cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pengembangan Kota (ISSN: 2337-7062) adalah jurnal ilmiah berisi hasil penelitian dan telaah kritis teoritis mengenai pengembangan perkotaan meliputi: Arsitektur Perkotaan; Perancangan Kota; Ekonomi Pembangunan Wilayah dan Kota; Perumahan dan Permukiman; Perencanaan Transportasi; Perencanaan Pariwisata; Lingkungan; Pengembangan Sosial-Masyarakat Kota; dan Bidang lainnya yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
PENILAIAN BENTUK ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP HUNIAN DI KAWASAN RAWAN ROB DAN BANJIR KELURAHAN KEMIJEN Aufa Dirgahayu Kencana; Nany Yuliastuti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.275 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.2.186-196

Abstract

Kelurahan Kemijen terletak di Kota pesisir Semarang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Tingginya tingkat kerentanan bencana tersebut memaksa orang untuk beradaptasi misalnya adalah dengan meninggikan rumah mereka meskipun warga Kelurahan Kemijen didominasi oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai adaptasi hunian (peninggian rumah) yang paling maksimal dilakukan masyarakat saat ini dalam menghadapi bencana banjir dan rob. Proses untuk mencapai tujuan ini adalah melalui observasi adaptasi hunian, wawancara stakeholder terkait adaptasi hunian, serta melalui kuesioner dilakukan terhadap 100 orang secara acak (proporsional stratified random sampling) kepada penduduk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk data yang berasal dari kuesioner dapat diolah dan dianalisis menggunakan analisis multi kriteria. Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan menggunakan variabel kerentanan, finansial, kelayakan hunian, sosial budaya, ekonomi kawasan, dan kapasitas teknis, bentuk adaptasi yang paling maksimal adalah bentuk adaptasi peninggian lantai pada seluruh ruangan dengan ketinggian> 50 cm dengan nilai 0.805, peringkat kedua adalah bentuk adaptasi peninggian lantai disertai dengan pembangunan lantai dua yang mempunyai nilai 0,705, dan peringkat ketiga adalah bentuk adaptasi peninggian lantai pada sebagian ruangan yang mempunyai nilai 0,700.
PENGEMBANGAN WISATA PANTAI MUTUN TERHADAP DAMPAK FISIK, SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DESA SUKAJAYA LEMPASING, KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG Tri Adi Wibowo; Hari Kaskoyo; Abdullah Aman Damai
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3316.447 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.83-90

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi dan pembangunan bagi masyarakat pesisir. Pantai Mutun merupakan salah satu obyek wisata bahari di Provinsi Lampung yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan. Desa Sukajaya merupakan desa dengan pemukiman masyarakat yang berjarak tidak jauh dengan kegiatan pariwisata di Pantai Mutun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pengembangan objek wisata Pantai Mutun ditinjau dari sektor perundang-undangan dan pengaruhnya terhadap kehidupan fisik, sosial dan ekonomi masyarakat Desa Sukajaya. Hasil penelitian menunjukkan dampak fisik, sosial, budaya, dan ekonomi yang terjadi akibat perkembangan pariwisata Pantai Mutun yaitu perubahan infrastrukur jalan, peralihan profesi masyarakat, hilangnya rasa percaya masyarakat Desa Sukajaya terhadap pemerintah dan pengelola, hilangnya rasa gotong royong antar masyarakat, peningkatan kesadaran pendidikan keluarga dan bertambahnya peluang kerja masyarakat. Pendapatan rata-rata masyarakat Desa Sukajaya per bulan yaitu Rp 815.000,00 dan peluang kerja masyarakat Desa Sukajaya yaitu sebesar 85%.
POLA DAN FAKTOR PERKEMBANGAN PEMANFAATAN LAHAN DI KECAMATAN MRANGGEN, KABUPATEN DEMAK Dewa Raditya Putra; Wisnu Pradoto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 1: Juli 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.124 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.1.67-75

Abstract

Sebagai wilayah pinggiran, Kecamatan Mranggen mengalami perkembangan penggunaan lahan yang intensif sejak tahun 90-an, hal ini disebabkan adanya ekspansi pembangunan perkotaan ke wilayah pinggiran, seperti pembangunan Perumnas Pucang Gading dan peningkatan kawasan pemukiman akibat tingginya urbanisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola dan faktor yang mempengaruhi perkembangan pemanfaatan lahan terbangun di Kecamatan Mranggen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data baik primer maupun sekunder. Penelitian dilakukan dalam beberapa analisis, yaitu analisis spasial overlay melalui analisis perbandingan citra 1994 dan 2015 menggunakan GIS, analisis deskriptif, dan analisis crosstabs menggunakan SPSS. Hasilnya pola pemanfaatan lahan di Kecamatan Mranggen sejak tahun 1994-2015 membentuk pola yang menyebar dengan mengalami perkembangan wilayah yang berbeda-beda (cepat, sedang, dan lambat) dan faktor yang mempengaruhi pamanfaatan lahan terbangun di Kecamatan Mranggen adalah faktor lokasi, harga, lingkungan, aksesibilitas, dan fasilitas.
PENINGKATAN KINERJA DAN KESELAMATAN PERSIMPANGAN DI KAWASAN PUSAT KOTA MALANG Imma Widyawati Agustin
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 1: Juli 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.834 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.1.1-13

Abstract

The needs of transportation is increasing following the urban area development. When the transport demands is higher than available transport infrastructure, the effect will be some problem such as traffic jam, accident, delay, noise and air pollution. The main purpose of the research is to improve the performance and the safety level of intersection in the city centre of Malang. The research used street performance analysis based on Indonesian Highway Capasity Manual with three steps: first, analyzing street intersection’s performance for the existing condition and the next five years. Second, compared street and intersection’s performance with the standard that has occured. Third, analyzed the performance of street and intersection after application of traffic management. The result showed that appropriate traffic management to be applied in Basuki Rahmat Street  is alternative 1 of the demand management, such as the application of one way system for the whole segments and it equipped by public transport lanes which can increase the level of service of the whole segments in Basuki Rahmat Street, as well as meet the level of service that has been ideal for the secondary arterial roads.
BENTUK MORFOLOGI KAWASAN PERMUKIMAN URBAN FRINGE SELATAN KOTA SURAKARTA Mentari Adhika Putri; Murtanti Jani Rahayu; Rufia Adisetyana Putri
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6899.944 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.2.120-128

Abstract

Needs land settlement increasingly over the development of cities. Demands of land use settlement that can’t be accommodated by the city space to inflict urban sprawl to the urban fringe. Urban fringe development caused visibility of the morphology. Propose of the research is to know the form of morphology settlement urban fringe the southern Surakarta. This research used morphology form’s two step: (1) identified component in the form of morphology consisting of land use, road pattern, and the pattern building and (2) analyzed form of morphology settlement urban fringe the southern Surakarta with integrated the result of first step’s research. This research result show land use has mixed use, spinal road pattern, and diversity building pattern. It shows the form of morphology octopus. 
TRANSFORMASI SOSIO-SPASIAL KAWASAN PECINAN KOTA SEMARANG Tiara Rizkyvea Debby; Santy Paulla Dewi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4841.984 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.46-56

Abstract

Kawasan Pecinan adalah kawasan cagar budaya yang sejak awal terbentuknya di abad ke 18 hingga saat ini didominasi oleh kegiatan perdagangan dan jasa. Di sisi lain, terjadi penurunan jumlah penduduk yang cukup signifikan selama 7 tahun terakhir. Singkatnya, transformasi demografi dan ekonomi mengakibatkan perubahan pola pemanfaatan ruang fungsional dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi nilai budaya kawasan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis transformasi sosio-spasial Kawasan Pecinan Kota Semarang yang direncanakan sebagai salah satu lokasi wisata budaya. Metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi sehingga dapat memahami isu-isu perkembangan kawasan Pecinan. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat migrasi masyarakat relatif tinggi yang disebabkan oleh peningkatan aktivitas berdagang. Peningkatan aktvitas ini mempengaruhi kondisi fisik kawasan seperti pemanfaatan lahan dan fungsi bangunan. Namun demikian, perubahan fasade bangunan tidak banyak berubah, sehingga pola permukiman eksisting dapat dikatakan mengalami transformasi minor. Faktor kepercayaan dan memegang teguh prinsip adat juga melatarbelakangi masyarakat tetap mempertahankan desain bangunannya. Oleh karena itu, citra kawasan Pecinan sebagai kawasan cagar budaya tetap terjaga
POTENSI PENGEMBANGAN WISATA SEPEDA DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI WISATAWAN Dian Aquarita; Arief Rosyidie; Wiwik Dwi Pratiwi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 1: Juli 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.226 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.1.14-20

Abstract

Efek gas rumah kaca ditanggapi banyak pihak untuk menggalakkan penggunaan moda transportasi ramah lingkungan, salah satunya adalah sepeda. Pengembangan wisata sepeda di Kota Bandung masih memerlukan pengemasan produk serta sarana dan prasarana penunjang pariwisata yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan wisatawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kota Bandung memiliki potensi besar bagi pengembangan wisata sepeda. Karakteristik wisatawan yang beragam, mengharuskan Pemerintah Kota Bandung dapat memberikan jenis wisata sepeda yang beragam. Berdasarkan persepsi dan preferensi wisatawan, bersepeda santai keliling kota menjadi prioritas utama pengembangan wisata sepeda, dengan jenis wisata alam, wisata kuliner, dan wisata heritage, sebagai daya tarik wisata paling menarik untuk berwisata sepeda. Penyediaan fasilitas penunjang wisata sepeda terpenting adalah jalur khusus sepeda, tempat parkir sepeda, dan peta/informasi rute bersepeda. Dengan atmosfir bersepeda yang aman dan nyaman, diharapkan dapat menarik minat banyak wisatawan untuk berwisata sepeda di Kota Bandung.
KAJIAN HARGA SEWA BANGUNAN KOMERSIAL DI KORIDOR JALAN RAYA KALIMALANG, JAKARTA Ajeng Laras Adhiani; Ragil Haryanto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.745 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.2.177-185

Abstract

Koridor Jalan Raya Kalimalang merupakan kawasan yang berkembang pesat dan memiliki harga lahan yang tinggi karena adanya aktivitas komersial. Hal ini menjadikan pemilik lahan lebih memilih untuk menyewakan bangunan yang berada di atas lahan miliknya karena dianggap lebih menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang, Jakarta beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya terkait aktivitas komersial. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Temuan studi yang diperoleh adalah perkembangan aktivitas komersial di koridor Jalan Raya Kalimalang dipengaruhi oleh faktor lokasi, aksesibilitas, infrastruktur, dan kesesuaian kawasan. Harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang mulai dari Rp20.000.000 - Rp100.000.000/ tahun. Aktivitas komersial di koridor Jalan Raya Kalimalang semakin berkembang. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya permintaan, tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan bangunan yakni hanya 9,04%. Terdapat sembilan faktor yang mempengaruhi harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang, yaitu faktor ketersediaan bangunan, tata letak bangunan, lokasi, asal konsumen, kesesuaian koridor, luas bangunan, usia bangunan, kondisi bangunan, dan faktor jangka waktu sewa.
URBANISASI DAN PERTUMBUHAN KOTA-KOTA DI INDONESIA: SUATU PERBANDINGAN ANTAR-WILAYAH MAKRO INDONESIA Fadjar Hari Mardiansjah; Paramita Rahayu
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2030.098 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.91-108

Abstract

Indonesia telah mengalami proses urbanisasi cepat dengan memiliki perbedaan karakter di setiap wilayahnya. Perbedaan tersebut juga tampak pada jenis dan sebaran kota-kota yang tumbuh dan berkembang di wilayahnya. Artikel ini ditujukan untuk menganalisis perbedaan proses urbanisasi yang terjadi antar wilayah di Indonesia, melalui pemahaman terhadap perbedaan pertumbuhan kota-kota yang ada di setiap kawasan makro di Indonesia. Metoda analisis yang digunakan adalah metoda deskriptif, dengan menggunakan data statistik kependudukan hasil Sensus Penduduk tahun 2000 dan Survey Penduduk Antar-Sensus (SUPAS) tahun 2015, yang dijelaskan dengan mempertimbangkan karakter dan sejarah pembangunan wilayahnya, serta peran-peran yang dimiliki oleh kota-kota yang tumbuh dan berkembang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa proses urbanisasi di Indonesia masih sangat terkonsentrasi di Pulau Jawa, khususnya di bagian barat, dimana besarnya konsentrasi urbanisasi dan pertumbuhan kota-kotanya mendorong kebutuhan untuk memperluas proses urbanisasi dan pertumbuhan kota-kota Indonesia ke kawasan-kawasan lainnya, termasuk ke Kawasan Pulau-pulau lain yang relatif masih kecil tingkat urbanisasi dan pertumbuhan kota-kotanya.
KAJIAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PSBM) DI KELURAHAN MANGUNHARJO, SEMARANG Ivan Kurnia Adi; Mardwi Rahdriawan
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.545 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.2.151-159

Abstract

The tendency of the existing infrastructure is not in accordance with the needs of the community because it is top down. Therefore, this study aims to assess community participation in managing community-based sanitation. Studies conducted focusing on participatory processes and the level of community participation in the provision of sanitation in the village program Mangunharjo precisely in RT 03 and 04 RW I. The method used in this research is quantitative and qualitative. The level of community participation in the management of the sanitation program has high participation category that has meaning on the degree of power-sharing community which has occurred rights, responsibilities and authority between the community and government to participate. Meanwhile, at the stage of organizing the participation category includes medium category (tokensm) in which the wishes of the people has been discussed, but the decision rests with the government. It is influenced by the role of the Village and Chairman of RT / RW is too dominant so that the public is not very enthusiastic in participating at the stage of organizing and resigned to the decision of the facilitator. Implementation of the program when viewed from the principle pelaksaaan almost matches that is about 80%, planning, implementation, and evaluation is fully in accordance with the principle only at the stage of organizing has obstacles described earlier which resulted in incompatibility in principle with the implementation of the program. That there is a relationship between the facilitator and community involvement, if the facilitator can perform their duties well as explaining the program well and excessive interference, then the public will enthusiastically participate. The Government needs to show its commitment in the implementation of the provision of community-based sanitation program (PSBM) in terms of giving people an opportunity to participate fully in sanitation management stages.

Page 9 of 23 | Total Record : 221