cover
Contact Name
Ahmad Nasrulloh
Contact Email
ahmadnasrulloh@uny.ac.id
Phone
+6281228220223
Journal Mail Official
jurnal.keolahragaan@uny.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keolahragaan
ISSN : 23390662     EISSN : 24610259     DOI : 10.21831
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1: April 2014" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PENDIDIKAN JASMANI MATERI BUDAYA HIDUP SEHAT UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS Fitriadi, Arief; Rachman, Hari Amirullah
Jurnal Keolahragaan Vol. 2 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.803 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.2565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berupa multimedia pembelajaran pendidikan jasmani materi budaya hidup sehat dalam bentuk buku dan CD (Compact Disk). Jenis penelitian adalah Research and Development (R and D) dengan pendekatan survei melalui tes pengukuran. Penelitian pengembangan ini melalui empat tahapan, yaitu pendahuluan, tahap pengembangan, tahap uji lapangan dan tahap desiminasi produk. Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan kelas XI SMA Negeri se-Kabupaten Yogyakarta sebanyak 83 orang. Instrumen pengumpulan data adalah lembar validasi untuk ahli materi dan ahli media, serta lembar kuesioner untuk siswa SMA. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Hasil validasi oleh ahli materi menilai "Sangat Mudah". Dari ahli media menilai "Sangat Mudah". Rata-rata hasil uji lapangan kelas X menunjukkan bahwa aspek pengoperasian CD "Baik", aspek pembelajaran CD "Baik", aspek pembelajaran buku "Baik", dan aspek kemenarikan CD "Sangat Mudah". Untuk kelas XI aspek pengoperasian CD "Sangat Baik", aspek pembelajaran CD "Baik", aspek pembelajaran buku "Baik", dan aspek kemenarikan CD "Baik". Kata Kunci: Multimedia, budaya hidup sehat.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN GERAK DASAR UNTUK ANAK USIA 2-4 TAHUN Prayitno, Bambang; Sukadiyanto, Sukadiyanto
Jurnal Keolahragaan Vol. 2 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.863 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.2566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran gerak dasar untuk anak usia 2-4 tahun. Model pembelajaran gerak dasar disesuaikan dengan aspek pertumbuhan dan perkembangan serta karakteristik anak pada usianya yang dikemas melalui aktivitas fisik yang difokuskan pada gerak dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan dengan tujuh tahapan, yaitu: (1) pengumpulan hasil riset dan informasi, (2) analisis terhadap produk yang akan dikembangkan, (3) mengembangkan produk awal, (4) validasi ahli, (5) uji coba skala kecil dan revisi, (6) uji coba skala besar dan revisi, dan (7) pembuatan produk final. Subjek penelitian ini adalah anak dengan rentang usia 2-4 tahun. Hasil penelitian ini berupa model pembelajaran gerak dasar anak usia 2-4 tahun yang berisikan tujuh aktivitas gerak, yaitu: (1) Merayap dan Merangkak, (2) Berjalan di Atas Tali, (3) Melempar Bean Bag ke dalam Simpai, (4) Bowling Games, (5) Parachute Games, (6) Memanjat, dan (7) Melompat dan Meloncat. Kesimpulan bahwa model pembelajaran yang disusun sangat sesuai dengan karakteristik serta pertumbuhan dan perkembangan gerak anak usia 2-4 tahun serta layak digunakan untuk pembelajaran gerak dasar pada Kelompok Bermain.Kata kunci: Model pembelajaran, gerak, usia 2-4 tahun
PEMBUATAN TES DAN NORMA KEBUGARAN JASMANI UNTUK ANAK USIA DINI (4-6) TAHUN DI PROVINSI DIY Prastiwi, Bertika Kusuma; Suharjana, Suharjana
Jurnal Keolahragaan Vol. 2 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.39 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.2600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model tes kebugaran jasmani untuk anak usia dini (4-6 tahun) yang valid dan reliabel, yang terdiri dari kekuatan otot, ketahanan otot, daya tahan aerobik, dan fleksibilitas. Penelitian ini merupakan research and development dengan pendekatan survei melalui tes pengukuran. Penelitian ini diawali dengan pembuatan draf model, validasi model oleh para ahli. Tahap selanjutnya adalah uji coba skala kecil terhadap 10 siswa dan uji coba skala besar terhadap 20 siswa. Uji coba skala kecil dilakukan di satu Taman Kanak-kanak (TK). Uji skala besar dilaksanakan di dua TK. Uji lapangan utama terhadap 310 siswa yang dilakukan di 15 TK di DIY yang ditetapkan menggunakan cluster sample technique. Validitas menggunakan face validity dan reliabilitas menggunakan test-retest. Teknik pengambilan data tes menggunakan test battery. Teknik analisis data menggunakan uji deskriptif, uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 16, dan z skor untuk menyamakan satuan. Hasil penelitian dan pengembangan berupa model tes dan norma kebugaran jasmani untuk anak usia dini (4-6 tahun) berupa buku pedoman tes kebugaran jasmani yang telah divalidasi ahli. Validitas tes 0,982 dan reliabilitas tes 0,930 menggunakan taraf signifikan 0,01. Model tes kebugaran jasmani yang disusun dinyatakan layak karena valid dan reliabel. Hasil pengembangan model tes kebugaran jasmani untuk anak usia dini (4-6 tahun) digunakan sebagai pedoman guru PAUD utamanya di TK dalam pemberian nilai dan perkembangan kebugaran jasmani di TK, yakni pada usia 4-6 tahun.Kata kunci: model tes dan norma kebugaran jasmani, anak usia dini (usia 4-6 tahun).
MODEL TES KETERAMPILAN DASAR FUTSAL BAGI PEMAIN KU 10-12 TAHUN Wijayanti, Dian Ika Purba Ratna; Kushartanti, B. M. Wara
Jurnal Keolahragaan Vol. 2 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.653 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.2601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model tes keterampilan dasar futsal bagi pemain KU 10-12 tahun. Model tes disesuaikan dengan perkembangan dan karakteristik anak pada usia 10-12 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang dilakukan dengan langkah-langkah penelitian pengembangan sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi di lapangan, (2) melakukan analisis terhadap informasi yang telah dikumpulkan, (3) mengembangkan produk awal (draft model), (4) validasi ahli dan revisi, (5) uji coba lapangan skala kecil dan revisi, (6) uji coba lapangan skala besar dan revisi, dan (7) pembuatan produk final. Subjek penelitian ini adalah pemain futsal kelompok usia 10-12 tahun. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap siswa SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta yang mengikuti ekstrakurikuler futsal dengan jumlah 10 siswa. Uji coba skala besar dilakukan terhadap siswa SD Syuhada dan SD Negeri Lempuyangan yang mengikuti ekstrakurikuler futsal sebanyak 20 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu; (1) lembar wawancara, (2) skala nilai, (3) lembar observasi pelaksanaan dan keefektifan tes, serta (5) lembar data hasil tes. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu tes keterampilan dasar futsal bagi pemain KU 10-12 tahun yang dituangkan dalam buku panduan tes keterampilan dasar futsal bagi pemain KU 10-12 tahun. Uji validitas instrumen tes ditunjukkan dengan rata-rata nilai koefisien korelasi sebesar sebesar 0,765, sehingga instrumen tes dikatakan valid. Uji reliabilitas tes untuk item shootingditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,815, item waktu sebesar 0,946, dan item total sebesar 0,943, sehingga secara keseluruhan menunjukkan hasil yang reliabel. Dari hasil penilaian para ahli materi, dapat ditarik kesimpulan bahwa model tes yang disusun sangat sesuai dengan karakteristik pemain KU 10-12 tahun, sehingga model tes layak digunakan.Kata kunci: tes keterampilan dasar, futsal, karakteristik pemain KU 10-12 tahun
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MOTORIK DENGAN MODIFIKASI PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK SEKOLAH DASAR KELAS ATAS Hasbi, Hasbi; Sukoco, Pamuji
Jurnal Keolahragaan Vol. 2 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.557 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.2602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran motorik dengan menggunakan modifikasi permainan tradisional untuk anak sekolah dasar kelas atas yang baik, efektif dan menyenangkan yang dapat digunakan oleh guru pendidikan jasmani. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (education research and development (R & D)yang mengadaptasi penelitian pengem-bangan menurut Borg & Gall (1983, p.775) yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan infor-masi; (3) desain produk (draf model); (4) validasi ahli dan revisi; (5) uji coba lapangan skala kecil dan revisi; (6) uji coba lapangan skala besar dan revisi; (7) pembuatan produk final, revisi uji coba skala kecil pada 27 siswa kelas IV di SD Negeri Catur Tuggal Sleman; (8) uji coba produk skala besar pada 40 siswa kelas IV dan kelas V SD Kanisius Baciro, Sleman; (9) revisi produk dan, (10) deseminasi dan implementasi pengembangan model pembelajaran. Instrumen yaitu: (1) wawancara; (2) skala nilai; (3) observasi guru; (4) observasi keefektifan model, dan (5) kuesioner siswa. Teknik analisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini berupa model pembelajaran motorik dengan modifikasi permainan tradisional berisikan lima permainan yaitu: (a) gobak sodor; (b) bola kasti; (c) jemprak/engklek; (d) lompat kubur, dan (e) kucing-tikus, dan bentuk buku panduan. Hasil menunjukkan bahwa model pembelajaran motorik dengan modifikasi permainan tradisional untuk sekolah dasar kelas atas direspon baik dan efektif. Hal ini dibuktikan dengan persentase pada setiap data kuantitatif di atas 70% pada skala besar. Respon peserta didik menghasilkan respon positif dan dapat digunakan dalam pembelajaran.Kata Kunci: model pembelajaran motorik, modifikasi bermain, tradisional.
PERBEDAAN PENGARUH CIRCUIT TRAINING DAN FARTLEK TRAINING TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX DAN INDEKS MASSA TUBUH Almy, Muh. Akmal; Sukadiyanto, Sukadiyanto
Jurnal Keolahragaan Vol. 2 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.203 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.2603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) metode circuit training lebih efektif daripada metode fartlek training dalam meningkatkan VO2Max pada pemain sepakbola (2) Indeks Massa Tubuh (IMT) rendah lebih baik/bagus daripada Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi terhadap peningkatan VO2 Max pemain sepakbola, (3) Ada kecenderungan interaksi antar kedua kelompok latihan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap peningkatan VO2Max. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Instrumen dalam penelitian ini adalah Multistage Test dan IMT. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode circuit training dan metode fartlek training terhadap peningkatan VO2Max pemain sepakbola SSB Putratama Bantul dan SSB Baturetno Bantul usia 16-17 tahun, terbukti dari nilai p = 0.020 < 0.05. (2) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) rendah dan Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi terhadap peningkatan VO2Max pemain sepakbola SSB Putratama Bantul dan SSB Baturetno Bantul usia 16-17 tahun, terbukti dari nilai p = 0.080 < 0.05. (3) Terdapat interaksi yang signifikan antara kedua kelompok latihan dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap peningkatan VO2Max, terbukti dari nilai p = 0.000 < 0.05. Jadi dapat disimpulkan bahwa: (a) Metode circuit training lebih efektif meningkatkan VO2Max untuk pemain sepakbola yang mempunyai IMT rendah, (b) Metode fartlek training lebih efektif meningkatkan VO2Maxuntuk pemain sepakbola yang mempunyai IMT tinggi.Kata kunci: Circuit training, fartlek training, VO2Max, IMT, sepakbola.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN BERBASIS KOMPUTER UNTUK SMA Cahyati, Suci; Suherman, Wawan S.
Jurnal Keolahragaan Vol. 2 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.071 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.2604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa CD pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan berbasis komputer untuk SMA yang valid dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Media yang dikembangkan memuat materi tentang HIV/AIDS. Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan software Adobe Flash Cs3 Professional. Media yang telah dikembangkan melalui dua tahap penelitiannya itu validasi ahli dan uji coba lapangan. Berdasarkan validasi ahli dan uji coba lapangan hasil penelitian menunjukkan produk termasuk kriteria "Sangat baik" dengan rerata skor 4,25. Hasil tes siswa mengalami peningkatan dari rerata skor pretest 5,53 dan rerata skor posttest7,56. Berdasarkan hasil tes tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan efektif digunakan dalam pembelajaran di SMA.Kata kunci: Pengembangan media, penjasorkes, SMA
UPAYA PENINGKATAN KARAKTER SISWA SMA DALAM PERMAINAN BOLA BASKET MELALUI MODEL TPSR Nurina, Titis; Sukoco, Pamuji
Jurnal Keolahragaan Vol. 2 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.459 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.2605

Abstract

Pembelajaran pendidikan jasmani dalam model TPSR lebih menekankan pada kondisi siswa dan pendekatannya juga berorientasi kepada aktualisasi diri dan rekonstruksi sosial siswa di dalam pembelajaran permainan bola basket. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter tanggung jawab, kerja sama, dan percaya diri siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan model TPSR dalam pembelajaran permainan bola basket. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian adalah seluruh siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 yang berjumlah sembilan siswa. Analisis data menggunakan analisis diskriptif, kualitatif, dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran TPSR dapat meningkatkan karakter tanggung jawab dan kerja sama dalam pembel-ajaran permainan bola basket yang berdampak pada kepercayaan diri siswa putri kelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang dapat dilihat dari peningkatan nilai keterampilan psikomotor, kognitif, dan afektif siswa.Kata Kunci: TPSR, karakter, permainan bola basket
PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN RINTANGAN (HANDICAP GAMES) UNTUK LATIHAN KEBUGARAN JASMANI ANAK USIA 10-12 TAHUN Juniarta, Tonang; Siswantoyo, Siswantoyo
Jurnal Keolahragaan Vol. 2 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.92 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.2606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model permainan rintangan untuk latihan kebugaran jasmani anak usia 10-12 tahun. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadaptasi model dari Borg dan Gall (1983), dengan tujuh tahap yaitu: (1) pengumpulan informasi, (2) analisis kebu-tuhan, (3) produk awal, (4) validiasi ahli dan revisi, dan (5) uji coba skala kecil dan revisi, (6) uji coba skala besar, dan (7) produk akhir. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap 40 anak di SD Negeri 1 Klaten. Uji coba skala besar dilakukan terhadap 120 di SD Negeri 2 Klaten dan SD Negeri 4 Klaten. Instrumen pengumpulan: (1) pedoman wawancara, (2) skala nilai, (3) pedoman observasi permainan, (4) pedoman observasi keefektifan permainan. Teknik analisis data adalah deskritif kualitatif dan kuantitaif. Hasil penelitian ini berupa buku pedoman pelaksanaan model permainan rintangan. Adapun permainan ini terdiri dari 11 variasi permainan rintangan yang disusun berdasarkan prinsip tumbuh kembang anak, teori ber-main, dan teori latihan kebugaran jasmani. Model permainan rintangan ini terdiri dari: (a) berguling samping dilanjutkan dengan lari lurus sejauh 10 meter, (b) lari cepat berjarak 10 m melewati rintangan kardus yang disusun bervariasi, (c) merobohkan semua cone yang berada di dalam area, (d) berlari zig-zag melintasi rintangan cone, (e) berlari melintasi rintangan papan titian, (f) walking on the moon menggunakan papan titian, (g) berlari memindahkan bola dengan shuttle run membentuk angka delapan jarak 5 m melewati rintangan tiang pancang, (h) lompat satu kaki melewati lingkaran, (i) pole flying, (j) lari balok, dan (k) mengumpulkan cone dengan warna yang sesuai dengan petunjuk yang diterima. Dari hasil penilaian para ahli materi dapat ditarik kesimpulan bahwa model permainan rintangan yang dikembangkan sangat baik untuk latihan kebugaran jasmani anak usia 10-12 tahun sehingga model permainan layak digunakan.Kata Kunci: model permainan rintangan (handicap games), kebugaran jasmani usia 10-12 tahun.
MODIFIKASI MODEL PEMBELAJARAN SPORT EDUCATION BERBASIS KEJUARAAN UNTUK GURU PENJAS SMP Dalton, Wilian; Rachman, Hari Amirullah
Jurnal Keolahragaan Vol. 2 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.758 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.2607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk modifikasi model pembelajaran sport education berbasis kejuaraan untuk guru penjas SMP, dalam bentuk buku panduan pelaksanaan model pembelajaran berbasis kejuaraan. Penelitian ini merupakan penelitian dan modifikasi. Pengembangan dilakukan mengacu pada model pengembangan Borg & Gall dan Sugiyono dengan beberapa modifikasi menjadi lima tahap. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa SMP 1 Panggang, SMP 1 Mlati dan MTs Banyusoca. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi untuk ahli dan praktisi penjas, lembar observasi, angket untuk penilaian guru dan angket untuk tanggapan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Prosedur pengembangan melalui lima tahap, yaitu tahap studi pendahuluan, tahap desain produk, Tahap validasi ahli, tahap uji coba dan revisi produk dan tahap produk akhir. (2) Buku terdiri atas tiga bab, yaitu bab 1, pengenalan pembelajaran berbasis kejuaraan; bab 2, tata laksana pembelajaran berbasis kejuaraan; dan bab 3, penutup. (3) Hasil validasi menunjukkan buku panduan yang dikembangkan layak digunakan dengan kategori sangat tinggi. (4). Penilaian guru pendidikan jasmani terhadap kualitas buku panduan dengan rerata sebesar 16 (masuk dalam kategori sangat tinggi). Tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran sport education rerata sebesar 9,06 (masuk dalam kategori sangat tinggi). (5) Kesimpulannya buku panduan pelaksanaan model pembelajaran sport education layak untuk digunakan sebagai sumber belajar.Kata kunci: modifikasi buku panduan, penjas, sport education model

Page 1 of 1 | Total Record : 10