati; Sarwono Sarwono; Mardiyono Mardiyono
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 16 No. 3 (2013)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.301 KB)

Abstract

PNPM-Mandiri as community empowerment program is a national program to accelerate the poverty reduction. The implementation of the program in some areas showed the successful by the poverty reduction. Nevertheless, many areas failed in implementing the program showed by the poverty remains, even worse. Therefore, it needs further analysis whether successful of the implementation of the program could not automatically reduce the poverty rate. The problem was occured in Besito Village Gebog Sub-District Kudus Regency. BKM Besito Makmur, the community based organization in the Village, won Kudus Regency awards in some years and also from Provincial level, but the poverty rate is still relatively high. This research used qualitative method in analyzing the implementation of PNPM Mandiri Urban in Besito Village, a community empowerment project supported by World Bank joint funded by local community. Besides this research analyzed the effectiveness of PNPM - Mandiri in reducing the poverty, this research also analyzed the roles of stakeholders to reduce the poverty through PNPM - Mandiri, the constraining factors, and the result of program implementation. As a result of evaluation, this program seems to be failed in terms of poverty reduction as final goal. The poverty reduction in Besito Village cannot be achieved although the BKM won awards because the implementation of the program only good in administration. The roles of stakeholders were not optimal, since the poor, women, and community leaders were not involved in all activities especially in the planning stage. The constraining factors divided into two categories, structural problems and operational problems. The poverty alleviation program needs some improvement to be more effective, efficient, relevant, sustainable and give positive impact in reducing the poverty. To cope with, the poor should be centered in implementing the program. Keywords: Community Empowerment; Poverty Reduction; National Program
Komunikasi “Social Marketing” Dalam Proses Difusi Inovasi Revitalisasi Banjar Masyarakat Lombok (Studi Kasus Banjar Temolan, Dusun Gerumpung, Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur) Fanty Pratiwi Meita; Bambang Dwi Prasetyo; Sanggar Kanto
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 16 No. 3 (2013)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.07 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keinginan peneliti untuk mengetahui mengenai  komunikasi “social marketing” adopsi difusi inovasi revitalisasi Banjar Temolan Dusun Gerumpung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis komunikasi social marketing membentuk difusi inovasi dalam revitalisasi Banjar Temolan, serta mengetahui dan menganalisis adopsi difusi inovasi dalam revitalisasi Banjar Temolan. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kualitatif naturalistik dikarenakan penelitian kualitatif naturalistik tidak memanipulasi “ajang” (setting) penelitian. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian Komunikasi ”Social Marketing” Dalam Proses Difusi Inovasi Revitalisasi Banjar Masyarakat Lombok  yaitu alasan diadakannya revitalisasi ini dikarenakan Banjar Temolan sebelum direvitalisasi hanya bersifat konsumtif. Sehingga perlu dilakukannya revitalisasi yang bertujuan agar banjar mampu berkembang serta membantu peningkatan taraf hidup masyarakat yang lebih baik lagi. Adapun konsekuensi yang ditimbulkan dari adopsi difusi revitalisai Banjar Temolan ini adalah Undirect consequences dengan memperoleh keseimbangan yang tergolong dalam kategori keseimbangan dinamis. Kata Kunci: Social marketing, Banjar Temolan, adopsi difusi inovasi.
Pola Komunikasi Pada Enkulturasi Bahasa jawa Studi Etnografi Komunikasi pada Keluarga Besar Almarhum jamuharom di Desa Brenggolo kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri Muhammad Irawan Saputra; Sanggar Kanto; Suryadi Suryadi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 16 No. 3 (2013)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.406 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan wujud keprihatinan peneliti terhadap fenomena mulai memudarnya eksistensi bahasa Jawa sebagai komponen budaya bangsa. Memudarnya eksistensi ini tentu dipengaruhi oleh pola komunikasi dalam enkulturasi keluarga. Rumusan masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana pola komunikasi yang ada pada enkulturasi bahasa Jawa tersebut serta bagaimana perbandingan pola komunikasi yang ada antar generasi dalam sebuah keluarga Jawa.   Penelitian ini mengkaji tiga enkulturasi dari empat generasi dari sebuah keluarga besar. Kajian ini berfokus pada aspek lingusitik dan juga aspek interaksinya. Sedangkan metode penelitian yang dipakai peneliti adalah Etnografi Komunikasi. Hasil penelitian ini dapat menggambarkan bahwa bahasa Jawa dalam sebuah keluarga mengalami enkulturasi atau diwariskan dengan menggunakan pola komunikasi yang terbentuk dari tiga bagian. Bagian pertama adalah peniruan, bagian kedua adalah membahasakan, dan bagian ketiga adalah kontrol penggunaan bahasa. Peniruan terhadap orang tua banyak dilakukan oleh anak-anak ketika mempelajari tingkatan bahasa Jawa kromo. Sedangkan tingkatan bahasa Jawa ngoko banyak dilakukan anak-anak Jawa dari teman atau saudara sebayanya. Kemudian bagian kedua dari pola komunikasi pada enkulturasi bahasa Jawa ini adalah membahasakan. Membahasakan merupakan usaha generasi awal dalam mengajarkan penggunaan tingkat bahasa Jawa (kromo dan ngoko) kepada generasi berikutnya. Bagian ketiganya adalah kontrol penggunaan bahasa yang merupakan usaha generasi awal dalam memperingatkan dan memberi contoh yang benar dari kesalahan penggunaan bahasa. Penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan dari perbandingan yang telah dilakukan dari keempat generasi bahwa eksistensi bahasa Jawa mengalami kemerosotan. Salah satu bukti kemerosotan yang terjadi adalah pada enkulturasi ketiga sudah tidak dilakukan lagi membahasakan oleh orang tua, sehingga generasi keempat pada keluarga besar ini lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa Jawa. Kata kunci: pola komunikasi, enkulturasi bahasa Jawa, Etnografi Komunikasi
Student Perception towards Personal Branding of Political Leaders on Twitter Ahead of Presidential Election 2014 Bita Asrining Wulan; Suryadi Suryadi; Bambang Dwi Prasetyo
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.087 KB)

Abstract

Recent technology developments bring improvement for communication studies. Computer mediated communication (CMC) theory ispotential to rapid messages send using computer with internet connection. Twitter is one of well-known social media, which is used by large number of societies, including our president candidates, e.g. Prabowo Subianto and Aburizal Bakrie. Majority twitter users are teenagers, because teenagers are active society and they use twitter to let themselves know about their upcoming president. Active society had explained in uses and gratification theory. This study aims to identify college student’s perception about politician’s personal branding on twitter lately before the election on 2014. This research is a descriptive research which used qualitative approach, and equipped with content analysis. This research usednon probability sampling to select the main informants, and also snowball sampling method. Results show that college student’s perceptionstowards Prabowo Subianto’s twitter were better than their perceptions to Aburizal Bakrie’s although Aburizal twitter’s management is much betterand friendly. Active and positive responses from college students didn’t influenced by politician’s personal branding. There are eight concepts in personal branding, known as the eight of law of personal branding. From the eight concepts, Prabowo Subianto known as a well behavior person with high nationalism while Aburizal Bakrie had very well law of visibility in twitter’s management.Key words : Perception of college students as twitter user, Politician’s Personal Branding
Output Program Love Jamsostek Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Dimas Prihardito Budhiarto; Agus Suryono; Mochammad Makmur
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.313 KB)

Abstract

Malang merupakan salah satu kota industri, dimana didalamnya banyak berdiri industri-industri yang cukup banyak menyerap tenaga kerja. Memasuki era good governance ini, lembaga sektor publik dituntut harus memberikan pelayanan seoptimal mungkin kepada masyarakat dalam hal ini Jamsostek kepada peserta nya yaitu tenaga kerja. Oleh karena itu dibutuhkan adanya suatu inovasi dalam reformasi pelayanan publik kearah yang lebih baik. Penelitian ini mengangkat judul output program love Jamsostek dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik yang dilaksanakan pada PT.Jamsostek (persero) Kantor Cabang Malang. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan  program love jamsostek dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik. Fokus penelitian ini adalah output program love jamsostek dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik. Tujuan penelitian untuk menganalisis pelaksanaan program love jamsostek pada pelayanan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik pada PT.Jamsostek (persero) Kantor Cabang Malang. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis dan sumber data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknis pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah analisa secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT.Jamsostek (persero) Kantor Cabang Malang pada pelaksanaan program love jamsostek dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik sudah berjalan dengan baik walaupun masih ada beberapa kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya optimalisasi pelayanan publik yang berkualitas. Berdasarkan hasil penelitian output yang dicapai pada program love jamsostek yaitu terjadinya peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan angka kepesertaan Jamsostek. Dalam penelitian ini penulis menyarankan bahwa pelayanan yang diberikan PT.Jamsostek (persero) Kantor Cabang Malang dengan adanya program love jamsostek dalam pemberian pelayanan kepada para peserta harus lebih baik lagi dan lebih profesional lagi dan kendala-kendala yang dihadapi harus diminimalisir agar terciptanya peningkatan kualitas pelayanan publik kearah yang lebih baik. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan Publik
Adaptasi Ekologi Dan Persepsi Masyarakat Pesisir Dalam Upaya Konservasi Mangrove Di Dusun Klayar Desa Sidokelar Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Nuril Ahmad; Bagyo Yanuwiadi; Soemarno Soemarno
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 15 No. 1 (2012)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.435 KB)

Abstract

Tujuandilakukannya penelitian adalah untuk :1. Menganalisis adaptasi ekologi (strategi, proses dan dampak), sejak dicanangkannya program konservasi mangrove (2003) sampai dengan kondisi pada saat dilakukannya penelitian di Dusun Klayar pada tahun 2011, 2.Menganalisis persepsi masyarakat pesisir secara umum dalam upaya melaksanakan konservasi mangrove sebagai bagian integral masyarakat dan lingkungan Di Dusun Klayar Desa Sidokelar Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, 3.Menentukan titik-titik kritis adaptasi ekologi masyarakat pesisi.Metode Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada konsep yang dikembangkan oleh Muhadjir (1992), yaitu penelitian kualitatif positivistik.Pendekatan kualitatif positivistik merupakan sebuah tipe penelitian kuantitatif bersifat deskriptif.Hasil Penelitian, yaitu : Pertama adalah adanya hubungantimbal balik antara budaya yang berkembang di dusun Klayar dengan lingkungan mangrove sehingga masyarakatdusun Klayarmengembangkan strategi adaptasi ekologidalam upaya konservasi mangrove; antara lain : 1.Pengadaan bibit, 2. Membuat tempat persemaian, 3. Membuat media semai, 4. Penyemaian bibit, 5. Pemeliharaan, 6.Penyapihan bibit, 7.Pengangkutan bibit , 8.Pengayaan dan penanaman, 9.Pemeliharaan dan pemantauan tanaman, yang Keduaadalah masyarakat dusun Klayar memandang bahwa lingkungan  mangrove memiliki manfaat yang sangat penting sebagai pelindung pantai dari abrasi, penahan gelombang laut, manfaat ekonomi, sosial-budaya dan sebagai pengendali kelestarian keanekaragaman hayati; yang Ketiga adalah titik kritis perubahan lingkungan biotik dan abiotik, yaitu : lingkungan mangrove mengalami kerusakan, sehingga masyarakat dusun Klayar secara sadar melakukan koping untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang rusak atau sebaliknya. Dari koping tersebut menghasilkan dua tingkah laku, yaitu tingkah laku koping yang berhasil dan tidak berhasil.Kontribusi yang diberikan dalam penelitian ini adalah kontribusi baik secara teoritis maupun praktis tentang strategi adaptasi ekologi dan persepsi masyarakat pesisir dalam upaya konservasi mangrove sehingga dapat menjadi pedoman pengelolaan lingkungan pesisir terutama lingkungan mangrove.   Kata Kunci : Adaptasi Ekologi, Persepsi, Titik Kritis, Konservasi Mangrove
Analyzing an Integrated Planning Approach Among Planning Scale and Sector A Case Study of Malang City’s Vision as The City of Education Akhmad Amirudin; Andy Fefta Wijaya; Samrit Yossomsakdi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.172 KB)

Abstract

Integrated planning is more needed by government today because of the complexity of problems and limited resources. Integrated planning can undertake the problems by giving comprehensive solution and provide how much resources are needed to reach the goal. Integrated planning approach is implied to provide better tools to guide actions towards the development of cities, improvement of human conditions, and ultimately a better urbanism. So the research focused on integrated planning in Malang City based on Malang City’s vision, strategic planning, operational planning, budgeting planning in Malang City to achieve Malang City’s vision as the city of Education. In this study, researcher used qualitative method with descriptive research, which is a research process aims to describe the exact nature / something happened and took place on the research conducted. The research purpose is to identify and describe and analyze the process of Malang City Planning Agency integrate other planning scale and sector in developing planning; and to identify, describe and analyze the process of Malang City Planning Agency integrated all stakeholders in Integrated Planning process. This research use descriptive research method. The reason to use descriptive research method in this study because the principle objectives of this study aimed to describe, illustrate in a systematic, factual and accurate statement of the facts and the relationship between phenomenon. Then qualitative method was directed at the individual's background and a holistic (whole). So in this case should not isolate the individual or organization into a variable or hypothesis, but should view it as part of wholeness. The result of this research in the case study of Malang City has shown thatThe case study of Malang City showed that various sectors recognized but did not pay much attention to Malang City’s vision as City of Education in their plans; however, Regional Mid-term Development Plan by Malang City’s Planning Agency clearly mentioned this vision. The research conclusion is  correlation between planning documents. The combination between one planning documents to other documents. The efforts to improve integration and synergy with establishment was done by creating a path between plans drawn up by the local governments for Regional Mid-term Development Plan, strategic planning on Department and Agency, operational planning and also between the planning documents and the budget document; and Collaborate between one sectors to other sector. All sectors can be directed to refer to the mission to be achieved by the use within the government in a way they were not mutually focus on their own business but work together and support each other to realize Malang city as the city of education. Keyword : Integrated Planning, Malang City, Malang City’s Vision, City of Education
Analisis Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan Penetapan APBD Kabupaten Kudus Subechan Subechan; Imam Hanafi; Bambang Santoso Haryono
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.503 KB)

Abstract

APBD memiliki peranan yang sangat penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Keterlambatan dalam penetapan APBD akan berdampak langsung terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah. Sejak diberlakukannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, penetapan APBD Kabupaten Kudus selalu terlambat. Akibat keterlambatan penetapan APBD tersebut, pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan menjadi tidak efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan penetapan APBD Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis exploratif untuk mengidentifikasi variabel-variabel permasalahan yang mempengaruhi penyusunan APBD Kabupaten Kudus, dan selanjutnya dilakukan analisis faktor dalam pendekatan kuantitatif untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab keterlambatan penetapan APBD Kabupaten Kudus. Hasil penelitian didapatkan 5 faktor yang dapat menjelaskan penyebab keterlambatan penetapan APBD Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2009 sampai dengan Tahun Anggaran 2013 dengan varian sebesar 65,837 %, yaitu (1) Faktor Komitmen dan Kepentingan Eksekutif, (2) Faktor Koordinasi dan Komunikasi antara Eksekutif dan Legislatif, (3) Faktor Kompetensi dan Komitmen Legislatif, (4) Faktor Koordinasi dan Kompetensi SKPD, (5) Faktor Peraturan Perundang-undangan. Sedangkan 34,163 % dijelaskan faktor lain selain kelima faktor tersebut. Kurangnya komitmen dalam mentaati jadwal penyusunan APBD, lebih mengutamakan kepentingan dalam pengalokasian anggaran, koordinasi dan komunikasi yang tidak baik, dan kurangnya kompetensi dalam penganggaran dari pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan anggaran menjadi penyebab keterlambatan penetapan APBD Kabupaten Kudus. Selain itu pemerintah pusat juga memberi andil dalam keterlambatan penetapan APBD Kabupaten Kudus yaitu keluarnya pedoman penyusunan APBD setiap tahun dengan berbagai ketentuan yang berubah di dalamnya serta keterlambatan penerbitan aturan tentang penggunaan dana-dana pusat yang bersifat specifik grant. Atas berbagai permasalahan tersebut maka perlu dilakukan peningkatan kompetensi dan kapasitas bagi pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan APBD, membina hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif, ada sangsi tegas apabila APBD ditetapkan terlambat, konsistensi aturan dalam penyusunan APBD, peraturan-peraturan terkait dana dari pemerintah atasan dikeluarkan tepat waktu, dan transparansi dalam proses penyusunan APBD, serta perlu disusun analisis standar belanja (ASB) untuk menilai kewajaran belanja. Kata kunci: eksekutif, harmonis, legislatif, penetapan, transparansi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Di Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik Hadi Suroso; Abdul Hakim; Irwan Noor
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.559 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat derajat partisipasi atau kekuasaan yang dimiliki masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dalam Musrenbangdes di Desa Banjaran dan juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan masyarakat  berpartisipasi dalam perencanaan pembangunann desa melalui Musrenbangdes. Metode yang digunakan ialah kuantitaif eksplanasi untuk menguji dan menjelaskan hubungan keaktifan masyarakat berpartisipasi dalam Musrenbangdes dengan  faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan melalui Musrenbangdes di Desa Banjaran masih sampai pada anak tangga Penentraman yaitu tangga ke lima dari delapan anak tangga partisipasi masyarakat Arnstein atau masih dalam derajat Pertanda Partisipasi (Degrees of Tokenism). Dari beberapa faktor internal dan eksternal yang diuji menunjukkan hanya usia, tingkat pendidikan,jenis pekerjaan, komunikasi dan kepemimpinan yang mempunyai hubungan, sedangkan tingkat penghasilan dan lamanya tinggal dalam desa tidak mempunyai hubungan yang berarti. Hal ini menunjukkan ada perbedaan tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa melalui Musrenbangdes bila di lihat dari tingkat pendidikan, tingkat komunikasi, usia, jenis pekerjaan dan tingkat kepemimpinan. Sedangkan untuk tingkat penghasilan dan lamanya tinggal masyarakat dalam desa menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Kata kunci: Perencanaan Pembangunan Partisipatif, Derajat Partisipasi, Musrenbangdes
Implementasi Kebijakan Pelayanan Air Bersih Wilayah Perkotaan Berbasis Kerja Sama Pemerintah dan Swasta di Kecamatan Mandau Suyeno Suyeno; Andy Fefta Wijaya; Imam Hanafi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.077 KB)

Abstract

Tuntutan pelayanan air bersih yang berkualitas, berprosedur jelas, dilaksanakan dengan segera dan dengan biaya yang pantas hingga saat ini selalu menjadi perhatian utama pemerintah. Lemahnya koordinasi dan kelembagaan dapat menimbulkan pengelolaan sumber daya air tidak efisien. Keterlibatan sektor swasta dalam penyediaan air bersih di Indonesia, mulai terjadi pada tahun 90-an, seiring dengan semakin menurunnya peran pendanaan dari pemerintah pusat. Fenomena pengelolaan sumber daya air di wilayah Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau pada tahun 1997 sudah dikelola dengan bekerjasama dengan pihak swasta yaitu dengan PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) atau dulu lebih dikenal masyarakat sebagai PT.Caltex Pasific Indonesia. Tujuan Pemerintah melakukan kerjasama adalah untuk pengadaan sarana air bersih wilayah Duri. Kerjasama ini dilaksanakan secara terpadu guna mencapai kebutuhan pelayanan air bersih sebesar minimum 80 liter/detik. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mendiskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan pelayanan air bersih wilayah perkotaan di PDAM Cabang Duri Kabupaten Bengkalis serta faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan pelayanan air bersih wilayah perkotaan di PDAM Cabang Duri Kabupaten Bengkalis. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data yang didapat dianalisis dengan model interaktif berdasarkan kelima variabel fokus penelitian yaitu (1) komunikasi dan koordinasi; (2) dukungan sumber daya; (3) karakteristik organisasi pelaksana; (4) lingkungan kebijakan; dan (5) disposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dan koordinasi sebagai jalur penghubung antar aktor yang dapat menumbuhkan tercapainya disposisi yang baik. Dukungan sumber daya memberikan pengaruh yang besar terhadap tercapai tidaknya tujuan kebijakan pelayanan air bersih wilayah perkotaan di PDAM Cabang Duri dibandingkan dengan kelima variabel yang telah dikaji. Karakteristik organisasi pelaksana dan lingkungan kebijakan memberikan kontrol dan dukungan tercapainya tujuan kebijakan lebih baik lagi. Sedangkan disposisi kebijakan menunjukkan kemapuan implementor dalam menanggapi dan merepresentasikan kebijakan. Tidak menutup kemungkinan dari kelima variabel tersebut menumbuhkan faktor pendukung dan penghambat yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk memodifikasi kebijakan untuk mengatasi permasalah yang timbul. Kata kunci: air bersih, implementasi, kebijakan, lingkungan, pelayanan, sumber daya

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 29 No. 1 (2026): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 4 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 3 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 2 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 1 (2025) Vol. 28 No. 1 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 27 No. 4 (2024) Vol. 27 No. 3 (2024) Vol. 27 No. 2 (2024) Vol. 26 No. 4 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 3 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 2 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 1 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 25 No. 4 (2022) Vol. 25 No. 3 (2022) Vol. 25 No. 2 (2022) Vol. 25 No. 1 (2022) Vol. 24 No. 4 (2021) Vol. 24 No. 3 (2021) Vol. 24 No. 2 (2021) Vol. 24 No. 1 (2021) Vol. 23 No. 4 (2020) Vol. 23 No. 3 (2020) Vol. 23 No. 2 (2020) Vol. 23 No. 1 (2020) Vol. 22 No. 4 (2019) Vol. 22 No. 3 (2019) Vol. 22 No. 2 (2019) Vol. 22 No. 1 (2019) Vol. 21 No. 4 (2018) Vol. 21 No. 3 (2018) Vol. 21 No. 2 (2018) Vol. 21 No. 1 (2018) Vol. 20 No. 4 (2017) Vol. 20 No. 3 (2017) Vol. 20 No. 2 (2017) Vol. 20 No. 1 (2017) Vol. 19 No. 4 (2016) Vol. 19 No. 3 (2016) Vol. 19 No. 2 (2016) Vol. 19 No. 1 (2016) Vol. 18 No. 4 (2015) Vol. 18 No. 3 (2015) Vol. 18 No. 2 (2015) Vol. 18 No. 1 (2015) Vol. 17 No. 4 (2014) Vol. 17 No. 3 (2014) Vol. 17 No. 2 (2014) Vol. 17 No. 1 (2014) Vol. 16 No. 4 (2013) Vol. 16 No. 3 (2013) Vol 16, No 2 (2013) Vol. 16 No. 2 (2013) Vol. 16 No. 1 (2013) Vol. 15 No. 4 (2012) Vol. 15 No. 3 (2012) Vol 15, No 2 (2012) Vol. 15 No. 2 (2012) Vol. 15 No. 1 (2012) Vol 15, No 1 (2012) Vol. 14 No. 4 (2011) Vol. 14 No. 3 (2011) Vol. 14 No. 2 (2011) Vol. 14 No. 1 (2011) Vol. 13 No. 4 (2010) Vol 13, No 4 (2010) Vol. 13 No. 3 (2010) Vol. 13 No. 2 (2010) Vol 13, No 2 (2010) Vol. 13 No. 1 (2010) Vol. 12 No. 4 (2009) Vol. 12 No. 3 (2009) Vol. 12 No. 2 (2009) Vol. 12 No. 1 (2009) More Issue