cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 23551615     EISSN : 24772992     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Pengembangan perlindungan sosial kampung ramah anak di Kota Yogyakarta Suharta, Robertus Belarminus; Septiarti, Serafin Wisni
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.602 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i1.11313

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan tentang Kampung Ramah Anak sebagai program perlindungan sosial yang dapat berkembang melalui pendekatan budaya dilaksanakan di Kelurahan Tegalejo Yogyakarta. Penelitian dengan metode kualitatif dengan FGD, observasi dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan datanya. Data dianalisis secara deskriptif untuk diintepretasi kebermaknaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan sosial melalui program KRA merupakan konsep yang dibangun pemerintah Kota Yogyakarta untuk memenuhi hak hidup, belajar, perlindungan dan partisipasi anak dalam pembangunan. Secara kultur, masyarakat menanggapinya dengan prinsip kebersamaan, komitmen, mengintegrasikan makna ramah anak dalam bentuk berbagai kegiatan yang melibatkan orang tua, anak muda dan tokoh masyarakat. KRA dikembangkan melalui (1) mengucapkan deklarasi kawasan tanpa rokok dalam setiap pertemuan pengurus RW; (2) membangun keakraban orang tua-anak seperti kerjasama, persatuan, toleransi yang dibingkai dalam kegiatan yang inovatif, edukatif, menyenangkan seperti outbond, gerak tari dan seni tradisional.Development of child friendly social protection in Yogyakarta City AbstractThis article aims to explain about Child Friendly Village (KRS) as a social protection program that can develop through cultural approach implemented in Tegalejo Village Yogyakarta. Research with qualitative method with FGD, observation and in-depth interview as data collection technique. The data were analyzed descriptively to interpret their meaningfulness. The results showed that social protection through the KRA program is a concept developed by the Yogyakarta city government to fulfill the right to live, learn, protect and participate in development. Culturally, the community responds with the principle of togetherness, commitment, integrating the meaning of child-friendly in the form of various activities involving parents, young people and community leaders. KRA is developed through (1) declaring a non-smoking area declaration in every RW committee meeting; (2) establishing parent-child familiarity such as cooperation, unity, tolerance that is framed in innovative, educational, fun activities such as outbound, dance movements and traditional arts.
Peningkatan keterampilan sosial melalui permainan gobak sodor Sudarto Sudarto
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.412 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i1.10374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial melalui permainan gobak sodor. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK Panca Setya Kabupaten Sintang yang berjumlah 21 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan gobak sodor dapat meningkatkan keterampilan sosial pada anak kelompok B TK Panca Setya Kabupaten Sintang. Hasil ini ditunjukkan dengan hasil peningkatan keterampilan sosial pratindakan bahwa dari 21 anak, 3 anak (14,28%) pada kategori sangat baik. Hasil siklus 1 keterampilan sosial anak meningkat menjadi 10 anak (47,61%) pada kategori baik. Hasil siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan keterampilan sosial pada kategori sangat baik menjadi 20 anak (90,47%). Eliciting social skills through gobag sodor game AbstractThe research aimed at eliciting the children’s social skills through gobag sodor game. The study was a classroom action research that consisted of two cycles. The subjects in the study were the students from Group B of Panca Setya Kindergarten the Regency of Sintang and the number of the subjects was 21 children. The data were gathered through observation, interview, and documentation and were analysed using the descriptive technique. The results of the study show that the gobag sodor game is able to elicit the children’s social skill in Group B of Panca Setya Kindergarten in the Regency of Sintang. These results are confirmed by the following findings in terms of social skills. In the pre-action cycle, from 21 subjects 3 subjects 914.28%) belong to very good category. Then, the results of the first cycle show that from 21 subjects 10 subjects (47.61%) belong to good category. Last but not the least, from the first cycle to the second cycle it is found that 20 subjects (90.47%) belong to the very good category.
Implementasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara di taman kanak-kanak Eka Pamuji Rahayu; Sugito Sugito
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.524 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i1.10704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Taman Indria Ibu Pawiyatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Unit analisis Taman Indria Ibu Pawiyatan sebagai sumber informasi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles dan Huberman, meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang dimplementasikan dalam proses pendidikan di Taman Indria Ibu Pawiyatan yaitu: (a) tujuan pembelajaran menuntun kodrat dan iradat anak, (b) metode pembelajaran yaitu: metode among (ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani), sari swara, wiraga dan wirama, (c) aspek bidang pengembangan yaitu: pikiran, rasa, dan kemauan (Tri sakti), dan (d) sasaran usia yaitu mendidik anak dibawah 7 tahun. (2) Hambatan-hambatan dalam mengimplementasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara yaitu: (a) jumlah peserta didik yang sangat minim, (b) pendidik tidak berlatar belakang dari Tamansiswa, dan (c) kurangnya komunikasi antara Majelis Ibu Pawiyatan dengan pendidik. (3) Upaya-upaya untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran yaitu: (a) pendidik mengikuti workshop dan seminar pendidikan anak usia dini, (b) pendidik mengadakan pertemuan sarasehan, dan (c) mengaktifkan kembali komite sekolah. The implementation of Ki Hadjar Dewantara’s ideas in kindergarten AbstractThis study was aimed to describe the implementation of Ki Hadjar Dewantara’s ideas in the Taman Indria Ibu Pawiyatan. This study is a qualitative research using case study design. This study is a qualitative research using case study design. The analysis unit in Taman Indria Ibu Pawiyatan as the information resources. The data were obtained through observation, in depth interview, and document review. The technique of data analysis was done using Milles and Huberman models, including: Data collection, data reduction, data display, and verifying. The results show that: (1) The Implementation of Ki Hadjar Dewantara’s Ideas in the learning process include: (a) the purpose of learning activities is to guide the child to kodrat and iradat, (b) methods in learning activities are among others (ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani), sari swara, wiraga and wirama, (c) aspects of the development that is thinking, feeling, and volition (Tri sakti), and (d) goal is to educate children aged under 7 years. (2) Barriers that: (a) there are only few learners, (b) educators do not have background from Tamansiswa, and (c) lack of communication between Majelis Ibu Pawiyatan and educators. (3) The efforts include: (a) educators to follow workshops, (b) seminars about early childhood education, educators held a sarasehan, and (c) reactivating the school committee.
Model pembelajaran proyek bermuatan budaya lokal dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal dan visual-spasial Rabihatun Adawiyah
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.767 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i1.15436

Abstract

Penetian ini bertujuan untuk mengetahui: struktur, kelayakan, dan efektiftas model pembelajaran proyek dengan muatan budaya lokal dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal dan visual-spasial anak. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahap yaitu: Analyze (analisis), design (perancangan), develop (pengembangan), implement (implementasi), dan evaluate (evaluasi). Teknik analisis data menggunakan independent t-test. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) struktur pengembangan berupa langkah-langkah model pembelajaran, silabus, RPPM, RPPH, buku panduan guru, (2) produk hasil pengembangan ditinjau dari konsep teori dan media dinyatakan layak digunakan dengan memberikan skor rata-rata “Baik”, (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre perlakuan dan post perlakuan pada kecerdasan interpersonal dan visual-spasial anak kelompok B TK Aisyiah Bustanul Athfal. Developing project study model local culture content in increasing interpersonal and visual-spatial intelligence AbstractThis research aimed to identify: (1) the structure, the feasibility and the effectiveness of the project learning model with the content of local culture in improving the interpersonal and visual-spatial intelligence of the child. The development model which was used in this research was  ADDIE model. The development model consisted of five steps, that was: analyze, design, develop, implement, and evaluate. Data analysis technique using independent t-test. The conclusion of the development of project learning model with the content of local culture obtained in this research was: (1) development structure was in the form of learning model steps, syllabus, RPPM, RPPH, teacher manual, (2) development result product from the concept of theory and Media is considered feasible to be used by getting the average score of "Good", (3) there is a significant difference between pre treatment and post treatment result on interpersonal and visual-spatial intelligence of children of group B TK Aisyiah Bustanul Athfal, so that the use of project learning model with local culture content is said to be effective in improving the interpersonal and visual-spatial intelligence of the child.
Dampak pemberdayaan masyarakat melalui program biogas dalam mewujudkan kemandirian energi Friska Indria Nora Harahap
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.868 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i1.18634

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pemberdayaan masyarakat melalui biogas dalam mewujudkan kemandirian energi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menemukan dan menganalisis secara detail dampak pemberdayaan masyarakat dalam program biogas di Kampung Areng Desa Cibodas. Ada beberapa dampak yang ditemukan dalam pemberdayaan melalui program biogas ini, seperti dampak ekonomi, berkaitan dengan pengehamatan yang dirasakan masyarakat setelah menggunakan biogas, dampak ekologi, yang terlihat dari terjaganya lingkungan sekitar masyarakat yang lebih bersih dan rapi, dan yang ketiga adalah dampak sosial. The impact of empowering community through biogas program in manifesting energy independence AbstractThe objective of the study was to analyse the impact of empowering community through biogas in manifesting energy independence. Within the study, qualitative approach was implemented in order to identify and analyse the impacts of empowering community within the biogas program in Kampung Areng, Cibodas Village, in details. Then, there are several impacts that have been found within the community empowerment through the biogas program and these impacts are the economy impact, the ecological impact, and the social impact. The economy impact has been related to the savings that have been resulted from the use of the biogas, while the ecological impact has been related to the maintenance of clean and tidy surrounding environment.
Peningkatan kepedulian lingkungan melalui pembinaan penerapan sistem 3R (reduce, reuse, recycle) Henny Helmi; Yanti Karmila Nengsih; Vina Amilia Suganda
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.078 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i1.16861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui pembinaan penerapan sistem 3R (Reduce, reuse, recycle) di Kelurahan Kebun Bunga Palembang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan dengan subjek penelitian masyarakat RT 30 dan RT 39 Kelurahan Kebun Bunga Palembang sebanyak 10 keluarga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, serta dokumentasi. Penelitian berlangsung dalam dua siklus. Hasil pretest pada siklus I, tidak ada satu pun warga yang mengetahui dan memahami konsep pengelolaan sampah dengan menggunakan sistem 3R. Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I, terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai sistem 3R namun belum sampai pada tahap aplikasi. Pada siklus II, tindakan ditekankan pada pembinaan kader lingkungan. Hasil observasi siklus II didapatkan adanya peningkatan kepedulian terhadap lingkungan yang mencakup pengetahuan, sikap dan penerapan sistem 3R di lingkungan rumah masing-masing. Improving the environmental care through implementation of 3R system (reduce, reuse, recycle) AbstractThe research aimed to describe the effort to improve the communities’ care to clean and health environment through implementation of 3R system (Reduce, reuse, recycle) in Kebun Bunga hamlet, Palembang, South Sumatera. The research was action research, and the subject of the research were communities in RT (Neighbor Association) 30 and RT 39 in Kebun Bunga Hamlet, Palembang, the amount of the subject was 10 families. Data collection techniques were interview, observation, and documentation. The research conducted in two cycles. The pretest result of cycle I was; there was no person who knows and understands the concept of waste management using 3R system. After the treatment in cycle I, there was an improving of communities understanding to 3R system of waste management, but it might not reach to the application. In cycle II, the treatment emphasized on guidance to environmental ambassador. The result of observation in cycle II: there was an improving of environmental care including knowledge, attitude, and implementation of 3R system in the surrounding house of the communities.
Pengelolaan pembelajaran program paket C pada pusat kegiatan belajar masyarakat dan sanggar kegiatan belajar di Kota Palembang Nengsih, Yanti Karmila; Sari, Armilia; Helmi, Henny
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.931 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i1.16936

Abstract

Artikel ini hendak mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran program paket C mengenai aspek (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran pada PKBM Pelita, PKBM homeschooling primagama, dan SKB Kota Palembang disusun berdasarkan silabus dan RPP. (2) Pelaksanaan pembelajaran di PKBM Pelita bersifat klasikal dengan waktu yang fleksibel sesuai kesepakatan dengan siswa yaitu 1 kali dalam seminggu, PKBM homeschooling primagama bersifat privat, waktu belajar dari senin sampai kamis dan setiap siswa berbeda-beda, sedangkan di SKB Kota Palembang bersifat klasikal, waktu belajar 2 kali dalam satu minggu. (3) Evaluasi pembelajaran di PKBM Pelita dan SKB Kota Palembang terdiri dari aspek kognitif yang dievaluasi oleh tutor/guru, sedangkan di PKBM homeschooling primagama terdiri dari aspek kognitif dan afektif yang dievaluasi oleh tutor/guru. (4) Faktor pendorong warga belajar dalam mengikuti pelajaran di PKBM Pelita dan SKB Kota Palembang untuk memperoleh ijazah, pada PKBM homeschooling primagama yaitu motivasi dalam diri siswa untuk meraih cita-cita dan memperoleh ijazah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Adapun faktor penghambat yaitu susahnya peserta didik membagi waktu belajar dengan bekerja, rasa malas, pengaruh gadget, dan masih kurang lengkapnya fasilitas belajar yang tersedia.  Abstract This article wishes to describe the learning management of the C package program on aspects of (1) learning planning, (2) implementation of learning, (3) learning evaluation, and (4) supporting and inhibiting factors. This study used descriptive qualitative method. The results showed that (1) Learning planning at PKBM Pelita, PKBM homeschooling primagama, and SKB of Palembang City were arranged based on syllabus and RPP. (2) Implementation of learning in PKBM Pelita is classical with flexible time according to agreement with students that is 1 times a week, PKBM homeschooling primagama is private, learning time from Monday to Thursday and every student is different, while in SKB Palembang is classical , study time 2 times a week. (3) Evaluation of learning in PKBM Pelita and SKB Palembang consist of cognitive aspect evaluated by tutor / teacher, while in PKBM homeschooling primagama consist of cognitive and affective aspect evaluated by tutor / teacher. (4) The motivating factor of the learning community in following the lesson in PKBM Pelita and SKB of Palembang City to obtain the diploma, in PKBM homeschooling primagama that is motivation in the students to reach the ideals and obtain the diploma to continue to higher education level. The inhibiting factor is the difficulty of learners to share learning time with work, feeling lazy, the influence of gadgets, and still less complete learning facilities are available.
Kemitraan lembaga swadaya masyarakat dalam rangka pemberdayaan ekonomi pada program sekolah lapangan kakao Novianti Novianti; Yoyon Suryono; Puji Yanti Fauziah
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.523 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i1.7049

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program, bentuk kemitraan yang dilakukan LSM, pemberdayaan ekonomi yang terjadi, dan bentuk-bentuk pengembangan dalam rangka keberlanjutan pada program Sekolah Lapangan  Kakao yang terjadi di kampung Kalifam. Penelitian menggunakan metode studi kasus, dengan pengumpulan data menggunakan wawancara kepada informan bersifat purposive sampling yakni peserta program yang adalah tokoh adat dan tokoh masyarakat, perwakilan LSM, dan mitra yang terlibat dalam program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program, mulai dari tujuan, proses dan hasil kegiatan dinilai baik; proses kemitraan juga yang dilakukan mendapat penilaian yang baik dari pihak-pihak yang terlibat yaitu LSM sebagai inisiator program, unsur-unsur masyarakat sebagai peserta program, gereja selaku motivator masyarakat dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) selaku fasilitator; pemberdayaan ekonomi masyarakat belum sepenuhnya terjadi walaupun masyarakat telah berdaya di level pengetahuan dan keterampilan budidaya kakao; pengembangan program yang diharapkan mulai dari komitmen peserta terhadap keterampilan, proses pendampingan, kebun percontohan, dan pelatihan teknologi pengolahan hasil. Nongovernment organization’s partnership as part of economic empowerment on cacao’s farmer’s field school AbstractThe study aims to describe the implementation of the program, forms of partnership done by NGO, the economic empowerment, and other forms of development in the context of sustainability at Cocoa’s Farmer’s Field School program that took place in the Kalifam village. This qualitative research used the case study method; with data collection used the interview to the informant with the purposive sampling characteristic which are program’s participants: traditional and community leader, NGO’s representatives, and partners involved in the program. The results showed that the implementation of the program, ranging from the purpose, process and results of activities considered good; the partnership also conducted gets a good assessment of the parties involved, which are the NGO as the initiator of the program, the elements of society as a participant of the program, the church as a community motivator and PPL as a facilitator; economic empowerment has not fully occurred even though the community empowerment has been revealed in the level of knowledge and skills of cocoa cultivation; the program developments expected are start from the participants' commitment to the skills, process assistance, cacao’s model plantation, and the training of technology processing.
Evaluasi program pendidikan kewirausahaan masyarakat Wijayanto, Arif; Prasetyo, Iis
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.414 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i2.14999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) dampak jangka panjang (2) outcome (3) output (4) proses (5) input program PKM di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang merujuk pada model Logical Framework dengan jenis penelitian kualitatif. Pendekatan evaluasi disusun secara sistematis meliputi evaluasi (a) dampak jangka panjang program, (b) outcome program, (c) output program, (d) proses program, dan (e) input program. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif. Adapun langkahnya yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengenai evaluasi program PKM di Kabupaten Sleman adalah sebagai berikut (1) Dampak jangka panjang dicapai oleh LKP Silia dan LKP Macell EC; (2) Outcome dicapai oleh LKP Silia, namun tidak dicapai oleh LKP Macell EC; (3) Output dicapai oleh LKP Silia, namun tidak dicapai oleh LKP Macell EC; (4) Proses dicapai oleh LKP Silia, namun tidak dicapai oleh LKP Macel karena penggunaan media di LKP Macell EC kurang maksimal dan kurang mendukung proses pembelajaran; (5) Input yang sesuai dengan prasyarat program telah dicapai oleh LKP Silia, namun tidak berhasil dicapai oleh LKP Macell EC terutama pada prasyarat tutor dan media pembelajaran. Evaluation of community entrepreneurship education program AbstractThis study aims to analyze: (1) long-term impact (2) outcome (3) output (4) process (5) input PKM program in Sleman District. This research is an evaluation research that refers to Logical Framework model with qualitative research type. The evaluation approach is systematically composed including evaluation of (a) the program's long-term impact, (b) program outcomes, (c) program outputs, (d) program processes, and (e) program inputs. The research data was collected through observation, interview and documentation. Data analysis was done by interactive model. The steps are data collection, data reduction, data presentation, and verification and conclusion. The results of research on evaluation of PKM program in Sleman District are as follows (1) long term impact achieved by LKP Silia and LKP Macell EC; (2) Outcome achieved by LKP Silia, but not achieved by LKP Macell EC; (3) Output was achieved by LKP Silia, but not achieved by LKP Macell EC; (4) Process is achieved by LKP Silia, but not reached by LKP Macell EC; (5) Input is achieved or in accordance with the criteria of success by LKP Silia, but on LKP Macell EC.
Evaluasi partisipasi masyarakat pada pembangunan infrastruktur dalam konteks pemberdayaan masyarakat Fatwa Widodo
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.01 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i2.15932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat pada tahapan perencanaan, implementasi dan hasil dari program pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Pangudi Mulya. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Model evaluasi yang digunakan ialah CIPP (Context, Input, Prosses dan Product). Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah: wawancara, dokumentasi dan observasi sebagai metode penunjang. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada tahap perencanaan warga masyarakat non-anggota ikut berpartisipasi menyuarakan pendapatnya dan ikut serta dalam menyusun rencana program. (2) Pada tahap implementasi, warga non-anggota ikut berpartisipasi dapat dalam bentuk tenaga, materi, donasi maupun logistik. Partisipasi masyarakat dilakukan dengan cara sukarela tanpa adanya paksaan dari anggota BKM. (3) Program pembangunan yang telah dilaksanakan dapat selesai tepat waktu. Hal ini dikarenakan realisasi program dibantu oleh partisipasi masyarakat. Selain itu hasil program dapat merubah keadaan masyarakat, terutama pada sektor kesehatan. An evaluation of social participation in infrastructure development for social empowerment context  AbstractThe aims of this research were to know social participation in the planning; implementation and product stages of the development program in infrastructure by BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Pangudi Mulya. This research using CIPP (Context, Input, Prosses and Product) model for evaluate the object. The technique of collecting data were: interview, documentation and observation. The technique of analysis data used: reducting data, display data and conclusion. The results of this research were: (1) in the planning step citizen non member did participation such as idea and include to planned a program. (2) In the implementation step, citizen non member also did participation well. Kinds of participation were had variation, such as: power, material, donated and logistic. Citizen non member did participation without compulsion by BKM member, they did voluntarily. (3) The development program were held on timely. It’s because did by participation from citizen. Beside that the result could change social situation, especially on health sector.

Page 6 of 22 | Total Record : 216