cover
Contact Name
Nur Rohim Yunus
Contact Email
jurnal.citahukum@uinjkt.ac.id
Phone
+6281384795000
Journal Mail Official
jurnal.citahukum@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Cita Hukum
ISSN : 23561440     EISSN : 2502230X     DOI : 10.15408
Jurnal Cita Hukum is an international journal published by the Faculty of Sharia and Law, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia. The focus is to provide readers with a better understanding of legal studies and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. Jurnal Cita Hukum specializes in legal studies, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. It aims primarily to facilitate scholarly and professional discussions over current developments on legal issues in Indonesia as well as to publish innovative legal researches concerning Indonesian laws and legal system. Published exclusively in English, the Review seeks to expand the boundaries of Indonesian legal discourses to access English-speaking contributors and readers all over the world. The Review, hence, welcomes contributions from international legal scholars and professionals as well as from representatives of courts, executive authorities, and agencies of development cooperation. The review basically contains any topics concerning Indonesian laws and legal system. Novelty and recency of issues, however, is a priority in publishing. The range of contents covered by the Review spans from established legal scholarships and fields of law such as private laws and public laws which include constitutional and administrative law as well as criminal law, international laws concerning Indonesia, to various approaches to legal studies such as comparative law, law and economics, sociology of law and legal anthropology, and many others. Specialized legal studies concerning various aspects of life such as commercial and business laws, technology law, natural resources law and the like are also welcomed.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 716 Documents
Pengaturan Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Kota Bandar Lampung Upik Hamidah
Jurnal Cita Hukum Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v2i2.2322

Abstract

Abstrak: Pengaturan Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Kota Bandar Lampung. Pasal 33 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUDNRI) Tahun 1945 sebagai dasar konstitusi pengelolaan sumber daya alam menyatatan bahwa pemanfaatan sumber daya alam termasuk air di dalamnya harus ditujukan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Akan tetapi dalam prakteknya, tujuan pengelolaan air untuk kemakmuran rakyat masih menghadapi berbagai kendala yang membuat tidak semua masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan akan air baik di perkotaan maupun di perdesaan. Oleh karena itu perlu dikaji dalam suatu penelitian mengenai bagaimana kewenangan pemerintah daerah dalam pengelolaan air dan bagaimana kebijakan pemerintah daerah Kota Bandar Lampung dalam pengelolaan sumber daya air di daerah. DOI: 10.15408/jch.v2i2.2322
Legislative Construction of the Post Amendment In Restoring Indonesian Democracy Asep Syarifuddin Hidayat
Jurnal Cita Hukum Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v7i1.10581

Abstract

Abstract.Restoring the face of Indonesian Democracy is complicated. Long phases in any case are needed until the real of Indonesian democracy is obtained. Constitutional amendments were also carried out to restore the meaning of democracy to achieve the benefits of democracy itself. As a result of the constitution being considered sacred and cannot be touched by the idea of change during the New Order, amendments became the only unavoidable alternative. The amendments were undergone in an effort to touch on the elements that are considered as the joint foundation of the establishment of democracy in this country. The things done in the amendments also relate to strengthening the contents of the institution which is the mandate of the constitution. Legislative construction is considered as the base of the joint which is the estuary of the concept of pure democracy. The addition of the DPD organs as a new institution in the Indonesian constitutional legislative structure is part of an effort to restore democracy in Indonesia. Therefore this construction effort has an impact on the opening of access to democracy so that it is no longer distant from the people, guaranteed individual and group freedom, upholding human rights, and opening the space for freedom for the press.Keywords: Construction, Legislative Institution, Indonesian Democracy AbstrakTema yang disandingkan dalam demokrasi yang pernah dilaksananakan di negara Indonesia adalah bentuk upaya para pemimpin untuk menemukan jati diri demokrasi yang sesuai dengan karakter bangsa serta dikehendaki oleh rakyat Indonesia. Berbagai langkah pun ditempuh untuk menemukan makna demokrasi sesungguhnya. Bahkan Amandemen pun dilakukan untuk mengembalikan makna demokrasi guna mencapai manfaat dari demokrasi itu sendiri sebagimana yang dikatakan dalam para ahli hukum. Akibat konstitusi tidak dapat disentuh oleh ide perubahan, maka amandemen pun tidak dapat dihindari. Amandemen dilakukan dalam upaya menyentuh unsur-unsur yang dianggap sebagai pangkal sendi dari tegaknya demokrasi di Negara ini. Tidak hanya mengisi muatan kosong dalam konstitusi, hal lain yang dilakukan amandemen yakni juga terkait penguatan isi lembaga yang merupakan amanat konstitusi. Konstruksi legislatif dianggap sebagai pangkal sendi yang menjadi muara konsep demokrasi murni.  Penambahan organ DPD dalam struktur legislatif ketatanegaraan Indonesia, salah satu usaha merestorasi demokrasi di Indonesia. Membuka akses demokrasi agar tidak berjarak dengan rakyat, menjamin kebebasan individu juga kelompok, menegakkan azasi manusia, memberi ruang untuk pers adalah beberapa materi yang dititipkan dalam mengfungsikan lembaga legislatif sebagai lembaga yang independen representasi rakyat. Lembaga lain dalam struktur legislatif yakni DPD yang lahir bersamaan amandemen ketiga UUD 1945 pada November tahun 2001, juga dibentuk dalam rangka pemenuhan demokrasi rasa keadilan bagi masyarakat di daerah yang tidak terjangkau secara geografis, juga keterbatasan akses terhadap perwakilannya. Kata Kunci: Kontruksi, Lembaga Legislatif, Demokrasi Indonesia Аннотация.В любом случае необходимы длинные фазы, пока не будет достигнута подлинная демократия Индонезии. Были также внесены конституционные поправки, чтобы восстановить значение демократии для достижения преимуществ самой демократии. В результате того, что конституция считается священной и не может быть затронута идеей изменений во время Нового порядка, поправки стали единственной неизбежной альтернативой. Поправки были внесены в попытке затронуть элементы, которые рассматриваются как совместный фундамент установления демократии в этой стране. То, что сделано в поправках, также касается укрепления содержания института, который является мандатом конституции. Законодательное строительство рассматривается как основа объединения, которое является устоявшимся понятием чистой демократии. Добавление органов DPD (региональное представительство) в качестве нового института в конституционную законодательную структуру Индонезии является частью усилий по восстановлению демократии в Индонезии. Поэтому эти усилия по строительству оказывают влияние на открытие доступа к демократии, так что она больше не находится на расстоянии от людей, гарантируется индивидуальная и групповая свобода, отстаиваются права человека и открываются возможности для прессы.Ключевые Слова: строительство, законодательное учреждение, индонезийская демократия
Korelasi Antara Pelanggaran Etika dan Penegakan Hukum (Analisis Kasus Nikah Sirri dan Singkat Bupati Garut) Arip Purkon
Jurnal Cita Hukum Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v1i2.1464

Abstract

Abstract: The correlation Between Ethical Abuse and Law Enforcement. Ethic and law are two interrelated things. Ethic is a measure of something based on conformity with the values ​​of kindness, decency and propriety. While the law is right or wrong assessment is generally based on the written norm. When the law is understood as a technical procedural and formal, then the ethical aspect is often forgotten. There are actions that are considered unlawful, but it is still perceived good ethics. Moreover, vice versa, there are actions that are considered unethical, but it does not violate the procedural and formal law. Two things need to be synchronized in order to avoid dualism between ethical and legal meaning. Abstrak: Korelasi Antara Pelanggaran Etika dan Penegakan Hukum. Etika dan hukum merupakan dua hal yang saling berkaitan. Etika merupakan tolak ukur sesuatu berdasarkan kesesuaiannya dengan nilai-nilai kebaikan, kesopanan dan kepantasan. Sementara hukum merupakan penilaian benar atau salah yang umumnya berdasarkan norma tertulis. Ketika hukum hanya dipahami sebagai teknis prosedural dan formal, maka aspek etika sering terlupakan. Ada perbuatan yang dianggap melanggar hukum, tetapi secara etika masih dipersepsikan baik. Dan juga sebaliknya, ada yang perbuatan yang dianggap melanggar etika, tetapi secara prosedural dan formal tidak melanggar hukum. Dua hal ini perlu disinkronkan agar tidak terjadi dualisme antara pemaknaan etika dan hukum  DOI: 10.15408/jch.v1i2.1464
International Standards of Social Protection of Internally Displaced Persons: Administrative and Criminal Aspects Yevheniiа Kobrusieva; Yevhen Oleksandrovych Leheza; Kateryna Rudoi; Oleksandr Shamara; Viktor Chalavan
Jurnal Cita Hukum Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v9i3.23752

Abstract

This article reveals the problem of social security of internally displeased persons. The scope of social protection directed at this category of population is not the same in different countries. Taking into account the origin of the authors of the article, the questions of social protection of internally displaced persons in Ukraine are described in detail. Conclusions. Special attention was paid to the need to provide people with the opportunity to exercise their rights and freedoms as well as the proper conditions for social rehabilitation, that has arisen before the state. As a result of the research – ways how to strengthen the social security, increase the level of social protection and make it more effective are proposed. The European standards of social protection of internally displaced persons are a set of norms fixed in the acts of the Council of Europe, the European Union, decisions of the European Court of Human Rights, which, as a result of their implementation in the internal law of the states become mandatory for implementation and determine the decent living conditions of internally displaced persons, the responsibilities of the state in this area for ensuring security and full decent development of personality. In the system of European standards for social protection of internally displaced persons, the relevant norms developed by various institutions of the Council of Europe are extremely important.Keywords: Social Protection; Social Security; Internally Displaced Persons; Displacement Standar Internasional Perlindungan Sosial Bagi Pengungsi Internal: Aspek Administratif dan Criminal Abstrak. Artikel ini mengungkapkan masalah jaminan sosial orang-orang yang tidak senang secara internal. Cakupan perlindungan sosial yang ditujukan pada kategori penduduk ini tidak sama di berbagai negara. Mempertimbangkan asal usul penulis artikel, pertanyaan tentang perlindungan sosial bagi para pengungsi internal di Ukraina dijelaskan secara rinci. Kesimpulan. Perhatian khusus diberikan pada kebutuhan untuk memberikan orang kesempatan untuk menggunakan hak dan kebebasan mereka serta kondisi yang tepat untuk rehabilitasi sosial, yang telah muncul sebelum negara. Sebagai hasil penelitian diusulkan cara bagaimana memperkuat jaminan sosial, meningkatkan tingkat perlindungan sosial dan membuatnya lebih efektif. Standar Eropa tentang perlindungan sosial bagi pengungsi internal adalah seperangkat norma yang ditetapkan dalam tindakan Dewan Eropa, Uni Eropa, keputusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, yang, sebagai hasil dari implementasinya dalam hukum internal. negara menjadi wajib untuk implementasi dan menentukan kondisi kehidupan yang layak dari orang-orang yang dipindahkan secara internal, tanggung jawab negara di bidang ini untuk memastikan keamanan dan pengembangan kepribadian yang layak sepenuhnya. Dalam sistem standar Eropa untuk perlindungan sosial bagi pengungsi internal, norma-norma relevan yang dikembangkan oleh berbagai lembaga Dewan Eropa sangat penting.Kata kunci: Perlindungan Sosial; Jaminan Sosial; Pengungsi Internal; Pengungsian Международные стандарты социальной защиты внутренне перемещенных лиц: административные и уголовные аспекты Аннотация. В статье раскрывается проблема социальной защищенности внутренне недовольных. Объем социальной защиты, направленной на эту категорию населения, в разных странах неодинаков. С учетом происхождения авторов статьи подробно освещены вопросы социальной защиты внутренне перемещенных лиц в Украине. Выводы. Особое внимание было уделено необходимости предоставить людям возможность реализовать свои права и свободы, а также создать соответствующие условия для социальной реабилитации, которые возникли перед государством. В результате исследования - предложены способы, как усилить социальную защищенность, повысить уровень социальной защиты и сделать ее более эффективной. Европейские стандарты социальной защиты внутренне перемещенных лиц - это совокупность норм, закрепленных в актах Совета Европы, Европейского Союза, решениях Европейского суда по правам человека, которые в результате их имплементации во внутреннее право государств становятся обязательными для реализации и определяют достойные условия жизни вынужденных переселенцев, обязанности государства в этой сфере по обеспечению безопасности и полноценного достойного развития личности. В системе европейских стандартов социальной защиты внутренне перемещенных лиц чрезвычайно важны соответствующие нормы, разработанные различными учреждениями Совета Европы.Ключевые слова: Социальная Защита; Социальное Обеспечение; Внутренне Перемещенные Лица; Перемещение
Legal Policy in Village-Owned Enterprises After the Enactment of the Law on The Job Creation In The Framework of Village Society Welfare Fatkhul Muin
Jurnal Cita Hukum Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v9i3.22191

Abstract

The essence of law is to provide welfare to society. Law as a tool of social engineering for society makes people obey it. Dynamic legal developments encourage progress towards society from various aspects of people's lives. One of them, the enactment of Law No. 11 of 2020 on Job Creation, encourages changes to the order of setting norms that affect other laws that are affected by it. One of those affected by the Job Creation Act is the establishment of BUMDes (Village-Owned Enterprises). Through the provisions of Article 117 and Article 185 b of Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation, the government needs to establish a derivative norm that regulates Village-Owned Enterprises. In this provision, it is stated that Village Owned Enterprises, hereinafter referred to as BUMDes, are legal entities established by the village and/or together with villages to manage businesses, utilize assets, develop investment and productivity, provide services, and/or provide other types of business for the maximum welfare of the Village community. In a nutshell, the existence of Village-Owned Enterprises aims to prosper the village community, with the type of business sector owned and support the productivity of rural communities based on village community empowerment. In this study, a legal approach was used with the aim of exploring legal policies towards BUMDes with the enactment of the Job Creation Act.Keywords: Job Creation Act; BUMDes; welfareKebijakan Hukum Pada Badan Usaha Milik Desa Setelah Berlakunya Undang-Undang tentang Penciptaan Lapangan Kerja Dalam Rangka Kesejahteraan Masyarakat DesaAbstrakAdanya hukum sebagai alat rekayasa sosial bagi masyarakat. Karenanya, eksistensi hukum menjadikan masyakat taat terhadap hukum. Perkembangan hukum yang bersifat dinamis, mendorong kemajuan terhadap masyarakat dari berbagai aspek kehidupan masyarakat, salah satunya dengan disahkannya Undang-Undanag Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja mendorong perubahan terhadap tatanan pengaturan norma-norma yang memberikan pengaruh terhadap undang-undang lain yang terdampak dengan Undang-Undang cipta kerja tersebut. Salah satu yang terdampak dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja adalah tentang pembentukan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Melalui ketentuan  Ketentuan Pasal 117 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, maka pemerintah perlu membentuk norma turunannya yang mengatur tentang Badan Usaha Milik Desa. Dalam ketentuan peraturan tersebut bahwa Badan Usaha Milik Desa yang selanjutnya disebut BUMDes adalah badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa-desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktifitas, menyediakan jasa pelayanan, dan/atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan literatur, dengan tujuan mengeksplorasi kebijakan hukum terhadap BUMDes dengan disahkannya Undang-Undang Cipta kerja. Hasil penelitian menyatakan bahwa keberadaan Badan Usaha Milik Desa bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa, dengan jenis bidang usaha yang dimiliki dan menunjang produktivitas masyarakat desa dengan didasarkan kepada pemberdayaan masyarakat desa.Kata Kunci: UU Cipta Kerja; BUMDes; Kesejahteraan Правовая политика в отношении сельских предприятий после принятия Закона о создании рабочих мест для благосостояния сельских общинАннотацияСуществование права является инструментом социальной инженерии для общества. Следовательно, существование закона заставляет людей подчиняться закону. Динамичное правовое развитие, способствующее прогрессу в направлении общества из различных аспектов жизни людей, одним из которых является ратификация Закона № 11 от 2020 года о создании рабочих мест, поощряющего изменения в порядок регулирования норм, которые влияют на другие законы, на которые распространяется закон о создании рабочих мест. Одним из факторов, затронутых законом о создании рабочих мест, является создание BUMDes (сельских предприятий). В соответствии с положениями статьи 117 и статьи 185 буква b Закона № 11 от 2020 года о создании рабочих мест правительству необходимо установить производную норму, регулирующую деятельность сельских предприятий. В положениях постановления сельские предприятия, далее именуемые BUMDes, являются юридическими лицами, учрежденными деревнями и/или вместе с деревнями для управления предприятиями, использования активов, развития инвестиций и повышения производительности, предоставления услуг и / или предоставления других виды бизнеса для наибольшего благополучия деревенской общины. В этом исследовании используется качественный метод исследования с законодательным и литературным подходом с целью изучения правовой политики в отношении BUMDes с принятием Закона о создании рабочих мест. Результаты исследования показали, что существование сельских предприятий направлено на процветание деревенской общины с помощью частного сектора бизнеса и поддержки производительности сельских общин на основе расширения прав и возможностей деревенских общин.Ключевые слова: Закон о создании рабочих мест; BUMDes (сельские предприятия); социальное обеспечение.
The Journalist's Tort Responsibility and The Ways To Avoid It In Light of The Saudi Press And Publication System: An Analytical Study Aisha Mohamed Ismail Elamin
Jurnal Cita Hukum Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v9i3.23743

Abstract

This study aims to determine the tort responsibility of the journalist in case of violating the rights of individuals and the extent of the possibility to avoid the tort responsibility of the journalist. This can happen through the decisions of the competent committees to consider violations of the provisions of the Saudi Press and Publication Law, based on the reasoning of its decisions on Article (9) of the Saudi Press and Publication Law. In the research, the analytical approach is used to the relevant texts from the Saudi Press and Publication System and the applied approach, which is based on strengthening legal and legal positions with judicial positions. In this study, the author addresses the pillars of the tort responsibility of the journalist by highlighting the pillars of Tort and damage, with the possibility of pushing the journalist to tort responsibility through satisfaction with the publication and the right to objective criticism. The study recommended: reorganizing the journalist’s tort responsibility through the inclusion of legal texts in the publications and publishing system due to the absence of legalization of financial transactions, which shows the general rules of responsibility, and publishing the decisions of the competent committees to consider violations of the provisions of the Saudi Press and Publication Law as a result of the absence of legalization of civil transactions.Keywords: Journalist Tort; Human Dignity; Privacy; Moral Damage; Objective Criticism Tanggung Jawab Kerugian Wartawan dan Cara Menghindarinya Berdasarkan Sistem Publikasi dan Pers Saudi: Sebuah Studi Analitis Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab gugatan wartawan dalam kasus pelanggaran hak-hak individu dan sejauh mana kemungkinan untuk menghindari tanggung jawab gugatan wartawan. Hal ini dapat terjadi melalui keputusan komite yang berwenang untuk mempertimbangkan pelanggaran ketentuan Undang-Undang Pers dan Publikasi Saudi, berdasarkan pertimbangan keputusannya pada Pasal (9) Undang-Undang Pers dan Publikasi Saudi. Dalam penelitian ini, pendekatan analitis digunakan pada teks-teks yang relevan dari Saudi Press and Publication System dan pendekatan terapan, yang didasarkan pada penguatan posisi hukum dan hukum dengan posisi yudisial. Dalam studi ini, penulis membahas pilar-pilar tanggung jawab kerugian jurnalis dengan menyoroti pilar-pilar kerugian dan kerugian, dengan kemungkinan mendorong jurnalis untuk melakukan tanggung jawab kerugian melalui kepuasan terhadap publikasi dan hak atas kritik yang objektif. Kajian ini merekomendasikan: menata kembali tanggung jawab wanprestasi jurnalis melalui pencantuman teks hukum dalam sistem penerbitan dan penerbitan karena tidak adanya legalisasi transaksi keuangan, yang menunjukkan aturan umum pertanggungjawaban, dan mempublikasikan keputusan komite yang berwenang untuk mempertimbangkan pelanggaran. ketentuan Hukum Pers dan Publikasi Saudi sebagai akibat tidak adanya legalisasi transaksi perdata.Kata Kunci: Gugatan Wartawan; Harga diri manusia; Pribadi; Kerusakan Moral; Kritik Objektif Деликатная ответственность журналиста и способы ее избежать в свете саудовской прессы и системы публикаций: аналитическое исследованиеАбстрактный:Это исследование направлено на определение деликтной ответственности журналиста в случае нарушения прав человека и степени возможности избежать деликтной ответственности журналиста. Это может произойти в результате решений компетентных комитетов о рассмотрении нарушений положений Закона Саудовской Аравии о печати и публикациях на основании обоснования своих решений по статье (9) Закона Саудовской Аравии о печати и публикациях. В исследовании используется аналитический подход к релевантным текстам из Саудовской системы печати и публикаций и прикладной подход, который основан на усилении юридических и юридических позиций с помощью судебных позиций. В этом исследовании автор обращается к столпам деликтной ответственности журналиста, выделяя столпы деликта и ущерба, с возможностью подтолкнуть журналиста к деликтной ответственности через удовлетворение публикацией и право на объективную критику. В исследовании рекомендовалось: реорганизовать деликтную ответственность журналиста путем включения юридических текстов в системы публикаций и публикации в связи с отсутствием легализации финансовых операций, которая показывает общие правила ответственности, и опубликовать решения компетентных комитетов по рассмотрению нарушений. положений Закона о печати и публикациях Саудовской Аравии в результате отсутствия легализации гражданских сделок.Ключевые слова: журналист Tort; Человеческое достоинство; Конфиденциальность; Моральный урон; Объективная критика
Assessing the Merger of Online Platform Companies: Does it Lead to Monopoly or just Business Expansion? (Analysis of The Merged Company of GoTo) Sukarmi Sukarmi; Sholahuddin Al-Fatih; Kukuh Tejomurti; Moch. Zairul Alam
Jurnal Cita Hukum Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v9i3.21667

Abstract

Two large digital platform companies, Gojek and Tokopedia, officially merged to form a holding company called the GoTo Group that is considered to have anti-competitive behavior and potentially data monopoly. This article aimed to analyze the adequate response to potential violations of the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition Regulation and legal issues related to consumer data monopoly issues. This article uses normative legal research with the conceptual research and statute approach. The result shows that it is necessary to define “relevant markets” and the “substituted products” to determine the existence of unfair business competition in the Gojek-Tokopedia merger. It requires analyzing the consumer behavior in other marketplaces other than Tokopedia; when consumers do not "run" to Gojek, it means they are not in the same market. To prevent privacy protection failures in post-merger data integration, companies need to assess data sharing that may be carried out as part of a risk assessment. Regarding the rights of data subjects, The company needs to provide notification to the data subject regarding the Merger and Acquisition (M & A) given the data subject's right to refuse and guarantee that the M & A process will not violate the right to privacy of the customer's dataKeywords: Competition Law; Digital Platform; Merger Menilai Penggabungan Perusahaan Platform Online: Apakah Mengakibatkan Monopoli atau Hanya Ekspansi Bisnis? (Analisis Penggabungan GoTo)AbstrakDua perusahaan platform digital besar, Gojek dan Tokopedia, resmi bergabung membentuk holding company bernama GoTo Group yang dinilai memiliki perilaku anti persaingan dan berpotensi monopoli data. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis respon yang memadai terhadap potensi pelanggaran Peraturan Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat serta masalah hukum terkait masalah monopoli data konsumen. Artikel ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan penelitian konseptual dan undang-undang. Hasil penelitian menunjukkan perlunya mendefinisikan “pasar relevan” dan “produk substitusi” untuk mengetahui adanya persaingan usaha tidak sehat dalam merger Gojek-Tokopedia. Hal ini membutuhkan analisis perilaku konsumen di pasar lain selain Tokopedia; ketika konsumen tidak “lari” ke Gojek, berarti mereka tidak berada di pasar yang sama. Untuk mencegah kegagalan perlindungan privasi dalam integrasi data pasca-merger, perusahaan perlu menilai pembagian data yang mungkin dilakukan sebagai bagian dari penilaian risiko. Mengenai hak subjek data, Perusahaan perlu memberikan pemberitahuan kepada subjek data mengenai Merger dan Akuisisi (M&A) mengingat hak subjek data untuk menolak dan menjamin bahwa proses M&A tidak akan melanggar hak privasi data pelangganKata Kunci: Hukum Persaingan Usaha; Platform Digital; PenggabunganОценка слияний компаний онлайн-платформ: приведет ли это к монополии или просто к расширению бизнеса? (Анализ слияний GoTo (Gojek и Tokopedia)  АннотацияДве крупные компании, занимающиеся цифровыми платформами, Gojek и Tokopedia, официально объединили свои усилия, чтобы сформировать холдинговую компанию GoTo Group, которая, как считается, ведет антиконкурентную политику и может монополизировать данные. Данная статья направлена на анализ адекватного реагирования на возможные нарушения Положения о запрещении монополистической практики и недобросовестной конкуренции, а также на правовые вопросы, связанные с проблемой монополии на данные потребителей. В данной статье используется нормативно-правовое исследование с концептуальным и правовым исследовательским подходом. Результаты исследования указывают на необходимость определить «соответствующие рынки» и «продукты-заменители», чтобы определить наличие недобросовестной деловой конкуренции в слиянии Gojek-Tokopedia. Это требует анализа поведения потребителей на рынках, отличных от Tokopedia; когда потребители не «бегут» в Gojek, это означает, что они не находятся на одинаковом рынке. Чтобы предотвратить сбои в защите конфиденциальности при интеграции данных после слияния, компаниям необходимо оценить возможное совместное использование данных в рамках оценки рисков. Что касается прав субъекта данных, Компания должна уведомить субъект данных о слиянии и поглощении (M&A), учитывая право субъекта данных отказаться и гарантировать, что процесс M&A не нарушит права на конфиденциальность данных клиента.Ключевые слова: Закон о деловой конкуренции; цифровые платформы; слияние
Foreign Experience of Legal Support Privatization and the Possibility of its Use in Ukraine Roman Victorovich Myroniuk; Anatolii Matviichuk; Olena Hrabylnikova; Olesia Marchenko
Jurnal Cita Hukum Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v9i3.22611

Abstract

Successful examples of legal support privatization in a number of developed foreign countries are analyzed. In particular, the main attention was paid to the analysis of the experience of legal support privatization in developed and democratic countries of North America and Western Europe. The possibility and peculiarity of the procedure of introduction of specific forms and methods of legal support of the processes related to privatization in Ukraine are established. It is stated that privatization is one of the most significant phenomena both in the economy of a particular state and in society as a whole. It is noted that the proper legal enforcement and support of all privatization-related processes determine whether the economic development and prosperity of the state will take place, or, conversely, it will decline and suffer significant losses. It is noted that in connection with the gradual rapprochement of Ukraine with European states and their standards, the problem of inventing the most appropriate and relevant privatization of certain state or municipal enterprises is becoming more acute. At the same time, researchers prefer to conduct a qualitative analysis of the processes of privatization of state property that has taken place in the past in more detail, based on certain newly discovered facts. Among other things, it is considered necessary to check whether the rights, freedoms and legitimate interests of citizens, as well as the state, have been violated during the privatization process.Keywords: Privatization Legal Support; Implementation; Effective Activity; Qualitative Regulation; Research of Processes and PhenomenaPengalaman Asing Dalam Privatisasi Dukungan Hukum dan Peluang Penerapannya di Ukraina AbstrakContoh sukses privatisasi dukungan hukum di sejumlah negara maju asing dianalisis. Secara khusus, perhatian utama diberikan pada analisis pengalaman privatisasi dukungan hukum di negara-negara maju dan demokratis di Amerika Utara dan Eropa Barat. Kemungkinan dan kekhasan prosedur pengenalan bentuk khusus dan metode dukungan hukum dari proses yang terkait dengan privatisasi di Ukraina ditetapkan. Disebutkan bahwa privatisasi adalah salah satu fenomena paling signifikan baik dalam perekonomian suatu negara tertentu maupun dalam masyarakat secara keseluruhan. Penegakan hukum yang tepat dan dukungan dari semua proses terkait privatisasi menentukan apakah pembangunan ekonomi dan kemakmuran negara akan berlangsung, atau sebaliknya, akan menurun dan menderita kerugian yang signifikan. Sehubungan dengan pemulihan hubungan Ukraina secara bertahap dengan negara-negara Eropa dan standar mereka, masalah menciptakan privatisasi yang paling tepat dan relevan dari perusahaan negara bagian atau kota tertentu menjadi lebih akut. Pada saat yang sama, peneliti lebih memilih untuk melakukan analisis kualitatif terhadap proses privatisasi barang milik negara yang telah terjadi di masa lalu secara lebih rinci, berdasarkan fakta-fakta tertentu yang baru ditemukan. Antara lain, dipandang perlu untuk memeriksa apakah hak, kebebasan, dan kepentingan sah warga negara, serta negara, telah dilanggar selama proses privatisasi.Kata Kunci: Dukungan Hukum Privatisasi; Pelaksanaan; Kegiatan Efektif; Regulasi Kualitatif; Penelitian Proses dan Fenomena Зарубежный опыт правового обеспечения приватизации и возможность его использования в УкраинеАннотацияПроанализированы успешные примеры правового обеспечения приватизации в ряде развитых зарубежных стран. В частности, основное внимание было уделено анализу опыта правового обеспечения приватизации в развитых и демократических странах Северной Америки и Западной Европы. Установлены особенность процедуры введения конкретных форм и методов правового обеспечения процессов, связанных с приватизацией в Украине. Констатировано, что приватизация является одной из наиболее значимых явлений как в экономике конкретного государства, так и в обществе в целом. От надлежащего правового обеспечения и сопровождения всех связанных с приватизацией процессов зависит будет ли происходить экономическое развитие и процветание государства, или же наоборот она испытывает упадок и получит существенные убытки. В связи с постепенным приближением Украины к европейским государствам и их стандартов, все более остро встает проблема изобретение наиболее уместного и актуального проведения приватизации определенных государственных или коммунальных предприятий. Вместе с тем, исследователи предпочитают более детализировано, опираясь на определенные вновь открывшиеся факты, провести качественный анализ тех процессов приватизации государственной собственности, которые произошли в прошлом. Среди прочего, признается необходимым проверить, не были ли нарушены при проведении приватизации права, свободы и законные интересы граждан, а также интересы государства.Ключевые слова: приватизация, правовое обеспечение, эффективная деятельность, качественная регламентация, исследования процессов и явлений
Legal Policies for Non-Subsidized Hajj Financing in Indonesia Ahmad Mukri Aji; Muhammad Ishar Helmi
Jurnal Cita Hukum Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v9i3.23686

Abstract

Additional quotas for hajj have not been resolved, particularly in regard to the financing of hajj, which requires subsidies. The state's goal of distributing subsidies to those who are unable to afford them has not been met, and the state's concept of welfare democracy has not been realized. Accordingly, this investigation employs normative legal research in order to focus on government policies as well as developing issues related to Hajj financing. A constitutional practice that has gradually become law is revealed in this study, namely the existence of subsidies created by the existence of benefit value instruments and the practice of subsidies that have been carried out previously in an indirect manner by the Minister with agreement from the DPR in determining BPIH by applying a 50% discount to the real cost of the hajj. As long as the constitutional practice is carried out in order to complete, perfect, and revitalize the legislation, this is normal. A formal legislative body or statutory regulation is required if there are any actual or potential constitutional issues with the practice of constitutional law.Keywords: Open Legal Policy; Hajj Financing; Non-Subsidized Hajj; Hajj Category Kebijakan Hukum Pembiayaan Haji Non Subsidi di Indonesia  Abstrak.Banyaknya tambahan kuota haji belum teratasi, terutama perihal pembiayaan haji yang memerlukan subsidi. Target subsidi yang seharusnya menjangkau masyarakat yang tidak mampu secara finacial dan konsep demokrasi kesejahteraan melalui instrumen subsidi yang digunakan oleh negara dalam hal ini belum terpenuhi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus sehingga analisis penelitian lebih menekankan kepada kebijakan pemerintah dan permasalahan yang berkembang mengenai pembiayaan haji. Temuan penelitian ini yakni, keberadaan subsidi yang tercipta dengan adanya instrumen nilai manfaat dan praktik subsidi yang secara tidak langsung, telah dilakukan sebelumnya melalui penetapan BPIH dengan besaran 50% dari real cost biaya haji yang dilakukan oleh Menteri dengan kesepakatan DPR, secara tidak langsung menjadi kebiasaan yang praktik ketatanegaraan yang telah berangsur-angsur lama menjadi hukum. Hal ini adalah lumrah, karena selama kebiasaan ketatanegaraan dilakukan demi melengkapi, menyempurnakan, menghidupkan kaidah-kaidah hukum perundang-undangan, hal tersebut konstitusional. Namun jika praktik ketatanegaraan tersebut justru mengalami permasalahan atau potensi konstitusional, maka hal tersebut harus dipertegas dalam sebuah legis formal atau peraturan perundang-undangan.Kata Kunci: Open Legal Policy; Pembiayaan Haji; Haji Non Subsidi; Kategori Haji Правовая политика для не субсидируемых Финансирование хаджа в Индонезии Абстрактный.Дополнительные квоты на хадж не решены, особенно в отношении финансирования хаджа, который требует субсидий. Задача государства по распределению субсидий среди тех, кто не может их себе позволить, не была достигнута, а концепция государственной демократии всеобщего благосостояния не была реализована. Соответственно, в этом расследовании используются нормативно-правовые исследования, с тем чтобы сосредоточить внимание на государственной политике, а также на разработке вопросов, связанных с финансированием хаджа. В этом исследовании раскрывается конституционная практика, которая постепенно стала законом, а именно наличие субсидий, созданных наличием инструментов оценки выгоды, и практика субсидий, которые ранее осуществлялись косвенным образом министром с согласия ДНР. при определении БПЖ путем применения 50% скидки к реальной стоимости хаджа. Пока конституционная практика осуществляется с целью дополнения, совершенствования и оживления законодательства, это нормально. Официальный законодательный орган или законодательное регулирование требуется, если есть какие-либо фактические или потенциальные конституционные проблемы с практикой конституционного права.Ключевые Слова: открытая правовая политика; финансирование хаджа; хадж без субсидий; категория хаджа 
Трамп, Твиттер и фейковые новости (Trump, Twitter and Fake News) Munadhil Abdul Muqsith; Rizky Ridho Pratomo; Valerii L Muzykant
Jurnal Cita Hukum Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v9i3.22445

Abstract

This study aims to provide rationality regarding Donald Trump as a fake news aggregator. Donald Trump's leadership from 2017-2020 is controversial and created a massive wave of fake news. As a populist leader, he often issued statements that confused the public during his reign, causing people's trust in the Trump administration to decline. He made the statement not only on national television but also on social media. Social media is the right political communication funnel for any populist leader when it comes to audience reach. Donald Trump is an active user especially on Twitter and uses it to spread misinformation and disinformation to spread what he calls as a truth. Many statements make Donald Trump worthy of being called a fake news aggregator. This study uses a qualitative approach with the content analysis method. Thirty-two samples of Donald Trump's hoax statements that were examined found that the hoaxes spread by him were not limited to just one topic. This research has both theoretical and practical significance. From a theoretical point of view, this research contributes to the development of literature regarding the relationship between hoaxes and populist leaders. In practical terms, this literature contributes to understanding the characteristics of populists and how social media is used as a funnel to spread hoaxes.Keywords: Hoax; Donald Trump; Populism; social media; TwitterTrump, Twitter and Fake NewsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memberikan rasionalitas terkait Donald Trump sebagai fake news aggregator. Kepemimpinan Donald Trump pada periode 2017-2020 ini sangat kontroversial dan menciptakan sebuah gelombang fake news yang masif. Sebagai seorang pemimpin populis, dalam masa pemerintahannya, tak jarang dia mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan kebingungan kepada masyarakat sehingga menyebabkan turunnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Donald Trump.Pernyataan itu dia lontarkan tidak hanya di media televisi nasional, tetapi juga media sosial. Bahkan, apabila berbicara jangkauan audience, media sosial menjadi corong komunikasi politik yang tepat bagi setiap pemimpin populis. Donald Trump merupakan pengguna aktif media sosial, khususnya Twitter. Donald Trump memanfaatkannya untuk menyebarkan misinformasi dan disinformasi untuk menyebarkan kebenaran versi miliknya. Ada banyak pernyataan yang membuat Donald Trump layak disebut sebagai fake news aggregator. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Sebanyak tiga puluh dua sampel pernyataan Donald Trump dikaji. Penulis menemukan bahwa berita bohong yang disebarkan olehnya tidak terbatas hanya satu topik semata. Penelitian ini memiliki signifikansi teoritis dan praktis. Dari segi teoritisnya, penelitian ini berkontribusi terhadap perkembangan literatur terkait hubungan antara hoaks dan pemimpin populis. Dalam segi praktisnya, literatur ini menjadi sumbangan pemikiran untuk memahami lebih lanjut karakteristik populis dan bagaimana media sosial digunakan sebagai corong untuk menyebarkan hoaks. Kata Kunci: Hoaks; Donald Trump; Populisme; Media Sosial; Twitter Трамп, Твиттер и фейковые новости АннотацияЭто исследование направлено на то, чтобы дать разумное представление о Дональде Трампе как агрегаторе фейковых новостей. Руководство Дональда Трампа в период 2017-2020 годов было очень спорным и вызвало массовую волну фейковых новостей. Как лидер популистов во время своего правления он часто делал заявления, которые вызывали замешательство у общественности, вызывая снижение доверия людей к правлению Дональда Трампа. Эти заявления он делал не только по национальному телевидению, но и в социальных сетях. Фактически, когда дело доходит до охвата аудитории, социальные сети являются правильной воронкой политической коммуникации для любого лидера популистов. Дональд Трамп - активный пользователь социальных сетей, особенно Твиттера. Дональд Трамп использует его для распространения недостоверной информации и дезинформации, чтобы распространить свою версию правды. Есть много заявлений, которые делают Дональда Трампа достойным называться агрегатором фейковых новостей. В этом исследовании используется качественный подход с методом контент-анализа. Были изучены 32 образца заявлений Дональда Трампа. Автор считает, что распространяемые им фейковые новости не ограничиваются одной темой. Это исследование имеет как теоретическое, так и практическое значение. С теоретической точки зрения, это исследование способствует развитию литературы о взаимоотношениях между обманом и популистскими лидерами. На практике эта литература является вкладом в дальнейшее понимание характеристик популистов и того, как социальные сети используются в качестве канала для распространения лжи.Ключевые слова: обман; Дональд Трамп; популизм; социальные сети; Твиттер