cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 23551615     EISSN : 24772992     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Potensi gugus PAUD untuk pembinaan paska pelatihan pendidik anak usia dini dengan menggunakan lesson study Fauzi, Ikka Kartika Abbas
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2017): March 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.758 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i1.10479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari peluang bagi peningkatan kompetensi pendidik PAUD paska pelatihan dengan menggunakan lesson study melalui wadah pembinaan yang sudah ada, yaitu Gugus PAUD. Alasannya hanya 20,4 % tenaga pendidik alumni Diklat yang langsung mampu menerapkan hasil pelatihannya. Di sisi lain, banyak Gugus PAUD yang belum optimal dimanfaatkan sebagai wadah pembinaan pendidik PAUD. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan flow model . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gugus PAUD  memiliki peluang untuk mengembangkan pembinaan Paska Pelatihan dengan menggunakan model pembinaan Lesson Study karena memiliki potensi yang relevan dengan penyelenggaraan lesson study, yaitu : terstruktur dan terorganisir, pembinaan terus menerus dari pihak yang berwenang, kebersamaan, pendekatan partisipatif, kemampuan bermitra dan penumbuhan komunitas belajar. Dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan factor pendorong dan penghambat pembinaan di Gugus PAUD.Kata kunci : potensi gugus PAUD, lesson study , pembinaan pasca pelatihan Potential Gugus PAUD for Coaching Post Training Early Childhood Educators by Using Lesson Study AbstractThis study aims to explore opportunities for increased competence post training early childhood educators with using lesson study through   the existing institution , namely Gugus PAUD. The reason  only 20.4% of educators alumnus of training that is directly able to apply their training. On the other hand, many  Gugus PAUD that has not been optimally utilized as a forum for coaching  early childhood educators. This study uses qualitative methods with data collection techniques of interview, observation and documentation. Data were analyzed using flow model . The results showed that the Gugus PAUD has the opportunity to develop coaching after the training using coaching model Lesson Study as it has potential relevance for the implementation of lesson study, namely: structured and organized, coaching continuously from the authorities, togetherness, participatory approach, the ability to partner and growth of a learning community. In the execution should also pay attention to supporting factors  and inhibiting  factors in Gugus PAUD development.Keywords: potential Gugus PAUD, lesson study, post-training coaching
Efektivitas komunikasi orang tua dan pendidik terhadap keberhasilan program kelompok bermain Febru Puji Astuti
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.169 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v3i2.10046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan komunikasi orang tua dan pendidik yang dilakukan di lembaga PAUD Happy Bear, Magelang. Penelitian ini merupakan studi kasus, menggunakan metode kualitatif. Unit penelitian meliputi pendidik, orang tua, dan pengelola. Data dikumpulkan melalui teknik pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga kegiatan utama, yakni: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas melalui pemeriksaan ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi antara orang tua dan pendidik di PAUD Happy Bear lebih cenderung menggunakan pola keterbukaan yang memungkinkan seluruh pihak yang berkepentingan untuk saling bertukar informasi. Kegiatan program dilaksanakan dan dikomunikasikan melalui pertemuan yang melibatkan orang tua. Efektivitas komunikasi yang ada ditunjukan adanya perubahan yang makin baik dalam ketercapaian dan keberhasilan program kelompok bermain.Kata Kunci: efektivitas, komunikasi, keberhasilan program The effectiveness of parents and teachers communication to the success of playgroup program  AbstractThis study was aimed to investigate the communication prosess and the effectiveness of communication between parents and teachers at PAUD Happy Bear, Magelang. This reseach was a case study, it used qualitative method. The reseach units included teachers, parents, and organizers. Data were collected using observation, interviews, and documentations. The data analysis technique is done with three main activities, namely data reduction, data display, and inference making. The data trustworthiness was assessed by the credibility technique through careful observation, source triangulation, and technique triangulation. The results show that the process of communication between parents and educators in PAUD Happy Bear is more likely used the pattern of openness that allows all interested parties to exchange information. Program activities is implemented and communicated through meetings and involving parents. The effectiveness of existing communication patterns indicate changes that are getting better in the achievement and success of the playgroup program.Keywords: effectiveness, communications, program success
BACK MATTER (Publication Ethics, Acknowledgment, Template, Author Guidelines) - -
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2017): March 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.205 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i1.13640

Abstract

-
Studi komparatif pengelolaan pembelajaran pada Homeschooling Primagama dengan Homeschooling Anugrah Bangsa Yanti Karmila Nengsih
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2017): March 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.036 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i1.12536

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan membandingkan pengelolaan pembelajaran pada homeschooling mengenai aspek (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatakan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di DIY yang berlokasi di Homeschoolinng Primagama dan Homeschooling ANSA. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Homeschooling Primagama mengidentifikasi kebutuhan peserta didik dengan menggunakan tes psikologi melalui psikolog, sedangkan Homeschooling ANSA melalui wawancara oleh pihak homeschooling. (2) Pelaksanaan pembelajaran di Homeschooling Primagama lebih bersifat semi formal dan terstruktur, sedangkan Homeschooling ANSA lebih bersifat informal. (3) Evaluasi pembelajaran di Homeschooling Primagama terdiri dari aspek kognitif yang dievaluasi oleh tutor/guru, aspek afektif dievaluasi oleh psikolog, sedangkan di  Homeschooling ANSA aspek kognitif dan afektif dievaluasi oleh tutor/guru. (4) Faktor pendorong peserta didik dalam belajar di Homeschooling Primagama yaitu motivasi dalam diri peserta didik dan orangtua, sedangkan faktor penghambat yaitu sakit-sakitan, pengaruh gadget, dan online game, sedangkan di Homeschooling ANSA, faktor pendorongnya yaitu untuk meraih cita-cita dan membanggakan orangtua, sedangkan faktor penghambat yaitu ketika peserta didik banyak kegiatan di luar dan masih kurang lengkapnya fasilitas belajar yang tersedia di homeschooling.Kata Kunci: pengelolaan pembelajaran, homeschooling A Comparative Study of the Teaching Management in Primagama and Anugrah Bangsa Homeschools AbstractThe aims of this study are to describe and compare the teaching management of homeschooling in aspects including: (1) lesson planning, (2) the teaching implementation, (3) teaching evaluation, and (4) the supporting and inhibiting factors of homeschooling. This research was a comparative study, using the descriptive qualitative approach. It was conducted in Primagama and ANSA Homeschools. The results of this study are as follows. (1) Primagama Homeschool identifies learner needs through psychological tests by psychologists, while Homeschool ANSA does it through interviews by the homeschool (2) The implementation of the teaching in Primagama Homeschool is semi formal and structured, while at ANSA Homeschool it is more informal. (3) The evaluation of teaching in Primagama Homeschool consists of cognitive aspects which are evaluated by the teacher, and the are evaluated by a psychologist. At ANSA Homeschool the cognitive and affective aspects are evaluated by the teacher. (4) The supporting factors for learners in learning at Primagama Homeschool include in students and parents, while the inhibiting factors include being sickly, the influence of gadgets, and online games. At ANSA Homeschool the supporting factor is to achieve the ideals and parents pride, while the inhibiting factor is when learners are many outdoor activities and limited incomplete learning facilities.Keywords: learning management, homeschooling
Perubahan iklim dan aksi menghadapi dampaknya: Ditinjau dari peran serta perempuan Desa Pagerwangi Mustangin Mustangin
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2017): March 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.222 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i1.13051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola keterlibat perempuan dalam rangka mendukung upaya pengelolaan lingkungan untuk mengatasi perubahan iklim tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melakukan wawancara mendalam dan mengkaji dokumen terkait perubahan iklim. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adanya keterlibatan awal perempuan dan organisasi perempuan dalam rangka mensukseskan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di desa pagerwangi. Pola keterlibatan perempuan dimulai dari awal peningkatan kesadaran akan ancaman perubahan iklim dan keterlibatan dalam proses pendidikan masyarakat antar perempuan untuk ikut serta terlibat. Dan akhirnya, keterlibatan perempuan dibutuhkan untuk mencapai tujuan dari menghadapi perubahan iklim.Kata Kunci: keterlibatan perempuan, pengelolaan lingkungan, perubahan iklim Climate Change and Action to Face the Impact: Based on Women’s Participation in Pagerwangi Village AbstractThis study aimed to analyze the pattern of women participation in order to support environmental management efforts to address climate change. This study used a qualitative approach, by conducting in-depth interviews and reviewing documents related to climate change. The research findings show that their early involvement of women and women's organizations in order to succeed mitigation actions and adaptation to climate change in the village pagerwangi. The pattern of women's involvement from the beginning of an increasing awareness of the threat of climate change and community involvement in the educational process among women to participate and be involved. And finally, women's involvement is needed to achieve the goal of addressing climate change.Keywords: women's participation, environmental management, climate change
Strategi pengembangan inovasi program pendidikan nonformal sebagai best practices bagi pusat kegiatan belajar masyarakat Rizka, Muhammad Arief; Hardiansyah, Rila
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.618 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v3i2.10745

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) memetakan inovasi program PNF yang dikembangkan oleh PKBM di kota Mataram; dan (2) menganalisis strategi yang digunakan dalam mengembangkan inovasi program PNF yang dapat dijadikan sebagai best practices bagi PKBM di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah PKBM-PKBM di Kota Mataram yang ditentukan secara purposif. Sumber data dalam penelitian ini yakni Pengelola PKBM, Tutor, dan Penilik PNF Kota Mataram. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau pengambilan kesimpulan. Teknik keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber dan diskusi dengan teman sejawat. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa (1) inovasi program PNF yang dikembangkan oleh PKBM-PKBM di Kota Mataram cukup variatif dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat dengan fokus inovasi program pada dimensi pelayanan, peningkatan kapasitas, dan kesejahteraan masyarakat. (2) Strategi yang digunakan dalam pengembangan inovasi program PNF pada PKBM di Kota Mataram antara lain yaitu startegi partisipatif, strategi persuasif, dan strategi pemetaan sosial yang dimana penggunaan strategi tersebut sejauh ini telah optimal dalam mengembangkan program PNF yang inovatif di masing-masing PKBM tersebut. Kata Kunci: strategi pengembangan, inovasi, program PNF. Development strategy of non-formal education program innovation as best practices for community learning center AbstractThis research aimed to; (1) map innovation of NFE program which was developed by CLC’s at Mataram city; and (2) analyse strategy which was used in developing innovation of PNF program that could become best practice for CLC’s at Mataram city. This research used descriptive method with qualitative approach. Analysis unit in this research was all CLC’s at Mataram city which determined as purposive. Data sources in this research namely CLC’s management, tutor, ad owner of NFE Mataram city. Technique of data collection used interview, observation and documentation. The data analysis was conducted with using interactive analysis through data collection, data reduction, data presentation, and verivication or conclusion. Tehnique of data validity with using sources of triangulation and discussion with friends. The result of research in describing that (1) innovation of NFE program which developed by all CLC’s Mataram city was quite variety and based on community real needed with focusing on innovation program on serving dimension, improving capacity, and public welfare. (2) strategy which used in developing innovation of NFE program at CLC’s Mataram city such as participatory strategy, persuasive strategy, and social mapping strategy which used strategy mention as far as this strategy was optimal in developing inovative NFE program on each CLC’s.Keywords: development strategy, innovation, nonformal education program
Keterlibatan orangtua dalam needs asesment pengembangan komunikasi anak cerebral palsy Mumpuniarti Mumpuniarti; Sukinah Sukinah; Pujaningsih Pujaningsih
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2017): March 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.284 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i1.11464

Abstract

Penelitian bertujuan menggali tindakan dan harapan yang dapat dilakukan oleh orang tua yang memiliki anak Cerebral Palsy, khususnya dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Hambatan komunikasi dan kognitif yang mayoritas dimiliki oleh anak Cerebral Palsy (CP) tetap harus dioptimalkan dengan menggunakan komunikasi alternatif dan tambahan (Augmentative and Alternative Communication/AAC). Untuk itu, perlu dikembangkan media komunikasi tersebut dan kemampuan menggunakan oleh anak Cerebral Palsy diperlukan keterlibatan orang tua. Oleh karena itu, penelitian dilakukan dengan tindakan partisipasi antara peneliti dan orang tua melalui mendampingi orang tua agar supaya orang tua mampu membuat media, serta mengimplementasikan bagi anaknya yang Cerebral Palsy. Partisipasi orang tua digali dengan angket, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95% dari orang tua membutuhkan anaknya dapat dengan AAC, demikian juga kebutuhan (need) asesmen masih pada kebutuhan level awal komunikasi. Kondisi itu berimplikasi mengembangkan komunikasi yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga. AAC yang dipilih lebih ke arah miniatur benda asli dan kartu gambar.Kata Kunci: Komunikasi AAC Cerebral Palsy (CP) Parental Involvement in the Needs Assessment of Cerebral Palsy Children Communication Development AbstractThe study aims to explore the actions and expectations can be done by parents of children with Cerebral Palsy, particularly in developing communication skills. Barriers to communication and cognitive majority owned by the child's Cerebral Palsy (CP) remains to be optimized by using alternative and additional communication (augmentative and Alternative Communication / AAC). For it is necessary to develop the communications media and the ability to use the Cerebral Palsy children need parental involvement. Therefore, the research carried out with the participation of action between researchers and parents through assisting the parents so that parents can make the media, as well as implements for Cerebral Palsy children. Participation of parents dug with questionnaires, interviews, and observations. The results showed that 95% of parents in need of child can be with AAC, so does the need (need) assessment is still at the initial level of communication needs. The condition is implicated develop communication needed for daily life in the family environment. AAC selected more towards miniaturized original objects and picture cards.Keywords: Communication with AAC of Cerebral Palsy
Implementasi pembelajaran nonformal pada sekolah dasar Quran Hanifah di Kota Semarang Imam Shofwan; Ghanis Putra Widhanarto; Tristanti Tristanti
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.022 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v6i1.23434

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi pembelajaran nonformal yang berkaitan dengan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang berbeda dengan sekolah dasar formal pada umumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipan, wawancara bebas terpimpin dan dokumentasi untuk mendapatkan data dan informasi akurat dengan pengetahuan yang mendalam tentang implementasi pembelajaran nonformal Sekolah Dasar Quran Hanifah Kota Semarang yang menggunakan pembelajaran yang berbeda dengan sekolah pada umumnya degan tujuan pembelajarannya adalah berakhlaqul karimah dan mampu menghafal Alquran. Hasil penelitian (1) perencanaan pembelajaran nonformal yang diselenggarakan sesuai dengan kalender akademik yang diberikan kepada orangtua; (2) proses pelaksanaan pembelajaran nonformal diawali dan diakhiri dengan doa serta dibuat peraturan (adab) dalam belajar yang mengedepankan tahfidz atau hafalan, (3) evalusi pembelajaran nonformal dilakukan di awal dengan tes kemampuan membaca, evaluasi proses dengan tes hafalan dan evaluasi akhir dengan tes ujian hafalan mingguan dan bulanan; dan (4) faktor pendukung adanya kegiatan parenting 2 (dua) mingguan serta penghambat tempat yang sempit dan kualifikasi pendidik belum lulus sarjana. Implementation of nonformal learning in Hanifah Quran Primary Schools in Semarang City AbstractThe purpose of the study was to determine the implementation of non-formal learning related to learning planning, the implementation of learning, and evaluation of learning that was different from formal elementary schools in general. This study uses a qualitative research approach with data collection techniques using participant observation, guided free interviews and documentation to obtain accurate data and information with in-depth knowledge about the implementation of nonformal learning in the Hanifah Quran Primary School in Semarang that uses learning that is different from the school in general. Research results (1) non-formal learning planning held in accordance with the academic calendar given to parents; (2) the process of implementing non-formal learning begins and ends with prayer and rules (adab) in learning that promote tahfidz or memorization, (3) nonformal learning evaluation is carried out at the beginning with reading ability tests, process evaluation with memorization tests and final evaluation with tests weekly and monthly memorization tests; and (4) supporting factors for 2 weekly parenting activities and narrow space barriers and the qualifications of educators have not yet graduated.
Peningkatan perkembangan kognitif anak usia dini melalui media bermain memancing Wulandari Retnaningrum
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.129 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v3i2.11284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pembelajaran sebagai upaya meningkatkan perkembangan kognitif anak melalui media bermain memancing pada anak kelompok B di TK Miftahul Huda, Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan desain Kemmis dan Mc Taggart. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B TK Miftahul Huda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara diskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan kognitif anak sebelum tindakan masih dalam kategori mulai berkembang yakni 58,55%; hasil penelitian siklus I mencapai 69,62% dalam kategori berkembang dan siklus II mencapai 80,99% dalam kategori sangat berkembang; penggunaan media bermain memancing mempunyai dampak sangat baik ditunjukkan dengan perkembangan kognitif anak yang mengalami perkembangan sangat baik dibandingkan sebelum tindakanKata kunci: perkembangan kognitif, anak usia dini, media bermain memancing. Improving early childhood cognitive development through fishing games AbstractThis study aims to know the process and result of the lesson to improve cognitive development through fishing games for group B children of kindergarten Miftahul Huda Cilacap District.This research was a kind of classroom action research.This study used the Kemmis and Taggart’s design. Each cycle consists of four phases: planning, action, observation, and reflection. The research subjects are group B children of Kindergarten Miftahul Huda. The data collection techniques included observation, interviews, and documentation study. The collected data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative methods. The results of the study show that the cognitive development of child before the action is still in the category of beginning to developing, that is 58,55%; the results first cycle reaches69,62% in the category of developing and the second cyclereaches 80,99%  in a category of highly developed; the use of fishing games has  a very good impact on cognitive development shown by the cognitive development of the children, which is higher after the action compared to that before the action.Keywords: cognitive development, early child, fishing game.
Evaluasi program aksara kewirausahaan anyaman bambu dalam upaya pemberdayaan masyarakat di PKBM Prima Education Galih Sumarah Erilantu
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.61 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v3i2.9890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) hasil, dan (4) dampak dari program aksara kewirausahaan anyaman bambu. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model CIPPO, yang terdiri dari context, input, process, product, dan outcome. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengelola, tutor, peserta didik di Dusun Ngori, Desa Kedawung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui  reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Perencanaan program meliputi dua hal. Pertama context yaitu: (a) analisis kebutuhan peserta didik dan potensi wilayah, (b) tujuan program untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi aksarawan baru dengan memanfaatkan potensi wilayah, dan (c) waktu pembelajaran disesuaikan dengan profesi peserta didik. Kedua input yaitu: (a) sarana dan prasarana program, (b) anggaran dana yang berasal dari dana APBN, dan (c) latar belakang pendidikan tutor adalah SMA hingga perguruan tinggi. (2) Pelaksanaan program yaitu process yang meliputi: (a) peserta didik sangat antusias mengikuti pembelajaran, (b) strategi pembelajaran menggunakan prinsip pendidikan orang dewasa, dan (c) sumber belajar menggunakan modul dan buku bacaan. (3) Hasil program yaitu product: (a) peserta didik mengalami peningkatan kompetensi berwirausaha, (b) pemasaran dilakukan melalui inkubator bisnis, dan (c) harga jual ditentukan berdasarkan analisis pasar dan kebutuhan konsumen. (4) Dampak program yaitu outcome: (a) terbangunnya sikap wirausaha, (b) peningkatan status sosial ekonomi, (c) berkurangnya angka pengangguran, dan (d) hasil produksi yang mampu bersaing dan diterima oleh masyarakat.Kata Kunci: evaluasi, aksara kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat AbstractThis research aims to reveal: (1) planning, (2) implementation, (3) results, and (4) impact of the Aksara Kewirausahaan bamboo woven program implementation. This research was evaluation research which employed the CIPPO model consisting of context, input, process, product, and outcome. This research employed the qualitative approach. The subjects were the managers, tutors, and learners in Ngori, Kedawung. Observation and interviews were conducted to obtain the data. The process of the interview was also recorded. The data were analyzed by conducting data reduction, data presentation, and conclusion. The data triangulation was conducted to check the validity. The result is as follows. (1) The plan of the Aksara Kewirausahaan bamboo woven program consists of the context and the input. The context includes: (a) the need analysis of the potential area and the learners, (b) the purpose of the program to create jobs for new learners utilizing the area potential, and (c) the time for learning suited for learners’ profession. The input includes: (a) the preparation of program infrastructure, (b) the provision of the budget from APBN, and (c) the tutor educational background of senior high school to bachelor degree. (2) The process includes: (a) that the learners were enthusiastic in joining the program,  (b) that the tutor uses the teaching strategy for adult learners, and (c) that the learners also learned from modules and books. (3) The result includes: (a) that the learners’ entrepreneurship increases after joining the program, (b) that the products are sold through business incubator, and (c) that the product price is determined by marketing analysis and consumers’ needs. (4) The outcome includes: (a) that the learners have entrepreneurial skills from the program, (b) that the learners’ economy status increases, (c) that the learners have a job so the unemployment rate decreases, and (d) that the products can compete and be accepted by the consumers.Keywords: evaluation, aksara kewirausahaan, society empowerment

Page 9 of 22 | Total Record : 216