cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pengembangan Kota (ISSN: 2337-7062) adalah jurnal ilmiah berisi hasil penelitian dan telaah kritis teoritis mengenai pengembangan perkotaan meliputi: Arsitektur Perkotaan; Perancangan Kota; Ekonomi Pembangunan Wilayah dan Kota; Perumahan dan Permukiman; Perencanaan Transportasi; Perencanaan Pariwisata; Lingkungan; Pengembangan Sosial-Masyarakat Kota; dan Bidang lainnya yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
DINAMIKA KETAHANAN MASYARAKAT DI DESA TENGGELAM: ANALISIS PEOPLE-PLACE-INSTITUTION DI PESISIR DEMAK, INDONESIA Sitepu, Esa Linita Br; Sariffuddin, S
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.%p

Abstract

This study examines the resilience of communities living in sinking villages along the northern coast of Java, Indonesia — an extreme phenomenon in which settlements gradually subside and disappear due to coastal erosion and chronic tidal flooding. Resilience is viewed as a multidimensional phenomenon that should be assessed across three components: people, place, and institutions. Using this framework, the study evaluates how well communities can adapt and survive amid worsening environmental conditions. Based on descriptive statistics and a scoring method, the study shows that over the past 30 years, these villages have been gradually sinking, with flood depths now exceeding 1 meter. Field observations reveal that residents cope by elevating their houses up to 1.5 meters. At the same time, local governments and community groups also invest in public infrastructure, such as roads, and develop joint disaster risk reduction initiatives. The assessment identifies three levels of community resilience: low, medium, and high. The people dimension emerges as the main factor differentiating communities, especially in terms of preparedness, livelihood types, and prior disaster experiences. Meanwhile, the place dimension demonstrates resilience through community participation and environmental programs that raise awareness and strengthen collective capacity to face increasingly permanent sinking conditions.
KAJIAN TINGKAT EFISIENSI LAYANAN TRANS SEMARANG PADA KORIDOR UTARA-SELATAN MENUJU TRANSPORTASI KOTA BERKELANJUTAN Prabowo, Imam Agung; Rahayu, Sri; Basuki, Yudi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 13, No 1: Juli 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.13.1.56-63

Abstract

Rute yang tumpang tindih serta kurang meratanya jangkauan pelayanan menjadi permasalahan yang dapat mengurangi minat masyarakat dalam menggunakan Trans Semarang, khususnya pada rute 3a. Permasalahan ini memerlukan kajian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi pada rute tersebut. Metode yang digunakan adalah Analisis Konektivitas, Load Factor, dan Ketersediaan yang kemudian akan di Skoring untuk menentukan tingkat efisiensi. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil dari kajian ini pada aspek konektivitas bernilai 2 (efisien), load factor bernilai 1 (kurang efisien), dan ketersediaan bernilai 3 (sangat efisien). Skoring dari aspek tersebut menghasilkan nilai akhir yaitu 6 yang memperlihatkan bahwa Trans Semarang rute 3a cukup efisien, akan tetapi masih memiliki banyak jaringan jalan yang tidak sesuai dan kurang optimal. Kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk melakukan perencanaan ulang rute yang lebih efisien.
EKSPLORASI SENSE OF IDENTITY KAMPUNG WISATA KREATIF DI KAWASAN SEGANTENG, KOTA MATARAM Sushanti, Ima Rahmawati; Sahbana, Maulana Alfateh; Khatami, Ikhzam; Rosmilasari, Suharti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 13, No 1: Juli 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.13.1.64-82

Abstract

Dalam perkembangannya kampung di kota tidak lagi dihuni oleh masyarakat sebagai tempat tinggal, melainkan juga sebagai tempat bekerja. Bahkan kampung kota yang memiliki potensi, saat ini menjadi perhatian masyarakat untuk dikunjungi, karena kemenarikan dan kekhasan yang dimiliki sehingga menjadi kampung wisata kreatif. Industri rumah tangga yang dilakukan masyarakat dengan mata pencaharian yang diwariskan turun-temurun menjadikan kawasan permukiman kota tidak hanya sebagai tempat aktivitas sosial dan aktivitas ekonomi. Hingga pada akhirnya dengan nilai manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat membuat fungsi ekonomi di kawasan mendominasi sehingga dapat mengaburkan bahkan menghilangkan sense of identity dari kawasan, baik dari aspek sosial maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat sense of identity dengan menggali identitas tempat dengan sense of identity dari kampung wisata kreatif di kawasan strategis pariwisata kota Mataram.  Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan studi kasus. Lokasi penelitian adalah kawasan Seganteng sebagai penghasil kerupuk kulit, yang memiliki potensi dan kedekatan dengan obyek wisata lainnya di kawasan strategis pariwisata kota Mataram. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen meliputi, lembar observasi, pedoman wawancara, lembar validasi. Teknik analisis adalah analisis Spradley dengan domain deskriptif, behavior setting, spasial, dan taksonomi tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya sinergitas hubungan pengguna, aktivitas, dan tempat. Keberadaan industri rumah tangga sebagai wujud tradisi mata pencaharian tidak mengurangi keberlangsungan tradisi sosial kemasyarakatan dan keagamaan yang dilakukan individu dan komunitas. Bahkan jalan lingkungan sebagai tempat industri rumah tangga berada menjadi ruang interaksi sosiaL dan ekonomi yang memiliki daya tarik membangun identitas tempat dengan sense of identity.
PENGUKURAN DAN PENINGKATAN TINGKAT PELAYANAN JALUR PEJALAN KAKI DI JALAN BRAGA KOTA BANDUNG Aprianto, Kezia Rianka Putri; Adriana, Martina Cecilia; Taki, Herika Muhamad
Jurnal Pengembangan Kota Vol 13, No 1: Juli 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.13.1.83-91

Abstract

Ketersediaan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman salah satu dasar penting dalam keberlanjutan perkotaan. Jalan Braga merupakan kawasan cagar budaya dan pariwisata dengan aktivitas utama perdagangan dan jasa. Pada hari biasa, persepsi terhadap jalur pejalan kaki di Braga tergolong baik dari segi fasilitas. Akan tetapi, di hari libur, jumlah pejalan kaki menjadi sangat padat yang menyebabkan terganggunya sirkulasi dan kenyamanan berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pelayanan jalur pejalan kaki Braga saat padat serta merumuskan upaya peningkatan pelayanan yang paling sesuai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis mengacu pada Highway Capacity Manual (HCM) 2022. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan jalur pejalan kaki Braga saat ramai mencapai tingkat terendah yaitu tingkat F. Dengan menguji berbagai skenario, hanya pedestrianisasi yang mampu meningkatkan tingkat pelayanan menjadi D yaitu kondisi berjalan yang nyaman dengan kecepatan normal.   
INOVASI PEMBIAYAAN KOLABORATIF DALAM PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH BANTARAN SUNGAI DI KAMPUNG MOJO SURAKARTA Mukaromah, Hakimatul
Jurnal Pengembangan Kota Vol 13, No 2: Desember 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.13.2.1-9

Abstract

Pembiayaan dalam penataan kembali permukiman kumuh di perkotaan menjadi salah satu tantangan besar. Keterbatasan anggaran milik pemerintah serta kemampuan ekonomi masyarakat penghuni yang tergolong rendah, perlu didukung dengan skema pembiayaan yang inklusif. Di sisi lain, terdapat berbagai potensi sumber pembiayaan alternatif yang belum optimal karena kurangnya integrasi antar pemangku kepentingan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana inovasi skema pembiayaan kolaboratif dalam penataan kawasan permukiman kumuh di Kampung Mojo menjadi permukiman yang layak huni. Pendekatan penelitian ini Adalah kualitatif dengan metode studi kasus melalui pengumpulan data berupa observasi, studi dokumen, dan wawancara. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan tiga tahap:  1) mengidentifikasi proses penataan permukiman kumuh; 2) menganalisis proses kolaboratif dalam pembiayaan penataan permukiman kumuh; 3) menganalisis kekuatan dan kelemahan skema pembiayaan kolaboratif dalam mendukung keberlanjutan penataan permukiman kumuh. Hasil temuan studi adalah kebaharuan penerapan inovasi skema pembiayaan kolaboratif mampu mengakselerasi proses penataan permukiman kumuh dengan kompleksitas kepemilikan lahan dan mendorong penataan yang inklusif dan berkelanjutan.