cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 32, No 1 (2026)" : 7 Documents clear
Ketahanan Wilayah Berdasarkan Climate Disaster Resilience Index (Studi di Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta dan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo) Pinta Rachmadani; Andri Kurniawan; Erlis Saputra
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.113116

Abstract

Ketahanan wilayah menjadi aspek penting untuk menghadapi ancaman peningkatan bencana akibat perubahan iklim seperti banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis ketahanan wilayah di Kecamatan Pasar Kliwon yang berkarakteristik perkotaan dan Kecamatan Mojolaban yang berkarakteristik perdesaan dengan menggunakan pendekatan Climate Disaster Resilience Index (CDRI). Kedua wilayah tersebut berada di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo yang sering terdampak banjir. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner kepada 60 responden yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria pihak yang memahami kondisi wilayah setempat. Akurasi data dilakukan melalui pemeriksaan konsistensi jawaban antar responden dalam satu wilayah serta trianggulasi dengan observasi lapangan dan data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif terhadap hasil perhitungan CDRI. Hasil penilaian CDRI menunjukkan kedua wilayah memiliki nilai ketahanan yang relatif setara. Wilayah Kecamatan Pasar Kliwon memiliki nilai indeks 2.97, sedangkan wilayah Kecamatan Mojolaban 2.95. Analisis ketahanan tiap dimensi menunjukkan bahwa wilayah perkotaan lebih unggul pada dimensi fisik, kelembagaan, dan ekonomi. Berbeda dengan wilayah perdesaan yang lebih unggul pada dimensi sosial dan alam. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa karakteristik wilayah secara lokal berperan penting dalam membentuk ketahanan dan perlu dipertimbangkan dalam penyusunan strategi peningkatan ketahanan wilayah.
Penerapan Program Budidaya Tanaman Melon Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Di Desa Jingkang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas aktif Anjani anjani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.114037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program ketahanan pangan di Desa Jingkang melalui budidaya tanaman hortikultura dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat desa, namun pelaksanaannya menghadapi beberapa hambatan seperti kurangnya pencatatan hasil panen dan minimnya pelatihan bagi kelompok masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan ekonomi telah berkontribusi pada efektivitas implementasi program. Untuk meningkatkan efektivitas program, perlu dilakukan penyusunan sistem pencatatan hasil panen yang terstruktur, penyediaan teknologi pascapanen yang memadai, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan manajerial, serta penguatan koordinasi antarinstansi dan pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, program ketahanan pangan di Desa Jingkang dapat menjadi contoh praktik baik dalam penerapan program ketahanan pangan di wilayah pedesaan.
Membangun Resiliensi Ekonomi Wilayah Melalui Kewirausahaan Muda: Integrasi Pengalaman Bertani dan Dukungan Keluarga di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan Kisman Awaluddin Arsyad; Detia Tri Yunandar2; Nuryanti Nuryanti
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.114769

Abstract

Sektor pertanian Indonesia menghadapi krisis regenerasi, ditandai dominasi petani berusia di atas 45 tahun dan rendahnya keterlibatan pemuda di tengah bonus demografi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi, lingkungan keluarga, dan pengalaman bertani terhadap minat kewirausahaan agribisnis pemuda di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional survey terhadap 400 pemuda usia 19–39 tahun yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS 26. Hasil menunjukkan bahwa motivasi, lingkungan keluarga, dan pengalaman bertani berpengaruh positif dan signifikan secara parsial maupun simultan terhadap minat kewirausahaan agribisnis, dengan kontribusi sebesar 52,7% (R²=0,527). Lingkungan keluarga merupakan faktor paling dominan, diikuti pengalaman bertani dan motivasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik melalui penguatan motivasi, optimalisasi peran keluarga, serta peningkatan pengalaman praktis untuk mendorong kewirausahaan agribisnis pemuda dan memperkuat ketahanan ekonomi wilayah.
Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Penguatan Ketahanan Pendidikan Melalui Program Kesiapsiagaan Menghadapi Erupsi Gunung Merapi Di Kabupaten Sleman Rajanner Pangihutan Simarmata; Ficky Adi Kurniawan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.116407

Abstract

Gunung Merapi sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia menimbulkan tingkat kerentanan bencana yang tinggi di Kabupaten Sleman, khususnya pada sektor pendidikan di kawasan rawan erupsi. Sekolah-sekolah di wilayah tersebut menghadapi risiko fisik, gangguan proses pembelajaran, serta dampak psikologis, sehingga membutuhkan sistem kesiapsiagaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman dalam melaksanakan program kesiapsiagaan erupsi Merapi di lembaga pendidikan; (2) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya; dan (3) merumuskan strategi untuk memperkuat sinergi antarlembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada analisis kelembagaan, meliputi kebijakan, strategi, dan koordinasi lintas sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman berperan penting dalam penguatan ketahanan pendidikan melalui edukasi kebencanaan, pelatihan teknis dan simulasi evakuasi, pendampingan penyusunan rencana kontingensi sekolah, serta monitoring dan evaluasi kesiapsiagaan satuan pendidikan di Kawasan Rawan Bencana III Gunung Merapi. Peran tersebut berkontribusi pada peningkatan kapasitas adaptif sekolah dalam menjaga keselamatan warga sekolah dan keberlanjutan proses pembelajaran di wilayah rawan bencana di Kabupaten Sleman. Implementasi program kesiapsiagaan masih menghadapi kendala multidimensi berupa keterbatasan anggaran, infrastruktur, dan sumber daya manusia terlatih, lemahnya koordinasi lintas sektor, rendahnya persepsi risiko, serta belum konsistennya integrasi program dalam perencanaan pembangunan daerah. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi lintas sektor melalui forum kolaboratif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan, integrasi program kesiapsiagaan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, serta pemanfaatan teknologi informasi dan dukungan multipihak untuk membangun ketahanan pendidikan yang berkelanjutan.
Implementasi Usahatani Padi Sehat Mendukung Ketahanan Pangan Di Kabupaten Sleman, Yogyakarta Adi Prayoga; Nicky Oktav Fauziah; Sujono -; Rika Nalinda
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.116969

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui produktivitas, pendapatan dan kelayakan usahatani padi sehat yang merupakan salah satu program yang dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan kabupaten Sleman. Penelitian dilakukan di kecamatan Kalasan, yang merupakan salah satu wilayah lokasi pelaksanakan program pengembangan usaha budidaya padi sehat kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis produktivitas, pendapatan, dan kelayakan usahatani padi sehat. Sampel dalam penelitian ini adalah petani anggota kelompok tani yang sampai dengan saat pelaksanaan penelitian secara konsisten menerapkan usahatani padi sehat sebanyak 12 orang dengan rincian yaitu petani desa Purwomartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 2 tahun sebanyak 4 orang, petani desa Tirtomartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 3 tahun sebanyak 4 orang, petani desa Tamanmartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 4 tahun sebanyak 4 orang, dan petani yang menerapkan usahatani padi konvensional dari ketiga desa masing-masing sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Produktivitas usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan produktivitas usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah 5,58 t/ha; 5,73 t/ha; dan 7,28 t/ha. Produktivitas usahatani padi sehat tahun keempat lebih tinggi dari produktivitas yang dicapai usahatani padi konvensional sebesar 5,94 t/ha, 2) Pendapatan usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan pendapatan usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah Rp 15.855.553,75; Rp19.818.937,50; dan Rp 45.806.191,51.  Pendapatan usahatani padi sehat tahn keempat lebih tinggi dari pendapatan yang dicapai usahatani padi konvensional sebesar Rp 25.443.277,78 dan 3) Nilai R/C usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan nilai R/C usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah 1,86; 2,41; dan 5,26. Nilai R/C usahatani padi sehat tahun keempat lebih tinggi dari nilai R/C yang dicapai usahatani padi kenvensional sebesar 2,93. Dengan nilai R/C >1 maka usahatani padi sehat menguntungkan dan layak dikembangkan. 
Representasi Perempuan: Peran Legislator dalam Memperkuat Ketahanan Sosial dan Demokrasi di Kota Cilegon Ika Arinia Indriyany; Ratu Inayah; Delila Putri Sadayi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.116972

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat lebih lanjut keterpilihan legislator perempuan pada Pemilihan Legislatif 2024 di Kota Cilegon termasuk memotret tantangan dan hambatan yang ditemui di tengah pusaran demokrasi lokal yang maskulin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya representasi perempuan yang duduk di kursi lembaga perwakilan. Kota Cilegon sendiri sebagai lokus riset pada periode 2019 dan 2024 hanya 4 dari 40 kursi (10%) yang berjenis kelamin perempuan. Representasi perempuan merupakan indikator penting menunjukkan sejauh mana demokrasi inklusif berjalan. Isu ini berkorelasi dengan lahirnya keberpihakan kebijakan publik pada isu perempuan dan anak. Meskipun sudah terdapat kebijakan afirmasi melalui UU Pemilu berupa partai politik harus mencalonkan perempuan minimal 30%, angka ini tidak selaras dengan angka keterpilihan perempuan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan multiple case study dimana peneliti membandingkan pola keterpilihan pada 2 (dua) legislator. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada legislator terpilih, pengurus partai, dan aktor kunci lain yang paham dinamika politik lokal di Cilegon. Metode ini diilih karena akan mampu melihat secara komprehensif proses keterpilihan legislator perempuan dan tantangan dalam membawa agenda representasi substantif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterpilihan legislator perempuan di Cilegon tidak semata ditentukan oleh adanya kebijakan afirmasi pencalonan. Keteprilihan legislator perempuan ditentukan oleh kombinasi rekam jejak kerja, kedekatan dengan konstituen, pengabdian pada masyarakat, jejaring sosial, serta kemampuan kandidat untuk menavigasi norma politik yang maskulin. Perempuan dengan perolehan suara tertnggi yaitu Qoidatul Sitta (3.368 suara) dan Abadiah (3.109 suara) menunjukkan bahwa legitimasi politik dirinya sebagai perempuan dibangun oleh kepercayaan publik, integritas, pengalaman sosial dan ikatan dengan masyaakat. Partai politik sebagai aktor intermediary memainkan peran yang strategis sebagai penyangga institusional melalui proses kaderisasi, strategi pemenangan dan kampanye calon. Kesimpulannya, keterpilihan legislator perempuan di Kota Cilegon menunjukkan bahwa demokrasi lokal tidak hanya berfokus pada representasi deskriptif. Persoalan representasi substantif berupa etika kerja dan integritas juga merupakan persoalan penting Representasi perempuan yang substansial berkontribusi pada tata kelola yang lebih inklusif, setara, dan berkeadilan serta memperkuat ketahanan sosial melalui lembaga-lembaga lokal, kohesi sosial, dan kebutuhan akan legitimasi politik.
Tantangan Reliabilitas OSINT dalam Intelligence Collection dan Implikasinya terhadap Ketahanan Wilayah Jakarta Stanislaus Riyanta
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.117084

Abstract

Penggunaan Open Source Intelligence (OSINT) dalam pengumpulan intelijen di Indonesia meningkat signifikan, terutama dalam memantau dinamika di Jakarta sebagai pusat saraf nasional. Namun, kualitas dan reliabilitas informasinya menjadi tantangan krusial bagi upaya menjaga Ketahanan Wilayah Jakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan penggunaan OSINT, khususnya terkait reliabilitas dan kredibilitas informasi dalam mendukung keamanan wilayah perkotaan yang kompleks. Melalui survei terhadap 217 profesional intelijen negara yang memiliki pengalaman operasional di wilayah metropolitan, hasil penelitian menunjukkan bahwa OSINT dianggap sangat penting dengan skor 4,35 dari skala 5. Meskipun demikian, terdapat keraguan signifikan mengenai keandalan informasi, di mana rata-rata penilaian berada pada tingkat fairly reliable (C) dan kredibilitas possibly true (3) berdasarkan matriks 6x6 Admiralty System. Temuan menunjukkan bahwa 52% responden memprioritaskan keakuratan data di atas kecepatan pengumpulan, mengingat informasi yang tidak akurat dapat memicu instabilitas di Jakarta yang berdampak langsung pada Ketahanan Nasional. Untuk memperkuat resiliensi wilayah, lembaga intelijen disarankan menerapkan metodologi verifikasi yang lebih ketat melalui standar SANS Institute, mengintegrasikan teknologi analitik canggih, serta meningkatkan kompetensi analis agar OSINT dapat menjadi instrumen deteksi dini yang andal bagi stabilitas ibu kota.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2026 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026) Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue