cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
PASAI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Pasai diterbitkan dengan tujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian ilmu sosial, hukum dan ekonomi. Publikasi ini adalah hasil Penelitian dan bukan hasil ringkasan dari buku maupun literatur-literatur yang berasal dari publikasi internet.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 2 (2014)" : 8 Documents clear
Terorisme di Aceh: Studi Analisis Sosial-Budaya Tentang Penolakan Masyarakat Aceh Terhadap Gerakan Radikal Tandhim Al Qaidah Serambi Makkah Apridar, Apridar; Subhani, Subhani; Chaidar, Al
PASAI Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Issues raised in this study are: what and how the terrorist movement could emerge in Aceh which are known to have a different Islamic characteristics? This study will examine how the transformation of ideological belief within the Acehnese to accept and/or to reject the radical Islamic movements that have been entered and began to spread in Aceh. This study will focus on the analysis of the ideology of "Islam Aceh" (Achenized Islam), which is then met with radical Islamic ideology of Java; what makes them able to have a common view of the "jihad" in the region which are considered to embrace "peace with democracy" after three turbulent decades. And, in former time, Aceh attempt to secede from the Republic of Indonesia in secular means. This study also will find out any books (kitab) that have influenced the people of Aceh who took part in this terrorist movement, and also how the people of Aceh in understanding the culture puts salafiyah radical Islamic thinking that drive terrorism in Aceh. The focus of this study will look at the patterns of thinking and acting as well as the cultural elements of Aceh in the followers of terrorist movements in Aceh. Explanation of this is very important to understand why the restive Aceh take ideas that are not ethno-nationalism, as formerly occurred within the Free Aceh Movement or GAM from 1976 to 2005. A number of prisoners who were jailed in terrorism cases at Tanjung Gusta Prison, Medan and Jakarta as well as in Nusakambangan will be interviewed. So also with the inmates who come from outside Aceh who are involved in terrorism in the province will be traced why and how their interaction with the people of Aceh during the movement. The study also would like to see how and in what social, economic, political and cultural settings the "terrorist Aceh" group is to survive and develop themselves. In addition, this study will gather some qualitative views of various circles of society in Aceh on the cultural differences by then that the majority of the people of Aceh who had been contacted by the terrorists refused to participate in the terror movement in Aceh so that the terrorist group should move to North Sumatra, Riau, Jambi, Lampung, South Sumatra and East Java and Lombok.
The Effectiveness Of Applying Inductive Approach In Teaching Grammar For Senior High School Students In North Aceh Rasyimah, Rasyimah
PASAI Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to find out how applying inductive approach in teaching grammar makes the language learning more effective for senior high school students, particularly in North Aceh. The inductive approach represented a more modern style of teaching where the new grammatical structures or rules are presented to the students in real language context. The students learned the use of the structure through practice of the language in context, and later realize the rules from the practical examples. From the research conducted in one particular high school in North Aceh district, there were significant differences between the students who were taught with inductive approach as an approach in teaching grammar. So, it was summarized that the students who were taught with inductive approach gave better results than the students who weren’t.
Kesetaraan Gender di Universitas Malikussaleh (Baseline Study dan Analisis Institutional Pengarusutamaan Gender pada Universitas Malikussaleh) Amalia, Nanda; Rasyidin, Rasyidin
PASAI Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses penyelenggaraan pendidikan berkesetaraan gender di Universitas Malikussaleh (Unimal), dengan menghadirkan analisis institusional serta baseline study. Studi ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses penyelenggaraan pendidikan di Unimal dengan menunjukkan realitas pembangunan gender; (2) mengeksplorasi dinamika relasi gender di kalangan civitas akademika Unimal; (3) mengeksplorasi strategi kesetaraan gender dalam penyelenggaraan pendidikan oleh Unimal. Studi ini dilakukan dengan cara pengumpulan data lapangan dan data dokumen. Studi lapangan menggunakan teknik wawancara, observasi, serta Focus Group  Discussion. Studi dokumen dilakukan melalui pencarian data-data berupa Statuta, Kebijakan Universitas, maupun berbagai data terpilah lainnya yang dapat diakses dengan fokus pada 6 (enam) tahun terakhir. Pelaksanaan penelitian ini sendiri akan diselenggarakan dalam jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan melalui tujuh tahapan kegiatan utama. Pada masa pelaporan kemajuan di tahun pertama dari 2 (dua) tahun kegiatan yang direncanakan, studi ini belum dapat secara komprehensif memberikan gambaran yang utuh atas cermin kesetaraan gender di Unimal. Hasil dari studi ini menemukan bahwa (1) Rumusan kebijakan pendidikan di Unimal bersifat netral gender dan tidak diarahkan untuk mengatasi kesenjangan gender yang ada maupun yang mungkin muncul; (2) dinamika antar civitas akademika dinilai dinamis, namun demikian terdapat beberapa isu kesenjangan gender yang muncul di Unimal yaitu (a) keterwakilan dalam menduduki jabatan struktural bagi perempuan; (b) partisipasi perempuan dalam mengikuti berbagai kegiatan peningkatan kualitas – sejenis training dan workshop; (3) Belum adanya strategi-strategi khusus yang ditetapkan oleh Pimpinan Unimal dalam pengarusutamaan gender dalam pendidikan di Unimal, hal ini dapat dilihat pada rumusan statuta, rencana strategis maupun program-program serta kegiatan yang memberikan identifikasi terhadap pemenuhan kesetaraan gender.
The Analysis of Writing Text as Indication of Progressive Learning in English of Students Stage 2 And Stage 4 Idaryani, Idaryani
PASAI Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The most frequent problem happen to the second English learners in written text are the difficulty and inappropriate use of noun phrases and applying the complex sentences in order to express their ideas in writing. Since writing relies heavily on grammatical features of tenses particularly simple present and simple past, it will help the students to use appropriate verb phrases in different tenses and appropriate cohesive devices including conjunction to sequence the event and link the idea of the topic in writing. The learners also have difficulty in adapting grammatical features in their writing particularly the tenses of simple present and simple past tenses. It may happen because of the influence of their first language.
Liberalisme Dalam Masyarakat Islam (Studi Pengaruh Dan Aspek Negatif Liberalisme Pada Masyarakat Islam Indonesia) Kasim, Fajri M; Ridhwan, Muhammad
PASAI Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liberalisme adalah suatu faham yang meletakkan kebebasan sebagai satu nilai sosial politik yang paling tinggi. Liberalisme secara etimologis pula dimaksudkan dengan faham yang amat menekankan nilai kebebasan individu dan juga peranan negara dalam melindungi hak-hak yang dianut warganya. Liberalisme tidak dapat dipisahkan dengan liberalisasi agama yang telah menjadi tonggak baru bagi sejarah kehidupan masyarakat Barat turut dikaitkan dengan masa pencerahan (enlightenment). Secara sepintas, ungkapan liberal merujuk kepada orang yang berfahaman bebas sementara istilah liberalisme pula berarti mempunyai pandangan luas. Manakala secara khusus liberalisme merujuk kepada faham yang mementingkan kebebasan individu untuk bartindak serta melahirkan pendapat mengikut cara dan pilihannya sendiri. Walaupun liberalisme ada manfaatnya (nilai positifnya), namun dalam tulisan ini, fokus akan diutamakan kepada pengaruh dan dampak negatif liberalisme terhadap masyarakat Islam karena, dasar dan tuntutan Islam itu sendiri yang totalnya sudah berbeda dengan pendirian liberalisme di tambah lagi, dalam liberalisme tidak dapat menerima ajaran dogmatisme (Refuse Dogatism). Sedangkan Indonesia diidentifikasikan sebagai Negara mayoritas Islam. Pengaruh liberalisme dalam masyarakat Islam di Indonesia telah menyebabkan munculnya berbagai gerakan Islam liberal. Gerakan pemikiran Islam yang liberalis memiliki pengaruh yang cukup kuat  bagi umat Islam di Indonesia, sebagai  bentuk Islam popular, Islam yang tidak teramat ketat terhadap syariah, yang  menghadirkan cara baru dalam beragama terbuka dan modern di tengah  masyarakat yang pluralistik. Gagasan pemikiran yang ditawarkan Islam  liberal adalah liberalisme dan sekulerisme serta pluralisme. Lahirnya pemikiran Islam liberal memang telah menimbulkan pertentangan dikalangan kaum muslim  sendiri. Oleh karena itu, karya ilmiah ini diharapkan masyarakat Islam (kaum muslim) untuk senantiasa bersikap kritis dan bijak  dalam menanggapi pemikiran liberalisme yang mempengaruhi masyarakat muslim di Indonesia.
Ibn ‘Arabi Bukan Bermazhab Wahdatul Wujud Fuadi, Fuadi
PASAI Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibn ‘Arabi sendiri tidak pernah memakai ungkapan wahdah al-wujud, tetapi istilah itu mulai diadopsi secara bertahap oleh para pengikutnya untuk menyatakan pandangannya. Namun, gagasan itu meresapi pemikirannya, dan relevansi filosofisnya tampak jelas dalam kata-katanya. Wujud telah mendominasi perhatian para filosof, dan falsafah sendiri kadang-kadang didefinisikan sebagai studi tentang wujud sebagai wujud. Ibn ‘Arabi sama sekali tidak membuang waktu untuk membahas wujud seperti yang kita duga jika kita hanya melihat literatur terkemudian, yang umumnya mengasosiasikan namanya dengan istilah wahdah al-wujud. Fakta bahwa wujud dipilih untuk menggambarkan fokus utama perhatiannya lebih berkaitan dengan orientasi filosofis tradisi sufi terkemudian dari pada dengan tulisan-tulisan actual Ibn ‘Arabi. Meskipun demikian, jika semua uraian Ibn ‘Arabi tentang istilah itu dikumpulkan dalam satu sampul, tentu akan menjadi sebuah buku besar. 
Upaya Pemerintah Dalam Membangun Rekonsiliasi dan Pencegahan Konflik Sejak Dini Di Kalimantan Barat Syamsuwir, Syamsuwir; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
PASAI Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talking about Government Efforts in Building Reconciliation and Conflict Prevention in West Kalimantan since Dini, the vision of "Safe" is the right step to make it happen and is in line with the efforts concerned. The word "safe" in that vision implies that although the background is very heterogeneous community life they can still live together in a harmonious atmosphere, synergy and mutual understanding. Therefore, it is necessary to state that interdependence is inevitable in the life of society, nation and state. "Safe" is a dynamic concept because it recognizes that the interdependence of life and the ever-changing conditions, both constellation, perimbangannya, and the values that underlie and influence. Society "Safe" is a society that is able to realize a democratic political culture and tolerance, people who are able to put those individuals in a position parallel to and equal before the law and people who can always put the public interest above personal or group interests. To strengthen security, must be upheld development more equitable and just. In addition, law enforcement and the implementation of the principles of good governance is the key to realizing secure West Kalimantan.
Pengaruh PNPM Mandiri Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Di Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Ferizaldi, Ferizaldi; Sutriani, Sutriani
PASAI Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) Mandiri adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berbasis kemandirian, sebagai stimulus dalam melahirkan kreatifitas masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen, yaitu tiga desa, Cot Laga Sawa, Cot Batee dan Cot U Sibak.Metode Peneltian yang digunakan adalah kuantitatif dengan model Y = a+bx+ei, analisis data dengan metode SPSS Versi 20, Subjek penelitian yaitu Masyarakat kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen. Hasil Penelitian menujukan bahwa PNPM Mandiri (X) tidak berpengaruh terhadap pemberdayaan masyarakat (Y), pada tingkat kepercayaan 95%, dimana thitung = -0,451 dan ttabel = 1,960 yang artinya thitung < ttabel, dan nilai signifikannya jauh di atas 0,05 yaitu 0,654 maka Hi ditolak artinya variabel PNPM Mandiri (X) sangat tidak berpengaruh signifikan terhadap pemberdayaan masyarakat di kecamatan Kuala kabupaten Bireuen (Y). adanya berbagai program dari PNPM Mandiri tidak mempengaruhi pemberdayaan masyarakat di kecamatan Kuala kabupaten Bireuen. Secara kualitatif detemukan berbagai kendala diantaranya adalah tidak sinerjisnya dengan program pemberdayaan lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8