cover
Contact Name
M. Marizal
Contact Email
m.marizal@uin-suska.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
m.marizal@uin-suska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Al Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
ISSN : 1693508x     EISSN : 25027263     DOI : -
Al-Fikra (p-ISSN: 1693-508X; e-ISSN: -; http://alfikra.pasca-uinsuska.info/index.php/alfikra/index) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah keislaman. Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal Al-Fikra meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di jurnal Al-Fikra. Jurnal Al-Fikra diterbitkan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal Al-Fikra menerima manuskrip atau artikel dalam bidang ilmiah keislaman dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles 308 Documents
MAUSU’AH WA MAFHUMUL HADIS LARANGAN TRANSAKSI RIBA DALAM MUSNAD AHMAD Nur Hadi
AL-FIKRA Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i1.6705

Abstract

AbstractIslam is a comprehensive religion that encapsulates all human life including economic activities. This era of modern and sophisticated times, the phenomenon of the development of existing business activities must be vigilant, so as not to fall prey to usury. Then what about the hadith in Ahmad's musnad relating to usury ?. The results of the author's research in the book mausu'ah al-hadis al-Nabawiyah, from the hadith perspective in the book Musnad Ahmad. Then found 6 traditions related to usury property. The hadith is No. Hadith 803 in the Book: Musnad of ten companions guaranteed to enter heaven, Chapter: Musnad Ali bin Abu Talib Radliyallahu 'anhu. Hadith No. 1222 in the Book: Musnad of ten companions who are guaranteed to enter heaven, Chapter: Musnad Ali bin Abu Talib Radliyallahu 'anhu. Hadith No. 1294 in the Book: Musnad of ten companions guaranteed to enter heaven, Chapter: Musnad Ali bin Abu Talib Radliyallahu 'anhu. Hadith No. 3539 in the Book: Musnad companions who have narrated many hadith, Chapter: Musnad Abdullah bin Mas'ud Radliyallahu ta'ala 'anhu. Hadith No. 3567 in the Book: Musnad friends who have narrated many hadith, Chapter: Musnad Abdullah bin Mas'ud Radliyallahu ta'ala 'anhu. Hadith No. 13744 in Ahmad Musnad, it will appear in the Book: Remaining Musnad companions who have narrated many hadith, Chapter: Musnad Jabir bin Abdullah Radliallahu ta'ala 'anhu. So from the hadith it can be drawn the understanding that Allah cursed the eaters of usury, the person who gave food with usury, the witness of the usury contract and the person who wrote it. Even though a lot of usury will eventually be a little.Keywords: Mausu'ah, Mafhum, Hadits, Prohibitions, Riba Transactions.   
Metode Amtsal dalam Pembelajaran menurut Perspektif Al-Quran Tabrani Tabrani; Tabrani Muluk
AL-FIKRA Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i1.7712

Abstract

Pendidikan dalam proses pendidikan Islam tidak hanya dituntut untuk mengusai sejumlah materi yang akan diberikan kepada peserta didiknya, tetapi ia harus menguasai berbagai metode dan tehnik pendidikan guna kelangsungan transformasi dan internalisasi mata pelajaran. Keberadaan dan peranan Amtsal Al Quran terhadap penafsiran dari dalam dunia pendidikan cukup jelas dan mudah dipahami. Artinya,bahwa para pendidik dan peserta didik sangat membutuhkannya, sebab disamping memberikan informasi kepada penerimanya mengenai sesuatu yang belum pernah diketahuinya, juga dapat membantu memahami apa yang dirasa masih musykil (sulit) diterima oleh keterbatasan akal manusia.
PENAFSIRAN KAUM ‘AD DALAM AL-QUR’AN STUDI ANALISIS ORIENTALIS DAN I’JAZ GHAIB Fitriani Asri
AL-FIKRA Vol 18, No 2 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i2.8794

Abstract

This thesis was entitled the interpretation of people of ‘Ad in Alquran the Orientalist and I’jaz Ghaibi analysis study. This library research gathered the data from literature treasury and enacted text world, especially tafsir books and books that were related to this research, as primary object of analysis. In this research, the applied approach was Tafsir Maudhu’iy approach, referring to Alquran based on classical and contemporary tafsir. This research applied several steps and requirements in drawing the conclusion based on concrete data. The results showed that the people of ‘Ad were categorized into I’jaz Ghaibi, which explained that there was unseen history and refuted the orientalist claim that considered this history as a fairy tale. Richard Bell stated that in narrating the story that were mentioned in Alquran, Muhammad SAW (blessing of Allah and peace be upon him) used Injil as reference, especially Old Testament. In addition, half of the advocacy stories such as people of ‘Ad and Tsamud were taken from Arab reference. However, most of contents that were used by Muhammad to interpret his teaching were taken from Yahudi Nasrani sources. This history was mentioned in Alquran in order to warn human that whatever power or might that human have, they will be destroyed in world and hereafter if they do not obey Allah and his messengers. In addition, this history aimed to motivate Prophet Muhammad SAW to stand firm in delivering the message that was entrusted to him because only certain people were able to directly receive and change the teaching of the messengers of Allah Swt. Nicholas Clapp, a scientist from France, found out the facts relating to the trace of people of ‘Ad remnant. The people of ‘Ad was extinct because they had no descendant. They were annihilated by Allah through disasters and windstorm. The people of ‘Ad were renowned for their ability to build lofty towers. They built those towers as sign for merchants and travelers who were traveling across the city of Iram.Kata Kunci : People of ‘Ad, the Orientalist, I’jaz Ghaibi.
KEDUDUKAN MAMAK DALAM MASYARAKAT ADAT NAGARI KAMANG MUDIK MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ANALISIS TERHADAP PERGESERAN KEWENANGAN PAMAN SEBAGAI HAKAM DALAM HUKUM KELUARGA Risa Hayati Hayati
AL-FIKRA Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i1.7982

Abstract

permasalahan pernikahan, perceraian, rujuk, talak yang berhubungan dengan syarak penyelesaiannya dilakukan oleh wali (ayah). Jika ayah tidak bisa menyelesaikan baru mamak yang bertindak sebagai juru damai diluar perkara yang berhubungan dengan syarak.  Upaya penyelesaian perselisihan dilakukan secara damai dan ke keluargaan. Penyelesaian konflik harta pencaharian suami istri di selesaikan oleh pengadilan. Penyelesaian permasalahan di Nagari Kamang Mudik dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat bawah sampai keatas. Permasalahan keluarga yang berhubungan dengan kelompok orang diselesaikan oleh mamak sebagai pimpinan dalam rumah gadang atau kaum. Pergeseran peran mamak disebabkan karena faktor: Pendidikan, ekonomi, memudarnya tali silaturrahmi, dan menguatnya peran keluarga inti. Kedudukan mamak sebagai hakam di Nagari Kamang Mudik untuk kemaslahatan kemenakan yang telah dilakukan secara turun temurun dan menjadi aturan adat. Selama adat tersebut tidak bertentangan dengan hukum Islam, maka diperbolehkan.  Dan kedudukan mamak sebagai  hakam sangat di butuhkan untuk kemaslahatan bagi kemenakannya dalam menyelesaikan perselisihan secara damai.
Relasi Wahyu dalam Tiga Agama Samawi (Kajian terhadap Pemikiran Mohammed Arkoun) Siti Nurmajah
AL-FIKRA Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The revelation so far is reading by partially and exclusively way. Partial and exclusive here means only discussing only the religious groups. Each religion has its own truth claims. In this point, Arkoun’s idea about revelation found its signification. From his prespective which contemplate the revelation not only by Islamic view but also consider its relation to the two religion before Islam. This article aims to discuss the Arkoun’s idea about revelation and how the implication of his idea to the multi-religion discourse. The Abrahamic religion is Yahudi, Kristen, and Islam. Arkoun said that basically Yahudi, Kristen, and Islam are a social group which produce by the revelation. the dialogue between the divine religions can be opened and the exclusivity of reading the revelations can be eliminated through Arkoun's idea of revelation.
URGENSI NILAI KAFAAH DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM PADA PASAL 15 AYAT 1 Andri Andri; Yanti Yanti
AL-FIKRA Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i1.6979

Abstract

Dalam Kompilasi Hukum Islam tepatnya pada pasal 15 ayat 1 terdapat nilai kafaah, yakni kematangan usia. Bagi siapa saja yang hendak melangsungkan pernikahan, maka ia harus memperhatikan pasal 15 ayat 1 ini, karena berdasarkan penelitian-penelitian yang ada, bagi siapa saja yang menikah tanpa memledulikan kematangan usia akan berdampak buruk bagi wanita dan bahkan anaknya kelak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan yang dilakukan sebelum mencapai usia 16 tahun bagi perempuan memiliki banyak mudharat, baik dampak fisik-biologis, psikologis, ekonomi, maupun dampak lainnya. Secara fisik-biologis, alat-alat repsoduksi anak di bawah umur masih dalam proses menuju kematangan, sehingga ia belum siap untuk melakukan hubungan seksual, lebih-lebih jika sampai hamil dan melahirkan. Dari hasil penelitian disebutkan bahwa kehamilan di usia muda dapat beresiko menderita kanker di masa yang akan datang, bahkan berdampak pada kematian ibu. Selain itu, ruang panggul perempuan yang masih muda belum cukup besar sehingga mempersulit ruang gerak bayi saat berputar untuk keluar. Hal ini akan mengakibatkan cacat bagi bayi, seperti bibir sumbing, fungsi tangan atau kaki kurang normal, atau bahkan resiko kematian pada bayi.Keyword :  Urgensi, Nilai Kafa’ah,Kompilasi Hukum Islam (KHI).
Impotensi Sebagai Alasan Fasakh Menurut Ibnu Hazm dan Al-Syiraziy MAWARDI MAWARDI
AL-FIKRA Vol 18, No 2 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i2.7077

Abstract

Impotensi adalah salah satu nama penyakit pada laki-laki yang juga menjadi perhatian para ulama fiqh, karena sangat berpengaruh dalam keharmonisan rumah tangga. Maka didalam jurnal ini, penulis akan menjabarkan pendapat dua ulama besar fiqh tentang Impotensi Seabagai Alasan Fasakh Nikah.
KEWENANGAN WALI DALAM MENENTUKAN PERNIKAHAN JANDA YANG BELUM DEWASA MENURUT IMAM AL-SYAFI'I rahmat ari aripin
AL-FIKRA Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i1.7062

Abstract

A woman who has never been married. The mariage must be approved by her legal guardian, namely her father or grandfather. A woman who wants to get married must have a legal guardian. The guardian in the school of Imam Al-Shafi‟i is one of the requirements that must be fulfilled. A father may arrange a marriage for a virgin woman with a man who is at the same level without her permission whether she is still immature or mature by having a comparable dowry. In other words, she may be forced by her legal guardian, father or grandfather, to get married without her permission. However, for a widow who is immature, Imam Al-Shafi‟i stated that her father should not force her to get married before she is mature. Imam Al-Shafi‟i prohibits the guardian in this case is a father to arrange a marriage for an immature widow because Imam Al-Shafi‟i adheres to the virginity. A mature woman may be forced while an immature widow may not be forced because the widow is considered to be no longer a virgin. 
HUKUM MENIKAH KETIKA SAKIT YANG MENGHALANGI KEHARMONISAN RUMAH TANGGA ANALISIS PENDAPAT IMAM MALIK BIN ANAS Robi Rendra Tribuana
AL-FIKRA Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i1.7098

Abstract

Hukum pernikahan ketika salah satu pasangan suami istri menderita sakit yang mengahalangi keharmonisan rumah tangga menjadi salah satu masalah yang sangat penting yang terjadi di rumah tangga.  Menurut Imam Malik bin Anas, bahwasanya dibolehkan melakukan perceraian/pembatalan akad nikah jika salah satu pasangan menderita sakit yang menyebabkan hubungan suami istri tidak nyaman, gundah dan tidak tenang, lebih banyak mudharat dari pada maslahatnya, tidak dapat menikmati indahnya kehidupan bersuami istri, dan tidak tercapainya tujuan pernikahan sakinah mawaddah warohmah. Adapun tujuan penelitian ini untuk menganalisa dan mengungkapkan pandangan Imam Malik bin Anas tentang hukum menikah ketika sakit yang menghalangi keharmonisan rumah tangga, menganalisa alasan Imam Malik bin Anas melarang menikah ketika sakit yang mengahalangi keharmonisan rumah tangga, dan melihat relevansinya dengan keadaan saat ini. Dalam metode penelitian, jenis penelitian menggunakan penelitian pustaka (library research). Teknik analisis data menggunakan content analysis (analisa isi) dengan metode kualitatif menggunakan analisa deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama: Sakit yang menghilangkan keharmonisan di dalam rumah tangga di-qiyas-kan atau disamakan aib yang menyebabkan fasakh nikah. Yaitu adanya kekurangan pada salah satu pihak suami istri yang dapat menghambat bahkan menghalangi tujuan utama pernikahan serta mengancam kelanggengan kehidupan suami istri. Di antaranya adalah: impotensi, jabb/pengebirian, ratq, ‘afl, gila, sopak, kusta. Kedua, pendapat Imam Malik bin Anas tentang menikah ketika sakit yang menghalangi keharmonisan rumah tangga boleh dibatalkan/cerai karena tidak tercapainya tujuan pernikahan. Ketiga, adapun untuk kondisi di zaman sekarang, bahwasanya penyakit/cacat apapun itu, apabila bisa dipulihkan atau diobati tanpa meninggalkan bekas yang serius, maka penyakit tersebut dianggap tidak ada dan tidak berpengaruh apapun terhadap akad. 
KEPALA NEGARA NON MUSLIM MENURUT IBNU TAIMIYYAH (661-728H) Isnen Azhar
AL-FIKRA Vol 18, No 2 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i2.8759

Abstract

Masalah kepemimpinan bukan hanya persoalan duniawi, akan tetapi juga persoalan ukhrawi yang mana manusia itu akan dimintai pertanggung-jawabannya dihadapan Allah Subhânahu Wa-Ta’âlâ pada hari kiamat kelak,oleh karena ituurgensi seorang pemimpin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara telah dijelaskan oleh Allah dan RasulNya, bahkan dalam sebuah komunitaskecil masyarakat seperti dalam sebuah perjalanan, maka Nabi kita Muhammad SAW telah mengintruksikan agar diangkat seorang pemimpin.Jenis penelitian adalah bersifat kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif. Penelitian ini bersifat deskriftif, analitif, kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan atau observasi literatur yang ada hubungannya dengan pokok permasalahan yang dibahas.Sumber data primer dalam penelitian ini adalah al-Siyâsah al-Syar’iyyah fi Islâhi al-Râ’î wa al-Ra’iyyahkarya Ibnu Taimiyyah, Al-Hisbahkarya Ibnu Taimiyyah, Iqtidhô Shirôthô al-Mustaqîm Li-Mukhôlafati Ashâbi al-Jahîm karya Ibnu Taimiyyah. Sebagai hasil penelitian dalam masalah urgensi kepemimpinan dalam masyarakat Islam, maka pandangan Ibnu Taimiyyah rahimahullahtelah membuat persyaratan yang ketat bagi seorang calon pemimpin dengan karaktersebagai berikut : (1). al-Muslim (2). al-Qowiy (3). al-Amin  (4). al-Adl (5). al-Khasyyah, Ibnu Taimiyyah rahimahullahtelah menjadikansyarat yang paling mendasar padadiri seorang calonpemimpin itu adalah dia wajib seorang “muslim yang hanif”,

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 2 (2025): Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 24, No 1 (2025): Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 23, No 2 (2024): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 22, No 2 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 22, No 1 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 21, No 2 (2022): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 21, No 1 (2022): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 20, No 2 (2021): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 20, No 1 (2021): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 19, No 2 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 19, No 1 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 18, No 2 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 17, No 2 (2018): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 17, No 1 (2018): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 16, No 2 (2017): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 16, No 1 (2017): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 15, No 2 (2016): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 15, No 1 (2016): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 14, No 2 (2015): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 14, No 1 (2015): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 13, No 2 (2014): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 13, No 1 (2014): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 12, No 2 (2013): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 12, No 1 (2013): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 11, No 2 (2012): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 11, No 1 (2012): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 10, No 2 (2011): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 10, No 1 (2011): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 9, No 2 (2010): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 9, No 1 (2010): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 8, No 2 (2009): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 8, No 1 (2009): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 7, No 2 (2008): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 7, No 1 (2008): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 5, No 2 (2006): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 5, No 1 (2006): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 4, No 2 (2005): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 4, No 1 (2005): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 3, No 2 (2004): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 3, No 1 (2004): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2, No 2 (2003): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2, No 1 (2003): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1, No 1 (2001): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman More Issue