Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017"
:
10 Documents
clear
KOMPARASI TINGKAT KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN POST AMPUTASI TRANSTIBIAL ANTARA PENGGUNA TRANSTIBIAL PROSTHESIS DENGAN PENGGUNA KRUK AXILLA
Nur Rachmat;
Prasetyo Catur Utomo;
Anik Indah Yani
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.03 KB)
|
DOI: 10.31983/jrk.v6i1.2838
dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari akan terganggu atau menurun. Selain menggunakan prosthesis, beberapa pasien post amputasi transtibial memakai kruk axilla dalam menunjang kemampuan fungsionalnya dalam beraktivitas. Untuk itu diperlukan penelitian tentang komparasi tingkat kemampuan fungsional pasien post amputasi transtibial antara pengguna transtibial prosthesis dengan pengguna kruk axilla. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui komparasi tingkat kemampuan fungsional pasien post amputasi transtibial antara pengguna transtibial prosthesis dengan pengguna kruk axilla. Metode Penelitian yang digunakan pra-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional. Subyek sebanyak 16 reponden dibagi menjadi dua kelompok, 8 responden untuk kelompok pengguna transtibial prosthesis dan 8 responden untuk pengguna kruk axilla dengan menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian adalah di rumah-rumah pasien Bedside Teaching Poltekkes Kemenkes Surakarta 2016 di Karisidenan Surakarta dan pasien post amputasi transtibial BBRSBD Prof. Dr Soeharso Surakarta 2016-2017. Waktu pelaksanaan Mei sampai Juni 2017. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji mann whitney menunjukkan nilai probabilitas (p-value) sebesar 0,028 kurang dari α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada komparasi tingkat kemampuan fungsional antara pengguna transtibial prosthesis dengan pengguna kruk axilla dimana rata-rata peringkat hasil pengukuran kemampuan fungsional pada pengguna transtibial prosthesis 10,88 lebih tinggi dari pada rerata peringkat pengguna kruk axilla 6,12. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan transtibial prosthesis lebih baik dibandingkan dengan penggunaan kruk axilla terhadap tingkat kemampuan fungsional pasien post amputasi transtibial.
CRACKERS MODIFIKASI F100 DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI BALITA GIZI BURUK
Ria Ambarwati;
Yuwono Setiadi
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1050.311 KB)
|
DOI: 10.31983/jrk.v6i1.2900
Pemberian F100 kepada balita gizi buruk di masyarakat masih mengalami kendala, terutamadalam pembuatan, higien sanitasi orang yang membuat dan peralatan, sehingga perludipertimbangkan bentuk alternatif formula makanan untuk balita gizi buruk dalam bentukcrackers modifikasi F100 dengan substitusi tepung labu kuning sebagai pangan lokal yangmengandung tinggi beta karoten. Penelitian ini adalah eksperimen murni dengan Rancangan AcakLengkap 1 faktor, yaitu konsentrasi substitusi serta 5 taraf perlakuan, yaitu 0%, 10%, 20%, 30%,40% dengan jumlah ulangan 3 kali. Tahapan penelitian yang dilakukan terdiri dari pembuatantepung labu kuning, pembuatan crackers modifikasi F100, pengujian nilai gizi serta daya terimanya.Jumlah ulangan 3 kali. Semakin besar konsentrasi substitusi tepung labu kuning menurunkankadar lemak, protein crackers modifikasi F100. Crackers modifikasi F100 yang paling disukai balitaadalah crackers dengan substitusi tepung labu kuning 10%. Ada perbedaan nilai gizi (lemak,protein dan beta karoten), tekstur dengan substitusi tepung labu kuning berbagai konsentrasi.
PERBANDINGAN PENGUKURAN STATUS SEDASI RICHMOND AGITATION SEDATION SCALE (RASS) DAN RAMSAY SEDATION SCALE (RSS) PADA PASIEN GAGAL NAFAS TERHADAP LAMA WEANING VENTILATOR DI GICU RSUP Dr.HASAN SADIKIN BANDUNG
Hellena Deli;
Muhammad Zafrullah Arifin;
Sari Fatimah
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (611.319 KB)
|
DOI: 10.31983/jrk.v6i1.2837
Sedation is an important factor to improve patient comfort. Over sedation may lead to a longer ventilator time. To prevent over sedation need an instrument can measure accurately the status of sedation. This study aimed to analyze the differences between Richmond Agitation Sedation Scale (RASS) and the Ramsay Sedation Scale (RSS) in measuring the status of sedation for respiratory failure patient against time weaning ventilator. This study is observational analytic with prospective cohort study. This study was conducted in 13 respiratory failure patient and use mechanical ventilator. Sampling is done by non probability sampling method with consecutive sampling that received sedation therapy in GICU RSUP Dr Hasan Sadikin, Bandung. Samples will be measured with two sedation instrument they are RASS and RSS. Patient will be observed until the patient is successfully weaning ventilator mode CPAP or CPAP PS with PS 5-8 cmH2O and PEEP 5 cmH2O.These results indicate the measurement status with RASS sedation and RSS have a significant impact on weaning ventilator time with a value of p less than 0.05. Based on analysis results there is a significant difference between the measurement of sedation status by RASS and RSS for respiratory failure patient and weaning ventilator time with p less than 0.05, and the post hoc analysis shows that there are differences in each measurement sedation with p less than 0,05.Measurement status with RASS sedation better in reducing the length of ventilator weaning compared to RSS. This study can be used as the basis for further research regarding the relationship status measurement sedation to morbidity, mortality and length of stay in patients receiving sedation therapy.
PENGARUH PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU HAMIL TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA KECAMATAN KOTA TERNATE TENGAH TAHUN 2016
Farida Alhadar;
Irawati Umaternate
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (608.159 KB)
|
DOI: 10.31983/jrk.v6i1.2839
Perawatan payudara adalah suatu metode untuk meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh perawatan payudara terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu PostPartum di wilayah kerja Puskesmas Kota Kecamatan Kota Ternate Tengah Tahun 2016. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa 95% dari 20 ibu hamil melakukan perawatan payudara jenis SenamPayudara/Pijatan Payudara, Ibu hamil yang melakukan perawatan payudara ASInya keluar lancarsebesar 95%. Hasil Produksi ASI perhari pada hari pertama 10–30 cc/hari adalah pada 8 orang (40%)dan 20–40 cc/hari adalah juga pada 8 orang (40%), pada hari kedua produksi ASI sebesar 40–60cc/hari pada 10 orang (50%), sedangkan pada hari ketiga produksi ASI meningkat menjadi 60-80cc/hari pada 15 orang (75%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidakmelakukan perawatan payudara produksi ASInya tidak lancar sebanyak 15 orang (75%) dan ASI tidakkeluar sebanyak 5 orang (25%). Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa ibu hamil lebih sukamelakukan Perawatan Payudara dengan Senam Payudara/Pijatan Payudara; Perawatan Payudaradengan Senam Payudara/Pijatan Payudara produksi ASInya lebih lancar; Ibu hamil yang melakukanperawatan payudara berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI.
HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEJADIAN INFEKSI Soil Transmitted Helminths PADA PEMULUNG DI TPS JATIBARANG
Lilik Setyowatiningsih;
Surati Surati
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.329 KB)
|
DOI: 10.31983/jrk.v6i1.2325
SANITATION HYGIENE RELATIONSHIP WITH INFECTION SOIL TRANSMITTED HELMINTHS OF SCAVENGERS IN TPS JATIBARANG. Worming often be found in all parts of Indonesia, especially in conditions of poor sanitation and lack of hygiene individually. A deworming still causes much of the population in Indonesia by the Soil Transmitted Helminths (STH) is a group of intestinal nematode life cycle through the soil media. According to the Depkes, the prevalence of worm infection in 2006 for all ages in Indonesia between 40% -60%. The location of this research waste (TPS) in the Jatibarang region which is a central polling station in the city of Semarang with sanitary conditions of slums. The results of the study in 2005, known as much as 47.5% of scavengers in TPS Jatibarang experienced some worm infection and type of infection. Knowing the purpose of the research for sanitary hygiene related to infection Soil Transmitted Helminths TPS Jatibarang scavengers in the city of Semarang. Based on the research results, mainly scavengers TPS Jatibarang Semarang District has sanitation hygienic environment so well that the incidence of worm infection on a scavenger TPS Jatibarang 100% negative implemented. The data obtained are presented descriptive.
TINGKAT KEAMANAN MINUMAN INFUSED WATER DENGAN DIVERSIFIKASI PENYIMPANAN YANG BERBEDA
Surati Surati;
Nurul Qomariah
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.485 KB)
|
DOI: 10.31983/jrk.v6i1.2741
Background: Water is one of the components required in human life. Three requirements of clean water in physics, chemical and bacteriological must have a raw quality requirements according to Standar Nasional Indonesia (SNI). Infused Water beverages is water that has been given an extra piece of fruits that give the sensation of flavour and have much benefits for health. Infused Water became known and consumed by most people of Indonesia because the manufacturing process is very easy, using local fruits and have much benefits because it contains vitamins and minerals. The purpose of research is to determine the level of security of Infused Water beverages with different storage diversification and then matched with Standar Nasional Indonesia (SNI) 7388:2009. As for the benefits of this research is to be able to add a list of healthy and nutrition beverages. Types of research: Experiment with a completely randomized design (RAL), data analysis to determine the effect of different storage towards security of Infused Water beverages then tested with normality of data using Shapiro Wilk. After the data have normal distribution then using Anova test. Research result: Sample code (AP, BP, CP, AD, BD, CD) of Angka Lempeng Total (ALT) examination qualified in Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 01-3553-2006. There after do the estimators test, a confirmation test and Angka Paling Mungkin (APM) test that has been qualified in SNI 7388:2009. Conclusion: Examination result of Angka Lempeng Total (ALT) and Most Probable Number Coliform all samples comply the requirements of SNI, accordinglyInfused Water has been decent for consumption.
KEAKURATAN PENENTUAN KODE UNDERLYING CAUSE OF DEATH BERDASARKAN MEDICAL MORTALITY DATA SYSTEM DI RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2016
Linda Widyaningrum;
Tyas Kuntari
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (914.39 KB)
|
DOI: 10.31983/jrk.v6i1.2832
Underlying Cause of Death merupakan sebab-sebab kematian sebagai semua penyakit, keadaan sakit atau cedera yang menyebabkan atau berperan terhadap terjadinya kematian kalau tidak diderita pasien maka tidak akan meninggal. Tujuan penelitian untuk mengetahui keakuratan Underlying Cause Of Death berdasarkan medical mortality data system (MMDS) di RSUD Kota Salatiga tahun 2016.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian non eksperimen, pengambilan data dengan metode observasi dan wawancara dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah 658 dokumen rekam medis pasien meninggal pada tahun 2016. Jumlah sampel sebanyak 87 dokumen yang diambil dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, pedoman observasi.tabel MMDS, ICD-10, dan check listPersentase keakuratan kode underlying cause of death di RSUD Kota Salatiga tahun 2016 menunjukan keakuratan kode sebesar 27,59% akurat dan 72,41% tidak akurat. Ketidakakuratan dibagi menjadi 3 yakni: (1) Sertifikat tidak diisi dan dikode sebesar 47,62%, (2) Salah penentuan UCoD berdasarkan prinsip umum sebesar 47,62%, (3) Salah penentuan UCoD berdasarkan rule 1 sebesar 4,76%.Sebaiknya mengkode semua diagnosis yang ada disertifikat kematian dan menggunakan aturan mortalitas baik Prinsip Umum, Rule1, 2 maupun 3 serta merujuk ke tabel MMDS supaya memberikan kode yang akurat.
FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIK; STUDI KASUS DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG
Aziyah Aziyah;
Sri Sumarni;
Ngadiyono Ngadiyono
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (584.761 KB)
|
DOI: 10.31983/jrk.v6i1.2085
Kanker serviks uteri merupakan salah satu jenis penyakit kanker tidak menular yang diperkirakan meningkat setiap tahunnya. Di RSUP Dr.Kariadi Semarang, kunjungan kanker servik di poliklinik ginekologi dari ke tahun semakin meningkat. Banyak faktor resiko yang mendukung timbulnya penyakit kanker serviks uteri antara lain riwayat hubungan seksual pertama sebelum umur 20 tahun, multiparitas, riwayat KB oral, faktor perilaku tidak sehat, dan faktor keturunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko kanker servik pada pasien poliklinik ginekologi RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2016.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian observasional analitik korelatif menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini total sampling dengan teknik aksidental sampling sebanyak 103 responden, terdiri dari 68 responden kanker serviks dan 35 responden bukan kanker servik.Hasil penelitian adalah ada hubungan antara umur pertama kali berhubungan seksual (p-value=0.001, OR 4.56), status paritas (p-value=0.000, OR 0.09), kontrasepsi KB hormonal (p-value=0.008, OR 3.36), riwayat keturunan dengan sakit kanker (p-value=0.006, OR 5.1), dan perilaku vaginal hygiene (p-value=0.000, OR 6.5) dengan kejadian kanker servik di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2016. Dari hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan dapat menginformasikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kanker servik sehingga masyarakat mengerti dan melakukan tindakan preventif.
IDENTIFIKASI Neisseria gonorrhoeae PADA PENDERITA DENGAN GEJALA KLINIS INFEKSI PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI PUSKESMAS SIKO KOTA TERNATE TAHUN 2016
Erpi Nurdin;
Amira Bin Seh Abubakar;
Nurma Andi Malli
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (606.731 KB)
|
DOI: 10.31983/jrk.v6i1.2902
Gonorrhoeae merupakan jenis Penyakit Menular Seksual (PMS) klasik yang disebabkan oleh infeksibakteri Neiserria gonorrhoeae. WHO memperkirakan setiap tahun terdapat 350 juta penderita baruPenyakit Menular Seksual (PMS) di Negara berkembang seperti Afrika, Asia, Asia Tenggara danAmerika Latin. Puskesmas Siko merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat di Kota Ternate yangdilengkapi dengan unit pemeriksaan reproduksi. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional danbertujuan untuk mengidentifikasi dan melihat persentase Neiserria gonorrhoeae pada penderita dengangejala klinis Penyakit Menular Seksual. Teknik pengambilan sampel adalah secara non random dengandesain purposive sampling sebesar 40 orang. Penelitian ini menggunakan sampel swab speculum vagina.Sampel tersebut kemudian dibuat perlakuan untuk diidentifikasi dengan pengecatan gram padaapusan kering swab speculum vagina. Hasil yang diperoleh, terdapat 11 responden positif (27,50%)teridentifikasi Neisseria gonorrhoeae dari 40 responden dengan gejala klinis infeksi menular seksual.Hasil penelitian dengan presentasi 27,50%, di anggap tinggi karena melebihi Standar Nasionalminimum kasus gonorrhoeae setiap wilayah 0,20% sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut untukmenekan tingginya angka kejadian gonorrhoeae.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN MENARCHE PADA SISWA DI SDN 02 KOTA PRABUMULIH
Suryanda Suryanda
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (558.7 KB)
|
DOI: 10.31983/jrk.v6i1.2262
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian menarche Siswi SDN02 Kota Prabumulih tahun 2016. Merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metodecross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas V terdiri dari 4 kelas dan VI terdiri dari 4kelas berjumlah 211 siswi yang bersekolah di SDN 02 Kota Prabumulih tahun 2016. Sedangkan besaransampel setelah dihitung didapatkan 64 siswi. Data diperoleh melalui kuisioner berbentuk check list danpengukuran Indeks Masa Tubuh. Didapatkan hasil 43 orang (67,2%) telah mengalami menarche dan 21orang belum mengalami menarche ( 32,8%), sedangkan 38 (59,4%) orang status gizi normal dan 26 orang(31,6%) status gizi tidak normal, yaitu obesitas 11 orang (42,3%) sedangkan kurus 15 orang (57,7%). Ujistatistik menggunakan chi square dengan tingkat kepercayaan 95 % (a=0.5) menunjukkan terdapathubungan antara status gizi dengan kejadian menarche di SDN 02 Kota Prabumulih. Status gizi dapatmempengaruhi kejadian menarche pada siswi SDN 02 Kota Prabumulih, sehingga orang tua dan keluargawajib mengetahui dan memahami pentingnya nilai gizi bagi perkembangan kesehatan reproduksi anak.Peran serta berbagai pihak perlu ditingkatkan mengingat masih banyak faktor yang mempengaruhi prosestumbuh kembang anak.