cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
KUASA ORMAS DI RANAH MINANG: PENOLAKAN ORMAS KEAGAMAAN TERHADAP PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT SILOAM DI KOTA PADANG Zulfadli Zulfadli; Beni Kharis Arrasuli
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4161

Abstract

Abstrak: Pembangunan Rumah Sakit Siloam Menuai pro dan kontra di Kota Padang. Bagi kalangan yang mendukung, bahwa pembagunan Rumah Sakit Siloam akan menciptakan lapangan kerja, dan mendongkrak perekonoam masyarakat sumbar. sementara bagi kalangan yang tidak setuju yaiut ormas Islam, mereka menolak keras pembangunan rumah sakit Siloam tersebut karena sarat dengan adanya agendang terselubung yaitu misi kristenisasi. Di satu sisi pemerintah dengan para stakeholdernya telah menyetujui pembangunan rumah sakit Siloam, namun rencana pembangunan tersebut kandas seiring dengan besarnya penolakan dari organisasi kaagamaan dalam menolak pembangunan rumah sakit tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kota Padang, ingin melihat secara komprehensif mengapa ormas Islam menolak pembangunan rumah sakit Siloam di Kota padang.
PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PENGHAYATAN AKHLAK PELAJAR POLITEKNIK BANTING SELANGOR DAN KOLEJ KOMUNITI KUALA LANGAT, MALAYSIA Nor Hayati Fatmi Talib; Nur Azmah Mohamad Saleh; Nursuriati Mohd Badli
Sosial Budaya Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i2.4424

Abstract

Lingkungan sosial siswa berpengaruh terhadap pembentukan tingkah laku dan kehidupan siswa. Kajian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tersebut. Lingkungan sosial dalam kajian ini meliputi ibu dan bapa, guru, teman, artis, lingkungan sekolah, masyarakat dan undang-undang. Kajian kuantitatif ini dilakukan terhadap 192 orang pelajar semester satu sebagai sampel yang berasal dari Kolej Komuniti Kuala Langat dan Politeknik Banting Selangor. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap pembentukan tingkah laku siswa. Pengaruh lingkungan sosial yang tertinggi adalah ibu bapak (SM 4.25, SP=0.57), diikuti guru (SM 3.97, SP=0.61), masyarakat (SM 3.81, SP=0.60), lingkungan sekolah (SM 3.76, SP=0.59), undang-undang (SM 3.74, SP=0.73), rakan (SM 3.63, SP=0.62) dan artis (SM 2.80, SP=0.93). Terdapat perbedaan tingkat pengaruh lingkungan sosial antara dua institusi dan antara program studi di Kolej Komuniti Kuala Langat. Hasil kajian menyumbang input kepada penambahbaikan aktivitas pengajaran dan pembelajaran serta pembangunan akhlak ssiwa di kedua institusi.PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PENGHAYATAN AKHLAK PELAJAR POLITEKNIK BANTING SELANGOR DAN KOLEJ KOMUNITI KUALA LANGAT, MALAYSIA
BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT MAYA (CYBER): SUATU PROSES INTERAKSI SIMBOLIK Rohayati Rohayati
Sosial Budaya Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i2.4432

Abstract

Masyarakat cyber atau yang biasa disebut dengan warga net memiliki cara tersendiri dalam berkomunikasi. Teknologi digunakan untuk berinteraksi satu sama lain, bentuk komunikasinya pun berbeda dengan masyarakat di dunia nyata. Perubahan bentuk komunikasi yang terjadi tidak dapat kita pisahkan dari perkemangan teknologi komunikasi dan informasi. Banyak sekali masyarakat yang menggunakan tekonologi komunikasi sebagai cara primer untuk menyampaikan pesan, akibatnya pesan yang disampaikan lebih kaya makna karena pesan disampaikan dalam bentuk simbol-simbol. Masyarakat cyber sebagai masyarakat maya bergantung pada simbol-simbol dalam menyampaikan pesan. Interaksi simbolik digunakan oleh masyarakat cyber untuk menyampaikan pesan. Tidak jarang kita temukan bahwa makna dari simbol yang disampaikan diinterpretasikan secara berbeda, sehingga menimbulkan mutlipersepsi. Tulisan ini mengkaji bagaimana budaya komunikasi masyarakat cyber, pola komunikasi seperti apa yang digunakan untuk menyampaikan pesan, serta bagaimana pemberian makna terhadap simbol yang dikomunikasikan. Selain itu, penulis juga mengkaji tentang proses inteaksi simbolik yang berlangsung dalam masyarakat cyber. Seperti diketahui bahwa interaksi simbolik tidak bisa dipisahkan dari proses komunikasi yang terjadi pada masyarakt cyber. 
ASIMILASI ETNIK CINA DENGAN MELAYU (STUDI TERHADAP MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM RIAU) Emilia Susanti
Sosial Budaya Vol 12, No 1 (2015): Januari - Juni 2015
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v12i1.1931

Abstract

Based on GRAND TOUR, Chinese ethnic students and Malay student s at economic faculty of Riau Islamic University are less communication. The Chinese uses Chinese to communicate at campus.  Because of this problem the researcher wants to prove it by doing the research. The research purpose is to know about the students assimilation, supporting factors, unsupporting factors, and solution those are done by campus to solve the problem. The researcher uses qualitative method of Spran (1980). The data collection technique is used to get the information such as observation, interview, and documentation study.  Informant of the research is determined by using Snow Ball sampling technique. The result of the research shows that Chinese students and Malay students communicate well, friendly, and harmonically. The factors those support the situation happens is because of the foundation leader, dean, and the official those raise conducive climate to the assimilation process. Meanwhile unconducive factors is caused by private  assumption, economical social status, personal ability, and some students still do not use Indonesian  to communicate at  the campus. Some efforts and solution are done to solve the problem such as avoiding discriminative behavior, increasing moral message to some campus activities, and making conducive communicative condition at the campus.
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK AKHLAK PESERTA DIDIK suprihatin suprihatin
Sosial Budaya Vol 12, No 1 (2015): Januari - Juni 2015
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v12i1.1935

Abstract

The diversity of Indonesian society is a logical consequence of the laws of nature (natural law, the laws), something natural. In this, the diversity of Indonesian society is the need for education on multicultural education. Multicultural education is defined as a social policy based on the principles of cultural maintenance and have a mutual respect among all cultural groups in society. Multicultural education is a process that can be defined as the process of developing an attitude and code of conduct of a person or group of people in a mature business man through the efforts of teaching, training, processes, actions, and ways of educating that respects plurality and heterogeneity are humanistic. Principles of national education, as embodied in Chapter III, Article 4, paragraph 1: 'Education held in a democratic and fair and not discriminatory to uphold human rights, religious values, cultural values, and the diversity of the nation. In the Islamic perspective, multicultural education that the principle of democracy, equality, and justice has turned out to be compatible with Islamic doctrines and historical experience of Muslims. Education is a process of transmitting culture and learning at the same societal norms, through certain methods so that people acquire the knowledge, understanding, and how to behave in accordance with needs.
AFIKS BAHASA MELAYU RIAU DIALEK KAMPAR (Kajian Fungsi dan Makna) Martius Martius
Sosial Budaya Vol 12, No 2 (2015): Juli - Desember 2015
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v12i2.1940

Abstract

In languages agglutination, so that a basic word can be used in a substitutions, the word must first obtain gramatikalisasi process. Bahasa Melayu Riau Kampar is a kind of language agglutination gramatikalisasinya process performed by affixation. This study aimed to describe the form of prefixes and suffixes, see the function prefixes and suffixes, and know the meaning arising from the process and sufiksasi prefiksasi. To achieve these objectives, the authors used data through the method of introspection. Once the data is collected, then analyzed using the methods and techniques distributional vanished. After the data is analyzed, the research concluded that the prefixes in the form BMRK consists of a prefix ma (N) - di-, Perhaps, pa(N) - arms, Ka, and darling. Then the form of the suffix is the suffix -ang -eng, -ong, -in, -un, -i, -ki, -pi, -ti, and an. The function is forming verb affixes, the active verb is transitive, intransitive verb active, passive verbs, and nouns forming.
EKSISTENSI TRADISI KAJIAN KITAB KUNING DALAM LINGKUP PERUBAHAN SOSIAL (STUDI KASUS DI PESANTREN DARUN NAHDHAH, DAREL HIKMAH, DAN BABUSSALAM) Amrizal Amrizal
Sosial Budaya Vol 13, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i1.3467

Abstract

This study wants to find answers about how the existence of stsudy of the yellow book (kitab kuning) at pesantren Darun Nahdhah, Darel Hikmah, and Babussalam within the scope of social change. In general, the three pesantren have responded positively to social change, to make changes and adjustments to the education system, including in order to maintain the tradition of the study of the yellow book. In other words, the identity of pesantren with yellow book still attached at their respective schools. However, its existence is different. Among them, there were made studies of yellow book as co curriculer, together with other curriculum, then there is also making it only limited additional or extra curricular activities.
PENGARUH MOTIVASI KEDISIPLINAN DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP PRESTASI KERJA PETUGAS KEBERSIHAN Afrinaldy Rustam
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3536

Abstract

Duty by Institution at duty Market, Hygiene and Gardening is the development of hygiene area and beauty of urban region. this Area development is maximally hence from Environment Ministry will give the appreciation in the form of " Appreciation Adipura". Research On duty Market, Hygiene And Gardening of Kampar representing government organization which obliged to give the service as well as possible to society. Special for the hygiene of Bangkinang required a Hygiene Officer which with quality and delay comprehending its function as hygiene officer reaching of cleanest town so that get the Appreciation of Adipura of hygiene area. In line with formula of is problem of and target of research hence method analyse the data used in this research Doubled Analysis Regretion where Coefficient of regretion variable motivate the (X1) = 0,137 this show the level of the variable influence to labour capacity. Koefisen Regresi of leadership variable (X3) = 0,364. this show the level of the variable influence to labour capacity. For the Coefficient of regresi 0,776 representing constant value showing positive sign with the meaning without existence of variable motivate the, discipline and leadership hence labour capacity will go up equal to 0,776 times.
SEPUTAR “NOTA OMTRENT HET RIJK VAN SIAK” KARYA H.A. HIJMANS VAN ANROOIJ Wilaela Wilaela; Nur Aisyah Zulkifli; Khaidir Alimin
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3541

Abstract

Sekalipun sumber sejarah Kerajaan Siak  diyakini cukup banyak dan sebagian besar telah diketahui. Akan tetapi, sejarah Kerajaan Siak masih memiliki cacat-cacat fakta dan lubang-lubang interpretasi. Salah satu penyebab cacat fakta adalah karena ketiadaan sumber primer. Jikapun ada sumber, maka informasinya menimbulkan keraguan dan  bahkan terdapat kerancuan. Upaya untuk menemukan sumber sejarah untuk Kerajaan Siak dan mendiseminasikannya melalui kegiatan penerjemahan, itulah tujuan kajian ini. Kajian ini menemukan bahwa salah satu sumber sejarah Kerajaan Siak yang terbaik pada zamannya adalah karya Hijmans van Anrooij berjudul Nota Omtrent Het Rijk van Siak (1885). Van  Anrooij menjadi saksi sezaman untuk sejumlah paparan  dan informasi yang disampaikannya. Dia memaparkan berbagai aspek tentang Kerajaan Siak dengan menggunakan sumber sebelumnya dari Residen E. Netscher.  Bahkan ia tak segan-segan menggunakan  sumber tradisional, seperti hikayat-hikayat dan legenda setempat.
REPRODUKSI SALAFISME: Dari Kesunyian Apolitis Menjadi Jihadis Nafik Muthohirin
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4162

Abstract

Artikel ini membahas tentang satu dari sekian organisasi fundamentalisme Islam di Indonesia, yaitu Jamaah Salafi. Secara spesifik, naskah ini menyuguhkan diskusi menarik perihal perubahan ideologi dan gerakan Salafidari sebuah pergerakan Islam yang pada awalnya menghindari hiruk pikuk politik, kemudian berubah menjadi doktrin yang menginisiasi kemunculan benih-benih gerakan jihadis.Transformasi gerakan ini mulanya bertujuan sangat mulia ingin mengangkat kesejahteraan umat Islam secara keseluruhan, namun doktrin jihadis yang dibenihkan justru berakhir dengan munculnya kekacauan global. Lebih jauh bahwa artikel ini juga menjelaskan tentang bagaimana kelompok Salafi Jihadis berbicara tentang geopolitik global, Khilafah Islam, serta ketidakadilan sosial yang dialami umat Islam. Dalam perspektif mereka, sudah waktunya bagi umat Islam untuk terlibat dalam percaturan politik global, sebab kemiskinan dan keterpurukan yang dialami negara-negara Islam pasca Perang Dingin usai, tidak lain diakibatkan kolonialisme melalui perekonomian dan politik global oleh bangsa-bangsa Barat.

Page 11 of 24 | Total Record : 233