cover
Contact Name
Aditya Dedy Purwito
Contact Email
purwito@ub.ac.id
Phone
+6281233789990
Journal Mail Official
wacana@ub.ac.id
Editorial Address
https://wacana.ub.ac.id/index.php/wacana/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14110199     EISSN : 23381884     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.wacana
This journal has a focus on inter and multidisciplinary studies of social sciences and humanities. The scope is the socio-cultural phenomenon, the history, and transformation of society, changes, and stagnation of socio-political institutions, actor orientation, and behavior, the performance of political regimes and socio-economic structures. The scope is not limited by state, nation, temporal duration, certain ideas, and narrow beliefs. This journal is open to various approaches, theories, methodologies, research methods carried out by scientists, academics, researchers and practitioners in the fields and disciplines: economics, social, political science, government studies, international relations, sociology, anthropology, demography, history, religious and cultural studies, philosophy of science, communication science, and development studies.
Articles 493 Documents
Sinkronisasi Peraturan Perundang-Undangan Di Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam: Kajian Tentang Pengaturan Hak-Hak Masyarakat Adat Atas Sumber Daya Alam Fifik Wiryani; I Nyoman Nurjaya; Warkum Soemitro
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 14 No. 4 (2011)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganilisis sinkronisasi vertikal dan horizontal dari peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang hak-hak masyarakat adat   dalam pengelolaan sumber daya alam serta implikasinya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan doktriner/normatif dengan melakukan analisis isi dilanjutkan analisis sinkronisasi vertikal dan horizontal. Bahan hukum primernya berupa peraturan perundang-undangan yang mengatur dan berkaitan dengan hak-hak masyarakat adat. Hasil penelitian diketahui bahwa taraf sinkronisasi asas hukum tidak selalu sejalan antara prinsip dasar dalam konstitusi dengan peraturan perundangan sebagai aturan pelaksana. Secara yuridis-filosofis,  implementasi “Hak menguasai negara” dalam peraturan perundang-undangan di bidang sumber daya alam telah sinkron secara vertikal maupun horizontal, Tetapi dalam uraian pada pasal-pasalnya, makna dari negara direduksi menjadi pemerintah, Presiden atau Menteri, sehingga mempunyai implikasi terjadinya relasi superiory-inferiory antara pemerintah dengan rakyat, yang kemudian menciptakan paradigma pembangunan hukum yang didominasi pemerintah, dan menciptakan hukum yang hanya berbasis pada pemerintah saja (state law) yang mengabaikan dan menggusur hukum rakyat. Akibatnya kemudian pengakuan hak masyarakat adat atas sumber daya alam dalam produk hukum terjadi “ambiguitas” pengaturan, “inkonsistensi” pengaturan, juga “overlepping”. Implikasi dari ketidaksinkronan adalah terjadinya conflict of norm, solusinya digunakan asas hierarki untuk vertikal, sedangkan untuk horizontal digunakan asas “lex posteriori derogate lex priori” dan asas “lex specialis derogate lex generalis”. Akibat nyata dari  conflict of norm tersebut menimbulkan interpretasi hukum dalam pengelolaan sumber daya alam sesuai dengan kepentingan sektor masing-masing. Selanjutnya akan mengakibatkan kecenderungan eksploitasi  dan rusaknya sumber daya alam. Kata kunci: Sinkronisasi, peraturan perundang-undangan, sumber daya alam dan masyarakat adat.
Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pendapatan Dan Pengeluaran Nelayan Payang Jurung Di Selat Madura Mimit Primyastanto; Anthon Efani; Soemarno Soemarno; Sahri Muhammad
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 16 No. 1 (2013)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.673 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik ekonomi rumah tangga nelayan payang jurung dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan melaut dan pengeluaran rumah tangga untuk peningkatan kesejahteraan nelayan Selat Madura ,khususnya di Lekok. Metode yang digunakan adalah analisa deksrpitif kualitatif dan deksriptif kuantitatif menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian adalah faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan melaut adalah nilai aset kapal , daya mesin kapal , dan pengalaman melaut. Sedangkan faktor yang berpengaruh nyata terhadap pengeluaran rumah tangga nelayan adalah pendapatan melaut, pendapatan non melaut, jumlah keluarga, pendidikan. Ada dua faktor yang digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu menambah jumlah aset kapal dan daya mesin kapal agar nelayan mampu ekspansi tempat penangkapan dari perairan selat Madura. Faktor eksternal yaitu pengembangan alternatif mata pencaharian (AMP) nelayan payang jurung di Selat Madura. Kata kunci : Selat Madura, karakteristik, ekonomi rumahtangga, pendapatan, pengeluaran kesejahteraan, nelayan payang jurung
Pendidikan Berperspektif Lingkungan Menuju Pembangunan Berkelanjutan Yuli Prayitno; Muhammad Sasmito Djati; Soemarno Soemarno; Zaenal Fanani
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 16 No. 1 (2013)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.853 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kepedulian lingkungan dengan model pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif. Subyek penelitian adalah 88 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepedulian lingkungan dan tes pemahaman paradigma pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada korelasi positif signifikan antara sikap peduli lingkungan, perilaku peduli lingkungan dengan pengetahuan paradigma pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Hal ini mengindikasikan bahwa kepedulian lingkungan memiliki kesamaan dengan paradigma pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dapat dilaksanakan melalui pendidikan yang berperspektif lingkungan. Saran yang diajukan kepada para Kepala sekolah adalah penerapan pendidikan peduli lingkungan sebagai best practices di SMK Negeri. Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di kabupaten disarankan untuk mengkaji lebih mendalam tentang fokus pencapaian tujuan pengelolaan dan perlindungan terhadap kelestarian lingkungan hidup melalui pendidikan. Kata kunci: Kepedulian lingkungan, pembangunan berkelanjutan.
Kajian Peran Mapalus Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Kota Tomohon Treesye I Turang; Agus Suman; Jeany Mandang; Soemarno Soemarno
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 15 No. 4 (2012)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.704 KB)

Abstract

Mapalus adalah suatu budaya tradisional di daerah Minahasa, budaya gotong royong atau tolong menolong yang berkembang di Minahasa. Mapalus merupakan suatu model kerja bersama beberapa keluarga, kelompok-kelompok dan  kelompok kerja kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Tomohon.  Penelitian ini dilakukan berdasarkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Kota Tomohon. Dengan berperan di mapalus, anggota masyarakat dapat mengurangi beban, meringankan biaya, membantu dan menolong bagi yang memerlukan bantuan dari masyarakat di sekitarnya, khususnya bagi yang aktif dalam mapalus. Seseorang mempunyai lahan, tetapi kekurangan dana dan modal; dengan menjadi anggota kelompok mapalus maka ia dapat minta bantuan kelompok untuk menggarap lahannya. Dengan melakukan kegiatan mapalus tani ini maka terjadi proses pemberdayaan masyarakat. Namun dangan kemajuan teknologi yang “instan” dan kecukupan uang maka kegiatan mapalus mulai berkurang dan mulai tergeser oleh pola kehidupan masyarakat kota.  Fokus penelitian ini  adalah peran mapalus yang dapat memberdayakan masyarakat dalam mengatasi kendala-kendala yang dihadapi seperti kekurangan modal usaha, keterbatasan tenaga, produktifitas yang rendah, dan keterbatasan pemasaran hasil pertanian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menjelaskan bentuk-bentuk mapalus, aktifitas-aktifitas yang dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat di mapalus. Data dan informasi dikumpulkan dengan cara wawancara, diskusi kelompok dengan anggota dan pengurus kelompok mapalus, tokoh-tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah.  Sumber data dan informasi adalah 5 (lima) bentuk mapalus yang ada di 44 kelurahan di Kota Tomohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran mapalus dapat memberdayakan anggota dalam kegiatan usaha sehari-hari. Ada tiga bentuk kerja bersama di antara anggota mapalus, yaitu : (1) kerja bersama pada kelompok mapalus dan kerja bersama antar kelompok; (2) kerja bersama anggota kelompok mapalus dan kerja bersama antar seluruh anggota kelompok; dan (3) kerja bersama dengan adanya dukungan pemerintah dan swasta dalam hal perencanaan dan pelaksanaan usaha bersama.  Peran mapalus dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat yaitu belajar bekerja bersama dalam memperbaiki pendapatan individu anggota kelompok dan kelompok; memperbaiki kondisi-kondisi sosial masing-masing anggota kelompok. Kata kunci : Kerja bersama, anggota, kelompok.
Peran Gereja Dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Tomohon Sulawesi Utara Grace Sumbung; Agus Suman; Kliwon Hidayat; Paulus Kindangen
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 15 No. 4 (2012)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.676 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa peran Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) dalam memberdayakan masyarakat sekitar di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Narasumber dalam penelitian ini adalah para aktor yang terlibat langsung dalam pengembangan UKM (Industri Kecil dan Menengah) pengolahan kelapa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pola pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh GMIM (Gereja Masehi Injili di Minahasa) adalah melalui BLPT (Training Center) Kaaten - Tomohon berdasarkan pengolahan kelapa-kayu telah berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Secara umum, pola yang dilakukan oleh GMIM adalah pemberdayaan ekonomi. Dalam menjalankan usahanya, BLPT melibatkan setiap workfoce siswa drop-out dari sekolah atau tidak menyelesaikan sekolah tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, mengurangi jumlah putus sekolah, meningkatkan pengembangan bisnis kreatif, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, dan meningkatkan pendapatan untuk kas GMIM. Kata kunci: pemberdayaan, pekerja
Faktor-Faktor Yang Mempengharuhi Minat Wirausaha Pengolahan Pangan Organik Pada Perempuan Tani Di Desa Wonokerto, Bantur, Malang Sri Muljaningsih; Soemarno Soemarno; Djumilah Hadiwidjojo; M Muslich Mustadjab
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 15 No. 2 (2012)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.535 KB)

Abstract

Tumbuhkembangnya jiwa kewirausahaan perempuan tani dipengaruhi oleh pelatihan teknologi pangan olahan organik. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat membangkitkan minat wirausahanya.  Faktor-faktor yang mempengaruhi minat wirausaha pada perempuan tani ini meliputi tenaga kerja, skill, lahan, dan jiwa kewirausahaan. Faktor tenaga kerja diukur dengan indicator jumlah keluarga dan rasio kerja. Faktor skill diukur dengan indicator pengenalan tanaman organik, pengetahuan pangan olahan alami, pengetahuan manfaat tanaman salak sebagai olahan, pengetahuan manfaat tanaman garut sebagai bahan olahan, kemudahan membuat pangan olahan salak, dan kemudahan membuat pangan olahan garut. Faktor lahan diukur dengan tiga indikator yaitu lahan tegal, tanaman salak, dan tanaman garut. Sedangkan faktor jiwa kewirausahaan diukur dengan delapan indikator yaitu dorongan, integritas, ketepatan, ketenangan, perkiraan resiko, kesehatan fisik, kebebasan, dan dapat bergaul.  Hasil analisis memperlihatkan bahwa variabel minat wirausaha dipengaruhi modal, tenaga kerja, skill, lahan, dan jiwa kewirausahaan. Skill berpengaruh paling dominan terhadap minat wirausaha.Kata Kunci: Tenaga Kerja, Skill, Jiwa Wirausaha, Minat Wirausaha
Preferensi Konsumen dan Produsen Produk Organik di Indonesia Sri Muljaningsih
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 14 No. 4 (2011)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.794 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kebiasaan konsumen dan produsen produk organik. Sampling penelitian ini kebetulan dilakukan pada pertemuan yang diselenggarakan oleh Aliansi Organik Indonesia (AOI). Pemantauan pasar dilakukan di Jakarta, Bogor, Depasar, dan Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan responden. Responden terdiri atas 63 konsumen, 21 produsen produk organik. Analisis data dilakukan untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi preferensi masing-masing individu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap beras, buah, dan sayuran organik adalah baik untuk kesehatan, tetapi keluhannya produk tersebut lebih mahal. Preferensi produsen bahwa produk organik semisal beras, buah, dan sayuran adalah harus mempunyai sertifikat. Preferensi konsumen tidak dibatasi usia dan pendidikan, sedangkan preferensi produsen masih tidak memahami manfaat kesehatan dari produk organik.Kata kunci: konsumen,  produsen, produk organik, survey pasar
Analisis Kelayakan Teknis Dan Finansial Produksi Maltodekstrin Dari Pati Hipokotil Bruguiera gymnorrhiza Di Kabupaten Seram Bagian Barat. Melkhianus H. Pentury; Happy Nursyam; Nuddin Harahap; Soemarno Soemarno
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 15 No. 2 (2012)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.361 KB)

Abstract

Pemanfaatan pati dari hipokotil Bruguiera gymnorrhiza sebagai bahan baku dalam produksi maltodekstrin dapat meningkatkan nilai ekonomis Bruguiera gymnorrhiza. Penelitian ini bertujuan untuk analisis kelayakan teknis dan finansial dalam memproduksi maltodekstrin dari hipokotil Bruguiera gymnorrhiza di Kabupaten Seram Barat. Skala industri maltodekstrin dirancang pada kapasitas produksi 100kg per hari, atau 27.000kg maltodekstrin per tahun. Lokasi produksi dilakukan di desa pesisir Kotania, Kabupaten Seram Barat, daerah tersebut merupakan Zona Ekonomi Khusus (ZEK) di Kabupaten Seram Barat, wilayah tersebut merupakan penghasil hipokotil Bruguiera gymnorrhiza. Metode hidrolisis enzimatik merupakan teknologi dalam produksi ini. Neraca kesetimbangan menunjukkan hasil produksi sebesar 94%. Perhitungan keuangan menunjukkan perlu invertasi Rp. 113.355.000. berdasarkan analisis kriteria investasi, industri ini layak untuk dikembangkan di Kabupaten Seram Barat. Nilai Net Present Value (NVP) 303 635 357 ; IPP 64,6%. Nilai Playback Period (PP) investasi pengembangan usaha adalah 5 tahun. B/C rasio sebesar 2,68. Analisis sensitifitas menunjukkan toleransi produksi mengalami penurunan sebesar 20%, produksi maltodekstrin masih cukup layak meskipun keuntungan bersih mengalami penurunan secara signifikan. Produksi maltodekstrin dipengaruhi oleh perubahan pada produksi, dan tidak dipengaruhi oleh harga enzim. Kata kunci: analisis kelayakan, Bruguiera gymnorhiza, maltodekstrin, pati
Srategi The Boston Consulting Group Untuk Memastikan Kesinambungan Produk PT Gudang Garam Tbk Kediri Poniran Poniran
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 16 No. 1 (2013)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.015 KB)

Abstract

Lingkungan bisnis saat ini meningkat secara kompetitif, setiap perusahaan dituntut untuk memiliki kekuatan untuk bersaing di perdagangan global. PT Gudang Garam sebagai pasar dalam industri tembakau, untuk mempertahankan kondisi ini harus pandai dalam menentukan kebijakan manajemen . Alternatifnya adalah dengan menggunakan Strategi Analisis The Boston Consulting Group, sebuah analisis untuk mengukur pertumbuhan dan  pasar untuk produk SBU. Dengan analisis ini akan diketahui strategi apa yang harus dilakukan untuk mencapai keunggulan biaya serta bagaimana menentukan investasi yang tepat. Hal ini dapat dilihat dari analisis posisi kekuatan dan daya tarik perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini fokus untuk mempelajari (a) Produksi (b) penjualan (c) daya tarik industri (d) posisi kompetitif (e) atribut produk perusahaan (f)pajak/cukai. Penelitian ini dilakukan di perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk . Kediri alamat dengan : Jl . Semampir II / I Semampir Kediri - Indonesia Tel : 0354-682091-7 , fax: 0354-681555. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Gudang Garam adalah pimpinan pasar di posisi pangsa pasar tinggi BCG, GE - Mc. Kinsey, menang / kuat pada SKM dan SKT, SKL pada Mean Business, posisi PLC yang menurun untuk SKM, SKT dan SKL sekarang ini. Dengan kondisi seperti ini, penulis memberikan saran untuk perlunya perusahaan melakukan kegiatan yang spesifik, meliputi: (1) memastikan kesetimbangan portofolio melalui peluncuran produk baru yang menarik dan diharapkan mempunyai prospek bagus dalam jangka panjang, mengingat pada umumnya mengalami pengurangan produksi, dan peningkatan pajak, (2) berdasar portofolio produk PT Gudang Garam Tbk sebagian besar mempunyai posisi yang kuat, hal ini menunjukkan keberhasilan iklan produk dalam pandangan konsumen. Meskipun demikian PT Gudang Garam Tbk harus melakukan riset pasar untuk menentukan perubahan yang terjadi di pasar, (3) memaksimalkan pangsa pasar secara keseluruhan produk dengan mencari pelanggan dan daerah pemasaran baru. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya produk/industri baru, (4) perlu untuk dilakukan perluasan pemasaran keluar (eksport) dalam mensikapi penurunan konsumen dan peningkatan cukai. Dengan cara ini diharapkan perusahaan dapat memperahankan dan melindungi tingkat penjualan, pangsa pasar, kesetimbangan keuntungan. Selain itu manajemen jangka panjang juga perlu dikembangkan, sehingga perusahaan tetap stabil dalam industri rokok nasional. Kata kunci: BCG, GE-Mc. Kinsey, keberkelanjutan, produk, PLC, SKT, SKM, SKL
Competitiveness of Indonesian Shrimp Compare with Thailand Shrimp in Export Market Lina Asmara Wati; Wen-I Chang; Mochammad Muslich Mustadjab
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 16 No. 1 (2013)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.504 KB)

Abstract

With the water area accounts for 81 percent of the total area, fishery is a major business in Indonesia. As one of the world's largest shrimp exporting countries, Indonesia also relies on the revenues of shrimp exports in the international markets. This research compared the competitiveness of shrimp export from Indonesia and Thailand to Japan and US. The indicator adopted in this research was the RCA index. In this research collected secondary data from 1989 to 2010 for analysis. Results showed RCA values of Indonesia were higher than 1, which indicates advantaged competitiveness of Indonesia shrimp exports in the liberalized markets. Nevertheless, compared with Thailand, Indonesia remained relatively disadvantaged. To reinforce the Indonesian shrimp export, necessary infrastructure, such as networks shipment or delivery, packaging and transportation, must be improved. Further researches to determine the factors affecting competitiveness of export shrimp in liberalized market, make and analyze for the policy strategy formulation of Indonesia shrimp export in liberalized market are also advised.Keywords: Competitiveness; Indonesian Shrimp Export; RCA.

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 29 No. 1 (2026): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 4 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 3 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 2 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 1 (2025) Vol. 28 No. 1 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 27 No. 4 (2024) Vol. 27 No. 3 (2024) Vol. 27 No. 2 (2024) Vol. 26 No. 4 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 3 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 2 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 1 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 25 No. 4 (2022) Vol. 25 No. 3 (2022) Vol. 25 No. 2 (2022) Vol. 25 No. 1 (2022) Vol. 24 No. 4 (2021) Vol. 24 No. 3 (2021) Vol. 24 No. 2 (2021) Vol. 24 No. 1 (2021) Vol. 23 No. 4 (2020) Vol. 23 No. 3 (2020) Vol. 23 No. 2 (2020) Vol. 23 No. 1 (2020) Vol. 22 No. 4 (2019) Vol. 22 No. 3 (2019) Vol. 22 No. 2 (2019) Vol. 22 No. 1 (2019) Vol. 21 No. 4 (2018) Vol. 21 No. 3 (2018) Vol. 21 No. 2 (2018) Vol. 21 No. 1 (2018) Vol. 20 No. 4 (2017) Vol. 20 No. 3 (2017) Vol. 20 No. 2 (2017) Vol. 20 No. 1 (2017) Vol. 19 No. 4 (2016) Vol. 19 No. 3 (2016) Vol. 19 No. 2 (2016) Vol. 19 No. 1 (2016) Vol. 18 No. 4 (2015) Vol. 18 No. 3 (2015) Vol. 18 No. 2 (2015) Vol. 18 No. 1 (2015) Vol. 17 No. 4 (2014) Vol. 17 No. 3 (2014) Vol. 17 No. 2 (2014) Vol. 17 No. 1 (2014) Vol. 16 No. 4 (2013) Vol. 16 No. 3 (2013) Vol 16, No 2 (2013) Vol. 16 No. 2 (2013) Vol. 16 No. 1 (2013) Vol. 15 No. 4 (2012) Vol. 15 No. 3 (2012) Vol 15, No 2 (2012) Vol. 15 No. 2 (2012) Vol. 15 No. 1 (2012) Vol 15, No 1 (2012) Vol. 14 No. 4 (2011) Vol. 14 No. 3 (2011) Vol. 14 No. 2 (2011) Vol. 14 No. 1 (2011) Vol. 13 No. 4 (2010) Vol 13, No 4 (2010) Vol. 13 No. 3 (2010) Vol. 13 No. 2 (2010) Vol 13, No 2 (2010) Vol. 13 No. 1 (2010) Vol. 12 No. 4 (2009) Vol. 12 No. 3 (2009) Vol. 12 No. 2 (2009) Vol. 12 No. 1 (2009) More Issue