An-Nida'
Jurnal Annida memuat hasil-hasil penelitian, baik kajian kepustakaan maupun kajian lapangan. Fokus utama Annida adalah: 1. Pemikiran Islam berkaitan dengan isu-isu kontemporer, Islam moderat, HAM, gender, dan demokrasi dalam Al-Quran dan Hadis 2. Sosial keagamaan: kajian gerakan-gerakan keagamaan, aliran-aliran keagamaan, dan aliran kepercayaan 3. Integrasi Islam, sains, teknologi dan seni
Articles
198 Documents
PEMIKIRAN PARA FILOSOF MUSLIM TENTANG JIWA
Afrizal M
An-Nida' Vol 39, No 1 (2014): January - June 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v39i1.860
Tulisan ini memaparkan pemikiran beberapa filosof muslim tentang jiwa. Banyak pemikiran dalam memahami keesaan Allah yang diangkat oleh berbagai aliran dalam Islam, tetapi setelah dicermati maka semuanya mengerucut pada dua kelompok saja, yaitu pemikiran rasional dan pemikiran tradisional. Kedua corak pemikiran ini bertolak dari starting point yang sama yaitu al-Quran, tetapi kemudian antara keduanya kelihatan terjadi perbedaan yang bertolak belakang. Pemikiran rasional berusaha memberikan interpretasi yang tajam dan tidak segan-segan memberikan takwil suatu teks al-Quran karena bertentangan dengan alur pikir yang tepat. Sebaliknya pemikiran tradisional berusaha mengikuti teks apa adanya dan menjauhi interpretasi yang berlebihan karena dikhawatirkan terjadi penyimpangan yang tidak wajar dalam memahami keesaan Allah. Dengan mengetahui metode berpikir kedua kelompok ini ternyata hasilnya bermuara pada satu titik yang sama, yaitu peningkatan dan pemahaman atas keesaan Allah. Pemahaman tentang perbedaan interpretasi di antara keduanya secara tepat dapat membuka cara berpikir yang lebih luas di kalangan masyarakat Islam
Kontrol Diri di Media Sosial Perspektif Pemikiran Hermeneutika Hadis Khaled Abou El-Fadl
Muhsin Muhsin;
Muhammad Arif
An-Nida' Vol 43, No 1 (2019): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v43i1.12316
Artikel ini membahas tentang bagaimana perspektif hadis Nabi saw. mengenai menjaga lisan dan tangan? Lalu dijabarkan dalam sub-sub masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kualitas hadis tentang menjaga lisan dan tangan? 2. Bagaimana kandungan hadis tentang menjaga lisan dan tangan? 3. Bagaimana bentuk pengaplikasian hadis tentang menjaga lisan dan tangan dalam media sosial?. Menyelesaikan permasalahan ini, penulis menggunakan pendekatan hermeneutika dalam memahami hadis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas hadis, kandungan hadis dan bentuk pengaplikasian hadis tentang menjaga lisan dan tangan di dunia medsos. Adapun perkiraan hasil temuan dari penelitian ini adalah persolan menjaga lisan ini tidak hanya didudukkan dalam konteks hukum dan normative. Melainkan melibatkan budaya dan norma-norma kehidupan. Dalam konteks masyarakat timur yang mengacu pada nilai-nilai dan tatanan ketimuran menggangap bahwa manusia adalah bagian dari manusia yang lain yang tidak terpisahkan sehingga membentuk sebuah masyarakat yang sejahtera terhindar dari pembodohan akibat tidak menjaga lisan.
Hermeneutika Tauhid; Kritik terhadap Penafsiran Amina Wadud tentang Nusyuz
Miftahul Janah;
Muhammad Yasir
An-Nida' Vol 43, No 2 (2019): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v43i2.12327
Tulisan ini mengkaji paradigma, prinsip, metode dan hasil penafsiran Amina Wadud, khususnya tentang nusyuz. Paradigma penafsiran merujuk pada hermeneutika tauhid yang memahami bahwa Al-Qur’an mempunyai satu-kesatuan makna dari seluruh bagian-bagian ayatnya. Sehingga ada integrasi antara hal yang universal dan partikular dalam Al-Qur’an. Secara geneologi, prinsip penafsiran Wadud merujuk pada hermeneutika filosofis atau aliran obyektivies-cum-subyektivies, yakni Gadamer. Kelompok ini lebih mengedepankan pada wilayah “bagaiman memahami”, tidak pada wilayah bagaimana memahami teks dengan benar dan objektif. Terdapat tiga metode yang dilalui Wadud dalam menafsirkan Al-Qur’an; dalam konteks apa suatu teks ditulis atau diwahyukan, bagaimana komposisi tata bahasa teks tersebut, terakhir bagaimana keseluruhan teks (ayat), Weltanschauung-nya atau pandangan hidupnya. Sementara terkait nusyuz, Wadud memahami sebagai disruption of marital harmony. Salah satu kritik terhadap penafiran Wadud terletak pada pemahamannya bahwa lafad qānitāt hanya berlaku pada ketaatan manusia kepada Allah, tidak pada keta’atan sesama mahluk hidup, namun dalam Q.S. Al-Ahzab (33):31 tidak demikian.
KAIDAH-KAIDAH TAFSIR BERKAITAN DENGAN KAIDAH USHUL MENURUT KHALID UTSMAN AL-SABT
Ismardi Ismardi
An-Nida' Vol 39, No 1 (2014): January - June 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v39i1.865
Pendekatan dengan menggunakan Kaidah ushul merupakan suatu cara untuk memahami suatu masalah yang dilihat dari sudut manfaat, sehingga dengan cara ini akan memungkinkan kita mengetahui makna al-Qur’an. Pendekatan terhadap ayat-ayat al-Qur’an dengan menggunakan kaidah ushul, biasanya digunakan pada ayat-ayat yang diturunkan oleh Allah di Madinah, di mana isinya menyangkut syariah Islam dengan macam-macam cabangnya. Pendekatan kaidah ushul dalam memahami masalah yang berkaitan dengan perintah, baik sunat maupun wajib, kadang-kadang dapat dilihat dari sejauhmana urgensinya dalam kehidupan, khususnya yang menyangkut masalah ibadah
Oseanografi dalam Perspektif Al-Qur`an
Jufri Hasani Z
An-Nida' Vol 44, No 1 (2020): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v44i1.12501
Tulisan ini mencoba mengungkap mukjizat Al-Qur`an di bidang kelautan. Laut memiliki sumber daya alam yang melimpah, Allah telah menciptakan laut yang begitu luas, selain tempat berdiamnya ikan dan binatang laut lainnya, di laut juga tersimpan mutiara indah dan bernilai tinggi, energi laut yang sangat bermanfaat bagi manusia. Selain sumber kekayaan alam yang melimpah, di laut juga tersimpan energi yang bisa mendatangkan kerusakan bagi kehidupan manusia. Al-Qur`an memberikan informasi yang cukup kepada manusia tentang laut sehingga informasi-informasi Al-Qur`an tersebut menjadi dasar bagi manusia untuk mengembangkan ilmu dan teknologi kelautan sehingga ayat-ayat Al-Qur`an tentang laut semakin terungkap dan manfaat laut yang begitu banyak bisa diambil untuk kepentingan manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tafsir tematik sederhana di mana penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang laut dan memilih beberapa ayat untuk ditafsirkan sesuai dengan tema dan sub pembahasan yang penulis susun sebelumnya. Ayat-ayat tersebut ditafsirkan dengan pendekatan sains dan teknologi untuk mendapatkan informasi secukupnya tentang pesan-pesan Al-Qur`an terkait laut.
HIZBULLAH DAN HIZBUSSYAITHAN DALAM AL-QURAN
Jani Arni
An-Nida' Vol 39, No 1 (2014): January - June 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v39i1.871
Terdapat dua istilah yang cukup menarik digunakan oleh al-Quran yang mengacu kepada dua kelompok manusia; yakni istilah hizbullah dan hizbussyaithan. Hizbullah atau tentara/ pengikut Allah adalah orang-orang yang berwali dengan Allah memiliki ciri-ciri beriman kepada Allah dengan melaksanakan segala yang diperintahkan-Nya serta orang-orang yang mampu menjaga keimanannya tersebut meskipun terdapat tantangan yang cukup berat. Oleh karena itu, Allah menyebutkan balasan yang terbaik yang akan mereka peroleh; yakni keberuntungan, sehingga mereka disebut al-ghalibun dan al-muflihun. Sedangkan hizbussyaithan atau tentara/ pengikut syaithan adalah orang-orang munafik yang memiliki sifat khas berperilaku ganda, sehingga berbahaya bagi orang lain dan orang-orang musyrik dengan sifat khas menentang serta mengingkari semua perintah Allah. Kelompok ini akan memperoleh ganjaran yang buruk di dunia maupun di akhirat. Mereka dijuluki dengan al-khasirun dan ashab al-sya’ir
Pemikiran Sayyid Quthb tentang Makna Qital dalam Kitab Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an
Hidayatullah Ismail;
Jani Arni;
Ihfasni Arham;
Edi Hermanto
An-Nida' Vol 44, No 2 (2020): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v44i2.12928
Tulisan ini merupakan kajian tafsir tematik dengan fokus pembahasan seputar makna ayat-ayat perang (qital) dalam Al-Qur’an perspektif Sayyid Quthb. Secara umum qital dalam Al-Qur’an dimaknai oleh sebagian mufassir dengan perang melawan kelompok kâfirîn yang menyerang terlebih dahulu, atau dengan kata lain bersifat defensif (dhifâ’iyah) dan melarang perang yang bersifat menyerang atau ofensif (thalabah). Berbeda Sayyid Quthb yang kental dengan basic pergerakan (haraki), bahwa qital dalam Al-Qur’an tidak hanya bermakna defensif, namun juga ofensif, dan itu bukan merupakan sebagai bentuk ekstremisme dan radikalisme, sebab Islam memiliki batasan dan kode etik dalam berperang, sehingga perang menjadi tidak serampangan. Selain itu tujuan utamanya adalah menegakkan kalimat Allah dan melepaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah.
STUDI SUFISME THARIQAH QADARIYAH WA NAQSABANDIYAH DI DESA MADANI PULAU KIJANG RETEH INDRAGIRI HILIR RIAU
Khotimah Khotimah
An-Nida' Vol 39, No 2 (2014): July - December 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v39i2.876
Thariqah Qadiriyah Wa Naqsabandiyah adalah perpaduan dari dua buah tarekat besar, yaitu Thariqah Qadiriyah dan Thariqah Naqsabandiyah. Pendiri tarekat ini adalah seorang Sufi Syaikh besar Masjid Al-Haram di Makkah al-Mukarramah bernama Syaikh Ahmad Khatib Ibn Abd.Ghaffar al-Sambasi al-Jawi (w.1878 M.). Beliau adalah seorang ulama besar dari Indonesia yang tinggal sampai akhir hayatnya di Makkah. Syaikh Ahmad Khatib adalah mursyid Thariqah Qadiriyah, di samping juga mursyid dalam Thariqah Naqsabandiyah. Tetapi ia hanya menyebutkan silsilah tarekatnya dari sanad Thariqah Qadiriyah saja. Sampai sekarang belum diketemukan secara pasti dari sanad mana beliau menerima bai’at Thariqah Naqsabandiyah. Sebagai seorang mursyid yang kamil mukammil Syaikh Ahmad Khatib sebenarnya memiliki otoritas untuk membuat modifikasi tersendiri bagi tarekat yang dipimpinnya. Karena dalam tradisi Thariqah Qadiriyah memang ada kebebasan untuk itu bagi yang telah mempunyai derajat mursyid
PENDIDIKAN PEMAKAI (USER EDUCATION) DAN PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN (STUDI KASUS DI PERPUSTAKAAN UIN SUSKA RIAU)
Muhammad Tawaf;
Khaidir Alimin
An-Nida' Vol 36, No 1 (2011): January - June 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v36i1.295
Education Program user (user education) at the library of the State Islamic University of Sultan Sharif Kasim Riau is a program implemented during New Student Orientation (OMB). Education users (user education) is necessary to evaluate, especially on one educational outcome user (user education) is use of the library. Formulation of the problem in this study were : (1) How is the implementation of user education at the library of UIN Suska? (2) The extent to which the influence of education on the use of UIN Suska Library library in Riau? This study user linear regression to quantify the influence of user education programs (user education) on the use of the library by students UIN Suska Riau. Questionnaires distributed to 100 students who have attended educational programs the user (user education) in the library UIN Suska Riau. From the results of questionnaires are processed with SPSS, the results of the regression equation as follows: Y = 62.085 + 0.417 X + e. Constants for 62.085 states that if the user is in a constant state of education (fixed) then the impact on the utilization of the library of 62.085 units. The results of user education coefficient (X) indicates at 0.417. This means if the user education increased 100 percent, then the positive effect or an increase of 41.70 percent utilization of the library. Next, calculate the t-test = 2.460 larger two-tail t table at a significant level at 5% level at 1.9845 or (t-hits = 2.460> t-table = 1.945). Therefore rejected and Ho = Ha = acceptable. Thus it can be concluded that the educational programs the user (user education) are held in the Library UIN SUSKA Riau significantly influence use of the library.
TASAWUF UNTUK KESEHATAN MENTAL
M Fahli Zatra Hadi
An-Nida' Vol 40, No 1 (2015): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v40i1.1493
Tasawuf pada dasarnya merupakan jalan atau cara yang ditempuh oleh seseorang untuk mengetahui tingkah laku nafsu dan sifat-sifat nafsu, baik yang buruk maupun yang terpuji. Karena itu kedudukan tasawuf dalam Islam diakui sebagai ilmu agama yang berkaitan dengan aspek-aspek moral serta tingkah laku yang merupakan substansi Islam. Dimana secara filsafat sufisme itu lahir dari salah satu komponen dasar agama Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Tasawuf atau sufisme diakui dalam sejarah telah berpengaruh besar atas kehidupan moral dan spiritual Islam sepanjang ribuan tahun yang silam. Dengan ajaran tasawuf yang menambah moralitas akan mendorong manusia untuk memelihara diri dari menelantarkan kebutuankebutuhan spiritualitasnya. Hubungan perasaan mistis dan pengalaman spritual yang dirasakan oleh sufi juga dapat menjadi pengobat, penyegar dan pembersih jiwa yang ada dalam diri manusia. Dengan jiwa bersih, segar tentu akan dapat memperoleh kesehatan jiwa dan kestabilan mental, keharmonisan diri dan tentunya terpelihara kesehatan mentalnya