cover
Contact Name
Andy Budiarto
Contact Email
arskosonglapan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arskosonglapan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Desiminasi Teknologi
ISSN : 2303212X     EISSN : 25035398     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 4 No. 2 JULI 2016" : 10 Documents clear
PERUBAHAN RUANG SOSIAL PENGHUNI RUMAH SUSUN STUDI KASUS RUMAH SUSUN TZU CHI CENGKARENG Irma Indriani
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i2.286

Abstract

Abstrak: Rumah susun Tzu Chi dibangun sebagai satu bentuk partisipasi masyarakat dalammenyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan kota besar Jabodetabek.Perubahan ruang bermukim menjadi rentan terhadap bagaimana penghuni dapat menyesuaikan diridan bertahan di tempat tinggal yang baru.  Beberapa faktor mempengaruhi keberhasilan proses sosialpenghuni rusun untuk terus bermukim. Pertama, budaya dan ikatan yang mereka bawa dari tempattinggal awal mereka dan tetap dipertahankan. Dan peran pengelola dalam mendidik dan mengarahkanpenghuni serta partisipasi penghuni dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan fisik dalamkonsep berkelanjutan dan berwawasan lingkungan berpengaruh dalam penciptaan ruang sosial bagipenghuni rumah susun tersebut.Kata Kunci: ruang sosial, rumah susun, penghuni, partisipasi, masyarakat berpenghasilan rendah
PERENCANAAN SISTEM PENTANAHAN PERALATAN PENGHANTAR PADA GARDU INDUK TANJUNG API-API Yusro Hakimah
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i2.292

Abstract

Abstrak: Sistem pentanahan peralatan Gardu Induk merupakan peralatan yang amat penting untukmenghindari bahaya-bahaya terhadap orang yang sedang berada didalam atau didaerah Gardu Induktersebut. Fungsi pentanahan peralatan Gardu Induk sendiri untuk membatasi tegangan yang timbulantara peralatan, peralatan dengan tanah dan meratakan gradient tegangan yang timbul padapermukaan tanah akibat arus gangguan yang mengalir dalam tanah. Pada perencanaan sistempentanahan peralatan ini menggunakan sistem pentanahan grid dengan jumlah paralel 8 kisi-kisi utamayang kedalaman penanaman konduktornya tergantung dari nilai tahanan jenis tanah serta luas areapentanahan yang akan digunakan. Untuk tahanan jenis tanah sebesar 17,1 ohm-meter dan arusgangguan maksimum ketanah sebesar 8227 ampere, sehingga luas penampang konduktor 25 mmdengan panjang konduktor grid 413 meter, maka didapat tegangan sentuh dan tegangan langkah padaperencanaan yang dimana tegangan sentuh 670,71 Volt dan tegangan langkah 262,74 Volt lebih kecildari tegangan sentuh dan tegangan langkah standar IEC serta tahanan pentanahan grid sebesar 0,99ohm.Kata Kunci: Pentanahan Peralatan, Gardu Induk.2
ANALISIS PENGGUNAAN MOTOR INDUKSI JENIS ROTOR LILIT SEBAGAI GENERATOR INDUKSI Rusdianto .; Herman Ahmad; M. Nefo Alamsyah
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i2.287

Abstract

Abstrak: Motor induksi dapat dioperasikan sebagai generator pembangkit, tetapi harus memenuhipersyaratan yang diperlukan untuk menjadi sebuah generator, yaitu eksitasi atau penguatan medanmagnet dan putaran atau penggerak mula. Untuk motor induksi rotor sangkar, persayaratan eksitasiyang harus dipenuhi tidak dapat dilakukan secara sempurna, sehingga akan menimbulkan masalahpada pembangkitan tegangannya.  Tetapi untuk motor induksi jenis rotor lilitan, kumparan rotor dapatdigunakan sebagai eksiter, sehingga akan menyerupai eksitasi pada generator sinkron. Dari hasilpengujian generator induksi dengan jenis rotor lilit, diperoleh tegangan maksimum rata-rata sebelummengalami kondisi jenuh untuk generator tanpa beban adalah 366,85 Volt fasa-fasa, dan 211,8 Voltfasa-netral.  Untuk kondisi berbeban diperoleh tegangan sebesar 351,32 Volt fasa-fasa, dan 202,83Volt fasa-netral, dengan beban perfasa adalah lampu pijar 200 Watt. .  Untuk kondisi berbebandiperoleh tegangan sebesar 280,01 Volt fasa-fasa, dan 161,67 Volt fasa-netral, dengan beban perfasaadalah lampu pijar 600 Watt Tegangan tersebut hanya terjadi perbedaan maksimum 7,8% daritegangan nominalnya untuk kondisi berbeban 200W dan perbedaan maksimum 26,51% dari tegangannominal untuk kondisi berbeban 600W, sehingga generator tersebut dikatakan layak digunakan tetapiterbatas pada nilai beban tertentu.Kata kunci: Generator, Rotor lilit, Motor induksi, Eksitasi
ANALISA PERBANDINGAN EFISIENSI LAMPU YANG MENGGUNAKAN BALAST MANGNET DAN ELEKTRONIK Muhni Pamuji; Yuslan Basir
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1919.732 KB) | DOI: 10.52333/destek.v4i2.294

Abstract

Abstrak: Pemakaian energi listrik semakin diharapkan dan diarahkan ke penggunaan energi yangefektif dan efisien untuk hasil yang maksimal. Khusus pada sistem penerangan, penggunaan lampuflorent atau yang biasa disebut lampu TL dirasakan sangat bermanfaat, baik untuk penerangan rumah,perkantoran maupun untuk keperluan industri. Pengujian peralatan rangkaian bertujuan untuk mengujiefek perubahan penggunaan balast magnetik dan balas elektronik terhadap efisiensi lampu sehinggadapat dimengerti tentang karakteristik kedua macam balast tersebut. Dalam pengujian ini akandidapatkan data-data yang diperlukan untuk perbandingan dan penganalisaan secara teori sesuaidengan alat yang akan diuji. Pada saat penyalaan ke dua jenis balast tersebut terdapat perbedaan,dimana dari hasil pengukuran didapatkan jenis balast magnetik daya lampu sebesar 18 W dengan jenislampu TL, arus start 0,28 A dan arus yang mengalir 0,20 A. Untuk jenis balast elektronik daya lampu18 W jenis lampu excellent arus start 0,20 A dan arus yang mengalir 0,17 A, Cos φ yang dihasilkanpada balast elektronik 0,98. Sedangkan untuk balast magnetik Cos φ 0,50. Untuk efisiensi lampu padabalast elektronik 90% sedangkan untuk balast magnetik sebesar 59,8%.Kata Kunci: Efisiensi Lampu, Balas Magnetik, Balas Elektronik
PENGARUH PENCAMPURAN FLY ASH BATU BARA DAN DEBU SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BATU BATA Andriono .; Indra S. Fuad; Bahder Johan
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i2.282

Abstract

Abstrak: Batu bata merupakan salah satu bahan bangunan yang telah umum digunakan. Bahanpembuat batu bata adalah tanah liat (lempung) dengan atau tanpa bahan lain, dengan melalui prosespembakaran pada temperatur yang tinggi dengan harapan batu bata itu tidak akan mudah patah atauhancur bila direndam dalam air. Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku tanah bahan penyusunbatu bata, kita memerlukan pengetahuan mengenai sifat fisik tanah, kadar air, berat jenis, berat isi danatterberg limit. Penambahan material lain akan membedakan jenis batu bata, didalam penelitian inipembuatan batu bata menggunakan tanah liat, tanah liat campuran fly ash batu bara, dan tanah liatcampuran debu semen. Pemanfaatan limbah batu bara dan semen yang kembali digunakan merupakanpenanggulangan yang tepat terhadap limbah, oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuanuntuk mengetahui berapa besar pengurangan atau penambahan kuat tekan batu bata terhadap faktorkeamanan suatu bangunan, untuk dapat diaplikasikan pada bangunan-bangunan masyarakat umum.Variasi persentase penambahan fly ash batu bara dan debu semen adalah 0,5%, 1% terhadap berat batubata rata-rata. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulanbahwa dari hasil uji kuat tekan batu bata, batu bata dengan penambahan fly ash batu bara 0,5 %mengalami penurunan sebesar 14,58 %, penambahan fly ash batu bara 1% mengalami kenaikansebesar 37,5%, penambahan debu semen 0,5% mengalami kenaikan sebesar 10,42 %, danpenambahan debu semen 1% mengalami kenaikan sebesar 47,92 % dibandingkan batu bata normal.Kata Kunci: tanah liat, fly ash batu bara, debu semen, kuat tekan batu bata.
ANALISA PERHITUNGAN TARIF ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN BOK DAN TINGKAT PELAYANAN ANGKUTAN KOTA (Studi Kasus Trayek Ampera – Tangga Buntung Kota Palembang) Yules Pramona Z; Yasmid .; Rizki Witriani
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i2.289

Abstract

Abstrak: Angkutan kota atau biasa disingkat Angkot adalah sebuah moda transportasi perkotaan yangmerujuk kepada kendaraan umum dengan rute yang sudah ditentukan. Tidak seperti bus yangmempunyai halte sebagai tempat perhentian yang sudah ditentukan, angkutan kota dapat berhentiuntuk menaikkan atau menurunkan penumpang di mana saja. Data-data didapat dengan wawancara(interview) dengan pemilik kendaraan dan juga kuisioner dengan penumpang angkutan kota trayekAmpera – Tangga Buntung kemudian data di analisis , hasil analisis data untuk mengetahui tarifoptimum  dan tingkat pelayanan angkutan kota trayek Ampera – Tangga Buntung. Sebelumdilaksanakan survei dilapangan harus disusun suatu tahapan, adapun tahapan-tahapan tersebut yaitusurvei  pendahukuan, persiapan survei dan pelaksanaan survei ( pengumpulan data ). Dari analisa danpengolahan data didapatkan kesimpulan bahwa tarif optimum sebesar Rp.4.200, angkutan kota  masihsangat diperlukan oleh semua kalangan masyarakat dan jumlah kebutuhan armada pada jam sibuk pagidibutuhkan 16 trip kendaraan, pada jam sibuk siang dibutuhkan 9 trip kendaraan dan pada jam sibuksore dibutuhkan 12 trip kendaraan.Kata Kunci: Biaya Operasional Kendaraan, Tingkat Pelayanan Angkutan Kota, Jumlah Armada,Tarif.
PERANCANGAN MODEL GENERATOR TURBIN ANGIN TYPE AXIAL DENGAN DUAL ROTOR-STATOR Dyah Utari Yusa W.
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i2.283

Abstract

Abstrak: Angin sebagai sumber energi alternatif yang terbarukan dapat dimanfaatkan untukmemenuhi kebutuhan listrik. Oleh karena itu, dibuatlah rancang bangun generator turbin angin tipeaxial. Perancangan ini menggunakan dual rotor-stator. Pada rancang bangun generator turbin angintipe axial yang dibahas ini penulis menyajikan hasil perancangan, pembuatan dan pengujian generatorturbin. Generator turbin angin ini beroperasi pada putaran rendah (< 100 rpm). Berdasarkan data hasilpengujian, pada kecepatan angin 3 m/s tegangan, arus, dan daya yang dihasilkan sebesar 0,48 V, 81mA, dan 0,0389 W, ketika kecepatan angin ditingkatkan menjadi 6 m/s tegangan, arus, dan daya yangdihasilkan sebesar 1,15 V,  135 mA, dan 0,1553 W,  dan pada kecepatan 9 m/s tegangan, arus, dandaya yang dihasilkan semakin besar yaitu 1,30 V, 202 mA, dan 0,2626 W. Hasil pengujian generatorturbin angin ini dibandingkan dengan generator turbin yang menggunakan dual rotor-1 stator dan 3rotor-1 stator untuk mengetahui mana yang lebih baik menghasilkan putaran turbin dan denganharapan untuk lebih dikembangkan atau dimanfaatkan. Setelah dibandingkan, TASV dual rotor-statormenghasilkan tegangan, arus, dan daya paling kecil dibandingkan dengan TASV dual rotor-1 statordan TASV 3 rotor-2 stator. Hal ini dikarenakan jarak (gap) antar rotor lebih jauh dibandingkan 2 jenisTASV yang telah dibuat, karena terdapat 2 buah stator di antara rotor tersebut. Sehingga dapatdisimpulkan bahwa kecepatan angin, kecepatan putaran turbin, jarak antar rotor dan jumlah lilitanpada stator dapat mempengaruhi kinerja generator turbin dan juga mempengaruhi tegangan, arus, dandaya output yang dihasilkan.Kata kunci: energi alternatif, generator, turbin angin, rotor, stator
OPTIMASI PROSES PENGGERINDAAN PERMUKAAN Zulkarnain Fatoni; Sukarmansyah .
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i2.290

Abstract

Abstrak: Mesin gerinda merupakan suatu alat yang digunakan untuk meratakan permukaan,mengasah, memotong benda kerja. Dalam penelitian ini mesin gerinda yang digunakan mesin gerindadatar dan bahan yang digunakan yaitu baja karbon HQ 705. Pengujian terlebih dahulu dilakukanproses pemesinan dengan variasi ketebalan makan batu gerinda yaitu 0.05 mm, 0.1 mm, 0.15mm.Setiap proses pemesinan akan dihitung waktu dan kecepatan untuk setiap satu produk. Ketebalanpemakanan terhadap permukaan baja karbon HQ 705 dalam penelitian ini akan menghasilkan datayang berbeda dari setiap variasi tebal pemakanan. Karena waktu, kecepatan, dan biaya yangdikeluarkan tiap  benda uji berbeda-beda. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa tebalpemakanan 0.05 mm akan lebih lama  produk untuk diselesaikan tapi hasil akhir dari penggerindaanlebih halus dibandingkan tebal pemakanan 0.1 mm dan 0.15 mm. Berdasarkan data yang diperolehdari hasil penelitian, bahwa optimasi proses penggerindaan yang baik dilihat dari harga produk, waktu,kecepatan adalah proses penggerindaan dengan tebal pemakanan 0.05 mm yang paling baik hasilnyadan halus, tapi untuk kecepatan pengerjaannya 0.1 mm dan 0.15 mm lebih cepat menyelesaikannya.Kata kunci: Proses pemesinan, HQ 705, Optimasi.
EFEKTIVITAS JUMLAH ANALIS DALAM USAHA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (Studi Kasus di Departemen K3LH PT. Pupuk Sriwijaya Palembang) Devie Oktarini; Muhammad Anggi
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i2.284

Abstract

Abstrak: Produktivitas kerja merupakan persoalan yang utama yang diperlukan dalam dunia industri.Di perusahaan industri pupuk seperti PT.Pupuk Sriwijaya, sumber daya yang produktif sangatdibutuhkan untuk menunjang kinerja produktivitas kerja. Analis sebagai sumber daya adalah karyawanyang bekerja di bagian pengendalian dan pengendalian pencemaran lingkungan hidup. Tugas dantanggung jawab analis di perusahaan tersebut adalah mengendalikan pencemaran lingkungan hidupdari limbah pabrik. Jumlah analis yang tersedia di bagian pengendalian pencemaran lingkungan hiduppada saat ini belum mampu mengatasi semua tanggung jawabnya sebagai seorang analis. Hal tersebutterlihat dari jumlah jam yang diperlukan setiap harinya untuk menyelesaikan pekerjaannnya. Apabilaterjadi masalah, maka setiap analis bisa dipekerjakan lebih dari 8 jam kerja. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk menentukan jumlah analis yang efektif sehingga produktivitas kerja di bagianpengendalian dan pengendalian pencemaran lingkungan hidup dapat ditingkatkan. Dalam penelitianini metode yang digunakan adalah Metode Regresi Berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahuibahwa jumlah analis yang efektif adalah 4 orang dengan angka produktivas mencapai 49,760. Artinya4 orang analis ini mampu menyelesaikan 49,760 jumlah pekerjaan atau sekitar 50 jumlah pekerjaanper hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin besar jumlah analis pada titik optimum makanilai produktivitas kerjanya cenderung semakin meningkat.Kata Kunci: Efektivitas, Analis, Produktivitas.
ANALISIS PERAMALAN PERMINTAAN JUMLAH PRODUK LORI SAWIT TERHADAP KURS DOLLAR AMERIKA (STUDI KASUS DI PT. SWAKARYA ADHI USAHA) Irnanda Pratiwi; Hermanto MZ
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i2.291

Abstract

Abstrak: Pada penelitian ini peramalan permintaan akan dilakukan dengan menerapkan beberapametode yaitu regresi linier, moving average, exponential smoothing dan metode kuadrat terkecil.Penggunaan keempat metode peramalan tersebut untuk membandingkan metode peramalan yang yanglebih akurat dan mendekati nilai aktual permintaan. Metode penelitian dimulai dari pengumpulan datahistoris dari tahun 2005 sampai dengan 2015, perhitungan peramalan, pemilihan peramalan, danpengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan hasil peramalan untuk masingmasingmetode peramalan yaitu metode regresi linier ramalan permintaan sebesar 123 unit lori,metode moving average sebanyak 146 unit lori, metode eksponensial smoothing dengan pembobotanα; 0,1 , α; 0,5 dan α; 0,9 masing-masing sebanyak 102, 145, dan 146 unit lori dan metode kuadratterkecil sebanyak 251 unit lori sawit. Setelah hasil peramalan diketahui maka dilakukan pengujiankesalahan peramalan untuk mengetahui metode mana yang terbaik dengan menggunakan metodestandar kesalahan peramalan (SKP).hasilnya, metode moving average dan kuadrat terkecil memilikiSKP yang lebih kecil yaitu  MAD moving average sebesar 29, MSE = 1.439 dan MAPE = 9% danmetode kuadrat terkecil sebesar 60 unit.Kata kunci: peramalan permintaan, regresi linier, moving average, exponential smoothing, kuadratterkecil.

Page 1 of 1 | Total Record : 10