cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 3 (2019)" : 7 Documents clear
Kerjasama Pertahanan Indonesia-Korea Selatan: Kedaulatan Maritim dan Transfer Teknologi dalam Pengadaan Kapal Selam DSME 209/1400 Faris Al-Fadhat; Naufal Nur Aziz Effendi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.48822

Abstract

ABSTRACT This study examined Indonesian defense cooperation with South Korea in producing DSME 209/1400 submarines and how its impact towards Indonesian broader defense and maritime policy. Indonesia was expected to had adequate defense equipment to covered its large geographical areas. Nevertheless, most of the national army’s defense equipment were old, while the domestic defenseindustry had just initiated. In this context, strategic cooperation was essential especially with countries which had advanced defense industries and technology. One example was Indonesian cooperation in submarine development with South Korea. This study used qualitative analytical methods by looking at the main driving factors, impacts, and complex challenges of Indonesian defense policy in the submarine sector.The results of this study showed that the Indonesia-South Korea cooperation was part of the country’s strategy to strengthened its submarines vision in 2024. In contrast to other existing cooperation which emphasizing on equipment trade, the agreement with South Korea had also initiated the process of technology transfer to helped Indonesian maritime defense for longer term. However, the findings of this study showed that the cooperation had serious challenges, especially with regards to human resources and budget allocation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan kerjasama pertahanan Indonesia dengan Korea Selatan dalam hal pengadaan Kapal Selam DSME 209/1400 dan dampak yang ditimbulkan terhadap politik pertahanan dan maritim Indonesia. Sebagai negara yang menganut politik pertahanan defensif, Indonesiadituntutuntuk memiliki strategi alutsistayang sesuai dengan kondisi geografisnya. Sementara itu, pengembangan industri pertahanan nasional baru saja dimulai di tengah kondisi usia alutsista TNI yang sebagian besar sudah tua. Oleh karena itu, kerjasama dengan negara-negara yang memiliki industri pertahanan maju merupakan sebuah kebijakan strategis. Salah satunya adalahkerjasama Indonesia dengan Korea Selatan di bidang pengembangan kapal selam.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analitis dengan melihat faktor-faktor pendorong utama, dampak, serta tantangan yang cukup kompleks dari kebijakan pertahanan Indonesia di sektor kapal selam.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan kerjasama Indonesia-Korea Selatan pada dasarnya merupakan upaya untuk memperkuat visi pengadaan kapal selam Indonesia pada tahun 2024. Berbeda dari beberapa kerjasama serupa yang bersifat pembelian alat pertahanan semata, kesepakatan yang ditandatangani tahun 2011 ini turut mengikusertakan proses transfer teknologi untuk menjamin keberlanjutan kemandirian maritim Indonesia. Meski demikian, temuan dalam  
Implementasi Strategi Pengendalian Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II Dalam Mendukung Ketahanan Nasional Abdiyan Syaiful Hidayat
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.49528

Abstract

AbstractThe Republic of Indonesia has ratified the United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS 82) through the Indonesian Law No. 17 of 1985 dated 13 December 1985, which was in force on 16 November 1994. As a result, Indonesia has established three archipelagic sea lanes, or otherwise known as ALKI (North-South), namely ALKI I, ALKI II and ALKI III. ALKI III has a three-pronged Southern points IIIA, IIIB and IIIC. With this establishment, Indonesia as the archipelagic state must be capable of ensuring safe passage of shipping through these lanes, while at the same time capable of enforcing its sovereignty over the related waters. The purpose of this study is to analyze the various determinant factors which affects the Indonesian Navy’s Second Fleet Command’s success in implementing sea control strategy within ALKI II which falls into its area of operations. These factors are tactics and procedures, weaponry capability, sensors capability, exercise and operational effectiveness. The research was conducted using mixed research methods. The determinant factor will be established in a statistic model which named Structural Equation Modeling which uses the Linear Structural Relationship (Lisrel) software version 8,70.  Qualitative analysis was conducted using the Soft System Methodology (SSM). The end results of this research concluded that all of the determinant factors would affect the Second Fleet Command’s ability to implement and execute the sea control strategy successfully. AbstrakIndonesia telah meratifikasi United Nation Convention on The Law of The Sea 1982 (UNCLOS 1982) melalui Undang-undang Nomor 17 Tahun 1985 tanggal 13 Desember 1985 dan mulai berlaku pada tanggal 16 November 1994. Sebagai konsekuensinya Indonesia menetapkan tiga jalur Alur Laut Kelpulauan Indonesia (ALKI) Utara-Selatan, yaitu ALKI I, ALKI II dan ALKI III dengan tiga cabang titik Selatan III A, III B, III C. Untuk itu Indonesia harus dapat menjamin keamanan pelayaran di sepanjang ALKI dan menegakkan kedaulatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan memodelkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Komando Armada (Koarmada) II dalam mengimplementasikan strategi pengendalian laut di ALKI II. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah penguasaan taktik dan prosedur, kemampuan persenjataan, kemampuan sensor dan latihan untuk meningkatkan efektifitas operasi. Penelitian menggunakan metode penelitian campuran. Pemodelan faktor-faktor dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan software Lisrel versi 8,70. Analisis data kualitatif menggunakan metode Soft System Methodology (SSM). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang disebut di atas sangat mempengaruhi keberhasilan Koarmada II dalam mengimplementasikan strategi pengendalian laut di ALKI II.
Partisipasi Masyarakat Dalam Kesenian Soreng Guna Meningkatkan Ketahanan Budaya (Studi Di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah) paramitha Dyah Fitiriasari
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.49801

Abstract

ABSTRACT Soreng, a piece of folkdance from Magelang, had a special position for its society. This research aimed to understood and analysed the fabulous public participation in Banyusidi village, Pakis sub-district, Magelang district. People became an active participant to arised the existence of Soreng. It was also a good way to increased a cultural resilience. This research used a qualitative method and ethnography approach. The data was collected by literature study, observation, and interview to the artist and people around it. It had analysed by descriptive analytics ways. This research found the trichotomy of the artists, society, and tradition. They were three main pillars to preserved traditional performing art in the society. People could develop their skill, expression, and their own creativity. That activity increased the cultural resilience in society. It was an important things because the survival of an art depend on the social participation. Finally, art was supported to cultural resilience rising. ABSTRAK Kesenian Soreng di Kabupaten Magelang memiliki posisi khusus di hati masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk partisipasi masyarakat Desa Banyusidi Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang sangat besar dan terlihat di dalam kesenian soreng. Masyarakat dengan berbagai peran secara aktif menjadi bagian dalam kesenian soreng guna meningkatkan ketahanan budaya.Metode yang dipakai adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Melalui dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi dan wawancara kepada beberapa seniman dan masyarakat.  Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara analitik deskriptif.Hasil penelitian  ditemukan bahwa trikotomi antara seniman, masyarakat penyangga dan adat merupakan tiga pilar penyangga yang hingga kini dipandang cukup efektif untuk mempertahankan dan melangsungkan tradisi seni pertunjukan di daerah. Masyarakat dapat mengembangkan bakat, ekspresi dan kreativitas dengan porsi masing-masing. Hal semacam itu menyebabkan adanya peningkatan terhadap ketahanan budaya yang tampak di komunitas masyarakatnya. Oleh sebab itu sebuah kesenian tidak dapat bertahan lama ketika sudah tidak ada penyangga atau partisipasi dari masyarakat. Hal tersebut juga sangat identik dengan ketahanan budaya yang juga meningkat dengan adanya kesenian. 
Transformasi Industri Kreatif Batik Dalam Rangka Peningkatan Ketahanan Kerajinan Kain Batik (Studi di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta) Darto Wahidin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.49812

Abstract

ABSTRACT This study aimed to described the transformation of the batik creative industry and identified the impact of the transformation of the batik creative industry in order to increased the resilience of batik fabric crafts in Giriloyo Hamlet, Wukirsari Village, Imogiri District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta.This type of research used a qualitative approach, the research design used was phenomenology. The determination of the informants in this study was carried out by means of a purposive sampling that was chosen with specific considerations and objectives. Data obtained from various sources namely, observation, in-depth interviews, documentation, and online studies. Data analysis in this study refered to the interactive analysis model proposed by Miles and Huberman.The results of this study found that the transformation that occurred in Giriloyo batik could be seen from the development of Giriloyo batik before and now that caused the transformation in the Giriloyo batik fabric craft. Forms of transformation that occured in the grip, motives, colors, marketing, and economics. During this time entrepreneurs and craftsmen in transforming the craft of batik cloth were facing various kinds of challenges. The results of transformation could be seen in the development of Giriloyo batik motifs and colors that had experienced combinations. The impact of the Giriloyo batik motif transformation on the resilience of batik fabric crafts could be seen from the increased production of batik fabrics and a more secure welfare. However, on the other hand there was pollution caused by the waste of the batik industry and the plagiarism of batik cloth. The strategy in increasing the resilience of Giriloyo batik fabric craft was carried out to faced the onslaught of batik originating from abroad, so that Giriloyo batik fabric craft could survive and be competitive.ABSTRAK             Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan transformasi industri kreatif batik dan mengidentifikasi dampak transformasi industri kreatif batik dalam rangka peningkatan ketahanan kerajinan kain batik di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.            Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, desain penelitian yang digunakan fenomenologi. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling yang dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Data diperoleh dari berbagai sumber, yakni observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi online. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model analisis interatif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman.Hasil penelitian ini menemukan bahwa transformasi yang terjadi pada batik Giriloyo dapat dilihat dari perkembangan batik Giriloyo dulu dan sekarang yang menyebabkan terjadinya transformasi pada kerajinan kain batik Giriloyo. Bentuk transformasi yang terjadi pada pakem, motif, warna, pemasaran, dan ekonomi. Selama ini pengusaha dan perajin dalam mentransformasi kerajinan kain batik tersebut menghadapi berbagai macam tantangan. Hasil transformasi bisa dilihat pada pengembangan motif dan warna batik Giriloyo yang telah mengalami kombinasi. Dampak dari adanya transformasi motif batik Giriloyo terhadap ketahanan kerajinan kain batik dapat dilihat dari adanya peningkatan produksi kain batik dan kesejahteraan yang lebih terjamin. Namun, di sisi lain terjadinya pencemaran akibat limbah industri batik dan adanya penjiplakan kain batik tulis. Strategi dalam peningkatan ketahanan kerajinan kain batik Giriloyo dilakukan untuk menghadapi gempuran batik yang berasal dari luar negeri, agar kerajinankain batik Giriloyo tetap bertahan dan dapat bersaing.
Penerapan Military Confi dence Building Measures dalam Menjaga Ketahanan Nasional Indonesia di Ruang Siber Hidayat Chusnul Chotimah; Muhammad Ridha Iswardhana; Tiffany Setyo Pratiwi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.50344

Abstract

ABSTRACT This research discussedimplementation of military confidence building in  responding various threats that may arised in Indonesian cyber sovereignty. This study used qualitative approach with data collection through literature study and in-depth interviews namely Director for International Security and Disarmament Ministry of Foreign Affairs of The Republic of Indonesia, Deputy of Protection National Cyber and Crypto Agency of the Republic of Indonesia (BSSN), and Ministry of Communications and Informatics of the Republic of Indonesia. The results showed that implementation of military confidence building to upheld national resilence in cyberspace consisted of three aspects, namely the exchange of information and communication, transparency and verification, and military restraint in the field of cyber.ABSTRAK Penelitian ini  membahas penerapan military confidence building dalam merespon berbagai ancaman yang mungkin timbul di ranah kedaulatan siber Indonesia.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara mendalam dengan Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sub bagian Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Deputi Bidang Proteksi dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan military confidence building untuk menegakkan ketahanan nasional di ruang siber dilakukan melalui tiga aspek yaitu pertukaran informasi dan komunikasi, transparansi dan verifikasi, dan pembatasan militer (military restraint) di bidang siber.
Relevansi Sumber Belajar Ketahanan Nasional Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dengan Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa (Studi Di Sma Negeri 1 Surakarta, Jawa Tengah) WIJIANTO WIJIANTO
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.50652

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine: 1) the availability of national resilience learning resources for Civic Education subjects; 2) relevance of learning resources for national resilience in Civic Education subjects with indicators of student competency achievement; and 3) the obstacles experienced by teachers in the use of national resilience learning resources for Civic Education subjects.The study uses a qualitative approach that is strengthened by quantitative data. Data collection using interviews, observation, study documents, and questionnaires. Data validity testing uses data triangulation and method triangulation. Data analysis uses an interactive analysis model.Conclusions of the results of the study: 1) The availability of national resilience learning resources for PPKn subjects is quite adequate because there are available Student Books, Student Worksheet, and websites as a source of material for threats to the Republic of Indonesia. 2) Material to Be Wary of Threats to the Republic of Indonesia on learning resources for national resilience in PPKn subjects, especially Student Books, Student Worksheet, and the website does not meet the indicators of student competency achievement because the material only presents civic knowledge and civic disposition, while civic skills have not been fully presented because they only fulfill intellectual skills while participatory skills have not yet been fulfilled. 3) The obstacle of teachers in the use of national resilience learning resources for PPKn subjects for Student Books and Student Worksheet, which is there is material which is wrong and the extent of the material is lacking. The website is constrained by wifi signals and some contain invalid information.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) ketersediaan sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn; 2) relevansi sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn dengan indikator pencapaian kompetensi siswa; dan 3) kendala yang dialami guru dalam pemanfaatan sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang diperkuat data kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, studi dokumen, dan angket. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.Kesimpulan hasil penelitian: 1) Ketersediaan sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn cukup memadai karena tersedia Buku Siswa, LKS, dan website sebagai sumber materi ancaman terhadap NKRI. 2) Materi Mewaspadai Ancaman terhadap NKRI pada sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn, khususnya Buku Siswa, LKS, dan website belum memenuhi indikator pencapaian kompetensi siswa karena materi hanya menyajikan civic knowledge dan civic disposition, sementara civic skill belum sepenuhnya disajikan karena baru memenuhi intellectual skills sedangkan participatory skills belum terpenuhi. 3) Kendala guru dalam pemanfaatan sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn untuk Buku Siswa dan LKS, yaitu terdapat materi yang keliru dan keluasan materinya kurang. Website terkendala sinyal wifi dan beberapa memuat informasi tidak valid.
Posisi dan Strategi Indonesia dalam Menghadapi Perubahan Iklim guna Mendukung Ketahanan Nasional Tri Legionosuko; M Adnan Madjid; Novky Asmoro; Eko G Samudro
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.50907

Abstract

ABSTRACTGlobal environmental hazards that threaten human and nature are becoming increasingly apparent. One of these hazards may include climate change which affect the sea level rise, ocean warming, increased temperature, increased rainfall and tropical storms. Indonesia is one of the countries containing abundant natural resources with high level of environmental damage. Indonesia as a tropical country is also one of the countries most vulnerable to negative impacts of climate change. In order to discover Indonesia position and strategy in the Climate Change, the literature analysis method was done to support the paper. The result showed that, Indonesia in preparing the action plan and funding use the blended finance scheme that is implemented through the document of National Action Plan in Facing Climate Change and National Development Planning Response to Climate Change. The active role of the business community, academics, civil society organizations, development partners, and all elements of society is needed so that efforts to deal with climate change can be achieved effectively in realizing national resilience.      ABSTRAKBahaya lingkungan global yang mengancam  manusia dan alam  menjadi semakin jelas. Salah satu bahaya ini termasuk perubahan iklim yang mempengaruhi kenaikan level permukaan air laut, pemanasan laut, peningkatan suhu, peningkatan curah hujan dan badai tropis. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumber daya alam melimpah dengan tingkat kerusakan lingkungan yang tinggi. Indonesia sebagai negara tropis juga merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim. Untuk menemukan posisi dan strategi Indonesia dalam Perubahan Iklim, metode analisis literatur dilakukan untuk mendukung makalah ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Indonesia dalam mempersiapkan rencana aksi dan pendanaan menggunakan skema keuangan campuran yang dilaksanakan melalui dokumen Rencana Aksi Nasional dalam Menghadapi Perubahan Iklim dan Respons Perencanaan Pembangunan Nasional terhadap Perubahan Iklim. Peran aktif komunitas bisnis, akademisi, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, dan semua elemen masyarakat diperlukan agar upaya untuk mengatasi perubahan iklim dapat dicapai secara efektif dalam mewujudkan ketahanan nasional

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue