cover
Contact Name
Current Biochemictry
Contact Email
current.biochemistry@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
imart171@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Current Biochemistry
ISSN : 23557877     EISSN : 23557931     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Current Biochemistry (CB) publishes the results of original research that contribute significantly to the understanding of the chemical compound and reaction that occur within living organism. Preference will be accorded to manuscripts that develop new concepts or experimantal approaches, particularly in the advancing areas of biochemistry science. Manuscripts that are primarily theoretical in nature or in the field of bioinformatics must be directed toward explaining important results previously not understood, making important predictions that can be experimentally tested, or developing segnificant advances in theory of general interest to biochemists. Submission of manuscripts in emerging areas in biochemistry, chemical biology, biophysics, proteomics, model studies and structures, cellular and molecular biology, computational biochemistry, biotechnology, and new methods development is encouraged especially if they address basic biochemical mechanisms.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2025)" : 4 Documents clear
Antibacterial Activity of Hermetia illucens (Black Soldier Fly) Maggot Extract Against Salmonella typhi Andrianto, Dimas; Hasim; Muhammad, Zulfikar; Dwicesaria, Maheswari Alfira
Current Biochemistry Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.12.2.1

Abstract

Typhus is an acute fever caused by Salmonella typhi bacterial infection. This research aims to test the efficacy of BSF maggot extract as an antibacterial against Escherichia coli and Salmonella typhi. The stages in this research are the preparation of maggot samples, determination of water content of samples, extraction of maggot BSF, screening of antibacterial activity of maggot BSF against Escherichia coli and Salmonella typhi, fractionation from the best results of antibacterial activity of maggot extract BSF and the test of antibacterial activity of maggot BSF fraction against Escherichia coli and Salmonella typhi, fractionation of the best results of antibacterial activity of maggot extract BSF and the test of antibacterial activity of maggot BSF fraction against Escherichia coli and Salmonella typhi. Extraction was carried out by a multi-level maceration method using acetone, methanol and water solvents, then the extract was tested for antibacterial activity against Salmonella typhi using the disc diffusion method with the best results, acetone extract with an inhibition zone of 8.13 mm ± 0.153. Then, acetone extract was fractionated according to its polarity, namely n-hexane, dichloromethane, ethyl acetate, and water. The results of the fractionation were tested for antibacterial activity against Escherichia coli and Salmonella typhi using the disc method with the best fraction was the n-hexane fraction, at a concentration of 2500 ppm with inhibition zones 8.37 mm ± 0.32 (Escherichia coli) and 9.00 mm ± 0.00 (Salmonella typhi)
Analisis Komparatif Kadar MDA Menggunakan Spektrofotometer Konvensional dan Nano Spektrofotometer Pada Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) Hudayanti, Martini; Kayla Faza Gustafri Mandalika; Mega Safithri
Current Biochemistry Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.12.2.4

Abstract

Stres oksidatif menghasilkan malondialdehida (MDA) sebagai produk peroksidasi lipid yang sering digunakan sebagai biomarker kerusakan oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengukuran kadar MDA pada ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) menggunakan spektrofotometer konvensional (kuvet) dan nano spektrofotometer (mikroplat 96 sumur). Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70% dengan rendemen rata-rata 36,14%. Penentuan MDA dilakukan dengan metode asam tiobarbiturat (TBA), dengan panjang gelombang maksimum 532 nm pada kedua instrumen. Hasil menunjukkan bahwa kadar MDA absolut berbeda signifikan antara kedua instrumen, di mana nilai absorbansi dan konsentrasi MDA pada nano spektrofotometer lebih rendah. Namun, analisis persen inhibisi dan IC50 tidak menunjukkan perbedaan signifikan (IC50 kuvet 83,997 ppm; nano spektrofotometer 83,065 ppm; p > 0,05), menandakan konsistensi dalam menilai aktivitas antioksidan relatif. Dari aspek efisiensi, nano spektrofotometer memerlukan volume sampel dan reagen lebih kecil (100 µL dan 200 µL), mengurangi limbah kimia, serta menurunkan biaya analisis hingga 71% dibandingkan kuvet. Selain itu, kapasitas analisis meningkat hingga 96 sampel per batch dengan waktu lebih singkat. Kesimpulannya, nano spektrofotometer memberikan hasil komparatif yang valid dan lebih efisien, sehingga layak direkomendasikan untuk analisis MDA di laboratorium dengan keterbatasan sumber daya.
Analisis Profil Metabolit Sekunder Ekstrak Etanol Brokoli (Brassica oleracea var. italica) pada Pemupukan Biokonversi Maggot Black Soldier Fly Purwanto, Ukhradiya Magharaniq Safira; Sulistiyani; Azizah, Anisa Nur Wahida; Rosyidah, Rara Annisaur
Current Biochemistry Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.12.2.3

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea var. italica) merupakan sayuran fungsional yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan potensi nutrisi dan farmakologis yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk memprofilkan senyawa bioaktif ekstrak brokoli yang dibudidayakan dengan perlakuan pemupukan berbeda, yaitu kontrol, pupuk kandang, dan pupuk biokonversi maggot black soldier fly (BSF). Sampel brokoli diekstraksi menggunakan etanol 80%, kemudian dianalisis dengan LC-MS/MS untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi komposisi metabolit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk biokonversi maggot menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, biomassa segar dan kering, serta persentase berbunga dibanding perlakuan lain. Selain itu, perlakuan ini juga menghasilkan metabolit yang lebih beragam dengan kelimpahan lebih tinggi, terutama golongan fenolik, terpenoid, piridazin, dan indol. Beberapa senyawa utama yang teridentifikasi antara lain Indole-3-Propionic Acid dan N(1),N(8)-Bis(Coumaroyl)Spermidine(1+), serta turunan klorofil seperti pyropheophorbide-a yang ditemukan dengan kelimpahan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pupuk biokonversi maggot BSF mampu meningkatkan pertumbuhan sekaligus profil metabolit sekunder brokoli, sehingga berpotensi sebagai strategi pemupukan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan fungsional tanaman ini. 
Diacerein: Struktur, Biosintesis, dan Aktivitas Biologis Harahap, Baharuddin Yusuf Habiby
Current Biochemistry Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.12.2.2

Abstract

Diacerein merupakan turunan antrakinon yang memiliki aktivitas farmakologis luas, terutama sebagai agen antiinflamasi, antioksidan, dan antidiabetik. Kajian ini bertujuan menganalisis karakter kimia, biosintesis, hubungan struktur–aktivitas (structure–activity relationship, SAR), serta prospek pemanfaatannya dari sumber alami seperti kulit kopi Arabika (Coffea arabica L.). Metode yang digunakan berupa literature review dengan menelaah publikasi nasional dan internasional dalam 10 tahun terakhir melalui basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Hasil menunjukkan bahwa diacerein memiliki gugus asetoksi, hidroksil, karbonil, dan metoksi yang berperan penting dalam aktivitas biologisnya. Gugus asetoksi meningkatkan lipofilisitas dan aktivitas antiinflamasi, sedangkan gugus hidroksil memperkuat kemampuan antioksidan dan stabilitas redoks. Sementara itu, potensi bahan alami seperti kulit kopi yang mengandung senyawa prekursor rhein dan chrysophanol membuka peluang biosintesis diacerein melalui pendekatan bioteknologi hijau. Kajian ini menegaskan bahwa diacerein merupakan model senyawa multifungsi yang dapat dikembangkan untuk terapi berbasis bahan alam berorientasi keberlanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 4