cover
Contact Name
Andy Budiarto
Contact Email
arskosonglapan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arskosonglapan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Desiminasi Teknologi
ISSN : 2303212X     EISSN : 25035398     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
ANALISIS RENCANA PEMBANGUNAN GUDANG SEMEN DI PELABUHAN PULAU BAAI BENGKULU Lega Reskita Lubis; Zuul Fitriana Umari; Ayu Marlina
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 1 Januari 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.028 KB) | DOI: 10.52333/destek.v7i1.411

Abstract

Gudang penyimpanan merupakan salah satu fasilitas pelabuhan yang berfungsi untuk menyimpan barang yang datang dari kapal atau sebaliknya.Dengan meningkatnya komoditi setiap tahunnya maka diperlukan rencana pembangunan gudang agar mempercepat waktu kapal bertambat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan ruang penyimpanan gudang semen. Dengan desain layout gudang penyimpanan ini menggunakan pola perpindahan barang garis lurus. Pengolahan data dimulai dari perhitungan kapasitas gudang, waktu barang tertimbun, jarak perpindahan barang dan utilitas gudang. Dari perhitungan didapatkan bahwa kapasitas gudang penyimpanan semen adalah sebesar 2000 pallet dengan luas area gudang adalah sebesar 3.080 m2 dan utilitas ruang gudang sebesar 74,34%. Luas area yang terpakai adalah sebesar 2.289,6m2 dengan banyaknya pallet adalah sebesar 1.908 pallet. Total jarak perpindahan komoditi semen dalam gudang adalah sebesar 40.690 m.Kata kunci: pelabuhan, pola perindahan, tata letak gudang
MANAJEMEN AIR IRIGASI DITINJAU DARI SISI PETANI Binsar Manurung
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 1 JANUARI 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.521 KB) | DOI: 10.52333/destek.v5i1.360

Abstract

Bendung Muara Riben adalah sumber utama penyediaan air untuk daerah irigasi Muara Riben seluas 2634 ha, yang tersebar di 15 petak tersier. Pada saat-saat musim kering, air yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan, yang mengakibatkan segala petani gagal panen, serta mengakibatkan konflik kebutuhan air. Manajemen yang telah dilakukan untuk pemberian air ke 15 petak tersier tersebut masih terlalu sederhana dan tidak memperhatikan keterkaitan jaringan irigasi secara terpadu dengan ketersedian air irigasi efektif, sehingga hasil yang diperoleh tidak mencapai optimal. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan strategi-strategi yang akan dilakukan serta memprogramkan pembagian air sebagai acuan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Penelitian manajemen air irigasi di tinjau dari sisi petani di daerah irigasi Muara Riben, dilakukan dengan membagikan kuesioner untuk 100 responden, dari 15 organisasi P3A. Kuesioner terdiri atas 40 pertanyaan yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu 20 pertanyaan berhubungan dengan faktor-faktor internal  (faktor-faktor dari dalam organisasi P3A itu sendiri) dan 20 pertanyaan lagi dengan faktor-faktor eksternal (faktor-faktor dari luar organisasi P3A). Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunities and Threat atau Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman) yang dipakai untuk menentukan strategi pengelolaan air irigasi. Berdasarkan simulasi jadwal tanam dengan menggunakan faktor K (K adalah perbandingan debit tersedia dengan debit kebutuhan), maka jadwal tanam optimum untuk golongan I dimulai pada bulan Oktober ke II, dengan pola tanam PadiPadi-Palawija, sedangkan untuk golongan II dimulai pada November ke II, dengan pola tanah Padi-Palawija-Padi. Hasil analisis SWOT menghasilkan faktor insternal = 2,77 dan faktor eksternal = 1,89. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengaruh manajemen organisasi P3A (internal) masih lebih tinggi dibanding dengan pengaruh dari luar organisasi P3A (eksternal). Hal ini mencerminkan peluang keberhasilan organisasi P3A cukup tinggi apabila kekuatan dan peluang dimanfaatkan dan ada usaha mengurangi kelemahan dan ancaman yang ada. Dari beberapa faktor tersebut akhirnya dapat dibuat pedoman pembagian air bagi pengurus P3A.Kata Kunci: Petani, Manajemen, Irigasi Air.
ANALISA PENGGUNAAN KAWAT ELEKTRODA E 7016 UNTUK PENGELASAN OKSIASETILEN PADA BAJA ST45 Bahrul Ilmi
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 2 JULI 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.076 KB) | DOI: 10.52333/destek.v5i2.373

Abstract

Pada tulisan ini dilakukan uji coba terhadap penggunaan kawat elektroda las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) yaitu elektroda E 7016 sebagai alternatif kawat las R G45 pada pengelasan oksiasetilen (Oxy Acetylene Welding, OAW) pada pelat baja ST45. Langkah pertama adalah pembuatan spesimen uji tarik untuk raw material sesuai ASTM E8 dan untuk sambungan las tumpul sesuai JIS Z3121. Lalu dilakukan uji tarik dan struktur mikro. Nilai kekuatan tarik untuk pengelasan menggunakan kawat R G45 adalah 36,656 kgf/mm2 dan kekuatan luluh 29,612 kgf/mm2, sedangkan kekuatan tarik pada spesimen menggunakan kawat E 7016 adalah 31,798 kgf/mm2 dan kekuatan luluh 27,578 kgf/mm2. Jadi, dari pengujian diatas, walaupun kekuatan tarik kawat E 7016 lebih tinggi, tetapi kekuatan tarik sambungan las OAW menggunakan kawat R G45 lebih baik dikarenakan kekuatan tarik dan kekuatan luluhnya lebih tinggi dibanding sambungan las OAW menggunakan kawat E 7016. Dari foto struktur mikro, fasa pada hasil pengelasan dengan kawat R G45 lebih mendekati fasa pada raw material, dibandingkan menggunakan kawat E 7016, sehingga dapat disimpulkan bahwa kekuatan tarik pada hasil pengelasan OAW dengan bahan tambah kawat R G45 lebih baik daripada kawat E 7016 dan kawat E 7016 sebaiknya tidak digunakan dalam las OAW.Kata kunci: kawat las, las oksiasetilen, kekuatan sambungan
SISTEM MANAJEMEN KOORDINASI RELE ARUS LEBIH PADA FEEDER ‘A’ DARI SS#14 SAMPAI KE SS#15 PLAJU Letifa Shintawaty
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 1 Januari 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.549 KB) | DOI: 10.52333/destek.v7i1.406

Abstract

Untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan serta meminimalisir adanya gangguan di PT.Pertamina (Persero), diperlukan peralatan proteksi.Salah satu proteksi yang terdapat pada feeder ‘A’ SS#14 sampai ke incoming SS#15 merupakan rele arus lebih.Pada bulan Maret 2018 kemarin, rele arus lebih tersebut tidak terkoordinasi dengan baik. Dikarenakan hal tersebut, sehingga distribusi listrik ke bagian perumahan komperta Plaju menjadi terganggu. Setelah dilakukan analisa, didapatlah bahwa untuk koordinasi antar rele arus lebih yang terdapat pada feeder ‘A’ tidak berdasarkan urutan kerja rele tersebut. Pada rele arus lebih pengaman fasa RST, untuk rele yang paling jauh letaknya dari titik gangguan (Incoming SS#14 sisi 12 kV) bekerja lebih cepat yaitu 0,88 detik dibandingkan dua lokasi rele yang paling dekat dengan titik gangguan yaitu 1,36 detik (Incoming SS#14 sisi 6,9 kV) dan 14,6 detik (Outgoing SS#14 to SS#15).Dari hasil perhitungan didapatlah koordinasi rele arus lebih pada feeder ‘A’ tersebut.Sehingga rele arus lebih yang paling dekat dengan titik gangguan bekerja lebih dahulu dibandingkan rele arus lebih setelahnya. Untuk rele arus lebih yang paling dekat dengan titik gangguan mempunyai waktu kerja sebesar 0,3 detik dan untuk rele arus lebih yang paling jauh dari titik gangguan mempunyai waktu kerja 1,5 detik. Hal tersebut dilakukan agar koordinasi rele arus lebih dapat berjalan dengan baik.Kata kunci: proteksi, rele arus lebih, koordinasi
KONDISI ALIRAN UDARA PADA KAWASAN BANGUNAN TINGGI DENGAN POLA RADIAL Tri Woro Setiati
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 6 No. 2 JULI 2018
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.705 KB) | DOI: 10.52333/destek.v6i2.401

Abstract

Kondisi aliran udara pada kawasan bangunan tinggi secara umum mempengaruhi iklim mikro di kawasan tersebut. Beberapa penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa bangunan tinggi yang disusun linear menimbulkan beberapa permasalahan, diantaranya pengurangan kecepatan aliran udara di lorong antar bangunan akibat pembelokkan dan friksi serta besarnya zona tenang dibagian leeward bangunan. Hal tersebut mengakibatkan pertukaran udara di kawasan cukup rendah sehingga mengalami peningkatan polusi serta temperatur udara kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kondisi aliran udara pada kawasan bangunan tinggi yang disusun dengan pola radial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bantuan simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD)untuk mengujicoba beberapa parameter desain, yaitu orientasi kawasan dan rasio nilai H/W (height/width). Evaluasi dilakukan berdasarkan kontur kecepatan angin dan pola aliran udara pada kawasan tersebut .Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran udara yang terjadi pada pola radial memberikan potensi yang lebih untuk  kenyamanan ruang luar dan pendistribusian polusi udara. Hal tersebut terlihat dari kecepatan angin yang tidak mengalami penurunan secara signifikan serta zona tenang yang tidak terlalu besar.Kata kunci: aliran udara, bangunan tinggi, pola, radial
ANALISIS KEHILANGAN AIR BERSIH PERUMNAS TALANG KELAPA PADAPERUSAHAAN ADHYA TIRTA SRIWIJAYA (ATS) PALEMBANG Nova Herlina; Indra Syahrul Fuad; Reni Andayani
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 1 JANUARI 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.51 KB) | DOI: 10.52333/destek.v5i1.368

Abstract

Perusahaan Adhya Tirta Sriwijaya merupakan perusahan yang mengelolah produksi perdistribusian air bersih kepada masyarakat Kota Palembang. Perusahaan ATS Palembang ini baru melayani 5 daerah Kelurahan yaitu di Kelurahan Alang-alang Lebar, Kelurahan Talang Betutu, Kelurahan karya Baru, Kelurahan Talang Kelapa, dan Kelurahan Kebun Bunga, terdapat intake dengan pompa 2 Unit berkapasitas 130 m3/jam dan I unit kapasitas 50 liter/detik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kehilangan air bersih pertahun dan penyebab kehilangan air bersih di Perumnas Talang Kelapa pada perusahaan PT. ATS. Data-data dikumpulkan berdasarkan dari laporan pemakaian air bersih dan air yang di distribusikan dari PT.ATS pada bulan januari sampai bulan desember 2015 dan penyebab kehilangan air bersih dilakukan survei lapangan dengan membagikan kuisioner kepada pelanggan ATS. Hasil yang diperoleh dari perhitungan kehilangan air pertahun adalah 4,85 % ditahun 2015 dan penyebab kehilangan air bersih di wilayah talang kelapa adalah air yang hilang dikarenakan pemutusan sambungan secara ilegal, banyaknya penggantian pipa yang rusak dan banyaknya penggantian meteran ke pelanggan sehingga terjadinya kehilangan air yang tidak tercatat pada PT. Adhya Tirta Sriwijaya.Kata kunci: Intake, kuisioner, kehilangan air.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN KAIT TUNGGAL JENIS EYE HOOK DENGAN BEBAN 0,5 TON Zulkarnain Fatoni; M. Lazim
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 2 JULI 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.996 KB) | DOI: 10.52333/destek.v5i2.379

Abstract

Sebuah kait biasanya dilengkapi dengan kait pengaman untuk mencegah tali baja terlepas dari kait saat diberikan beban, baik beban angkat maupun angkut. Pada perancangan dan pembuatan kait ini terdapat berbagai proses mesin produksi yang dilakukan, untuk proses awal pembuatan kait dilakukan dengan proses kerja tempa dimana bahan yang digunakan ialah baja kontruksi mesin S45C. Pemilihan bahan ditentukan setelah dilakukannya perhitungan terhadap tegangan-tegangan yang terjadi pada kait akibat adanya beban. Setelah mendapatkan hasil perhitungan tegangan pada kait maka perlu dilakukan perbandingan antara tegangan yang terjadi dengan tegangan yang diizinkan.Untuk mendapatkan tegangan yang diizinkan perlu dilakukan perhitungan terhadap faktor keamanan, jadi kait yang telah dibuat dinyatakan layak untuk digunakan dan aman karena tegangan yang terjadi pada kait lebih kecil dari tegangan yang diizinkan.Kata kunci: kait, baja karbon, tegangan dan faktor keamanan.
EVALUASI KINERJA FUNGSIONAL - STRUKTURAL DARI CAMPURAN HOTROLLED SHEET - WEARING COURSE (HRS-WC) YANG MENGGUNAKAN ASPAL PEN 60/70 DAN POLIMER ELVALOY Dimitri Yulianti
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 6 No. 2 JULI 2018
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.45 KB) | DOI: 10.52333/destek.v6i2.396

Abstract

Campuran Hot Rolled Sheet (HRS-WC) dianggap mempunyai kelebihan dibandingkan dengan jenis perkerasan lainnya karena HRS-WC mempunyai sifat fleksibilitas dan durabilitas tinggi. Pada penelitian ini digunakan campuran HRS-WC sesuai spesifikasi Kementerian Pekerjaan Umum 2010 memakai aspal Pen 60/70 dan aspal modifikasi polimer Elvaloy yang dihasilkan dari aspal Pen 60/70 yang diblending polimer Elvaloy sebesar 0%, 1,5% dan 2%. Hasil uji Marshall campuran HRS-WC dengan Elvaloy 1,5% menunjukkan nilai Stabilitas Marshall tertinggi sebesar 1.580,3 kg dan hasil uji Wheel Tracking memberikan nilai Stabilitas Dinamis tertinggi sebesar 21.000 lintasan/mm pada temperatur 45°C. Dan hasil kedalaman tekstur menunjukkan nilai tertinggi pada campuran HRS-WC dengan Elvaloy 2% sebesar 0,061 mm pada temperatur 60°C. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas campuran HRS-WC yang menggunakan aspal modifikasi Elvaloy dapat dijadikan alternatif dalam perbaikan kinerja fungsional dan struktural perkerasan jalan. Hal ini disebabkan karena campuran dengan Elvaloy 2% mempunyai nilai makrotekstur yang baik, sedangkan nilai stabilitas dinamis  yang paling baik terdapat pada campuran Elvaloy 1,5%.Kata kunci: Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC), elvaloy, wheel tracking, tahanan gelincir, kedalaman tekstur
KUALITAS DAYA LISTRIK PENGARUH DAN PENANGANANNYA Hendra Marta Yudha
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 1 JANUARI 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.59 KB) | DOI: 10.52333/destek.v5i1.361

Abstract

Terminologi kualitas daya listrik mengacu pada phenomena yang sangat variatif yang memiliki karakteristik tegangan dan arus pada satu satuan waktu dan lokasi yang berbeda dalam sebuah sistem tenaga listrik. Untuk  menentukan masalah kualitas daya padavsuatu sistem tenaga listrik dan menentukan metode yang paling tepat guna mengurangi masalah kualitas daya dibutuhkan pengumpulan data yang mencakup besaran-besaran arus, tegangan, kejadian, frekuensi kejadian, tempat kejadian, gangguan-gangguan dan lokasi pengukuran. Pengukuran arus dan tegangan mencakup pengukuran besaran efektif dan bentuk gelombang. Dari pengukuran, ditentukan klasifikasi tipe gangguan berdasarkan indeks kualitas daya yang akan dikategorikan berdasarkan komponen frekuensi yang tercatat pada hasil pengukuran signal tegangan selama prioda pengukuran. Identifikasi mengacu pada spesifikasi yang dikeluarkan oleh IEEE dan IEC. Penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan beban-beban non linear mengakibatkan distorsi harmonisa pada sistem ketenagalistrikan, munculnya fenomena elektromaknetik pada sebuah sistem mengakibatkan penurunan kualitas sistem dan sistem pengkawatan terpasang memiliki peran dominan terhadap kemungkinan terjadinya fenomena elektromagnetik pada instalasi terpasang.Kata kunci: Kualitas Daya, Indeks Kualitas Daya, Tegangan Dip, Tegangan Sag
ANALISA RUGI DAYA SALURAN PADA PENYULANG ARWANA SEBELUM DAN SETELAH PERBAIKAN MENGGUNAKAN ELECTRICAL TRANSIENT ANALYSIS PROGRAM (ETAP) 7.5.0 DI PT. PLN (PERSERO) AREA PALEMBANG Redho Hermawan; Dyah Utari Yusa Wardhani
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 2 JULI 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1546.862 KB) | DOI: 10.52333/destek.v5i2.374

Abstract

Sistem distribusi tenaga listrik merupakan salah satu bagian dari suatu sistem tenaga listrik yang dimulai dari PMT incoming di Gardu Induk sampai dengan Alat Penghitung dan Pembatas (APP) di instalasi konsumen yang berfungsi untuk menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik. Dalam menyalurkan tenaga listrik dari sumber tenaga ke pusat-pusat beban yang letaknya jauh selalu mengalami kerugian baik rugi-rugi daya maupun rugi tegangan sehingga menyebabkan rendahnya tegangan terima yang berada diujung saluran. Untuk mengatasi permasalahan ini dilakukan perhitungan dan analisa dengan pemecahan beban penyulang arwana ke penyulang baru dengan menggunakan Electrical Transient Analisys Program (Etap) 7.5.0 sebagai alat bantu serta perhitungan manual denga parameter-parameter yang tersedia. Dari hasil analisa dan pembahasan diperoleh hasil rugi daya dan drop tegangan sebelum perbaikan sebesar : 1,81 MW , 9,6 kV dan sesudah perbaikan 0,8 MW, 16,1 kV. Sehingga pelayanan diujung saluran sudah mendekati tegangan standar pelayanan (18 kV).Kata kunci: drop tegangan, ETAP, rugi daya