cover
Contact Name
M. Marizal
Contact Email
m.marizal@uin-suska.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
m.marizal@uin-suska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Al Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
ISSN : 1693508x     EISSN : 25027263     DOI : -
Al-Fikra (p-ISSN: 1693-508X; e-ISSN: -; http://alfikra.pasca-uinsuska.info/index.php/alfikra/index) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah keislaman. Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal Al-Fikra meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di jurnal Al-Fikra. Jurnal Al-Fikra diterbitkan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal Al-Fikra menerima manuskrip atau artikel dalam bidang ilmiah keislaman dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles 303 Documents
QALBU DALAM KAJIAN PSIKOLOGI ISLAM Anri Saputra, Mela Rospita, Vivik Shofiah
AL-FIKRA Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i1.7154

Abstract

Dalam khazanah psikologi islam, qalbu adalah salah satu term sentral yang dibahas secara mendalam. Karena menurut kajian psikologi islam, qalbu merupakan salah satu struktur kepribadian manusia. Bahkan qalbu menjadi penentu baik atau buruknya perilaku seseorang. Qalbu selalu menjadi subtansi yang paling penting dalam diri manusia, perbincangan yang dijadikan untuk menilai seseorang selalu berkaitan dengan qalbu, bukan hanya tingkah laku namun dari keimanan individupun cenderung fokus dengan qalbu. Apabila qalbu seseorang tersebut baik maka baik pula lah imannya. Namun jika qalbunya buruk maka imannya pun akan menjadi buruk. Kajian ini merupakan penelitian studi pustaka. Kajian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan khasanah ilmu pengetahuan mengenai Qalbu yang menjadi salah satu kajian Psikologi Islam. 
SETANDAR PA'BAJI' DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN PULAU KIJANG (TINJAUAN MAQASHID AL-SYARI'AH) Sudirman, Andi Murniati
AL-FIKRA Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i1.7165

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian ternyata mayarakat Bugis khususnya di Kelurahan Pulau Kijang. Mereka menganggap bahwa uang pa’baji atau uang panai adalah tradisi pemberian uang yang wajib yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan yang fungsinya digunakan sebagai biaya untuk melaksanakan pesta perkawinan. Tujuannya untuk memberikan rasa hormat bagi keluarga pihak perempuan. Pa’baji dalam perkawinan adat bugis adalah salah satu pra syarat, karena jika tidak ada uang pa’baji maka tidak ada perkawinan. Islam tidak mengatur mengenai ketentuan uang pa’baji yang di kenal uang panai akan tetapi hukumnya mubah selama itu tidak dipaksa. Islam tidak melarang pemberian uang pa’baji dalam perkawinan adat bugis karena tidak ada dalil yang menerangkan hal tersebut. Yang penting pemberian pa’baji tidak bertentangan dengan syariat. Pa’baji tidak ada unsur keterpaksaan, sesuai kemampuan dan kesanggupan pihak laki­-laki.Keyword : Pa’baji’, Perkawinan,Masyarakat Bugis, Pulau Kijang, Maqâsyid al-Syarî’ah.
WALI MUJBIR MENURUT IMAM SYAFI’I (TINJAUAN MAQÂSHID AL-SYARÎ’AH) Muhammad Khoiruddin
AL-FIKRA Vol 18, No 2 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v18i2.8760

Abstract

Wali merupakan bagian penting dalam melaksanakan pernikahan. Para fuqaha telah bersepakat syarat bagi sahnya pernikahan adalah dilaksanakan oleh wali yang memegang hak memeliharanya, baik dilakukan sendiri maupun dilakukan oleh orang lain. Jika terdapat perwalian yang seperti ini, maka sah dan terlaksana ‘aqad pernikahan. Jika tidak ada, ‘aqadnya batal menurut pendapat jumhur, dan menurut pendapat mazhab Hanafi adalah maukuf (tergantung). Jika ‘aqad berlangsung dari seorang laki-laki dengan pelaksanaan dari dirinya sendiri, maka sah ‘aqadnya menurut. 
Kadar Nafkah Keluarga menurut Ibn Qudamah (Analisis Terhadap Kitab al-Mughniy) Finta Fajar Fadillah; Masrun Masrun
AL-FIKRA Vol 19, No 1 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v19i1.7096

Abstract

Kadar nafkah keluarga suami terhadap isteri yaitu dengan melihat kondisi suami dan kondisi isteri. Dalam pendapat Ibn Qudamah ini didasarkan kepada Alquran dan hadits Nabi Saw dengan menjadikan tolak ukurnya yaitu bi al-ma’ruf.
Abdusshamad al-Palembani; His Thoughts and Movements in the Spread of Islam in Indonesia Wahyudi Buska; Yogia Prihartini; Ali Muzakir
AL-FIKRA Vol 19, No 1 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v19i1.10020

Abstract

This study aims to find the thoughts and movements carried out by Abdusshamad al-Palimbani. The method used in this research is a literature study or library research, by combining activities related to library data collection methods, reading, collecting, and processing research materials consisting of books, manuscripts, hand scripts. The results of the research showed that Abdusshamad al-Palimbani had broad ideas to build Muslim communities, especially in South Sumatra and generally in the archipelago in the areas of Sufism, Tawhid and important to defend the State. In the teachings of Abdusshamad al-Palimbani to his students and the works left behind his mind can be known. His thoughts were collected in various works;(a) Hidayatus Salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqiin, (b) Siyarus Salikin ila Ibadat rabb al-alamin (c) Thufah Al-Raghibin fi Bayan Haqiqat Faith Al-Mu'inin, (d). Nasihat al-Muslimin wa Tadzkirat alMu‟minin fi Fadha‟il Al-Jihad fi Sabilillah wa Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah (e) Zuhrat al-Murid fi Bayan Kalimat al-Tawhid, (f) Al-Urwat al-Wutsqa wa Silsilat Uli al-Ittiqa, (g) Ratib Abdus Shamad, (h) Zadd Al-Muttaqin fi Tawhid Rabb al-Alamin. The spread of Islam is intended to encourage the community to always fill its days with remembrance and reverence; (a) protect yourself from the fire of hell (b) Allah favors you that God makes us out of those who call on His name, He does not make us blameless (c). be bright and open with the zikrullah light (d). to him, the windows of heaven were opened (e). gentle heart and khusyu’ (f). abolished it with one sentence from the remembrance of ten crimes.
Pemikiran Gramatikal Bahasa Arab Oleh Linguistik Arab (Studi Tokoh Lintas Madzhab Nahwu) Hakmi Wahyudi; Hakmi Hidayat; Sri Wahyuni Hakim
AL-FIKRA Vol 19, No 1 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v19i1.10235

Abstract

The grammatical thinking of Arabic begins with the phenomenon of giving a society and how to read words in Arabic both before Islam and after the spread of Islam. If the benchmarks are from Islam then the grammatical is related to the Qur'an but if with before Islam the grammatical Arabic is related to Arabic words such as poetry and Arabic prose. Grammatical development also grows and develops according to the early pioneers and learning methods. So that each grammatical cleric of Arabic composes independently until the grammatical is mature epitimologies, each grammatical cleric of Arabic is like a teacher and student relationship. The Aim this study is illustrate how each grammatical thinker of Arabic language originates and develops the grammatical, so that it becomes a standard science until now as linguistic studies in linguistics. This research is a qualitative research with descriptive method with data analysis in the form of data interpretation called ta'wil and hermeneutics. The findings of this research are self-composed science in the grammatical history of Arabic such as Uslub Taajjub, harakat and the point by Abu Aswad ad Duali, Arudh Qawafi by Khalil Ahmad Al Farahidi, taukid and ‘ataf Bayan by Sibawaiyh. Lafadz and Meaning by Ibn Jinni, al Ma’ani by Jurjani and other Arabic grammatical scholars.Pemikiran linguistik bahasa arab berawal dari fenomena untuk memberikan harakat dan cara membaca  sebuah kata-kata dalam bahasa arab baik sebelum Islam maupun setelah menyebarnya agama Islam. Jika tolak ukurnya dari Islam maka gramatikal tersebut berhubungan dengan al Qur’an tapi jika dengan sebelum Islam maka gramatikal bahasa arab tersebut berhubungan dengan kalam-kalam Arab.  Perkembangan gramatikal pun tumbuh dan berkembang sesuai perintis awal dan perkembangannya. Sehingga masing-masing ulama gramatikal bahasa arab menyusun secara mandiri walaupun sebelumnya disusun gramatikal tersebut, setiap ulama gramtikal bagaikan hubungan guru dan murid. Tujuan penelitian ini pun menggambarkan bagaimanakah masing pemikir gramatikal bahasa arab mencetus dan mengembangkan gramatikal tersebut, sehingga menjadi ilmu yang baku sampai sekarang sebagai kajian-kajian linguistik dalam ilmu bahasa . Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif dengan analisis data berupa interpretasi data yang disebut dengan ta’wil dan hermeneutika.
Penetapan Nasab Anak Di Luar Nikah Menurut Pendapat Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah Oscar Maulana
AL-FIKRA Vol 19, No 1 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v19i1.7725

Abstract

Ibn al- Qayyim al-Jauziyyah berpendapat bahwa anak luar nikah memiliki hubungan mahram dengan laki-laki zina, jika laki-laki tersebut mengakui anak zina sebagai anaknya. sedangkan hubungan keperdataan, baik warisan, nafkah, maupun perwalian anak zina dengan laki-laki pezina yang mengakui anak tersebut terputus disebabkan karena hubungan perzinaan, namun mereka tetap memiliki hubungan mahram. Anak tersebut dapat dinasabkan kepada ayah biologisnya, dengan syarat ibu biologis tersebut tidak berzina pada saat ia sedang terikat firasy dengan laki-laki lain, anak itu tidak telah di li’an oleh suami dari ibu tersebut, ayah biologisnya mengakuinya dan sanksi zina dijalankan serta ketentuan anak zina terhadap laki-laki zina atau ayah biologis.
Rekonstruksionisme Pendidikan Islam Menurut Muhammad Iqbal Herlini Puspika Sari
AL-FIKRA Vol 19, No 1 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v19i1.10076

Abstract

Education should spearhead and reform or reconstruct communities so that they become better. Islamic education must be directed to the fulfillment of philosophical ideals (self strength) so that it has a faith-based self quality. The education of the modern world must be able to integrate all the elements of values that exist in life, have worldly and finality aspects so that in their development these two aspects are equally running and can create an accountable education. This is an explorative descriptive qualitative research that describes philosophical views and thoughts about the reconstruction of Islamic education according to Muhammad Iqbal. The Finding this research Muhammad Iqbal views that now is the time for Muslims to reconstruct their thinking in various fields, including the field of Islamic education which aims to form human beings (real people) with human criteria that have strength, broad insight, fair deeds and have wise policies so that being a human being in the Qur'an is mentioned as a perfect being.
Pendidikan Kaderisasi Kepemimpinan di Pondok Pesantren Menurut KH. Imam Zarkasyi dalam Pendidikan Islam Tamsir Ahmadi
AL-FIKRA Vol 19, No 1 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v19i1.8450

Abstract

In Boarding School institution Kyai as supresme leader. His ability to lead greatly influences the course of the education process and the existence of boarding school. Not a few is some boarding school, some kiai only rely on their charisma to lead and careless about regeneration, as preparation for the next generation in leading pesantren. So when he pssed away, there are changes in leadership style by the next generation which is caused by various things. Whish has an impact on changes in policy making yhat are not based on pesantren values. The regeneration in pondok pesantren must be carried out whit the aim that the successor leaders have a strong foundation in leading, based on the values of pondok pesantren which have been instilled by it’s predecessor and not dependent on its charisma. In an effort to prepare the next leader in the boarding school K.H. Imam Zarkasyi believes that there are at least seven points that must be implemented and given to the cadres, starting from: direction, training, assignment, habituation, escort, availability and approaches. In a process, of course there are factors that support and inhibit those faced in order to produce qualified prospective leaders.
Pembatasan Bekerja Bagi Pasangan Suami Istri Pada Pasal 9 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Perspektif Hukum Islam Ahmad Rifa'i Ritonga
AL-FIKRA Vol 19, No 1 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v19i1.9844

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pasal 9 undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Pasal tersebut berisi tentang kekerasan ekonomi atau penelantaran dalam rumah tangga, pada pasal tersebut disebutkan “penelantaran dalam rumah tangga (kekerasan ekonomi) adalah seseorang yang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan, perawatan atau pemeliharaan kepada orang tersebut (pasal 9 ayat 1). Selain itu, penelantaran juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut (pasal 9 ayat 2)”.Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan undang-undang yang teraplikasi dalam undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Sumber data penelitian ini adalah sumber data sekunder yang diperoleh dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah mencari literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan selanjutnya dicatat sebagai proses pembuatan, kemudian dianalisis sesuai kebutuhan. Teknik analisa data penelitian ini adalah metode conten analisis atau analisis isi dengan teknik deduktif fan induktif.Hasil penelitian adalah bahwa pembatasan bekerja bagi pasangan suami istri pada pasal 9 undang undang nomor 23 tahun 2004 merupakan perbuatan KDRT. Pasal 9 ini membahas tentang kekerasan berdimensi ekonomi menunjuk pada setiap perbuatan yang bisa mengakibatkan kerugian ekonomi, ketergantungan secara ekonomis dengan cara membatasi dan atau melarang untuk bekerja di dalam atau di luar rumah, dan atau terlantarnya anggota keluarga karena tidak diberi nafkah.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2025): Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 23, No 2 (2024): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 22, No 2 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 22, No 1 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 21, No 2 (2022): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 21, No 1 (2022): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 20, No 2 (2021): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 20, No 1 (2021): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 19, No 2 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 19, No 1 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 18, No 2 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 17, No 2 (2018): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 17, No 1 (2018): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 16, No 2 (2017): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 16, No 1 (2017): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 15, No 2 (2016): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 15, No 1 (2016): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 14, No 2 (2015): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 14, No 1 (2015): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 13, No 2 (2014): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 13, No 1 (2014): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 12, No 2 (2013): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 12, No 1 (2013): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 11, No 2 (2012): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 11, No 1 (2012): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 10, No 2 (2011): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 10, No 1 (2011): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 9, No 2 (2010): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 9, No 1 (2010): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 8, No 2 (2009): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 8, No 1 (2009): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 7, No 2 (2008): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 7, No 1 (2008): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 5, No 2 (2006): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 5, No 1 (2006): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 4, No 2 (2005): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 4, No 1 (2005): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 3, No 2 (2004): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 3, No 1 (2004): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2, No 2 (2003): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2, No 1 (2003): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1, No 1 (2001): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman More Issue