cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pengembangan Kota (ISSN: 2337-7062) adalah jurnal ilmiah berisi hasil penelitian dan telaah kritis teoritis mengenai pengembangan perkotaan meliputi: Arsitektur Perkotaan; Perancangan Kota; Ekonomi Pembangunan Wilayah dan Kota; Perumahan dan Permukiman; Perencanaan Transportasi; Perencanaan Pariwisata; Lingkungan; Pengembangan Sosial-Masyarakat Kota; dan Bidang lainnya yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1: Juli 2020" : 10 Documents clear
KOMPARASI ADAPTASI BENCANA BANJIR DI KAWASAN WATERFRONT SUNGAI KAPUAS (PONTIANAK) DAN SUNGAI KAKAP Bontor Jumaylinda Br Gultom; Dian Rahayu Jati; A Andi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 1: Juli 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2812.928 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.1.12-22

Abstract

Kawasan Waterfront Seng Hie dan Kawasan Waterfront Kakap merupakan kawasan waterfront yang sering dilanda bencana banjir rob tahunan. Ancaman ini tidak membuat penduduk pindah melainkan beradaptasi dengan bencana tersebut. Kedua lokasi ini memiliki batas alam dan sumber daya yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk lihat perbedaan tindakan adaptasi bencana yang dilakukan oleh masyarakat pada dua lokasi yang memiliki kondisi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode concurrent embedded dengan model metode kualitatif sebagai metode primer (dominan) dan kuantitatif sebagai metode sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi (kualitatif) teknik kuesioner (kuantitatif). Hasil dari penelitian adalah ditemukan bahwa bencana yang sejenis yaitu banjir akibat air pasang tinggi terjadi di dua lokasi tetapi skala bencana di Kawasan Waterfront Kakap lebih ekstrim. Sedangkan dari segi tindakan adaptasi, di Kawasan Waterfront Seng Hie masyarakat melakukan tindakan yang sejenis, sedangkan di Kawasan Waterfront Kakap tindakan adaptasi yang bervariatif.
IDENTITAS KEBERADAAN KAMPUNG LAMA BERDASARKAN TRADISI DAN KEBIASAAN DI KAMPUNG PURWODINATAN, SEMARANG Rizani Violita; Nany Yuliastuti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 1: Juli 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.41 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.1.1-11

Abstract

Eksistensi kampung merupakan bentuk dari identitas kota. Pembangunan kota yang terus meningkat menyebabkan banyaknya kampung kota menghilang. Kampung Purwodinatan salah satu kampung lama yang berada di kawasan strategis yang dekat Kawasan Kota Lama, Pecinan dan Pasar Johar yang menjadikan kampung ini memiliki potensi beralihnya fungsi tempat tinggal menjadi lahan komersil. Selain itu, Kampung Purwodinatan juga rawan bencana banjir. Kampung ini terancam keberadaannya dan diperlukan kajian terhadap faktor yang mempengaruhi eksistensi agar tetap bertahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Pendekatan kuantitatif ini digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling mempengaruhi eksistensi kampung kota. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa faktor-faktor tersebut adalah tradisi dan kebiasaan, interaksi sosial, kualitas lingkungan permukiman, peran pemerintah dan ekonomi. Faktor yang mendapatkan skor tertinggi dan paling mempengaruhi eksistensi Kampung Purwodinatan adalah tradisi dan kebiasaan masyarakat, sedangkan faktor yang mendapatkan skor paling rendah adalah ekonomi masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ilmu perencanaan wilayah dan kota khususnya mengenai eksistensi dan kebertahanan kampung kota.
PARTICIPATION OF MALIOBORO’S PARKING ATTENDANTS RELOCATION IN RIGHT TO THE CITY PERSPECTIVE Pinurba Parama Pratiyudha
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 1: Juli 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.428 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.1.33-47

Abstract

Right to the city become one of essential point in New Urban Agenda discussion, as the adoption of Sustainable Development Goals which includes point 11 on Sustainable Cities and Human Settlements. Right to the city is a concept which encloses political power, land ownership, and social justice within globalized cities which run into rapid change. Lefebvre describes the right to the city as people cry and demand a transformed and renewed urban life. Participation is seen as a basic right in the concept of the right to the city. This article drawing on a study case of relocation of Malioboro’s parking attendants. The relocation itself was one of the policies to revitalize tourism area along Malioboro street. In the process, there are some resistances from Malioboro’s parking attendants emerge as their concern on their sustainability after the relocation into the new place. Based on the field research, this article concludes that the process of participation that occurs does not meet up with parking attendants aspiration and the process is ruined by the government. Public participation is ineffective at the process and ruined as the government intervention in Malioboro parking attendants organization. The ineffectiveness of public participation is due to the logic of technocratic participation and the government's informal approach to some parking attendants.
APPLICATION OF IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) METHOD FOR GENDER BASED PUBLIC TRANSPORTATION PLANNING IN CORRIDOR I BUS RAPID TRANSIT SEMARANG CITY Landung Esariti; Kharunia Putri; Hadi Wahyono
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 1: Juli 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.608 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.1.58-66

Abstract

Gender-based public transport planning ensures accommodation of user group preferences to minimize inequality and discrimination among passenger needs. In the practice of accessing BRT Corridor I in Semarang City, it was identified that there were 3 aspects that determined the gap, namely: security, comfort, and accessibility. Importance Performance Analysis is used to describe the level of access gap by comparing service performance provided with passenger expectations. Of 70 respondents answered, 53 women and 17 men, two findings can be concluded. First, it was found that the value of disparity in male and female user groups was equally negative (-) which meant that services received by users were less than expected, with greater levels of access gaps for female user groups compared to male user groups with the value of the gap in women is -0.67 and in men -0.52. This shows that the problem of inequality in the female user group is more urgent to be addressed to meet adequate transportation needs and minimize the access gap that occurs in the female user group. Second, the main priority needs for handling access gaps in the female user group include accessibility aspects and comfort aspects, while in the male user group only the accessibility aspect is concerned. The role and purpose of the movement conducted are two key factors in priority differentiation.
PENGEMBANGAN MODEL PERKIRAAN PENUMPANG SAUM SEBAGAI DAMPAK PENGGUNAAN LAHAN PADA KAWASAN BERBASIS TRANSIT (STUDI KASUS: LRT KORIDOR III KOTA BANDUNG) Diary Nurwidya Choerunnisa; Puspita Dirgahayani
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 1: Juli 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.132 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.1.48-57

Abstract

Transit-Oriented Development (TOD) merupakan konsep pengembangan kawasan perkotaan yang kerap diadopsi di Indonesia untuk mendukung penggunaan transit, terutama di perkotaan besar yang sudah memiliki rencana pengembangan kereta api perkotaan, seperti Kota Bandung. Konsep ini mengedepankan integrasi guna lahan dan sistem angkutan massal sehingga bentuk guna lahan di sekitar simpul transit atau stasiun menjadi penting. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa variabel-variabel yang berhubungan dengan guna lahan memberikan pengaruh terhadap peningkatan fungsi transit. Mayoritas kawasan TOD dan sistem transit di Indonesia masih dalam tahap perencanaan, sehingga kinerja nyata TOD dalam mendukung penggunaan transit belum dapat dipastikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi dampak kinerja bentuk penggunaan dan pengembangan lahan pada area potensi TOD terhadap jumlah pengguna transportasi publik. Model ini diharapkan dapat menjadi referensi pengukuran keefektifan rencana TOD dalam konteks pembangkitan pengguna transportasi publik baru. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Berdasarkan hasilnya, beberapa hal perlu dipertimbangkan dalam pengembangan model, yaitu pemilihan variabel, penentuan sampel dan pemilihan metode analisis.
ALIRAN INOVASI KERAJINAN RAMBUT PALSU DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI PURBALINGGA Devi Rahma Jayanti; A Artiningsih
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 1: Juli 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.207 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.1.23-32

Abstract

Kemampuan beradaptasi dengan cara merespon permintaan pasar dan inovasi pengolahan kerajinan rambut palsu di Purbalingga menjadikannya mampu bertahan hingga 68 tahun. Sebagai modal keberlanjutan usaha, inovasi mencakup proses pelaku usaha mengakses ide kreatif dari berbagai sumber dan menerapkannya sesuai kondisi dan kebutuhan. Inovasi mampu memberikan nilai tambah melalui berbagai penciptaan alternatif produk rambut palsu. Secara empiris inovasi tidak hanya berasal dari keahlian yang diwariskan, namun juga dari kepekaan memanfaatkan ide dan pengetahuan baru dari sumber lain. Aliran inovasi memberikan ilustrasi asal sumber ide kreatif dan bagaimana ide tersebut sampai kepada pelaku usaha, sehingga mampu menghasilkan diversifikasi produk, perluasan jejaring pemasaran maupun perolehan bahan baku untuk efisiensi proses produksi. Tujuan penelitian ini berpa identifikasi aliran inovasi industri kreatif kerajinan rambut palsu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Wawancara mendalam dilakukan kepada 10 narasumber yang dipilih menggunakan teknik snowballing. Analisis kronologis perkembangan usaha diilustrasikan secara deskriptif dan spasial didukung teknik triangulasi menggunakan desk study. Temuan penelitian menunjukkan aliran inovasi kerajinan rambut palsu di Purbalingga tidak hanya bersumber dari pengetahuan yang diwariskan, tetapi juga pengetahuan baru dari interaksi dengan pabrik rambut palsu, pelatihan dan mitra kerja pemasaran. Perluasan perkembangan pasar hingga skala regional juga berperan terhadap aliran inovasi dan munculnya kerajinan rambut palsu di luar Purbalingga. Aliran inovasi juga terjadi antar pelaku usaha melalui interaksi dan pembelajaran sosial dalam hubungan keluarga,  tenaga kerja, dan kompetisi usaha.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN BANGUNAN PASCA GEMPA BUMI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT WORLDVIEW-2 Basmala Asliha Afida; Muhammad Kamal; Danang Sri Hadmoko
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 1: Juli 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1855.261 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.1.67-77

Abstract

Gempa bumi yang tidak dapat diprediksi berdampak pada kerusakan fisik dan sosial yang mengakibatkan perubahan penutup/penggunaan lahan, besar kecilnya dampak dapat berbeda tergantung dari karakteristik wilayah. Pada tanggal 28 September 2018 gempa bumi dengan kekuatan 7,4 SR terletak sekitar 80 km di utara Kota Palu mengakibatkan ratusan bangunan mengalami kerusakan. Kehadiran teknologi penginderaan jauh yang terus berkembang dapat dimanfaatkan dalam mengetahui dampak dari gempa bumi dengan bantuan integrasi sistem informasi geografis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan bangunan pasca gempa bumi di Kota Palu dengan menggunakan citra satelit WorldView-2 melalui pengenalan ciri fisik dan pola dari interpretasi Object Based Image Analysis (OBIA). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Object Based Image Analysis (OBIA) terdiri dari dua tahap segmentasi dan klasifikasi citra. Manfaat yang dihasilkan dari penelitian ini mengetahui kemampuan citra satelit WorldView-2 hasil Pan Sharpening dalam mengidentifikasi kerusakan bangunan dimana menghasilkan ketelitian sebesar 84,21%.
KAJIAN KEBUTUHAN INTEGRASI LAYANAN ANGKUTAN UMUM MASSAL DI KOTA SEMARANG DAN SEKITARNYA Okto Risdianto Manullang; Paldibo Alfriramson Sitorus
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 1: Juli 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.034 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.1.90-99

Abstract

Angkutan umum massal berbasis jalan telah dikembangkan oleh Pemerintah Kota Semarang sejak tahun 2009 hingga kini (Trans Semarang). Disisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2017 juga melakukan hal yang sama di Wilayah Aglomerasi Kedungsepur (Trans Jateng). Namun terkesan berjalan sendiri-sendiri dan terjadi tumpang tindih layanan di ruas-ruas jalan tertentu. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian kebutuhan pengintegrasian layanan angkutan umum massal di Kota Semarang dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan analisis spasial untuk mengetahui karakteristik dan pola permintaan perjalanan penggunanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna Koridor 1 dan 2 Trans Semarang dari luar Kota Semarang mencapai 39,14% dan 60,86% berasal dari dalam Kota Semarang. Pengguna dengan tujuan ke luar Kota Semarang mencapai 42,23% dan 57,77% tujuan di dalam Kota Semarang. Hal ini membuktikan bahwa Koridor 1 dan 2 mengakomodasi penumpang yang asal tujuannya cukup besar dari luar Kota Semarang. Terdapat tumpang tindih layanan mencapai 60% dari panjang lintasan di Koridor 1 Trans Jateng dan Koridor 2 Trans Semarang. Moda first mile pengguna Koridor 2 didominasi oleh Trans Jateng sebesar 51,51% dan last mile didominasi oleh penggunaan motor sebesar 48,10%. Penelitian ini menyarankan bahwa rute layanan Trans Jateng kedepannya dapat mengakomodir permintaan perjalanan di dalam kawasan penyangga dengan konsep layanan loop (mengelilingi), berbeda dari kondisi saat ini. Selanjutnya, layanan Trans Jateng yang menuju ke Kota Semarang dapat berhenti di titik perbatasan, dimana pergerakan kemudian dilayani oleh Trans Semarang dan diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat di Kota Semarang dan sekitarnya. 
TINGKAT KETAHANAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA KEKERINGAN DI KELURAHAN ROWOSARI, KOTA SEMARANG Fajar Kurnia Sakti; Holi Bina Wijaya
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 1: Juli 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.014 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.1.100-108

Abstract

Penilaian Tingkat Ketahanan Masyarakat merupakan langkah awal menuju peningkatan ketahanan dan membuat pemangku kepentingan untuk memprioritaskan tindakan yang diperlukan dalam menangani suatu kondisi masyarakat yang mengalami tekanan dan guncangan. Kelurahan Rowosari merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana kekeringan setiap tahunnya. Bencana kekeringan yang terjadi berimbas pada penurunan debit air bersih yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Berdasarkan kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan seperti “Seperti apa tingkat ketahanan masyarakat terhadap bencana kekeringan di Kelurahan Rowosari?”. Digunakan metode kuantitaif untuk menjabarkan hasil penelitian. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menunjukan kondisi eksisting masyarakat yang terdiri dari aspek fisik, sosial, ekonomi dan kelembagaan. Teknik analisis skoring menggunakan metode Sturges yang digunakan sebagai alat untuk melakukan pengukuran terhadap tingkat ketahanan masyarakat. Hasil Tingkat ketahanan masyarakat Kelurahan Rowosari terhadap bencana kekeringan menunjukan skor akhir sebesar 2,00 dan termasuk dalam tingkat ketahanan menengah. Pada tingkatan tersebut masih perlu dilakukan peningkatan dari berbagai aspek, hal ini dikarenakan pada tingkat tersebut juga rawan terjadi penurunan akibat kurangnya kepedulian masyarakat untuk menghadapi bencana kekeringan.
ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) BERBASIS RUMAH (HOME-BASED ENTERPRISES/HBE) DI KOTA SEMARANG, SURAKARTA, BOYOLALI, SALATIGA, DAN SURABAYA Wido Prananing Tyas; Onixtin Octarina Sianturi; Julius Kevin P H
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 1: Juli 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.177 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.1.78-89

Abstract

Home based Enterprises (Usaha Rumah Tangga) yaitu usaha atau aktivitas yang dilakukan dengan menggunakan rumah/bagian rumah dan pekarangan untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Perkembangan UMKM berbasis rumah tidak terlepas dari adanya peran pemerintah sebagai stakeholder dalam upaya pemberdayaan UMKM berdasarkan kebijakan dan program yang ada. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis kebijakan yang merupakan suatu langkah penting dalam penentuan upaya yang akan dilaksanakan. Keberhasilan dalam kebijakan terhadap penyelesaian satu masalah tertentu sangat tergantung pada stakeholder yang terkait dan berperan langsung dalam pembangunan di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan yang mendukung dalam pengembangan UMKM industri berbasis rumah (HBE) dalam meningkatkan usaha.  Melalui analisis ini, dapat dilihat identifikasi kebijakan pendukung dalam berkembangnya usaha. Adapun penelitian ini dilakukan melalui studi kasus 5 kota yaitu industri rumah tangga (IRT) yang berlokasi di Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, Kota Semarang dan Kota Surabaya yang mewakili berbagai tipe industri berbasis rumah (home based industry) yaitu kecil/ tradisional, menengah dan besar/orientasi ekspor di kota kecil, menengah dan besar. Metode yang dilakukan adalah dengan membandingkan berbagai program  dalam mendukung keberadaan UMKM industri di 5 kota berdasarkan telaah dokumen serta FGD atau wawancara. Dokumen berupa kebijakan atau program pendukung UMKM dan FGD dilakukan dengan mengundang pemangku kebijakan terkait pengembangan UMKM serta pelaku usaha dari 4 kota di Propinsi Jawa Tengah tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah peran pemerintah berperan dalam pengembangan UMKM industri berbasis rumah ini dengan berbagai program yamg telah dilakukan. Oleh karena itu, peran pemerintah menjadi salah satu kunci berkembangnya UMKM berbasis rumah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10