cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 880 Documents
Hakekat dan Batasan-Batasan Gharar Dalam Transaksi Maliyah Muh Fudhail Rahman
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v5i3.9799

Abstract

Abstract:Gharar is an important term in muamalat business practices. As Imam Nawawi stated when commenting on the hadith of Imam Muslim about the prohibition on gharar buying and selling, that the prohibition on gharar buying and selling is something very urgent in the discussion points about buying and selling. Generally, the problem of prohibited buying and selling is caused by containing gharar. The practice of business transactions that once existed in the early days of Islam returned again in the present. Basically, the forms and patterns in buying and selling practices that are oriented to profit both individually and collectively up to various fraudulent practices and detrimental to other parties is the repetition of the band of history. In this paper, try to describe the nature of the theory of buying and selling gharar.Keywords: Gharar, Buy and Sell, Muamalat Abstrak:Gharar menjadi satu term larangan penting dalam praktek bisnis muamalat. Sebagaimana yang diutarakan oleh Imam Nawawi ketika berkomentar atas hadis riwayat Imam Muslim tentang larangan jual beli gharar, bahwa larangan pada jual beli gharar adalah sesuatu yang sangat urgen dalam pokok-pokok pembahasan tentang jual beli. Umumnya problematika jual beli yang terlarang disebabkan karena mengandung gharar. Praktek transaksi bisnis yang pernah ada di masa awal-awal Islam kembali berulang pada masa sekarang. Secara mendasar bentuk dan pola dalam praktek jual beli yang berorientasi untuk mencari untung baik secara individu maupun kolektif hingga ke berbagai praktek culas dan merugikan pihak lain adalah pengulangan kembali pita sejarah. Pada tulisan ini, mencoba mendeskripsikan tentang teori hakekat jual beli gharar.Kata Kunci: Gharar, Jual Beli, Muamalat
Performance Analysis of Asset BMN Managers At The Head Office Ministry of Health os The Republic of Indonesia Parikesit Mardianto
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i1.17685

Abstract

The management of assets BMN is a very important part of state finances (Law no.17 / 2003. The phenomenon shows the tendency that the quality of the performance of BMN asset managers in the office Ministry of Health Republic of Indonesia is strongly influenced by its human resources, so it is interesting to study more deeply, the extent of its influence. The aim of this research is to find out and analyze the effect of human resources competence, financial compensation and asset management on the performance of BMN asset managers at the Head Office of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. The sample of this research is the 120 BMN Asset Managers. While the data analysis uses PLS (Partial Least Square). The results showed that the acquisition of pvalues of 0.105> 0.05, it can be seen that the Human Resource competency variable does not have significant effect to the performance of BMN asset managers at the Ministry of Health Headquarters. Thus even though the asset manager has good Human Resource competencies, it has no significant effect or only has a small effect on improving the performance of the asset manager.The variable of financial compensation gets pvalues of 0.121> 0.05, so it can be seen that the variable of financial compensation does not have no significant effect the performance of BMN asset managers at the Ministry of Health Headquarters. Thus even though the asset manager is given a large and adequate financial compensation, it has no significant effect or only has a small effect on improving the performance of the asset manager. Asset management variable has a value of 0.023 <0.05, it can be seen that the asset management variable has a significant effect on the performance of BMN asset managers at the Ministry of Health Headquarters. Thus this value indicates that the better the implementation of asset management felt by the asset manager, the better the performance of the asset manager will be.Keywords: Human Resources Competency, Financial Compensation, Asset Management and Performance Abstrak:Pengelolaan aset BMN merupakan bagian yang sangat penting dalam keuangan negara (UU No.17 / 2003). Fenomena tersebut menunjukkan kecenderungan bahwa kualitas kinerja asset manager BMN di kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sangat dipengaruhi oleh sumber daya manusianya, sehingga menarik untuk dikaji lebih dalam, sejauh mana pengaruhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi sumber daya manusia, kompensasi finansial dan manajemen aset terhadap kinerja pengelola aset BMN di Kantor Pusat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sampel dari penelitian ini adalah 120 Asset Manager BMN. Sedangkan analisis datanya menggunakan PLS (Partial Least Square). Hasil penelitian menunjukkan perolehan pvalues sebesar 0,105> 0,05 terlihat bahwa variabel kompetensi Sumber Daya Manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja asset manager BMN di Kantor Pusat Kementerian Kesehatan. Dengan demikian meskipun Manajer Aset memiliki kompetensi Sumber Daya Manusia yang baik, namun tidak berpengaruh signifikan atau hanya berpengaruh kecil terhadap peningkatan kinerja manajer aset. Variabel kompensasi finansial mendapatkan nilai p 0,121> 0,05, sehingga dapat diketahui bahwa variabel kompensasi finansial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pengelola aset BMN di Kantor Pusat Kementerian Kesehatan. Dengan demikian meskipun pengelola aset diberikan kompensasi finansial yang besar dan memadai, namun tidak berpengaruh signifikan atau hanya berpengaruh kecil terhadap peningkatan kinerja pengelola aset. Variabel manajemen aset memiliki nilai 0,023 <0,05, terlihat bahwa variabel manajemen aset berpengaruh signifikan terhadap kinerja pengelola aset BMN di Kantor Pusat Kementerian Kesehatan. Dengan demikian nilai tersebut menunjukkan bahwa semakin baik implementasi manajemen aset yang dirasakan oleh pengelola aset maka akan semakin baik pula kinerja pengelola aset tersebut.Kata Kunci: Kompetensi Sumber Daya Manusia, Kompensasi Finansial, Manajemen Aset dan Kinerja
Hubungan Filsafat dan Agama Dalam Perspektif Ibnu Rusyd Sahilah Masarur Fatimah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i1.13787

Abstract

AbstractThis article was written aimed at discussing the relationship between philosophy and religion in the view of Ibn Rushd. In the historical development between philosophy and religion this has become something that is debated by some experts. There are some experts who argue that philosophy and religion are different things and cannot be united, and there are also those who argue that philosophy and religion are things that have a relationship. In this connection, Ibn Rushd, a great philosopher tried to link or connect between philosophy and religion. In the thought of Ibn Rushd, he assured that between philosophy and religion are interrelated. Philosophy itself tries to uncover a truth, so with religion that is trying to express a truth so that the two cannot be separated or interrelated. He also poured this in a book called fashl al-maqal wa taqrir ma bain al-hikmah wa al-sharia min al-ittishal.Keywords: Philosophy, religion, Ibn Rusyd. AbstrakArtikel ini ditulis bertujuan untuk membahas mengenai hubungan antara filsafat dengan agama dalam pandangan Ibnu Rusyd. Dalam perkembangan sejarah antara filsafat dan agama hal ini telah menjadi sesuatu yang diperdebatkan oleh beberapa ahli. Ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa filsafat dan agama merupakan suata hal yang berbeda dan tidak dapat disatukan, dan juga ada yang berpendapat bahwa filsafat dan agama merupakan hal yang memiliki hubungan kertekaitan.  Dalam kaitannya, Ibnu Rusyd seorang filosofis besar berusaha untuk mengkaitkan atau menghubungkan antara filsafat dan agama. Dalam pemikiran Ibnu Rusyd beliau meyakinkan bahwa antara filsafat dan agama merupakan hal yang saling berkaitan. Filsafat sendiri berusaha untuk mengungkap suatu kebenaran, demikian dengan agama yaitu berusaha untuk mengungkapkan suatu kebeneran sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan atau saling berkaitan. Hal ini pula telah beliau tuangkan dalam buku yang berjudul fashl al-maqal wa taqrir ma bain al-hikmah wa al-syariah min al-ittishal.Kata kunci : Filsafat, agama, ibnu rusyd.
Peran Badan Wakaf Indonesia Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Mohamad Hendrik; Mufidah Mufidah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 5 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i5.20830

Abstract

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf membangun paradigma baru tentang tata kelola Wakaf di Indonesia. Wakaf yang semula dikelola dengan cara sederhana dan kekeluargaan karena merupakan ajaran dalam hukum Islam yang tumbuh menjadi bagian dari tradisi yang hidup dalam masyarakat, kini bertransformasi dalam bentuk tata kelola lembaga, yang memiliki kredibelitas, profesionalitas dan efesien. Tata kelola Wakaf melalui badan Wakaf terbukti secara efesien meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan melalui tata kelola instrumen pengelolaan Wakaf tidak hanya sebagaimana tujuan peningkatan dana abadi, lebih dari itu Wakaf kini dapat dijadikan sebagai sumber kekuatan pemberdayaan perekonomian yang potensial untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Hal ini tidak terlepas dari peran Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf yang membangun Wakaf di Indonesia lebih profesional dan lebih bermanfaat. Untuk mengkaji Wakaf leih dalam lagi Penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut, 1. Apa peranan Badan Wakaf Indonesia terhadap pelaksanaan Wakaf di Indonesia? Dan 2. Bagaimana sistem pengelolaan Wakaf sebelum dan sesuadah Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf?, adapun tujuan penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui peran Badan Wakaf Indonesia terhadap pelaksanaan Wakaf di Indonesia dan 2. Untuk mengetahui sistem pengelolaan Wakaf sebelum dan sesudah adanya Undang-Undang  Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Dalam melakukan penelitian, Peneliti memilih metode library research (Penelitian Kepustakaan) dengan pendekatan yuridis normatif dan historis. Menggunakan sumber hukum primer peraturan perundang-undangan  Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf  diperkuat dengan sumber hukum sekunder dari buku, jurnal hukum dan internet serta doktrin-doktrin hukum, penelitian ini disajikan dengan tekhnik deskriptif analitis, yakni menyajikan dengan cara menganalisa. Dari penelitian ini, Penulis menyimpulkan sebagai berikut 1. Bahwa  Badan Wakaf Indonesia memiliki peranan dalam membangun tata kelola pelaksanaan Wakaf di Indonesia baik dalam menyelenggarakan administrasi maupun pengelolaan secara nasional yakni membina para nazhir 2. Bahwa sistem pengelolaan Wakaf memiliki perbedaan yang sangat signifikan antara sebelum dan sesudah diterbitkan Undang-Undang  Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, untuk itu Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun tata kelola Wakaf lebih baik.Kata Kunci : Wakaf, Badan Wakaf Indonesia, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf
Kedudukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 Perspektif Ilmu Perundang-Undangan Tigor Einstein; Muhammad Ishar Helmi; Ahmad Ramzy
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i7.15826

Abstract

AbstractThe Covid-19 case puts the world in a state of turmoil, uncertainty, complexity and uncertainty, making problems, challenges, and even threats of the Indonesian nation and state increasingly large and complex. Entering 2020, the entire world including Indonesia is threatened by the outbreak of the spread of Covid-19. As a result of Covid-19, all lives of the Indonesian people, including economic life, are threatened. To remedy this situation, the President established a policy in the form of Government Regulation in Lieu of Law Number 1 Year 2020 concerning State Financial Policy and Financial System Stability for Handling Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) and / or In Order to Face Threats that Endanger the National Economy and / or Financial System Stability. This government policy did not go smoothly, but received a lot of criticism from various parties.Keywords: Perppu, legislation AbstrakKasus Covid-19 menjadikan dunia berada dalam keadaan yang bergejolak (Volatility), tidak pasti (Uncertainity), kompleks (Complexity), dan tidak jelas (Ambiguity) membuat persoalan, tantangan, bahkan ancaman bangsa dan negara Indonesia bertambah besar dan kompleks. Memasuki tahun 2020, seluruh dunia termasuk Indonesia terancam dengan merebaknya penyebaran Covid-19.  Akibat Covid-19 ini, segala kehidupan bangsa Indonesia, termasuk kehidupan ekonomi menjadi terancam. Untuk memperbaiki keadaan tersebut, Presiden menetapkan kebijakan berupa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan. Kebijakan pemerintah ini tidaklah berjalan mulus begitu saja, melainkan mendapat banyak kritik dari berbagai pihak.Kata Kunci: Perppu, Perudang-undangan
Perspektif Ibnu Khaldun Tentang Perubahan Sosial Abbas Sofwan Matlail Fajar
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i1.10460

Abstract

Abstract.According to Ibn Khaldun, the paradigm of social change starts from people who have been forged with a hard life, poverty and full of struggle. Nomadic society (badawah, badui, wanderer, rural, village) is the initial social organization. They are sufficient to fulfill their primary needs. If these basic needs have been met, then they seek luxury, live well. Then there is urbanization (civilization), urbanization. Ethically the nomadic group is bolder, better than the city population. Urban social conditions form a tendency to act corruptly. From an ethical perspective, the process of urbanization is degradative. The desire to live with prosperity and be free from the hardships of life coupled with ‘Ashabiyyah among them makes them strive to realize their dreams with a hard struggle. The dream that was achieved then gave rise to a new civilization. The emergence of this new civilization is also usually followed by the decline of another civilization. These stages are then repeated again, and so on until this theory is known as the Cycle Theory.Keywords: Social Change, Ibn Khaldun, Society AbstrakMenurut Ibn Khaldun, paradigma perubahan sosial dimulai dari masyarakat yang telah ditempa dengan kehidupan keras, kemiskinan dan penuh perjuangan. Masyarakat nomadik (badawah, badui, pengembara, rural, desa) adalah organisasi sosial awal. Mereka mencukupkan diri memenuhi kebutuhan primer mereka. Jika kebutuhan mendasar ini sudah terpenuhi, barulah mereka mencari kemewahan, hidup enak. Kemudian berlangsunglah urbanisasi (tamadun), peng-kotaan. Secara etis golongan pengembara lebih berani, lebih baik dibandingkan penduduk kota. Kondisi sosial perkotaan membentuk kecenderungan untuk bertindak korup. Dari sisi etis, proses urbanisasi adalah degradatif. Keinginan hidup dengan makmur dan terbebas dari kesusahan hidup ditambah dengan ‘Ashabiyyah di antara mereka membuat mereka berusaha keras untuk mewujudkan cita-cita mereka dengan perjuangan yang keras. Impian yang tercapai kemudian memunculkan sebuah peradaban baru. Kemunculan peradaban baru ini pula biasanya diikuti dengan kemunduran suatu peradaban lain. Tahapan-tahapan tersebut kemudian terulang lagi, dan begitulah seterusnya hingga teori ini dikenal dengan Teori Siklus.Kata Kunci: Perubahan Sosial, Ibn Khaldun, Masyarakat
Kompetensi Dan Kedudukan Janji Bagi Pemimpin Publik Dalam Prespektif Hukum Islam M Asrorun Niam Sholeh
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i2.19641

Abstract

Public leaders in practice often make political promises and it is not uncommon for these promises to come without a realization. Promises without realization often cause problems both philosophically, juridically, and sociologically. Philosophically, it will injure the existence that all promises must be kept. In practice, the promises of leaders and future leaders take many forms when it comes to the perspective of Islamic law. The perspective of jumhur Fuqaha states that keeping promises is impossible and breaking the law is makruh. The Qoidah is a public leader who break their promises are included in the category of sinful leaders (fasiq), this simultaneously impacts that the level of the leader's wickedness will affect the level of people's obedience to him. This research aims to describe the position of promises given by public dreamers to society from an Islamic perspective. The results of this study explain that leaders often give promises that are limited to commitments and leaders should not break promises because the law is haram and promises are a debt that must be paid.Keywords: Promise; Leader; Political Abstrak: Pemimpin publik dalam praktiknya sering kali memberikan janji politik dan tidak jarang janji tersebut hadir tanpa sebuah realisasi. Janji tanpa realisasi sering kali menimbulkan problematika baik secara filosofis, yuridis maupun sosiologis. Secara filosofis hal tersebut akan menciderai eksistensi bahwa semua janji pada hakikatnya harus ditepati. Dalam praktiknya, janji-janji pemimpin dan calon pemimpin mengambil banyak ragam jika dikaitkan dengan perspektif hukum Islam. Dalam perspektif jumhur Fuqaha menyatakan bahwa menepati janji itu mustahab dan mengingkarinya hukumnya makruh. Kaidaahnya pemimpin publik yang ingkar janji termasuk kategori pemimpin yang berdosa (fasiq). Hal ini secara simultan berdampak bahwa dari kadar kefasikan pemimpin akan mempengaruhi kadar ketaaatan rakyat kepadanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan kedudukan atas janji yang diberikan oleh pemimpin publik kepada masyarakat dalam perspektif Islam. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pemimpin sering memberikan janji yang sebatas komitmen dan pemimpin tidak boleh mengingkari janji karena hukumnya haram dan janji adalah sebuah hutang yang harus dibayar.Kata Kunci: Janji; Pemimpin; Politik
Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Dengan Corporate Social Responsibility sebagai Variabel Moderating Senja Nuansari; Ni Putu Eka Widiastuti; Sri Mulyantini
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 4 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i4.15068

Abstract

AbstractThe role of Corporate Social Responsibility (CSR) as a moderating variable in the effect of profitability, leverage, and size of the company, on the company values listed on the Stock Exchange from 2015 through 2018 is examined in this study. The target population consists of 96 companies and 51 of them are considered as the sample according to a pool sampling method. Moderate Regression Analysis (MRA) is considered as the main method to identify and describe the relationship between the variables. These results reveal that profitability and the size of a firm have a positive and significant impact on corporate value. On the other hand, leverage was found to have an insignificant effect on corporate value. Besides, CSR show to moderate the effect of probability, leverage, and size of the firm, on the value of the company.Keywords: CSR, Corporate Value, Profitability, Leverage, and size of a firm Abstrak Peran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai variabel moderat memberikan efek profitabilitas, leverage, dan ukuran pada nilai perusahaan yang tercantum di BEI periode 2015-2018 dalam penelitian ini. Dari populasi 96 perusahaan dan dipilih 51 sebagai sampel sesuai dengan metode pool sampling. Moderat regresi analisis (MRA) dianggap sebagai metode utama untuk mengidentifikasi dan menggambarkan hubungan antara variabel. Hasil ini mengungkapkan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan memiliki dampak positif dan signifikan pada nilai perusahaan. Di sisi lain leverage ditemukan memiliki efek yang tidak signifikan dari nilai perusahaan. Selain itu, CSR menunjukkan dapat memoderasi probabilitas, leverage dan ukuran perusahaan, pada nilai perusahaan.Kata Kunci: CSR, nilai perusahaan, profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan
Land Conservation and Pest Management of Agriculture Perspective Islamic Religion Gunawan Ikhtiono; Bahagia Bahagia; Rimun Wibowo; Fachruddin Majeri Mangunjaya
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 11 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i11.17776

Abstract

Abstract The aim of this research will investigate numerous aspects including agriculture sustainability from an Islamic perspective. The method used is a literature review with descriptive analysis. The result is Islam has several actions to reach farming base on the environment such as the barring of killing some of the animals comprise frog, eagle, bee, and other animal which is valuable for creating ecosystem balance. The action is integrating pest mitigation by way of using nature power to decline the population of insect attacks. The other is to rekindle of land is the most imperative action to assert sustainable agriculture. Lands must be cultivated as people mandatory to God’s but don’t create killing and vanishing of an animal which bolster soil fertility. For this, the land has to preserve through organic manure to attaint Ihya-Almawat or planting land without ravage soil. The impact is climate change can be encouraged. Then, people who cultivate seed or plant to land, the person will receive a reward from God. While planting plant produces alms as capital for a person when they confront God’s. As result, the people on earth obtain some merits such as people get oxygen, shading, habitat for the animal, and save a life from the unpredicted climate.Keywords: Agriculture, Climate, Environment, Islam Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai aspek termasuk pertanian berkelanjutan dalam perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan literature review dengan descriptif analisis. Ada beberapa hasil dari penelitian ini yaitu ajaran Islam memiliki beberapa tindakan untuk mencapai pertanian ramah alam mulai dari larangan membunuh katak, elang, dan lebah untuk menciptakan keseimbangan ekosistem. Warisan ajaran ini mengintegrasikan pengendalian hama dengan kekuatan alam. Warisan jaran yang lain yaitu menghidupkan lahan agar lahan tetap produktif dan berkelanjutan. Tanah harus diolah sebagai namun tidak menciptakan pembunuhan dan pemusnahan hewan yang menyebabkan tanah menjadi gersang. Untuk itu, tanah harus diawetkan melalui pupuk organik untuk mencapai Ihya-Almawat atau tanah tanam tanpa merusak tanah. Kemudian, orang yang membudidayakan tanaman akan menerima pahala berupa sedekah. Terdapat beberapa sedekah seperti makhluk hidup mendapatkan oksigen, bisa berteduh, menjadi habitat hewan, dan menyelamatkan kehidupan dari iklim yang tidak terduga.Keywords: Pertanian, Iklim, Lingkungan, Warisan Islam
Akibat Hukum Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Karena Adanya Gugatan Terkait Dokumen Palsu dan Keterangan Palsu Dalam Pembuatan Akta Lysanza Salawati; Abdul Manan; Dhody A.R Widjajaatmadja
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i3.25884

Abstract

A Land Deed Registrar (PPAT) is only authorized to check the formal correctness of the identity of the parties such as the Identity Card (KTP) and the legal basis for the actions of the parties. They are not required to check the material truth of the identities of the parties because in the deed they made, the PPAT only included the information or the wishes of the parties presented to them. The method used in this research is the normative legal research method or the library legal research method, which is the method or method used in legal research which is carried out by reviewing materials derived from the literature supported by empirical data through interviews with relevant practitioners. This study uses the juridical-normative method, namely examining legal rules or regulations as a building system related to a legal event. The results of the study state that in practice, although the introduction is mandatory, there are still many legal problems with PPAT deeds caused by identities such as fake Identity Cards (KTP), fake signatures, documents, letters or false statements which then cause harm to other parties.Keywords: Legal Consequences; Land Titles Registrar; sue AbstrakSeorang Pejabat Pencatat  Akta Tanah (PPAT) hanya berwenang memeriksa kebenaran formil dari identitas para pihak seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan dasar hukum tindakan para pihak. Mereka tidak diharuskan untuk memeriksa kebenaran materiil dari identitas para pihak karena dalam akta yang dibuatnya, PPAT hanya memasukkan keterangan atau kehendak para penghadap yang disampaikan kepadanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif atau metode penelitian hukum kepustakaan adalah metode atau cara yang dipergunakan di dalam penelitian hukum yang dilakukan dengan cara mengkaji bahan-bahan yang berasal dari literature yang didukung dengan data empiris melalui wawancara dari praktisi yang terkait. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif yaitu meneliti kaidah atau peraturan hukum sebagai suatu bangunan sistem yang terkait dengan suatu peristiwa hukum. Hasil penelitian menyatakan bahwa pada praktiknya meskipun pengenalan wajib dilakukan, namun masih terdapat banyak permasalahan hukum akta PPAT yang disebabkan adanya identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu, Tanda tangan palsu, dokumen, surat atau keterangan palsu yang kemudian menyebabkan kerugian bagi pihak lain.Kata Kunci: Akibat Hukum; Pejabat Pembuat Akta Tanah; Gugat

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol 10, No 6 (2023) Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 1 (2023) Vol 9, No 6 (2022) Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 1 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021) Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue