cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2023)" : 39 Documents clear
Tindak Pidana Perdagangan Orang di Sektor Perikanan dalam Perspektif Konvensi ILO Rofiq Al Ghifari; Achmad Irwan Hamzani; Kuz Rizkianto
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.31113

Abstract

The issue of efforts to ratify ILO Convention No. 188 has become hot after the case of slavery, the criminal act of trafficking in persons on board the Long Xing 629 with the flag of the People's Republic of China which involved Indonesian workers. This workforce is exploited and enslaved, not in line with international legal instruments, one of which is the ILO Convention No. 188 and undermines labor rights. The results of this study indicate that the Government of the Republic of Indonesia has not ratified the ILO Convention Number 188 of 2007, although it is specific in terms of protection and standards of decent working conditions for workers on fishing vessels. Legal protection for workers on foreign fishing vessels so far has only used Law No. 18 of 2017 on the Protection of Indonesian Migrant Workers and has not adopted a more complete legal instrument. The case that occurred on board the Long Xing 629 ship is included in the category of violations of ILO Convention No. 188 of 2007 due to the dualism of Permits for Implementing the Placement of Indonesian Migrant Workers and the lack of transparency and government oversight in the protection of ship crew. As a result, the crew members do not know about legal companies that have permits, resulting in cases of exploitation at work and violations of law and human rights against crew members.Keywords: Crime; Trafficking in Persons; Fisheries; ILO AbstrakIsu upaya meratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 telah hangat usai terjadinya kasus perbudakan tindak pidana perdagangan orang anak buah kapal Kapal Long Xing 629 berbendera Republik Rakyat Tiongkok yang melibatkan tenaga kerja Indonesia. Tenaga kerja tersebut dieksploitasi dan di perbudak tidak sejalan dengan instrumen Hukum Internasional yang salah satunya Konvensi ILO Nomor 188 serta merongrong Hak-hak tenaga kerja. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Konvensi ILO No. 188 Tahun 2007 belum diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia walaupun spesifik dalam perlindungan dan standar syarat kerja yang layak untuk para pekerja di kapal pencari ikan. Perlindungan hukum bagi pekerja di kapal asing pencari ikan sejauh ini hanya menggunakan instrumen UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan belum mengadopsi instrumen hukum yang lebih lengkap. Kasus yang terjadi dalam Kapal Long Xing 629 masuk dalam kategori pelanggaran Konvensi ILO No. 188 tahun 2007 yang disebabkan dualisme Perijinan Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia serta minimnya transparansi dan pengawasan pemerintah dalam perlindungan anak buah kapal. Akibatnya ABK tidak mengetahui perusahaan legal yang mengantongi perijinan, sehingga terjadi kasus eksploitasi dalam bekerja serta pelanggaran hukum dan HAM.Kata Kunci: Tindak Pidana; Perdagangan Orang; Perikanan; ILO
Konsep Salam Lintas Agama Dalam Prespektif Sosial dan Agama Berdasarkan Pemikiran Buya Yahya Cirebon Muhammad Afiq Aminullah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.26530

Abstract

This study aims to analyze and describe interfaith greetings from a social point of view and a religious point of view which is specifically based on the opinion of Buya Yahya. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. The research sources consist of 2 sources, namely primary research sources taken from various videos and existing news articles and reinforced by secondary sources, namely from various literatures that support primary data. The results of this study show that this cross greeting is a form of practicing the 3rd Pancasila, namely the unity of Indonesia, because Indonesia is a pluralistic country. Interfaith greetings when viewed from a social perspective have positive values for state life, especially in Indonesia. But if viewed from a religious perspective, Buya Yahya gave several explanations, using greetings assalamualaikum wal hidayah, in saying greetings one must know the meanings contained in these various greetings because there are greetings that contain shirk. Buya Yahya also suggested that it is better to replace the interfaith greetings with traditional greetings from the people around the greeting speakers, namely sugeng enjing, sugeng dalu, etc.Keywords: Greetings; Interfaith; Social; Religion AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan salam lintas agama dengan sudut pandang sosial dan sudut pandang agama yang dikhususkan dengan pendapat buya yahya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber penelitian terdiri dari 2 sumber, yaitu sumber penelitian primer yang diambil dari berbagai video serta artikel berita yang ada dan diperkuat oleh sumber sekunder yaitu dari berbagai liratur yang mendukung data primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salam lintas ini merupakan salahsatu bentuk pengamalan Pancasila ke 3, yaitu persatuan Indonesia, karena Indonesia merupakan negara prularisme. Salam lintas agama jika ditinjau dari prespektif sosial mempunyai nilai positif bagi kehidupan bernegara khususnya di Indonesia. Tetapi jika dilihat dari prespektif agama, buya yahya memberikan beberapa penjelasan, menggunakan salam assalamualaikum wal hidayah, dalam mengucapkan salam harus mengetahui makna yang terkandung dalam berbagai salam tersebut karena ada salam yang mengandung kesyirikan. Buya yahya juga menyarankan bahwa lebih baik mengganti pengucapan salam lintas agama dengan salam tradisi masyarakat yang ada disekitar pengucap salam berbicara, yaitu sugeng enjing, sugeng dalu, dllKata Kunci: Salam Lintas; Agama; Sosial; Agama
Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Mahad Al-Zaytun Kabupaten Indramayu Norma Yunita Sila; Anjar Sulistyani; Henri Peranginangin
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.31117

Abstract

This study aims to analyze the results of the reading difficulties of the first graders of Madrasah Ibtidaiyah Al-Zaytun, Indramayu Regency. This research is a descriptive research with a quantitative approach. The population in this study were all grade 1 students of MI Al-Zaytun. The sampling technique used in this study is a purposive sampling technique, that is chosen with certain considerations and objectives. The students who became the sample were class 1-B-05. Collecting data using test techniques, observation, interviews and documentation. Data analysis used non-statistical analysis. The research process begins by giving a reading test to students, then after the aspect of reading difficulties is known, Then observed the characteristics of students who have reading difficulties. The results showed that of the 23 students in class 1-B-05, 16 out of 23 students had low scores on one or more aspects of reading. The aspect of the students' highest difficulty in beginning reading is (1) have not been able to read double consonants with a score of 22%. 2) have not been able to read double vowel words with a score of 31%. (3) reading combined vowel-consonant words with a score of 40% and (4) the last difficulty aspect is reading consonant-vowel-consonant combined words with a score of 47%. The characteristics of students' initial reading difficulties are: (1) omission of letters/words, (2) incorrect word pronunciation, (3) letter reversal and (4) hesitation or halting in reading.Keywords: Reading; Beginning Reading; Beginning Reading Difficulty AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil kesulitan membaca permulaan siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Al-Zaytun Kabupaten Indramayu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 MI Al-Zaytun. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Siswa yang menjadi sampel yaitu kelas 1-B-05. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, wawancara dan dokumnetasi. Analisis data menggunakan analisis non-statistik. Proses penelitian ini dimulai dengan memberikan tes membaca kepada siswa, kemudian setelah aspek kesulitan membaca diketahui, lalu diamati karakteristik siswa yang mengalami kesulitan membaca tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 23 siswa di kelas 1-B-05, terdapat 16 dari 23 siswa memiliki skor yang rendah pada satu atau lebih aspek membaca. Aspek kesulitan tertinggi siswa dalam membaca permulaan adalah (1) belum mampu membaca kata konsonan rangkap dengan skor 22%. (2) belum mampu membaca kata vokal rangkap dengan skor 31%. (3) membaca kata gabungan vokal-konsonan dengan skor 40% dan (4) aspek kesulitan terakhir yaitu membaca kata gabungan konsonan-vokal-konsonan dengan skor 47%. Karakteristik kesulitan membaca permulaan siswa yaitu: (1) penghilangan huruf/kata, (2) pengucapan kata salah, (3) pembalikkan huruf dan (4) ragu-ragu atau tersendat-sendat dalam membaca.Kata Kunci: Membaca; Membaca Permulaan; Kesulitan Membaca Permulaan 
Problematika Penegakan Hukum Pelanggaran Kode Etik di Kepolisian Republik Indonesia Maria Margareth Manik; Achmad Irwan Hamzani; Kus Rizkianto
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.31112

Abstract

The attitudes and behavior of officials of the Indonesian National Police are bound by the Professional Code of Ethics for the Indonesian National Police as regulated in the Police Regulation Number 7 of 2022. However, in reality law enforcement related to the police code of ethics experiences various external obstacles which have an impact on delaying the continuation of the Code of Ethics Commission trial process. This study aims to: describe the law enforcement mechanism for violating the professional code of ethics in the Police; examines the problems in law enforcement violations of the police professional code of ethics. This type of research is library research with a normative approach. The data collection technique was through secondary data sources in the form of documents and interviews with PROPAM members and analyzed using qualitative methods. The results of this study indicate that the law enforcement mechanism in the Republic of Indonesia Police is called the Police Code of Professional Ethics Commission which is regulated in articles 61 and 62 of Police Regulation Number 7 of 2022. Problems in enforcing the code of ethics arise externally so it hinders the performance of police officers and the functions of PROPAM.Keywords: Police; Code of Ethics; Law Enforcement; Problems AbstrakSikap dan perilaku pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia terikat pada Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia telah diatur dalam Peratuan Kepolisan Nomor 7 Tahun 2022. Namun realitanya penegakan hukum terkait kode etik kepolisian mengalami berbagai kendala eksternal yang berdampak terhambatnya kelanjutan pada proses sidang Komisi Kode Etik.Penelitian ini bertujuan: mendeskripsikan mekanisme penegakan hukum pelanggaran kode etik profesi di Kepolisian; mengkaji problematika dalam penegakan hukum pelanggaran kode etik profesi kepolisian. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Kepustakaan dengan pendekatan Normatif. Teknik pengumpulan datanya melalui sumber data sekunder berupa dokumen dan wawancara Anggota PROPAM dan dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme penegakan hukum di Kepolisian Republik Indonesia disebut dengan Komisi Kode Etik profesi Polri yang diatur dalam pasal 61 dan 62 Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022. Problematika dalam penegakan hukum kode etik muncul secara eksternal sehingga menghambat kinerja anggota polisi dan fungsi PROPAM.Kata Kunci: Kepolisian; Kode Etik; Penegakan Hukum; Problematika 
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kecenderungan Fraud pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Wilayah Jakarta Tedi Rochendi; Ni Made Artini; Mungky Hendriyani
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.30283

Abstract

This research was conducted in order to identify the scope of accounting in a case of financial fraud (fraud). The research method used by the authors in this study Data collection begins with tracing laws and regulations and other positive data sources of data that are considered relevant to economic and legal issues related to fraud in the banking world. This research uses the results of literature data and field data, which is a study in order to obtain data by collecting data and studying understanding, theories and expert opinions on all issues related to the problems discussed in this study both from books, libraries and literature or other sources. The author also conducts tests empirically. Empirical testing that includes the influence of the effectiveness of internal control, observance of accounting rules, information asymmetry, individual morality, and the suitability of compensation to the tendency to accounting fraud. Financial fraud (fraud) can hinder the achievement of company goals, usually carried out by individuals from within the company who already know and are experienced in their fields. In minimizing existing fraud cases, Bank Negara Indonesia implements a compliance division in which there is an Anti-Fraud Strategy (SAF).Keywords : Fraud, Bank Negara Indonesia Jakarta Area, Anti Fraud Unit (SAF). AbstrakPenelitian ini dilakukan dalam rangka mengidentifikasi lingkup akuntansi pada sebuah kasus penipuan keuangan ( fraud ). Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini Pengumpulan data diawali dengan kegiatan penelusuran peraturan perundang-undangan dan sumber data positif lain dari data yang dianggap relevan dengan pokok persoalan ekonomi dan hukum  yang berkaitan dengan kecurangan dalam dunia perbankan. Penelitian ini menggunakan hasil dari data kepustakaan dan data lapangan, yaitu suatu studi agar memperoleh data dengan cara mengumpulkan data dan mempelajari pengertian, teori-teori serta pendapat ahli tentang segala persoalan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dalam penelitian ini baik dari buku-buku, perpustakaan maupun literatur atau sumber-sumber lainya. Penulis juga melakukan pengujian secara empiris. Pengujian secara empiris yang meliputi pengaruh keefektifan pengendalian internal, ketaatan aturan akuntansi, asimetri informasi, moralitas individu, dan kesesuaian kompensasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Penipuan keuangan ( fraud ) dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan, biasanya dilakukan oleh individu dari dalam perusahaan yang sudah mengetahui dan berpengalaman di bidangnya. Dalam meminimalisir kasus fraud yang ada, Bank Negara Indonesia menerapkan divisi kepatuhan yang di dalamnya terdapat Strategi Anti Fraud (SAF).Kata Kunci : Fraud, Bank Negara Indonesia Wilayah Jakarta, Satuan Anti Fraud (SAF).
Kerjasama Bilateral Indonesia-Tiongkok dalam Diplomasi Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 Ida Susilowati; Anisa Nuryanti Affandi; Cut Jihan Raihana; Elsa Iqlima Az-Zahra
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.31116

Abstract

In 2019, the Covid-19 pandemic emerged and shook the world. The health industry is only one of several that could encounter difficulties if countries don't prepare for them. Countries' diplomatic efforts are counted on to address health issues during a pandemic. In this situation, Indonesian and Chinese officials are working to control disease outbreaks better. During the Covid-19 pandemic, Indonesia and China devised a health diplomacy strategy; this research seeks to outline such a strategy. Specifically, this study employs a qualitative research approach, focusing on descriptive analysis. China's support for the Public Health Cooperation Capacity initiative: Program on Public Health Emergency Preparedness Capacity (ROMPT) in dealing with the Covid-19 pandemic is highlighted, as is China's assistance in the form of medical equipment, cooperation in vaccine diplomacy, service in the state of advanced technology, and scientific research.Keywords: Pandemic Covid-19; Bilateral Cooperation; Health Diplomacy; Indonesia-China. AbstrakPada tahun 2019, pandemi Covid-19 muncul dan mengguncang dunia. Industri kesehatan hanyalah salah satu dari beberapa yang dapat menghadapi kesulitan jika negara tidak mempersiapkannya. Upaya diplomasi negara-negara diperhitungkan untuk mengatasi masalah kesehatan selama pandemi. Dalam situasi ini, pejabat Indonesia dan China bekerja sama untuk mengendalikan wabah penyakit dengan lebih baik. Di masa pandemi Covid-19, Indonesia dan China menyusun strategi diplomasi kesehatan; penelitian ini berusaha untuk menguraikan strategi tersebut. Secara khusus, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan fokus pada analisis deskriptif. Dukungan China terhadap inisiatif Public Health Cooperation Capacity: Program on Public Health Emergency Preparedness Capacity (ROMPT) dalam menghadapi pandemi Covid-19 menjadi sorotan, begitu pula bantuan China berupa peralatan medis, kerja sama diplomasi vaksin, bantuan dalam bentuk teknologi canggih, dan penelitian ilmiah.Kata Kunci: Pandemi Covid-19; Kerjasama Bilateral; Diplomasi Kesehatan; Indonesia- Tiongkok.
Perlunya Reformasi Kultural di Kepolisian Republik Indonesia Ahmad Fityan Abdussalam; Hamidah Abdurrachman; Achmad Irwan Hamzani
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.31111

Abstract

The purpose of this study is the need for cultural reforms to be carried out in the Indonesian National Police (Polri), efforts to reform police culture in the grand design road map for reform of the police bureaucracy, examines policy efforts to revitalize Polri's human resources and the obstacles associated with the Inspector General FS case. This type of research includes library research. While the approach used is a normative approach. This study uses secondary data obtained from laws and regulations, books and scientific journals. The results of this study indicate that the police reform policy in the cultural aspect associated with bureaucratic reform includes: changes in doctrine and main guidelines, formulation of behavioral guidelines; and empowerment of non-commissioned officers and enlisted police officers in Community Police (Polmas) efforts; Quick wins program and revitalization of Polri's human resources. Polri needs to re-inculcate and re-orient the guidelines and principles established by the police both in the education and care of every member of the Polri and for Polri to take concrete steps by creating special instruments other than a code of ethics that regulates the corps mental conduct so that actions "cover up colleagues' mistakes" and "force solidarity" which in turn has an impact on improving the image of the Polri institution in society.Keywords: Cultural reform, Polri, revitalization. AbstrakTujuan penelitian ini adalah perlunya reformasi kultural yang dijalankan di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), upaya reformasi kultural polri dalam road map grand desain reformasi birokrasi polri, mengkaji upaya kebijakan revitalisasi sumber daya manusia polri berserta kendalanya dikaitkan dengan kasus Irjen FS. Jenis penelitian ini termasuk  penelitian pustaka (library research). Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif.  Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan reformasi Polri dalam aspek kultural yang dihubungkan dengan reformasi birokrasi tersebut diantaranya adalah: perubahan doktrin dan pedoman induk, perumusan pedoman perilaku; dan pemberdayaan bintara dan tamtama Polri dalam upaya Polisi Masyarakat (Polmas); Program quick wins dan revitalisasi SDM Polri. Polri perlu menanamkan kembali dan re-orientasi pedoman dan prinsip yang dibentuk oleh kepolisian baik dalam pendidikan dan perawatan setiap insan anggota Polri dan agar Polri membuat langkah konkrit dengan membuat instrument khusus selain kode etik yang mengatur tata perilaku jiwa korsa agar tindakan “menutupi kesalahan sejawat” dan “solidaritas angkatan” yang selanjutnya berdampak pada membaiknya citra institusi Polri di tengah masyarakat.Kata Kunci: Reformasi kultural, Polri, revitalisasi.
Criminal Acts of Hate Speech Through Social Media During the Covid-19 Pandemic Suhendar Suhendar; Nur Rohim Yunus; Annissa Rezki
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.31076

Abstract

The rise of social media has facilitated communication between people, but it has also made it simpler to spread false information, which can lead to hate speech. At the height of the COVID-19 pandemic, all public gatherings were canceled, and people stayed home. Due to the ease with which information may be shared and disseminated and the difficulty in determining the authenticity of user claims, online hate speech is commonplace. The author incorporates legal research methods from qualitative and normative perspectives into this paper. As the results show, social media use has skyrocketed during the COVID-19 pandemic due to government restrictions on activities that can be carried out outside the home. Thus, many people like spending time on social media, and some even deliberately post remarks that amount to hate speech.Keywords: Crime; Hate Speech; Social media Abstrak Maraknya media sosial telah memfasilitasi komunikasi antar manusia, tetapi juga mempermudah penyebaran informasi palsu, yang dapat mengarah pada ujaran kebencian. Pada puncak pandemi COVID-19, semua pertemuan publik dibatalkan, dan orang-orang tetap tinggal di rumah. Karena mudahnya informasi dibagikan dan disebarluaskan serta sulitnya menentukan keaslian klaim yang dibuat oleh pengguna, ujaran kebencian online menjadi hal yang lumrah. Penulis memasukkan metode penelitian hukum baik dari perspektif kualitatif maupun normatif ke dalam makalah ini. Hasilnya, penggunaan media sosial meroket di masa pandemi COVID-19 sebagai akibat dari pembatasan pemerintah terhadap aktivitas yang boleh dilakukan di luar rumah. Sehingga, banyak orang yang suka menghabiskan waktu di media sosial, bahkan ada yang sengaja memposting ucapan yang berbau ujaran kebencian.Kata Kunci: Tindak Pidana; Ujaran Kebencian; Media Sosial
Strategi Pengurus Yayasan Bonavida Singgeura Milir Indramayu Dalam Mengelola Zakat, Infaq Dan Shodaqoh Ahmad Asrof Fitri; Sobirin Sobirin; Budi Santoso
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.31120

Abstract

Zakat memiliki peran yang besar dalam upaya pengentasan kemiskinan. Untuk itu perlu pengelolaan dan manajemen yang baik. Salah satu lembaga non-pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mengelola zakat adalah yayasan. Yayasan tempat peneliti melakukan penelitian bernama Yayasan Bonavida Singgeura Milir Indramayu (YBSMI). Adapun tujuan penulis melakukan penelitian di Yayasan ini adalah guna mengetahui bagaimana strategi pengurus dalam mengelola zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS), termasuk juga apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi pengurus yayasan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian, penulis mendapatkan hasil bahwasanya strategi yang digunakan oleh pengurus yayasan dalam mengelola ZIS yakni dengan melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah atau dari masjid ke masjid. Selain itu juga pengurus memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk sosialisasi berbagai kegiatan yayasan. Adapun yang menjadi faktor pendukung adalah selain kekompakan dari segenap pengurus juga adanya dukungan dari keluarga pengurus seperti istri bahkan anak-anaknya ditambah lagi adanya dukungan dari warga serta instansi pemerintah yang terdekat. Sedangkan faktor penghambat diantaranya adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menyisihkan sebagian hartanya buat anak yatim.Kata kunci: Strategi, Pengurus Yayasan, Mengelola Zakat AbstractZakat has a big role in poverty alleviation efforts. For that we need good management and management. One of the non-governmental institutions that have the authority to manage zakat is the foundation. The foundation where the researcher conducted the research is called the Bonavida Singgeura Milir Indramayu Foundation (YBSMI). The author's goal of conducting research at this foundation is to find out the management's strategy in managing zakat, infaq and shodaqoh (ZIS), including what are the supporting factors and inhibiting factors faced by the foundation's management. To answer these questions, researchers used qualitative research methods with a descriptive approach. Data collection techniques that researchers use are interviews, observation and documentation. After conducting research, the authors found that the strategy used by the foundation's management in managing ZIS was by conducting outreach from house to house or from mosque to mosque. In addition, the management also utilizes social media as a means of socializing various foundation activities. As for the supporting factors, in addition to the cohesiveness of all the management, there is also support from the management's family such as his wife and even his children, plus the support from the residents and the closest government agencies. While the inhibiting factors include the lack of public awareness to set aside part of their wealth for orphans.Keywords: Strategy, Foundation Manager, Managing Zakat
Etika Politik Dalam Pandangan Machievelli dan Al Mawardi Iqbal Maulana Alfiansyah; Sofi Mubarok; Yulia Rimapradesi; Nabila Yasmin Namira; Ida Susilowati
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i1.31115

Abstract

Ethics is usually closely related to the values and norms that exist in a society. In practice, political ethics demands that all claims to the right to organize association be accounted for on basic moral principles. Therefore political ethics seeks to help society to realize the noble state ideology into objective political reality. This study discusses the Machievelli’s view of political ethics and its comparison with the Islamic theory of political ethics. Previous research focused more on understanding political ethics according to Machievelli only and understanding political ethics according to Islam only. While this research will complement the last gap research, namely comparing the understanding of political ethics according to Machievelli and Islam. The authors used a descriptive method with data collection techniques in journals, articles, and other literature in this study. From the perspective of Machievelli, ethics is often considered secondary or not essential. Political ethics cannot be applied in international politics and prioritizes self-interest rather than moral principles. Realizing self-interest by the state is seen as a right, or a duty considered a realist principle. In contrast, Islam views political ethics as a guide that upholds the values of justice and respects human rights to create sustainable peace under religious norms.Keywords: Political Ethics, Machievelli, Al MawardiAbstrakEtika biasanya berhubungan erat dengan nilai dan norma yang ada dalam suatu masyarakat. Dalam praktiknya, etika politik menuntut agar segala klaim atas hak untuk menata masyarakat dipertanggungjawabkan pada prinsip-prinsip moral dasar. Maka dari itu etika politik berusaha membantu masyarakat untuk mewujudkan ideologi negara yang luhur ke dalam realitas politik yang nyata. Penelitian ini membahas tentang pandangan Machievelli terhadap etika politik dan perbandingannya dengan pandangan Islam terhadap etika politik. Dalam penelitian sebelumnya, penelitian lebih terfokus pada pemahaman etika politik menurut Machievelli saja dan pemahaman etika politik menurut Al Mawardi saja. Sedangkan penelitian ini akan melengkapi Gap penelitian sebelumnya, yaitu membandingkan pemahaman etika politik menurut Machievelli dan Al Mawardi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa jurnal- jurnal, artikel-artikel, dan literatur lainnya. Menurut Machievelli, etika adalah hal yang seringkali dianggap sekunder atau tidak pokok. Etika politik tidak dapat diterapkan dalam politik internasional dan mengutamakan kepentingan diri daripada prinsip moral. Mewujudkan kepentingan diri oleh negara dipandang sebagai sebuah hak, atau tugas yang dianggap menjadi prinsip kaum realis. Sementara, Islam memandang bahwa etika politik merupakan prinsip yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan menghormati hak asasi manusia, sehingga tercipta suatu kedamaian yang berkelanjutan dibawah norma-norma agama.Kata Kunci: Etika Politik, Machievelli, Al Mawardi 

Page 2 of 4 | Total Record : 39


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol 10, No 6 (2023) Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 4 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol 9, No 6 (2022) Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 9, No 1 (2022) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue