cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ushuluddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Ushuluddin (Online ISSN 2407-8247 | Print ISSN 1412-0909) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal Ushuluddin terbit pertama kali pada Bulan Desember 1998 dengan nama Jurnal Ushuluddin Cendikia. Pada tahun 2000 namanya berganti menjadi Jurnal Ushuluddin. Jurnal Ushuluddin memuat kajian-kajian dasar keislaman (islamic studies), baik dalam bentuk kajian kepustakaan maupun riset lapangan. Fokus utama Jurnal Ushuluddin meliputi aqidah, pemikiran Islam, filsafat agama, tasawuf, tafsir dan studi al-Qur'an, kajian Hadits, dan perbandingan agama. Jurnal ini diterbitkan dalam upaya mengkomunikasikan berbagai kajian yang terkait dengan Islam, baik klasik maupun kontemporer yang ditinjau dari berbagai perspektif. Dengan demikian, baik para sarjana Indonesia maupun sarjana asing yang fokus dengan kajian tersebut dapat memperkaya artikel yang dimuat dalam jurnal ini. Artikel yang masuk akan dinilai oleh peer-review, dan jika dipandang layak baru akan diterbitkan. Jurnal Ushuluddin diterbitkan dua kali dalam setahun, dan selalu menempatkan kajian Islam dan kajian tentang umat Islam sebagai fokus utama.
Arjuna Subject : -
Articles 288 Documents
Syekh Abdul Wahab Rokan khairiah, Kahiriah
Jurnal Ushuluddin Vol 19, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menelusuri jejak Syekh Abdul Wahab Rokan, berarti kita diajak memahami kondisi Melayu Serantau (Pesisir Timur Sumatera, Malaysia dan Thailand) abad 19.Usia Abdul Wahab yang lebih satu abad yakni 115 tahun (Lahir di Rantau Binuang Sakti, Kepenuhan, Rokan Hulu, Rlau 19 Rabiulakhlr 1230 H/28 September 1811 M. Wafat diBabussalam, Langkat,Sumatera Utara pada hari Jumat, 21 Jamadil awal 1345 H/27 Desember 1926 M) merupakan anugerah bagi dirinya, sebab dia bisa bertemu dengan tokoh-tokoh besar di wilayah Sumbar, Riau, Malaysia dan Thailand Selatan. Banyak hal yang bisa digali dari sosok Tuan Guru Tarekat Naqsabadiyah ini. Mulai dari sisi jaringan ulama diwilayah Melayu Serantau, usaha beliau mengembangkan ajaran tasawuf sampai karakiteiristik tasauf yang dikembangkannya. Tulisan ini terutama menekankan sisi peran pengembangan tarekat Naqsaban diyah yang telah dilaksanakan oleh tuan guru ini semasa hidupnya. Selain itu makalah ini akan menyoroti beberapa percikan pemikiran sufistik Syekh Abdul Wahab yang berkisar seputar zuhud, tarekat dan suluk dalam syair-syair,wasiat dan khutbah-khutbahnya
Makna AI-Qalb dan Bentuk Pengungkapannya dalam AI-Quran Agustiar, Agustiar
Jurnal Ushuluddin Vol 19, No 1 (2013): Januari - Juni
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Man equipped by God Almighty with a variety of gifts that enable them to bear the burden of the task. The gifts are a power of the body, vitality and Al-Qalb. Islam has made clear the necessity of the proper fungtioning of al-qalb for thinking in order to develop knowledge, which in turn will help people in the task of his chaliphate on earth with good and true under the guidance of al-quran and al-hadits. One way to improve the taste of qalb which islam is required by dzikir and when someone will find peace of mind and feel close to god. With feeling close to god one’s soul will be controlled. Conversely if a person is not functioning his qalb for dzikir, he will suffer from drought soul. In the al-quran, al-qalb has a variety of meanings, ccording to the contex of the paragraph that contains the word. In addition, to demonstrate the meaning of al-qalb not always expressed with the word al-qalb, but but often also expressed by using the word al-fuad, al-lub, al-nafs and al-sadr
MENGUAK DIMENSI SUFISTIK DALAM INTERPRETASI AL-QUR’AN Afrizal Nur, Afrizal Nur
Jurnal Ushuluddin Vol 16, No 2 (2013): Juli - Desember 2013
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awalnya Islam tidak mengenal ilmu dan gerakan mistik atau batin, Nabi Muhammad membawa al-Qur’an yang mengajarkan bahwa Allah itu pembuat undang-undang dan memerintahkan manusia untuk melaksanakan aturan perundangg-undangan tersebut. Seiring dengan meluasnya Ekpansi Islam dan pemeluknya semakin lama semakin banyak sehingga terjadi pengaruh-pengaruh luar salah satunya adalah mistik. Dinamika aliran mistik (tasawuf) selalu mengalami pasang surut dalam tradisi pengkajian al-Qur’an seiring perkembangan dan kemajuan zaman pada saat sekarang ini, namun keberadaannya tetap menjadi kewaspadaan kita bersama karena aliran ini selalu berusaha mencari tempat berpijaknya yaitu teks ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan sebagai landasan utama dari ajarannya. Pengikut aliran ini seringkali menjadikan al-Qur’an sebagai al-Makhtutat atau dasar pijakan yang akan mereka tempuh. Mereka berpikir bahwa disamping dalil berupa teks lahir ayat terkandung substansi makna yang lebih dalam lagi yaitu makna batin yang tersembunyi disebalik teks tersebut. Tulisan yang sederhana ini mengajak kita kembali menumpukan perhatian kita untuk tetap serius mewaspadai keberadaan interpretasi al-Qur’an dengan pola sufistik yang menyimpang
Hak Waris Anak Laki-Laki dalam Al-Quran dan Al-Hadits Darussamin, Zikri
Jurnal Ushuluddin Vol 16, No 2 (2013): Juli - Desember 2013
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari perspektif gender ahli waris dapat dibedakan kepada dua kelompok, yaitu; ahli waris laki-laki dan ahli waris perempuan. Ahli waris perempuan termasuk dalam kelompok zawil furudh, yaitu hak bagiannya dalam pewarisan sudah ditentukan secara pasti. Sementara hak kewarisan laki-laki, khususnya anak laki-laki dikelompokkan kedalam ‘ashabat, yaitu ahli waris yang bagiannya tidak pasti. Isyarat tentang bagian yang akan diperoleh ashabat hanya terdapat dalam surat al-Baqarah ayat 11 dan dalam hadis Rasulullah riwayat Ibnu Abbas. Akan tetapi, ketika kedua nash tersebut diselaraskan telah menimbulkan diskusi panjang di kalangan ulama sejak masa sahabat dan sampai sekarangpun diskusi itu masih belum selesai
Pandangan Asysyathibi Terhadap Kedudukan Ayat-ayat Qathy'iy dan Zhanniy Sebagai Sumber Islam Muhammad Yasir
Jurnal Ushuluddin Vol 19, No 1 (2013): January - June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v19i1.916

Abstract

Tulisan ini meninjau pandangan ImamAsy• Syathibi terhadap penafsiran ayat-ayat Qath'iy dan Zhanniy sebagai sumber hukum ajaran Islam, Menurut pendapat Imam Asy-Syathibi bahwa keqath'iyan itu ada. Apabila sejumlah dalil menyatu dan mengacu kepada satu makna tertentu, sehingga tidak ada kemungkinan lain dari makna yang telah menyatu itu. Dengan demikian untuk menetapkan sesuatu itu Qath'iy harus di pelajari dari keseluruhan ajaran AI-Our 'an
The Symbioses Between Wujud and Walayahin Ibn 'Arabi's Thought Iskandar Arnel
Jurnal Ushuluddin Vol 19, No 1 (2013): January - June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v19i1.911

Abstract

Tulisan ini membahas tentang salah satu aspek yang terabaikan dalam perspektif Ibn 'Arabi, yaitu simbiosis antara wujud dan walayah. Berangkat dari asumsi bahwa kedua konsep ini berdiri dialas pandangannya tentang Tuhan sebagai Wujud Mutlak dan Wali Sejati dalam artian yang sebenarnya, simbiosis di antara keduanya dilacak melalui pemikiran Ibn 'Arabi tentang pertolongan Tuhan, kemunculan yang banyak dari yang satu, dan cara Tuhan dalam mengatur semua wujud yang mungkin (mumkin al-wujud).Di akhir pembahasan didapati, bahwa simbiosis tersebut memang ada, dan bahkan tanpa campur tangan walayah-Nya semua wujud yang mungkin tidak akan pernah mengalami manifestasi luaran (outward manifestation)
RASIONALITAS DAN RELIGIUSITAS KAUM PEDAGANG DI PEDESAAN SAIFULLAH, SAIFULLAH
Jurnal Ushuluddin Vol 16, No 2 (2013): Juli - Desember 2013
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini adalah ihktiar untuk menelusuri konflik batiniah para pedagang di desa Teratak Buluh menyangkut problema dilematis antara keimanan dan trik serta logika dagang. Logika dagang mengharuskan mencari keuntungan ynag sebesar-besarnya, sementara keimanan Islam mengharuskan sifat amanat, jujur dan nashihah bagi kaum pedagang. Di bidang perdagangan, rasionalitas diaktualisasikan dengan pengetahuan yang logis tentang perdagangan secara menyeluruh, meliputi informasi yang akurat tentang fluktuasi harga barang-barang, sumber-sumber permodalan, sistem distribusi modern, sistem pengkreditan, organisasi pedagang yang rasional dan sebagainya. Bahkan rasionalisme perdagangan juga mengesahkan sifat-sifat pragmatis dan kapitalisme yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, tanpa menghubungkannya dengan sistem keimanan. Melalui penulisan yang dilakukan dipasar desa ini, para pedagang lokal (Local Traders) belum bisa di kategorikan sebagai suatu kelas pedagang karena belum terdapat perorganisasian diri secara formal dan rasional. Para pedagang di desa ini umumnya adalah beragama Islam dan sangat meyakini bahwa rezki manusia dan ajalnya adalah telah ditetapkan oleh Allah SWT dan tidak dapat lagi dirubah oleh manusia. Bangkrut atau majunya usaha dagang dan larisnya jualan adalah berasal dari Allah dan merupakan ketetapan yang harus diterima secara tawakal. Rasionalitas dan pemahaman keimanan, tentang tawakal, rezki dan ikhtiar pada komunitas pedagang tradisional di desa Teratak Buluh merupakan studi yang sangat penting dalam rangka menselaraskan antara keimanan dan ikhtiar yang rasional bagi kaum pedagang di pedesaan
RASIONALITAS DAN RELIGIUSITAS KAUM PEDAGANG DI PEDESAAN Syaifullah, Syaifullah
Jurnal Ushuluddin Vol 16, No 2 (2013): Juli - Desember 2013
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini adalah ihktiar untuk menelusuri konflik batiniah para pedagang antara keimanan dan trik serta logika dagang. Logika dagang mengharuskan mencari keuntungan ynag sebesar-besarnya, sementara keimanan Islam mengharuskan sifat amanat, jujur dan nashihah bagi kaum pedagang. Di bidang perdagangan, rasionalitas diaktualisasikan dengan pengetahuan yang logis tentang perdagangan secara menyeluruh, meliputi informasi yang akurat tentang fluktuasi harga barang-barang, sumber-sumber permodalan, sistem distribusi modern, sistem pengkreditan, organisasi pedagang yang rasional dan sebagainya. Bahkan rasionalisme perdagangan juga mengesahkan sifat-sifat pragmatis dan kapitalisme yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, tanpa menghubungkannya dengan sistem keimanan. Terdapat pedagang lokal yang tidak berusaha merubah pola berniaganya dari tahun ketahun. Pedagang kios, pedagang kedai dan kaki lima masih tetap dengan pemahaman kaum jabariah tentang tawakal, sehingga tidak berusaha mengembangkan pola perniagaan yang lebih rasional dan menguntungkan. Persaingan dengan pedagang luar atau pedagang jarak jauh (Long Distance Traders), membuat mereka secara perlahan-lahan kehilangan pola kepemilikan (Power of Ownership) atas akses pasar, pola pengelolaan (Power of Management) dan penataan pasar, serta pola pengambilan pemanfaatan dan keuntungan (Power of Utility) dari arus jual beli di pasar desa mereka sendiri
Interaksi Rasionalitas Teknis dalam Pemikiran Hadis Kontemporer M Ridwan Hasbi
Jurnal Ushuluddin Vol 19, No 1 (2013): January - June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v19i1.912

Abstract

Transmisi periwayatan hadis dari Rasulullah sampai pada tahap kodifikasinya merupakan sebuah realitas yang berkaitan dengan redaks ionalisasi wahyu, kewenangan dan validitasnya. Tahap selanjutnya aplikasi hadis dalam ajaran Islam dengan pemahaman yang berputar antara tekstual dan kontekstual yang berformulasi pada penggunaan rasio secara terbatas terikat dengan kaidah • kaidah dan atau liberal. Kontek pemikiran hadis kontemporer menjelaskan perlunya rasio dalam pemahaman hadis yang disebabkan perubahan kondisi sosio• historis, mobilitas sosial, dan kemajuan zaman. Dinamika pemikiran ini dipolapada rasionalitas teknis,yakni penggunaan akal terhadap hadis dalam merealisasikan ajaran Islam yang "sholeh likulli zamanin wa makanin" dengan memilih sarana yang terbaik dalam menggapai tujuan tersebut tapi tidak keluar dari kaidah yang mu'tabarah. Konstruksi interaksi pemikiran ini dihadapkan pada maqashid dan maslahah, juga •umum al•lafzi dan khusus al-Sabab, kedua masalah ini dipolarisasi pada dinamika bahwa penjabaran dan pemahaman rasionalitas teks bersifat teknis dengan sarana dua sayap akal dan teks yang tidak beroposisi untuk sampai pada pemikiran yang flekisibel, variasi dan tidak stalis
JIHAD DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Salim, Agus
Jurnal Ushuluddin Vol 16, No 2 (2013): Juli - Desember 2013
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jihad merupakan isu tentang Islam yang sering diperbincangkan, baik di Timur maupun di Barat, dan sering pula disalahpahami, khususnya oleh para ahli dan pengamat Barat. Ia merupakan bagian integral wacana Islam sejak masa-masa awal muslim hingga kontemporer. Jihad menurut istilah adalah perjuangan menegakkan kalimat Allah untuk memperoleh ridha-Nya. Jihad dalam Islam memiliki cakupan yang lebih luas daripada aktivitas perang. Ia meliputi perang dan membelanjakan harta dan segala upaya dalam rangka mendukung agama Allah, berjuang dalam menghadapi nafsu dan menghadapi syaitan

Page 8 of 29 | Total Record : 288