cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 880 Documents
Penerapan Rehabilitasi Bagi Penyalahguna Narkotika Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia Rio Verieza; Tofik Yanuar Chandra; Santrawan Paparang
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i4.26738

Abstract

Rehabilitation is one of the principles in the Criminal Justice System in Indonesia based on Law Number 8 of 1981 as well as in theoretical discussions regarding the abolition of punishment and the regulation of punishment. According to the Narcotics Law, narcotics are substances or drugs derived from plants or non-plants, both synthetic and semi-synthetic which can cause a decrease or change in consciousness, loss of taste, reduce to eliminate pain, and can cause dependence, which are divided into groups- group. The analysis used in this research is descriptive qualitative analysis, in the sense that the collected legal materials are described in the form of narratives that are arranged systematically, logically, and are the result of the process of interpreting research on legal materials produced based on philosophical and sociological grounds as well as the legality of ideas. the effectiveness of the implementation of rehabilitation for addicts and narcotics abusers.Keywords: Narcotics; Criminal Justice; Rehabilitation AbstrakRehabilitasi merupakan salah satu asas dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 maupun dalam pembahasan teoritik mengenai peniadaan hukuman dan pengaturan hukuman. Menurut UU Narkotika, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, dalam arti bahan-bahan hukum yang terkumpul diuraikan dalam bentuk narasi yang tersusun secara sistematis, logis, dan merupakan hasil dari proses interpretasi penelitian terhadap bahan hukum yang dihasilkan berdasarkan dasar filosofis dan sosiologis serta legalitas gagasan efektifitas pelaksanaan rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahgunaan narkotika.Kata Kunci: Narkotika; Peradilan Pidana; Rehabilitasi
Дилемма решения Конституционного суда об отмене полномочий правительства по отмене региональных нормативных актов (The Dilemma of the Constitutional Court's Decision Regarding the Abolition of the Government's Authority to Cancel Regional Regulations) Rohim Nur
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i3.26442

Abstract

The Constitutional Court (MK) through MK Decision Number 137/PUU-XIII/2015 has canceled the enactment of regulations related to the authority of the Minister of Home Affairs in canceling regional regulations. The judicial review was submitted by the Association of Indonesian Regency Governments (Apkasi). The research method used is a qualitative research method with a literature approach and the Statute Approach. The results of the study stated that the Constitutional Court granted the Petitioner's request as long as the review of Article 251 paragraph (2), paragraph (3), and paragraph (8) and paragraph (4) as long as the phrase '…cancellation of Regency/City Perda and Regent/Mayor Regulation as intended in paragraph (2) is stipulated by a governor's decision as the representative of the Central Government' Law no. 23 of 2014 concerning Regional Government.” This decision of the Constitutional Court was regretted by several parties. Because so far the authority of the Minister of Home Affairs is considered a breakthrough in clearing local regulations that hinder the running of the bureaucracy, for example in matters of investment, taxes, and user fees. As a legal consequence of the Constitutional Court's decision, the Minister of Home Affairs no longer has the authority to cancel regional regulations that violate higher regulations or at the implementation level are deemed problematic or contrary to the public interest. Except through judicial review to the Supreme Court.Keywords: Constitutional Court Decision; Local regulation; Minister of Home Affairs Abstrak:Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan MK Nomor 137/PUU-XIII/2015 telah membatalkan berlakunya aturan terkait kewenangan Menteri Dalam Negeri dalam membatalkan peraturan daerah. Uji materi tersebut diajukan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur dan Statute Approach. Hasil penelitian menyatakan bahwa Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan Pemohon sepanjang pengujian Pasal 251 ayat (2), ayat (3), dan ayat (8) serta ayat (4) sepanjang frasa ‘…pembatalan Perda Kabupaten/Kota dan Peraturan Bupati/Wali Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan keputusan gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat’ Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.” Putusan Mahkamah Konstitusi  ini banyak disayangkan oleh beberapa pihak. Sebab selama ini wewenang Mendagri dianggap sebagai terobosan dalam membersihkan perda yang menghambat jalannya birokrasi, misalnya dalam urusan investasi, pajak, dan retribusi. Akibat hukum dari Putusan MK ini maka Mendagri tak lagi punya kewenangan untuk membatalkan perda yang menabrak peraturan lebih tinggi atau dalam tataran implementasi dirasa bermasalah atau bertentangan dengan kepentingan umum. Kecuali melalui judicial review ke Mahkamah Agung.Kata Kunci: Putusan MK; Peraturan Daerah; Mendagri
Standar Pelayanan Haji dan Umroh di PT Budi Luhur Abadi (Bilad Tour) Kantor Cabang Kota Bogor Sobirin Sobirin; Uti Supriyatna; Afrig Afrig
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i3.26210

Abstract

In fact, there are still many problems that always arise, such as starting from the registration of the pilgrimage, the cost of the pilgrimage, accommodation and transportation for the pilgrimage, the management of the pilgrimage funds, to the failure of a number of prospective pilgrims to go to the holy land. This study uses a qualitative research method, with a literature and empirical approach, interview data collection techniques, observation and documentation. The results of the study show that: Standards for Hajj and Umrah Services at PT Budi Luhur Abadi (Bilad Tour), Bogo City Branch Offices include: Standards for Hajj and Umrah Bilad Tour services, Bogor City Branch Offices guided by the regulations of the Minister of Religion and the Law of the Republic of Indonesia, namely Number 17 of 1999 Article 14. In the implementation of services, all of them are guided by the standards of laws and regulations issued by the Ministry of Religion. Development of Hajj and Umrahdi Bilad Tour, Bogor City Branch Office. The last five years can be seen the development of the ups and downs in the acquisition of pilgrims for Hajj and Umrah that has occurred.Keywords: Hajj and Umrah Services; Bogor; PT. Nobility AbstrakPada kenyataannya masih banyak diketemukan problematika yang selalu muncul seperti mulai dari pendaftaran haji, biaya haji, akomodasi dan transportasi haji, pengelolaan dana haji, hingga gagalnya sejumlah calon jamaah haji plus berangkat ke tanah suci. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif, dengan pendekatan literatur dan empiris, teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa:  Standar Pelayanan Haji dan Umrah di PT Budi Luhur Abadi (Bilad Tour), Kantor Cabang Kota Bogo meliputi: Standar pelayanan Haji dan Umrah Bilad Tour, Kantor Cabang Kota Bogor berpedoman pada peraturan peraturan Mentri Agama dan Undang undang Republik Indonesia yaitu Nomor 17 Tahun 1999 Pasal 14.  Dalam pelaksanaan pelayanan semuanya berpedoman pada standar undang-undang dan peraturan-peraturan yang di keluarkan oleh Kemenag. Perkembangan Haji dan Umrahdi Bilad Tour, Kantor Cabang Kota Bogor. Lima tahun terakhir ini bisa di lihat perkembangan naik turunya perolehan jamaah haji dan umrah yang telah terjadi.Kata Kunci: Pelayanan Haji dan Umroh; Bogor; PT. Budi Luhur 
Implementasi Maqashid Syariah dan Aktualisasinya dalam Pengembangan Sistem Ekonomi Islam Ahmad Mukri Aji; Syarifah Gustiawati Mukri
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i4.27108

Abstract

The implementation of maqashid sharia as the basic theory of Islamic justice and welfare is a determining factor in the development of an increasingly growing Islamic economic system. The development of an increasingly complex Islamic economic system opens up opportunities for ijtihad to create new norms for banking products and other sharia transactions. Sharia economists and banking practitioners not only master the science of muamalah fiqh and its applications, but also must understand the maqashid sharia as the goal of establishing Islamic law. The method used in this study is a qualitative method with a literature approach. The results of the study state that the actualization of the maqashid sharia concept in product development and sharia transactions can be applied to modern transactions such as interbank money market instruments, sukuk schemes, repos, syndicated financing between sharia banks or conventionally, restructuring, property indent financing, ijarah maushufah fiz zimmah, hybrid take over and refinancing, forfeiting, overseas financing, KTA scheme, multipurpose financing, credit card design, laws related to fiduciary guarantees, mortgages, and mortgages, maqashid of annuities, Tawarruq, net revenue sharing, installments gold, gold investment, as well as a number of new cases that continue to emerge that require solution and innovative arguments in the formation of new norms in modern life transactions.Keywords: Implementation; Maqashid Shari'ah; Islamic economics Abstrak Implementasi maqashid syariah sebagai teori dasar keadilan dan kesejahteraan Islam merupakan faktor penentu dalam pengembangan sistem ekonomi Islam yang semakin berkembang. Perkembangan sistem ekonomi Islam yang semakin kompleks, membuka peluang ijtihad terhadap penciptaan norma baru terhadap produk perbankan dan transaksi syari’ah lainnya. Para Ekonom syariah dan praktisi perbankan tidak hanya sekedar menguasai ilmu fikih muamalah dan aplikasinya saja, tetapi juga harus memahami maqashid syariah sebagai tujuan ditetapkannya hukum Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa aktualisasi konsep maqashid syariah dalam pengembangan produk dan transaksi syari’ah dapat diterapkan pada transaksi modern seperti instrumen money market inter bank, skim-skim sukuk, repo, pembiayaan sindikasi antar bank syariah atau dengan konvensional, restrukturisasi, pembiayaan property indent, ijarah maushufah fiz zimmah, hybrid take over dan refinancing, forfeiting, overseas financing, skim KTA, pembiayaan multiguna, desain kartu kredit, hukum-hukum terkait jaminan fiducia, hypoteik, dan hak tanggungan, maqashid dari anuitas, tawarruq, net revenue sharing, cicilan emas, investasi emas, serta sejumlah kasus-kasus baru yang terus bermunculan yang membutuhkan argumentasi solutif dan inovatif dalam pembentukan norma baru pada transaksi kehidupan modern.Keyword: Implementasi; Maqashid Syari’ah; Ekonomi Islam
Penerapan Kebijakan Penal dan Non Penal Dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 pada Kasus Joki Vaksin dan Joki Karantina Faqih Zuhdi Rahman
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i4.26549

Abstract

This study aims to prescriptively analyze the urgency and implementation of penal and non-penal policies in the Health Quarantine Law Number 6 of 2018 in the case of vaccine jockeys and quarantine jockeys. In the case of vaccine jockeys and quarantine jockeys, there are two possible ways of law enforcement, namely through penal and non-penal means. The method in this study is normative legal research by focusing on secondary and tertiary materials such as the Health Quarantine Act number 6 of 2018 and the Law on infectious disease outbreaks number 4 of 1984 and its derivatives. From the results of this study, it was found that there is a need for law enforcement on violations of Health protocols in cases of vaccine jockeys and quarantine jockeys based on penal and non-penal policies, whose implementation is adjusted to the urgency of its application so that not only the realization of a fair law is also humanistic.Keywords: Penal Policy; Non-Penal Policy; Health Protocol AbstrakPenelitian Ini bertujuan untuk menganalisa secara preskriptif urgensi dan implementasi penerapan kebijakan penal dan non penal dalam Undang-undang Karantina Kesehatan Nomor 6 tahun 2018 pada kasus joki vaksin dan joki karantina. Dalam kasus joki vaksin dan joki karantina terdapat dua kemungkinan cara penegakan hukum, yakni melalui sarana penal dan non penal. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan berfokus pada bahan sekunder dan tersier seperti Undang-undang karantina kesehatan nomor 6 tahun 2018 dan Undang-undang wabah penyakit menular nomor 4 tahun 1984 dan turunannya. Dari hasil penelitian ini ditemukan perlunya penegakan hukum pada pelanggaran protokol Kesehatan terhadap kasus joki vaksin dan joki karantina berbasis pada kebijakan penal dan non penal, yang implementasinya disesuaikan dengan urgensi penerapannya agar tidak hanya terwujudnya hukum yang adil namun juga humanis.Kata Kunci: Kebijakan Penal; Kebijakan Non Penal; Protokol Kesehatan
Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Dikaitkan Dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan David Andi; Tofik Yanuar Chandra; Mohamad Ismed
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i4.26636

Abstract

Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya. Penelitian ini tentang upaya perlindungan hukum terhadap tenaga kerja disabilitas menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan upaya Pemerintah dalam mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Pemerintah dalam mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas antara lain menerapkan kebijakan-kebijakan yang mengatur tentang jaminan kesetaraan dengan tenaga kerja non penyandang cacat, kondisi kerja yang adil, penggajian yang setara, promosi jabatan yang adil, kondisi kerja inklusif, dan akses penyandang disabilitas, jaminan perlindungan atas keikutsertaan dalam serikat buruh, serta melarang setiap perusahaan mem-PHK tenaga kerja yang mengalami kecacatan saat bertugas di perusahaan dan melakukan sosialisasi, pengawasan ke perusahaan-perusahaan tentang kuaota 1% mempekerjakan penyandang disabilitas serta memberikan rewards/penghargaan bagi perusahaan-perusahaan yang merekrut tenaga kerja penyandang disabilitas.Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Penyandang Disabilitas AbstractPersons with disabilities are every person who has physical and/or mental disorders, which can interfere or become obstacles and obstacles for him to perform properly. This research is about legal protection for workers with disabilities according to Law Number 13 of 2003 concerning Manpower and the Government's efforts to employ workers with disabilities. The government in employing workers with disabilities, among others, implements policies that regulate the guarantee of equality with non-disabled workers, fair working conditions, equal pay, fair promotions, inclusive working conditions, and access for persons with disabilities, protection guarantees. for participating in labor unions, and prohibiting every company from laying off workers with disabilities while on duty at the company and conducting socialization, supervision to companies about the 1% quota for employing people with disabilities and providing rewards/awards for companies that recruit workers. work of persons with disabilities.Keywords: Legal Protection, Persons with Disabilities
Implementasi Restorative Justice Dalam Penyelesaian Sengketa Hukum Pidana di Masyarakat Minangkabau Asmui Asmui; Alfitra Alfitra; Ali Mansur; Abdul Azizul Furqon; Achmad Danial
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i3.26294

Abstract

This study analyzes the implementation of restorative justice in the settlement of criminal law disputes in Minangkabau by Kerapatan Adat Nagari (KAN). Kerapatan Adat Nagari (KAN) is customary institutions ratified in state regulations. Traditionally, these institutions have the authority to resolve legal problems occurred in Minangkabau community. Empirical legal research was used in this study. The primary legal sources of this research are Nan Duo Puluah Law applied in Minangkabau community and the interview of the Head of Kerapatan Adat Nagari (KAN) Minangkabau. The KAN interviewed were the Head of KAN Nagari Batu Ampa Regency of Lima Puluh Kota, the Head of KAN Nagari Tigo Jangko Regency of Tanah Datar, and Minangkabau Indigenous Community Leaders. In addition, books, research reports, and legal experts’ opinions were used as the secondary legal sources of the study. Based on the results of the study, it can be concluded that the method of resolving criminal law disputes by KAN actually contains the theory of restorative justice, even before this theory developed as it is today. Regarding compliance with the results of dispute resolution by KAN, the Minangkabau community has reached the level of internalization compliance. Because for the Minangkabau people, KAN is an inseparable part of their customs.Keywords: Restorative Justice; Dispute Resolution; Minangkabau Community AbstrakStudi ini menganalisis implementasi restorative justice dalam penyelesaian sengketa hukum pidana di Minangkabau oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN). Kerapatan Adat Nagari merupakan lembaga adat yang dilegalkan dalam peraturan negara. Secara adat, lembaga tersebut memiliki kewenangan dalam menyelesaikan permasalahan hukum yang terjadi di masyarakat Minangkabau. Untuk memudahkan dalam menganalisis penelitian ini, penulis menggunakan penelitian hukum empiris. Kemudian yang menjadi sumber hukum primer penelitian ini adalah Undang-Undang Nan Duo Puluah yang diimplementasikan pada masyarakat Minangkabau. Selain itu, peneliti juga mewawancarai Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Minangkabau. Adapun Ketua KAN yang diwawancarai adalah Ketua KAN Nagari Batu Ampa Kabupaten Lima Puluh Kota, Ketua KAN Nagari Tigo Jangko di Kabupaten Tanah Datar, dan Tokoh Masyarakat Adat Minangkabau. Untuk sumber hukum sekunder, peneliti menggunakan buku, laporan penelitian, dan pendapat ahli hukum. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa metode penyelesaian sengketa hukum pidana oleh KAN sebenarnya sudah mengandung teori restorative justice, bahkan sebelum teori ini berkembang seperti sekarang ini. Mengenai kepatuhan terhadap hasil penyelesaian sengketa oleh KAN, masyarakat Minangkabau sudah mencapai tingkat kepatuhan internalization. Sebab bagi masyarakat Minangkabau, KAN merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari adat istiadat mereka.Kata Kunci: Restorative Justice; Penyelesaian Sengketa; Minangkabau
The Effect of Mudharabah and Musyarakah Financing on the Capital Structure of Indonesian Islamic Banks during the Covid 19 Pandemic Fadilla Fadilla; Choiriyah Choiriyah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i4.26900

Abstract

This study was conducted to determine the effect of Mudharabah and Murabahah financing on the capital structure (Debt Ratio) at Indonesian Islamic Banks during the Covid 19 Pandemic. The research method used in this study was multiple linear regression analysis. There are two independent variables in this study, mudharaba as X1 and murabahah as X2, while the independent variable in this study is the capital structure proxied by the debt ratio. This research results show that Mudharabah and Murabahah financing are proven to have a simultaneous effect on the debt ratio because the ANOVA table significance test is 0.003. This value is smaller than 0.05. While partially mudharabah financing affects the debt ratio, Murabaha does not significantly affect the debt ratio.Keywords: Mudharabah Financing, Murabahah Financing, Debt Ratio Abstrak                                                   Penelitian ini dilakukan utuk mengetahui pengaruh pembiayaan Mudharabah dan Murabahah terhadap Struktur modal (Debt Ratio) pada Bank Syariah Indonesia pada masa Pandemi Covid 19. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Variabel independen penelitian ini ada dua yaitu mudharabah sebagai X1 dan murabahah sebagai X2, sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah struktur modal yang di proxi dengan Debt ratio. Hasil dari peenelitian ini adalah pembiayaan Mudharabah dan Murabahah terbukti berpengaruh secara simultan  terhadap Debt ratio, karena uji signifikansi tabel anova 0,003, nilai ini lebih kecil dari pada 0,05. Sedangkan secara parsial pembiayaan mudharabah berpengaruh terhadap Debt ratio sedangkan Murabahah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap debt ratio.Kata Kunci : Pembiayaan Mudharabah, Pembiayaan Murabahah, Debt Ratio
“Anak Nagari” dan Kekuasaan: Relasi Kekuasaan Informal Dalam Konflik Penguasaan Sumber Ekonomi Di Kecamatan Pauh Redho Rama Putra; Asrinaldi Asrinaldi; Afrizal Afrizal
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i4.26421

Abstract

This study discusses the emergence of client protection groups and power relations in the "Anak Nagari" community layer on the control of economic resources in Pauh District. Existing economic resources. In this study, the researcher describes two groups of client patrons. This study aims to explain the meetings of client groups that are formed and informal power relations carried out by groups for economic purposes. This study uses a qualitative approach with ethnographic methods. With research results. First, in the patron-client relationship there are two patterns of interaction that are formed between the patron and the client where the patron has symbolic power and economic offers given to clients, so that the client responds with trust and defense so that a pattern of interaction between patron and client is formed in the group.Keywords: Patron-Client; Power; Economic Resources Abstract Penelitian ini membahas tentang kemunculan kelompok patron klien dan relasi kekuasaan dalam lapisan masayarakat “Anak Nagari” terhadap penguasaan sumber ekonomi yang ada di Kecamatan Pauh. Sumber ekonomi yang ada, Dalam penelitian ini, peneliti menjelaskan tentang dua kelompok patron klien. Peneltian ini bertujuan untuk menjelasakan tentang identifikasi kelompok patron klien yang terbentuk dan relasi-relasi kekuasaan informal yang dibangun oleh kelompok untuk kepentingan ekonomi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Dengan hasil penelitian. Pertama, dalam terbentuknya hubungan patron klien ada dua pola interaksi yang terbentuk antara patron dan klien dimana patron memiliki kekuasaan secara simbolis dan tawaran ekonomi yang diberikan kepada para klien, sehingga klien membalasnya dengan kepercayaan dan pembelaan sehingga terbentuklah pola interaksi antara patron dan klien dalam kelompok.Kata Kunci: Patron-Klien; Kekuasaan; Sumber Ekonomi
Ekospiritual: Relasi Alam dan Manusia dalam Pandangan berbagai Agama Encep Encep; Hamdani Anwar; Nur Afiyah Febriani
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i3.26465

Abstract

This paper discusses two basic issues regarding the problem of the ecological crisis in relation to religion. First, because of the belief that the root of the catastrophe of environmental damage is caused by the dwindling spirituality of modern humans. This thinness of spirituality causes them to lose touch with the sacredness of all things. Until in the end they assumed that nature was only limited to objects that could be exploited freely. Meanwhile, spiritual issues are a core part of every religion. Second, there are accusations that religion has become the inspiration behind the environmental crisis. Religion, with all its doctrines, is considered to have inspired followers of related religions to exploit nature. The method used is qualitative and in the discussion it uses descriptive analysis to reveal and explain ecospiritual in the Qur'an. This paper concludes that in fact religions view the ecospiritual, especially regarding the creation of nature, the sacredness of nature and the relationship between humans and nature, in short it can be concluded that Islam, Christianity, Confucianism, and Judaism have the same perspective on the creation of nature. These religions explain that nature was created by God, but unlike Hinduism and Buddhism, the two religions do not provide an opinion regarding the creation of nature. Then, regarding the sacredness of nature, Islam, Christianity, Hinduism, Buddhism, and Judaism explain that Nature is sacred. However, not with Confucianism, this religion does not have any opinion about the sacredness of nature. Finally, regarding the relationship between humans and nature, the seven religions state that the relationship between humans and nature is the same, the similarities are elements of creation.Keywords: Ecospiritual, Nature and Human Relations, Religion. Abstrak. Tulisan ini membahas dua hal mendasar mengenai permasalahan krisis ekologi kaitannya dengan agama. Pertama, karena adanya keyakinan bahwa akar dari malapetaka kerusakan lingkungan itu disebabkan oleh spiritualitas manusia modern yang semakin menipis. Tipisnya spiritualitas ini menyebabkan mereka kehilangan kontak dengan sakralitas segala sesuatu. Hingga pada akhirnya beranggapan bahwa alam hanyalah sebatas benda yang bisa dieksploitasi secara bebas. Sementara itu, persoalan spiritual adalah bagian inti dari setiap agama. Kedua, karena adanya tudingan yang menyebut bahwa agama telah menjadi inspirator dibalik krisis lingkungan. Agama, dengan segala doktrinnya, dianggap telah menginspirasi para pengikut agama terkait untuk melakukan eksploitasi terhadap alam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan dalam pembahasannya menggunakan deskriftif analisis untuk menyingkap serta menjelaskan ekospiritual di dalam Alquran. Tulisan ini memberikan kesimpulan bahwa sesungguhnya agama-agama memandang tentang ekospiritual khususnya terkait penciptaan alam, sakralitas alam dan relasi antara manusia dengan alam, secara singkat dapat disimpulkan bahwa Agama Islam, Kristen, Kong Hu Cu, dan Yahudi memiliki kesamaan perspektif mengenai penciptaan alam. Agama-agama tersebut menjelaskan bahwa alam diciptakan oleh Tuhan, namun berbeda dengan agama Hindu dan Budha, kedua agama tersebut tidak memberikan pendapat terkait penciptaan alam. Kemudian, mengenai sakralitas alam, agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Yahudi menjelaskan bahwa Alam itu suci. Namun, tidak dengan agama Kong Hu Cu, agama tersebut tidak berpendapat apapun tentang sakralitas alam. Terakhir, mengenai relasi manusia dan alam ketujuh agama tersebut menyebutkan bahwasannya hubungan manusia dan alam adalah sama, persamaannya tersebut merupakan unsur penciptaan.Kata Kunci: Ekospiritual, Relasi Alam dan Manusia, Agama 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 1 (2023) Vol 9, No 6 (2022) Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021) Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue