cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 23551615     EISSN : 24772992     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Pengembangan media pembelajaran big book untuk pembentukan karakter anak usia dini Ivonne Hafidlatil Kiromi; Puji Yanti Fauziah
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.946 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v3i1.5594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu guru dalam mengembangkan media pembelajaran khususnya media pembelajaran dalam pembentukan karakter anak usia dini di PAUD Bakti Baitussalam Bantul. Penelitian ini menggunakan metode Research Development (RD). Media pembelajaran yang dihasilkan berupa media pembelajaran big book. Data diperoleh melalui teknik wawancara, lembar penilaian dari ahli media dan materi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok bermain yang berjumlah 28 anak. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa media pembelajran big book dapat membantu guru dalam mengembangkan media pembelajaran, khususnya pengembangan untuk pembentukan karakter anak usia dini. Penggunaan big book berdampak positive terhadap pembentukan karakter anak, dengan rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi yaitu 43 dan kelas kontrol dengan rata-rata  39,14.Kata kunci: media pembelajaran big book, pembentukan karakter, anak usia dini Developing Teaching Media Through Big Book for Early Childhood Character Building AbstractThis study aims to assist teachers in developing instructional media particularly instructional media in shaping the character of young children in early childhood Bakti Baitussalam Bantul. This study uses research and development (R D). The media that has been resulted is the big book media. Data obtained through interview techniques, expert assessment sheets of media and materials. This research subject is child play groups totaling 28 children. Based on the results of the data analysis and discussion, it can be concluded that learning media can be assist teachers in developing instructional media particularly instructional media in shaping the character of young children. The results show that use big book positively effect on the child character building, the experimental class is to gain a higher score is 43 and the control class to obtain a score of 39,14.Keywords: learning media big book, character building, early childhood
Pengembangan model pembelajaran berbasis alam untuk meningkatkan kualitas proses belajar anak usia dini Betty Yulia Wulansari; Sugito Sugito
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.332 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v3i1.7919

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis alam untuk anak usia dini, dan (2) untuk mengetahui perbedaan kualitas proses belajar antara Model PBA dan model pembelajaran konvensional. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan lembar catatan lapangan. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis deskriftif dan data kuantatif dianalisis menggunakan analisis independent sample t-test. Hasil penelitian ini adalah (1) produk penelitian ini adalah Model PBA untuk anak usia dini. Prinsip pembelajarannya yaitu belajar tentang alam, belajar dengan menggunakan alam, dan belajar bersama alam, dan (2) ada perbedaan kualitas proses belajar yang signifikan antara model Model PBA dan pembelajaran konvensional dan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil SPSS 16 uji terbatas yaitu thit= -3,008 ttabel= -1,717  dan hasil uji diperluas yaitu nilai thit= -2,159 ttabel= -2,024. Model PBA dapat meningkatkan kualitas proses belajar anak karena model ini mengakomodasi karakteristik belajar anak.Kata Kunci: model pembelajaran berbasis alam, anak usia dini, proses belajar Developing Nature-Based Learning Model for Improving Learning Process Quality of Early Age ChildrenAbstractThis research aims to: (1) develop nature-based learning model for early age children, and (2) know the difference of nature-based learning model and conventional learning model on early age children learning process. The research method was developmental research.The data were collected through observation guide and fieldnotes. The qualitative data were analyzed through descriptive analysis and the quantitative data were analyzed through independent sample t-test. The result of the research are (1) the research product is a nature-based learning model for early age children. The learning principles are learning about nature, learning through nature, and learning with nature, and(2) there are different significant result quality on learning process between the nature-based learning model and conventional learning model. It has been proven on the result of SPSS 16 program which is shown value of tcount= -3,008 ttable= -1,717 and enlarged testing that value of tcount= -2,159 ttable= -2,024. The nature-based learning model increased learning process quality because it was accommodate learning characteristic of children.Keywords: nature-based learning process, early age children, learning process
Evaluasi pembelajaran keterampilan membaca permulaan di TK Fastrack Funschool kelas A program nusantara Yogyakarta Syarifatul Fitria; Suparno Suparno
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.319 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v3i1.6481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi pembelajaran keterampilan membaca permulaan di TK Fastrack Funschool kelas A Program Nusantara dengan melihat efektifitas pelaksanaan dan hasil pencapaian keterampilan membaca permulaan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan penilaian otentik dan evaluasi datanya menggunakan data formatif dan data sumatif. Subjek penelitian adalah seluruh anak TK Fastrack Funschool kelas A Program Nusantara sebanyak 15 anak. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi check list dan lembar observasi rating scale. Analisis data menggunakan statistik deskriptif eksploratif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil evaluasi formatif maupun sumatif keterampilan membaca permulaan anak kelas A Program Nusantara berdasarkan indikator mampu menyebutkan nama karakter huruf, mampu menyebutkan bunyi huruf, mampu mencocokkan huruf besar dan kecil, mampu menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya, secara umum bisa dikategorikan “berkem-bang sangat baik” karena 93,33% dari jumlah keseluruhan anak dalam kelas tersebut memiliki persentase pencapaian penguasaan materi antara 75% - 100%. Melalui penelitian ini diketahui bahwa metode pembelajaran membaca permulaan yang diterapkan menunjukkan bahwa anak-anak  memiliki antusiasme dan keaktifan yang dikategorikan “berkembang sesuai harapan” dalam mengikuti pembelajaran membaca permulaan.Kata kunci: evaluasi, membaca permulaan, taman kanak-kanak An Evaluation of the Teaching of First Reading Skills in Kindergarten Fastrack  Funschool Class A Nusantara Program Yogyakarta AbstractThis study aims to reveal the results of the evaluation of teaching process of first reading skills in Kindergarten Fastrack Funschool class A Nusantara Program from the effectiveness of the implementation and results of child's first reading skill achievement. This study used the approach of authentic assessment and evaluation of data using the data formative and the data summative. The subject were 15 students of Kindergarten Class A Nusantara Program. The data were collected using a check list observation sheet and rating scale observation sheet and analyzed using the quantitative explorative statistics with percentage.The results show that the results of formative and summative evaluation of first reading skills of grade A students of  Nusantara Program ability based on four indicators, in general it can be categorized as "developing very well" because 93.33% of the children in the class have a percentage attainment of mastery of the material between 75% - 100%. Through this study, it is also noted that the teaching method indicate that students have the enthusiasm and liveliness that can be categorized as " developing according to expectations " in following the teaching process of first reading.Keywords: evaluation, beginning reading, kindergarten
FRONT MATTER (Cover, Editorial Board, Table of Contents) - -
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.543 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v1i2.8122

Abstract

-
Evaluasi program kecakapan hidup di sanggar kegiatan belajar Bantul, Yogyakarta Arnady, Muhammad Adil; Prasetyo, Iis
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.041 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v3i1.6303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi: (1) hasil jangka panjang program kecakapan hidup, (2) hasil jangka menengah program kecakapan hidup, (3) hasil program kecakapan hidup, (4) proses program kecakapan hidup,(5) masukan program kecakapan hidup di SKB Bantul. Penelitian ini adalah jenis penelitian evaluasi yang merujuk pada konsep Logical Framework Models. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) hasil jangka panjang kursus rias pengantin dan komputer telah tercapai sesuai kriteria namun tidak pada kursus menjahit. (2) hasil jangka menengah kursus rias pengantin dan komputer telah tercapai sesuai kriteria keberhasilan namun tidak pada kursus menjahit. (3) hasil kursus rias pengantin dan komputer telah tercapai sesuai kriteria keberhasilan namun tidak pada kursus menjahit. (4) proses belum sepenuhnya dilaksanakan secara optimal, yaitu sosialisasi kegiatan menggunakan media internet belum optimal serta kegiatan monitoring dan evaluasi belum dilakukan secara menyeluruh. Monitoring dan evaluasi hanya terbatas pada evaluasi pembelajaran, dan belum mencakup monitoring dan evaluasi pada tataran program (5) masukan belum sepenuhnya mendukung pelaksanaan kegiatan, terutama terkait dengan permasalahan penyediaan sarana prasarana dan pendanaan kegiatan.Kata Kunci: evaluasi, program kecakapan hidup, Logical Framework Models An Evaluation of Life Skills Programs in Bantul Learning Activities Atelier, YogyakartaAbstractThis study aims to analyze the evaluation of: (1) the long term results, (2) the mid-term results, (3) result, (4) process, and (5) inputs of life skills programs in SKB Bantul. This esearch was qualitative evaluation research referring to the concept of Logical Framework Models. The results of the research reveal that: (1) The long-term results of bridal make-up and computer courses have been achieved according to the criteria, but not in a sewing cours;. (2) the results of mid-term course of bridal make-up and computer courses have been achieved according to the criteria of success, but not in the sewing course; (3) the result of bridal make-up and computer courses have been achieved according to the criteria of success, but not in sewing course; (4) the process have not been fully implemented optimally, in which, neither promotion of the activities using the internet media nor monitoring and evaluation has been done optimally. Monitoring and evaluation are limited to the evaluation of learning, and not including monitoring and evaluation at program level yet; (5) the input does not comprehensively support the implementation of the activities, especially those related to supplying of infrastructure and budgeting/financing.Keywords: evaluation, life skills programs
Peningkatan kemampuan membaca permulaan melalui media video compact disc pada anak usia 5– 6 tahun Elisabeth Eka Sulistyawati; Sujarwo Sujarwo
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.629 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v3i1.8064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak melalui media VCD di TK Kudup Sari Sidoluhur, Godean, Sleman. Kemampuan membaca pada anak terlihat dalam kemampuan menyebutkan simbol-simbol huruf vokal dan konsonan, menghubungkan gambar dengan kata, membaca gambar yang memiliki kata sederhana dan membaca nama sendiri.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah anak kelompok B TK Kudup Sari yang berjumlah 26 anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.Kata kunci: kemampuan membaca permulaan, VCD, anak usia 5-6 tahun. Improvement of Early Reading Competence Using Video Compact Disc Media on 5-6 Year-Old AbstractThis research aims to improve early reading competence using VCD media on the pupils of TK Kudup Sari Sidoluhur, Godean, Sleman. The pupil reading competence can be shown by mentioning symbols of vocal and consonant letters, connecting pictures and words, reading pictures that have simple words and reading their own names.This is a collaborative classroom action research applying a model of Kemmis and Mc Taggart. It consists of two phases and each phase contains three meetings. Data were taken by observation and documentation. The subjects of the research are 26 pupils as the Group B of TK Kudup Sari. Analysing data was done using qualitative description. Keywords: early reading competence, VCD, 5-6-year-old pupils.
Evaluasi program pelatihan pemuda dalam meningkatkan SDM di HMI koordinator komisariat UNM Hasdiansyah, Andi; Suryono, Yoyon
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.707 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v3i1.8062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) dampak program basic training pemuda di HMI cabang Makassar, (2) tujuan program basic training pemuda, (3) keluaran dari program basic training pemuda, (4) aktivitas program basic training pemuda, (5) masukan basic training pemuda, (6) hambatan program basic training pemuda, dan (7) merekomendasikan pengem-bangan model program pelatihan dasar pemuda di HMI cabang Makassar. Penelitian evaluasi ini merujuk pada konsep Logical Framework Models dan dianalisis secara kualitatif. Subjek penelitian 9 alumni pelatihan. Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi tidak langsung, dan analisis dokumen.. Hasil penelitian ini menunjukkan 7 temuan. Pertama, pelatihan berdampak positif karena tercipta perubahan yang diinginkan meskipun belum sepenuhnya. Kedua, tujuan pelatihan tercapai meskipun belum sepenuhnya. Ketiga, kompetensi keluaran pelatihan meningkat tetapi belum mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama. Keempat, aktivitas pelatihan sudah memenuhi kriteria pembelajaran; akan tetapi, keberhasilan tersebut hanya berakhir di dalam forum pengkaderan. Kelima, masukan pelatihan dikategorikan baik tetapi belum sepenuhnya mengikuti pedoman pengkaderan. Keenam, hambatan pelatihan adalah biaya dan kurangnya kedisiplinan pemateri dengan peserta pelatihan. Ketujuh, memantapkan kajian keislaman, meminimalisir kelemahan administrasi, dan memperketat proses perekrutan.Kata Kunci: evaluasi, pelatihan pemuda, basic training, HMI, logical framework models The Evaluation of Youth Training Program to Improve HR in HMI coordinator commisariat UNMAbstractThis study aims to determine: (1) impact of youth basic training program in HMI Makassar branch, (2) purpose of youth basic training program, (3) output of youth basic training program, (4) activity of youth basic training program, (5) input of youth basic training program, (6) barriers of youth basic training program, and (7) recommending the development model of the youth basic training program in HMI Makassar branch. The evaluation study refers to the concept of logical framework models and analyzed qualitatively. Subjects of study were nine people who are alumni of training. Data research were collected through interviews, observation indirectly, and documents analysis. The result of study showed seven findings. First, training has a positive impact since created the desired changes though not yet fully. Second, training objective was achieved, although not completely. Third, competence of output training increased, but have not been able to survive in the long term. Fourth, activity training meets the criteria of learning; however, success of forum just ended in the cadre. Fifth, inputs training are considered as good, but not fully follow the cadre guidelines. Sixth, the barriers training are cost and lack on discipline presenters and participants. Seventh, establishing Islamic studies, minimizing administrative weaknesses, and tightening recruitment process.Keywords: evaluation, youth training, basic program, HMI, logical framework models
Kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak untuk menyelesaikan program wajar 9 tahun Malik, Halim K; Sumarno, Sumarno
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.05 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v3i1.8061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang: (1) perhatian orang tua terhadap pentingnya pendidikan dalam hidup bermasyarakat. (2) tanggung jawab orang tua dalam menyediakan fasilitas pendidikan bagi anak. (3) orientasi nilai yang dijadikan dasar oleh orang tua dalam pendidikan anak. (4) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepedulian orang tua dalam pendidikan anak untuk menyelesaikan wajib belajar 9 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis perbandingan tetap yaitu analisis domain, analisis taksonomi dan analisis tema, pengambilan kesimpulan dan verifikasi, sedangkan untuk mencapai kredibilitas data menggunakan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian adalah: (1) perhatian orang tua terhadap pendidikan anak sangat rendah, karena dipengaruhi oleh persepsi bahwa sekolah hanya untuk sekadar mengajarkan membaca, menulis dan berhitung. (2) orang tua tidak menyediakan fasilitas pendidikan di rumah sebagai penunjang proses belajar yang didapat di sekolah. (3) tingginya angka anak putus sekolah diakibatkan oleh nilai yang dianut oleh orang tua yang menganggap sekolah bukan jaminan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. (4) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepedulian Orang tua adalah tidak merespon secara positif program wajib belajar 9 tahun, dan minat dan motivasi belajar anak yang justru bersumber dari lingkungan keluarga itu sendiri.Kata Kunci: kepedulian orang tua, pendidikan wajib belajar 9 tahun Parents' Attention to Children Education in Completeing 9 Year Compulsory EducationAbstractThis research is. The purpose of to describe about: (1) parental attention to the importance of education in social life. (2) the responsibility of parents to provide educational facilities for children. (3) the orientation value basis by parents in children's education. (4) factors that influence the awareness of parents in the education of children to complete nine years of compulsory education. This study employed descriptive qualitative approach. The technique of collecting data through interviews, observation and documentation. The data obtained were analyzed using comparative analysis remains the domain analysis, taxonomic analysis and theme analysis, deduction and verification, in order to achieve credibility observational data using persistence and triangulation. The results are: (1) parental supervision of children's education is very low, because it is influenced by the perception that the school is just for teaching reading, writing and arithmetic. (2) parents do not provide educational facilities at home to support learning acquired in school. (3) high rates of school dropouts due to the values embraced by parents who think school is not a guarantee to get a decent job. (4) the factors that influence parents concerns are not responding positively to 9-year compulsory education program, and the interest and motivation of children would come from the family itself.Keywords: parental care, basic education
FRONT MATTER (Cover, Editorial Board, Table of Contents) -, -
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.781 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.8124

Abstract

-
Partisipasi masyarakat dalam pengembangan organisasi wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat (WKSBM) Shobichatul Aminah; Iis Prasetyo
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.616 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v5i1.17531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tahapan partisipasi masyarakat dalam pengembangan WKSBM melalui komunikasi multitrack, (2) bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan WKSBM melalui komunikasi multitrack, dan (3) faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengembangan WKSBM melalui komunikasi multitrack. Penelitian ini menggunakan analisis penelitian deskriptif. Hasil penelitan ini adalah: (1) tahapan partisipasi masyarakat dalam pengembangan WKSBM melalui  model komunikasi multitrack adalah penilaian, penyusunan rencana dan desain, pelaksanaan komunikasi dan evaluasi, (2) bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan WKSBM melalui komunikasi multitrack adalah kontribusi, tanggung jawab dan peran, (3) faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam Pengembangan WKSBM melalui komunikasi multitrack adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi adalah usia, pekerjaan dan komunikasi. Faktor eksternal yang muncul yaitu tanggapan dari masyarakat, kebijakan pemerintah dan kebermanfaatan WKSBM untuk masyarakat. Community participation in organization development of society-based social welfare (WKSBM) AbstractThis study aims to describe: (1) the steps of community participation in the development of WKSBM through multitrack communication, (2) forms of community participation in the development of WKSBM through multitrack communication, (3) affecting factors of community participation in developing WKSBM through multitrack communication. This research were used qualitative research with description method. The results of this research were: (1) the steps community participation in the development of WKSBM through multitrack communication, (2) forms of community participation in the development of WKSBM through multitrack communication ,and (3) affecting factors of community participation in the development of WKSBM through multitrack communication are internal and external factors. Internal factors that affect the age, work and communication. External factors that arise are the responses from the community, government policies and the usefulness of WKSBM for the community.

Page 5 of 22 | Total Record : 216