cover
Contact Name
M. Marizal
Contact Email
m.marizal@uin-suska.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
m.marizal@uin-suska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Al Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
ISSN : 1693508x     EISSN : 25027263     DOI : -
Al-Fikra (p-ISSN: 1693-508X; e-ISSN: -; http://alfikra.pasca-uinsuska.info/index.php/alfikra/index) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah keislaman. Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal Al-Fikra meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di jurnal Al-Fikra. Jurnal Al-Fikra diterbitkan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal Al-Fikra menerima manuskrip atau artikel dalam bidang ilmiah keislaman dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles 308 Documents
Kontribusi Pemikiran Ibnu Jinni dalam Epistemologi Ilmu Nahwu: Studi Kitab Al-Khasa’is 'Aini, Zahratul; Munawwarah, Izzati; Masruroh, Beti Arisatul; Pribadi, Mohammad
AL-FIKRA Vol 22, No 2 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v22i2.23357

Abstract

Artikel ini melihat dan menilik pemikiran Ibnu Jinni dalam Epistemologi Ilmu Nahwu, berangkat dari kuatnya pengaruh pemikiran Ibnu Jinni terhadap Ilmu Bahasa khusunya Ilmu Nahwu bahkan mempunyai metode tersendiri. Ibnu Jinni telah melahirkan karya-karya fenomenal salah satunya ialah kitab al-Khasa’is yang mana terdapat buah pemikiran Ibnu Jinni tentang Epistemologi Ilmu Nahwu (Ushul Nahw). Penelitian ini bersifat Deskriptif Kualitatif, mencoba mencari bagaimana bentuk argument yang dituangkan Ibnu Jinni terkait dengan akar landasan Ilmu Nahwu itu sendiri, yang menjadi fokus peneliti ialah terkait Qiyas dan Istihsan yang mana kedua kajian ini merupakan salah satu sub pembangun landasan Ilmu Nahwu. Peneliti mengambil kesimpulan bahwa Ibnu Jinni memberikan kontribusi nyata dalam perkembangan Ilmu Nahwu, terlihat dari hasil usaha nya yang dituangkan dalam teks-teks kitab al-Khasa’is. Ibnu jinni berani memberikan argumen yang berbeda dalam melihat Qiyas dan Istihsan dengan argument yang sebelumnya telah dicetuskan oleh Ulama Ilmu Bahasa terdahulu. Begitupun dengan konsep Istihsan, Ibnu Jinni juga membicarakan kajian ini dengan begitu apik.
Relevansi Konsep Metode Pembelajaran Ibnu Sina pada Pembelajaran PAI di Era Modern Sari, Herlini Puspika; Yuliharti, Yuliharti; Zaitun, Zaitun
AL-FIKRA Vol 22, No 2 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v22i2.25806

Abstract

Penelitian ini membahas bidang pendidikan yakni tentang konsep metode pembelajaran Ibnu Sina dan relevansinya pada pembelajaran PAI di era modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaaan dengan metode pengumpulan data melalui literatur-literatur dan bacaan yang terkait dengan pembahasan beserta metode analisis data dengan analisis isi. Metode analisis yang dipakai untuk pengkajian tulisan ini ialah kualitatif melalui teknik analisis mendalami yang kemudian karya atau hasilnya disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil dari pengkajian ini adalah konsep pendidikan Ibnu Sina memiliki beberapa metode pembelajaran, antara lain metode talqin, demonstrasi, pembiasaan serta keteladanan, diskusi, magang, penugasan, tarhib dan targhib. Pemikiran tentang konsep metode pembelajaran dari Filsuf ini sesuai terhadap pendidikan Islam terkhusus dalam ranah metode pembelajaran PAI di era modern ini, yang mana pada dasarnya dengan metode yang baik terdebut maka tujuan dari pendidikan Islam dapat lebih mudah dicapai.
Seyyed Hossein Nasr's Unity Concept: A Study of the Relationship between Science and Islam Hulawa, Djeprin Ersen; Yasin, Arbi; Alwizar, Alwizar
AL-FIKRA Vol 22, No 2 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v22i2.22348

Abstract

AbstractThis research is motivated by the desire to dig deeper into the content of esotericism in the building of the integration of science and religion (Islam) from the perspective of Seyyed Hossein Nasr (hereinafter referred to as Nasr) because the patterns and models of the integration of science and Islam implemented in various universities today are more exoteric in appearance. stand out on the aspect of identity alone. The formulation of the research problem is how is the concept of integration of science and Islam from the perspective of Nasr. This research method is a literature study by prioritizing documentation techniques as a data collection tool. The researcher tracked various references of literature relevant to the theme of the study and found more than 50 pieces of literature sourced from various journals, books, and other references published at least in the last 10 years. Based on the research results, it is concluded that Nasr with his esoteric concept places the principle of unity (Tawhid) as the pinnacle of integration where science and Islam are closely attached to the same origin traditionKeyword: Unity, integration of science and Islam, Seyyed Hossein Nasr AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi kehendak untuk menggali lebih dalam kandungan esoterisme pada bangunan integrasi sains dan agama (Islam) persepktif Seyyed Hossein Nasr (selanjutnya disebut Nasr), sebab pola dan model integrasi sains dan Islam yang diimplementasikan di berbagai Perguruan Tinggi dewasa ini lebih bersifat eksoteris yang tampak mononjol pada aspek identitasnya saja. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana konsep integrasi sains dan Islam perspektif Nasr? Metode penelitian ini adalah studi pustaka dengan mengedepankan teknik dokumementasi sebagai alat pengumpul data. Peneliti melakukan pelacakan berbagai referensi kepustakaan yang relevan dengan tema kajian dan menemukan lebih dari 50 literatur yang bersumber dari berbagai jurnal, buku, dan referensi lainnya yang terbit minimal 10 tahun terakhir. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa Nasr dengan konsep esoteric-nya menempatkan prinsip unitas (Tauhid) sebagai puncak integrasi di mana antara sains dan Islam melekat erat dalam tradisi asal yang sama. Kata kunci: Unitas, integrasi sains dan Islam, Seyyed Hossein Nasr
Building the Entrepreneurial Spirit of Santri through Entrepreneurship Classes at Hidayatul Mubtadiien Islamic Boarding School Santri, Riau Province Zaitun, Zaitun; Junaidi, Kholid; Sabrina Damanik, Annisa Fazila
AL-FIKRA Vol 24, No 2 (2025): Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v24i2.39042

Abstract

This study focuses on cultivating the entrepreneurial spirit among santri (students) through dedicated entrepreneurship classes at Hidayatul Mubtadiien Islamic Boarding School in Riau Province. The research aims to assess the effectiveness of integrating entrepreneurship education into the curriculum to empower santri with essential entrepreneurial skills. The methodology involves a comprehensive analysis of the entrepreneurship classes' impact on the mindset, knowledge, and practical abilities of the santri. Through surveys, interviews, and performance evaluations, the study aims to provide insights into the effectiveness of the entrepreneurship program in fostering an entrepreneurial mindset and preparing santri for real-world business challenges. TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//   This page is in English Translate to Indonesian    AbkhazianAcehneseAcholiAfarAfrikaansAlbanianAlurAmharicArabicArmenianAssameseAvaricAwadhiAymaraAzerbaijaniBalineseBaluchiBambaraBaouléBashkirBasqueBatakBatak SimalungunBatak TobaBelarusianBembaBengaliBetawiBhojpuriBikolBosnianBretonBulgarianBuryatCantoneseCatalanCebuanoChamorroChechenChichewaChuukeseChuvashCorsicanCrimean TatarCrimean Tatar (Latin)CroatianCzechDanishDariDinkaDivehiDogriDombeDutchDyulaDzongkhaEnglishEnglish (USA)EsperantoEstonianEweFaroeseFijianFilipinoFinnishFonFrenchFrench (Canadian)FrisianFriulianFulahGaGalicianGeorgianGermanGreekGuaraniGujaratiHaitian CreoleHakha FalamHausaHawaiianHebrewHiligaynonHindiHmongHungarianHunsrikIbanIcelandicIgboIlocanoIndonesianInuktitutInuktitut (Latin)IrishItalianJamaican PatoisJapaneseJavaneseJingphoKalaallisutKannadaKanuriKapampanganKazakhKhasiKhmerKigaKikongoKinyarwandaKokborokKomiKonkani (Latin)KoreanKrioKurdish (Kurmanji)Kurdish (Sorani)KyrgyzLaoLatgalianLatinLatvianLigurianLimburgishLingalaLithuanianLombardLugandaLuoLuxembourgishMacedonianMadureseMaithiliMakassareseMalagasyMalayMalay (Arabic)MalayalamMalteseMamManxMaoriMarathiMariMarshalleseMarwariMauritian CreoleMeitei/Meetei (Mayek)MinangkabauMizoMongolianMyanmar (Burmese)N'Ko BambaraNahuatlNdau (Zimbabwe)NdebeleNepaliNewariNorthern SamiNorwegianNuerOccitanOdiaOromoOssetianPangasinanPapiamentoPashtoPersianPolishPortuguesePortuguese (Portugal)PunjabiPunjabi (Arabic)Q'eqchi'QuechuaRomaniRomanianRundiRussianSamoanSangoSanskritSantaliSantali (Latin)Scots GaelicSepediSerbianSesothoSeychellois CreoleShanShonaSicilianSilesianSimplified ChineseSindhiSinhalaSlovakSlovenianSomaliSpanishSundaneseSusuSwahiliSwatiSwedishTahitianTajikTamazightTamazight (Latin)TamilTatarTeluguTetumThaiTibetanTigrinyaTivTok PisinTonganTraditional ChineseTshilubaTsongaTswanaTuluTumbukaTurkishTurkmenTuvanTwiUdmurtUkrainianUrduUyghurUzbekVendaVenetianVietnameseWarayWelshWolofXhosaYakutYiddishYorubaYucatec MayaZapotecZulu Always translate English to Indonesian Never translate English Never translate ejournal.uin-suska.ac.id
Rekonstruksi Pemaknaan Hadis Tunkahul Mar’ah Li’arba’in (Limāliha) dalam Perspektif Teori Sistem Jasser Auda: Upaya Mengokohkan Janji Suci dan Tujuan Pernikahan Gemilang, Kemas Muhammad; Yoseph, Antoni; Husti, Ilyas; Ismail, Hidayatullah
AL-FIKRA Vol 24, No 2 (2025): Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v24i2.38371

Abstract

Pemahaman klasik sering menempatkan hadis ini secara tekstual dan hierarkis, sehingga makna “karena hartanya” (limāliha) cenderung dipahami secara materialistik dan menimbulkan bias terhadap nilai-nilai moral pernikahan Islam. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi pemaknaan hadis menikahi wanita karena 4 hal yang dispesifikasikan pada bagian “limāliha” (menikahi wanita karena hartanya)  melalui pendekatan teori sistem Jasser Auda dalam kerangka maqāṣid al-syarī‘ah. Melalui pendekatan sistemik dan kontekstual, penelitian ini menafsirkan limāliha sebagai simbol kematangan ekonomi, kemampuan mengelola harta secara halal, serta etika membelanjakannya demi kemaslahatan keluarga dan masyarakat. Metode yang digunakan ialah analisis kualitatif berbasis studi teks (takhrīj hadis dan asbāb al-wurūd) yang dipadukan dengan analisis maqāṣid sistemik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi “harta” dalam hadis bukan merupakan orientasi duniawi, melainkan instrumen untuk mencapai tujuan maqāṣid seperti ḥifẓ al-māl, ḥifẓ al-nafs, dan ḥifẓ al-nasl. Rekonstruksi Pemaknaan ini diperkuat oleh ayat-ayat Al-Qur’an (QS. an-Nisā’: 5; QS. an-Nūr: 32–33; QS. al-Baqarah: 267) yang menegaskan pentingnya kematangan ekonomi dan tanggung jawab finansial dalam rumah tangga. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi teori sistem Jasser Auda dalam studi hadis normatif yang menempatkan harta sebagai komponen etis dan fungsional maqashidi dalam tatanan nilai dan tujuan pernikahan Islam, sekaligus menegaskan fungsi ekonomi sebagai bagian integral dari prinsip syariat yang berorientasi pada keseimbangan spiritual, sosial, dan ekonomi.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//   This page is in Estonian Translate to Indonesian    AbkhazianAcehneseAcholiAfarAfrikaansAlbanianAlurAmharicArabicArmenianAssameseAvaricAwadhiAymaraAzerbaijaniBalineseBaluchiBambaraBaouléBashkirBasqueBatakBatak SimalungunBatak TobaBelarusianBembaBengaliBetawiBhojpuriBikolBosnianBretonBulgarianBuryatCantoneseCatalanCebuanoChamorroChechenChichewaChuukeseChuvashCorsicanCrimean TatarCrimean Tatar (Latin)CroatianCzechDanishDariDinkaDivehiDogriDombeDutchDyulaDzongkhaEnglishEnglish (USA)EsperantoEstonianEweFaroeseFijianFilipinoFinnishFonFrenchFrench (Canadian)FrisianFriulianFulahGaGalicianGeorgianGermanGreekGuaraniGujaratiHaitian CreoleHakha FalamHausaHawaiianHebrewHiligaynonHindiHmongHungarianHunsrikIbanIcelandicIgboIlocanoIndonesianInuktitutInuktitut (Latin)IrishItalianJamaican PatoisJapaneseJavaneseJingphoKalaallisutKannadaKanuriKapampanganKazakhKhasiKhmerKigaKikongoKinyarwandaKokborokKomiKonkani (Latin)KoreanKrioKurdish (Kurmanji)Kurdish (Sorani)KyrgyzLaoLatgalianLatinLatvianLigurianLimburgishLingalaLithuanianLombardLugandaLuoLuxembourgishMacedonianMadureseMaithiliMakassareseMalagasyMalayMalay (Arabic)MalayalamMalteseMamManxMaoriMarathiMariMarshalleseMarwariMauritian CreoleMeitei/Meetei (Mayek)MinangkabauMizoMongolianMyanmar (Burmese)N'Ko BambaraNahuatlNdau (Zimbabwe)NdebeleNepaliNewariNorthern SamiNorwegianNuerOccitanOdiaOromoOssetianPangasinanPapiamentoPashtoPersianPolishPortuguesePortuguese (Portugal)PunjabiPunjabi (Arabic)Q'eqchi'QuechuaRomaniRomanianRundiRussianSamoanSangoSanskritSantaliSantali (Latin)Scots GaelicSepediSerbianSesothoSeychellois CreoleShanShonaSicilianSilesianSimplified ChineseSindhiSinhalaSlovakSlovenianSomaliSpanishSundaneseSusuSwahiliSwatiSwedishTahitianTajikTamazightTamazight (Latin)TamilTatarTeluguTetumThaiTibetanTigrinyaTivTok PisinTonganTraditional ChineseTshilubaTsongaTswanaTuluTumbukaTurkishTurkmenTuvanTwiUdmurtUkrainianUrduUyghurUzbekVendaVenetianVietnameseWarayWelshWolofXhosaYakutYiddishYorubaYucatec MayaZapotecZulu Always translate Estonian to Indonesian Never translate Estonian Never translate ejournal.uin-suska.ac.id
Administrasi dan Supervisi Pendidikan Islam di Era Society 5.0: Sebuah Systematic Literature Review tentang Transformasi Digital, Kepemimpinan, dan Mutu Pendidikan Darimus, Darimus; Jisman, Jisman
AL-FIKRA Vol 24, No 2 (2025): Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v24i2.39088

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis tren, pendekatan, dan temuan penelitian terkait administrasi dan supervisi pendidikan Islam di era Society 5.0, dengan fokus pada transformasi digital, kepemimpinan, dan mutu pendidikan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional dalam rentang waktu tertentu. Proses penelusuran literatur dilakukan melalui basis data ilmiah bereputasi dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas. Hasil kajian menunjukkan bahwa era Society 5.0 mendorong lembaga pendidikan Islam untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam sistem administrasi dan praktik supervisi secara adaptif dan humanis. Kepemimpinan pendidikan Islam berperan strategis dalam mengelola perubahan, memperkuat budaya organisasi, serta menjamin mutu pendidikan yang berkelanjutan. Namun, tantangan seperti keterbatasan SDM digital dan resistensi terhadap perubahan masih menjadi isu utama. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi pengembangan kebijakan dan praktik administrasi serta supervisi pendidikan Islam yang relevan dengan tuntutan Society 5.0.
Kaidah-Kaidah Fikih Ibn Daqiq dan Penerapannya terhadap Bab Munakahat dalam Kitab Ihkam Al-Ahkam Syarh ‘Umdatu Al-Ahkam Putra, Firman Surya; Mawardi, Mawardi; al-Bajuri, Azzuhri; Netti, Misra
AL-FIKRA Vol 24, No 2 (2025): Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v24i2.39202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaidah-kaidah fikih yang dirumuskan oleh Ibn Daqiq al-‘Id dalam Ihkam al-Ahkam Syarh ‘Umdatu al-Ahkam serta penerapannya dalam bab munakahat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analitis, menggunakan metode ushul fikih dan kaidah fikih. Sumber data primer adalah teks Ihkam al-Ahkam pada pembahasan munakahat, sedangkan data sekunder berupa literatur fikih, ushul fikih, dan penelitian ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Daqiq al-‘Id merumuskan sejumlah kaidah fikih yang bersifat kulli dan aplikatif, di antaranya: sighat amar menunjukkan kewajiban, sesuatu yang tergantung pada syarat tidak berlaku saat syarat tidak ada, syarat dalam akad wajib dipenuhi, dalil mutlak tidak menunjukkan salah satu pembatasnya secara spesifik, meninggalkan perincian menunjukkan keumuman hukum, serta pengkhususan tidak selalu menunjukkan perbedaan hukum. Penerapan kaidah-kaidah tersebut dalam masalah pernikahan, mahar, talak, ‘iddah, dan ihdad menunjukkan bahwa metodologi beliau bersifat sistematis, berbasis nash, serta selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah dalam mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kemudaratan dalam kehidupan keluarga.
Self Managed Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Abad 21 di SMP Al Hikmah Boarding Batu Wijaya, Dony
AL-FIKRA Vol 24, No 2 (2025): Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v24i2.37396

Abstract

Abstract The transformation of education towards self-managed, digitally-based learning has become an urgent necessity in this era of rapid and complex change. This paper discusses the implementation of the Self Managed Learning (SML) approach at SMP Al Hikmah Boarding School Batu, a boarding school that has fully adopted digital learning systems. SML emphasizes student autonomy in planning, executing, monitoring, and evaluating their own learning processes, with teachers serving as facilitators and motivators. This study focuses on changes in students’ learning patterns, the role of teachers in digital literacy, as well as the challenges and solutions encountered in the implementation of self-managed digital learning. The findings indicate that the use of technology—such as laptops and digital platforms—supports students’ flexibility and access to learning, but also presents challenges such as potential distractions and the need for effective supervision. The SML approach, when implemented in a structured boarding school environment, is considered capable of developing independent learners, provided it is supported by student awareness and optimal teacher control. These findings are expected to serve as a reference for developing self-managed digital learning models in similar educational settings. In addition, this paper highlights the importance of utilizing a Learning and Content Management System (LCMS) as a key tool to facilitate structured and monitored learning. With LCMS, each student is able to learn at their own pace and according to their individual learning styles, while teachers can provide targeted interventions based on students’ specific needs

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 2 (2025): Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 24, No 1 (2025): Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 23, No 2 (2024): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 22, No 2 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 22, No 1 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 21, No 2 (2022): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 21, No 1 (2022): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 20, No 2 (2021): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 20, No 1 (2021): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 19, No 2 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 19, No 1 (2020): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 18, No 2 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 18, No 1 (2019): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 17, No 2 (2018): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 17, No 1 (2018): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 16, No 2 (2017): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 16, No 1 (2017): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 15, No 2 (2016): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 15, No 1 (2016): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 14, No 2 (2015): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 14, No 1 (2015): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 13, No 2 (2014): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 13, No 1 (2014): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 12, No 2 (2013): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 12, No 1 (2013): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 11, No 2 (2012): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 11, No 1 (2012): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 10, No 2 (2011): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 10, No 1 (2011): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 9, No 2 (2010): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 9, No 1 (2010): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 8, No 2 (2009): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 8, No 1 (2009): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 7, No 2 (2008): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 7, No 1 (2008): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 5, No 2 (2006): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 5, No 1 (2006): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 4, No 2 (2005): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 4, No 1 (2005): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 3, No 2 (2004): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 3, No 1 (2004): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2, No 2 (2003): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2, No 1 (2003): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1, No 1 (2001): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman More Issue