cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 880 Documents
Analisis Gaya Belajar Siswa Kelas VI MI Al-Zaytun, Sandrem, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu Ita Sari; Anjar Sulistyani
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 2 (2022): Maret-April
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i2.25627

Abstract

Student learning styles are very diverse. Teachers must have knowledge and skills in teaching. Teachers must recognize the characteristics of students in the delivery of learning. This study aims to determine the learning styles of 6th grade students at MI Al-Zaytun, Mekarjaya Village, Gantar District, Indramayu. The results showed that each student has a different learning style, so that in one class there are various learning styles as well. Visual style is learning style using sight, audiotorial learning style is learning style using hearing, kinesthetic learning style is using movement. In class 6 B 01 is more dominant to visual learning style as much as 37%, class 6 B 02 is more dominant to visual learning style as much as 36%, class 6 B 03 is more dominant to visual learning style 36%, class 6 B 04 is more dominant to visual learning style 35% visual learning, class 6 B05 is more dominant to Visual learning style 35%, class 6 B 06 is more dominant to Auditorial learning style 34%, class B 07 is more dominant to audiotorial learning style as much as 36%, class 6 B 08 is more dominant to kinesthetic learning style as much as 36%. By knowing the learning styles of students, it can make it easier for teachers to learn with students, make it easier for students to catch lessons and increase students' enthusiasm for learning.Keywords: Visual Learning Style; Auditory Learning Style; Kinesthetic Learning Style AbstrakGaya belajar siswa sangat beragam. Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar. Guru harus mengenali karakteristik peserta didik dalam penyampaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar siswa kelas 6 MI Al- Zaytun, Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Indramayu. Hasil penelitian ini setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda sehingga dalam satu kelas terdapat bermacam gaya belajar pula. Gaya visual merupakan gaya belajar menggunakan penglihatan, gaya belajar audiotorial merupakan gaya belajar menggunakan pendengaran, gaya belajar kinestetik menggunakan gerakan. Pada kelas 6 B 01 lebih dominan kepada gaya belajar visual  sebanyak 37 %, kelas 6 B 02 lebih dominan kepada gaya belajar visual sebanyak 36 %, kelas 6 B 03 lebih dominan kepada gaya belajar visual 36%, kelas 6 B 04 lebih dominan kepada gaya belajar visual 35 %, kelas 6 B05 lebih dominan kepada gaya belajar Visual  35 %, kelas 6 B 06 lebih dominan kepada gaya belajar Auditorial 34 %, kelas B 07 lebih dominan kepada gaya belajar audiotorial sebanyak 36 %, kelas 6 B 08 lebih dominan kepada gaya belajar kinestetik sebanyak 36%. Dengan mengetahui gaya belajar yang dimiliki siswa, dapat memudahkan guru dalam pembelajaran dengan siswa, memudahkan siswa dalam menangkap pelajaran serta meningkatkan semangat belajar siswa.Kata kunci: Gaya Belajar Visual; Gaya Belajar Auditorial; Gaya Belajar Kinestetik
Kebijakan dan Penegakan Hukum Terhadap Organisasi Masyarakat (Ormas) Dalam Tindak Pidana Pemerasan Berdasarkan Undang-Undang Yang Belaku Di Indonesia Heri Susanto; Ramlani Lina Sinaulan; Mohamad Ismed
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i6.23240

Abstract

Community Organization (Ormas) is an organization established and formed by the community voluntarily based on common aspirations, desires, needs, interests, activities, and goals to participate in development in order to achieve the goals of the Unitary State of the Republic of Indonesia based on Pancasila and the Constitution of the State of the Republic of Indonesia. Unitary Republic of Indonesia. Indonesia in 1945. But in reality, mass organizations often commit crimes of extortion and are often accompanied by threats. This crime of threatening or arresting has several similarities with the crime of extortion or a criminal act, namely in both these crimes the law requires coercion on a person so that that person gives up an object which is partly or wholly his. person or his. third parties, and enter into debt and receivable engagements as the party who owes or cancels the debt. The two crimes also have the same element, namely with the intention of unlawfully benefiting oneself or others. This causes the reality of crime and deviant behavior to develop.Keywords: Community Organization; The Crime of Extortion; Law enforcement  AbstrakOrganisasi Kemasyarakatan (Ormas) adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, keinginan, kebutuhan, minat, kegiatan, dan tujuan untuk ikut serta dalam pembangunan guna mencapai tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan tentang Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia pada tahun 1945. Namun pada kenyataannya, ormas sering melakukan tindak pidana pemerasan dan seringkali disertai dengan tindakan ancaman. Tindak pidana pengancaman atau penangkapan ini mempunyai beberapa persamaan dengan tindak pidana pemerasan atau tindak pidana yaitu dalam kedua tindak pidana tersebut undang-undang mensyaratkan adanya paksaan terhadap seseorang agar orang tersebut menyerahkan suatu benda yang sebagian atau seluruhnya miliknya. orang atau miliknya. pihak ketiga, dan mengadakan perikatan utang dan piutang sebagai pihak yang berutang atau membatalkan utang. Kedua kejahatan tersebut juga memiliki unsur yang sama yaitu dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. Hal ini menyebabkan realitas kejahatan dan perilaku menyimpang berkembang.Kata Kunci: Organisasi Masyarakat; Tindak Pidana Pemerasan; Penegakan hukum
Efetivitas Peran Relawan Dalam Membangun Kesolidan Sebuah Organisasi Imam Prawoto
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i2.25913

Abstract

In an organization, it is necessary to have souls willing to sacrifice and fight for each individual member. These souls are the main pillars of the establishment of an organization. Individuals who have this spirit are called organizational volunteers. In this context, it can be seen how many motivational motives a person has to volunteer. The research method used is a qualitative method with an empirical normative approach. The results of the study stated that in building organizational solidity, the role of volunteers (volunteers) who are willing to fight and sacrifice for the interests of their organization is needed. While in Islam, volunteering will be worth a deed of worship and be a good thing for the perpetrator.Keywords: Volunteer; Organization; Solidarity Abstrak:Dalam sebuah organisasi diperlukan adanya jiwa-jiwa mau berkorban dan berjuang pada setiap individu anggotanya. Jiwa-jiwa inilah yang menjadi penopang utama berdirinya sebuah organisasi. Individu-individu yang memiliki jiwa seperti ini disebut sebagai relawan organisasi. Dalam konteks ini, terlihat berberapa motif motivasi seseorang menjadi sukarelawan. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan normative empiris. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam membangun kesolidan organisasi diperlukan peran relawan (volunteer) yang rela berjuang dan berkorban untuk kepentingan organisasinya. Sedang dalam Islam, menjadi sukarelawan akan bernilai amal ibadah dan menjadi kebaikan pada diri pelakunya.Kata Kunci: Relawan; Organisasi; Kesolidan
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Program Desa Wisata Pertanian Berbasis Kecakapan Hidup dan Pendidikan Kewirausahaan Syarifah Gustiawati Mukri
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i3.25971

Abstract

An important part of reviving rural economies is Community Economic Empowerment (CEE). Due to a lack of school financing and other economic constraints, rural residents tend to have poor incomes and a lack of a formal education. Rural areas, on the other hand, have a lot of potential in terms of family ties. An empirical methodology is combined with a qualitative research method in this study. In addition to consulting the literature, data were gathered through on-the-ground interviews. An independent village's development must be supported by the willingness of its residents to advance, so that village products and works of high economic worth can be generated so that they can meet the demands of their population. People in Cibitung Tengah's village of Saikhwan were given empowerment training. If developed as an agricultural tourism town, this community's location in the sectors of food security and rice self-sufficiency lends itself to a unique and distinctive character when it is visited as the village producing rice granaries.Keywords: Empowerment; Tourism Village; Entrepreneurship Education AbstrakPemberdayaan Ekonomi Masyarakat merupakan langkah strategis dalam penguatan dan pemulihan ekonomi masyarakat desa. Kecenderungan masyarakat desa memiliki mata pencaharian yang rendah, latar belakang pendidikan formal yang kurang karena keterbatasan biaya untuk pendidikan dan keterbatasan ekonomi. Namun Masyarakat desa memiliki potensi yang kuat dalam hal kekerabatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris. Data didapatkan dengan melakukan wawancara di lapangan selain dengan merujuk pada literature. Hasil penelitian menyatakan bahwa pembangunan desa yang mandiri harus diiringi dengan kemauan warga desa untuk maju, sehingga dihasilkan produk dan karya desa yang membanggakan dan bernilai ekonomi tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan warganya sehari-hari. Program pemberdayaan dilaksanakan di desa Saikhwan Cibitung Tengah. Dikarenakan desa ini memiliki potensi SDA yang baik jika dikembangkan sebagai desa wisata pertanian, desa dengan locus bidang ketahanan pangan dan swasembada beras memiliki keunikan dan kekhasan jika dikunjungi sebagai desa penghasil lumbung padi.Kata Kunci: Pemberdayaan; Desa Wisata; Pendidikan Kewirausahaan
Al-hawājizu bayna Al-bahrayni fi Al- Qur’āni ‘inda Zaghlul An-Najjaar (الحواجز بين البحرين في القرآن عند زغلول النجار) Dinni Nazhifah; Gilang Rizki Aji Putra
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.20956

Abstract

 The sea is one form of the Earth's surface that its components are made of liquid. Before the 20th century human beings simply know that all liquid when at the combine, it will become one, because the liquid has the nature of blending, but lately in the 20th century something strange was discovered, which was not mixed with seawater, one example of which was in the Straits of Giblatar. which at that time the human record was far from science, but in the Qur'an there was little explanation of the matter. Departing from the background above, the writer therefore tries to uncover and examine about a barrier that is in the quran. The author uses a literature study that uses the Zaghlul Annajar book as a primary source and books written by other people as secondary sources. The author also uses a science approach to be able to uncover verses related to science. The results achieved by the research using the method discussed then the water barrier contained in the quran is a front of water or it can be called the "mixed water" separator between two adjacent waters. This is also due to the presence of different water characteristics, in terms of water mass, temperature, and also the level of salinity of sea waterKeyword: Sea; barrier; Zagloul An-Najjar; Al-Qur’an AbstrakLaut merupakan salah satu bentuk dari permukaan bumi yang komponennya terbuat dari zat cair. Sebelum abad 20 manusia hanya mengetahui bahwasanya segala zat cair apabila di campurkan maka akan menjadi satu, karena zat cair memiliki sifat membaur, akan tetapi akhir-akhir ini pada abad ke 20 di temukan sesuatu hal yang aneh yaitu tidak bercampurnya air laut, salah satu contohnya di selat Giblatar.yang pada saat itu notabenya manusia masih jauh dari sains, akan tetapi didalam al-qur’an tertulis sedikit penjelasan tentang hal teresebut. Berangkat dari latar belakang di atas, maka dari itu penulis berusaha untuk mengungkap dan meneliti tentang suatu pembatas yang ada didalam al-qur’an.  Penulis menggunakan studi lliteratur yaitu menggunakan buku Zaghlul Annajar sebagai sumber primer dan buku-buku karangan orang lain sebagai sumber sekunder. Penulis juga menggunakan pendekatan sains untuk bisa mengungkap ayat al-qur’an yang berhubungan dengan sains. Hasil yang dicapai oleh penelitian dengan menggunakan metode yang telah  dibahas maka pembatas air yang tertera di dalam al-qur’an merupakan front air atau bisa juga disebut dengan “ air berbaur “ pemisah antara dua air yang saling berdampingan. Ini juga disebabkan karena adanya karakteristi air yang berbeda, dari segi massa air, suhu, dan juga tingkat keasinan air lautKata Kunci: Laut; Pembatas; Zaghlul Annajar; Alquran المخلصالبحر هي إحدى من أشكال سطح الأرض التي تتكون مكوناتها من السائل. قبل القرن العشرين، كان البشر يعرفون أنّ جميع السوائل عند خلطها ستصبح واحدة، لأن السوائل لها خصائص منتشرة، ولكن في القرن العشرين تم اكتشاف شيء عجيب لم يتم خلطه بمياه البحر، مثال في مضيق جبل طارق، وفي ذلك الوقت كان البشر بعيدون عن العلم الكونية، ولكن قد بين هذا الحال. ومن خلفية البحث أعلاه ، يحاول الكاتب بالتالي الكشف عن حاجز في القرآن وفحصه. يستخدم المؤلف دراسة مكتبية تستخدم كتاب زغلول النجار كمصدر رئيسي والكتب والمؤلفات والمجلات كمصادر ثانوية. تستخدم الباحثة أيضا منهجا علميا ليتمكن من كشف الآيات المتعلقة بالعلوم الكونية. النتائج التي توصل إليها البحث باستخدام الطريقة التي تمت مناقشتها وحاجز الماء الموجود في القرآن هو واجهة من الماء أو يمكن أن يسمى فاصل "المياه المختلطة" بين المياه المجاورة. ويرجع ذلك أيضًا إلى وجود خصائص مائية مختلفة، من حيث كتلة الماء ودرجة الحرارة ، وكذلك مستوى ملوحة مياه البحر.الكلمات الرئيسيه: البحر، الحاجز، زغلول النجار، القرآن
The Jurisdiction of Sharia Supervisory Board in Indonesia Sharia Capital Market Bagas Heradhyaksa
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 9 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i9.16591

Abstract

AbstractThe capital market is an institution that brings together those who need funds, to develop their business, and those who are excess funds, to make investments. Unlike the concept of financing in banks, the capital market uses the concept of buying and selling shares. So that it can be a solution for a company that wants to develop its business without using debt. Investors can also get profits that are higher than the profits from bank deposits. Thus, the capital market is growing in the middle of society. However, there are some activities in the capital market that are contrary to Islamic principles. Therefore, the Islamic capital market emerged. To oversee activities in the Islamic capital market, the role of the Sharia Supervisory Board is needed. The objective of this article is to find out the jurisdiction governing the Sharia Supervisory Board in the Islamic capital market in Indonesia. The methodology used is qualitative research. The data used in this study is library data. This study found that the existence of the Sharia Supervisory Board already has a legal basis based on the Indonesian Financial Services Authority Regulation. However, there are no specific laws governing the Islamic capital market. So it is necessary to make a special law that accommodates all aspects of sharia in the Islamic capital market, specifically with regard to the Sharia Supervisory Board.Keywords: Capital Market, Sharia Capital Market, Sharia Supervisory Board, Jurisdiction, Indonesia. AbstrakPasar modal adalah lembaga yang mempertemukan mereka yang membutuhkan dana, untuk mengembangkan usahanya, dan mereka yang memiliki kelebihan dana, untuk melakukan investasi. Berbeda dengan konsep pembiayaan di bank, pasar modal menggunakan konsep jual beli saham. Sehingga dapat menjadi solusi bagi perusahaan yang ingin mengembangkan usahanya tanpa menggunakan hutang. Investor juga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dari keuntungan dari deposito bank. Dengan demikian, pasar modal tumbuh di tengah masyarakat. Namun, ada beberapa aktivitas di pasar modal yang bertentangan dengan prinsip syariah. Oleh karena itu, pasar modal syariah muncul. Untuk mengawal aktivitas di pasar modal syariah, diperlukan peran dari Dewan Pengawas Syariah. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui yurisdiksi yang mengatur Dewan Pengawas Syariah di pasar modal syariah di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data perpustakaan. Studi ini menemukan bahwa keberadaan Dewan Pengawas Syariah sudah memiliki dasar hukum berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Namun, tidak ada undang-undang khusus yang mengatur pasar modal syariah. Sehingga perlu dibuat undang-undang khusus yang mengakomodir semua aspek syariah di pasar modal syariah, khususnya yang berkaitan dengan Dewan Pengawas Syariah.Kata Kunci: Pasar Modal, Pasar Modal Syariah, Dewan Pengawas Syariah, Yurisdiksi, Indonesia
Full Journal Vol. 4 No. 1 (2017) Full Journal
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v4i1.10580

Abstract

Politik, Agama, Budaya dan Pengaruhnya Terhadap Legislasi dan Penerapan Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia di Indonesia Ali Mansur; Afwan Faizin
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i2.20182

Abstract

This article aims to describe the influence of religion and culture in the application of human rights values, as well as the dynamics of its acceptance of legislation in Indonesia. Human rights thoughts and struggles had developed in Indonesia prior to the Universal Declaration of Human Rights in 1948. The embryo of this awareness has flourished in the midst of the bad conditions experienced by the Indonesian people due to colonialism. Precisely since the momentum of the birth of the Budi Utomo movement in 1908, it has laid the foundation for the struggle against the application of human rights values and continues to be a snowball effect in the next period and culminated in the proclamation of Indonesia's independence as a sovereign state on August 17, 1945. In historical records, at the moment of independence, it was the first time Indonesia had a written document containing human rights values, in this case Pancasila and the 1945 Constitution (UUD 1945). However, despite being independent, the struggle for the application of human rights values does not mean it will run smoothly without obstacles, The dynamics of socio-political life in Indonesia illustrates how the ups and downs of the application of human rights values in Indonesia, such as the influence of politics, religion and culture. To get the results, the researchers used a qualitative research method with an amperical normative approach.Keywords : Legislation, Human Rights values, politics, religion, cultur. Abstrak:Artikel ini bertujuan memaparkan pengaruh agama dan budaya dalam penerapan nilai-nilai HAM, serta pasang surut penerimaannya pada legislasi perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pemikiran dan perjuangan Hak Asasi Manusia telah hidup dan berkembang di Indonesia jauh sebelum deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tahun 1948. Cikal bakal kesadaran tersebut telah tumbuh subur di tengah kondisi buruk yang dialami masyarakat Indonesia akibat penjajahan yang berkepanjangan. Tepatnya sejak momentum kelahiran pergerakan Budi Utomo di tahun 1908, telah meletakan pondasi perjuangan terhadap penerapan nilai HAM dilakukan dan terus menjadi efek bola salju pada masa masa selanjutnya dan membuahkan hasil saat proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai negara yang berdaulat pada 17 Agustus 1945. Dalam catatan sejarah, dengan momentum kemerdekan ini pula Indonesia pertama kali memiliki dokumen tertulis yang mengandung nilai-nilai HAM dalam hal ini Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Namun demikian, meskipun telah memasuki alam kemerdekaan, perjuangan penerapan nilai-nilai HAM bukan berarti mulus tanpa hambatan. Dinamika dan perkembangan kehidupan social politik di Indonesia memberikan gambaran bagaimana pasang surut penerapan HAM di Indonesia, mulai dari pengaruh politik, agama serta budaya.  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan noematif empiris.Kata kunci : Legislasi, Nilai-Nilai HAM, Politik, Agama, Budaya.  
AKSI BOIKOT PAJAK MENURUT HUKUM ISLAM Arip Purkon
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v1i1.1529

Abstract

Abstract: Tax Boycott According to Islamic law. Taxes are the largest source of state revenue. Budget development and government operations have a heavy reliance on taxes. However, in tax management is often found in cases involving criminal tax among other tax officials. This has led to the decline in public confidence in the tax administration and thus creating a discourse of boycott taxes. This tax boycott called by various groups, individuals, community leaders, Non Governmental Organizations (NGOs) to religious organizations. This paper discusses the boycott of the tax according to Islamic law. The first thing to be discussed is how the legality of the tax and the historical development of various charges in Islam. A study on the boycott taxes according to Islamic law is used mursalah mashlahah theory and sadd al-dzari'ah. Keywords: Taxation, Islamic Law, Mashlahat, Sadd al-dzari'ah, State Abstrak: Aksi Boikot Pajak Menurut Hukum Islam. Pajak merupakan sumber pendapatan negara terbesar. Anggaran pembangunan dan operasional pemerintahan mempunyai ketergantungan yang besar pada pajak. Namun dalam pengelolaan pajak seringkali ditemukan kasus pidana pajak yang melibatkan antara lain pegawai pajak. Hal ini menimbulkan turunnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan pajak sehingga lahirlah wacana aksi boikot pajak. Aksi boikot pajak ini diserukan oleh berbagai kalangan, baik individu, tokoh masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sampai organisasi keagamaan. Tulisan ini membahas aksi boikot pajak tersebut menurut hukum Islam. Hal pertama yang dibahas adalah bagaimana legalitas pajak dan sejarah perkembangan berbagai pungutan di dalam Islam. Kajian tentang aksi boikot pajak menurut hukum Islam ini menggunakan teori mashlahah mursalah dan sadd al-dzari’ah.  Kata Kunci: Pajak, Hukum Islam, Mashlahat, Sadd al-Dzari’ah, NegaraDOI:10.15408/sjsbs.v1i1.1529
Pandangan Keagamaan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor Terkait Kewajiban Menjaga Diri, Pelaksanaan Shalat Jumat dan Pengurusan Mayit Dalam Situasi Darurat Penyebaran Covid-19 Ahmad Mukri Aji
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i5.15313

Abstract

AbstractThe Covid-19 corona virus has spread to the Bogor regency, which is the buffer zone of the capital city of Jakarta. Therefore, the Indonesian Ulema Council of Bogor Regency needs to respond to this emergency situation by providing insights related to the attitude of worship of Muslims, both the obligation to Friday prayers, praying in congregation in the mosque, as well as handling the deadly infected with the corona covid-19 virus. The method of writing this article uses a literary approach, namely from the books of Turats, in addition to referring to the propositions of the Koran and al-Hadith. With the religious views of the Bogor Regency MUI it is expected to be able to provide an overview for the people of Bogor in particular and to the Indonesian public in general in dealing with the Cobid-19 pandemic coronavirus.Keywords: Outlook, Indonesian Ulema Council, Bogor Regency AbstrakPenyebaran virus corona Covid-19 telah menyebar ke wilayah Kabupaten Bogor, yang merupakan daerah penyanggah Ibukota Jakarta. Oleh karena, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor perlu menyikapi kondisi darurat ini dengan memberikan pandangan terkait sikap peribadatan umat Islam, baik itu kewajiban shalat jumat, shalat berjamaah di masjid, maupun penanganan mayit terinfeksi virus corona covid-19. Metode penulisan artikel ini dengan menggunakan pendekatan literatur, yaitu dari kitab-kitab turats, selain merujuk kepada dalil al-Quran dan al-Hadits. Dengan adanya pandangan keagamaan dari MUI Kabupaten Bogor ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi masyarakat Bogor khususnya dan pada masyarakat Indonesia secara umum dala menghadapi pandemic coronavirus Cobid-19 ini.Kata Kunci: Pandangan, Majelis Ulama Indonesia, Kabupaten Bogor

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 1 (2023) Vol 9, No 6 (2022) Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021) Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue