cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
PERSEPSI DAN SIKAP PEREMPUAN TIONGHOA TERHADAP DINAMIKA POLITIK MASA REFORMASI DI KABUPATEN NGAWI Khoirul Huda
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap kaum perempuan Tionghoa terhadap dinamika politik masa reformasi di Kabupaten Ngawi pada pelaksanaan pemilu Tahun 2014. Metode penelitian ini adalah kualitatif  dengansumber data primer diperoleh melalui wawancara informan dan data sekunder berupa foto atau arsip/dokumen diperoleh ketika observasi masyarakat perempuanTionghoa Kabupaten Ngawi.Analisis data menggunakan analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang bergerak pada tiga tahap yaitu reduksi, sajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian mengungkapkan bahwa persepsi dan sikap perempuan pada masyarakat Tionghoa dalam dinamika politik masa Reformasi kurang memiliki pengaruh yang signifikan. Kemudian mereka menganggap bahwa masa reformasi pasca tahun 1998 masih mempunyai sikap nasionalisme yang tinggi, akan tetapiseiring berjalannya waktu nasionalisme tersebut berubah pada bentuk tidak nasionalis, sebab banyak kasus korupsi oleh petinggi negara. Di dalam hal ini perempuan pada masyarakat Tionghoa tidak berpihak terhadap kepemimpinan mana yang layak dan baik, karena semua pemimpin dengan segala kebijakannya terdapat unsur positif dan negatif.Masyarakat Tionghoa khususnya perempuan kurang mempunyai andil dalam dimensi politik.Hal tersebut disebabkan karena mereka mimiliki jiwa dagang (bisnis) yang tinggi dan sikap mereka dalamhal berpolitik dapat dilihat tatkala menggunakan hak suara dalam pemilihan umum yang dilakukan sejak masa reformasi hingga sekarang.
PEMELIHARAAN DIRI: PESAN-PESAN ETIK RAJA ALI HAJI KEPADA PENGUASA Alimuddin Hassan Palawa
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4361

Abstract

Raja Ali Haji meyebutkan bahwa penguasa dan pembesar kejaraan harus menjaga tiga unsur kedirian manusia, yaitu unsur al- jism (jasmani, raga atau fisik), al-nafs (nafsani, jiwa atau psikis), al-rūḥ (rohani, sukma atau spirit). Ketiga unsur ini merupakan satu susunan kesatuan yang tidak dapat dipisah (integral) dan utuh (totalitas) dalam membentukan kedirian manusia. Pertama, dalam pemeliharan rohani Raja Ali Haji menyebutkan penyebab awal terjangkitnya “penyakit” rohani bagi manusia (baca: penguasa dan pembesar kerajaan) dikarenakan “kedatangan beberapa bala’ dan susah atau anwū’ul balā’. Hebatnya lagi, setelah mengidentifikasi secara detail peneyebabnya, Raja Ali Haji juga memberikan solusi dalam mengeleminir, menanggulangi atau dalam mengobati penyakit rohani tersbut.Kedua, Pemeliharan jiwa manusia sedemikian penting, sehingga Raja Ali Haji mengungkap jiwa/hati sebagai “raja” bagi raga manusia. Artinya, kalau hati itu baik pula raganya, sebagaimana kalau raja itu baik akan di rasakan kebaikannya itu oleh masyarakat. Untuk itu, manusia harus senantiasa memelihara dirinya dengan cara menyucikan hatinya (tazkiyah al-Nafs). Dan pada gilirannya manusia yang sudah dan akan selalu menyucian diri akan melahirkan akhlak baik. Pemeliharan diri dikaitakan dengan akhlak yang baik disamakan dengan memeliharan/menjaga nama baik. Ketiga, dalam pemeliharan jasmani/indera-indera ragawi manusia: lidah, mata, telinga, tangan, alat kelamin, kaki dan hati, Raja Ali Haji melakukan dua pendekatan: (i) pendekatan  “indra batini” dan (ii) “indera zahiri”. Untuk pemeliharaan indra batini ia menekankan pendekatan sufistik, misilanya memelihara ketujuh anggota badan itu dari larangan-larangan agama. Untuk pemeliharaan indra zahiri adalah lewat olah raga, menjaga pola makan, waktu tidur yang cukup serta mengatur waktu dalam melakukan hubungan seksual.
HEGEMONI EKONOMI ETNIK TIONGHOA DI PESISIR KABUPATEN BENGKALIS RIAU Arbi Yasin
Sosial Budaya Vol 14, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i2.4431

Abstract

Dalam tatanan kehidupan komunitas desa pantai Meskom keberadaan etnik Tionghoa sangat penting, sangat menentukan dan merupakan bagian terintegral yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan komunitas desa pantai tersebut. Karena secara ekonomi, warga Tionghoa di daerah ini cukup memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat setempat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai ajaran Konghuchu yang mempengaruhi keberhasilan ekonomi etnik Tionghoa. Data diambil melalui wawancara mendalam, pengamatan terlibat, studi kepustakaan serta instrumen dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya, dengan tidak melupakan pula menggunakan teknik FGD (Focus Group Discussion). Beberapa ajaran Konghuchu seperti ; chung (kesetiaan), hsin yung (dapat dipercaya), kuan shi (koneksi), hao peng (rekan) dan hsiung ti (saudara) dipraktekkan oleh etnik Tionghoa dalam memperlancarkan usaha atau bisnis mereka. 
ISLAMISASI DI RIAU (Kajian Sejarah dan Budaya Tentang Masuk dan Berkembangnya Islam di Kuntu Kampar) Elya Roza
Sosial Budaya Vol 12, No 1 (2015): Januari - Juni 2015
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v12i1.1934

Abstract

This paper is about a historical research aimed to understand the islamization process in Kuntu, Kampar Regency, Riau Province. Historicaly, an Islmaic preacher from middle east named Syekh Burhanudin was a missionary that introduced Islamic teaching in Kuntu. This teaching did not only played a big role in the life of people in Kuntu but it also influenced others region in Riau Province in every walks of life. The wide spread of Islamic teaching boiled down to the humble personality of Syekh Burhanudin on promoting Islamic values as what others Islam missionaries did across Indonesia. At the end, Islamic values play an important role on cultre and character of people in Kuntu and Indonesia.
SISTEM PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Tuti Andriani
Sosial Budaya Vol 12, No 1 (2015): Januari - Juni 2015
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v12i1.1930

Abstract

 Organized learning system is a combination that includes elements of human, material, facilities, equipment, and procedures that interact to achieve a goal. Human element in the system of learning is students, teachers / faculty, librarians, laboratory, administrative personnel as well as those that support the success of the learning process. Information and communication technology is the result of human engineering to information process and the process of delivering a message (ideas, ideas) from one party to another resulting in faster, wider distribution, and longer storage. To be able to take advantage of ICT to improve the quality of learning, there are three things that must be realized that (1) students and teachers should have access to digital technology and the Internet in the classroom, school, and teacher education institutions, (2) must be available the material quality, meaningful and cultural support for students and teachers, and (3) the teacher should have knowledge and skills in using tools and digital resources to help students to mencaqpai academic standards. The demands of learning in the future should be open and two-way, diverse, multi-disciplinary and related to the productivity of work "at that moment" and competitive. Information and communication technology cheaply and easily will eliminate the limitations of space and time that had been limiting world of education. Today many impacts that occur as a result of the development of IT in the country. Indeed, the development of IT if addressed in a positive able to have a positive impact if addressed negative and may be adversely affected as well.
TRADISI ULAMA TRANSFORMATIF MINANGKABAU DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTERISTIK BERBASIS RESPONSIF TEOLOGIS DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENGUATAN MORALITAS Silfia Hanani
Sosial Budaya Vol 12, No 2 (2015): Juli - Desember 2015
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v12i2.1939

Abstract

Minangkabau is one of the ethnic groups in Indonesia where local social context strongly influenced by social designs built by scholars as one of the local elite, as scholars here plays a big build community through the code of conduct characteristic of a responsive approach to theological education. Theological responsive characteristics was described by scholars transformative, the scholars who controlled sociological lokas that the presence of religion that feels as responsive theological moral values and religious teachings can be internalized in the social life of the community. Theological responsive it is basically inherent in the educational characteristics established by scholars in educational institutions surau as initial educational institutions for the Minangkabau. Responsive theological scholars characteristics of transformative education, the scholars not just spreading the ideas to change society and the individual, but also a prominent cleric transformative reference, so that the cleric was an icon morality. In the present condition of national morality, the role of the ulama transformative theological education responsive characteristics, be an alternative to improve the morality of a nation torn apart again, this time because of the moral crisis caused by the loss of educational institutions to internalize the moral values builder it. Cleric transformative Minangkabau with agencies and educational institutions through the development surau responsive characteristics of theological education has obvious positive implications for the development of a civilized moral nation.
PEMIKIRAN KEAGAMAAN RAJA ALI HAJI Alimuddin Hassan
Sosial Budaya Vol 12, No 2 (2015): Juli - Desember 2015
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v12i2.1945

Abstract

This article aims to describe aspects of intellectual of Raja Ali Haji. Hel well known as the exposure was so much to say perfect. From the aspects of intellectual Raja Ali Haji seen in his writings, presumably Raja Ali Haji agree with the opinion of Imam Ghazali about the power of the pen, namely that "the pen is mightier than the thousand of sword" .
ISLAM DALAM KONTEKS PENGEMBANGAN MASYARAKAT MELAYU NELAYAN BAGIAN PERTAMA: POTRET KONDISI SOSIAL FAKTUAL DESA TAMERAN BENGKALIS RIAU Arbi Yasin
Sosial Budaya Vol 13, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i1.3466

Abstract

Temeran's fishing communities are mostly muslims malay. Tameran village has considerable potential of marine resources, but its people are still poor. The main focus of the study is a comprehensive study of the factual situation and social conditions, population, diversity of ethnic and religious groups, educational profile, system and community structure, management and management. The results of this research can be known that the Tameran villager has human resources with a formal education is still low. The Malay population who work as fishermen in the village of Tameran shares 187 people, consisting of: boat owner 18 people (9,6%), cano owner 42 people (22,5%), owner of pond 3 people (1,6%), As a fisherman laborer there are 80 people (42,8%) and others/working assistant of fisherman 44 people (23,5%). The community structure shows the pattern of "Patron-Client" condensed relationship with the coating system of the community: rich-poor, owner, the worker/worker of the fisherman. While organizational and social institutions are associated with the basic needs of human life.
WAKAF PRODUKTIF DI NEGARA SEKULER: KASUS SINGAPURA DAN THAILAND Alaiddin Koto; Wali Saputra
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3535

Abstract

Dalam Islam beberapa aktifitas yang potensial untuk dikembangkan dalam mengatasi kemiskinan adalah wakaf. Wakaf selain berfungsi sebagi ibadah individual, juga sebagai ibadah sosial. Perkembangan wakaf tidak hanya terjadi pada negara – negara muslim saja tetapi juga pada negara – negara sekuler. Beberapa negara sekuler di kawasan Asia Tenggara adalah Singapura dan Thailand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, manajemen wakaf produktif di Singapura tidak hanya berkontribusi pada masyarakat sosial dan kebutuhan keagamaan, di negara asal mereka dan bahkan manfaatnya dirasakan sampai ke luar negeri seperti India, Yaman, Arab Saudi, dan Indonesia. Kedua, akuntabilitas dan transparansi yang kuat serta budaya muslim Singapura yang baik telah membuat semua aset wakaf dapat diaudit dengan benar. Ketiga, wakaf produktif di Thailand belum memiliki manajemen terintegrasi karena tidak adanya lembaga wakaf independen yang bertanggung jawab mengadministrasikan asset wakaf dan tidak Undang – Undang wakaf yang mengatur hal tersebut di Kerajaan Thailand sehingga asset wakaf sering kali mudah dirampas oleh pihak – pihak tertentu
PERAN KONDISI LINGKUNGAN DAN PERILAKU BERBAGI PENGETAHUAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA USAHA MIKRO,KECIL DAN MENENGAH (UMKM) TENUNAN SONGKET DI PROVINSI RIAU Mahyarni Mahyarni; Astuti Meflinda
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3540

Abstract

Dalam dasawarsa terakhir, perkembangan lingkungan bisnis menjadi sangat dinamis terutama di UMKM tenunan songket. Untuk itu pengusaha UMKM tenunan songket memerlukan kekuatan untuk menciptakan dan menjaga kelangsungan usahanya dengan memperhatikan kondisi lingkungan internal dan eksternal serta melakukan berbagi pengetahuan antar karyawan dan dengan karyawan yang lainnya sehingga mewujudkan kreativitas dalam meningkatkan daya saing serta kinerja perusahaan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Riau pada beberapa lokasi yang merupakan sentra tenunan songket terdiri dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Siak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara nyata kondisi lingkungan dan perilaku berbagi pengetahuan dalam meningkatkan kinerja UMKM Tenunan Songket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usaha industri tenunan songket yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh pemiliknya dengan jumlah 330 usaha songket dengan sampel sebanyak 76 responden dengan teknik sampling yaitu proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kondisi lingkungan dalam bisnis UMKM songket termasuk kategori sangat setuju dengan nilai 80,38%. Sedangkan peran perilaku berbagi pengetahuan di UMKM tenunan songket termasuk kategori setuju dengan nilai 70,68% dan tingkat kinerja UMKM songket termasuk kategori sangat setuju dengan nilai 81,91%.  Hasil penelitian ini digunakan untuk merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan UMKM songket pada masa yang akan datang.

Page 10 of 24 | Total Record : 233