cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Menggugah Kearifan Lokal untuk Membentuk Karakter: Strategi Integrasi dalam Pendidikan di Sekolah Sholehah, Mar’atus; Halim, Hafizoh; Saksitha, Deassy Arestya
Sosial Budaya Vol 20, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v20i2.38025

Abstract

Menggugah Kearifan Lokal untuk Membentuk Karakter: Strategi Integrasi dalam Pendidikan di SekolahTRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Etnografi Pemukiman Tradisional Batak Toba: Hubungan Antara Ruang, Identitas, dan Budaya Dalam Pembangunan Berkelanjutan Naibaho, Zanrison; Simanjuntak, Daniel Harapan Parlindungan; Rulyani, Ayu; Marlina, Murni Eva; Manalu, Donfordtigo; Br Ginting, Berda Nellyaratri
Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v22i1.38180

Abstract

This research aims to analyze the relationship between spatial structure, cultural identity, and local values in traditional Batak Toba settlements as the basis for sustainable development based on local wisdom. Using an ethnographic approach through field observations and in-depth interviews, it was found that the spatial layout of the settlement with its configuration of huta, bolon house, sopo, and alaman communal space represents a clan-based social system and Batak Toba traditional cosmology. Space not only functions utilitarianly, but also has symbolic meaning that reflects social relations, spirituality, and collective identity. The use of local materials, the orientation of buildings towards the environment, and the practice of mutual cooperation in house construction indicate that the Batak Toba people have traditionally applied the principles of ecological and social sustainability. The process of modernization and changes in values have the potential to threaten the sustainability of this traditional space, both physically and symbolically. Therefore, the preservation of traditional settlements needs to not only focus on architectural aspects, but also include the revitalization of cultural values as an integral part of an inclusive and contextual sustainable development strategy Keywords:  Toba Batak, ethnography, cultural identity, sustainability, traditional settlements 
Analisis Ekologi Budaya Berbasis Ekoenzim dalam Restorasi Sungai Wampu: Upaya Mewujudkan Lingkungan yang Berkelanjutan Siwi, Riri Putri; Fijrina, Firly; Utami, Mega; Rismawany, Prilly; Naibaho, Zanrison
Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v22i1.38246

Abstract

Abstract This study aims to explore and analyze the ethnozoology of the Wampu River within the framework of cultural ecology based on eco-enzyme practices, to identify the challenges of sustainability in river revitalization, and to design an environmentally friendly revitalization model in Bahorok District. A mixed-methods approach was employed, involving participant observation, in-depth interviews with 16 informants, questionnaires distributed to 40 respondents, and laboratory tests of water quality at upstream, midstream, and downstream points. The findings reveal that the jurung fish (Tor sp.) holds a central role in Karo culture, functioning not only as a food source but also as a symbolic element of kinship and cultural identity. However, its population is increasingly threatened by pollution, hydropower plant activities, and ecological degradation. The challenges of revitalization include limited ecological literacy among local communities, weak public participation, and the absence of customary institutions that regulate river conservation. As a solution, this research proposes an eco-enzyme-based revitalization model that integrates environmentally friendly technology, local wisdom, and multi-stakeholder collaboration. This model is expected to restore water quality while preserving cultural identity, thereby achieving sustainable and environmentally friendly river management.Keywords: Wampu River, ethnozoology, cultural ecology, eco-enzyme, revitalization AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menelusuri dan menganalisis etnozoologi Sungai Wampu dalam perspektif ekologi budaya berbasis ekoenzim, mengidentifikasi tantangan keberlanjutan revitalisasi, serta merancang model revitalisasi ramah lingkungan di Kecamatan Bahorok. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara mendalam dengan 16 informan, penyebaran kuesioner pada 40 responden, serta uji laboratorium kualitas air di hulu, tengah, dan hilir sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan jurung (Tor sp.) memiliki posisi sentral dalam adat Karo, baik sebagai sumber pangan maupun simbol kekerabatan. Namun, keberadaannya semakin terancam akibat pencemaran, aktivitas PLTA, dan degradasi lingkungan. Tantangan revitalisasi mencakup rendahnya literasi ekologi masyarakat, lemahnya partisipasi lokal, serta absennya mekanisme kelembagaan adat dalam menjaga ekosistem sungai. Sebagai solusi, penelitian ini merumuskan model revitalisasi berbasis ekoenzim yang mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan, kearifan lokal, dan kolaborasi multipihak. Model tersebut diharapkan dapat memulihkan kualitas air sekaligus menjaga keberlanjutan identitas budaya, sehingga mewujudkan pengelolaan sungai yang environmental friendly dan berkelanjutan.Kata Kunci: Sungai Wampu, etnozoologi, ekologi budaya, ekoenzim, revitalisasi.
Komersialisasi Motif Tekstil Kontemporer Berbasis Budaya Populer dan Prinsip Localism untuk Menjadikan Warisan Lokal sebagai Tren Global Karkono, Karkono; Sudarmanto, Joni Agung; Febrianti, Yusnita; Karim, Ahmad Abdul; Putra, Natanael Ricky
Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v22i1.38187

Abstract

Merosotnya eksistensi warisan budaya lokal akibat dominasi budaya populer global menyebabkan hilangnya identitas budaya dan pengetahuan tradisional. Tujuan penelitian mengembangkan strategi komersialisasi motif tekstil kontemporer berbasis budaya populer dengan prinsip localism untuk menjadikan warisan lokal sebagai tren global. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg dan Gall (1983). Subjek penelitian melibatkan desainer, pengrajin lokal, dan konsumen. Hasil penelitian ini adalah pengembangan brand fesyen bernama kioskita.namanya. Brand ini menjadi representasi konkret dari strategi komersialisasi yang efektif. Melalui serangkaian tahapan R&D, mulai dari analisis kebutuhan hingga uji keefektifan, ditemukan bahwa komersialisasi yang berlandaskan prinsip localism tidak mengikis esensi budaya, melainkan berfungsi sebagai jembatan untuk merevitalisasi warisan lokal di tengah arus globalisasi. Prototipe produk yang dihasilkan, berupa koleksi busana dan aksesori, berhasil memadukan motif tradisional dengan elemen budaya populer, menciptakan desain yang relevan, estetis, dan memiliki narasi budaya yang kuat. Uji keefektifan menunjukkan bahwa produk tersebut secara signifikan meningkatkan persepsi konsumen terhadap keunikan motif dan daya tarik budaya, membuktikan bahwa warisan lokal dapat diwujudkan sebagai tren global melalui pendekatan desain kreatif dan strategi pemasaran digital yang tepat.
Tradisi Nyuguh Tamu: Menyambut Kelahiran Bayi di Kampung Baru Desa Cipayung Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Banten Muhammad Rizki; Siti Fauziyah; Muhammad Nandang Sunandar
Sosial Budaya Vol. 23 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the limited academic discussion regarding the Nyuguh Tamu tradition as a childbirth welcoming ritual in Kampung Baru, Cipayung Village, Padarincang District, Serang Regency, Banten. The research employs a qualitative method with an ethnographic approach through observation, in-depth interviews, and documentation, analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that the Nyuguh Tamu tradition contains integrated religious, social, and cultural dimensions. The tradition functions not only as an expression of gratitude for the birth of a baby, but also as a means of strengthening social solidarity, reinforcing kinship relations, and preserving local cultural values. Each stage of the ritual symbolizes hopes for safety, health, prosperity, and social acceptance of the newborn. Furthermore, community involvement in the implementation of the tradition reflects strong values of mutual cooperation, togetherness, and reciprocity that continue to survive amid modernization. Therefore, Nyuguh Tamu represents a form of local wisdom that remains relevant in maintaining the cultural identity of the community.
Komunikasi Simbolik dalam Tradisi Perang Bangkat sebagai Media Pembentukan Keluarga Sakinah Masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Moch. Syahrul Rizki; Mashudi Mashudi; Saihan Saihan
Sosial Budaya Vol. 23 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines symbolic communication in the tradition of the rank war ceremony as a medium for the formation of a sakinah family in the Osing Tribe community in Kemiren Village, Glagah District, Banyuwangi Regency. The tradition of war is a traditional marriage ritual carried out on couples with a certain order of birth and is believed to contain philosophical, social, and religious values in building family harmony. Although a number of studies have addressed this tradition from the perspective of Islamic law and cultural semiotics, studies that integrate the perspective of symbolic communication and the concept of the sakinah family comprehensively are limited. This research uses a qualitative approach with the type of field research in Krajan Hamlet and Kedaleman Hamlet, Kemiren Village. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using George Herbert Mead's theory of symbolic interaction. The results of the study show that: (1) the Osing people maintain the tradition of the rank war because it contains relevant social, cultural, and religious meanings; (2) the procession of the war of the rank includes the bridal procession, the puppeteer war, the ngosek ponjen, and the joint prayer representing the values of responsibility, communication, and social solidarity; (3) Traditional symbols in the war actualize the values of the Sakinah family, namely loyalty, mutual understanding, family respect, and strengthening spirituality. These findings show that local traditions can be an effective symbolic communication medium in internalizing harmonious family values in the midst of Indonesian Muslim society.
Branding Kampus Daerah di Era Persaingan Perguruan Tinggi: Strategi Kampus IKTN dalam Membangun Brand Awareness Ujang Asmara
Sosial Budaya Vol. 21 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding yang dilakukan oleh Institut Keislaman Tuah Negeri (IKTN) dalam membangun brand awareness sebagai kampus daerah di tengah persaingan perguruan tinggi yang kompetitif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan pimpinan, tim humas, dosen, serta mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña berdasarkan empat perspektif teoritis: Brand Awareness, Positioning Theory, Integrated Marketing Communication (IMC), dan Corporate Branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding IKTN diwujudkan melalui penguatan identitas berbasis nilai keislaman, penetapan positioning sebagai kampus daerah yang terjangkau, pemanfaatan media digital (khususnya Instagram), dan penguatan citra lewat kegiatan akademik serta pengabdian masyarakat. Saat ini, kesadaran merek IKTN berada pada tingkat brand recognition dan brand recall, namun belum mencapai top of mind. Faktor pendukung utama meliputi identitas keislaman yang jelas dan pemanfaatan media sosial yang aktif, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan anggaran, kurangnya eksposur media nasional, dan keterbatasan SDM digital marketing. Penelitian ini merekomendasikan penguatan diferensiasi spesifik dan integrasi saluran komunikasi untuk meningkatkan ekuitas merek secara berkelanjutan.
The Influence of Accounting Literacy and Financial Attitude on Generation Z’s Financial Management Behavior in Pangkalan Kerinci, Pelalawan Regency Putri Diyah Makarti Desi
Sosial Budaya Vol. 21 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine how accounting literacy and financial attitudes affect Generation Z's financial management practices in Pangkalan Kerinci, Pelalawan Regency. The study employs an associative research design and a quantitative methodology. Purposive sampling was used to choose the 80 respondents that made up the research sample. Likert-scale questionnaires were used to collect data, and interviews were used to confirm the results. Multiple linear regression with t-test, F-test, and coefficient of determination (R2) was utilized in the data analysis. The study's findings indicate that financial attitude has a positive and significant impact on financial management behavior with a significance value of 0.000 < 0.05 and accounting literacy has a positive and significant impact with a significance value of 0.001 < 0.05. have a considerable impact on financial management practices as well, with a significance value of 0.000 < 0.05. Accounting literacy and financial attitude account for 64.2% of the variation in financial management behavior, whereas other factors outside the research account for 35.8%, according to the Adjusted R Square value of 0.642. The findings of the interviews indicate that even while Generation Z has recognized the need of sound financial management, issues like a consumerist lifestyle and the impact of digital trends continue to influence their financial conduct. According to the study's findings, encouraging a good financial mindset and raising accounting literacy are crucial elements in improving Generation Z's financial management practices.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Tim Supply Chain Management (SCM) PT Pertamina Hulu Rokan Tambar Malum
Sosial Budaya Vol. 21 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada Tim Supply Chain Management (SCM) PT Pertamina Hulu Rokan. Dalam menghadapi tantangan operasional industri migas, perusahaan memerlukan sumber daya manusia yang memiliki kinerja tinggi guna mendukung pencapaian target organisasi. Budaya organisasi dan motivasi kerja merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi perilaku serta produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Tim SCM PT Pertamina Hulu Rokan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t-hitung sebesar 4,321 dan signifikansi 0,000. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t-hitung sebesar 3,874 dan signifikansi 0,000. Secara simultan budaya organisasi dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai F-hitung sebesar 45,612 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,615 menunjukkan bahwa 61,5% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh budaya organisasi dan motivasi kerja
Pola Pendidikan Agama Islam berbasis Kearifan Lokal pada Keluarga Petani di Masyarakat Desa Telayap Pelalawan Hermantoni Hermantoni
Sosial Budaya Vol. 21 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam menjadi penyangga dalam pembentukan karakter anak dan implementasinya dalam keluarga petani menghadapi berbagai tantangan seiring dengan keterbatasan waktu, tingkat pendidikan orang tua, serta pengaruh perkembangan teknologi, namun tetap memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter religius anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pendidikan agama Islam dalam keluarga petani di Desa Telayap serta integrasinya dengan kearifan lokal Melayu Petalangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap orang tua dan anak dalam keluarga petani. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dalam keluarga petani berlangsung secara kontekstual melalui keteladanan orang tua, pembiasaan ibadah, serta penanaman nilai akhlak dan muamalah yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal Melayu Petalangan, termasuk penggunaan bahasa daerah, berperan sebagai media efektif dalam internalisasi nilai-nilai religius. Meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, kearifan lokal berfungsi sebagai modal kultural yang memperkuat keberlangsungan pendidikan agama Islam berbasis keluarga di masyarakat pedesaan.