cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 23551615     EISSN : 24772992     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Penerapan Lembaga Suluk dalam membentuk nilai-nilai karakter masyarakat Syafrizal Syafrizal; Yoyon Suryono
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.528 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i2.21543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan lembaga suluk dalam membentuk nilai-nilai karakter masyarakat di Rokan Hulu, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan tipe kualitatif dengan pendekatan etnografi yaitu pemahaman sudut pandang penduduk pribumi, hubungannya dengan kehidupan, untuk mendapatkan pandangan dunia suluk dengan sampel mursyid (guru utama), wakil mursyid dan pengikut dari suluk. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi di lokasi kegiatan suluk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lembaga suluk dalam membentuk nilai-nilai karakter masyarakat di Rokan Hulu sangat baik dilihat pada perubahan sikap dan perilaku masyarakat dilihat dari aspek nilai-nilai karakter kejujuran, nilai-nilai karakter Toleransi, keyakinan nilai karakter , nilai dan nilai karakter kerja keras. tanggung jawab karakter. The application of Suluk institutions in shaping the character values of the community  AbstractThe research aims to find out the application of suluk institutions in shaping the character values of the community in Rokan Hulu, Riau Province. This study uses a qualitative type with an ethnographic approach that is understanding the point of view of the indigenous population, its relationship to life, to get a view of the world of suluk with a sample of murshid (master teacher), vice murshid and followers of suluk. Data collection methods used are observation, interviews and documentation at the location of suluk activities. The results showed that the application of the suluk institution in shaping the values of community characters in Rokan Hulu was very good seen in changes in the attitudes and behavior of the people seen from the aspects of honesty character values, Tolerance character values, confidence character values, hard work character values and values. character responsibility.
RETRACTED: Peran modal sosial dalam penanganan bencana pada masyarakat desa rawan bencana Gunung Merapi Entoh Tohani; Lutfi Wibawa
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v5i2.21787

Abstract

Following a rigorous and careful concerns and consideration in the review of the article published in JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) entitled “Peran modal sosial dalam penanganan bencana pada masyarakat desa rawan bencana Gunung Merapi” Vol 5, No 2, pp. 128-141, November 2018, DOI: http://dx.doi.org/10.21831/jppm.v5i2.21787This paper has been found to violate the  principles of Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Publication and has been retracted.The article has been drawn by the author and will be published in the Jurnal Cakrawala Pendidikan https://journal.uny.ac.id/index.php/cpThe document and its content have been removed from Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, and reasonable effort should be made to remove all references to this article.
Pengaruh pelaksanaan pelatihan developmentally appropriate practice terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik PAUD Fitri Pertiwi; Ishak Abdulhak; Viena Rusmiati Hasanah
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.23 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i2.20124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik PAUD. Penelitian ini menggunakan metode ex post-facto dengan pendekatan kuantitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui angket dan studi dokumentasi. Pengaruh pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) diidentifikasi melalui perbandingan rata-rata antara data pre-test dan data post-test. Angket juga dikumpulkan lalu dianalisis untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) dan gambaran kompetensi pedagogik pendidik PAUD setelah mengikuti pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP), rata-rata kompetensi pedagogik pendidik PAUD menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelum mengikuti pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP), atau dengan kata lain pelaksanaan pelatihan Developmentally Appropriate Practice (DAP) berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik PAUD. The influence of developmentally appropriate practice training program on improving early childhood education teachers’ pedagogical competence AbstractThis study aims to investigate the influence of the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program on improving preschool teachers’ pedagogical competence. The study used quantitative approach with ex post-facto as its method. The data are collected by using questionnaires and documentation study. The influence of the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program is identified through a comparison of the average mean score between pre-test and post-test. Questionnaires was also collected and analyzed to find out the process of Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program and also to know the preschool teachers’ pedagogical competence after joining the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program. The findings revealed that after joining the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program, the average level of the teachers’ pedagogical competence improves. In other words, the Developmentally Appropriate Practice (DAP) training program has a significant influence on improving the preschool teachers’ pedagogical competence.
Peran perempuan dan penduduk terdidik dalam upaya mencapai target sustainable development goals di Indonesia Widiastuty, Isti Larasati
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.522 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i2.21925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan ketenagakerjaan di Indonesia, peran perempuan dan penduduk terdidik dalam pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Mencapai tujuan SDGs memerlukan partisipasi, kerja dan sinergitas yang komprehensif dari berbagai pihak. Penelitian ini ingin menyoroti bagaimana mencapai target kedelapan SDGs dengan memperhatian peran perempuan dalam pembangunan dan aktivitas kerja. Metode analisis yang digunakan adalah analisis dekriptif dan analisis statistik regresi linier berganda. Sumber data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS). Beberapa indikator ketenagakerjaan menunjukkan tren meningkat dari 2010 - 2018. Penduduk terdidik mendominasi kegiatan bekerja dan penganggur di Indonesia. Pada tahun 2018 jumlah penganggur terdidik sebanyak 65,89% dari total penganggur. Variabel yang mempengaruhinya adalah rata-rata upah, tingkat kemiskinan, tingkat kesempatan kerja terdidik, jumlah penduduk miskin dan jumlah penduduk usia kerja, dengan koefisien determinasi 0,959. Partisipasi perempuan dalam aktivitas kerja  dan sumbangan pendapatannya dalam ekonomi lebih rendah daripada laki-laki, namun secara tren menunjukkan peningkatan. The role women and educated population in effort to achieve sustainable development goals in Indonesia AbstractThis study aims to determine the development of employment in Indonesia, the role of women and educated residents in achieving the targets of Sustainable development Goals (SDGs) in Indonesia. Achieving the goals s of SDGs requires comprehensive participation, work and synergy from stakeholders. This study wants to highlinght how to reach the eighth target of SDGs bay paying attention to the role of women in development and work activities. The analytical method used descriptive analysis and statistical analysis of multiple linier regression. The data source used is  secondary data from Statistics Indonesia (BPS). During this period several employment indicators showed an increasing trend each year. Educated population dominates work activities and unemploment people in Indonesia. In 2018 the number of educated unemployment reached 65,89% of the total unemployed people in Indonesia. The variables that influence it are  average wages, poverty levels, educated employent rates, the number of poor people and the number of working-age population, with a coefficient of determination arround 0.959. women’s participation in work activities and the contribution of their income in the economy is lower than men, but in trend shows an increase.
Implementasi program desa vokasi berbasis pelatihan kewirausahan tata boga Norma Laili Ikhsan
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.928 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.8047

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program pelatihan kewirausahaan tata boga di Desa Vokasi Grujugan, Penilaian hasil, faktor pendukung dan penghambat kegiatan usaha, dan dampak program. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah pengelola, tutor, peserta didik di Desa Vokasi Grujugan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan sebagai berikut. (1) Implementasi pelatihan kewirausahaan tata boga Desa Vokasi Grujugan terdiri atas empat tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, dan tindak lanjut. (2) Penilaian hasil pelatihan menunjukan terjadi perubahan sikap peserta didik dalam menjalankan kegiatan usaha mandiri. (3) Faktor mendukung meliputi motivasi; perencanaan yang baik; pendampingan usaha yang baik; dan kemampuan mengenal peluang, kesempatan. Faktor penghambat meliputi kurangnya pengalaman, kemampuan manajerial dan SDM; kurangnya modal, kemampuan mengatur aliran kas dan kemampuan dalam kemampuan menghadapi resiko. (4) Dampak pelaksanaan program, meliputi: peningkatan ketrampilan (SDM), kemampuan berwirausaha, peningkatan status sosial, peningkatan aspek sosial ekonomi. The Implementation of the Vocational Village Program Based on Culinary Entrepreneurship Training AbstractThe purpose of this study was to determine The implementation of entrepreneurship training program in the village of vocational culinary Grujugan, the rating results, the factors supporting and hindering business activity, and the impact of the program. This study used a qualitative descriptive approach. Subjects were managers, tutors, learners in vocational Grujugan village. The data collection is done by using the method of observation, interviews, documentation. Mechanical analysis of data through data reduction, data presentation, and conclusion. Results of the study revealed the following. (1) The Implementation of entrepreneurship training vocational culinary Grujugan village consists of four phases: preparation, implementation, monitoring and evaluation, and follow-up. (2)The ratings training results indicate a change in attitudes of learners in running an independent business. (3) The factors include motivational support; good planning; Good business assistance; and the ability to recognize an opportunity, a chance. Inhibiting factors include a lack of experience, managerial ability and resources; lack of capital, the ability to manage cash flow and ability to ability to face risks. (4) The impact of the implementation of the program, including: increasing the skills (human resources), entrepreneurship skills, increase social status, improvement of socio-economic aspects.Keywords: 
Pemberdayaan masyarakat pemulung sampah Sungai Citarum melalui Koperasi Bangkit Bersama Harahap, Friska Indria Nora
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.54 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.15253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui Koperasi Bangkit Bersama dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode wawancara secara  mendalam kepada 5 informan yang terlibat langsung,  dianggap  memahami dan dapat memberikan informasi secara benar yang berkaitan dengan fokus penelitian yang dilakukan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat merasakan kesejahteraan baik secara ekonomi dan kelestarian lingkungan sekitar dikarenakan volume sampah yang semakin berkurang, dan ekosistem air yang lambat laun akan membaik dikarenakan eceng gondok yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Bentuk pemberdayaan yang dilakukan dengan cara menumbuhkan kesadaran dan  memberikan pelatihan agar masyarakat mempunyai  keterampilan untuk mengolah potensi yang mereka miliki dan  bisa mengatasi permasalah yang mereka hadapi. Empowering Garbage-Gathering Community in Citarum River through Bangkit Bersama Cooperation AbstractThis study aims to analyze the form of community empowerment conducted by Cooperative Bangkit Bersama by using the qualitative approach and in-depth interview method to 5 informants directly involved, explained to know and can provide information correctly related to the research focus undertaken. The findings of this study indicate that the people recognize the prosperity both economically and the sustainability of the around environment due to the reduced volume of waste, and water ecosystems that will gradually repair due to water hyacinth that is utilized by the community. The form of empowerment is done by raising awareness and providing training so that people have the abilities to cultivate their potential and can solve the problems they face.
Keberdayaan perempuan pasca pelatihan mengolah sampah bagi kelompok pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga Rivo Nugroho
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.518 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.16225

Abstract

Kelompok pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga sebagai salah satu unit desa dapat dioptimalkan untuk mewujudkan keberdayaan masyarakat melalui program pelatihan mengolah sampah. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survai, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mencari informasi faktual yang memperlihatkan gejala yang ada, mengidentifikasi masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan kegiatan yang sedang berjalan, serta untuk mengetahui hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang yang menjadi sasaran penelitian dalam memecahkan masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Keberdayaan perempuan yang didasarkan dari hasil perhitungan menunjukkan jumlah persentase 82,5%. Nilai tersebut termasuk dalam kategori sangat baik karena berada pada interval koefisien 80% - 100% berdasarkan pedoman untuk memberikan interpretasi terhadap persentase. Women's Empowerment Post Training Processing Waste for Family Welfare and Empowerment Group AbstractThe family empowerment and welfare group as one of the village units can be optimized to realize community empowerment through waste processing program. The research design used is survey research, which is a research that aims to find factual information showing symptoms, identify problems or to justify the circumstances and activities that are running, and to know the things done by the people who were targeted research in solving problems. The method used in this research is observation and interview. The empowerment of women based on calculations shows the percentage of 82.5%. The value belongs to the very good category because it is at the interval coefficient of 80% - 100% based on the guidelines to provide interpretation of the percentage.
Peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisional Engklek pada anak kelompok B Adpriyadi, Adpriyadi
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.008 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.10016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran  sebagai upaya meningkatkan  kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Tunas Gading Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam III siklus, subjek dalam penelitian ini adalah anak didik kelompok B TK Tunas Gading Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 16 anak yang terdiri dari 7 laki-laki dan 9 perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui unjuk kerja, Observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data di lakukan dengan menggunakan statistik deskriptif sederhana, data di analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menujukan bawa keterampilan motorik kasar anak usia dini dapat ditingkatkan melalui permainan tradisional engklek. Peningkatan kemampuan motorik kasar anak secara keseluruhan sebelum adanya tindakan meningkat dari 45, 8% dengan kategori kurang baik, menjadi 62,5% dengan kategori cukup pada siklus I, menjadi 77,08% dengan kategori baik pada siklus II, menjadi 95,83% dengan kategori baik pada siklus III.  I mproving gross motor skills through the Engklek traditional game for children of group B  AbstractThis study aims to improve the process and outcomes of learning as an effort to improve gross motor skills of children in group B at TK Tunas Gading Yogyakarta. This research is a classroom action research conducted in the third cycle, the subjects in this study is a protégé of group B TK Tunas Gading Yogyakarta academic year 2015/2016 the 16 children consisting of 7 men and 9 women. Data collected through the performance, observation and documentation. Data analysis techniques done by using simple descriptive statistics, the data were analyzed quantitatively and qualitatively. The results of this study bring addressing the gross motor skills of early childhood can be enhanced through the traditional hopscotch game. The increase in gross motor skills of children in its entirety before any action to increase from 45, 8% with unfavorable category, to 62.5% with the category enough in the first cycle, being 77.08% with both categories at the second cycle, being 95.83% with both categories in the third cycle.
Pelatihan literasi media digital bagi murid-murid armidale english college (AEC) di Soreang Kabupaten Bandung Selatan Prasanti, Ditha; Indriani, Sri Seti
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.111 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.15364

Abstract

Kegiatan ini memiliki tujuan dapat menghasilkan luaran yaitu: (1) Memberikan pengetahuan dan wawasan yang konkret mengenai pelatihan literasi media digital; (2) Memberikan kemampuan dasar mengenai pelatihan literasi media digital bagi murid-murid AEC di Soreang Kab.Bandung Selatan. Metode pelaksanaan PKM yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah metode ceramah; metode diskusi; dan metode kaji tindak. Kesimpulan dari pelatihan literasi media digital ini adalah: (1) Sebagai tolak ukur seberapa jauh murid-murid AEC mengetahui literasi media digital; (2) Meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya melek media digital berkaitan dengan segala informasi yang dianggap penting dalam media untuk generasi digital berikutnya; (3) Meningkatkan kemampuan dasar murid AEC tentang literasi media digital. Digital Media Literacy Training for Students Armidale English College (AEC) in Soreang, District of South Bandung AbstractThe activity is aimed at producing the following outputs: (1) Providing concrete knowledge and insight into digital media literacy training; (2) Providing basic skills on digital media literacy training for AEC students in Soreang Kab.Bandung Selatan. The method of PKM implementation conducted in this extension activity is the lecture method; Method of discussion; and action research method. The conclusions of this digital media literacy training are: (1) As a measure of how far AEC students know the digital media literacy; (2) Increasing their awareness of the importance of digital media literacy in relation to any information deemed important in the media for the next digital generation; (3) Improving the basic skills of AEC students about digital media literacy.
Pemberdayaan pedagang pasar tradisional dalam pondok komunitas belajar di sanggar kegiatan belajar Kabupaten Wonogiri Marta Dwi Ningrum; Sujarwo Sujarwo
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.278 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.13554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan, hasil, dan faktor keberhasilan program pemberdayaan pedagang pasar tradisional dalam pondok komunitas belajar di SKB Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode diskripsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemberdayaan dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan sasaran program. Pemberdayaan pedagang pasar tradisional dalam pondok komunitas belajar di SKB Kabupaten Wonogiri dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan tata boga dan tata rias. (2) Hasil program pondok komunitas belajar meliputi penambahan pengetahuan dan ketrampilan, adanya kesadaran untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan, penambahan relasi, dan kegiatan usaha.(3) Faktor keberhasilan program meliputi perencanaan program yang matang, motivasi belajar warga belajar yang tinggi, ketepatan materi dan metode pembelajaran, narasumber yang berkompeten dan penggunaan strategi pembelajaran yang tepat, dan sarana prasarana yang memadai. Empowering Traditional Market Traders in the Learning Community Cottage in Community Learning Center (SKB) Wonogiri AbstractThis research aims to describe: the implementation, results, and success factors of the empowerment traditional market traders in the learning community cottage in SKB Wonogiri.This research is qualitative research with description method. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. The results show that (1) Empowerment can be done through training activities tailored to the needs of program targets. The empowerment of traditional market traders in the community learning cottage in SKB Kabupaten Wonogiri is conducted through culinary and makeup training activities; (2) The results of the traditional market traders empowerment program in the community cottage of learn include expansion of knowledge and skills, their awareness to increase knowledge and skills, and increase relationships and enterpreneur activities.(3) Success factors include planning programs, sound program, the motivation to learning participants of high learning, precision materials and methods of learning, competent resource persons and the use of appropriate learning strategies, and adequate infrastructure.

Page 7 of 22 | Total Record : 216