cover
Contact Name
Andy Budiarto
Contact Email
arskosonglapan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arskosonglapan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Desiminasi Teknologi
ISSN : 2303212X     EISSN : 25035398     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
ANALISIS DEBIT MUATAN SEDIMEN DASAR PADA MUARA SUNGAI OGAN Reni Andayani; Dimitri Yulianti
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 1 Januari 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.989 KB) | DOI: 10.52333/destek.v7i1.403

Abstract

Sungai Ogan merupakan salah satu sungai besar yang ada di Provinsi Sumatera Selatan yang juga melewati beberapa kabupaten, dengan hulu berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu, melewati wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan muara berada di Kota Palembang. Sungai Ogan memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dimanfaatkan sebagai sumber air baku PDAM Tirta Musi, sumber air penduduk wilayah sungai, dan sebagai sarana transportasi sungai. Tingginya sedimentasi yang terjadi, dapat mengakibatkan pendangkalan di bagian muara Sungai Ogan, banjir pada saat air pasang dan terhambatnya lalu-lintas kapal pada saat air surut, serta mengganggu kinerja intake PDAM. Untuk penanggulangan masalah sedimentasi ini, maka perlu dilakukan penelitian mengenai besaran laju atau debit muatan sedimen dasar (bed load). Pada penelitian ini digunakan metode Meyer-Peter dan Muller yang merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisa atau menghitung debit muatansedimen dasar (bed load). Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik di muara Sungai Ogan, yang hasilnya akan dilakukan uji saringan dan ukuran sedimen di laboratorium. Selanjutnya untuk keperluan perhitungan debit muatan sedimen dasar ini, juga dilakukan pengumpulan data sekunder berupa data curah hujan selama 10 tahun yang didapat BMKG, data Catchmen Area yang akan dianalisis bersama hasil uji sampel. Dari hasil analisis debit puncak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ogan bagian muara didapat sebesar 49,07 m3 /det. Perhitungan debit sedimen dasar digunakan metode meyerpeter dan muller didapat bahwa debit sedimen di muara sungai ogan adalah 2,6 x 10-5 m/s/m.Kata kunci: sedimen dasar, sedimentasi, sungai ogan
ANALISA SUDUT KEMIRINGAN GIGI PERONTOK TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS MESIN PERONTOK PADI Togar Partai Oloan
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 1 JANUARI 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.733 KB) | DOI: 10.52333/destek.v5i1.370

Abstract

Perontokan padi dapat dilakukan dengan cara dihempas, menggunakan pedal penebah, dan mesin penebah. Setelah mempelajari cara perontokan padi sesuai dengan panduan petunjuk teknis cara perontokan padi dan melihat secara langsung proses perontokan padi, maka dilakukan penelitian sudut kemiringan gigi perontok dari 900  menjadi 750 dan 600 yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perontokan. Di Desa Telang Sari Kabupaten Banyuasin sudah mengunakan mesin perontok padi. Para petani di Desa tersebut dalam 1 hektar sawah dapat menghasilkan gabah bersih ± 5.000 kg dalam waktu ± 4 jam. Dan setelah dilakukannya sudut kemiringan dari alat perontok padi tersebut, maka dilakukan pengujian guna mengambil data hasil perontokan padi yang sesuai dengan di lapangan. Putaran silinder perontok yang digunakan konstan 1000 rpm, dengan sudut kemiringan 600 masing-masing dari gigi perontok menghasilkan gabah bersih 72 kg dalam waktu 10 menit. Dan untuk sudut kemiringan 750 gigi perontok menghasilkan gabah bersih 54 kg dalam waktu 10 menit, sedangkan gigi perontok standar dengan sudut kemiringan 900 menghasilkan gabah 42 kg dalam waktu 10 menit.Kata kunci: Mesin Penebah, gigi perontok, sudut kemiringan
ANALISA SISTEM KOORDINASI RELAY PROTEKSI DI PLTG BORANG 60 MW SUMATERA SELATAN Alka Ranggi; Yuslan Basir; Dyah Utari YW
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 2 Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.656 KB) | DOI: 10.52333/destek.v7i2.504

Abstract

Abstrak: Koordinasi sistem proteksi kelistrikan diperlukan untuk mengisolir gangguan yang terjadi pada sistem tenagalistrik, sehingga gangguan-gangguan yang terjadi dapat dilokalisir dari sistem yang sedang berjalan. Hal ini akanmeningkatkan keandalan sistem karena gangguan yang terjadi tidak sampai mengganggu apalagi merusak sistem. PLTGBorang merupakan power plant 2 x 30 MW di wilayah Sumatera Selatan. Dalam upaya melayani kebutuhan listrik,dioperasikan dua buah generator gas turbin dengan daya masing-masing 30 MW. Sejak didirikan hingga saat inikoordinasi sistem proteksi kelistrikan plant belum pernah dilakukan kajian mendalam kinerjanya dalam mengamankansistem tenaga listrik dari gangguan. Oleh karena itu, dilaksanakan studi koordinasi proteksi pada sistem kelistrikanPLTG Borang sehingga teruji keandalannya. Dari tipikal koordinasi yang dianalisis dapat diketahui bahwa ada beberapakesalahan koordinasi pada setelan (setting) pick-up dan time delay. Berdasarkan hasil analisis direkomendasikanpenyetelan ulang rele dan diberikan setelan dengan kurva standard inverse time. Untuk trafo 1600 kVA settingOvercurrent (Low set) Incoming 0.5 A dan time dial 4.64 detik Outgoing 0.55 A dan time dialnya 0.19 detik,Instantaneous Pickup (High set) Incoming 17 A dan time delay 0.1 detik Outgoing 8 A dan 0.33 detik. Trafo 2500 kVAsetting Overcurrent (Low set) Setting 2.4 A dan time dial 0.51 detik Instantaneous Pickup (High set) Setting 6.66 A dantime delay 0.33 detik. Generator Overcurrent (Low set) 0.625 A dan time dialnya 0.9 detik Instantaneous Pickup (Highset) Setting 1.25 A dan time delay 4 detik. Setting Under Voltage di sett 36 Volt.Kata kunci: gangguan, koordinasi, rele pengaman
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU ANTARA BEKISTING KONVENSIONAL DAN BEKISTING SISTEM LICO PADA PEMBANGUNAN VENUE DAYUNG JSC Ani Firda; Andio Indob Putra
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 2 Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.77 KB) | DOI: 10.52333/destek.v7i2.505

Abstract

Abstrak: Bekisting konvensional adalah suatu sistem bekisting yang bagian-bagian bekistingnya dibuat dan dipasangpada lokasi proyek. Tetapi dengan semakin berkembangnya dunia konstruksi, saat ini proyek berskala besar semakinpopuler dengan penggunaan bekisting sistem. Bekisting sistem adalah suatu sistem bekisting yang bagian-bagiannyatelah dibuat di tempat fabrikasi dengan jumlah yang banyak, sehingga tinggal dilakukan penggabungan bagian tersebutdi lapangan. Salah satu produk bekisting sistem yang akan ditinjau adalah bekisting sistem LICO. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui efektivitas dari segi biaya dan waktu dari bekisting konvensional dan bekisting sistemLICO. Penelitian ini dilakukan dengan perhitungan analisa estimasi waktu dan biaya pengerjaan bekistingkonvensional, kemudian membandingkannya dengan bekisting sistem LICO. Hasil penelitian menunjukkan bahwaproyek pembangunan Venue Dayung JSC yang dikerjakan menggunakan bekisting sistem LICO dapat menghematbiaya sebesar Rp 297.589.193,00.Kata kunci: bekisting konvensional, bekisting prafabrikasi, bekisting sistem LICO
STUDI PENGARUH VARIASI ELEKTRODA E 6013 DAN E 7018 TERDAHAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA BAHAN BAJA KARBON RENDAH Rita Maria Veranika; M. Amin Fauzie; Hermanto Ali; Maulana Solihin
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 2 Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.321 KB) | DOI: 10.52333/destek.v7i2.500

Abstract

Abstrak: Perkembangan industri penggunaan pengelasan baja sangat banyak ditemukan dalam penyambungan logam.Lingkup penggunaan teknik pengelasan meliputi perkapalan, dan lain sebagainya. Dari definisi tersebut dapatdijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa barang logam dengan menggunakan energipanas. Pada penelitian ini dilakukan pengelasan listrik elektroda terbungkus terhadap pelat baja karbon rendah denganketebalan 12 mm dan variasi elektroda adalah E 6013 dan E 7018. Dari proses tersebut maka dilakukan prosespengujian tarik dan pengujian kekerasan dengan tujuan memperoleh grafik tegangan dan regangan di daerah base dandaerah HAZ, serta untuk mengetahui nilai kekerasan yg terdapat pada daerah HAZ sebanyak 5 titik penekanan denganmenggunakan pengujian Brinnel. Dari hasil pengujian tarik benda uji yang dilas menggunakan jenis elektroda E 7018mempunyai nilai tegangan tarik yang lebih tinggi yaitu 50,622 kg/mm2 bila dibandingkan dengan benda uji yang dilasmenggunakan jenis Elektroda E 6013 yaitu 45,732 kg/mm2. Untuk pengujian Kekerasan dengan metode Brinell padabenda uji yang dilas memakai elektroda E 7018 nilai kekerasan pada daerah lasan dan daerah HAZ lebih tinggidibandingkan jenis Elektroda E 6013 disebabkan kandungan dalam elektroda E 7018 adalah low hydrogen sehinggamempengaruhi proses pendinginan logam las, karena elektroda E 7018 mempunyai hydrogen yang rendah maka prosespendinginan akan lebih cepat sehingga logam las akan menjadi lebih keras.Kata kunci: pengelasan, elektroda, BCR, tegangan, brinnell
PERBANDINGAN BIAYA PENGGUNAAN ENERGI BAHAN BAKAR BATUBARA DAN GAS PADA PEMBANGKIT LISTRIK Letifa Shintawaty
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 2 Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.49 KB) | DOI: 10.52333/destek.v7i2.506

Abstract

Abstrak: Kemampuan melayani beban menentukan keandalan sistem tenaga listrik, sehingga besar daya yangdibangkitkan harus sama dengan besar kebutuhan di sisi beban. Pada unit pembangkit PLTU Bukit Asam dan PLTGTalang Duku, pertambahan beban akan mendorong pertambahan bahan bakar per satuan waktu dan pada akhirnya akanmeningkatkan pertambahan biaya persatuan waktu, yang biasa disebut nput output pembangkit tenaga listrik. Inputpembangkit PLTU Bukit Asam dan PLTG Talang Duku merupakan kebutuhan energi panas dalam bentuk kkal/h danmmbtu/h sedangkan output merupakan daya keluaran yang memiliki batas-batas daya operasi yaitu daya minimum danmaksimum. PLTU Bukit Asam unit 3 dengan total energi yang dibangkitkan 819.300 Kw (819,3 MW) menggunakanbahan bakar batubara sebesar 609,630 ton sedangkan PLTG Talang Duku unit 1 dan 2 (LM2500+ dan TM2500) denganenergi total yang dibangkitkan 817.240 Kw (817,24 MW) menggunakan bahan bakar gas sebesar 95.910,9 m3 (3.401mmbtu) Biaya operasional per hari konsumsi batubara di PLTU Bukit Asam unit 3 adalah Rp 665.474.637.96 lebihmahal dibandingan dengan biaya operasional per hari konsumsi bahan bakar gas di PLTG Talang Duku unit 1 dan 2(LM2500+ dan TM2500) Rp 448.769.420,91.Kata kunci: biaya bahan bakar pembangkit, analisa biaya, batubara, gas alam, energi
PEMBUATAN ALAT BANTU PASANG PLAFON DENGAN PENDEKATAN METODE QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) Hermanto MZ; Winny Andalia; Tolu Tamalika
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 2 Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.067 KB) | DOI: 10.52333/destek.v7i2.501

Abstract

Abstrak: Properti Indonesia mengalami perkembangan yang begitu pesat,sehinggameningkatkanpersaingan usahabaikdarisegihargamaupunkualitas yang ditawarkan. Penentuan harga dan kualitas properti salah satunya dipengaruhioleh biaya pengerjaan, untuk menekan biaya pengerjaan perlu dilakukan langkah-langkah peningkatan kinerja parapekerja dengan cara menyediakan alat bantu keja. Salah satu alat bantu yang di perlukan adalah alat bantu pasangplafon. Dengan menggunakan alat bantu ini pengerjaan pemasangan plafon lebih efektif dan efisien. Perancangan danpembuatan alat ini menggunakan pendekatan metode QFD (Quality Function Deployment) yang berfungsimenerjemahkan permintaan konsumen ke dalam sebuah disain produk. Hasil dari analisis QFD akan menunjukkankelebihan, kekurangan danfaktor yang dapat meningkatkan disain produk yang dibuat.Kata kunci: properti, alat bantu pasang plafon, QFD
ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DANPREDIKSI PENAMBAHAN PEMBANGKIT LISTRIK DI SUMATERA SELATAN Yusro Hakimah
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 2 Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.442 KB) | DOI: 10.52333/destek.v7i2.502

Abstract

Abstrak: Energi listrik memilikiperanpenting dalam kehidupan manusia. Energi listrik digunakan dalam beberapasektor, yaitu sektor rumah tangga, industri, bisnis, sosial, gedung kantor pemerintah, dan penerangan jalan umum.Dalam memenuhi kebutuhan energi listrik diperlukan perencanaan yang baik dengan memprediksi kebutuhan energilistrik sampai tahun 2025, agar bisa diketahui besar penambahan pembangkit yang dibutuhkan. Regresi linier bergandaadalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam memprediksi kebutuhan energi listrik. Dalam memprediksienergi listrik, variabel bebas yang digunakan adalah jumlah penduduk, jumlah pelanggan, daya tersambung, dankebutuhan energi listrik. Dengan menggunakan metode regresi linier berganda, didapat prediksi energi listrik padatahun 2025 sebesar 9.061,56 GWh. Dari hasil prediksi yang didapat, penambahan kapasitas pembangkit sampai tahun2025 sebesar 3.681,54 MW.Kata kunci: prediksi, regresi linier, energi listrik, kebutuhan beban
PENYULINGAN AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR M. Ali; M. Lazim; Abdul Muin; Iskandar Badil
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 2 Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.45 KB) | DOI: 10.52333/destek.v7i2.503

Abstract

Abstrak: Penyulingan air laut menjadi air tawar adalah proses untuk mendapatkan air bersih bagi masyarakat pesisirpantai. Hasil lain dari penyulingan air laut adalah garam. Disini diuji suatu peralatan penyulingan air laut untukmendapatkan air tawar sekaligus garam yang terbentuk saat penyulingan. Alat penyuling dibuat sederhana denganmenggunakan bahan bakar LPG sebagai sumber panas untuk penguapan. Jumlah air laut yang di uji dalam penelitian inisebanyak 4 liter, masing-masing 1 liter untuk 4 kali pengujian. Dari hasil pengujian rata-rata air tawar yang dapatdisuling sebanyak 814,5 ml air bersih, garam sebanyak 34,75 gr. Waktu pendidihan rata-rata 13 menit, jumlah bahanbakar yang dipergunakan setiap pengujian rata rata 190 gr setara energi sebesar 1530,329 Watt, jumlah panas untukpendidihan hingga penguapan setara dengan1020.139 Watt dan waktu yang diperlukan untuk penguapan sampai habisadalah 2 jam 12 menit. Efisiensi alat penyuling sebesar 66.6 %.Kata kunci: penyulingan, air laut, air tawar dan garam dapur
PEMBUATAN DAN PERANCANGAN ALAT PENGURAI SABUT KELAPA SECARA MANUAL Rita Maria Veranika; M. Amin Fauzie; Sukarman syah; Ju mahat
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 8 NO 1 JANUARI 2020
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v8i1.583

Abstract

Abstrak: Alat pengurai sabut kelapa ini adalah suatu alat untuk mengurai sabut kelapa menjadi serat panjang-panjang dari pengikatnya yaitu cocopeat, dimana cara kerja alat ini mula-mula jepitkan sabut kelapa pada dudukan di bagian samping silinder, lalu dorong dudukan sabut kelapa ke arah depan sampai menyentuh mata pengurai. Selanjutnya putar tuas pemutar yang menggerakkan poros (pada poros terdapat paku-paku yang berpungsih untuk mengurai sabut kelapa) searah jarum jam sampai sabut kelapa bersih sampai menjadi helaian-helaian serat sabut yang panjang dan bersih. Pembuatan alat pengurai sabut kelapa ini melalui beberapa proses, mulai dari proses pembuatan rangka, pembubutan poros yang terbuat dari kayu, dan pemasangan paku-paku yang tertanam merata pada poros (pinising). Dari proses pembuatan alat pengurai sabut kelapa ini di lakukan juga pengujian dengan penguraian sabut kelapa dengan menggunakan tiga jenis sabut kelapa. Hasil yang diproleh dari pengujian penguraian sabut kelapa, dari hasil pengujian sabut muda diperoleh berat sabut rata-rata 15 gram dengan kondisi kurang bersih. Untuk sabut kelapa yang sedang diperoleh berat sabut rata-rata 10 gram dengan kondisi sabut yang cukup bersih, dan untuk sabut kelapa tua berat sabut yang dihasilkan rata-rata 5 gram dengan kondisi sabut yang telah bersih dan siap digunakan.                                                                                                 Kata kunci: alat pengurai. sabut. putaran (RPM)