cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pengembangan Kota (ISSN: 2337-7062) adalah jurnal ilmiah berisi hasil penelitian dan telaah kritis teoritis mengenai pengembangan perkotaan meliputi: Arsitektur Perkotaan; Perancangan Kota; Ekonomi Pembangunan Wilayah dan Kota; Perumahan dan Permukiman; Perencanaan Transportasi; Perencanaan Pariwisata; Lingkungan; Pengembangan Sosial-Masyarakat Kota; dan Bidang lainnya yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
IDENTIFIKASI PENCEMAR WADUK MANGGAR KOTA BALIKPAPAN Arya Rezagama; Ahmad Tamlikha
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 1: Juli 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.761 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.1.40-48

Abstract

Waduk Manggar terletak di Kelurahan Karangjoang Kecamatan Balikpapan Utara merupakan sumber air baku utama sebesar  900  liter/detik. Status mutu air waduk tahun 2013 menunjukkan kondisi tercemar Berat (Badan Lingkungan Hidup, 2013). Kualitas air waduk terukur fluktuatif dimana terjadi penurunan kualitas air secara sesaat hingga baku mutu kelas 4. Untuk mengetahui faktor pencemaran Waduk diperlukan analisa sumber pecemar dan kemampuan daya tampung Waduk Manggar. Sumber pencemaran dapat bersifat alamiah maupun antropogenik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yang dikuatkan dengan analisa kualitatif. Perhitungan debit menggunakan metode pendekatan konversi curah hujan peanman, analisa daya tampung waduk menggunakan panduan PERMEN LH No. 28 Tahun 2009. Ketersediaan inlet debit kritis pada bulan agustus mencapi 2,8 m3/det. Sedangkan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus, September dan Oktober. Beban pencemaran dominan disebabkan oleh sumber alami tanah podsolik yang bersifat masam dan melarutkan kadar besi yang tinggi di batuan. Hal ini yang menyebabkan penurunan DO secara fluktuatif. Sedangkan beban pencemaran dari aktivitas manusia masih sangat kecil dibandingkan daya purifikasi waduk. Kualitas air waduk memiliki daya tampung yang masih baik dan tergolong kelas 1. Terdapat pengaruh yang signifikan dari kondisi tahun basa dan kering terhadap kualitas air. Pada musim basah, kualitas air waduk cenderung memiliki DO rendah, Fe yang tinggi.
PERENCANAAN KOTA BARU BERBASIS LANSKAP EKOLOGIS DI KOTA UJOH BILANG, MAHAKAM ULU, KALIMANTAN TIMUR Rezky Khrisrachmansyah; Siti Nurisyah; Hanni Adriani; Ina Winiastuti Hutriani
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.242 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.2.106-119

Abstract

Mahakam Ulu Regency is a new municipality that had been developed in 2012. Ujoh Bilang City is the new Capital City that planned as the Capital City of Mahakam Ulu Regency. The natural condition and local culture in this city create strong local characters. There are some natural and cultural condition in Ujoh Bilang City such as Geological Karst, fertile alluvium soil (nearby the Mahakam River), liveable Dayak culture that should be protected, and attended to the ecological landscape values. The aim of this study is to see the landscape character of Ujoh Bilang New Town and implement the ecological landscape approach which considers the bio-physics and cultural elements in developing and planning the city. The Methods in this study are include qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis was described by scientific description while the qualitative analysis was used for land suitability analysis with biophysics aspect such as slope, soil, geological condition, and town structure. The local culture values are also considered.
TRANSFORMASI KAMPUNG PENDRIKAN KIDUL PADA KAWASAN PENDIDIKAN Adhista Putri Pressilia; Nany Yuliastuti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.743 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.26-33

Abstract

Kampung Pendrikan Kidul merupakan salah satu kampung lama di pusat kota. Sejak berdirinya Universitas Dian Nuswantoro di Kampung Pendrikan Kidul terjadi perkembangan, baik secara fisik maupun non fisik. Keberadaan universitas yang dengan sendirinya mengundang migrasi dari luar daerah, secara tidak langsung juga menyebabkan gentrifikasi. Hal ini menimbulkan terjadinya perubahan yang membawa peneliti pada pertanyaan penelitian “Bagaimana transformasi sosial, ekonomi, dan fisik suatu kampung lama di pusat kota akibat gentrifikasi pada kawasan pendidikan?”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat deduktif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dan skala likert. Transformasi sosial terjadi sebesar 14% yang termasuk dalam minor transformation dan cenderung berubah ke arah negatif. Transformasi ekonomi terjadi sebesar 33% yang termasuk dalam minor transformation dan cenderung berubah ke arah positif. Sama halnya pada fisik lingkungan, terjadi minor transformation sebesar 15% yang cenderung berubah ke arah negatif. Sedangkan pada fisik spasial terjadi minor transformation sebesar 6% yang perubahannya cenderung ke arah positif
PERENCANAAN KONSEP MINAPOLITAN DI KAWASAN TAMBAK LOROK, SEMARANG UTARA Sintia Dewi Wulanningrum; Theresia Budi Jayanti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 1: Juli 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.768 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.1.21-28

Abstract

Minapolitan region is an economic region consisting of production centers, marine and fishery commodities, services, housing and other related activities. Tambak Lorok  is one of fishing villages which is  that located on the coastline of Java Sea in Tanjung Mas, North Semarang. The main function of Tambak Lorok is as residential areas, ponds and trades especially seafood. The main issues in Tambak Lorok  are: the rob, low  economy, and  less infrastructure. The concept of minapolitan is used  to improve the local economy of coastal communities through agribusiness subsystems and its supporting subsystems. This study employed descriptive qualitative method.  
IDENTIFIKASI KELESTARIAN KAWASAN KOTA LAMA MELALUI PROTEKSI BANGUNAN CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KOTA SURABAYA Dimas Widya Putra
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.956 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.2.139-150

Abstract

Surabaya old town district was the historical evidence of the Dutch Government in Colonial era, The center of the Dutch Administration located in Old Town, meanwhile Old Town District was the whiteness of Dutch defeat. Many buildings built by the Dutch in Colonial era are still conserved. Surabaya has strategy and policy through Tourism and Culture Department to conserve these buildings to be a landmark and legacy of city, this study addresses to evaluate the policy associated with the protection of heritage buildings, to examine the policy and to sum up the findings associated to conservation theory. This research uses the character appraisal, quantitative and qualitative. The result found are several buildings have been protected by the policy, however, there is a segment made so many facade changes and several well ornamented buildings. The conclusion obtained that the cultural heritage building policy can be nicely applied, especially to the historical value buildings. The Government gives a tolerance to renovate the buildings having less strong historical value.
TRIP RATE DAN POLA PERGERAKAN PADA TRANSMART SETIABUDI SEMARANG SEBAGAI SALAH SATU PUSAT PERBELANJAAN BERKONSEP MULTI-AKTIVITAS Yudi Basuki; Sri Rahayu; Maestri Gritanarum
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.553 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.77-82

Abstract

Maraknya pembangunan pusat perbelanjaan mendorong perusahaan untuk terus melakukan inovasi, salah satunya adalah konsep 4 in 1 pada Transmart Setiabudi Semarang. Pembangunan ini akan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah tarikan perjalanan. Tujuan penelitian ini mengetahui trip rate sebagai model tarikan perjalanan dan pola pergerakan. Metode yang digunakan untuk membentuk model tarikan perjalanan dalam penelitian ini adalah trip rate dan analisis pola pergerakan. Metode ini menggunakan data kedatangan pengunjung dibagi dengan luas aktivitas guna lahan, sedangkan pola pergerakan diperoleh  dari data sebaran tempat asal pengunjung. Hasil dari penelitian ini adalah trip rate dan pola perjalanan. Trip rate total yaitu jumlah pengunjung dibagi luas area Transmart didapat 0,057 orang/m2. Trip rate tiap aktivitas terdiri dari trip rate area aktivitas belanja yaitu 0,035 orang/m2, trip rate area aktivitas bersantap 0,152 orang/m2, trip rate area aktivitas bermain 0,072 orang/m2, trip rate area aktivitas menonton 0,298 orang/m2. Pola pergerakan pengunjung Transmart berasal dari dalam dan luar Kota Semarang dan terdiri dari tujuan perjalanan satu aktivitas dan multi-aktivitas. Pusat perbelanjaan dengan konsep 4 in 1 memiliki trip rate yang rendah karena karakteristik perjalanan pengunjung dengan multi-aktivitas yang dilakukannya.
KAPASITAS KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA (STUDI KASUS: DESA WISATA KETENGER, BANYUMAS) Gita Ratri Prafitri; Maya Damayanti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 1: Juli 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.726 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.1.76-86

Abstract

Desa Wisata Ketenger is one of the oldest tourism village in Banyumas and has a lot of potential to be developed. According to Head of Youth, Sports, Culture and Touris Department in Banyumas, only two of six tourism villages in Banyumas is worth visit by tourists ie Desa Wisata Ketenger and Desa Wisata Dawuhan. It is influenced by the ability or capacity Pokdarwis as management of a tourism village in enhancing the knowledge and skills of the community through programs. The objective of this study is to determine the institutional capacity in development of Desa Wisata Ketenger. Capacity that will be researched include individual capacity and organizational capacity. The research was conducted using qualitative descriptive. Data were obtained through interviews and field observations. Results from this study indicate that in level of organization, organization has shown a good capacity in the aspect of external partnerships, aspects of tourism potential development, as well as aspects of tourism village promotion.Unfortunately, POKDARWIS "Ketenger Adventure" are less of ability to show a good capacity in leadership and coordination aspect, While at the individual level, there are good capacity in pioneering the development of tourism potential. Individuals have enough capacity in the management of tourist attractions, souvenir management, as well as service to the tourists. However, individuals have less capacity both in the understanding and application of the concept of integrated tourism village. To improve the ability at the level of individuals and organizations, Desa Wisata Ketenger have gained capacity building programs that held both of the Department of Tourism and besides offices.   
MEMADUKAN STRATEGI, MEWUJUDKAN KETAHANAN: SEBUAH PEMBELAJARAN DARI PENGEMBANGAN STRATEGI KETAHANAN KOTA DI SEMARANG Rukuh Setiadi; Fitri Wulandari
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.589 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.2.95-105

Abstract

‘Integrasi’ adalah suatu jargon yang sering digunakan oleh hampir semua disiplin, dari bidang rekayasa hingga ekonomi, dan dari ilmu fisika hingga ilmu sosial. Tantangan untuk mengembangkan strategi yang terpadu telah menjadi pesan utama di berbagai literatur mengenai studi-studi pembangunan kota. Sementara di negera yang telah maju konsep integrasi telah dimanifestasikan dalam berbagi aspek pembangunan kota, banyak aktor dan pengambil kebijakan di negara-negara berkembang masih berjuang untuk mewujudkan integrasi. Artikel ini menyoroti upaya yang baru saja dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan ketahanan kota melalui perumusan dokumen strategi ketahanan kota. Artikel memperkenalkan suatu kerangka analisis dalam mendorong integrasi strategi. Artikel ini dikembangkan dari penelitian yang menerapkan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan posisi penulis utama sebagai coordinator lintas tema atau cross-focus areas pada penyusunan strategi ketahanan kota dalam inisiatif 100 Resilient City. Artikel ini diharapkan membantu praktisi perkotaan dalam melakukan pendekatan langkah-demi-langkah menuju integrasi strategi-strategi perkotaan, khususnya di bidang ketahanan kota.
FRAMEWORK FOR MEASURING URBAN ENERGY SECURITY : CITIZEN PERSPECTIVE Yudha Prambudia; Arief Rahmana; Anita Juraida
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.053 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.34-45

Abstract

The ever increasing urban energy consumption has always been an important issue of urban energy security. Citizen plays critical role in shaping the energy consumption. Therefore, citizen perspective can give significant impact to urban energy security evaluation. This research aims to provide a systematic framework to measure urban energy security taking into account the perspective of citizen and showcase its implementation in a case of Bandung city. The proposed framework is a straight five stages process as follow; (1) establishing the urban context, (2) defining energy security relevant to the context, (3), determining dimensions of energy security , (4) determining indicators and and metrics, and (5) the final stage is calculating energy security. The implementation case shows Bandung’s energy security is at Middle Low status. It also verify that the framework is operationally viable and it can capture the significance of citizen perspective.
LEGALITAS DAN PRAKTEK PERENCANAAN TATA RUANG INDUSTRI SHIPYARD PADA SEMPADAN PANTAI DI SAGULUNG, BATAM Agung Adji Santosa Suryahusada; Holi Bina Wijaya
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 2: Desember 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.26 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.2.147-160

Abstract

Legalitas lahan mencakup kesesuaian lahan dengan rencana tata ruang, terdapatnya IMB dan regulasi yang sah. Penelitian ini bertujuan mengetahui legalitas industri galangan kapal pada sempadan pantai dan bagaimana praktek perencanaan pembangunan tata ruang yang sebenarnya terjadi di Sagulung. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kajian dokumen. Wawancara dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa legalitas industri dapat berubah sesuai dengan rezim politis dan pelaksanaan rencana tata ruang pada kenyataannya tidak sederhana. Praktek perencanaan tata ruang di Batam sangat dipengaruhi oleh rezim politis yang terjadi pada masa itu. Pada periode 1991-2007 (Orde Baru) tidak ada pihak yang mengkoordinasi terkait tumpang tindih aturan tata ruang. Tindakan koordinasi dilakukan ketika rezim Demokrasi (2008-sekarang) Hal ini ditunjukkan dengan tindakan paduserasi oleh Tim Paduserasi yang bekerjasama dengan stakeholder tingkat daerah hingga pusat.

Page 11 of 23 | Total Record : 221