cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 880 Documents
Energi Terbarukan dan Ekonomi Syariah: Sinergitas Mewujudkan Sustainable Development Azwar Iskandar; Khaerul Aqbar; Sulkifli Herman
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.20347

Abstract

The urgency of the availability of renewable energy, green economy and implementation of Sharia Economy actually has a spirit that is in line with the efforts of the global community in supporting sustainable development. The synergy between Sharia Economy practices in Indonesia and renewable energy programs in order to realize it becomes an inevitability. This research aims to describe the concept of synergy of Sharia Economy practices and renewable energy programs in Indonesia in order to realize sustainable development. This research is qualitative descriptive research through library study methods and content analysis. The results showed that the synergy scheme between renewable energy programs and Islamic economic/financial practices can be done in the form of: (i) sharia financial sector can be an instrument of EBT investment financing; (ii) the utilization of EBT may be a supporter and spearhead of halal industry, such as halal food and beverages, Muslim fashion, halal tourism, pharmaceuticals and halal cosmetics and halal media and recreation; and (iii) in the context of socially religious EBT financing, EBT can be done with the concept of ta'āwun and sedekaj jariah through crowd funding and waqf. In order to optimize the synergy between renewable energy programs and sharia economy, some steps and Quick Wins programs that can be done are: (1) campaigns against the excellence of renewable energy to achieve national energy self-sufficiency; (2) create easy access and attractive financing schemes to support renewable energy; (3) conduct research and publication on renewable energy and potential collaboration with other industries in the halal value chain that can be perceived in Indonesia, especially halal tourism.Keywords: renewable, energy, Islamic, economic, sustainable AbstrakUrgensi ketersediaan energi terbarukan, green economy dan implementasi Ekonomi Syariah sesungguhnya memiliki ruh yang sejalan dengan upaya masyarakat global dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Sinergitas antara praktik Ekonomi Syariah di Indonesia dan program energi terbarukan dalam rangka mewujudkannya menjadi sebuah keniscayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep sinergitas praktik Ekonomi Syariah dan program energi terbarukan di Indonesia dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui metode studi pustaka dan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  skema sinergitas di antara program energi terbarukan dan praktik ekonomi/keuangan Syariah dapat dilakukan dalam bentuk: (i) sektor keuangan Syariah dapat menjadi instrumen pembiayaan investasi EBT; (ii) pemanfaatan EBT dapat menjadi pendukung dan ujung tombak industri halal, seperti makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata halal, farmasi dan kosmetik halal dan media dan rekreasi halal; dan (iii) dalam konteks pembiayaan EBT yang bersifat sosial keagamaan, EBT dapat dilakukan dengan konsep ta’āwun dan sedekah jariah melalui urun dana (crowd funding) dan wakaf. Dalam rangka mengoptimalkan sinergitas antara program energi terbarukan dan ekonomi Syariah, beberapa langkah dan program Quick Wins yang dapat dilakukan adalah: (1) kampanye terhadap keunggulan energi terbarukan untuk mencapai swasembada energi nasional; (2) menciptakan kemudahan akses dan skema pembiayaan yang menarik untuk mendukung energi terbarukan; (3) mengadakan riset dan publikasi mengenai energi terbarukan dan potensi kolaborasi dengan industri lain dalam rantai nilai halal yang dapat diaplikasikan di Indonesia, terutama pariwisata halal. Kata kunci: terbarukan, energi, Islam, ekonomi, sustainable
Optimasi Peran Negara Menghadapi Pandemi Corona Virus Disease 2019 dalam Perspektif Hukum Tata Negara Darurat Rezky Panji Perdana Martua Hasibuan; Anisa Ashari
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i7.15379

Abstract

AbstractCorona Virus Disease 2019 or known as Covid-19 has been declared as a pandemic established by World Health Organization (WHO). In addition to causing health emergencies, the presence of this virus also has implications for several sectors such as finance that have an unstable economy. Based on this the role of the state is needed to ensure its prevention and treatment. Indonesia as a state of law must actually guarantee the certainty and protection of its citizens through the handling set forth in a regulation and the establishment of central and regional synergy. This study will comprehensively examine the situation of the covid-19 pandemic in Indonesia and the role of the state in handling this pandemic both at the central and regional levels, even through handling in the perspective of emergency state law. This research uses a normative juridical research type through the legislation approach and obtained through library research as a reference source. The results of this study are to explain and explain the role and effort of the state in carrying out the handling of a pandemic as a manifestation of the purpose of the state's presence to protect the entire Indonesian nation.Keyword : The Role of the State, Corona Virus Disease 2019, Regulation, Emergency State Law AbstrakCorona Virus Disease 2019 atau dikenal Covid-19 telah dinyatakan sebagai sebuah pandemi yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Selain menimbulkan kedaruratan kesehatan, hadirnya virus ini juga berimplikasi ke beberapa sektor seperti keuangan yang berpangkal pada perekonomian menjadi tidak stabil. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan peran negara untuk menjamin pencegahan dan penanganannya. Indonesia sebagai sebuah negara hukum sejatinya harus menjamin kepastian dan perlindungan warga negaranya melalui penanganan yang tertuang dalam suatu regulasi dan dibentuknya sinergitas pusat dan daerah. Di dalam penelitian ini akan mengkaji secara komprehensif keadaan pandemi covid-19 di Indonesia dan mengenai peran negara dalam melakukan penanganan pandemi ini baik di tingkat pusat maupun daerah bahkan melalui penanganan dalam perspektif hukum tata negara darurat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan melalui pendekatan perundang-undangan dan diperoleh melalui studi kepustakaan sebagai sumber rujukan. Hasil penelitian ini adalah menjelaskan dan memaparkan mengenai peran serta upaya negara dalam  melakukakan penanganan pandemi sebagai bentuk manifestasi tujuan hadirnya negara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia.Kata Kunci : Peran Negara, Corona Virus Disease 2019, Regulasi, Hukum Tata Negara Darurat
Kontribusi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Gerakan Hijab Syar-i Di SMAN 2 Kota Bogor Santi Santi; Syarifah Gustiawati Mukri
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v4i3.10304

Abstract

Abstract: This study aims to determine the role of the teacher of Islamic education in building awareness of the veiled and to determine the extent to which the awareness of schoolgirls in headscarves. This research uses qualitative method with descriptive approach. The subjects in this study were teachers of Islamic religious education, deputy curriculum and students in grade 11 mathematics 2 which amounts to 5 people. Techniques in this research is using interviews, observation, documentation and triangulation. The results of this study are the Role of teachers in the learning of the teacher as mentor, teacher as an example or a role model, teacher as advisor, teacher as coach, teacher as reformer, teacher as mediator and facilitator, the teacher as the evaluator. Keywords: Role of Teachers, The consciousness of the veiledAbstrak:                                                   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru pendidikan agama Islam dalam membangun kesadaran berjilbab dan untuk mengetahui sejauh mana kesadaran siswi dalam berjilbab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.  Subyek dalam penelitian ini adalah guru pendidikan agama Islam, wakasek kurikulum dan siswa kelas 11 mipa 2 yang berjumlah 5 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan triangulasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Peran guru PAI dalam pembelajaran yaitu sebagai guru pembimbing, yangdicontoh atau diteladani, guru sebagai penasehat, guru sebagai pelatih, guru sebagai pembaharu, guru sebagai mediator dan fasilitator, guru sebagai evaluator. Kata kunci: peran guru PAI, kesadaran berjilbab.
Virus Corona Dampak dari Makanan yang Tidak Halal Faiqatul Husna
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i6.15318

Abstract

AbstractAlquran and Hadith have arranged halal and haram food. Obedience not to consume illicit food is believed to contain wisdom and goodness for Muslims. This research will discuss the impact of food that is not halal and have a bad influence on human health and society in general. Referring to the main sources of Islamic law, namely the Koran and Hadith regarding the urgency of halal, haram, and syubhat, and the purpose of prohibiting food. Based on the latest research on forbidden foods found many causes that are indeed unfit for consumption and can endanger human health such as the presence of harmful bacteria in the carcass, dangerous compounds in the blood, parasitic diseases in pigs, organ damage due to consumption of khamr and also the danger of eating prohibited animals by God such as eating bats, snakes, rats impact on the occurrence of a disease outbreak that spread very quickly precisely at the end of 2019 namely COVID-19 or known as the corona virus outbreak. The virus that first spread in the Wuhan region in China has become a global problem for all corners of the world.Keywords: Covid-19, Haram Halal, Food AbstrakAlquran dan Hadis telah mengatur makanan halal dan haram. Mentaati larangan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang haram diyakini mengandung hikmah dan kebaikan bagi umat Islam. Peneliti kali ini akan membahas dampak makanan yang tidak halal dan memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan manusia secara pribadi dan masyarakat secara umum. Merujuk pada sumber utama hukum Islam yakni Alquran dan Hadis mengenai urgensi hukum halal, haram, dan syubhat, serta tujuan diharamkannya makanan. Berdasarkan penelitian terkini pada makanan yang diharamkan ditemukan banyak sebab yang memang tidak layak untuk dikonsumsi dan dapat membahayakan kesehatan manusia seperti adanya bakteri berbahaya pada bangkai, senyawa berbahaya pada darah, penyakit parasit pada babi, kerusakan organ akibat konsumsi khamr dan serta bahaya memakan hewan yang dilarang oleh Allah seperti memakan kelelawar, ular, tikus berimbas pada terjadinya wabah penyakit yang merebak dengan sangat cepat tepatnya akhir tahun 2019 yaitu COVID-19 atau yang dikenal sebagai wabah virus corona. Virus yang pertama kali mewabah dari wilayah Wuhan di China sehingga menjadi permasalahan global bagi seluruh penjuru dunia.Kata kunci: Covid-19, Halal Haram, Makanan
Gaya Kepemimpinan Presiden Joko Widodo Dalam Perspektif Sistem Pertahanan Negara Sebagai Upaya Menghadapi Ancaman Asimetrik Abad 21 Sekar Hapsari
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v5i2.9410

Abstract

Abstract:The national defense system requires systematic management which is required to be able to answer the dynamic challenges of the times. This defense system synergizes military and non-military components with both skill and cultural backgrounds. In the current era of globalization and the advancement of information technology, as well as the interaction between nations and countries that result in the exchange of cultural values, Indonesia needs national leadership who are competent and able to balance the threats facing the country. In the context of Indonesia-ness, this country needs national leadership that is able to bring the nation and state to national goals. With proportional defense policies taken by current state leaders, and the leadership style inherent in the leader, it is expected to be able to prioritize deliberation and participatory policies in Indonesia, so as to be able to provide Defense operations that are universal by involving all elements owned by the Indonesian nation. Indonesia needs leaders who have the ability to multi-skills and good communication skills in transforming policies that can accommodate diversity in managing the national defense system. Thus this paper tries to explain based on the consideration of various developments in the strategic situation. The state needs national leadership that is able to bring Indonesia through all forms of threats of interference, obstacles and challenges in delivering the Indonesian people and nation to enter a just and prosperous global era in the unity of the sovereignty of the Republic of Indonesia.Keywords: National Defense, Strategic Leadership, Leadership Style, Asymmetric Threats. Abstrak: Sistem pertahanan negara memerlukan pengelolaan sistematis yang diisyaratkan mampu  menjawab tantangan dinamis zaman. Sistem pertahanan ini mensinergiskan komponen militer dan non militer dengan latar belakang skill maupun kultural. Di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi saat ini, serta interaksi antar bangsa dan negara yang menghasilkan pertukaran nilai-nilai budaya, Indonesia memerlukan kepemimpinan nasional yang kompeten dan mampu mengimbangi ancaman yang dihadapi negara. Dalam konteks keindonesiaan, negara ini membutuhkan kepemimpinan nasional yang mampu membawa bangsa dan negara kepada tujuan nasional. Dengan proposional kebijakan pertahanan yang diambil pemimpin negara saat ini, dan gaya kepemimpinan yang melekat pada diri pemimpin diharapkan mampu mengedepankan musyawarah dan partisipatif  dalam kebijakan  Pertahanan Indonesia, sehingga mampu memberikan operasional Pertahanan yang bersifat semesta dengan melibatkan seluruh elemen yang dimiliki bangsa Indonesia. Indonesia memerlukan pemimpin yang memiliki kemampuan multi skill dan kemampuan komunikasi yang baik dalam mentransformasikan kebijakan yang dapat mengakomodir keberagaman dalam mengelola sistem pertahanan negara. Dengan demikian tulisan ini mencoba menjelaskan berdasar atas pertimbangan berbagai perkembangan situasi strategis. Negara membutuhkan  kepemimpinaan nasional yang mampu membawa Indonesia melalui segala bentuk ancaman  gangguan, hambatan dan tantangan dalam menghantarkan masyarakat dan bangsa Indonesia untuk memasuki era global yang adil dan makmur dalam kesatuan kedaulatan Negara Kesatuan republik Indonesia.Kata Kunci: Pertahanan Negara, Kepemimpinan Stratejik, Gaya Kepemimpinan, Ancaman asimetrik.
Kebijakan Nabi Muhammad Saw Menangani Wabah Penyakit Menular dan Implementasinya dalam Konteks Penanggulangan Coronavirus Covid-19 Mukharom Mukharom; Havis Aravik
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i3.15096

Abstract

AbstractThis study discusses the corona virus that occurred in parts of the world, including Indonesia to find solutions in the form of policies issued by the government, with reference to events in the time of the Prophet Muhammad, including his policy in dealing with outbreaks in the masses, this research is descriptive qualitative using primary and secondary data related to the history of the Prophet Muhammad in solving infectious disease cases. The results of this study indicate that the corona virus outbreak was not much different from the conditions in the mass of the Prophet Muhammad, by the presence of the bubonic plague and leprosy at that time. The policy is to quarantine the area both inside and outside the area, so it does not spread. In the current context, related to Covid 19 cases, lockdown or social distance solutions, including finding the anti-virus immediately, so that it can treat and stop its spread. Keywords: Policy, Viruses, Corona, Lockdown. Social distance. Abstrak Penelitian ini membahas tentang Virus corona yang terjadi di belahan dunia, termasuk Indonesia untuk menemukan solusi dalam bentuk kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, dengan merujuk pada kejadian di masa Rasulullah Muhammad, termasuk kebijakannya dalam mengatasi wabah pada massa itu, penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder yang berhubungan dengan sejarah Nabi Muhammad dalam menyelesaikan kasus penyakit menular. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa wabah virus corona tidak jauh beda dengan kondisi di massa Rasulullah Muhammad Saw, dengan adanya wabah pes dan lepra pada saat itu. Kebijakannya adalah melakukan karantina wilayah baik ke dalam maupun keluar wilayah, sehingga tidak menyebar. Dalam konteks saat ini, terkait kasus covid 19, lokckdown atau social distance solusinya, termasuk segera menemukan anti virusnya, sehingga dapat mengobati dan menghentikan penyebarannya.Kata Kunci: Kebijakan, Virus, Corona, Lockdown. Social distance.
Analisis Keefektivitasan Pemanfaatan E-Learning Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Masa Pandemi Corona (Covid-19) Yeni Yuliana
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i10.17371

Abstract

Abstract The internet can be made as a way to transfer knowledge from lecturers to students, while Learning that utilizes the internet is one of the E-Learning Learning media. E-learning is distance learning that utilizes computer technology or computer networks or the Internet E-learning, so that it can enable the learning process through computers in their respective places without having to physically go to attend classes or lectures in class, Systems e-learning learning is a new way of teaching and learning. E-learning as a special learning media PAI courses provide a very important role and a large function in the course because so far there are many shortcomings and weaknesses such as the limitations of space and time in the teaching and learning process through E-learning which prioritizes the efficiency of learning so students get full teaching even though they do not have to be face to face, can also be accessed anywhere, anytime, according to the assignments given by the lecturer usually scheduled with a specified deadline. The development of education towards e-learning is a must so that the quality standards of education can be improved, E-learning is one of the uses of internet technology in the delivery of learning and its broad reach. E-learning can also be an answer to a health problem that is Pandemic Corona (Covid-19) which is very influential also in every aspect of life, especially in education.Keywords: Effectiveness, Utilization, Islamic Religious Education, E-Learning, Covid 19. Abstrak Internet dapat dijadikan cara untuk mentransfer ilmu pengetahuan dari Dosen kepada mahasiswa/mahasiswi. Adapun Pembelajaran yang memanfaatkan internet salah satunya adalah media pembelajaran E-Learning. E-learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang memanfaatkan  teknologi komputer atau jaringan komputer atau internet E-learning, sehingga dapat  memungkinkan proses pembelajaran melalui komputer di tempat mereka  masing– masing tanpa harus secara fisik  pergi  mengikuti pelajaran atau pun  perkuliahan di kelas,  Sistem pembelajaran e-learning adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning  sebagai   media pembelajaran khususnya mata kuliah PAI memberikan  peran   sangat   penting  dan fungsi yang besar pada mata kuliah tersebut karena selama  ini terdapat banyak  kekurangan  dan kelemahan seperti keterbatasan ruang dan waktu dalam  proses belajar  mengajar melalui E-learning yang  mengedepankan keefisienan dalam belajar sehingga  mahasiswa mendapat pengajaran yang penuh meski tidak harus bertatap muka, juga bisa di akses di mana saja, kapan saja,  sesuai dengan tugas yang diberikan oleh dosen biasanya terjadwal dengan  batas  waktu  yang  di tentukan. Pengembangan  pendidikan menuju e-learning merupakan suatu keharusan agar standar mutu pendidikan dapat ditingkatkan,  E-learning merupakan salah satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian  pembelajaran  serta  jangkauannya yang luas. E-learning  juga dapat menjadi jawaban dari suatu permasalahan kesehatan yaitu Pandemi Corona (Covid-19) ini yang sangat berpengaruh juga pada setiap aspek kehidupan terutama bidang pendidikan.Kata kunci  :  Keefektifitas, Pemanfaatan, Pendidikan Agama Islam,  E-Learning, Covid 19.  
Analisis Kejahatan Terorisme Berkedok Agama Agus Handoko
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i2.11041

Abstract

Abstract:The term Terrorism surfaced in various parts of the world, both in European countries, the Middle East and even Asia, including Indonesia. Due to the emergence of every violence and destruction in every place with the loss of not only property and even human lives. The nickname of the Terrorists has always been addressed to certain groups who echoed jihad, and the events of terrorism which were of concern to the world at the time of the occurrence of an event the United States WTC (World Trade Center) Tower was bombed and destroyed on 11 September 2001. From the tragedy that eliminated thousands of human lives, the war on global terrorism (global war on terrorism) was officially proclaimed by Western countries. So that the study of terrorism invites the attention of various groups, both academics and agencies or national and international institutions by examining various aspects, namely through aspects of theology, ideology, and movements and networks. Until now terrorism has become a threat to the security and security of the country and also frightened the public. This paper will examine the growth of terrorism both inside and outside Indonesia which will elaborate terrorism in the name of religion.Keywords: Terrorism, Religious, Crime Abstrak.Istilah Terorisme mengemuka di berbagai belahan dunia, baik di negara-negara Eropa, Timur Tengah bahkan Asia termasuk Indonesia. Dikarenakan munculnya setiap kekerasan maupun kehancuran di setiap tempat dengan adanya kerugian tidak saja harta benda bahkan nyawa manusia. Julukan Teroris selalu dialamatkan pada kelompok tertentu yang mengumandangkan jihad, dan peristiwa terorisme yang menjadi perhatian dunia pada saat terjadinya suatu peristiwa Menara Kembar WTC (World Trade Center) milik Amerika Serikat dibom dan hancur pada tanggal 11 September 2001 lalu. Dari tragedi yang menghilangkan ribuan nyawa manusia, perang melawan terorisme global (global war on terrorism) resmi dikumandangkan oleh negara-negara Barat. Sehingga kajian mengenai terorisme mengundang perhatian berbagai kalangan, baik akademisi maupun instansi atau lembaga nasional maupun internasional dengan mengkaji dari berbagai macam aspek, yaitu melalui aspek Teologi, Ideologi, maupun gerakan-gerakan dan jaringannya. Sampai saat ini terorisme menjadi ancaman terhadap ketahanan dan keamanan negara dan juga membuat ketakutan di kalangan masyarakat. Makalah ini akan mengkaji seputar tumbuhnya terorisme baik di luar maupun dalam negeri Indonesia yang akan mengelaborasi terorisme atas nama keagamaan.Kata Kunci: Terorisme, Keagamaan, Kejahatan
Cognitive Dissonance in Health-Seeking Behavior of People in Indonesia to Prevent Covid-19 Firda Ayu Kusuma Dewi Subagyo; Irwansyah Irwansyah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i1.18692

Abstract

During the Covid-19 pandemic, many people experience cognitive dissonance, including in the process of seeking health. In the Covid-19 pandemic, people have to deal with various kinds of information, thoughts, and beliefs about Covid-19. Having a relevant but inconsistent cognition can create psychological discomfort or dissonance. The feeling of discomfort has made people try to seek health. Indonesian people’s health-seeking behavior is unique because of certain beliefs, information, perceptions, cultures, and unique environments in Indonesia. So, this study aims to analyze the cognitive dissonance process that occurs in Indonesian people's health-seeking behavior in the Covid-19 pandemic. This study is a literature study. We use secondary data of literary works, scientific journals, books, articles in the mass media, and statistical data as study objects. The results of this study indicate that the cognitive dissonance theory can be applied to answer the health-seeking behavior of Indonesian people in the Covid-19 pandemic. Many people in Indonesia choose traditional medicine to prevent Covid-19 because it is believed to be a natural treatment, has empirical evidence, and is easy to do independently. Many people in Indonesia choose traditional medicine because it is influenced by hereditary beliefs, culture, and also the variety of information they hold.
Islam Nusantara dan Gagasan Membumikan Islam; Respon Atas Perubahan Sosial dan Kebhinnekaan Muhamad bin Abdullah Alhadi; Najwaa Chadeeja Alhady
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i2.14881

Abstract

AbstractCommunity in various activities will bring social change, then every social change generally causes changes in system and legal values. Islam came and responded to these changes, opening widely the possibility of reforming Islamic teachings or Islamic law in accordance with the conditions and needs of the people. Ijtihad conception in Islamic teachings has formulas and rules that have been established, which are intended to create the welfare of the people and the awareness from new influences coming from outside of Islam --especially social change and diversity. This paper not only reveals the Islamic response in general, but also discusses the role of Indonesian Muslim scholars in responding to these changes and diversity.Keyword: Islam nusantara, social change, diversity AbstrakMasyarakat dengan berbagai keragaman aktifitas yang dilakukan akan membawa perubahan sosial, dan setiap perubahan sosial pada umumnya menyebabkan perubahan nilai sistem dan hukum. Islam datang dan memberikan respon perubahan-perubahan tersebut, membuka secara luas kemungkinan untuk mereformasi ajaran Islam atau hukum Islam sesuai dengan kondisi dan kebutuhan umat. Pembaruan pemikiran (ijtihad) dalam ajaran Islam memiliki rumusan dan aturan yang telah ditetapkan, yang dimaksudkan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat dan kesadaran akan pengaruh baru yang datang dari luar Islam --terutama perubahan sosial dan sikap atas keberagaman. Tulisan ini tidak hanya mengungkapkan respons Islam secara umum, namun juga mendiskusikan peran cendikiawan Muslim di Indonesia dalam menanggapi perubahan dan kebhinnekaan tersebut.Kata Kunci: Islam Nusantara, Perubahan Sosial, Kebhinnekaan

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol 10, No 6 (2023) Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 1 (2023) Vol 9, No 6 (2022) Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 1 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021) Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue