LINK
Jurnal LINK (ISSN: 1829-5754 e-ISSN: 2461-1077; http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/link) merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang. Jurnal LINK berfokus menerbitkan artikel ilmiah tentang hasil pengabdian masyarakat yang meliputi pemberdayaan masyarakat, pelatihan, pendampingan, teknologi tepat guna (TTG), dan pendidikan kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat dapat berupa penerapan hasil penelitian maupun pengabdian masyarakat berbasis wilayah guna menangani dan mengelola berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017"
:
10 Documents
clear
PERAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANAK YANG MENDERITA PENYAKIT TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GETASAN
Dary Dary;
Dhanang Puspita;
Silvi Kurnia Candra Mela
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (661.709 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v13i2.2840
Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri, menginfeksi beberapaorgan dalam tubuh terutama di paru-paru. Pada tahun 2014 di Indonesia sebesar 7,51% pendudukmenderita penyakit TB paru, bahkan 1,5 juta anak meninggal akibat penyakit TB paru. Pengobatan TBparu membutuhkan waktu yang panjang, selama 6 bulan harus mengkonsumsi obat. Masalahpengobatan pada penderita TB paru anak lebih tinggi dibandingkan dengan penderita TB parudewasa. Anak cenderung akan sulit untuk minum obat bahkan bosan, untuk itu peneliti mengambilfokus penelitian peran keluarga dalam merawat anak yang menderita penyakit TB paru di wilayahkerja Puskesmas Getasan. Metode penelitian yang digunaka yaitu metode kualitatif. Riset partisipanditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan denganmelakukan wawancara kepada setiap keluarga yang memiliki anak usia 0-14 tahun yang menderita TBparu. Penelitian dilakukan di Puskesmas Getasan pada bulan Mei-Juni 2017. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peran keluarga sangatlah penting bagi anak yang menderita TB paru dalamproses pengobatan, pengawasan minum obat (PMO) dan juga pendampingan anak setiap hari.
PENATALAKSANAAN NON-FARMAKOLOGIS REMINISCENCE GROUP THERAPY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENURUNKAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA
Ulfah Agus Sukrillah;
Herry Prasetyo;
Sugeng Riyadi;
Maisye Marlyn Kuhu
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (677.639 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v13i2.2925
Proses menjadi lanjut usia tidak terlepas dari beberapa perubahan yang menyangkut biologis,psikologis, sosial, dan spritual. Salah satu masalah psikososial yang sering terjadi pada lansiaadalah depresi yang disebabkan oleh karena adanya penyakit fisik, stress, kurangnya atau tidakadanya dukungan sosial dan sumber ekonomi yang kurang memadai. Untuk mengatasi haltersebut perlu adanya suatu kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan pada kader posyandumelalui penatalaksanaan reminiscence group therapy yang dapat menjadi alternatif tepat bagi lansiayang mengalami gejala depresi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuandan keterampilan kader posyandu melalui pelatihan dan pendampingan dalam upayamensosialisasikan reminiscence group therapy pada lansia sebagai upaya untuk menurunkan tingkatdepresi, meningkatkan kualitas hidup dan produktifitas lansia. Kegiatan pengabdian masyarakatdilaksanakan di Kelurahan Mersi dengan khalayak sasaran yakni kader posyandu sejumlah 25orang, menggunakan metode pelatihan dan partisipatif (pendampingan) ke lansia. Hasil kegiatanpengabdian secara keseluruhan menunjukkan peningkatan pengetahuan (90%) dan keterampilan(80%).
KESEHATAN SPIRITUAL LANJUT USIA DI GETASAN DAN PANTI WREDHA SALIB PUTIH SALATIGA
Christian Wiga Britani;
Yulius Yusak Ranimpi;
Arwyn Weynand Nusawakan
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (80.896 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v13i2.2841
Masa lansia merupakan masa paling akhir dari siklus kehidupan manusia. Seseorang dikatakan lanjutusia apabila berusia 60 tahun ke atas. Hal penting yang perlu diketahui dalam proses pendampinganatau perawatan lansia adalah aspek-aspek di dalam kehidupan lansia yang turut berubah sebagaibagian dari tahap perkembangannya. Salah satu dari sekian banyak aspek penting adalah aspekspiritual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesehatan spiritual lansia yangberada di rumah dan yang berada di panti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengandesain studi komparatif yang dilakukan di desa Batur kecamatan Getasan, kota Salatiga dan PantiWredha Salib Putih Salatiga pada bulan Februari hingga Maret 2017. Enam riset partisipan diikutkandalam penelitian ini yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan field research (penelitian lapangan) yaitu melalui observasi pasif dan wawancaramendalam dengan bentuk semi terstruktur. Data kemudian diolah dan dianalisis menggunakananalisis fenomenologi. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya 6 kategori yang berkaitan dengankesehatan spiritual partisipan, yaitu konsep sehat sakit, agama, harapan dalam hidup, keterkaitanantara diri sendiri, orang lain dan lingkungannya, kepercayaan kepada Tuhan dan makna hidupdalam dunia.
PENDAMPINGAN KONSELING GIZI PADA PESERTA PROLANIS DI PUSKESMAS LEYANGAN KABUPATEN SEMARANG
Sri Noor Mintarsih;
Setyo Prihatin;
Mohammad Jaelani;
Suharni Iryanti
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (623.03 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v13i2.2926
Kegiatan PROLANIS merupakan kebijakan BPJS Kesehatan telah dilaksanakan di PuskesmasLeyangan Kabupaten Semarang sejak tahun 2015. Keterlibatan petugas kesehatan dalam teknikmemberikan penyuluhan gizi yang dianggap paling sulit yaitu Konseling Gizi. Tujuan pengabdianyaitu berperan serta melakukan kegiatan pendampingan secara teknis yaitu dengan memberikankonseling gizi pada peserta PROLANIS di Puskesmas Leyangan Kabupaten Semarang. Kegiatandilaksanakan pada bulan Oktober 2016 di Puskesmas Leyangan Kabupaten Semarang. Sasaranadalah peserta PROLANIS yang terdaftar yaitu penyandang hipertensi dan diabetus mellitussebanyak 30 orang. Bentuk kegiatan berupa Pendampingan Konseling Gizi. Data yangdikumpulkan adalah pengetahuan dan sikap peserta dalam bentuk Pre Tes dan Post Tes.Pengumpulan data dengan metoda wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Pengetahuandan sikap peserta meningkat setelah mendapatkan Konseling Gizi . Pendampingan Konseling giziefektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta PROLANIS. Disarankan kegiatankonseling gizi dilaksanakan secara rutin setiap bulan sesuai hasil pemeriksaan kesehatan.
PENINGKATAN CAKUPAN ASI DI WILAYAH KELURAHAN KARANGJATI KECAMATAN BLORA KABUPATEN BLORA MELALUI PELATIHAN KADER ASI
Krisdiana Wijayanti;
Novita Ika Wardani;
Yanik Muyassaroh;
Komariyah Komariyah
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (131.345 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v13i2.2923
Dalam upaya meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Blora, maka diperlukanberbagai upaya, salah satunya yaitu pelatihan bagi kader ASI. Untuk meningkatkan angka cakupan pemberianASI eksklusif perlu dukungan dari berbagai pihak. Selain petugas kesehatan dan keluarga, kader juga bisaberperan serta dalam upaya tersebut. Kader ASI merupakan kader yang mendukung pemberian ASI eksklusif.Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada para kader akan pentingnya pemberian ASIeksklusif selama enam bulan pertama kelahiran. Kegiatan ini dilakukan secara community relation melaluipenyuluhan dan pelatihan. Hasil pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan, pemahamantentang ASI eksklusif, dan peningkatan keterampilan dalam memberikan konseling serta teknik pemijatan untukmerangsang hormon oksitosin.
PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN DAN NILAI HEMATOKRIT SEBAGAI SCREENING ANEMIA PADA LANSIA DI ASRAMA TNI-AD MRICAN SEMARANG
Djoko Priyatno;
Salikun Salikun;
Irmanita Irmanita;
Devi Etivia Purlinda
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (662.532 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v13i2.2927
Keadaan anemia pada lansia dapat meningkatkan risiko disabilitas sebesar dua kali lebih tinggidibandingkan dengan lansia tanpa anemia. Peningkatan disabilitas mengakibatkan penurunankemampuan hidup mandiri pada lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapatmemberikan informasi dan gambaran status anemia pada lansia di Asrama TNI-AD Mrican.Informasi dan gambaran tersebut dapat dimanfaatkan sebagai landasan layanan kesehatan sepertipenyuluhan, monitoring dan pengobatan sehingga pembangunan bidang kesehatan dapat segeratercapai. Tujuan akhir dari kegiatan pengabmas ini adalah memberikan analisa terhadap hasilpemeriksaan hemoglobin dan hematokrit sebagai screening anemia pada Lansia di AsramaTNI-AD Mrican Semarang. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemeriksaan kadar hemaglobindan hematokrit darah serta pemberian konsultasi hasil pemeriksaan darah tersebut. KadarHaemoglobin peserta berkisar 9,4–15,9 g/dL dengan rata-rata 13,0 ± 1,4 g/dL. Kadar Haemotokritpeserta berkisar 28–47 % dengan rata-rata 39 ± 5%. Prosentase anemia pada peserta sebesar 31.1%dengan kategori Anemia Sedang (3.2%) dan Anemia Ringan (27.9%).
CEGAH PERNIKAHAN DINI MELALUI PUSAT INFORMASI DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI
Puji Hastuti;
Fajaria Nur Aini;
Qona Lutfi Sartika;
Hesti Kurniasih
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (642.221 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v13i2.2903
Tren pernikahan dini di Banyumas cenderung meningkat setiap tahunnya. Hal itu disebabkanbeberapa faktor seperti tingkat pendidikan yang rendah serta kondisi budaya setempat. Pasanganyang terpaksa menikah dini, biasanya disebabkan karena pihak perempuan telah hamil sebelummenjadi suami istri. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah terbentuk Pusat Informasidan Konseling di Panti Asuhan Darmo Yuwono Purwokerto dan meningkatkan pengetahuantentang pernikahan dini sehingga penghuni panti terhindar dari melakukan pernikahan dini.Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pembentukan, pelantikan pengurus, Pre tes dan Post tes.Pendampingan kegiatan dengan pemberian materi khususnya tentang Triad KesehatanReproduksi Remaja yaitu seksualitas, HIV dan AIDS serta Napza dan pernikahan dini denganceramah, diskusi dan tanya jawab terhadap materi yang diberikan. Respon yang bagus diberikanoleh pimpinan dan penghuni Panti Asuhan Darmo Yuwono Purwokerto dan pihak terkait.Mereka terlibat secara aktif dalam kegiatan dengan menjadi narasumber dan mendampingi dalamkegiatan. Kegiatan pendampingan hendaknya tidak terputus dan pengabdian masyarakat dapatterus dilanjutkan sehingga program kerja diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan terpantau
PENERAPAN HASIL PENELITIAN : PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA PADA MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI CMHN DI DESA KALEGEN KECAMATAN BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2016
Erna Erawati;
Sri Adiyati;
Angga Sugiarto
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (648.756 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v13i2.2928
Desa Kalegen merupakan daerah rural dengan luas wilayah 2,26 km2 dan tingkat kepadatanpenduduk 1130 dan pernah mengalami bencana tanah longsor. Musibah, penyakit merupakanstressor yang dapat memicu dan berisiko gangguan jiwa bila tidak bisa ditangani dengan baik.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan hasil penelitian mengenaipendidikan kesehatan jiwa masyarakat melalui implementasi Community Mental Health Nursing(CMHN) sehingga diharapkan masyarakat memiliki koping yang adaptif. Kegiatan dilakukan selama50 jam di enam dusun di Desa Kalegen Kecamatan Bandongan kabupaten Magelang. Tim dosenmenerapkan metode ceramah tanya jawab serta roleplay latihan menghadapi permasalahan terkaitkesehatan jiwa yang dihadapi. Hasil kegiatan ini efektif bagi masyarakat dalam menanamkankesadaran akan pentingnya sehat jiwa, sehingga mereka yang sehat bertambah sehat denganterpenuhinya tugas perkembangan, yang kelompok risiko tidak menjadi gangguan. Terdapat 180anggota masyarakat setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat, terjadi penurunan gejalastress melalui Self Reporting Questionnairre (SRQ). Hasil pengabdian masyarakat inimengimplementasikan visi dan misi program studi keperawatan Magelang dan memberikan bekalkepada mahasiswa sebagai alat terapeutik dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa. Perubahanpengetahuan dan kemampuan dalam menangani stress dan akan bermakna jika masyarakatmelakukan latihan secara konsisten.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan jiwa ;
PROMOSI KESEHATAN MASYARAKAT PIJAT AMAN, BAYI SENANG DI POSDAYA ANGGREK HUSADA KELURAHAN KEDUNGMUNDU KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG
Sri Mulyati;
Darmini Darmini;
Jeffri Ardiyanto;
Gatot Murti Wibowo
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1455.423 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v13i2.2922
Pijat bayi dapat diartikan sebagai sentuhan komunikasi yang nyaman antara ibu dan bayi. Pijat bayimerupakan ungkapan rasa kasih sayang antara orang tua dengan anak lewat sentuhan pada kulit. Stimulasimerupakan hal yang penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang mendapat stimulasi yang terarah danteratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang atau tidak mendapat stimulasi.Sentuhan ibu juga akan direspon oleh bayi sebagai bentuk perlindungan, perhatian, dan ungkapan cinta.Tujuan dan manfaat pijat bayi sangat banyak, bagi bayi sendiri maupun ibu antara lain bermanfaat untukmeningkatkan kepercayaan diri, memudahkan orang tua mengenali bayinya, membina ikatan kasih sayangorang tua dan anak (bounding). Metode pengabdian dilakukan dengan cara ceramah dan simulasi pijat bayi.Promosi kesehatan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi.Kegiatan bertempat di Balai Pertemuan Perum Sinar Waluyo RT 11 RW 01 Kelurahan Kedungmundu dengantema “Pijat Aman, Bayi Senang”. Pelaksanaannya pada saat kegiatan posyandu dan didukung narasumberdari Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Peserta kegiatan sekitar 50 orang ibu dan bayi.Kegiatan dapat berjalan lancar, antusiasme warga dan respon yang positif. Diharapkan program tersebutdapat dilanjutkan di masa mendatang dengan topik yang berbeda sebagai wujud pengabdian masyarakat.
KOMUNIKASI EFEKTIF BERPERAN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RADIOLOGI
Marichatul Jannah;
Darmini Darmini;
Dwi Rochmayanti
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (643.726 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v13i2.2924
Komunikasi merupakan hal yang penting untuk mempengaruhi kualitas pelayanan sertaditujukan untuk mengubah perilaku pasien dalam rangka mencapai kesehatan optimal. Salah satufaktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah adanya komunikasi yang terjalin antararadiografer dengan pasien. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan gambaran komunikasiefektif dan menjelaskan pengaruh komunikasi efektif dengan kepuasan pasien di InstalasiRadiologi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Kuesionerdibagikan kepada 50 orang responden yang komunikatif. Penelitian ini dilakukan di salah satuInstalasi Radiologi terbesar di Jawa Tengah. Analisis data menggunakan metode deskriptif dananalisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menggambarkan bahwa humble merupakan faktordominan dengan nilai mean sebesar 9,48 ± 0,995. Hasil uji F menyatakan bahwa respect, empathy,audible, clarity, dan humble secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pasien dengan sig.0,000. Namun, hasil uji t untuk respect dan emphaty tidak terbukti berpengaruh secara signifikanterhadap kepuasan pasien. Besarnya kontribusi komunikasi efektif terhadap kepuasan pasiensebesar 78,1%.